Seelachs Baguette mit Ei und Salat, Sandwich Ikan Salmon yang Lezat

Sandwich salmon.

 

Ingin makanan menyehatkan namun tak mau repot? Coba menu sandwich berikut!

Saya beberapa kali membuat sandwich berikut untuk makan malam yang menyehatkan. Tertarik untuk mencoba sandwich menyehatkan tersebut?

Ikan salmon fillet.

 

Bahan yang diperlukan:

  1. Ikan salmon fillet yang biasa dibeli di supermarket.
  2. Bawang bombay sesuai selera. Jika anda tidak suka, anda bisa tidak menggunakan.
  3. Telur rebus.
  4. Daun selada air.
  5. Butter.
  6. Roti baguette kecil.

Langkah mengolah:

  1. Iris bawang bombay secara halus.
  2. Belah telur rebus menjadi lapisan. Biasanya 1 telur rebus untuk 1 baguette bisa menjadi 4 lapisan.
  3. Belah roti baguette pada bagian tengah, tetapi tidak sampai terbelah.
  4. Olesi kedua sisi roti dengan butter.
  5. Pada lapisan roti pertama beri tumpukan daun salada air dan kemudian irisan bawang bombay halus.
  6. Tambahkan di atasnya ikan salmon beberapa lembar fillet.
  7. Terakhir, tumpukan selanjutnya adalah irisan telur rebus.
  8. Tutup tumpukan dengan lapisan roti yang lain.

Selamat mencoba!

Tiga Makna Pelihara Ikan Menurut Kepercayaan

Salah satu akuarium di restoran citarasa Asia.

 

Akuarium di restoran lain tampak di kanan.

 

Saya sudah mendatangi banyak restoran Asia di sini. Satu kecenderungan yang menarik adalah mereka memelihara ikan di restoran. Ikan dalam akuarium diletakkan di tengah restoran. Akuarium ini sendiri bisa terlihat sebagai bagian dari keindahan penataan restoran sehingga menarik.

Namun di sisi lain, saya mengamati makna pemeliharaan ikan yang sebagian besar hampir ada di restoran Asia di sini. Boleh percaya boleh juga tidak hasil pengamatan saya. Namun dari sini, saya tertarik dan  ingin tahu makna memelihara ikan sesungguhnya.

Saya pernah menuliskan hasil wawancara saya tentang bagaimana merawat dan menjadikan ikan sebagai hewan peliharaan di rumah. Tipsnya bisa dilihat di sini.

1. Simbol keberuntungan.

Ada yang bilang memelihara ikan menjadi simbol pembawa keberuntungan. Ikan-ikan yang dimaksud seperti arwana atau ikan lou han misalnya. Untuk jenis ikan yang memberi keberuntungan bisa tanyakan langsung kepada ahlinya. Namun saat saya tanya mengapa memelihara ikan di rumah pada seorang teman asal Vietnam. Dia pun menjawab karena ikan memberi simbol keberuntungan.

2. Mendatangkan rejeki.

Tak hanya di sini, seingat saya bahwa di Indonesia saya pun kerap beberapa kali makan di restoran tradisional. Saya pun mendatangi restoran yang ternyata juga memelihara ikan di area restoran. Entah sebagai kolam hias atau benar-benar memelihara ikan untuk dipelihara dan dihidangkan sebagai pesanan konsumen. Apakah anda memperhatikan hal itu? Saat saya tanya pada teman tersebut yang memelihara ikan, dia pun menyetujui bahwa memelihara ikan bisa dikatakan mendatangkan rejeki.

3. Menjaga vitalitas dan keseimbangan usaha termasuk memberi kesuksesan.

Boleh percaya boleh juga tidak. Teman saya yang sedang studi di sini memelihara ikan dikarenakan simbol kesuksesan dan keberhasilan bagi seorang pelajar. Air merupakan elemen yang vital dalam kehidupan manusia. Menempatkan akuarium yang berisi air dan ikan dipercaya memberikan energi positif yang menyeimbangkan. Dengan begitu, ini memungkinkan kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup teman saya. Begitu mungkin makna penempatan akuarium di restoran yang menjadi harapan pemiliknya.

Kepercayaan merupakan tradisi dan keyakinan masing-masing orang. Tidak bisa digeneralisasikan apa yang saya jelaskan di atas. Bagaimana pendapat anda? Bagikan di kolom komentar pengalaman anda jika ada!

Zwei Mal Gebratene Fischwürfel dan Shanghai Gebraten Ente: Rekomendasi Tempat (10)

Kedua menu pesanan sudah datang.

 

zwei mal Gebratene Fischwürfel mit Bambu.

 

Shanghai Ente.

 
Siapa pun senang jika mendapati pemilik dan pramusaji di restoran begitu akrab dengan pelanggan. Ini pula yang membuat kami datang lagi ke restoran sederhana milik orang Vietnam yang hijrah ke Jerman sejak sepuluh tahun lalu.

Nama restorannya, Asiabistro-Bambus yang terletak di pinggir Niederbayern. Begitu mengenal saya dari Indonesia, pemilik langsung ramah dan bercerita pengalamannya selama hidup di Jerman. Saya salut bahwa ia bisa berjuang dan membuka bisnis restoran ini. Perantau yang hebat!

Kembali ke soal restoran, tempat ini begitu sering didatangi banyak orang Jerman yang suka menikmati masakan Asia. Mungkin rasanya yang enak atau pemiliknya yang ramah nan bersahabat, entahlah. Suasananya memang kekeluargaan seperti masakan rumahan khas Asia.

Pilihan saya kali ini adalah Shanghai Ente, yakni bebek goreng krispi yang menggunakan saus yang disebut Shanghai. Bebek goreng ini renyah dan gurih sekali. Saya suka. Sepertinya, pemilik sekaligus tukang masak tahu betul bagaimana menggoreng bebek dengan benar. Tak hanya, potongan bebek bertepung saja yang saya dapatkan. Di dalam rupanya ada sayuran seperti wortel, buncis, brokoli dan jamur yang ditumis ringan.

Sedangkan pilihan suami saya adalah zwei mal Gebratene Fischwürfel. Suami saya suka sekali makan ikan. Di menu ini adalah ikan yang digoreng tepung dan dimasak bersamaan dengan tumisan sayuran bambu. Dalam buku menu tertulis jika masakan ini berasa pedas. Rupanya saus yang digunakan adalah cabai halus.

Jika semua makanan terasa enak dan lezat di lidah, lalu pilihan selanjutnya apakah anda suka dengan restoran bergaya kekeluargaan yang ramah atau restoran eksklusif?

Suasana restoran.

 

Teh hijau.

 

Rasanya betah berlama-lama duduk di sini karena suasanya yang kekeluargaan dan akrab dengan pemilik.

 

Saya sudah datang beberapa kali ke restoran ini. Sang pemilik selalu menyapa dengan ramah kepada setiap pelanggan yang datang. Tak hanya itu, tamu yang datang juga saling menyapa satu sama lain seperti teman saja. Ini seperti bukan di Jerman! Kami saling menyapa satu sama lain meski tak kenal. Beberapa pria Jerman terlihat duduk sendirian menikmati masakan Asia dan bir.

 

Gegrillter Zander mit al dente gekochten: Makanan Khas Jerman (25)

Gegrillter Zander mit al dente gekochten auf cremiger weißwein soße.

 

Currywurst.

 

Minuman kami.

 

Makanan selanjutnya yang akan saya perkenalkan tidak sepenuhnya asal Jerman. Makanan ini bercampur dengan pasta asal Italia yang dimasak secara al dente, kekenyalan dan tekstur yang tepat.

Saya dan suami pergi ke suatu restoran yang sebelumnya sudah pernah kami rekomendasikan dan ulas di blog ini. Kali ini kami datang lagi dengan memesan menu yang berbeda. Sebelumnya, saya memang sudah katakan kepada suami bahwa saya ingin makan ikan. Dia pun mengangguk setuju dan kami pun berkendara mencari restoran yang masih terjangkau.

Makan siang di restoran ini pun dipenuhi oleh banyak orang. Syukurlah, kami mendapatkan tempat yang kosong hanya satu-satunya. Kami pun mulai memesan selera kami masing-masing.

Pilihan saya jatuh pada makanan yang akan saya tulis yakni ikan Zander dengan pasta saus krim. Itu namanya kira-kira dalam bahasa Indonesia. Nama sebenarnya dalam menu yakni Gegrillter Zander mit al dente gekochten auf cremiger weißwein soße. Karena panjangnya nama menu dan pelafalan setiap pelanggan di restoran, kebiasaan di Jerman kami menyebut pesanan dengan nomor saja. Itu memudahkan pramusaji yang mencatat pesanan.

Makanan yang saya pesan berupa ikan Zander yang digoreng tanpa minyak alias dipanggang. Ikan ini tak berbumbu, hanya rasa asin saja. Untuk melengkapi rasanya, ada pasta yang dimasak al dente. Kemudian diberi saus krim berwarna putih.

Rasanya bagi saya enak dan lezat meski tak banyak bumbu digunakan. Untuk menarik selera, ada beberapa potong brokoli rebus. Saya suka rasa makanan di restoran ini, tak banyak bumbu dan semua terkesan menyehatkan.

Pasti anda penasaran, apa menu pesanan suami saya?

Suami saya memesan currywurst. Awalnya ia ingin menu yang lain tetapi rupanya makanan yang dikehendakinya sudah habis stoknya. Kami datang terlambat rupanya.

Untuk currywurst, anda bisa melirik artikel saya sebelumnya di sini. Ini makanan khas di Jerman. Jika anda datang ke Jerman, wajib coba makanan ini. Bahkan jika ke Berlin, datangi museumnya ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/01/currywurst-masakan-khas-jerman-19/

Minum teh hangat rasanya nikmat di kala dingin sekali di luar restoran.

Finnischer Lachsgrill, Ikan Salmon yang Dipanggang: Makanan Khas Jerman (22)

Finischer Lachsgrill, dengan roti baguette.

Pembeli pun bisa menyaksikan proses pemanggangan ikan dengan baik.

Siapa suka makan ikan? Berikut ini saya berbagi tentang makanan enak dari ikan khas orang Jerman. Saya mendapatkannya di pasar menjelang Natal, Christkindlmarkt di suatu kota di Bavaria. Saya tertarik untuk mencobanya dikarenakan begitu tinggi minat orang untuk datang dan menikmati santapan yang terbuat dari ikan itu. Semakin menarik lagi, saya dan pengunjung yang membeli dapat menyaksikan bagaimana pemanggangan ikan tersebut di atas bara api. Menarik ya!

Saya melihat pramusaji yang melayani begitu sibuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikan yang dipilih adalah salmon. Tentu sebagaimana kita ketahui, ikan salmon kaya akan nutrisi. Ikan salmon yang dipanggang baik akan menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Karyawan yang bertugas memanggang ikan tampak memperhatikan proses pemanggangan agar sempurna.

Karyawan lain tampak meracik pesanan. Dia memegang roti baguette dan menyisipkan cacahan fillet salmon yang terpanggang di tengah roti.

Lachs atau salmon yang sudah matang sebagai makanan dingin di Jerman biasa disajikan. Ini berupa fillet salmon dan aromanya sangat khas menurut saya. Setiap minggu saya memang harus menyempatkan makan ikan, termasuk lachs yang begitu mudah dijumpai di supermarket di Jerman.

Kembali ke soal dagangan di Christkindlmarkt, saya perhatikan ada dua pilihan untuk menikmatinya. Pilihan pertama dengan menggunakan kentang rebus yang kecil yang diletakkan di piring lebar. Di sisi sebelah kentang disajikan potongan lachs yang sudah matang dengan cara dicacah. Kemudian pramusaji menaburi di atas, mayonaise. Anda tahu bagaimana rasanya? Ini enak sekali!

Karena memperhatikan banyak orang di sekitar menyantapnya, saya pun ikut membeli namun dengan pilihan kedua. Kebetulan perut saya masih kenyang sehingga saya ambil porsi kecil dengan harga yang lebih murah juga tentunya. Pilihan kedua adalah, roti baguette yang dibelah di tengah kemudian disisipi cacahan daging lachs. Terakhir, pramusaji menambahkan mayonaise sebagai pelengkap rasa. Lezatnya!

Sepertinya si pemanggang paham benar mengolah ikan salmon sehingga rasanya itu pas. Ketika saya menyantapnya, ini semacam de javu bahwa saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah saya cek foto-foto traveling di Penang, Malaysia maka saya menemukan makan siang saya berupa kentang rebus dan ikan salmon cacahan yang ditaburi mayonaise. Saya memesan makanan ini di salah satu hotel di Penang, Malaysia. Rasa dan sajiannya pun sama.

Santapan yang saya pesan di hotel di Malaysia, lachs dan kentang rebus dan disiram mayonaise.


Ada yang klaim lachs berasal dari Mediterania, namun saya pun bisa menemukan makanan serupa di Asia. Lalu saat saya bertemu teman dari Kazhastan, dia juga bercerita suka makan lachs dengan kentang rebus. Hmm, bisa dikatakan lachs biasa disajikan dan disantap oleh siapa saja penyuka ikan. 

Bagaimana menurut anda?

Gegrilles Zanderfillet mit Zartem Rusticagemüse und Reis: Restoran Mömax, Rekomendasi Tempat (6)

Ini makanannya satu porsi.

Hari Sabtu, menu istimewa yang disediakan adalah gegrilles zanderfillet. 

Akhir pekan tiba, saatnya berbelanja dan mencoba menu masakan yang baru. Namun kali ini saya harus berpikir tempat makan yang masih terjangkau harganya. Karena saya juga harus berbelanja perlengkapan Natal. 

Usai berbelanja perlengkapan Natal, pilihan kami jatuh pada restoran Mömax yang masih jadi satu dengan gerai pertokoan kebutuhan rumah tangga Mömax. Konsep makanan sederhana di restoran ini namun makanannya lezat untuk disantap. Tempatnya pun asyik untuk ngobrol dan nongkrong karena tersedia fasilitasi WIFI.

Setiap hari di restoran ini tersedia menu pilihan untuk para pelanggannya. Menu pilihan ini tentu harganya sesuai dengan dompet saya saat itu. Kami datang di hari sabtu maka pilihan jatuh pada menu ikan fillet dengan nasi dan sayuran. Kami berdua suka makan ikan. Pilihan kami biasanya berbeda jika makan restoran, kali ini sama.

Nama lengkap makanan ini adalah Gegrilles Zanderfillet mit Zartem Rusticagemüse und Reis. Ini semacam ikan fillet yang dilengkapi nasi dan sayuran. Nasi dan sayurannya tentu sebagai pelengkap yang berasa tawar, tak berbumbu. 

Jarang terjadi bahwa kami memesan menu yang sama dalam restoran. Ini karena kami berdua rindu sudah lama tak makan ikan.

Daftar menu istimewa harian yang ditawarkan restoran, dari Senin hingga Sabtu.

Sedangkan ikan yang jadi menu utama berasal dari ikan Zander. Ikan Zander biasa hidup di air tawar. Saya tidak tahu apa namanya dalam bahasa Indonesia. Rasanya pun juga tawar. Makanan ini bisa berasa nikmat karena butter berbumbu di atas ikan. Butter ini di Jerman dinamakan kräuterbutter. Ada irisan lemon untuk menambah rasa makanan ini. 

Bagaimana menurut anda jika saya menceritakan menu masakan ini?

Rasa makanan ini menurut saya enak, meski hanya demikian adanya. Lagipula saya suka porsinya yang tak terlalu besar dan sesuai untuk saya. Makanan ini juga menyehatkan karena lengkap dengan sayuran warna-warni. Ada wortel, paprika, buncis dan brokoli. 

Tertarik mencobanya?

4 Poin Penting Bila Memelihara Ikan Sebagai Hewan Peliharaan di Rumah

Memelihara ikan hias sebagai binatang peliharaan di rumah bukan perkara murah tetapi bagaimana kita mampu merawatnya dengan baik.

Anda juga perlu ketekunan untuk memelihara ikan hias di rumah.

Memelihara ikan hias di rumah seolah-olah memberikan kedamaian batin bagi pemiliknya. Bagaimana menurut anda?

Warna-warni ikan hias memberikan nuansa tersendiri dalam ruangan di rumah.


Siapa pun pecinta binatang biasanya mereka senang jika punya binatang peliharaan di rumah. Binatang peliharaan membawa suasana menyenangkan di rumah. Sebuah studi menunjukkan bahwa punya binatang peliharaan picu kebahagiaan bagi pemiliknya. Ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah semata untuk memeliharanya. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/01/03/punya-binatang-peliharaan-pets-picu-kebahagiaan/

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa untuk punya anjing saja di Jerman sebaiknya kita punya asuransi. Jika kita punya binatang lain semisal kucing juga maka perlu diperhatikan bagaimana kebutuhannya. Jangan sampai anda mendapatkan masalah dari komunitas pecinta hewan! 

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/05/ingin-pelihara-anjing-tetapi-tak-mau-repot-ini-caranya/

Setelah melihat ikan hias di akuarium saat sedang berada di suatu restoran, saya berpikir mungkin cocok jika saya pelihara ikan saja di rumah. Suami saya tampak tak setuju karena ternyata memelihara ikan hias bukan perkara mudah dan murah saja. Meski kami berdua suka terhadap binatang dan menyenangi tingkah pola mereka yang lucu namun masih banyak pertimbangan sebelum anda memelihara binatang seperti ikan. Saya pikir punya ikan hias dalam akuarium di rumah merupakan hal yang asyik. Namun anda perlu perhatikan empat poin di bawah ini.

Akhirnya saya berkonsultasi dengan beberapa teman pecinta hewan dan memiliki hewan peliharaan di rumah. Berikut hasil diskusi yang perlu jadi pertimbangan bila ingin memelihara ikan yang baik.

1. Penyediaan air dan akuarium yang menunjang kehidupan ikan hias.

Terkadang kita mudah menggampangkan memelihara ikan dengan menyediakan akuarium saja dan menambah volum air ke dalam. Ternyata bukan hanya itu! Akuarium bukan seperti wadah ‘mangkuk’ besar agar ikan bisa tetap hidup. Untuk memelihara ikan, pertama-tama kita memastikan ukuran akuarium tersebut, apakah besar atau kecil? Dengan begitu, kita jadi paham berapa banyak ikan yang diperlukan dan suasana yang perlu dibangun di dalam akuarium sehingga menampilkan habitat aslinya. Jika ukuran akuarium besar, kita juga bisa menempatkan ikan yang besar dan lebih banyak. Jadi akuarium bukan soal keindahan semata namun kelayakan ikan hidup di dalamnya. Pastikan air yang diperlukan juga sesuai suhu dan ph yang dibutuhkan ikan.

2. Perhatikan jenis ikan hias yang dipelihara dan berkonsultasilah dengan ahlinya.

Sebagai pemula, sebaiknya ikan hias yang dipelihara bukan ikan yang berasal dari laut. Karena ternyata ikan yang diambil dari laut perlu diperhatikan suhu dan kadar garam yang memang disesuaikan dengan kondisi laut. Susah ya!? Anda bisa belajar dari tukang ikan hias bagaimana mereka merawat ikan-ikan dalam penangkaran? Lalu pastikan jenis ikan yang dipilih tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya nih pilih ikan besar dan ikan kecil, ternyata ikan besar memangsa ikan kecil. Tentu anda tak suka hal ini terjadi. Saran saya, konsultasi dulu dengan tukang ikan mana ikan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anda. 

3. Kebersihan, pencahayaan dan filter akuarium.

Bagi anda yang malas merawat diri, jangan harap merawat hewan peliharaan! Bagaimana pun meski kita memelihara ikan, kita perlu membersihkan akuarium secara rutin. Anda perlu meluangkan waktu untuk memperhatikan kondisi dan kebersihan akuarium yang menjadi tempat tinggal ikan. Selain kebersihan, perlu diperhatikan juga pencahayaan di akuarium yang terbaik bagi kehidupan ikan. Saya pernah menonton film kartun ‘Finding Nemo’ bahwa ternyata dalam akuarium juga perlu diperhatikan sistim filtrasi bila ingin ikan hidup dengan layak. Filter akuarium berfungsi untuk menjaga kualitas kehidupan habitat ikan sesuai habitat alamnya, baik untuk ikan air tawar maupun untuk ikan air laut.

4. Perhatikan kebutuhan ikan hias seperti makanan dan dekorasi yang diperlukan.

Dekorasi ikan dimaksudkan memberi ikan suasana yang nyaman layaknya habitat alami. Anda bisa membeli aneka dekorasi dengan berkunjung ke toko ikan hias. Ada beberapa aturan seperti dekorasi yang disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan tanaman yang diperlukan dalam akuarium sehingga aman untuk ikan. Selain itu, pemenuhan gizi ikan perlu diperhatikan sesuai jenis ikan yang dipelihara. Makanan jenis ikan hias air tawar tentu berbeda dengan ikan laut. Pakan ikan juga disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dan ukuran mulutnya.

Kesimpulan

Memelihara ikan hias di rumah menurut saya seperti memberi kedamaian batin. Meski memelihara ikan hias bukan seperti memelihara binatang lain dimana kita harus memikirkan apa yang akan terjadi jika kita pergi keluar rumah, namun memelihara ikan hias juga perlu ketekunan. Memelihara hewan peliharaan bukan hanya karena kecintaan semata tetapi lebih peduli pada kebutuhan yang diperlukan bagi hewan tersebut. 

Setelah saya pertimbangkan poin di atas, saya jadi berpikir ulang dan tidak untuk saat ini. Yakni punya binatang peliharaan dimana saya masih disibukkan dengan pernak-pernik kehidupan.

Jadi binatang peliharaan apa yang sudah anda pelihara di rumah?