Menjelang Halloween Muncul Labu Kuning, Kaitannya Apa?

Halloween memang bukan kultur orang-orang sini. Begitu pendapat orang-orang tua Jerman kepada saya. Sebagian lagi berpendapat, halloween dirayakan oleh anak-anak muda. Sementara yang lain mengatakan halloween adalah untuk kepentingan dunia industri. Halloween yang saya kenal dulu di Indonesia hanya lewat film-film dari negeri Paman Sam.

Di negeri suami, saya sendiri lebih mengamati banyaknya penjualan labu kuning yang cukup menyita perhatian saya di supermarket atau penjualan langsung yang berada di sekitar area pertanian. Itu menandakan labu kuning dijual bukan karena waktu sekarang menjelang halloween, melainkan musim panen labu kuning tiba.

Pikiran saya pun terlintas pertanyaan, mengapa labu kuning diukir atau berhias menjadi dekorasi halloween?

Alasan pertama

Panen labu kuning ini memang di awal musim gugur atau sekitar September-Oktober di daratan Eropa. Labu kuning ini bisa dinikmati menjadi kue atau dicampur menjadi sup. Para petani saat ini sedang panen labu kuning. Ada yang langsung dijual, diletakkan di sekitar ladang mereka. Kemudian mereka yang berminat dengan labu kuning, langsung mengambil dan memasukkan pada kotak uang yang tersedia. Ini bisnis kejujuran memang. Namun kita bisa menemukan labu kuning di supermarket juga.

Alasan kedua

Labu menjadi salah satu hasil panen sebagai simbol perayaan musim gugur. Sebagaimana anda tahu, tiap musim di negeri empat musim punya keindahan tersendiri. Musim gugur datang, mengakhiri musim panas. Orang-orang merayakan datangnya musim gugur dengan mengukir wajah pada labu.

Alasan ketiga

Labu kuning itu dibentuk seperti lampion, di dalamnya ada lilin atau lampu, yang dikenal jack o latern sebagai dekorasi halloween di masa kini. Halloween diperingati banga Celtic sebagai awal titik balik matahari, menuju musim dingin. Matahari akan bersinar lebih pendek dibandingkan musim panas. Hari sudah mulai gelap ketika sore, yang sebaliknya terjadi di musim panas.

Labu yang kadang disebut “melon besar” ini bisa dibuat semacam penerangan atau lentera di luar rumah. Fungsinya tentu untuk menjadi alat bantu penerangan dimana suasana di luar rumah sudah gelap. Namun di sisi lain, labu sebagai penerangan dimaksudkan untuk mengusir roh-roh jahat. Daripada mengusir roh jahat dengan bakar-bakaran, maka lebih baik membuat labu seperti lentera.

Tentang festival pagan musim dingin dan roh jahat pernah saya ulas di link ini.

Pernak-Pernik Halloween

Halloween identik dengan labu kuning atau pumpkins.

Kostum untuk anak remaja perempuan.

Tak lengkap kostum menyeramkan tanpa make up yang menyeramkan pula.

Malas berkosmetik seram, bisa dicoba dengan topeng.

Jangan lupa kalung atau anting tengkorak!

Ini juga unik tissue toilet bertema Halloween.

Semakin menyeramkan untuk aksesoris di ruangan atau kamar tidur, boleh dicoba.

Kostum untuk anak laki-laki.

Aneka hiasan untuk di rumah.

Ini apa ya?

Halloween bukan menjadi tradisi di Jerman, banyak orangtua berpendapat demikian. Perayaan yang mengundang antusias orang muda nyatanya menjadi meriah sepuluh tahun belakangan ini. Itu karena maraknya industri kapitalis menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Semakin banyak orang merayakan, semakin tinggi pengeluaran konsumsi untuk berbelanja pernak-pernik. Begitu hukum ekonominya.

Selain itu, akses gaya hidup yang semula hanya milik sebagian masyarakat kini bisa dibuat sedemikian rupa seolah-olah ini adalah tren yang sedang terjadi. Pengaruhnya memang lebih besar pada remaja untuk meniru dan menyelenggarakan secara khusus pada tanggal 31 Oktober. Inilah Halloween. 

Secara kebetulan, 31 Oktober di Jerman tahun ini memang libur. Tentu ini menjadikan beberapa pihak untuk membuat pesta kostum atau melaksanakan acara khusus sebagai bagian gaya hidup. Dengan demikian, sejak sebulan lalu toko dan supermarket di Jerman yang saya amati mulai memeriahkan berbagai pernak-pernik Halloween. 

Lepas anda merayakan atau tidak, saya hanya berbagi keunikan produk yang dijadikan bagian dari perayaan Halloween. 

Apakah anda tertarik?