Begini Hubungan Bersejarah Hungaria dengan Bavaria, Jerman

Prasasti batu yang ditulis dalam dua bahasa, kiri bahasa Hungaria dan kanan bahasa Jerman.
Biara tampak depan.

Suatu kali seorang teman asal Hungaria bertanya letak suatu biara di Bavaria, Jerman. Alasannya dia tertarik mengunjungi biara tersebut yang masih berkaitan dengan sejarah bangsanya. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya kami menemukan Kloster Niedernburg. Sudah lama biara ini tidak digunakan lagi, namun bagi turis yang datang maka tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata.

Jika merunut ke pengalaman di Hungaria, anda pasti tahu Dom St. Stephan yang megah di kota Budapest. Silahkan cek artikelnya di sini! Bahwa nama katedral tersebut diambil dari nama Raja Hungaria I, Santo Stephan, yang juga diakui sebagai orang kudus dalam tradisi gereja katolik.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/20/basilika-santo-stephan-budapest-hungaria-7/

Beliau diangkat menjadi Raja Hungaria I, dengan simulasi pengangkatannya berupa patung di depan gedung parlemen Hungaria, di Budapest yang terlihat cantik itu. Beliau diangkat oleh Paus pada tahun 1000 Masehi.

Figur Raja Stephan I mendapatkan topi pengangkatan sebagai raja oleh Paus. Ditemukan di depan gedung parlemen di Budapest.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/05/10-tempat-wisata-yang-wajib-dikunjungi-budapest-hungaria-3/

Kemudian Sang Raja menikahi putri dari Bavaria, Jerman. Beliau bernama Gisela, putri bangsawan dari Bavaria. Dapat dikatakan Gisela adalah keponakan dari Raja Otto I. Mereka menikah tahun 995 Masehi. Pernikahan ini juga menandai hubungan diplomatik antara Eropa Barat dan Eropa Timur di masa itu. Karena kepiawaian Raja Stephan I maka Hungaria dikenal sebagai jalur perdagangan dan ziarah. Dia juga dikenal meningkatkan penyebaran ajaran kristiani di Hungaria saat itu.

Figur Gisela yang digambarkan sebagai Ratu Hungaria dan Abdi Tuhan.
Tak jauh dari makam Gisela.
Lambang Gisela yakni mahkota di kanan dan salib di kiri.
Di sini Sang Ratu Hungaria, Gisela dimakamkan.

Raja Stephan I bisa dikatakan “Founder of Hungary” karena kehebatannya membangun bangsa. Dalam usia ke 68 tahun, Raja Hungaria I wafat. Usia isterinya, Gisela saat itu masih muda. Dia pun meminta diri untuk pamit dari istana kerajaan dan menepi di biara Nierdernburg tahun 1060. Biara ini yang menjadi tujuan wisata dari teman saya asal Hungaria dan sekelompok turis yang saya ceritakan di awal.

Gisela dikenal sebagai Ratu Hungaria sekaligus pelayan Tuhan. Setelah suaminya wafat, ia membaktikan diri di biara ini sehingga biara ini berkembang baik. Suaminya dimakamkan di Dom St. Stephan sedangkan beliau memilih di biara Nierdernburg, di Bavaria. Banyak orang mengagumi kesalehan hidup Gisela.

Biara ini terletak di kota tua Passau. Di sini anda melihat makam Ratu Hungaria tersebut. Menurut tour guide, banyak orang Hungaria yang paham sejarah mencari letak biara dan makam sang ratu.

Pernikahan putri Gisela dari Bavaria dengan Raja Stephan dari Hungaria mendatangkan sejarah baru bagi Hungaria. Itu sebab dikatakan ada hubungan antara Bavaria, Jerman dengan Hungaria. Biara yang dibangun sekitar abad 11 ini telah menyimpan sejarah dalam peradaban manusia.

Advertisements

Krumpli püré, Kentang Tumbuk dan Csalamádé, Salat dari Hungaria (1)

Kentang tumbuk atau mashed potato merupakan salah satu makanan pokok bagi mereka yang tinggal di Eropa. Ini seperti layaknya kita makan nasi. 

Saya pernah membuat kentang tumbuk serupa seperti yang saya tulis di sini. Kali ini saya bercerita pengalaman seorang teman asal Hungaria yang juga membuat mashed potato. Di Jerman, ini disebut karttoffelbrei sedangkan di Hungaria, mashed potato disebut krumpli püre.

Mari disimak bahan dan cara membuatnya!

Krumpli püré

Bahan yang diperlukan:

Kentang tumbuk sebelum disajikan.

Sourcream ala Hungaria.

Alat penghancur kentang.

  1. 6-7 Kentang.
  2. Fett or margarin 1 sendok teh.
  3. 2 sendok makan buah schamnd sourcream seperti Hungaria Tejföl yang bisa ditemukan mudah di supermarket di sini.
  4. Garam.

Cara membuat:

  1. Masak kentang hingga 40 menit, matang dan lunak
  2. Hancurkan kentang dengan alat seperti pada foto.
  3. Tambahkan garam dan margarin/fett/sourcream Hungaria lalu aduk kembali. Siap untuk disajikan.

Kentang tumbuk ala Hungaria ini pun disajikan bersama sayap ayam goreng.

Csalamádé

Selanjutnya, saya juga mencicipi salat khas Hungaria. Jika di Indonesia, kita mengenal asinan. Di Korea biasa dikenal kimchi. Atau di Jerman, ada sauerkraut, rotkraut atau blaukraut. Serupa dengan itu semua maka di Hungaria dikenal Csalamàdè.

Teman saya mengaku tidak bisa membuatnya dengan baik. Biasanya salat ini dibuat oleh nenek atau ibunya untuk dimakan di Jerman. Begitulah, bahan dan cara membuatnya adalah hasil percobaannya.

Bahan yang diperlukan:

  1. Kubis atau kol putih.
  2. Timun yang sudah dalam kemasan asinan.
  3. Cabai dan paprika merah.
  4. Bawang merah.
  5. Wortel.
  6. Garam dan gula secukupnya.
  7. Cuka.
  8. Merica.
  9. Jeruk nipis.
  10. Air.

Cara membuatnya:

  1. Iris halus semua sayuran, termasuk cabai, paprika merah dan bawang merah.
  2. Siapkan wadah. Campurkan sayuran bersamaan.
  3. Rendam sayuran dengan bawang, cabai, garam, gula, cuka dan jeruk nipis.
  4. Simpan semuanya dalam toples gelas untuk bisa awet selama berbulan-bulan. Jangan diletakkan di lemari es! Letakkan di tempat bersuhu rendah dan tidak panas.

 Apakah anda tertarik mencobanya?

Pàlinka, Minuman Alkohol Tradisional Khas Hungaria

Melanjutkan hasil kunjungan saya ke tempat teman saya asal Hungaria sebagaimana yang saya ceritakan di sini. Tak hanya mencicipi sosis lokal buatan Hungaria, teman saya meminta saya mencoba minuman tradisional khas negaranya.

Minuman ini tak ubahnya ouzo yang pernah saya dapatkan di restoran Yunani. Atau limonen schnaps di restoran Italia. Nyatanya di restoran Asia, saya pun mendapatkan minuman alkohol tradisional khas Tiongkok. Semua lengkap sudah saya tuliskan di blog ini.

Baca:

  1. https://liwunfamily.com/2017/12/06/coba-masakan-yunani-griechiesches-restaurant-restaurant-elia-di-bavaria-1-rekomendasi-tempat-4/
  2. https://liwunfamily.com/2017/12/17/limonen-schnaps-a-kind-of-schnapps-the-first-experience-lasting-lemon-flavour/
  3. https://liwunfamily.com/2018/02/05/pflaumen-schnaps-minuman-pemikat-pelanggan-di-restoran-asia-di-jerman/

Sebagai tanda persahabatan, dia pun menghidangkan minuman tradisional. Ini semacam schnaps dari Hungaria, namanya pàlinka. Ini sebenarnya hasil penyulingan dari buah-buahan yang dibuat secara tradisional melalui proses fermentasi. Bahkan teman saya mengaku bahwa kakeknya bisa membuatnya dengan baik.

Bagaimana rasanya?

Rasanya tak ubahnya schnaps yang saya coba dari negara lain. Ada semacam rasa panas yang menghangatkan tenggorokan. Tak ada rasa manis di dalam minuman ini. Saya hanya mencicipi sedikit. Sisanya saya berikan suami saya yang datang menjemput.

Lain negara, lain pula nama minuman lokal yang menjadi kesukaan masing-masing orang. Dimana pun mereka selalu menghidangkan dalam gelas mini untuk minuman lokal semacam schnaps ini.

Bila anda datang ke Hungaria, silahkan anda mencobanya!

Semoga bermanfaat!

Kolbàzs, Sosis Lokal dari Hungaria

 

 Kolbàzs, Sosis asal Hungaria.

Kobàlsz yang dijual di supermarket.
Seorang teman asal Hungaria mengajak saya main ke apartemennya. Begitu tahu saya berasal dari Indonesia, dia bermaksud untuk mengenalkan saya pada kakaknya yang pernah tinggal di Indonesia selama satu setengah tahun. Jadi kami berbicara banyak soal kuliner Indonesia yang juga ternyata suka ditulisnya di blog pribadinya.

Suatu saat saya pun harus menjamu kembali dengan “soto ayam” yakni kuliner kesukaan kakak dari teman saya ini. Saat ini saya sedang belajar bagaimana membuat soto ayam yang enak karena pada dasarnya saya tidak memasaknya.

Berlanjut dari kunjungan saya ke tempatnya, saya pun mendapatkan perkenalan baru soal kuliner asal Hungaria. Saya penasaran dan juga ingin tahu sehingga mencicipinya.

Sebagaimana yang pernah saya tulis, dari berbagai kunjungan maka saya mendapati aneka bentuk sosis sebagai makanan lokal. Seperti yang ditulis di sini.

Jika melihat bentuknya, kolbàzs seperti sosis di Jerman pada umumnya. Teman saya menyatakan bahwa kolbàzs adalah sosis ala Hungaria. Sosis ini seperti di Jerman pada umumnya, melalui suatu proses untuk mengolah dan mematangkannya dengan direbus atau diasap. Kemudian digantungkan sebelum penyajian.

Kolbàzs bisa dimakan secara langsung seperti layaknya kalt essen di Jerman. Karena pada dasarnya juga sudah masak. Kali ini saya mengikuti kebiasaan teman untuk menyantapnya dan dikonsumsi langsung, tanpa diolah lagi. Ini seperti saya menyantap kalt essen.

Teman saya sudah memotong sosis menjadi irisan kecil. Lalu dia menambahkan bawang merah yang sudah diirisnya. Untuk menyantapnya, makan sosis bersama bawang merah lalu kemudian roti tawar agar rasanya sempurna. Hmm, saya pun mencobanya. Tanpa bawang menurut saya rasanya terlalu berlemak.

Apakah anda tertarik mencobanya? 

4 Alasan Berkunjung ke Budapest. Mau Tahu?

wp-image-679459984

 

This post is regarding the reasons to visit Budapest, Hungary. No regret that I recommend to visit and explore the beautiful city. The first reason, I think Budapest had been connected in one of old cities in the world. As known, the culture and ancient civilization civilization in here has been still exist since 2 BC.

The next reason talks about the style of architectures the building around city. I’d like to watch in detailed how the amazing buildings and statues in the center of city. 

Surely I must acknowledge that I like to explore the local culinary. I found the gastronomy tour that offered by agent that been started up exclusive place and expensive until street foods and priceless. Amazing!

The last, I recommend to try out spa and sauna that had found 15 spots in Budapest. No doubt that tourists should like to come in every season that been always available occasions relaxing in here.

*** In Bahasa Indonesia ***

Berkali-kali membahas Budapest memang tak habis, karena menawarkan pesona bagi mereka yang penasaran dengan keindahan kotanya. Saya pun baru tahu jika Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Menarik sekali!

Dibalik itu semua, tentu anda juga penasaran mengapa banyak turis senang datang ke Budapest. Saya merangkum hasil pengamatan saya berikut.

1. Alasan sejarah

wp-image-388694448

Jejak sejarah ditemukan bahwa sudah ada kehidupan jaman Batu Tua sekitar abad 2 sebelum masehi di sini. Itu artinya sudah ada kehidupan di sekitar dua sisi sungai danube. Setelahnya berkembang peradaban manusia mulai dari kebudayaan romawi di sekitar Buda, hingga pendirian kerajaan monarki.

Masih juga tersimpan di sudut kota, bahwa kerajaan Otoman Turki pun pernah menjadikannya koloni. Bahkan dari sisi pendidikan, kota ini sudah mendirikan universitas sebagai sentra mengali ilmu di abad 18. Berangsur-angsur Budapest juga menjadi saksi sejarah pada perang dunia dan sempat mengalami krisis ekonomi. Jika anda datang ke Budapest, tiap sisi di sentra kota menyimpan sejarah masa lalu yang masih dijaga dengan baik. Menarik ‘kan!


2. Bangunan arsitektur

wp-image-245202031

wp-image-1301004262

 

Jika anda menyempatkan datang ke Aquincum, di sana masih terpelihara situs koloseum sama seperti di Roma. Ini semacam amphiteather, yakni pertunjukan gladiator pada masanya. Ini adalah bukti peninggalan arsitektur kebudayaan romawi.

Gaya bangunan lain juga dipenuhi bergaya gothic atau neo-gothic seperti pada gedung parlemen yang indah itu. Tak hanya itu, kota ini juga dipenuhi bangunan bergaya renaisance seperti pada Basilika Santo Stephanus dan gedung opera.

Di sudut lain, anda juga bisa menyaksikan keindahan gaya baroque. Gaya ini didominasi oleh bangunan Gereja Katolik, seperti Gereja Santa Anna di Margaret Island. Bangunan baroque yang menarik mata lainnya adalah the Royal Palace.

Lihat betapa kota ini indah dipenuhi berbagai gaya arsitektur yang cantik! Ada pula gaya arsitektur klasik yang juga sama cantiknya. Salah satu bangunan bergaya arsitektur klasik seperti pada Hungarian National Museum.

3. Wisata kuliner atau gastronomi

wp-image-964941421

Di sini anda setidaknya mencoba goulash yang sudah mendunia. Lalu setiap paket tur yang ditawarkan, ada selipan wisata kuliner juga. Kota ini juga dipenuhi berbagai kedai restoran dan kafe dengan romansa suasana yang indah. Untuk mencicipi kuliner lokal, saya sarankan anda datang ke Central Market Hall. Ini semacam pasar tradisional yang megah.

Saat saya dan suami datang untuk bertemu kolega suami di sini, rasanya percuma kami bawa hadiah wine karena konon di sini adalah salah satu tempat mencicipi wine terenak di dunia. Jika anda penyuka wine, anda harus coba juga. Oh ya, tak perlu khawatir jika penasaran dengan wisata kuliner karena ada beberapa paket tur wisata kuliner di sini.

4. Spa-Sauna dunia

Jika anda datang ke Budapest, setidaknya sediakanlah satu hari untuk rileks di permandian air panas. Anda tidak akan menyesal datang ke Budapest hanya untuk itu. Bahkan di Budapest sendiri ada 15 tempat spa dan sauna terkenal yang bisa dicoba. Nikmatilah hari-hari anda di Budapest dengan mencobanya.

Itu tadi empat alasan hasil pengalaman dan pengamatan kami selama di Budapest. Semoga membantu anda untuk mendapatkan gambaran soal wisata di sana. Selamat berkunjung!

Basilika Santo Stephan: Budapest, Hungaria (7)

 

wp-image-913643132
Tampak depan.

 

Sisi lain Basilika.

 

 

 

Sisi dalam dari langit-langit Basilika yang indah.

 

 

 

Basilika didekasikan untuk Raja Hungaria I seperti dalam informasi di atas.

 

 

Bangunan fenomenal yang mudah dikenal dan dijumpai di Budapest adalah Basilika Santo Stephanus. Sebagai katedral yang memiliki bangunan megah bergaya Neo-klasik, Basilika ini menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi di sini. Entah berapa jumlah umat Katolik di Hungaria namun katanya Paus, pemimpin Gereja Katolik selalu menyempatkan untuk adakan misa di sini.

Ini tempat pertama yang kami kunjungi karena letaknya yang dekat dengan penginapan kami. Lagipula kami beruntung datang kala masih tersedianya pasar Natal. Kemeriahan pasar yang digelar menjelang akhir tahun berada di depan lapangan Basilika.

Berdasarkan informasi tour guide, nama Santo Stephanus berasal dari Raja Hungaria I, Stephan. Kini Basilika ini adalah Gereja Katolik terbesar ketiga di Hungaria.

Saat kami memasuki Basilika, petugas jaga meminta kami mematuhi aturan. Karena bagaimana pun kita harus menghormati orang yang berdoa dan menjaga kekhusukkan. Selain itu, silahkan masukkan uang sukarela, nilainya 200 HUF bahkan boleh lebih jika mau.

Seperti layaknya di beberapa Basilika yang saya kunjungi, di sini begitu pun lukisan dan benda-benda rohani yang mempesona. Karena sore hari di kala musim dingin begitu gelap, kami sulit mendokumentasikannya. Cahaya Basilika begitu minim. Di sini juga, organnya begitu menawan.

Untuk melihat keindahan kota Budapest, anda bisa menaiki kubah Basilika dengan tangga atau lift. Sayangnya kami tiba tidak punya kesempatan melakukannya.

Synagoga Terbesar di Eropa dan Komunitas Yahudi: Budapest, Hungaria (6)

Synagoga Dohany.

 

Synagoga Dohany dengan menaranya yang menjulang tinggi.

 

 

Penawaran wisata.

 
Budapest adalah salah satu kota yang memiliki komunitas Yahudi terbesar di Eropa Tengah. Itu sebab di Budapest ada tawaran paket tur untuk mengenal lebih dekat komunitas Yahudi dan tempat-tempat bersejarah yang sangat penting bagi perkembangan keyakinan mereka.

Sebagaimana yang saya ceritakan sebelumnya tentang legenda sepatu di sungai Danube, di Budapest di masa lalu juga dihuni komunitas bangsa Yahudi. Namun pada dasarnya, Hungaria menganggap agama atau keyakinan seseorang adalah hal yang pribadi. Saya jadi ingat teman asal Hungaria di Jerman pun tak pernah bertanya keyakinan kami, begitu pun sebaliknya.

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/08/legenda-sepatu-di-pinggir-sungai-danube-budapest-hungaria-4/

Sebagai bukti banyaknya populasi kaum Yahudi di Budapest, anda bisa mendatangi synagoga atau tempat ibadah bagi mereka yang memeluk keyakinan Yahudi. Begitu megah dan menawannya synagoga (zsinagòga) maka tempat ini dijadikan objek wisata. Salah satu destinasi paket sightseeing city yang ditawarkan. 

Tak hanya menawan saja, synagoga di Budapest ini diklaim merupakan yang terbesar di Eropa. Berada di pusat kota dan area turis menyebabkan banyak wisatawan pun datang menyambanginya. Seperti mereka pun datang mengunjungi Basilika St. Stephan.

Namanya synagoga Dohany yang dibangun antara tahun 1854 – 1859 oleh seorang arsitek Austria. Disebut terbesar karena mampu menampung umat hingga tiga ribu orang. Menaranya yang tinggi menjulang, begitu mudah dikenali di Budapest.

Untuk menunjukkan keberadaan komunitas Yahudi dan sejarahnya, ada tawaran paket wisata untuk mengunjungi tempat-tempat esensial seperti museum, pemakaman orang Yahudi, pusat kebudayaan hingga restoran yang menawarkan sajian istimewa. Jika tertarik, wisata dimulai dari synagoga Dohany dengan pilihan terbatas yang lebih murah atau pilihan komplit dengan harga lebih mahal. Ada harga spesial juga untuk mahasiswa.

Semoga bermanfaat!

Beda Negara, Beda Pemberlakuan Tol: Austria dan Hungaria

Jalan tol di Austria. Dari Wina, Austria bisa menuju ke Praha, ibukota Ceko atau Bratislava, ibukota Slowakia. Namun tujuan kami ke Budapest, ibukota Hungaria.

 

Ada papan informasi tertulis 80 Kmh untuk LKW yakni bus yang tak boleh melewati kecepatan tersebut. Di kanan tampak radar pengawas.
Stiker untuk tol ditempel di depan kaca mobil agar bisa terpantau.
Informasi untuk stiker tol di Austria berlaku hanya 10 hari, yakni 1 hari saat digunakan dan 9 hari kalender sesudahnya.

 

Akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke Hungaria dengan mengendarai mobil dari Jerman. Saya pikir ini akan menjadi petualangan yang mengasyikkan. Bagi suami, menyetir mobil hingga ke Hungaria bukan kali pertama. Bahkan di Budapest, banyak mobil berplat Jerman melintas hilir mudik.

Di Jerman, kita merasakan nikmatnya fasilitas jalan tol (Autobahn) tanpa bayar. Berbeda pastinya dengan di Indonesia dimana kita harus menyiapkan uang untuk bayar tol sebelum jalan. Jalan tol di Jerman juga dilengkapi area istirahat untuk “urusan ke belakang” secara gratis dan masih baik fasilitasnya. Di beberapa tempat istirahat, ada yang menggabungkan dengan supermarket dan restoran cepat saji. 

Jalan tol di Jerman juga memperbolehkan kendaraan beroda dua, namun jumlahnya tentu bisa dihitung pakai jari. Lalu pengisian bahan bakar tidak serta merta ada di tempat istirahat namun anda harus keluar dulu tol dan masuk kembali. Jalan tol di Jerman bebas dari area bisnis, tak ada papan reklame seperti layaknya di Indonesia. Di Jerman, setiap mobil pribadi boleh berkendara dengan kecepatan tinggi sedangkan truk dan bus harus di lajur kiri.

Bagaimana dengan Austria?

Seringnya kami berpetualang ke Austria tidak menyebabkan kami menikmati fasilitas jalan tol. Mengapa? Jalan tol di Austria dikenakan biaya. Jika ingin berkendara dari Jerman ke Austria, kita bisa membeli autobahnvignette yang tersedia di supermarket sekitar perbatasan. Ini semacam stiker yang ditempel di kaca mobil di depan. Nominal paling rendah adalah 10 hari dengan biaya 9€.

Itu sebab jika hanya sesekali saja berkunjung, lebih baik kami melintasi jalur biasa dengan pemandangan yang tak kalah cantiknya. Di Austria, jalan tol juga memiliki jalan yang sama bagusnya seperti di Jerman. Di setiap jarak yang ditentukan, ada tempat istirahat untuk isi bahan bakar, toilet, supermarket, kafe atau restoran.

Lalu bagaimana jika tidak membeli stiker tol? Tentu ada harga yang harus dibayarkan bila tidak patuh. Di pintu keluar tol atau area istirahat akan ada petugas patroli yang mengawasi. Selain jalan tol berbayar di Austria, kendaraan harus patuh pada informasi kecepatan yang tertera di papan petunjuk. Namun rata-rata kecepatan mobil tidak boleh melebihi 120 kmh. Di beberapa tempat, ada radar pengawas yang memperhatikan lalu lalang kendaraan.

Nah, bagaimana dengan jalan tol di Hungaria?

Papan informasi di tol Hungaria. Penunjuk jalan ke Budapest dan tempat istirahat. Di sini tertulis ada radar pengawas jalan, semacam kamera video.

 

Begitu tiba di perbatasan Hungaria, kami masuk ke pos jaga untuk mendaftarkan nomor plat mobil sebagai tanda pembayaran yang berlaku untuk nominal terendah 10 hari. Biayanya melebihi autobahnvignette di Austria yakni 11€. Kita berikan bukti kepemilikan STNK untuk didaftarkan pada petugas di sana. Kami selanjutnya hanya dapat secarik bon sebagai bukti sudah didaftarkan, tidak ada stiker seperti di Austria.

Selain pos jaga untuk beli autobahnvignette ala Hungaria, di area perbatasan Hungaria dan Austria terdapat restoran, tempat isi bahan bakar dan penukaran mata uang. Hungaria menggunakan mata uang Forint Hungaria (HUF).  1€ sekitar 308HUF. Di beberapa tempat bisa juga menerima transaksi dalam bentuk Euro, namun sebaiknya kita perlu juga mata uang tersebut. Semisal kami perlu untuk bayar parkir di mesin otomatis parkir, bayar toilet umum berbelanja di supermarket semua perlu mata uang Hungaria.

Jalan tol di Hungaria tidak semulus seperti kedua negara sebelumnya. Namun sejauh ini sama baiknya untuk fasilitas umum tercepat dari dan ke Hungaria. Jika tanpa jalan tol misalnya, lama perjalanan kira-kira 9-10 jam namun dengan jalan tol, waktu tempuh sekitar 5 jam.

Di beberapa tempat tersedia juga fasilitas umum seperti area istirahat, WC, restoran dan supermarket. Dalam hitungan tertentu, ada radar pengawas yang mengamati lalu lalang kendaraan. Semisal tidak mendaftarkan dan membayar tol maka ada denda yang dibayarkan. Petugas patroli akan memberhentikan mobil secara paksa.

Begitulah pengalaman tol di tiga negara. Cerita saya berharap bisa dijadikan informasi mungkin ada pembaharuan sistim pembayaran tol di Jakarta misalnya sehingga tidak ada lagi antrian di pos pembayaran tol. Tentu ini juga meminimalisir kemacetan di jalan tol.

Stiker di Austria juga tidak bisa berpindah-tangan meski masih tersedia masa berlakunya, karena terbuat dari bahan yang hanya sekali tempel. Jika sudah rusak, petugas jaga akan memeriksa dengan seksama untuk menghindari kecurangan.

Semoga bermanfaat!

A Romantic Night Tour on the Danube: Budapest, Hungary (5)

Parliament building at the evening.

 

Buda castle and chain bridge.

 

Glühwein or mulled wine to be enjoyed warm during trip.

 


We got offering ticket to have boat tour in the evening. During winter season, the route starts two times on 5 PM and 6.30 PM at boat stops. This tour aims to experience beautiful river both sides parliament building and the historical places around plus Margaret Island. This is a such idea to load potential romantic view on boat together.

During trip on boat, we had tour guide who could speak well in English and Deutsch. This tour was approximately one hour to exploring the river sides.

No wonder when people impressed with parliament building in the evening than the day. The other sides was Margaret Islands that contained fully church and monastery in gothic architectures style.

If you have more budget, you can arrange with agent tour to have river cruise tour. I recommend boat tour in the night when all buildings around river seem sparkling and glowing. The interesting thing must be trying in Budapest is night tour on boat.

In detailed a short trip, please find the video below

 

The next video,

 

In Bahasa Indonesia

Rekomendasi perjalanan romansa malam hari di sungai Danube

Saya mendapatkan gambar tentang gedung parlemen di Budapest di kala malam hari. Gambar menunjukkan gedung itu begitu indah dengan sorot lampu berkilauan. Padahal di siang hari, gedung bergaya arsitektur gothic tersebut tidak terlalu mencolok keindahannya.

Setelah paket tur malam dengan kapal ferry termasuk dalam paket 26€ maka saya dan suami bergegas menuju ke dermaga. Ada dua jadwal yakni jam 17.00 dan 18.30 waktu setempat. Jadwal ini hanya untuk musim dingin seperti sekarang karena waktu siang terasa lebih pendek.

Hal menarik lainnya kami dapatkan sepanjang perjalanan bahwa pemandu wisata selama di perahu bisa berbahasa Inggris dan bahasa Jerman dengan baik. Kami sungguh mendapatkan penjelasan baik seputar gedung-gedung di sisi sungai. Tak hanya itu, perjalanan dengan kapal juga menyelusuri pulau kecil bernama Margareth, yang terletak di antara kota Buda dan Pest.

Di Pulau kecil ini, kebanyakan didominasi biara dan gereja bergaya gothic. Tak banyak tempat populer di sana. Ada hotel dan juga taman yang indah terlihat dari sisi kapal. Semuanya begitu indah di malam hari. Terlihat romantis di atas kapal.

Oh ya, tak perlu khawatir juga jika kedinginan. Di kapal ini juga tersedia kafe sederhana. Saya berhasil membeli glühwein yang rasanya cukup enak juga, berharga 2€. Rute perjalanan dengan kapal memakan waktu selama sejam. Namun ini tidak mengecewakan karena benar-benar indah.

Jika anda punya anggaran wisata yang lebih, ada baiknya anda juga bisa menyusuri kapal wisata yang terlihat megah dan mewah. Bisa jadi anda menikmati makan malam romantis dengan pasangan di sana.

Saya merekomendasikan jika anda datang ke Budapest, silahkan memilih menyaksikan keindahan kota Budapest di sisi sungai Danube. Ini indah sekali!

10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi: Budapest, Hungaria (3)

Heroes square, landmark kota Budapest.

 

Begini serunya menikmati paket sightseeing city yang ditawarkan pihak hotel, kami tidak perlu berlelah-lelah membawa mobil sendiri atau berjalan kaki. Di Budapest, kami memang tak ada pengalaman naik bus atau kendaraan umum lainnya. Padahal jika dilihat, kendaraan umum seperti trem itu menarik buat bergaya di foto. Sayangnya, kami melewatkan itu semua.

Berikut kami bagikan tempat wisata yang berhasil dikunjungi di Budapest.

1. Basilika St. Stephan

Basilika St. Stephan, berdekatan dengan area pasar Natal di sekitarnya.



Basilika St. Stephan adalah wajib dikunjungi karena memilik arsitektur yang megah. Tak ada informasi yang pasti berapa jumlah pemeluk agama di Hungaria. Menurut tour guide kami, identitas agama adalah hal yang pribadi di Hungaria. Jika kita melamar kerja, tak perlu mencantumkan agama. Namun pastinya, bila Paus pemimpin agama Katolik singgah ke Budapest maka beliau pasti menyelenggarakan misa di sini.

Beruntungnya kami saat tiba di Budapest, di dekat Basilika ada pasar Natal yang meriah. Saya berusaha mengupload video berdurasi 3 menit tentang pertunjukkan instrumen lampu di depan Basilika yang bertemakan Natal, namun sayangnya tak bisa karena kapasitas internet yang belum memadai.

Untuk memasuki Basilika, pengunjung memberikan sukarela atau 200HUF per orang. Di sini seperti layaknya Basilika lainnya, dipenuhi berbagai benda-benda rohani yang indah.

Bila anda mengunjugi Basilika St. Stephan sebaiknya anda datang tidak di waktu sore sekitar jam 16.00 di musim dingin. Karena di dalam Basilika gelap, hanya cahaya beberapa lampu saja. Datanglah siang hari sehingga anda bisa menyaksikan keindahan di dalam! Untuk toilet umum, ada di samping Basilika dengan membayar 250 HUF. Sebagai tempat ibadah, taati dan patuhi apa yang menjadi aturan di dalam!

 

2. Heroes square (Hősök tere)

Tempatnya selalu ramai untuk berfoto.

 

Indah ‘kan di kala senja!

 

Heroes square bagi saya merupakan tempat yang wajib dikunjungi saat ke Budapest. Pertama, tempat ini gratis alias tak berbayar. Kedua, tempat ini menarik untuk dijadikan spot foto. Terbukti, tempat ini selalu ramai pengunjung hanya untuk berfoto. Ketiga, alangkah indah jika pengambilan foto dilakukan kala matahari hampir terbenam. Selain itu, di kedua sisi dari tempat ini ada bangunan yang indah. Di sisi kanan adalah Palace of Art dan di sisi kiri adalah Museum of Fine Arts.

Heroes square adalah monumen bersejarah dan menjadi icon bagi kota Budapest. Ini sebagai tempat yang penting bagi bangsa Hungaria untuk menghormati jasa para pahlawan mereka. Ini boleh dibilang sebagai alun-alun kota Budapest dan juga landmark kota. Konon, tempat bersejarah ini selesai dibangun pada tahun 1900. Setiap patung di tempat ini memiliki makna tersendiri.
3. Castle Garden Bazàar (Vàrkert Bazàrban)

Naiklah ke atas maka anda akan melihat kota Pest di seberang sungai!

 

Instagramable ‘kan?

 

Tempat ini berada di sisi Buda dari kota Budapest. Bangunan ini sungguh indah menurut saya, tidak hanya karena arsitekturnya saja yang menarik namun lokasinya berhadapan di depan sungai Danube. Awalnya, bangunan ini replika dari bazaar atau pusat perbelanjaan di sisi kota Pest. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini malah seperti tidak sesuai dengan tujuannya semula. Memang bangunan ini sendiri berada di kaki Buda Castle.

Di sekitar tempat ini, banyak kafe dan restoran eksklusif yang menawarkan romansa suasana pinggir sungai Danube. Saya malah lebih suka dengan spot foto dari tentara raksasa yang mengambil tema perang di sisi luar. Rupanya patung berada di lokasi gedung exhibition.

Jika anda suka museum dan tempat bersejarah, tempat ini wajib dikunjungi. Siapkan kamera anda untuk memotret keindahan di sekitarnya. Selain itu, tempat ini memerlukan energi yang cukup untuk mendaki ke atas. Pastikan alas kaki anda nyaman untuk berjalan!

4. Parlament (Parliament)

Dari kejauhan, seberang sungai.

 

Dari dekat.

 

Patung atas jelas, seorang pria menunggang kuda. Patung bawah menurut informasi tour guide, Paus pemimpin Gereja Katolik memberikan topi kehormatan kepada Raja Hungaria. 

 

Gedung parlamen di Budapest menjadi daya tarik tersendiri saat malam hari. Cahayanya yang berkilau keemasan seperti menampilkan gedung ini berlapis emas. Sesungguhnya tidak, saat saya mendapati gedung parlemen ini di siang hari. Gedung ini bergaya neo-gothic dan menjadi bangunan termegah, terluas dan tertinggi di Budapest.

 

5. Buda Castle (Vàr)

Melihat kerumunan orang menuju kastil membuat kami mengurungkan niat ke atas. Kesan mereka yang mengunjungi kastil, tempatnya berkesan sekali.

 

Kastil berkubah baroque dari kejauhan.

 

Bangunan ini tak sempat kami jejaki karena dua kali berturut-turut kami datang selalu kedapatan penuh dan padat pengunjung. Padahal saya tertarik dengan keterkaitan sejarah di masa lalu antara kerajaan Hungaria dengan Jerman di abad pertengahan. Oh ya, bangunan ini juga menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO.

Dari kejauhan,  bangunan tempat tinggal Raja Hungaria ini terlihat seperti bergaya baroque. Dari penelurusan informasi dikatakan, bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1265. Sempat terjadi beberapa kali renovasi, namun tetap Kastil ini menjadi bangunan terindah di Budapest.

Jika anda tertarik dengan kastil ini, sebaiknya anda mendaftarkan di paket tur khusus dan terpisah. Tentu untuk mengunjungi tempat ini, anda perlu membayar tiket masuk yang tak murah. Namun pastinya kastil ini benar-benar indah.

6. Great Market Hall (Fővàm tèr)

Cari sovenir khas Hungaria? Di sini tempatnya!

 

Great market hall adalah pasar terbesar di kota Budapest dan menjadi salah satu pasar rakyat termegah. Bangunan yang memiliki tiga lantai ini bercirikan neo-gothic pada tampak luar. Konon bangunan ini sudah ada sejak abad 19 dan menjadi destinasi wisata favorit turis yang datang ke Budapest. Apalagi yang dicari selain sovenir dan kuliner Hungaria yang dapat anda temukan di sini.

Pasar ini tutup di hari minggu seperti layaknya di Jerman dan Austria. Siapkan kantong belanja bila anda ingin membeli sesuatu di sini!

7. Citadella

Patung liberty, berfigur sosok perempuan.

 

Citadella (kanan) seperti benteng pertahanan.

Citadella berasal dari kata Hungaria yang berarti benteng. Kami tiba di sini dengan suami untuk berganti bus dan melanjutkan wisata selanjutnya. Tempat ini sebenarnya adalah benteng pertahanan yang berada di atas bukit dan dibangun untuk kepentingan militer.

Namun bagi saya yang menarik adalah Liberty statue.  Patung ini berada di sini. Patung ini berupa figur seorang perempuan dengan kedua tangan menengadah ke atas memegang daun palem. Ini adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan. Lokasi ini berada di kota Buda dan di atas bukit. Pastikan anda perlu alas kaki yang nyaman untuk menanjak.

8. Margaret Island (Margit hìd)

Berada di jembatan penghubung antara kota Pest dan Margaret Island.

 

Berada di Margaret Island.

 

Pulau kecil ini terletak di tengah sungai Danube. Anda akan melihat keindahannya di malam hari dengan mengikuti river boat tour. Dari informasi tour guide dikatakan terdapat gereja Katolik yang indah karena dulunya di pulau kecil ini terdapat biara. Saya tidak menyadari sepenuhnya bila berada di Margaret Island karena letaknya yang seperti berdekatan.

9. The chain Bridge (Szèchnyi Istvàn tèr)

Jembatan gantung yang indah.

 

Jembatan ini merupakan penghubung kedua kota, Buda dan pest dari sisi barat dan timur. Ini semacam gantung yang megah dan indah di bawah kaki kastil Buda. Jembatan memiliki konstruksi yang menawan dan menjadi jembatan permanen pertama yang menghubungkan Budapest.

10. Opera

Gedung opera utama.

 

Gedung opera yang lain.

 

Hungaria adalah negara kedua di Eropa yang masih mempertahankan gedung pertunjukkan opera di saat banyak orang moderen meninggalkannya. Negara pertama yang masih mempertahankan pertunjukkan opera tentu saja Perancis. Jika suka, anda bisa sesekali melihat pertunjukan opera dan menyesuaikan dengan jadwal kunjungan anda di sini.

Sebelumnya baca dulu dulu saran dari kami jika ke sana. 

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/03/10-saran-berkunjung-budapest-hungaria-2/

Apakah anda tertarik mengunjungi kota Budapest? Semoga bermanfaat!