5 Model Kreasi Tempat Tidur yang Buat Tamu Hotel Senang

Model angsa dan love dari handuk hotel.

Dahulu saat saya masih bekerja di Indonesia, traveling adalah bagian dari pekerjaan saya. Berpindah dari satu hotel ke hotel lain sebagai kebutuhan pekerjaan. Saya abai dengan service room yang menjadi kamar tidur saya menginap. Karena saya biasanya sudah lelah bekerja di luar dan tidak memperhatikan dekorasi kamar sebagai layanan kamar hotel. Menurut saya, kamar hotel sudah bersih, rapi dan wangi sudah cukup.

Itu dulu.

Seiring dengan traveling sebagai liburan saat berpindah ke Jerman, saya tentu ingin sesuatu yang berbeda. Berbeda maksudnya saya menjadi tidak bosan di kamar tidur. Kebayang kan jika liburan, kita ingin mendapat sensasi pengalaman berbeda. Salah satu kreasi yang berbeda adalah tempat tidur.

Saya pernah mengulas, mengapa kebanyakan hotel berwarna putih untuk seprei, selimut dan sarung bantal. Silahkan temukan jawabannya di sini!

Nah, room boy atau zimmermädchen dalam bahasa Jerman tidak hanya bertugas membersihkan kamar tamu hotel saja. Mereka harus ramah dan siap menyediakan berbagai keperluan dan kebutuhan tamu hotel. Satu yang menarik saat saya baru-baru ini berpergian ke Mesir adalah kreasi room boy untuk mendekorasi kamar tidur sehingga tampil cantik.

Kreasi ini sebenarnya berawal dari kreativitas staf pembersih kamar agar tamu hotel merasa nyaman di kamar. Sebenarnya ini adalah handuk hotel dan kadang bantal yang dikreasikan sehingga lucu, unik dan mengesankan buat tamu hotel. Akhirnya saya dan suami pun terkesan atas inisiatif dan kreasi mereka yang berhasil membuat kami senang setelah kami meninggalkan kamar begitu berantakan sebelumnya.

Berikut 5 model kreasi yang saya dokumentasikan sehingga bisa jadi inspirasi anda.

1. Model angsa

Model ini sudah biasa ditempatkan untuk mendekorasi tempat tidur. Biasanya model angsa didapati untuk kamar suami isteri sehingga terkesan romantis. Saya sendiri pernah mendapati model angsa sewaktu saya berlibur dalam rangka bulan madu dulu. Entah mengapa kami mendapatkan sambutan yang indah di atas tempat tidur. Angsa dari handuk hotel plus cokelat dari pihak hotel.

Model angsa ini juga memang memerlukan keterampilan untuk memilin handuk sehingga bisa meliuk menyerupai badan dan kepala angsa.

2. Model orang

Buat saya menggambar orang saja sudah susah, apalagi membuat figur orang dari handuk hotel. Kreativitas ini keren menurut saya. Bahkan suami saya sampai tertawa terpingkal-pingkal manakala dekorasinya adalah figur yang mencerminkan dirinya. Ini dari semua dari handuk besar dan handuk midi yang biasanya untuk tangan. Dibentuk menyerupai figur pria yang sedang santai. Agar lebih mengesankan, ada topi dan kacamata surya milik suami. Ditambah vas bunga diletakkan di sisi figur orang. Keren ya!

Model orang lainnya yang dibuat si room boy adalah menggunakan bantal dan T-Shirt diletakkan di kursi di depan pintu kamar. Untuk kepalanya, ada handuk midi dibentuk menjadi kepala ditambah kacamata surya milik suami. Setelah kamar, kamar mandi dan tempat tidur tertata rapi dan bersih maka dekorasi orang ini diletakkan di kursi yang melengkapi meja tulis kamar. Tampak figur orang sedang duduk, dengan celana tidur suami diletakkan di kursi. Lucu sekali!

3. Model binatang

Jujur saya sendiri terkesan dengan kreativitas si room boy. Dia tidak hanya membuat kamar bersih dan tertata rapi tetapi juga membuat tamu hotel seperti saya jadi berbahagia mendapati kamar rapi dengan hiasan seperti gajah misalnya. Gajah dibentuk dari dua bantal sebagai badan. Sedangkan kepala, belalai dan ekor berasal dari handuk. Agar semakin mengesankan badan gajah, kain dekorasi tempat tidur menutupi bantal. Lucu ya!

Lain lagi bentuk hewan lainnya adalah kera yang bergelantungan di langit kamar. Ya, tiap kamar mendapati handuk besar untuk berjemur di pinggir kolam renang. Dua handuk milik saya dan suami dibentuk seperti kera bergelantungan. Keren sekali!

4. Model bunga

Satu lagi yang menarik adalah bunga berikut tangkainya yang dibuat meliuk. Semua terbuat dari handuk. Supaya meyakinkan itu adalah bunga, ada vas bunga sesungguhnya diletakkan di tengah.

5. Model yang susah dideskripsikan

Terakhir adalah model yang sendiri bingung menyebutnya apa. Apakah ini figur hewan atau bunga? Saya tak paham, tetapi menarik untuk disimak.

Satu lainnya pun demikian, tampak seperti kalajengking atau apa? Namun bentuknya yang unik telah membuat saya terkesan.

So, dari lima model di atas yang saya terangkan, bagaimana pendapat anda?

Advertisements

Mesir (2): Malam Pertama Menginap di Hotel, Malam Kedua di Kapal Wisata

Sunset di sungai Nil, kota Luxor.
Makan malam dari kapal wisata.

Tiba di Hurghada, bandara internasional, kami segera mengurus visa. Antrian begitu banyak mengingat pesawat yang kami tumpangi dari Jerman membawa turis yang hendak berlibur. Setelah urusan visa dan bagasi selesai, kami bergegas menuju pintu keluar.

Di petunjuk informasi agen tur kami dikatakan bahwa ada petugas tur yang menjemput. Ternyata seorang petugas biro perjalanan mengarahkan kami pada mobil mini van menuju hotel, tempat kami menginap malam pertama. Rupanya dalam mobil sudah ada turis-turis dari Jerman juga yang menuju ke hotel dengan jalur yang sama.

Dance performance sebagai program malam di hotel kami menginap malam pertama.
Buah jambu biji ada di Mesir.

Tiba di hotel, petugas resepsionis menyambut kami dengan ramah dalam bahasa Jerman. Karena kami sudah lapar, kami langsung bisa menuju lokasi restoran, tempat makan malam. Cerita soal makanan bisa dicek sebelumnya di sini.

Setelah makan malam, kami melihat sekelompok tamu hotel duduk di tepi kolam renang menikmati shisa dan menonton film di layar lebar. Kami melewatinya karena kami mendengar atraksi musik dan tarian yang lebih menarik. Lokasinya ada di amphiteater. Ini adalah amphiteater buatan hotel yang membuat tamu hotel bisa menyaksikan apa saja di panggung dengan bangku-bangku mirip stadion.

Perjalanan dari Hurghada ke Luxor.

Atraksi undian dari hotel hingga tarian mempesona kami sebagai tamu hotel. Kami jadi tidak bosan selama di hotel yang berada di tepi laut merah ini. Pihak hotel juga menyediakan aneka minuman seperti kopi, teh hingg cocktail gratis. Sedangkan minuman alkohol harus membayar ekstra. Tersedia juga gratis popcorn dan permen kapas sesuai permintaan.

Ini liburan malam pertama, kami sudah lelah. Padahal tidak ada perbedaan waktu antara Jerman dan Mesir di musim panas.

Masjid besar di kota Qena.
Melewati kota Qena.

Besok pagi kami harus berpindah kota dari Hurghada ke Luxor. Setelah makan pagi di restoran, ada mini van yang menjemput kami sebelum kami berpindah naik bis ke Luxor.

Kami menempuh perjalanan selama 5 jam dari Hurghada dengan menumpang bis ekslusif, tanpa khawatir kepanasan. Padahal suhu udara di Mesir mencapai 40 derajat celcius. Luar biasa kan!

Kami berhenti 30 menit di untuk istirahat dan ‘urusan toilet’. Sepanjang perjalanan, kami hanya menemukan padang luas yang berbatu dan gersang.

Bis hampir mendekati kota Luxor, tiba-tiba tour guide mengatakan bahwa kami tiba di kota yang cukup besar bernama Qena. Kota ini berada di selatan Mesir. Kami bisa mengamati bagaimana kehidupan masyarakat Mesir umumnya.

Setelah kota Qena, kami langsung menuju Luxor. Kota Luxor berarti kota yang terkesan lux karena terdapat istana raja. Kota ini dilalui sungai nil. Di sini kami akan melalui wisata sungai nil dan menginap satu minggu di kapal wisata.

Tampak desain lobby kapal menuju ke kamar.

Tiba di kapal wisata tujuan, pemandu tur sudah menyambut kami. Kami langsung mendapatkan kamar tidur dan bergegas mendapatkan himbauan mengenai panduan perjalanan selama kami di kapal.

Makan siang dan makan malam dilayani secara prasmanan. Malam ini kami berlabuh di Luxor. Dan selama tujuh hari kami menginap di sini, dengan fasilitas seperti hotel bintang lima. Di kamar mandi didesain ekslusif dengan bathtube misalnya. Atau dek atas terdapat balkon, kafe, kolam renang, klinik dan fasilitas lainnya akan diceritakan secara terpisah.

Mengapa Handuk Hotel itu Berwarna Putih?

Apakah anda pernah menyadari bahwa kebanyakan hotel selalu menyediakan handuk itu berwarna putih? Ini seperti pertanyaan selintas yang saya pikirkan karena seringnya saya traveling. Sebelumnya saya pernah mengulas, mengapa seprei dan sarung bantal hotel itu berwarna putih. Saya pun sudah mendapati jawabannya dan tertulis di link ini. Kini pertanyaan selanjutnya adalah soal handuk yang juga sama-sama putih, apakah jawabannya sama?

Lalu apakah handuk anda pribadi di rumah juga berwarna putih?

Sejujurnya saya tidak ingin handuk di rumah itu berwarna putih. Saya berpikir pasti tidak mudah juga untuk mencucinya dengan baik dan cermat. Itu alasan pertama, mengapa saya tak punya handuk warna putih di rumah. Alasan lainnya, saya pernah menelusuri harga handuk berdasarkan warna. Semula saya hendak punya handuk warna putih di rumah, rupanya handuk warna putih itu harganya lebih mahal dibandingkan handuk warna lainnya. Jadi dua alasan tersebut menyatakan bahwa saya tak punya handuk warna putih.

Sementara handuk warna putih lebih sering digunakan pihak hotel tentu dengan ragam alasan yang berbeda. Alasan pertama seperti warna putih pada handuk besar, handuk ukuran sedang dan handuk ukuran kecil sangat cocok dipadupadankan dengan desain interior kamar mandi hotel. Anda tahu kan bahwa hotel membuat tamunya nyaman dan betah di kamar mandi. Dengan begitu, kamar mandi pun dirancang istimewa agar tamu merasa senang di kamar mandi. Warna putih sebagai warna primer membuat handuk cocok diletakkan atau digantung di dalam kamar mandi.

Alasan kedua tentunya berkaitan dengan jaminan kebersihan dan higenitas yang ditawarkan hotel. Anda tahu juga bahwa sudah banyak tamu datang silih berganti di kamar yang anda sewa, juga pastinya anda bukanlah orang pertama menggunakan handuk yang diberikan pihak hotel. Handuk putih yang bersih dan tanpa noda mencerminkan bagaimana hotel menjamin kebersihan dan higenitas agar anda sebagai tamu percaya dan tinggal di hotel. Warna putih pada handuk juga memudahkan kita sebagai tamu mendeteksi bersih atau tak bersihnya sanitasi dan fasilitas lainnya.

Alasan ketiga berkaitan dengan warna putih itu tetap punya kesan elegan dan modis. Warna putih dengan bahan material yang berbeda maka handuk terlihat mewah saat diletakkan di kamar mandi. Warna putih juga kerap disandingkan dengan berbagai dekorasi pernak pernik yang ada di kamar mandi sehingga tampak serasi dan istimewa.

Alasan selanjutnya, warna putih pada handuk juga memberi kesan kamar mandi yang bersih, segar dan cerah. Ini memberi dampak psikologis pada tamu tentang suasana kamar mandi yang nyaman. Siapa pun jadi betah berlama-lama di kamar mandi jika suasana kamar mandi demikian bersih dan menyegarkan.

Alasan terakhir yang perlu anda tahu adalah soal pemeliharaan dan perawatan handuk. Handuk dibuat dalam satu warna senada, yakni putih. Agar dalam siklus pencucian, ini membuat mudah untuk dilakukan. Tidak ada warna lain selain putih sehingga pencucian pun lebih hemat dan praktis tentunya. Tak hanya itu, jika ada hal yang tak bersih dan masih kotor maka handuk berwarna putih akan mudah dikenali.

So, semoga ini bermanfaat untuk anda. Selamat liburan musim panas!

Pernah Berpikir Alasan Telepon Dipasang di Kamar Mandi Hotel?

Saya sering traveling ke banyak tempat dan menginap di hotel. Saya biasanya mengamati hotel-hotel yang ekslusif dan berkelas seperti hotel bintang 4 misalnya, mengapa mereka meletakkan telepon di kamar mandi. Awalnya saya tidak menyadari itu hingga saya mengalami hal yang urgent saat traveling.

Suatu kali saya dan suami pergi menginap di suatu hotel mewah, saya yang sedang berada di kamar mandi terpaksa mengangkat telepon. Telepon ini paralel dan ada juga di dekat di kamar tidur. Rupanya petugas hotel menelpon kamar saya karena suami saya sedang menunggu di lobby hotel dan ia ketinggalan telepon genggamnya. Lalu suami meminta petugas hotel menelpon ke kamar kami dan saya memang sedang berada di kamar mandi. Begitulah, saya langsung menyadari, apa fungsinya telepon di kamar mandi?

Apakah anda pernah berpikir hal yang sama seperti saya?

Saya pun berusaha cari tahu, apa maksudnya. Pertama, ini merupakan salah satu persyaratan dari kebijakan hotel yang memang punya kategori dan kelas tertentu. Artinya, memang tidak harus semua kamar mandi meletakkan telepon di dalamnya. Kriteria tertentu hotel ternyata mewajibkan untuk meletakkan telepon di situ.

Alasan kedua adalah tentu keamanan dan keselamatan. Konon telepon diletakkan di kamar mandi agar bisa menjamin keamanan dan kenyamanan orang yang memang memerlukan bantuan orang lain. Telepon ini menjadi alat bantu berkomunikasi bagi mereka yang berada di kamar mandi dan memerlukan bantuan gawat darurat. Ini alasan logis dan bisa jadi itu benar bahwa ada alat komunikasi tersedia.

Namun, sekarang sudah ada telepon genggam, apakah masih diperlukan juga?

Alasan lain juga menyebutkan bahwa peletakkan telepon di kamar mandi itu menandakan komunikasi yang privat. Saya sih belum pernah menjumpai telepon di kamar mandi hotel itu bisa menggunakan loudspeaker. Itu artinya telepon di kamar mandi adalah telepon konvensional yang perlu langsung dengan telinga. Anda kan belum pernah mendapati penggunaan telepon di kamar mandi sambil mencukur kumis, karena anda menggunakan loudspeaker. Itu sebab komunikasi per telepon di kamar mandi adalah benar-benar privat.

Bagi orang-orang sibuk dan padat dalam jadwal pekerjaan, telepon di kamar mandi membuat mereka tetap terhubung. Karena bagaimana pun komunikasi itu diperlukan agar anda tetap terhubung dengan dunia.

So, saya jadi paham bahwa selalu ada alasan dibalik sesuatu. Tentunya pemasangan telepon di kamar mandi pun pasti ada gunanya juga.

Bagaimana menurut anda?

Jangan Lupa Bawa Jam Weker Saat Traveling ke Eropa!

Pertama kali saya menjejakkan kaki ke benua biru alias Eropa, rekan kerja saya mengingatkan saya untuk bawa jam weker. Rekan kerja saya ini sudah berusia separuh baya, seusia dengan ibu. Dia sendiri sudah menjangkau lebih dari 50 negara di dunia. Jam terbang traveling yang dimiliki rekan kerja saya ini patut diacungi jempol sementara saya saat itu baru bisa menjejakkan kaki sebatas Asia saja. Itu sebab saya mendengar saran traveling darinya, termasuk pesannya. Jangan lupa bawa jam weker!” katanya saat saya hendak ke Jerman pertama kali.

Rupanya tak hanya rekan kerja saya itu, teman saya asal negara Paman Sam pun berpendapat hal yang sama. Saat saya bertanya, mengapa saya harus membawa jam weker. Teman ini menjawab sepanjang pengalamannya traveling di benua biru, dia memang belum menemukan jam di kamar tidur hotel. Setelah mendengarkan pengalaman dua orang yang sudah punya jam terbang tinggi traveling, akhirnya saya pun membawa jam weker kecil untuk diletakkan di kamar tidur hotel saat di Eropa nanti.

Mengapa demikian?

Saya sendiri belum sepenuhnya melakukan traveling ke seluruh negara di benua biru, tetapi saya sudah menjangkau beberapa negara. Sepanjang pengalaman saya, memang tidak ada jam di kamar tidur. Katanya sih memang aturannya hotel tidak wajib menyediakan jam di kamar tidur.

Pendapat lain mengatakan bahwa jam digital sekarang sudah menyatu dengan telepon di tiap kamar. Jika anda butuh waktu lokal, anda bisa melihat jam digital di telepon kamar. Jadi jika tamu butuh jam dan jam weker untuk mengingatkan, tamu hotel bisa memanfaatkan telepon kamar. Saya sendiri belum pernah menemukannya dan memanfaatkannya.

Alasan lain, kini hampir tiap orang punya handphone. Pada telepon genggam anda tersedia jam yang secara otomatis disesuaikan dengan kondisi waktu lokal anda berada. Tak sesulit waktu dulu dimana anda perlu punya jam tangan dan bawa jam weker untuk mengingatkan anda. Manfaatkan telepon genggam.

Dibalik alasan di atas, sebagian orang terbiasa menggunakan jam weker. Ada rasa janggal bila tak ada jam weker dan atau jam di dalam ruangan tidur. Itu sebab mereka membawa jam weker berukuran kecil untuk diletakkan di ruang tidur. Intinya, penggunaan jam weker sepenuhnya menjadi kebijakan tamu hotel, bukan lagi pengelola hotel.

Tetapi mengapa tidak ada jam di kamar hotel?

Jam tidak disediakan di kamar tidur hotel dikarenakan demi alasan kenyamanan tamu. Anda tahu ‘kan bahwa detak jarum jam itu sangat mengganggu bagi orang yang sensitif terhadap bunyi-bunyian. Lebih baik jam ditiadakan agar tiap tamu bisa tidur nyaman dan nyenyak, tanpa terganggu bunyi detak jam.

Kekhawatiran lain, banyak juga tamu yang usil terhadap keberadaan jam di kamar tidur. Begitu usilnya, ada juga perilaku tamu yang membawa jam dan menjadikannya sovenir. Tentu ini tidak dibenarkan. Untuk menghindari hal tak terduga demikian maka keberadaan jam di kamar tidur hotel ditiadakan.

In Glühwein geschmorte Ochsenbacke und Halbgefrorenes von der Zwetschge: Makan Malam Kreasi Natal Ala Hotel (2)

Ilustrasi.

Music performance.

Daftar menu bertemakan Natal.

Melanjutkan pos sebelumnya tentang malam malam di hotel yang bertemakan Natal, maka saat ini saya membahas makanan utama dan hidangan penutup.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/03/winterlicher-blatstsalat-und-consumme-vom-steinpilz-makan-malam-kreasi-natal-ala-hotel-1/

Usai pramusaji menarik semua peralatan makan yang kotor, mereka menuangkan minuman air mineral lagi ke dalam gelas saya. Lalu mereka menata kembali meja makan di hadapan saya. Kemudian mereka datang membawakan peralatan makan yang baru seperti garpu dan pisau. Ini adalah makanan utama.

Sambil kami menikmati obrolan santai, kami menunggu pramusaji menghidangkan utama bertemakan Natal. Nama lengkap makanan ini adalah In Glühwein geschmorte Ochsenbacke auf Kartoffel-Meerttichstampf, geschmolzenen Zwiebeln und feinern Schmorgemüse. Panjang nama menu berikut ini, hingga membuat saya puas dan cukup kenyang malam itu. 

Bagaimana menurut anda bila mengetahui nama makanan tersebut?

Makanan utama.

Glühwein biasa disajikan kala musim dingin tiba di Jerman. Di gerai pasar menjelang Natal atau Christkindlmarkt, kita akan mudah menemukan minuman hangat di tenggorokan ini. Atau anda juga bisa membeli bebas di supermarket dan menikmatinya di rumah. Makanan utama bertemakan Natal ini, terbuat dari daging sapi dengan kentang tumbuk sebagai pelengkap. Rasanya mengenyangkan dan nikmat sekali. 

Daging sapinya lembut dan warna hitam kecoklatan berasal dari kuahnya. Ini mungkin berasal dari glühwein. Lalu ditaburi bawang goreng menambah citarasa makanan ini. Sempurna!

Makanan utama selesai disantap. Pramusaji datang lagi merapikan peralatan makan di meja. Mereka bertanya soal rasa makanan kemudian saya pun menjawab dengan wajah sumringah. “Geshmack gut?” tanya salah seorang pramusaji dalam bahasa Jerman pada saya. Respon saya pun sudah menunjukkan saya puas dengan hidangan utama malam itu.

Eits, masih ada hidangan penutup yang menjadi dessert malam itu. Meski perut saya sudah tak muat lagi menampung namun saya penasaran dengan penutup hidangan tersebut. Pramusaji pun datang membawakan serbet baru dan sendok kecil. 

Makanan penutup.



Pramusaji lain datang menghidangkan semangkuk kecil es krim dengan taburan kacang walnus. Lanjut menunya adalah Halbgefrorenes von der Zwetschge mit lauwarmen Zimtschaum und Walnusskrokant. Meski di luar dingin sekali namun ruang dalam yang hangat membuat siapa saja menyukai hidangan penutup ini. Es krim yang nikmat.

Semoga anda terkesan dengan menu yang saya ceritakan dari pos pertama dan kedua! 🌲

Winterlicher Blatsalat und Consumè vom Steinpilz: Makan Malam Kreasi Natal ala Hotel (1)

Pohon cemara berhias atribut Natal di hotel.

Pilihan menu istimewa dalam daftar di sini.

Suatu kali saya dan suami makan malam di hotel dalam edisi menjelang Natal. Pastinya ada menu berbeda yang ditawarkan ketimbang makan di rumah. Perbedaannya tentu soal rasa dan tampilan yang menggiurkan. Menarik mata dan sensasi rasa!

Dalam edisi menjelang Natal, pilihan di buku menu pun istimewa. Begitu istimewanya sehingga saya akan membuatnya berseri dua bagian. Jadi saya mendapatkan empat sajian mulai dari minuman dan roti pembuka hingga makanan penutup. 

Minuman pembuka.

Roti di awal, toppingnya adalah butter.

Untuk kali pertama yang saya muat adalah salat dengan nama lengkapnya yang keren, kleiner Winterlicher Blattsalat in Kürbiskerndressing mit gerösteten Nüssen. Ini adalah sejenis salat di musim dingin dengan dressing seperti biasa mayonnaise dan taburan kacang sebagai topping. Rasanya sudah pasti enak.

Jadi salat dan roti disajikan sebagai makanan pembuka bersama minuman alkohol sesuai pesanan. Namun saya bisa memesan minuman tanpa alkohol juga, seperti air mineral favorit saya tentunya. Tamu juga bisa memesan soft drinks sesuai keinginan jika suka. Tips pertama yang didapat, makanlah salat sebagai hal pertama bukan sebagai penutup!

Salat yang dimaksud.

Puas makan salat, pramusaji datang lagi mengambil piring salat dan menata meja makan. Layaknya hal yang perlu diperhatikan dalam table manner. Kali ini pramusaji menempatkan sendok sup di atas meja. Pikiran saya pun langsung terbayang bahwa makanan selanjutnya pasti berkuah.

Selang beberapa lama, pramusaji datang lagi membawa sajian berbeda. Semangkuk kecil roulade dengan kuahnya yang berwarna kecoklatan. Nama makanan selanjutnya adalah Consumè vom Steinpilz mit Sherry und Pistazien-Crèpe-Roulade. Lengkap! Dari asal nama maka makanan ini semacam roulade daging. Rasanya hangat di tenggorokan, apalagi di luar suhunya minus 2 derajat. 

Rouladesuppe yang dimaksud.

Di mangkuk hanya tersedia dua roulade namun cukup mengenyangkan. Kuahnya menyegarkan membuat siapa pun ingin menikmati makanan ini perlahan demi perlahan. Tips kedua, seni menikmati makanan adalah makanlah perlahan-lahan dan kunyah selama mungkin!

Pramusaji datang dan bertanya rasa makanan. Saya pun sigap menjawab dalam bahasa Jerman bahwa makanan ini enak. Mereka pun tersenyum senang sambil merapikan alat makan saya. Makanan selanjutnya akan segera dihidangkan.

Nantikan edisi kedua makanan ini!❤

Lemon Sauce Grilled Calamari dan Salmon Orange Sauce: Makan Malam Romantis

Lemon sauce grilled calamari.

Salmon orange sauce.

Jika anda ingin mencoba sesuatu yang romantis dengan pasangan anda, anda perlu mencoba makan malam di tempat yang berbeda. Meski harus mengeluarkan kocek tebal namun bukan tidak mungkin anda mendapatkan pengalaman berbeda bersama suami/isteri anda. Siapa tahu ide ini lebih dari sekedar romantis semata, namun sensasi petualangan kuliner seperti yang saya alami. 

Seorang Chef dari Perancis dalam bahasa Jerman berkata “Essen ist ein Bedürfnis, Genießen ist eine Kunst.” Dapat diterjemahkan secara bebas, makan adalah kebutuhan namun menikmatinya adalah sebuah seni. Dan itu betul, saya rasakan saat menyantap menu tersebut di hotel berbintang empat. 

Selama ini kita berpikir bahwa kita makan agar kenyang, tetapi sesungguhnya kita perlu menikmati apa yang dimakan sebagai sebuah seni. Seni meracik makanan sehingga lebih dari sekedar rasa lezat di lidah. Seni membuat makanan sehingga terlihat indah saat disajikan. Menurut saya itu adalah seni. 

Makan malam sudah menjadi biasa dilakukan, namun makan malam romantis bersama pasangan bisa jadi seni dalam perkawinan. Mengapa? Kita menikmati kebersamaan dalam suasana yang dirindukan berdua, yang mungkin selama ini terlewatkan.

So, seperti yang saya katakan sebelumnya. Ini petualangan kuliner yang saya rasakan bersama suami, menikmati makan malam romantis. Biasanya saya sibuk cari tahu bagaimana pembuatan makanan ini, namun kali ini saya membiarkan diri menikmati masakan yang tersaji indah di depan mata.

Bagaimana pengalaman anda menikmati makan malam romantis dengan pasangan? Ditunggu komentarnya!

Reviu: Hotel Il Castelletto, Rome

Hotel tampak depan.

Mesin kopi yang dimiliki hotel.

Kopi espresso.

Dua cangkir cappucino.

Mohon informasi bagaimana cara saya untuk tiba di hotel karena kemungkinan kami check in lebih awal” kata saya dalam Bahasa Inggris di surat elektronik yang ditujukan kepada petugas hotel setelah kami memesannya. Kami baru kirim pesan hotel dua hari sebelum keberangkatan. Saya pikir jika staf hotel tidak merespon maka apa daya kami akan cari cara untuk tiba di hotel. Namun tak berapa lama, pertanyaan kami direspon oleh staf hotel. Ini adalah salah satu ciri hotel yang kami rekomendasikan. Apa itu? Staf yang helpful.

Saya akan pertimbangkan kembali untuk menginap bila tak ada respon dari staf hotel bila kami bertanya sesuatu via email. Mengapa? Saya berpikir jika pertanyaan mudah saja tidak dijawab oleh pihak hotel maka bagaimana jika terjadi sesuatu dan kami memerlukan bantuan mereka saat menginap. Tentu ini bukan hal yang baik. Karenanya nomor satu sebelum saya menginap, apakah staf hotel sangat membantu?

Alasan kedua mengacu pada tujuan dari traveling itu sendiri. Jika banyak lokasi wisata yang harus dijangkau maka kami pilih penginapan yang berada di dekat lokasi wisata agar mudah dan murah transportasinya. Untuk berpergian kali ini, kami memilih hotel yang dekat dengan Vatikan. Tentu pertimbangan ini diperlukan mengingat banyak orang sudah berpendapat bahwa memasuki Vatikan perlu antri yang berjam-jam. Alasan dekat dengan Vatikan meski jauh dari pusat kota Roma menjadi pertimbangan. Hotel ini layak bilamana anda ingin berkunjung ke Vatikan. Begitu selesai sarapan jam 9 pagi, kami sudah meluncur dengan bis hanya sekali naik, tiga puluh menit kemudian kami tiba. Mudah dan cepat.

Kemudian yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah gratis sarapan. Ada beberapa hotel dengan harga yang kurang lebih sama, mereka mengenakan charge untuk 1 orang per hari saat sarapan 5€-7€. Hotel ini tidak. Sarapan khas western tentunya, cukup buat mengganjal perut hingga siang. Meski pilihan sarapan tidak banyak namun cukup baik ketimbang kami harus membeli sarapan.

Dan yang terutama nih, dari testimoni tamu hotel sebelumnya mengatakan bahwa hotel ini menyajikan kopi yang enak. Benar saya kami puas minum kopi di sini. Semula saya yang tak pernah meminum esspresso pagi hari, bisa merasakan kenikmatan rasa dan aroma kopi yang bertahan lama. Kopinya luar biasa. Staf hotel yang membuat kopi pun bangga bila kopi yang mereka buat itu dinikmati oleh tamu. 

Stafnya ramah itu juga pertimbangan. Suasana penginapan yang hommy membuat tamu juga betah menginap. Mereka benar-benar membantu bilamana kita bertanya tentang arah jalan atau tujuan wisata. Ingat tamu adalah raja! Jika staf hotel memperlakukan tamu dengan baik, tentu hukum alam pun bekerja. Artinya hotel pun kelimpahan tamu yang lebih lagi.

Selain itu kebersihan hotel menjadi hal penting dalam pertimbangan memilih hotel. Tentu tak lepas dari layanan cleaning service setiap hari. Kamar bersih seperti semula dan perlengkapan mandi yang baru tentu tamu juga merasa senang. Siapa sih tamu yang senang bilamana jauh-jauh datang sebagai turis dan lelah karena berwisata lalu kemudian kembali ke hotel, kamar tidak dibersihkan? Tentu ini menjadi poin tambahan bagi hotel untuk diperhatikan.

Lalu yang terakhir meski ini bukan pertimbangan utama, namun penting adalah ketersediaan WIFI bagi tamu. Di era milenial seperti ini, kita pasti ingin tetap terhubung dan terkoneksi via internet. Internet yang gratis dan koneksi yang baik amat dibutuhkan tamu. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi namun ketersediaan internet membuat tamu juga bisa mencari informasi seputar wisata. 

Di atas adalah alasan kami memilih hotel berdasarkan pengalaman. Tak semua berisi pujian, ada hal yang perlu jadi pertimbangan dan mungkin ini bukan nilai plus dari hotel. Apa saja?

  1. Hotel tidak berada di pinggir jalan. Jadi anda perlu berjalan kira-kira 200 meter dari jalan utama setelah halte bis. Atau anda perlu berjalan 3 menit dari hotel ke jalan utama begitu pun sebaliknya.
  2. Harga hotel tak termasuk pajak kota yang ditetapkan sebesar 3€ per orang per malam.
  3. Jauh dari pusat wisata Roma. Anda perlu naik bis selama 30-40 menit. Belum lagi waktu untuk menunggu bis di halte. 
  4. Tidak bisa terjangkau oleh Metro, kereta Italia atau Trem semacam Straßebahn. Anda hanya bisa mudah mencapai dengan bis. 

Demikian pendapat dan pengalaman kami. Namun menurut kami, hotel ini recommended bila berkunjung ke Roma, Italia. Lebih jauh bisa dilihat di sini.

Semoga bermanfaat!

Menginap di Biara? Pengalaman Menarik Bila Datang ke Roma, Italia

Sudut kota Roma saat senja.

Indahnya kota Roma.

Bangunan apartemen di kota Roma.

Indah ya!

Seorang Biarawan tampak belakang. 

Anda tidak diwajibkan ikut misa harian bila menginap di biara. Namun ada pelayanan misa setiap hari jika menginap di biara.

Ketika saya memutuskan untuk pergi ke Roma, saya pun mulai cari informasi tentang penginapan. Dari berbagai informasi didapatkan bahwa turis paling banyak menginap di dekat stasiun Roma Termini. Alasannya, wilayah ini termasuk area backpacker. Kedua, wilayah ini dekat dengan sarana transportasi yang terhubung langsung ke bandara atau tempat lain seperti kota atau negara lain.

Referensi hotel pun mulai saya cari di sekitar stasiun pusat Roma Termini. Namun banyak pula mengatakan bahwa wilayah ini tak aman, banyak copet dan terlihat kumuh. Akhirnya saya mencari lokasi lain yang mungkin lebih baik.

Ada satu pencarian yang mengatakan menginap di biara. Di kota Roma banyak sekali biara ditemukan. Apa itu biara? Tempat tinggal para biarawan-biarawati. Kini biara pun bisa menjadi pilihan rekomendasi untuk menginap. Beberapa teman yang pernah menginap di biara berpendapat bahwa fasilitas di biara seperti tempat tidur, sarapan pagi, kamar mandi lengkap seperti layaknya di hotel berbintang. Namun anda tidak bisa berbuat keributan di sini. Dalam biara harus tertib, sopan dan tidak melakukan kebisingan. 

Hal menarik jika anda tinggal dalam biara adalah anda bisa ikut misa kudus yang diselenggarakan tiap hari. Lalu anda juga bisa mengamati kehidupan para biarawan-biarawati. Tak perlu khawatir para biarawan-biarawati tidak mengecek keyakinan beragama mereka yang datang menginap. Mereka senang juga bila diajak berdialog tentang berbagai hal setelah anda meminta kesediaan mereka.

Oh ya, ini mungkin jadi pertimbangan anda bila menginap di kota Roma. Ada beberapa situs penginapan yang tidak memasukkan pajak menginap dalam kuitansi pembelian hotel. Di Italia anda harus membayar pajak hotel.

Jika demikian, anda tetap membayar pajak sebesar 3€ per orang per malam. Misal anda telah membayar 1 kamar double untuk dua orang sebesar 60€ per malam. Anda tetap membayar 6€ untuk dua orang selama 1 malam. Pembayaran dilakukan di muka saat anda check in di hotel.

Bagaimana jika menginap di biara? 

Di beberapa negara di Eropa menawarkan untuk menginap di biara. Ini bisa menjadi alasan keagamaan karena turis bisa ikut serta mengikuti misa kudus setiap hari yang diselenggarakan di biara. Atau alasan kedua, ekonomis. Artinya dengan harga terjangkau, turis bisa mendapatkan sarapan pagi. Bahkan ada juga beberapa biara yang menyediakan akomodasi sekaligus untuk makan siang dan makan malam. Tergantung kebijakan masing-masing biara. Karena anda menginap di biara maka anda perlu menjaga kesopanan termasuk menghormati fasilitas dan sarana tempat ibadah. Ikuti peraturan yang ada, misal tidak membuat keributan setelah jam 10 malam.

Pertimbangan menginap di biara:

  1. Harga terjangkau dibandingkan di hotel apabila anda berpergian dalam grup.
  2. Bangunan bergaya gothik sehingga bisa untuk dijadikan spot berfoto. 
  3. Jika suka ketenangan dibandingkan hotel ala backpacker, anda bisa memilih penginapan di biara. Pastinya tenang alias tidak berisik.
  4. Dipastikan anda dapat sarapan pagi.
  5. Anda juga bebas memilih pembayaran termasuk anda bisa booking dulu dan melakukan pembayaran setelah anda tiba di sana.

Bagaimana? Jika tertarik, silahkan temukan situs penginapan menginap di biara seperti monasterystays, monasterybooking dsb.