CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Ini adalah Reblog yang sudah tayang dengan judul sama pada 9 September 2015. Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Mengapa Menghabiskan Energi Hanya untuk Membenci?

Iri. Cemburu. Tidak suka. Perasaan yang kerap muncul kala melihat orang lain lebih daripada diri sendiri. Tetapi mengapa harus membenci? Ketika saya membaca pengalaman hidup Bunda Teresa dari Kalkuta, India maka saya memahami mengapa timbul benci. Kebencian terjadi ketika kita tidak pernah memberi kesempatan untuk menerima dan mencintai orang yang dibenci. Terkadang kebencian itu pun … Continue reading Mengapa Menghabiskan Energi Hanya untuk Membenci?

Ini 5 Bahaya Terjebak Masa Lalu

Saya baru baca buku analisa tulisan yang dipengaruhi oleh perangkap kehidupan masa lalu. Nyatanya peristiwa hidup di belakang anda masih menyisakan perangkap untuk tidak bisa "move on" yang terekam dalam garis dan isi tulisan tangan. So, lepas dari buku tersebut maka saya mengajak anda semua agar tidak kejebak pada masa lalu sehingga terperangkap dan sulit … Continue reading Ini 5 Bahaya Terjebak Masa Lalu

Ingin Ubah Hidup? Ubahlah Pikiran Anda Dulu

Sehebat-hebatnya manusia, sampai kini belum ada yang berhasil membuat otak seperti yang diciptakan Tuhan. Otak manusia bekerja atas jutaan syaraf yang mampu menjadi pengendali dalam diri manusia. Belum ada yang menandingi kehebatan Tuhan untuk membuat otak manusia dengan cara kerjanya yang unik. Pikiran adalah refleksi atas pengalaman dalam hidup manusia. Jadi otak akan menyimpan memori … Continue reading Ingin Ubah Hidup? Ubahlah Pikiran Anda Dulu

CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

Rinai hujan turun di luar, aku duduk sore itu bersama ayahku di teras belakang rumah. Dia membawa kue coklat buatan Ibu dan sepoci teh manis hangat. Ia menuangkan teh itu dalam cangkirku. "Ini buatmu, nak" katanya padaku. Aku mengangguk perlahan dan bergumam, terimakasih. Sederet kalimat pertanyaan meluncur deras dari mulutnya, menanyakan pekerjaanku hingga kehidupanku yang … Continue reading CERPEN (31): Apa yang Anda Pikirkan Tentang Masa Lalu?

CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

Seorang oma duduk di hadapanku siang itu. Ia seperti memerlukan bantuan untuk menulis sesuatu di kartu pos yang akan ditulisnya. Aku memang sedang berada di kantor pos yang menjadi landmark kota. Aku mampir sebentar untuk mengambil gambar yang menurutku menarik untuk dijadikan objek foto. Selang beberapa lama aku duduk, oma tersebut duduk bersebelahan denganku dan … Continue reading CERPEN (48): Menemukan Kedamaian di Siang Bolong

3 Cara Belajar Meminta Maaf

Pernahkah terbayangkan oleh Saudara tentang makna kata ‘Maaf’. Meskipun kita sering menyebutkan kata maaf berulang kali secara tidak sengaja namun pernahkah Saudara menyadari kata yang terucapkan tersebut adalah sungguh-sungguh dan tulus. Ataukah kata maaf tersebut hanya sekedar terucapkan saat kita tidak sengaja menginjak kaki seseorang, misalnya. Pernahkah terbayangkan oleh Saudara tentang makna kata ‘Maaf’. Meskipun … Continue reading 3 Cara Belajar Meminta Maaf