Heidelberg (2): 5 Destinasi Wisata di Kota Tua Hanya Berjalan Kaki

Kongresshaus Stadthalle di tepi sungai Neckar.
Sungai neckar saat senja.
Di Alstadt Heidelberg masih didominasi banguan berbata merah seperti ini.

Bila anda datang ke Jerman dan berlabuh di negara bagian Baden-Württemberg maka anda bisa datang langsung ke Heidelberg. Heidelberg memiliki pesona tersendiri. Kota ini dilalui sungai nacker dan kecantikan arsitektur kota tua yang selalu menjadi sorotan kamera. Di sini menjadi lazim melihat turis-turis mengabadikan tiap sudut kota dengan jepretan kamera. Bangunan ratusan tahun nampak kokoh dan tak lekang waktu. Selain itu di Heidelberg berdiri pula universitas tertua di Jerman.

Baca juga: Romantisme jembatan Karl-Theodor di Heidelberg

Melanjutkan kunjungan saya ke Heidelberg yang pernah diulas sebelumnya, kini anda bisa menyimak destinasi wisata apa saja yang bisa anda jumpai di sana. Datang langsung ke kota tua atau Altstadt Heidelberg, anda akan menjumpai bangunan yang gaya arsitekturnya yang mirip satu sama lain. Dibangun dengan bata merah, ini mengingatkan bahwa ini kota ini memiliki arsitektur Renaissance di era abad pertengahan.

1. Kongresshaus Stadthalle

Tampak depan.
Tampak samping.

Ini adalah gedung bersejarah yang banyak dipakai untuk acara resmi dan istimewa seperti konser musik, festival dan acara lainnya. Lokasinya berada di sentra Heidelberg yang mudah dijangkau di sisi sungai neckar. Sayangnya saat kami datang, gedung ini tertutup dikunjungi karena ada perbaikan. Bangunan ini diresmikan dan dibuka tahun 1903 dan sering dijadikan tempat perhelatan budaya.

2. Heidelberg Palace

Kastil berbata merah dari kejauhan, diambil dari jembatan Heidelberg.

Destinasi kedua yang bisa disambangi adalah istana Heidelberg yang mempesona. Sayangnya kami datang sudah hampir gelap di kala musim dingin, kami hanya memandangi istana dari seberang jembatan. Menurut banyak orang, ini adalah kastil terindah di Jerman dengan gaya renaissance yang dibangun pada abad pertengahan. Itu sebab orang datang ke kastil ini dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.

Dinding istana yang indah dan patung-patung yang mengesankan, menjadikan kastil ini layak dikunjungi. Dari halaman istana ini, pengunjung bisa melihat panorama kota Heidelberg dari atas yang indah. Selain itu, ada pemandangan kebun anggur yang asri ditambah sungai neckar yang mempesona. Untuk interior istana, pengunjung harus bayar 8€ per orang.

3. Marstall

Dari seberang jalan.

Ini semacam benteng yang kokoh yang sengaja dibangun kala perang terjadi di abad pertengahan. Marstall sepanjang 135 kilometer berada di tepi sungai neckar.

4. The Church of Holy Spirit

Tampak muka gereja.
Berusaha mengabadikan keseluruhan gereja, sepertinya hanya bagian atas saja yang terlihat.

Gereja terbesar dengan bangunan mencolok di Heidelberg bernama ‘die Heiliggeistkirche’ yang diterjemahkan menjadi ‘The Holy of Spirit’ bermakna betapa kuasa dan cinta Tuhan tetap hidup di dunia. Selama dua ratus tahun dinding gereja terbagi antara katolik dan kristen protestan. Kedatangan Luther ke Heidelberg memberikan perubahan baru bagi warga Heidelberg kala itu. Di gereja ini muncul ajaran katekismus pada tahun 1563 pertama kali di dunia, seiring pembaharuan umat masa itu.

5. Kurpfälzisches museum

Tampak depan.

Museum Kurpfälzisches letaknya masih di kota tua atau Alstadt, sebagai pelengkap kunjungan anda. Museum ini berdiri sekitar abad 19 yang berisi koleksi seni sebagai koleksi dari sejarahwan Charles de Graimberg. Kami tak sempat masuk ke dalam berhubung sudah tutup jam 18 sore. Untuk memasuki museum, anda perlu membayar tiket masuk.

Semoga ini menjadi pertimbangan anda bila berkunjung ke Jerman.

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.