Pernak-Pernik Halloween

Halloween identik dengan labu kuning atau pumpkins.

Kostum untuk anak remaja perempuan.

Tak lengkap kostum menyeramkan tanpa make up yang menyeramkan pula.

Malas berkosmetik seram, bisa dicoba dengan topeng.

Jangan lupa kalung atau anting tengkorak!

Ini juga unik tissue toilet bertema Halloween.

Semakin menyeramkan untuk aksesoris di ruangan atau kamar tidur, boleh dicoba.

Kostum untuk anak laki-laki.

Aneka hiasan untuk di rumah.

Ini apa ya?

Halloween bukan menjadi tradisi di Jerman, banyak orangtua berpendapat demikian. Perayaan yang mengundang antusias orang muda nyatanya menjadi meriah sepuluh tahun belakangan ini. Itu karena maraknya industri kapitalis menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Semakin banyak orang merayakan, semakin tinggi pengeluaran konsumsi untuk berbelanja pernak-pernik. Begitu hukum ekonominya.

Selain itu, akses gaya hidup yang semula hanya milik sebagian masyarakat kini bisa dibuat sedemikian rupa seolah-olah ini adalah tren yang sedang terjadi. Pengaruhnya memang lebih besar pada remaja untuk meniru dan menyelenggarakan secara khusus pada tanggal 31 Oktober. Inilah Halloween. 

Secara kebetulan, 31 Oktober di Jerman tahun ini memang libur. Tentu ini menjadikan beberapa pihak untuk membuat pesta kostum atau melaksanakan acara khusus sebagai bagian gaya hidup. Dengan demikian, sejak sebulan lalu toko dan supermarket di Jerman yang saya amati mulai memeriahkan berbagai pernak-pernik Halloween. 

Lepas anda merayakan atau tidak, saya hanya berbagi keunikan produk yang dijadikan bagian dari perayaan Halloween. 

Apakah anda tertarik?

Grabgesteck: Hiasan Karangan Bunga Untuk Allerheiligen

Ini adalah bunga kering yang berhasil dibeli di toko bunga. Agak susah untuk dibawa dari toko, jadi diletakkan di bagasi mobil. Jangan tanya harganya ya!

Ini saya temukan di festival.

Ini saya temukan di festival (2).

Ini saya temukan di festival (3).

Ini saya temukan di festival (4).

Ini saya temukan di festival (5).

Ini saya temukan di supermarket (1).

Ini saya temukan di supermarket (2).

Tanggal 1 November setiap tahun di Bayern dijadikan hari libur. Hari libur ini disebut ‘Allerheiligen‘ yakni Hari Raya Orang Kudus atau dalam bahasa Inggris disebut ‘All Saints Day.’ Di seluruh dunia, umat Katolik memperingati ini dengan mengikuti misa kudus. Bahkan negara yang masih memegang tradisi Katolik pada tanggal ini dijadikan hari libur. Demikian negara bagian (Bundesland) di Jerman yang bermayoritas Katolik juga libur pada tanggal 1 November.

Namun di Bayern yang mayoritas Katolik punya tradisi yang unik, datang ke makam para leluhur atau orangtua. Tiap gereja mengadakan perayaan misa sederhana lalu berkunjung ke makam. Tradisi ini juga mengikutsertakan aneka hiasan bunga kering yang diletakkan di makam. Saya pun terlibat memilih hiasan untuk diletakkan pada makam leluhur di sini.

Rupanya nih tak sekedar hiasan saja, ada pendapat para perempuan di sini mengatakan bahwa hiasan adalah simbol status. Karena banyak orang yang melihat di makam, jadi harus berpikir bahwa tampilannya cantik. Untuk tampilan hiasan bunga yang disebut Grabgesteck ini ternyata perlu mengeluarkan kocek yang lumayan juga. 

Itu mengapa ketika saya punya banyak bunga indah di taman rumah, ibu Mertua berpesan agar hidup seperti bunga. Tidak hanya indah saat bermekaran, namun tetap indah meski sudah menjadi bunga yang layu dan kering. Agar kita masih terlihat indah dan bermanfaat bagi banyak orang. 

Jadi tak heran di supermarket atau festival dijumpai jual bunga kering akhir-akhir ini. Semula saya pikir ini untuk hiasan rumah. Rupanya hiasan bunga kering untuk tradisi tanggal 1 November nanti. Harganya bervariasi, pastinya dihitung mulai dari ratusan ribu rupiah. Semakin indah dan besar maka harga pun semakin mahal. Apa yang membuat perbedaan harga? Kreativitas. Di beberapa toko yang menjual hiasan serupa, melarang pengunjung untuk mengambil foto. 

Foto-foto yang saya dapatkan ini adalah contoh dan memang boleh didokumentasikan oleh si penjual.

Bagaimana menurut anda?