Makanan Khas India (14): Red Hot Chilli Fish Curry, Kari Ikan Super Pedas dan Minuman Manggolassi, Atasi Rasa Pedas

Fisch Chilli, tertulis di buku menu.
Manggolassi untuk menangkal rasa makanan India yang pedas.

Kuliner ikan kari yang super pedas berikut ini dipesan di restoran khas negeri Bollywood baru-baru ini. Sebagaimana anda tahu bahwa makanan khas India begitu kaya rempah, bahkan anda sendiri mungkin tak bisa menebak apakah ini ikan atau daging. Karena semuanya begitu tertutup dengan bumbu kari yang merah dan tebal. Sesuai penampakan, nama makanan ini adalah Red Hot Chilli Fish Curry.

Bagi anda penyuka makanan berbumbu rempah dan berasa kari maka makanan kari ikan ini cocok untuk anda. Kari ikan ini terbuat dari rempah pilihan dari India seperti cabai merah, jahe dan rempah India lainnya yang saya tak kenal.

Makannya dengan nasi basmati, khas India.

Begitu pedasnya makanan ini sehingga tak hanya cabai saja yang terasa, ada irisan jahe yang juga diletakkan sebagai dekorasi di atas makanan. Perpaduan warna merah dari cabai merah, putih irisan jahe dan hijau daun bawang membuat makanan ini tampak menarik. Padahal makanan ini super pedas, yang mungkin tak akan dipilih semua orang.

Ketika saya memilih menu ini, ada tanda peringatan pada buku menu bahwa makanan ini super pedas. Makanan ini ditandai sebagai super pedas sehingga anda perlu mempertimbangkannya bila tak suka makanan pedas. Ini saran yang baik bagi pengelola restoran agar memberi tanda tertentu pada menu makanan yang tampaknya pedas dan super pedas.

Ikan yang dipilih untuk kari ikan bisa apa saja asalkan ikan tersebut masih fresh, bukan ikan asap atau ikan asin. Ikan fresh tentu ikan tersebut menghasilkan tekstur dan yang enak apalagi setelah diberi banyak rempah dan kari.

Untuk mengurangi rasa pedas saat saya memesan ikan kari ini maka saya disarankan menikmati manggolassi. Saya pun menyetujui saran si pramusaji yang mungkin ini baik bagi saya bila nanti saya tidak tahan pedas. Ternyata saran mereka benar, minuman manggolassi dapat mengatasi rasa pedas setelah saya menyantap kari ikan super pedas.

Apakah anda tertarik mencoba ikan kari super pedas dan manggolassi?

Makanan Khas India (13): Beef Vindaloo, Rendang Daging Sapi Super Pedas dari Goa

Hmm, beef vindaloo dari Goa.
Makannya dengan nasi basmati seperti ini.

Jika masakan nusantara ada rendang daging sapi maka masakan India punya Beef Vindaloo. Begitu kira-kira saya menerjemahkannya. Masak rendang di rumah pernah saya coba dan ternyata butuh waktu dan usaha yang tak sebentar untuk menghasilkan tekstur rendang yang enak dan empuk di lidah. Begitu pun dengan masakan asal India berikut yang dipesan di restoran India.

Adalah Beef Vindaloo yang saya pesan di restoran Taj Mahal di sini dengan rempah meriah merah dan rasanya pedas yang khas. Beef vindaloo ini bila dikenal dalam istilah asing dengan sebutan ‘Spicy Beef Vindaloo’.

Julukan tersebut diberikan mengingat cabai, jahe dan lada diolah menjadi satu dengan beberapa bumbu lain. Konon cabai yang digunakan disebut ‘ghost chilli’ alias ‘cabai setan’ seperti saya menikmati masakan nusantara yang konon banyak menggunakan cabai itu juga. Padahal itu cabai khas India yang bisa menghasilkan warna merah yang disebut masakan kari.

Pemesan beef vindaloo bisa mengatur tingkat kepedasan yang dikehendakinya. Ini perlu diperhatikan dan diatur agar beef vindaloo tetap bisa diterima di lidah orang-orang seperti saya. Beef vindaloo pun melewati serangkaian proses masak yang tak sebentar. Ini diperlukan agar bumbu benar-benar meresap ke dalam daging.

Bagi saya, beef vindaloo ibarat rendang daging sapi super pedas. Tetapi bagi kenalan di sini asal Portugis, beef vindaloo itu seperti vinha d’alhos, masakan yang mirip dengan olahan daging sapi. Tentang kuliner ini, akan saya bahas saat saya berburu kuliner ini di Portugis nanti.

Apakah ada kaitan masakan beef vindaloo asal India dengan vinha d’alhos dari Portugis?

Beef vindaloo dikenal berasal dari Goa, India bagian selatan. Ini mengingatkan saya bahwa sebaran kuliner mungkin saja terjadi jaman dulu kala saat terjadi lintas perdagangan antar negara. Inspirasi beef vindaloo bisa jadi memang berkembang akibat pengaruh jalur perdagangan. Buktinya kuliner daging sapi ini sedikit mirip. Hanya saja, vinha d’alhos dari Portugis menggunakan kentang.

Bagi saya, beef vindaloo itu seperti rendang daging sapi yang saya kenal sejak saya berada di Indonesia. Rendang itu pun harus banyak rempah, dimasak lebih lama dengan api kecil agar bumbu meresap lebih lama. Beef vindaloo memang tidak menggunakan santan kelapa seperti rendang. Tetapi kandungan rempahnya itu setidaknya sama lezatnya.

Apakah anda pernah mencoba beef vindaloo sebelumnya juga?

Makanan Khas India (12): Dipikir Salad Tahu, Ternyata Salad Keju Paneer

Keju paneer itu bentuknya seperti tahu.

Menemukan makanan vegan dan vegetaris bisa diperoleh dengan mudah di restoran India. Bagaimana pun India juga memiliki kekayaan kuliner yang dikenal dunia. Saya pun termasuk suka mencicipi masakan kuliner negeri Bollywood ini. Bahkan saya tidak menyangka juga bahwa negeri yang kaya akan rempah-rempah ini punya racikan salad yang aduhai enak. Salad ini diperuntukkan bagi para vegetarian.

Sebagaimana anda tahu bahwa saya pernah menjelaskan perbedaan keju paneer yang ditemukan dalam kuliner India dengan tahu. Bentuk keduanya benar-benar mirip. Warnanya pun putih dan teksturnya pun sama. Sekilas anda pasti sulit menebak, apakah ini tahu atau keju paneer? Namun soal rasa keduanya jelas berbeda. Jika tahu terbuat dari serat kedelai maka keju paneer tetap dari susu sapi. Keju paneer banyak dikenal di daratan Asia Selatan.

Baca: Ini beda keju paneer dan tahu

Nah, masih soal keju paneer. Saya pun memesan salad vegetarian di restoran khas India di Jerman. Dengan maksud, saya tertarik isian apa yang terselip di dalam salad, selain sayuran tentunya.

Ya, salad vegetarian ini seperti yang anda lihat. Terdapat sayuran segar seperti tomat, acar bawang dan irisan daun peterselli. Namun tentu anda pasti menemukan irisan balok putih yang mungkin terpikir itu adalah tahu. Tidak, itu adalah keju paneer.

Dressing salad hanya minyak zaitun, sedikit perasan lemon, garam dan sedikit merica. Lalu ada kacang kenari untuk menikmati salad ini. Keju paneer pun melengkapi citarasa salad ini. Rasa keju paneer berbeda dengan tahu. Paneer berasa sedikit asam, beraroma susu sedangkan tahu tentu saja tidak. Itu sebab salad ini dinamakan salad buat vegetarian.

Namun, saya berpikir apakah mungkin menggantikan keju paneer dengan irisan tahu pada salad? Mungkin saja. Jika anda bisa kreasikan, hanya saja keju ini bisa dimakan secara fresh. Sedangkan tahu? Saya pikir tahu pun harus diolah dulu, tidak serta merta mentah langsung dimakan. Jadi mungkin itu bedanya ya!

Apakah anda tertarik mencoba salad keju paneer?

Makanan Khas India (11): 2 Dessert Manis Nan Dingin, Kulfi dan Mangocreme

Negeri Bollywood yang kaya akan rempah-rempah ini ternyata menyimpan aneka hidangan manis pencuci mulut. Begitu asyiknya saya menikmati sajian utama makanan yang dipesan hingga saya lupa bahwa ada dessert yang dihidangkan setelah makanan utama, yang ternyata benar-benar yummy dan tasty. Setelah ulasan berikut, saya yakin anda tergoda untuk mencari tahu.

Di hari Senin ini saya ajak anda menikmati hidangan manis dari India. Siapa tahu ini bisa memaniskan hari anda setelah seharian bekerja. Walaupun dessert ini dingin namun hidangan ini menyehatkan juga. Padahal di sini saya masih sedang menghadapi musim dingin. Nah, bagi anda yang tertarik mencoba di rumah, ikuti petunjuk berikut.

1. Mangocreme

Dessert pertama adalah manggocreme.

Dessert pertama ini benar-benar super lezat. Hanya berasal dari sari mangga saja dan es krim tetapi membuat lidah saya bergoyang begitu menikmati tiap suapan. Sari mangga ini biasa dijual di supermarket dalam bentuk kemasan yang sudah jadi, dikenal dengan istilah mango pulp. Cara membuatnya pun mudah.

Siapkan wadah, seperti gelas atau mangkuk kecil. Isi dengan mango pulp sebanyak setengah dari wadah. Lalu ambil satu sendok es krim rasa vanilla. Tuang ke atas krim mangga. Beri taburan kacang kenari ke atasnya. Itu sudah tampak nikmat.

2. Kulfi

Dessert kedua adalah Kulfi.

Dessert kedua yang pernah saya pesan adalah kulfi, yang bentuknya bisa bermacam-macam. Ini seperti es potong bila saya temukan di Indonesia. Kulfi ini adalah es tradisional yang dikenal sejak abad 16 di belahan Asia Selatan. Rasa kulfi pun manis karena berisi sari buah-buahan, yang kemudian dibekukan. Namun ada juga yang berisi seperti sari kacang hijau dan santan yang dibekukan. Ini sama seperti es kacang hijau potong sebagai jajanan masa kecil saya di sekolah.

Setelah anda mendapatkan bubur kacang hijau dan santan yang manis. Masukkan dalam wadah plastik. Lalu simpan dalam lemari beku. Setelah membeku, belahlah menjadi beberapa bagian. Susun seperti tampak foto di atas. Anda bisa menghiasinya dengan krim kue, kacang almond dan taburan kelapa kering. Hmmm, nikmat juga loh!

Memulai hari Senin ini, jajanan manis apa yang ingin anda nikmati? Semangat Senin!

Makanan Khas India (10): Papadum, Roti Panggang Nan Renyah Sampai versi Pedas

Roti ini enak, renyah dan mengeyangkan.

Sebelum menjelaskan roti dari India, saya ingatkan lagi tentang aneka roti yang saya jumpai di Mesir. Salah satu dari roti yang saya sukai ini, saya tidak mendapatkan jawaban, apa nama roti tersebut. Roti datar, panggang, renyah dan juga ada rasa pedas ini bisa dikatakan mirip dengan roti papadum asal India. Bisa jadi migrasi penduduk antar bangsa dahulu memberikan pengaruh kuliner pada dua bangsa tersebut. Meski sedikit mirip, tetapi roti papadum ini berbeda. Apa perbedaannya?

Silahkan simak ulasan saya selanjutnya!

Roti asal India ini bisa dijumpai dalam versi mentahnya di supermarket di Jerman. Pada bagian makanan asia, roti papadum mentah atau sebelum dipanggang bisa ditemukan. Saya mengetahui hal ini dari kenalan asal India yang juga studi bersama saya. Semula saya berpikir bahan pangan asal India sulit ditemukan, ternyata tidak juga. Salah satunya roti papadum yang dibuatkan untuk saya dan kenalan asal Spanyol.

Roti papadum ini semacam flatbread yang dipanggang sebelum disajikan. Pastinya ini tidak berminyak seperti gorengan dan rendah kalori pula. Buat saya makan roti ini sudah kenyang, tetapi bagi kenalan asal Bangladesh, Pakistan dan India biasa mengkonsumsinya sebagai cemilan atau topping makanan. Roti ini digemari tidak hanya soal rasanya saja yang sederhana, tetapi roti ini bisa jadi selingan santapan. Menurut saya, ini seperti krupuk yang biasa disantap bersama makanan utama pada makanan nusantara.

Roti papadum dalam bahasa Inggris, sedangkan di Jerman dikenal dengan sebutan papad saja. Roti ini terasa renyah, crispy dan memang menjadi nikmat sebagai selingan makanan seperti makan ayam kari atau dal makhani. Ini mengingatkan saya seperti makan krupuk saja. Namun ada juga yang menyajikan ini sebagai makanan pembuka sambil menunggu makanan utama yang dipesan di restoran khas india.

Kenalan asal Spanyol yang juga bersama kami menikmati roti papad, berpendapat papad itu seperti tortilla. Anda bisa menyantap apa saja agar terasa enak dimakan. Ada yang menikmatinya bersama sambal khas India atau yoghurt yang diberi bawang dan tomat. Benar juga, ini bisa seperti tortila.

Bila anda perhatikan terdapat biji-bijian. Ya, roti ini terbuat dari tepung beras dan kacang lentil. Pembuatan roti papad umumnya lebih dikenal sebagai home industry. Seiring dengan berbagai permintaan, roti papad pun dikenal dengan rasa pedasnya bagi pecinta makanan pedas. Makan apa pun bisa nikmat dengan tambahan roti papad sebagai selingan.

Tertarik mencoba roti papadum atau papad?

Makanan Khas India (9): Pakora dan Teh Chai Jadi Perkenalan Budaya

Chai, teh rumahan racikan sendiri.

Pakora tambah saus peanut butter pedas.

Jika anda suka minum teh, anda juga bisa merasakan pengalaman sensasi minum teh dari India. Di India, teh disebut chai, seperti yang pernah saya ulas sebelumnya di artikel teh rumahan. Chai ini memiliki rasa dan warna yang berbeda seperti teh dari Indonesia umumnya. Ini seperti teh susu berdasarkan warnanya. Rasanya akan menjadi manis jika diberi gula.

Saya dan teman mahasiswa asal India ini berbicara soal teh yang menjadi kebiasaan dua negara ini. Menurut saya, teh di Indonesia didominasi teh hitam dan teh hijau. Sedangkan teh di India ada banyak ragamnya. Ada juga teh hitam asal India juga loh. Lalu dia menjelaskan bahwa India juga merupakan penghasil teh terbaik di dunia setelah negeri Tiongkok. Saya pun termangut-mangut lalu menyeruput teh chai di hadapan kami. Enak juga teh chai ini!

Teh chai menjadi teh rumahan di kebanyakan rumah tangga India. Minum teh chai bagi masyarakat India dipercaya membantu meningkatkan imunitas tubuh. Lalu teman asal India ini menjelaskan lagi bahwa ada kandungan jahe, kayu manis dan cengkeh. Rempah-rempah ini menyebabkan teh chai kaya rasa dan kaya manfaat seperti melindungi tubuh dari sakit. Itu sebab teh chai berbeda dari kebanyakan teh umumnya.

Di supermarket di Jerman itu memang sudah tersedia teh chai kemasan yang praktis sehingga kita tak perlu meraciknya dan merasa repot. Kata teman asal India ini menambahkan sambil tangannya mempersilahkan saya mencicipi pakora. Pakora ini menjadi cemilan yang nikmat ketika suhu udara di luar sudah dibawah 10 derajat.

Pendapat saya pakora itu mirip gorengan di Jakarta, ini bisa bakwan goreng, tahu goreng atau sayuran yang diberi tepung kemudian digoreng. Saya tunjukkan beberapa gambar gorengan asal nusantara lewat gambar di internet. Teman asal India itu pun mengamini ucapan saya. Jika anda membuat gorengan itu sama seperti makan cemilan pakora asal India juga loh.

Pakora itu bisa dikreasikan macam-macam, tetapi intinya adalah sayuran diberi sedikit garam, bawang dan telur lalu diaduk dan dibalur tepung. Terakhir, ini semua digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan. Sama ‘kan seperti bakwan goreng menurut saya. Kita juga bisa menambahkan tahu atau makanan vegetaris lainnya. Karena pakora ini memang banyak dikonsumsi para vegetarian.

Untuk saus pakora pun bisa dikreasikan macam-macam, tergantung selera. Ada yang pakai yoghurt seperti saus mayonnaise begitu, namun ada pula yang dinikmati tanpa saus. Karena teman asal India ini tahu bahwa saya suka makan makanan pedas, dia mengkreasikannya dengan peannut butter ditambah saus sambal yang diberi sedikit air. Hasilnya seperti yang anda lihat.

Sambil menikmati kuliner asal India, pembicaraan dua budaya ini menjadi lengkap. Kami sepakat bahwa “Food brings friendship” lalu kami tertawa bersama-sama.

3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

4 Salad Isi Sayuran Saja Tetapi Enak, Mau Bukti?

Salad sayuran yang dipesan di restoran Vietnam.

Hampir menutup musim panas, saya tetap memburu salad yang unik, menarik dan enak untuk dibagikan pada anda. Unik karena disajikan dengan kreativitas si koki dapur. Menarik karena saya belum pernah menemukan sebelumnya. Satu lagi, enak tentunya karena saya sudah mencobanya.

Tiga salad berikut hanya berisi sayuran saja tetapi sudah cukup membuat saya puas memesan mereka. Bahkan menikmati sayuran dalam salad ini saja sudah membuat saya kenyang.

Pertama, salad dari Vietnam.

Vietnam telah mendominasi kuliner khas Asia, selain Thailand. Salah satunya adalah salad khas Vietnam yang saya pesan beberapa waktu lalu. Isinya benar-benar murni hanya sayuran saja. Ada irisan wortel, tauge, kol, timun, paprika dan bawang merah besar. Untuk sausnya, ada sedikit mayonnaise dengan bumbu asam manis yang cukup enak di lidah saya. Setelah saus, salad ditutup dengan irisan daun ketumbar.

Kedua, salad dari India

Sedangkan salad kedua berasal dari salad vegan yang dipesan khusus dari restoran India. Isinya pun hanya sayuran saja. Ada yang menarik, salad ini diberi biji kenari yang gurih dan kaya nutrisi.

Salad terdiri atas irisan lobak putih yang rasanya seperti bengkuang, timun, tomat dan taburan daun ketumbar. Untuk dressing sausnya, ada cuka dan minyak zaitun untuk salad. Agar terasa gurih, ada biji kenari yang ditaburi di atas salad.

Ketiga, salad dari Yunani

Salad berikut adalah salad yang umumnya saya dapatkan sebagai complimentary dari menu yang dipesan di restoran Yunani. Ini juga termasuk salad sayuran.

Isian salad adalah daun salada air, kol, timun, irisan wortel, acar kol merah dan peperoni. Untuk sausnya, ada rasa asam manis yang berasal dari tzatziki yang menjadi saus khas mediterania. Menariknya, ada biji zaitun yang diselipkan dalam salad. Ini menjadi kekhasan masakan mediterania.

Keempat, Salad dari Mesir

Terakhir salad sayuran dari Mesir berupa aneka sayuran yang diiris terlebih dulu. Ada wortel, kol, timun dan acar bawang merah besar. Di sini ada terung ungu yang sudah dipanggang terlebih dulu. Hal yang membedakan lainnya adalah bawang merah besar yang dibelah dua dan dipanggang. Beri sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Wah, enak ternyata!

Jadi, anda akan pilih mana?

Nasi Kari Basmati, Kaya Rempah dan Nikmat: Makanan Khas India (8)

Nasi kari Basmati adalah nasi yang umumnya digunakan di restoran India di sini. Nasi basmati seperti yang pernah saya ulas sebelumnya memang punya tekstur dan rasa yang berbeda seperti yang saya ulas di link ini. Saya yang kerap mendatangi restoran India di Jerman dan Austria mendapati beras yang digunakan itu adalah beras basmati. Menariknya, jika anda makan tak perlu bayar porsi nasi yang disediakan berserta lauk pauk yang anda pesan, kecuali anda ingin porsi nasi lebih.

Saya gemar sekali mencicipi nasi kari khas India yang kaya akan rempah. Ini mengingatkan saya pada nasi yang disiram kuah gulai pada restoran padang di Indonesia. Bedanya nasi kari sudah dibumbui terlebih dulu sebelum disajikan. Pada nasi gulai restoran padang tentu nasi putih biasa yang hangat ditambah kuah gulai yang berempah. Intinya nasi kari basmati khas India menurut saya sudah cukup nikmat dan mengenyangkan.

Nasi kari ini tak pernah mengecewakan karena beras basmati yang bertekstur panjang dan empuk dijamin memberi rasa berbeda. Tak hanya bumbu kari yang menguatkan rasa nasi tetapi ada tambahan kacang polong, kismis dan juga wortel. Makan apa saja dengan nasi kari menurut saya, sudah cukup mengeyangkan. Kadang ada pula nasi kari diberi tambahan kacang mede. Misalnya saya memesan kari yoghurt ikan dengan nasi kari itu sudah membuat saya berselera.

Jika anda adalah vegan dan vegetaris, menikmati nasi kari basmati cukup memuaskan selera anda. Saya mengulik bumbu rempah yang diberikan adalah bawang putih, bawang merah, cabai bubuk, garam, garam masala, minyak goreng dan kunyit bubuk. Untuk tambahan lain seperti kacang polong, kacang mede, kismis dan wortel, silahkan sesuaikan dengan keinginan anda.

Memasak nasi kari khas India ini juga tak sukar. Setelah anda menumis semua bahan kecuali beras basmati, tambahkan dalam panci, air yang cukup untuk menanak nasi. Tambahkan beras basmati sesuai kebutuhan dan biarkan hingga tanak. Masak hingga air kering dan nasi masak.

Bagaimana menurut anda?

Salad Daging Sapi, Salad Daging Ayam atau Salad Vegetaris, Suka Mana?

Contoh salad vegetaris, tebak dari negara mana?

Masih soal salad yang tak pernah habis dibahas, apalagi saat ini adalah musim panas. Anda tahu bahwa menikmati salad adalah pilihan tepat agar makanan tidak disajikan dalam kondisi hangat selalu. Rasa salad pun bervariasi nikmatnya, antara asam segar dan manis asin bercampur jadi satu di mulut. Itu yang saya suka. Namun dibalik itu semua, saya telah mengumpulkan empat kreasi salad dari tiga negara di bawah ini.

Barangkali anda tertarik untuk mencobanya sendiri. Dijamin anda puas dengan rasa tiga salad ini.

Salad daging sapi

Irisan daging sapi tipis-tipis disajikan di bawahnya salad. Perhatikan yang diberi lingkaran adalah daging sapi masak.

Salad daging sapi ini berasal dari salah satu restoran lokal yang ada di Jerman. Saya memesannya karena saya sebelumnya sudah pernah menikmati salad daging sapi. Namun salad tersebut berasal dari Thailand. Silahkan temukan pengalaman saya tersebut di link ini! Saya mencoba membandingkan kedua salad daging sapi tersebut.

Salad daging sapi dari Thailand berasa pedas dan asam karena ada cabai dan perasan jeruk nipis bersamaan. Sedangkan salad daging sapi buatan restoran Bavaria ini tidak terasa pedas, hanya asam menyegarkan dari acar timun dan cuka salad. Untuk daging sapi kedua salad tersebut, sama-sama terbuat dari daging sapi fillet yang sudah dimasak sebelumnya dan didinginkan.

Hal menarik dari dua salad daging sapi yang saya nikmati ini adalah ada roti untuk menyantapnya. Ini sih kebiasaan makan salad di restoran di Jerman pada umumnya.

Salad daging ayam

Fillet daging ayam masak dan sudah dingin tampak yang diberi lingkaran.

Untuk salad daging ayam ini saya pesan di restoran Vietnam. Porsi salad daging ayam ini cukup banyak. Tak hanya berisi sayuran saja, ada mie beras dan tentu daging ayam fillet yang sudah masak.

Di Vietnam sendiri jenis salad seperti ini disebut bun xao. Hal menarik dari salad ala Vietnam ini adalah rasa yang gurih asam. Gurih berasal dari daging ayam fillet yang dimasak sebelumnya dan didinginkan sebentar. Ada bumbu yang dicampurkan pada mie beras dan aneka sayuran. Menurut penjual salad, biasanya salad ini dinikmati sebagai makan malam.

Salad daging ayam masakan Jerman.

Sementara salad daging ayam lainnya saya temukan di restoran lokal ala Bavaria, yang sedikit berbeda dengan buatan Asia. Perbedaan terletak pada saus yang digunakan dan rasa saus tersebutnya. Saus pada salad masakan Eropa kebanyakan menggunakan mustard, mayonnaise atau yoghurt yang dicampurkan dengan bumbu racikan si Chef dapur.

Salad vegetaris

Seperti pada tampak foto paling atas, itu adalah salad vegetaris. Saya menemukannya di salah satu restoran India di Jerman. Salad vegetaris ini bisa menjadi pilihan anda yang sama sekali ingin merasakan makanan hanya sayuran dan buah saja. Agar rasanya semakin semarak, ada garam masala dicampurkan di atasnya dan racikan saus yoghurt si juru masak.

Ada rasa asin, manis dan segar yang ditawarkan dari rupa-rupa sayur dan irisan buah segar pada salad ini. Dijamin anda akan semakin suka karena ada taburan kacang kenari yang membuat rasanya tambah gurih. Hmm, aneka rasa dalam lidah.