Iga Panggang plus Salad Kentang, Joe Wasner Best Bavarian Food: Rekomendasi Tempat (22)

Coba Iga Panggang ala Jerman, memang menggiurkan. Teman mahasiswa asal Jerman memperkenalkan saya tempat baru dengan harga terjangkau. Harga terjangkau juga berarti kita tidak memberi uang tip selesai makan. Maklum mahasiswa. Akhirnya, kami pun pergi ke imbiss yang baru buka di mall terdekat.

Apa itu imbiss bisa cek di sini?

Menurut saya, tidak banyak imbiss yang membuka kuliner Jerman. Kebanyakan imbiss seperti makanan asia atau makanan italia. Ketika ada imbiss yang menyediakan makanan Jerman, tentu saja ramai dikunjungi. Salah satu imbiss yang menyediakan makanan Jerman, terutama makanan khas Bavaria adalah Joe Wasner.

Dengan mengusung tema, Best Bavarian Foods, resto layanan cepat dan berharga terjangkau ini semakin memperluas pasar. Joe Wasner baru saja buka, tak jauh dari lokasi kampus. Saya dan beberapa mahasiswa Jerman pun langsung menyerbu ke sana. Kami juga bermaksud diskusi tentang tema yang jadi bahan tugas kuliah.

Selain pelayanan yang cepat dan bersih, imbiss ini juga sering mengadakan paket istimewa di beberapa hari tertentu. Paket makanan istimewa biasanya ditulis dengan kapur di papan tulis hitam. Lagi pula tempat yang nyaman seperti biergarten membuat banyak orang Bayern sendiri sering mampir dan berlama-lama duduk, sembari menikmati bir.

Karena kami sedang serius diskusi, kami putuskan tidak ada bir. Tiap orang memesan makanan yang dikehendaki. Mata saya tertuju dengan menu yang belum pernah saya coba sebelumnya. ‘Ripperl mit Kartoffelsalat’ adalah menu yang saya pilih. Pikiran saya saat memesan adalah bagaimana menikmati iga panggang tanpa nasi?

Tidak ada pramusaji saat memesan, cukup kita datang ke dekat meja kasir. Sebut pesanan yang dimaksud. Biasanya di restoran, kita butuh waktu yang lama untuk mendapatkan pesanan. Di sini kita langsung mendapatkan apa yang dipesan.

Iga panggangnya cukup empuk, berbeda dari kebanyakan iga panggang lainnya yang pernah saya coba. Warna kecokelatan yang dihasilkan maksimal. Meski bumbunya menurut lidah saya sederhana, namun rasa lezat tetap kaya.

Warna cokelat menyeluruh di seluruh bagian iga membuktikan bahwa kedai ini memasak dengan baik. Saya benar-benar puas menikmati iga panggang ini karena satu porsinya ada tiga potong iga yang sangat lezat. Kartoffelsalat juga enak, rasanya tidak terlalu asam. Kentangnya cukup empuk dan terasa fresh.

Jika ingin mencoba makanan ala Bavaria dengan harga terjangkau, sepertinya anda bisa datang ke sini!

An Guadn! Adalah bahasa lokal Bavaria, yang berarti selamat menikmati. Ucapan ini tertera di dinding kedai ini.

Advertisements

Reis gebraten mit Ente und Nudeln gebraten mit Reindfleisch: Makanan Asia di Jerman (4)

Reis gebraten mit Ente.

 

 

Nudeln gebraten mit Rindfleisch.

Makanan Asia apalagi yang bisa dijumpai di Jerman boleh dikatakan banyak variasinya. Kali ini saya kedatangan seorang teman asal Indonesia yang sama-sama rindu masakan Asia. Kami pun mampir di restoran Asia di pinggiran Bavaria. Mungkin mencicipi kuliner di tanah perantauan mengobati rasa rindu masakan tanah air.

Setelah lihat daftar menu, pilihan saya jatuh pada menu mirip nasi goreng bebek. Nama makanan berikut dalam bahasa Jerman disebut reis gebraten mit Ente. Pemilik kedai dengan ramah menyambut kami seraya menjelaskan menu masakan yang ingin kami coba. Sudah lama tidak makan bebek, tentu ini bukan nasi bebek ala Madura yang terkenal dengan sambalnya yang pedas.

Reis gebraten mit Ente adalah sepiring nasi goreng yang disertai sayuran seperti wortel, brokoli dan buncis di dalam nasi yang digoreng. Lalu ada campuran telur seperti layaknya nasi goreng. Sebagai topping, diberi potongan daging bebek yang digoreng krispi. Renyah, gurih dan enak sekali! Meski tak ada rasa pedas sama sekali, namun rasanya cukup memuaskan. Pramusaji pun menghidangkan sambal tambahan di meja.

Lain nasi goreng lain pula mie goreng yang dipesan teman saya. Sebagai penyuka mie goreng, makanan berikutnya sesuai dengan kerinduannya mencicipi masakan tanah air. Nudeln gebraten mit Rindfleisch ini semacam mie goreng dengan berbagai sayuran di dalam. Ada potongan telur dadar dalam campuran mie. Sesuai namanya, potongan daging sapi dicampur bersamaan mie.

Kedua jenis makanan di atas dapat memuaskan keinginan kami mencicipi kuliner Asia. Untuk minumannya, kami berdua yang masih kedinginan akibat cuaca di luar memutuskan minum teh hangat. Sembari menikmati teh dan menyantap masakan Asia, kami pun berdua ngobrol dalam bahasa Indonesia. Dan sekitar kami pun memperhatikan dengan seksama.

Bagaimana santapan anda hari ini?

Thai Basil dan Ikan Krispi, Asiagourmet: Rekomendasi Tempat (9)

Asiagourmet di Hauptbahnhof Munich.



Di Jerman, anda tak perlu khawatir bila merindukan masakan tanah air atau dari Asia. Pasalnya banyak gerai masakan Asia yang banyak dibuka, termasuk kota besar seperti Munich. Barangkali jika anda berkunjung ke Munich, anda bisa mampir mencobanya. 

Salah satu dari imbiss yang menjual makanan Asia adalah Asiagourmet. Saya dan suami mendapatinya di stasiun pusat, Hauptbahnhof  Munich saat kami sedang menjemput seorang kenalan yang hendak bertualang di Munich. Sebenarnya Asiagourmet adalah satu dari sekian imbiss makanan Asia yang ada di Hauptbahnhof

Makanan yang dipesan adalah Thai Basil dengan daging sapi. Ini bukan kali pertama saya mencicipinya. Saya sering memesannya di restoran Thailand di Jakarta atau di Thailand langsung. Barangkali berbeda dari masakan yang biasa saya coba sebelumnya. Ternyata berbeda.

Thai Basil.

Thail Basil yang saya pesan di Asiagourment sedikit berkuah kental, sementara pengalaman sebelumnya Thai Basil tidak berkuah, hanya sedikit berminyak karena proses ditumis. Thai Basil di Asiagourmet juga menggunakan daging sapi yang dipotong agak besar. Sayurannya pun lebih lengkap yakni wortel, brokoli, buncis, paprika, dan semacamnya. Rasanya juga sama pedasnya. 


Thai Basil yang pernah saya coba hanya menggunakan daun kemangi saja dan daging giling sehingga potongannya tidak besar. Lalu prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak berair. Kadang diberi topping, telur mata sapi. Itu pengalaman saya mencoba Thai Basil sebelumnya. Di Asiagourmet, tak ada telur mata sapi. Nasi diletakkan di pinggir sehingga bercampur kuah. Seandainya tak berkuah seperti yang saya bayangkan, itu pemikiran saya.

Ikan krispi dan cah sayur.

Suami saya lebih memilih ikan. Sebenarnya dia suka cap cay yakni sejenis aneka sayuran yang ditumis dengan makanan laut. Karena tidak menemukannya, pilihan jatuh pada ikan dori fillet yang diberi tepung sehingga terasa krispi. Lalu di sekitarnya, ada sayuran seperti wortel, brokoli, buncis, jamur dan sebagainya yang ditumpuk di bawah ikan. 

Fillet ikan dori diberi tepung seperti biasa. Lalu digoreng dalam minyak penuh sehingga terasa tekstur krispi. Kemudian ikan dipotong-potong sebelum disajikan. Sedangkan untuk sayuran, prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak terlalu berbumbu. Mungkin hanya menggunakan bawang saja.

Untuk harga, pastinya masih terjangkau ketimbang anda membeli makanan di restoran. Total membayar berikut minuman sekitar 18€. Kedua menu di atas hanya perkiraan saja, nama masakan saya lupa mencatatnya. Bagaimana menurut anda?

Anda ingin mencoba memasaknya di rumah atau anda ingin mencicipi langsung di Jerman?

Currywurst: Masakan Khas Jerman (19)

Currywurst versi restoran.

Isinya adalah sosis yang terlebih dulu digoreng dan ditaburi bumbu kari, disantap dengan kentang goreng.


Ini bukan kali pertama saya mencoba currywurst, namun kesempatan itu tak pernah saya dokumentasikan. Karena makanan ini sesungguhnya bisa dikatakan street foods juga, mudah ditemukan di berbagai gerai dan area pinggir jalan. Mudah dibuatnya, murah harganya dan rasanya diterima siapa saja.

Currywurst juga bisa dikatakan masakan cepat saji karena pembuatannya yang mudah dan cepat. Biasanya disajikan bersama kentang goreng seperti layaknya di restoran fast food lainnya. Tanpa perlu membeli, anda juga sebenarnya bisa membuatnya sederhana di rumah. Atau, anda juga bisa membeli di supermarket dalam bentuk kemasan. Lalu anda bisa menghangatkan kembali di microwave selama beberapa menit.

Jika anda singgah ke Jerman atau restoran Jerman di Asia, masakan ini juga paling mudah ditemukan. Sebagai contoh, saat saya singgah bersama suami di restoran Jerman di Thailand. Namun lagi-lagi saya tidak mendokumentasikan makanan tersebut. Si pemilik restoran adalah pria Jerman yang menikahi perempuan Thailand dan membuat usaha restoran di situ.

Currywurst yang diterjemahkan dari kata curry adalah bumbu kari yang membuat rasa dari makanan ini dan wurst adalah sosis dalam bahasa Jerman. Mudahnya, anda beli sosis biasa di supermarket, lalu digoreng sendiri di rumah. Kemudian selesai digoreng, anda bisa taburi dengan bumbu kari yang juga mudah didapat di supermarket. Untuk menyantapnya, anda bisa makan kentang goreng atau roti gandum yang tawar. Seperti layaknya di Asia, terkadang makanan ini disediakan dengan saus tomat agar semakin lezat.

Anda juga bisa membelinya dalam bentuk kemasan di supermarket. Dipanaskan beberapa menit di microwave, langsung bisa disantap berikut bumbu kari dan garpu kayu di dalam. Lengkap!


Anda masih ingat imbiss, tempat jajanan di Jerman yang bisa dibilang berharga murah. Nah, di Berlin ada schnellimbiss, atau imbiss pelopor yang membuat dan menjajakan currwurst. Saya pernah melihatnya di salah satu tayangan televisi yang bercerita soal kuliner dunia. 

Jika anda mampir ke Berlin, silahkan mencoba currywurst di berbagai imbiss karena makanan ini populer di kota asalnya! Bahkan ada Deutsches Currywurst Museum di Berlin, sebagai tempat yang menyatakan sejarah penemuan currywurst tersebut. Makanan ini disukai oleh siapa saja, tidak hanya oleh orang Jerman sendiri karena rasanya yang mudah diterima.

Currywurst dianggap makanan populer Jerman. Tak salah jika saya memesannya di restoran dengan gaya berbeda, meski makanan ini sama saja berisi sosis dan siraman bumbu kari ditambah kentang goreng. Harga di restoran bisa mencapai 8€-10€ tetapi di gerai imbiss mungkin anda bisa mendapatkan lebih murah. Namun lebih murah lagi, anda membeli currywurst dalam bentuk kemasan di supermarket berkisar 2€-3€.

Tertarik mencobanya?

Ingin Makan Murah di Jerman? Datang ke Imbiss!

Gerai imbiss Asian Food menjual bakmi goreng kemasan praktis dan diberi garpu plastik. Ini ukuran kecil dengan sayuran harga kisaran kurang dari 3€.

Di imbiss Asian Food disiapkan tempat duduk sederhana jika ingin makan langsung. Total makan berdua hanya kisaran 10€ dibandingkan makan di restoran bisa mencapai 30€. 

Gerai imbiss yang menjual pizza, harga 5€ sementara di Italia mungkin hanya kurang dari 2€.

Imbiss yang jual kacang, gula-gula dan aneka manisan lainnya.

Imbiss (kanan) yang menjual döner dan burger seperti foodtruck tampak belakang.



Jika di Indonesia ada warung makan kaki lima, warung tenda atau gerobak keliling maka di Jerman ada istilah Imbiss. Imbiss semacam tempat menjual makanan kecil yang berada di jalanan, outdoor atau indoor. Anda tidak mungkin menemukan imbiss seperti layaknya restoran yang besar dan nyaman. Meski terkadang ada imbiss yang memiliki tempat duduk untuk menikmati makanan yang baru saja anda beli, namun ini tidak seperti di restoran. Kebanyakan imbiss juga tidak memiliki tempat duduk untuk menikmati makanan yang dibeli. Itu berarti pembeli menikmati makanannya tidak di tempat.

Apakah imbiss bisa disebut restoran cepat saji? Tanya saya pada beberapa teman orang Jerman. Tidak bisa disebut imbiss seperti layaknya gerai fast food seperti yang anda kenal produk dari negeri Paman Sam. Karena makanan yang tersedia di imbiss meski terbilang disajikan secara cepat namun ini bukan makanan junk food. Anda bisa menemukan gerai imbiss makanan asia seperti mie, dönner atau makanan dari Italia seperti pizza. Ada juga gerai imbiss untuk makanan Jerman seperti curry wurst, thürienger dan rost bratwurst. Intinya imbiss menyajikan pelayanan yang cepat kala banyak orang Jerman tak punya waktu untuk memasak atau di sela kesibukan bekerja saat makan siang tiba.

Jika di restoran, anda akan menemukan dekorasi mewah dan suasana yang nyaman maka di imbiss anda mungkin terpaksa makan sambil berjalan atau makan di tepi jalan. Ini menjadi pilihan bagi mereka yang bekerja dan tak punya cukup waktu untuk makan siang. Dengan perbandingan tersebut, tentu harga porsi makanan yang ditawarkan di imbiss jauh lebih murah ketimbang di restoran. Misalnya saya pesan bakmi goreng. Di sini ada bakmi goreng juga dengan rasa kurang lebih sama seperti di Indonesia. Harga di imbiss mulai dari 2,5€ hingga 7€ sedangkan di restoran bisa lebih dari 10€. Perbedaan harga seporsi bakmi goreng di imbiss bisa disebabkan ukuran porsi yang dipilih dan campuran bakmi yang dikehendaki.

Contoh imbiss di Italia, yang menjual hot dog, es krim dan lainnya.

Gerai imbiss ini mungkin juga bisa anda jumpai di wilayah Eropa lainnya. Semisal di Italia, mereka juga punya imbiss tetapi penyebutannya mungkin berbeda. Di italia, imbiss biasa menjual es krim, pizza dan minuman. Sedangkan di Swiss, penyebutan imbiss berasal dari schnellimbiss. Sebagian penduduk Swiss berbahasa Jerman. Schnell diterjemahkan menjadi ‘cepat’ dan imbiss diterjemahkan menjadi ‘snack’ atau ‘kudapan’. Karena terlalu panjang, mereka lebih suka menyebutnya imbiss saja.

Menurut saya harga makanan di imbiss lebih murah dibandingkan di restoran. Pertama, seperti yang saya katakan harga untuk sewa tempat tidak sebesar seperti restoran yang memerlukan tempat yang luas berikut furniture. Ini tentu sudah menghemat biaya yang tidak dikenakan pada porsi makanan. Kedua, sebagian besar imbiss tidak ada pramusaji seperti restoran. Dalam melayani pelanggan mungkin hanya satu atau dua orang dalam satu gerai. Itu pun tugas mereka kadang memasak, meracik makanan, melayani tamu, menerima pembayaran sekaligus merapihkan dan membereskan dagangan mereka. Sementara di restoran tentu butuh lebih dari dua orang untuk melakukan banyak tugas tersebut seperti koki masak, pramusaji, staf kebersihan dan mungkin manajer restoran.

Apakah anda punya pengalaman lain soal makan di gerai seperti imbiss? Silahkan berbagi di kolom komentar!