3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Advertisements

4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Nasi Kari Basmati, Kaya Rempah dan Nikmat: Makanan Khas India (8)

Nasi kari Basmati adalah nasi yang umumnya digunakan di restoran India di sini. Nasi basmati seperti yang pernah saya ulas sebelumnya memang punya tekstur dan rasa yang berbeda seperti yang saya ulas di link ini. Saya yang kerap mendatangi restoran India di Jerman dan Austria mendapati beras yang digunakan itu adalah beras basmati. Menariknya, jika anda makan tak perlu bayar porsi nasi yang disediakan berserta lauk pauk yang anda pesan, kecuali anda ingin porsi nasi lebih.

Saya gemar sekali mencicipi nasi kari khas India yang kaya akan rempah. Ini mengingatkan saya pada nasi yang disiram kuah gulai pada restoran padang di Indonesia. Bedanya nasi kari sudah dibumbui terlebih dulu sebelum disajikan. Pada nasi gulai restoran padang tentu nasi putih biasa yang hangat ditambah kuah gulai yang berempah. Intinya nasi kari basmati khas India menurut saya sudah cukup nikmat dan mengenyangkan.

Nasi kari ini tak pernah mengecewakan karena beras basmati yang bertekstur panjang dan empuk dijamin memberi rasa berbeda. Tak hanya bumbu kari yang menguatkan rasa nasi tetapi ada tambahan kacang polong, kismis dan juga wortel. Makan apa saja dengan nasi kari menurut saya, sudah cukup mengeyangkan. Kadang ada pula nasi kari diberi tambahan kacang mede. Misalnya saya memesan kari yoghurt ikan dengan nasi kari itu sudah membuat saya berselera.

Jika anda adalah vegan dan vegetaris, menikmati nasi kari basmati cukup memuaskan selera anda. Saya mengulik bumbu rempah yang diberikan adalah bawang putih, bawang merah, cabai bubuk, garam, garam masala, minyak goreng dan kunyit bubuk. Untuk tambahan lain seperti kacang polong, kacang mede, kismis dan wortel, silahkan sesuaikan dengan keinginan anda.

Memasak nasi kari khas India ini juga tak sukar. Setelah anda menumis semua bahan kecuali beras basmati, tambahkan dalam panci, air yang cukup untuk menanak nasi. Tambahkan beras basmati sesuai kebutuhan dan biarkan hingga tanak. Masak hingga air kering dan nasi masak.

Bagaimana menurut anda?

Salad Daging Sapi, Salad Daging Ayam atau Salad Vegetaris, Suka Mana?

Contoh salad vegetaris, tebak dari negara mana?

Masih soal salad yang tak pernah habis dibahas, apalagi saat ini adalah musim panas. Anda tahu bahwa menikmati salad adalah pilihan tepat agar makanan tidak disajikan dalam kondisi hangat selalu. Rasa salad pun bervariasi nikmatnya, antara asam segar dan manis asin bercampur jadi satu di mulut. Itu yang saya suka. Namun dibalik itu semua, saya telah mengumpulkan empat kreasi salad dari tiga negara di bawah ini.

Barangkali anda tertarik untuk mencobanya sendiri. Dijamin anda puas dengan rasa tiga salad ini.

Salad daging sapi

Irisan daging sapi tipis-tipis disajikan di bawahnya salad. Perhatikan yang diberi lingkaran adalah daging sapi masak.

Salad daging sapi ini berasal dari salah satu restoran lokal yang ada di Jerman. Saya memesannya karena saya sebelumnya sudah pernah menikmati salad daging sapi. Namun salad tersebut berasal dari Thailand. Silahkan temukan pengalaman saya tersebut di link ini! Saya mencoba membandingkan kedua salad daging sapi tersebut.

Salad daging sapi dari Thailand berasa pedas dan asam karena ada cabai dan perasan jeruk nipis bersamaan. Sedangkan salad daging sapi buatan restoran Bavaria ini tidak terasa pedas, hanya asam menyegarkan dari acar timun dan cuka salad. Untuk daging sapi kedua salad tersebut, sama-sama terbuat dari daging sapi fillet yang sudah dimasak sebelumnya dan didinginkan.

Hal menarik dari dua salad daging sapi yang saya nikmati ini adalah ada roti untuk menyantapnya. Ini sih kebiasaan makan salad di restoran di Jerman pada umumnya.

Salad daging ayam

Fillet daging ayam masak dan sudah dingin tampak yang diberi lingkaran.

Untuk salad daging ayam ini saya pesan di restoran Vietnam. Porsi salad daging ayam ini cukup banyak. Tak hanya berisi sayuran saja, ada mie beras dan tentu daging ayam fillet yang sudah masak.

Di Vietnam sendiri jenis salad seperti ini disebut bun xao. Hal menarik dari salad ala Vietnam ini adalah rasa yang gurih asam. Gurih berasal dari daging ayam fillet yang dimasak sebelumnya dan didinginkan sebentar. Ada bumbu yang dicampurkan pada mie beras dan aneka sayuran. Menurut penjual salad, biasanya salad ini dinikmati sebagai makan malam.

Salad daging ayam masakan Jerman.

Sementara salad daging ayam lainnya saya temukan di restoran lokal ala Bavaria, yang sedikit berbeda dengan buatan Asia. Perbedaan terletak pada saus yang digunakan dan rasa saus tersebutnya. Saus pada salad masakan Eropa kebanyakan menggunakan mustard, mayonnaise atau yoghurt yang dicampurkan dengan bumbu racikan si Chef dapur.

Salad vegetaris

Seperti pada tampak foto paling atas, itu adalah salad vegetaris. Saya menemukannya di salah satu restoran India di Jerman. Salad vegetaris ini bisa menjadi pilihan anda yang sama sekali ingin merasakan makanan hanya sayuran dan buah saja. Agar rasanya semakin semarak, ada garam masala dicampurkan di atasnya dan racikan saus yoghurt si juru masak.

Ada rasa asin, manis dan segar yang ditawarkan dari rupa-rupa sayur dan irisan buah segar pada salad ini. Dijamin anda akan semakin suka karena ada taburan kacang kenari yang membuat rasanya tambah gurih. Hmm, aneka rasa dalam lidah.

Menikah Tanpa Cinta, Tetapi Pilihan Orangtua

Berteman dengan berbagai bangsa dari belahan dunia lain mengenal saya memahami satu sama lain. Hidup itu tidak selalu sama dan menghargai perbedaan itu perlu. Salah satunya adalah cara pandang soal pernikahan yang akhirnya saya pahami. Itu yang membuat saya menuliskan kisah subjektif ini agar anda paham bahwa dunia itu luas dan beragam.

Cerita teman asal India menikahi pasangan yang menjadi pilihan keluarga bukan sekali dua kali saya dengar. Tak hanya India ada beberapa negara sebut saja Pakistan dan Afghanistan pun begitu. Namun saya memilih menceritakan pengalaman dan cara pandang teman saya asal India.

Menurut teman saya ini, di India adalah hal wajar bahwa menikah dengan orang yang dipilihkan oleh keluarga. Dia pun berpendapat bahwa cinta itu tumbuh bukan di awal, tetapi seiring berjalannya pernikahan. Saya yang mendegarnya takjub. Namun satu hal yang harus saya ingat, sistim menikah seperti itu menurut dia tidak pernah berakhir dengan perceraian. Saya yang mendengarnya semakin mangut-mangut juga mengingat perkawinan kini pun begitu mudah terancam dengan perceraian.

Ada kenalan saya asal India baru saja pulang kampung ke negaranya. Dia pamit untuk urusan keluarga. Sekembalinya dari India, dia bercerita bahwa dia melangsungkan pernikahan dengan perempuan pilihan keluarganya. Saya spontan bertanya seperti bagaimana kalian saling kenal satu sama lain, bagaimana kalian saling jatuh cinta atau bagaimana muncul ide menikah dan seterusnya. Dia hanya menjawab dia pun tak mengenal baik dengan perempuan yang kini jadi isterinya. Lalu saya pun semakin penasaran dan bertanya,

“Apakah kamu menikah tanpa cinta dengan perempuan yang jadi isterimu?”

Itu pertanyaan saya jika diterjemahkan dari bahasa Jerman. Dia pun menjawab,

“Cinta itu belakangan seiring berjalan waktu.”

Saya dan kenalan asal Jerman yang mendengar ceritanya sama-sama terkejut. Bagaimana kita bisa menikah di awal tanpa cinta. Kenyataannya itu terjadi pada kenalan saya ini dan kenalan saya lainnya asal India yang saya kenal di Jerman. Sekali lagi saya tak pernah mengerti bagaimana seseorang itu bisa menikah tanpa cinta.

Rupanya di belahan dunia lain masih ada pernikahan yang diawali tanpa cinta dan hanya berdasarkan kehendak keluarga. Cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Itu menurut mereka. Namun mereka kerap mengingatkan saya bahwa sistim pernikahan itu membuat mereka jarang atau tak pernah bercerai satu sama lain.

Kini beberapa kenalan saya asal India yang menikahi pasangannya tanpa cinta itu tinggal di sini untuk bekerja. Mereka kerap mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya. Mereka punya anak-anak yang baik dan sehat. Kehidupan perkawinan mereka tanpa masalah, kata mereka. Liburan musim panas pasti dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga. Pasangan hidup mereka pun percaya dan setia meski hidup mereka kini long distance relationship. Itu semua ditunjukkan pada saya lewat foto dan cerita bahagia mereka.

Apakah anda percaya bahwa menikah itu di awal tanpa cinta?

Kofta, Kroket Isi Sayuran dengan Kuah Kari: Makanan Khas India (7)

Tampak kofta sebelum diberi kuah kari.

Minggu lalu saya membahas bakso daging sapi khas Makedonia maka kali ini saya membahas bola-bola isi sayur dan tambahan keju paneer sedikit di dalam. Jika melihat penampilannya, anda bisa membayangkan ini seperti kroket. Setelah saya mencoba menikmatinya, kofta berbeda dengan kroket apalagi menikmatinya ditambah kuah kari. Ini adalah salah satu kuliner khas India. Saya menikmati satu kofta saja tanpa kuah kari sudah cukup kenyang. Pasalnya kofta dibuat dari kentang.

Penasaran ‘kan? Lanjut ulasan kofta berikut ini!

Kofta setelah dibuat adonan, dibentuk bulat lonjong dan diberi tepung roti.

Di India kofta bisa menjadi pilihan makanan vegan karena berisi hanya sayuran saja. Namun kofta yang saya perlihatkan pada anda adalah makanan vegetaris dimana ada keju paneer di dalam. Ada pula yang membuat kofta dengan daging sapi cincang ditambah rempah-rempah India yang harum. Pastinya kofta dinikmati dengan kuah kari yang lembut dan sedikit pedas.

Rupanya kofta tidak hanya berasal dari India saja, teman saya asal Persia mengaku bahwa di Iran pun ada kofta. Isian kofta pun tergantung si pembuat, bisa sayuran atau daging juga. Ini mengingatkan saya pada kroket yang bisa diisikan apa saja seperti sayuran, telur rebus atau daging sapi. Di Jerman, jajanan kofta kerap dijajakan sebagai street foods di gerai Imbis Turki atau Timur Tengah. Hal membedakan kofta dengan kofta asal India adalah kofta asal India diberi saus kari sebelum disantap.

Tampak isian kofta tanpa kuah kari.

Saya mengikuti pembuatan kofta asal India. Pertama, bahan yang perlu disiapkan adalah kentang yang sudah direbus kemudian dihancurkan. Kedua, bahan lain seperti wortel, kacang polong, keju paneer, tepung
Ground flour sejenis tepung khas India, masala, garam, merica, azwan, bawang putih dan ketumbar. Ketiga, campur semua bahan dalam satu wadah secara bersamaan dan dibentuk bola-bola kecil.

Selanjutnya, bola-bola kecil dimasukkan dalam wadah yang berisi tepung roti sambil dibuat agak lonjong. Kemudian kofta yang sudah hampir matang ini digoreng dalam minyak panas yang merendam keseluruhan kofta. Setelah kofta berwarna kecokelatan, kofta bisa didinginkan dan disimpan di mesin pendingin untuk disajikan sebagai stok makanan. Sebelum kofta disajikan, ada kuah kari berisi saus yang creamy dan sedikit pedas.

Kebanyakan orang India menikmati kofta dengan roti khas India seperti naan atau plain parata. Namun ada pula yang menikmati kofta kari dengan nasi. Semua tergantung selera yang makan, sama seperti isian kofta pun tergantung si pembuat. Bagi saya, satu kofta saja sudah cukup mengenyangkan.

Bagaimana menurut anda?

Ternyata Tahu dan Paneer, Keju Khas India Tampak Serupa

Mengenal kuliner berbagai negara itu menarik menurut saya. Apa yang saya kenal dan makan belum tentu menjadi hal yang sama dengan bangsa lain. Seperti melihat tahu dan keju yang menurut saya adalah sama. Warnanya yang sama-sama putih dan teksturnya yang sama-sama lembut telah membuat saya tidak bisa membedakannya dengan baik.

Menurut pendapat anda bagaimana? Keju paneer dan tahu itu sama ya bentuknya?

Tahu adalah makanan yang kaya kandungan protein. Saya mengenal baik pembuatan tahu karena saya pernah datang ke pabrik pembuatan tahu saat saya bersekolah di sekolah menengah pertama. Kala itu saya dan teman sekelompok mendapatkan tugas wawancara pemilik industri rumahan tahu. Di situ saya melihat bagaimana tahu diolah mulai dari kacang kedelai hingga menjadi tahu yang dipotong-potong siap dijual.

Tahu terbuat dari sari kacang kedelai yang mengental. Di sini tahu disebut tofu bila disajikan di restoran khas Asia. Tahu menjadi makanan tradisional Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Indonesia. Tahu itu pada dasarnya berasa tawar tetapi sedikit gurih karena ada garam sedikit saat diolah. Tekstur tahu lembut halus tetapi sedikit keras sehingga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan.

Bagaimana dengan keju paneer?

Menurut anda, potongan kecil-kecil tersebut tahu atau paneer?

Saya mengenal aneka macam keju itu saat saya tinggal di Jerman. Pada dasarnya saya tidak terlalu sering makan keju saat masih di Indonesia. Itu sebab saya tidak bisa membedakan aneka macam keju yang ada di Jerman. Bahkan satu kali saya benci sekali sewaktu tinggal di asrama mahasiswa dimana tetangga mahasiswa menyimpan keju yang amat sangat bau dan memenuhi kulkas. Dia berpendapat bahwa keju yang berbau khas ini sangat enak dan dia memberi saya sedikit untuk membuktikannya. Menurut tetangga saya ini, keju yang berbau adalah keju yang enak.

Sementara saya mendapati teman mahasiswa asal India memiliki keju paneer untuk diolah menjadi masakan khas negeri Taj Mahal. Keju paneer yang semula saya duga adalah tahu, sebenarnya tidak berbau sama sekali. Saya heran juga mengapa keju paneer itu tampak serupa dengan tahu karena teksturnya yang lembut halus dan warnanya yang sama-sama putih.

Keju paneer itu terbuat dari susu sapi. Saya pun segera cari tahu bahwa keju paneer banyak digunakan dalam kuliner khas India, Nepal dan sekitarnya. Tetapi anehnya nama paneer sendiri justru berasal dari Persia.

Di India, keju paneer bisa digoreng atau dimasak dengan kacang polong, bayam lalu diberi kuah kari. Keju paneer diolah bersama makanan vegetaris itu sudah menjadi makanan yang enak di India. Keju paneer juga bisa diolah menjadi pelengkap salad yang berisi aneka sayuran. Rasa keju paneer yang tawar, sedikit asam dan terasa susu akan melengkapi nutrisi salad yang diolah bersamaan.

Meski tahu dan keju paneer tampak serupa, ternyata keduanya berbeda.

Raita, Saus Yoghurt Timun Seperti Tzatziki: Makanan Khas India (6)

Raita, pada makanan khas India.

Jika anda pernah mencoba saus tzatziki yang biasa dijumpai dalam makanan mediterania dan sekitarnya, maka kali ini saya mengangkat ulasan saus yang mirip dari India. Namanya raita, yang biasa mudah ditemukan di restoran India di Jerman. Ternyata tak hanya di India, teman lain asal Bangladesh pun meyakini bahwa ada raita di negaranya. Itu artinya raita ada di sekitaran India, Bangladesh dan negara Asia Selatan.

Lalu apa itu raita?

Tzatziki, saus berwarna putih tampak dalam makanan khas mediterania.

Raita adalah saus yang melengkapi masakan seperti kari dan makanan manis, gurih serta makanan khas asal India lainnya sesuai selera untuk menikmatinya. Bisa juga anda menyantap makanan pedas atau roti panggang khas India dengan raita. Jadi raita fleksibel disantap dalam berbagai makanan khas Asia Selatan umumnya. Namun intinya, raita berbahan dasar yoghurt.

Apa saja bahan dasar pembuatannya?

Saya mengamati seorang teman mahasiswa asal India yang membuat raita sebagai stok persediaan makanan. Bahan raita adalah yoghurt yang plain, tak ada rasa. Setelah anda bisa membuat raita sebagai sajian utama, maka anda bisa membuat variasi raita lainnya seperti raita rasa buah, raita vegetarian atau raita rasa mint. Semua terserah anda.

Bahan utama raita adalah timun dan bawang merah yang dipotong-potong kecil. Lalu semua bahan dicampur bersama yoghurt. Agar rasanya semakin enak, anda bisa tambahkan masala, bubuk cabai, jintan atau rempah-rempah lainnya. Semua bahan diaduk menjadi satu dan saat disajikan bisa ditambahkan irisan bawang merah lagi. Lagi-lagi itu sesuai selera si pembuat.

Jika tzaziki pada makanan mediterania kerap disajikan untuk menikmati makanan grilled dan nasi merah maka raita bisa disajikan sesuai selera atau kapan saja anda mau. Bahkan di belahan India lainnya, nama raita bisa jadi berbeda namun bahan yang digunakan sama.

Apakah anda sudah pernah mencoba raita?

Lamm Palak, Kari Kambing Campur Bayam: Makanan Khas India (5)

Kari daging kambing ditambah bayam.
Makannya pakai nasi basmati, khas India.

Siapa penyuka makanan India, wajib menyimak ulasan berikut. Suatu kali saya ikut suami bertemu koleganya di restoran India. Dalam benak saya, saya ingin mencoba menu kambing dengan pisang lagi. Menu tersebut sudah saya tulis di sini. Karena benar-benar lezat, saya ingin makan untuk kedua kalinya.

Begitu tiba di restoran, pramusaji yang berasal dari India menawarkan buku menu pada saya. Suami saya tanpa melihat lagi, dia memilih menu yang sudah pernah dipesan sebelumnya. Dia tidak suka ujicoba karena kami pernah makan di restoran India di negara lain, rasanya memang tidak lezat. Daripada ujicoba menu yang belum tahu rasanya, dia memilih menu Dal Makhani.

Sementara saya adalah orang yang suka mencoba kuliner baru. Atas penjelasan pramusaji, saya terpengaruh sajian daging kambing dengan gaya berbeda. Nama menunya adalah Lamm Palak. Menurutnya, makanan ini khas masyarakat India Utara. Akhirnya saya pun menyetujuinya.

Dal Makhani.

Pesanan saya pun datang selang beberapa menit. Pertama kali pramusaji menghidangkan nasi basmati di atas piring. Kemudian menu lamm palak di atas meja. Terlihat bumbu palak yang kental creamy dan aroma kari yang khas tercium. Bayamnya menyatu dengan kuahnya, ini semacam hancur bersamaan dengan bumbu karinya. Sementara daging kambingnya seperti dipotong-potong kotak dan rasanya lunak. Mungkin tergantung pemilihan daging kambing atau cara memasaknya sehingga empuk. Entahlah!

Bumbu sausnya memang terasa khas masakan India. Ada semacam rasa bawang, kapulaga, jahe dan aneka rempah Asia Selatan yang saya sendiri tidak tahu namanya. Bahkan mungkin garam yang digunakan juga spesial seperti garam masala. Lalu bagaimana hingga menjadi krim? Saya pikir ada campuran krim khas India. Anda tahu bahwa mereka punya minuman creamy yang enak seperti yoghurt. Bisa jadi ada ramuan krim tertentu di dalam. Ini sama seperti masakan Hungaria yang pernah dibuat teman saya, dimana dia juga pernah memasukkan krim dalam masakan. Ceritanya di sini.

Soal rasa, saya memang suka dengan pengolahan dan penyajian masakan mereka. Enaknya sempurna karena rempah yang digunakan bisa jadi begitu istimewa. Hmm, lezatnya memang berbeda dengan sajian daging kambing dengan pisang.

Mau Ke Toilet? Orang India Tunjuk Jari Kelingking

I had known some friends who come from Southeast Asia such as India, Pakistan and Bangladesh. They are very nice friends. The attractive point which is shared about their gesture to show off little finger when they want to pee. I’d like to discuss about it with them.

When I was a kid, I showed off my little fingers to friends as a way forgiving our little mistakes. This is simple due to we didn’t know how to say appologize in childhood.

Another idea about little fingers in India, they believe all fingers are relevance with Greek philosophy as the same as Panchamahabutha. A little finger is meant water. In related with this element, they show theirs. Good to know:)

***

Tiap negara punya adab kebiasaan masing-masing. Begitu pun soal kebiasaan “urusan ke belakang” alias pergi ke toilet. Sebagai orang yang belajar perilaku, ilmu psikologi plus komunikasi maka saya senang mengamati dan bila perlu bertanya. Soal urusan pamit ijin “ke belakang” ternyata ini menjadi hal yang khas dan mungkin bisa dibagikan untuk diketahui bersama.

Saat saya belajar budaya dan bahasa Jerman, saya juga belajar bagaimana berbicara sopan untuk ijin ke toilet. Meski terkesan sepele, namun ini juga bagian dari tata krama. Tak mungkin sedang sibuk pembelajaran di kelas, saya langsung angkat tangan pakai bahasa Indonesia. Ada juga sih teman-teman lain berpendapat, cukup mengatakan kepada si pengajar ada kata toiletnya maka dia sudah mengerti. Namun lebih sopan jika kita bisa berkata “ich muss mall” yang diterjemahkan bebasnya saya pamit ada keperluan.

Namun dibalik itu semua, beberapa kenalan dari India, Pakistan dan Bangladesh di sini mengungkapkan dengan cara yang unik. Mereka menunjukkan jari kelingking, terkadang sambil berkata “ich muss jetzt gehen” yang diterjemahkan bahwa saya harus pergi sekarang. Awalnya saya yang melihat tidak mengerti.

Saya semakin penasaran ketika saya mendapati lagi seorang rekan kerja asal Pakistan. Kebetulan kami bertugas bersama. Tiba-tiba dia pamit pada saya sambil menunjukkan jari kelingking. Saya bertanya “was?” Kemudian dia menyahut lagi “Bitte Anna, ich muss jetzt gehen!” Saya masih bengong, dia pun berlalu dengan cepat.

Selang beberapa menit kemudian dia sudah kembali. Saya bertanya apa maksudnya dia menunjukkan jari kelingking dan pergi. Seingat saya dulu saat masih kanak-kanak, antar teman kita saling menunjukkan jari kelingking kemudian mengkaitkan keduanya. Itu tanda permintaan maaf. Sejak kecil, dalam berteman simbol jari kelingking adalah tanda damai antar teman.

Begitu cerita saya pada rekan saya ini.

Lalu dia menceritakan bahwa sebagian besar masyarakat India memang menggunakan jari kelingking untuk ijin ke toilet. Saya pun penasaran maksudnya.

Jika anda belajar yoga, anda paham bahwa ada lima elemen dalam jari. Ada elemen api, bumi dan seterusnya. Sedangkan jari kelingking merupakan elemen air. Itu sebab mereka menunjukkan jari kelingking yang merujuk pada elemen air, yang berkaitan dengan “urusan ke belakang.” Menarik ya!

Ternyata tak hanya soal elemen air saja, teman lain asal Pakistan berujar bahwa jari kelingking adalah jari paling kecil ketimbang lima jari lainnya. Menunjukkan jari kelingking menggambarkan bahwa ada urusan sebentar atau tak lama yang akan dilakukannya. Ya, “urusan ke belakang” memang tidak perlu waktu lama namun mendesak. Itu menyangkut kebutuhan biologis.