Panna Cota, Hidangan Penutup nan Mewah: Makanan Khas Italia (19)

Panna cota dengan saus strawberry dan taburan kacang.

Mencicipi dessert sebagai hidangan penutup memang bukan hal yang wajib. Buat saya, dessert biasa saya nikmati dalam kesempatan istimewa saja. Seperti yang baru saja saya lakukan dengan suami saat makan siang di restoran mewah bergaya makanan Italia. Tiba-tiba saya ingin mendapatkan sesuatu yang manis tidak berlebihan dalam mulut saya. Pramusaji pun menawarkan panna cota.

Ya, panna cota adalah hidangan penutup mulut dan berasal dari Italia. Hidangan manis ini cocok bagi anda yang masih ingin menikmati sajian lain setelah makanan utama saja. Itu sebab dikenal sebagai dessert. Makna sebenarnya kata dessert berasal dari Prancis, yang berarti “to clear the table” dan mulai diperkenalkan sejak abad 16.

Hidangan penutup seperti panna cota ini memang jadi sajian mewah karena rasanya yang tak terlalu manis dan bisa dikreasikan dengan istimewa, lebih dari sekedar puding atau es krim. Saya pun melakukan penelusuran bagaimana membuat isian dari panna cota.

Diperoleh contekan bahwa untuk membuat panna cota adalah krim, susu, gula, vanila, gelatin, rum dan marsala. Kemudian penyajiannya, ada yang dicetak dan ada pula yang diletakkan dalam wadah-wadah kecil.

Jika melihat penampilan pastinya sesuai rasanya, enak tentu. Apalagi bagi mereka dessert lovers, panna cota wajib dicoba setelah menyantap hidangan utama.

Meski hidangan pencuci mulut ini belum mendunia, namun hidangan panna cota telah tersedia di Jerman. Saya sendiri belum mahir untuk membuat hidangan pencuci mulut. Namun beberapa teman Italia menuturkan bahwa hidangan ini mudah dibuat.

Panna cota rasa vanila dan cokelat.

Ternyata bentuk panna cota tidak melulu seperti pada foto di atas, saya juga mendapati hidangan ini di restoran mewah lainnya dalam gelas kecil. Warna putih untuk rasa vanila dan warna cokelat untuk rasa cokelat tentunya. Sebagai topping, diletakkan berbagai macam buah yang menggiurkan. Hmm, boleh juga!

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Tomate Mozzarella Sandwich, Praktis dan Menyehatkan: Makanan Khas Italia (18)

Tomat dan keju mozarella yang disajikan dengan roti baguette, eksklusif di hotel.
Sandwich tomat dan keju mozarella yang praktis.

Makanan berikut saya bagikan kepada anda, yang mungkin bisa jadi bekal untuk anda bawa ke kantor atau beraktivitas. Saya rekomendasikan juga karena ini praktis dan menyehatkan. Siapa bilang makan tomat tidak membuat tubuh sehat? Meski begitu, ada sisipan keju mozzarella yang membuatnya semakin berasa lezat.

Saya tidak tahu apakah ini benar-benar dari Italia. Nyatanya saya mendapatkannya tidak di Italia. Di Austria, saat saya menginap di suatu hotel kemudian saya memesan sajian ini yang ditampilkan secara istimewa. Maksudnya, di piring berukuran besar terdapat roti baguette kemudian sebagai topping diberi irisan tomat dan keju mozzarella. Lalu semuanya dipanggang sebentar dengan diberi siraman sedikit olive oil.

Setelah matang, disajikan di atas piring. Untuk taburannya, ada tomat dan daun basil yang sudah dikeringkan sebelumnya. Ini biasa tersedia di supermarket. Kemudian ditambahkan lagi salad tomat yang segar. Siap disajikan!

Selanjutnya, kemasan praktis yakni berbentuk sandwich. Dimana roti baguette dibelah dua. Beri satu sisi roti dengan basil pesto dan sisi lain saus tomat, jika suka. Anda juga bisa menambahkan daun selada air jika suka atau daum basil.

Lalu iris tomat yang sudah dicuci menjadi tipis sebanyak empat lapisan. Begitu pun dengan keju mozzarella, silahkan diiris tipis atau dipotong kecil. Susun antara irisan tomat dan keju menjadi tampak cantik. Selipkan di antara roti dan beri balsamic krim, sekali lagi jika anda suka. Jika tidak, anda bisa menambahkan merica saja. Lipat roti seperti sandwich. Siap disantap!

Apa pun pilihan anda, kemasan praktis atau kemasan eksklusif namun pastinya tomate mozzarella adalah pilihan yang menyehatkan. Selamat mencoba!

Lasagne Bolognese dan Rigatoni: Makanan Khas Italia (17)

Ini lasagne Bolognese.
Ini rigatoni, jika di Indonesia disebut makaroni.

Asyik, saya diperbolehkan suami ikut acara makan malam dengan kliennya. Kami datang ke restoran Italia yang terkenal dengan makanannya yang lezat. Restoran ini selalu penuh karena tak buka setiap saat. Hari Rabu dijadikan hari libur. Untuk jam operasional hanya siang hari dari jam 11.00 hingga jam 14.00 kemudian dilanjutkan lagi jam 17.00 hingga jam 23.00 sehingga kita yang perlu datang perlu juga reservasi agar dapat meja. Penasaran dengan apa yang dikatakan suami, maka saya pun ingin mencoba lasagna yang sudah lama tidak saya makan. Terakhir saya makan lasagna di sebuah hotel di Indonesia. Nah, saya penasaran apakah rasa lasagna di sini benar-benar lezat.

Kami mendapatkan meja di tengah. Sementara hampir semua meja penuh dengan tamu. Saat disodori daftar menu, mata saya langsung tertuju pada lasagna buatan restoran Italia di Jerman ini. Sedangkan suami saya memilih rigatoni istimewa dengan resep khusus restoran. Sementara menunggu pesanan, suami mulai berdiskusi dengan kliennya. Saya pun serius mengamati layanan pesan pizza yang dibawa pulang pelanggannya. Wah, ternyata restoran ini laris dikenal pengunjung.

Pesanan kami datang semua. Di restoran yang terbilang profesional makanan yang dipesan untuk 2-3 orang memang harus disajikan bersamaan, bukan satu per satu. Lain cerita jika kita datang dalam kelompok besar maka bisa dimungkinkan datang sebagian demi sebagian pesanan. Hmm, dari aromanya makanan yang dipesan tampak lezat.

Untuk lasagna yang saya cicipi, benar-benar mengenyangkan. Rasanya anda perlu berpikir ulang memesan lasagna jika tidak sedang lapar. Pasalnya lasagna bolognese yang saya pesan terdiri atas keju dan daging sapi cincang yang sudah cukup membuat saya kenyang. Sausnya itu juga enak, rasa tomatnya tidak asam dan setiap dibuka kejunya meleleh di antara saus tomat. Yummy!

Pertama memang untuk membuat lasagna bolognese harus membuat saus tomatnya terlebih dulu. Saus ini sama seperti kita memasak spaghetti bolognese. Setelah selesai saus, tiap helai lasagna dilapisi saus dan ada tambahan keju di atas lapisan. Paling baik dimasak selama tiga puluh menit dengan panas 180 derajat celcius. Ini saya banyak bertanya pada teman saya di sini asal Italia.

Saran dia yang lain untuk membuat lasagna adalah menggunakan keju mozarella dan cream yang bisa dibeli di supermarket. Setelah lasagna selesai dari pemanggangan, jangan langsung dipotong karena hasil lapisannya jadi berantakan! Tunggu beberapa menit baru bisa disobek lapisannya! Lasagna juga bisa jadi santapan makanan untuk dua hingga tiga hari berikutnya, asal dimasukkan dalam kulkas.

Selanjutnya, rigatoni pesanan suami. Apa itu rigatoni? Bisa dicek di sini. Rigatoni lebih dikenal di Indonesia dengan nama makaroni. Pernah kami memesannya namun sayangnya terlewat matang hingga akhirnya gosong dan tak enak di makan. Nah di restoran ini, rigatoni disajikan dengan memuaskan. Ini rigatoni yang spesial dan bumbu racikan ala juru masak di sini. Krim yang kental dan keju nampak membuat makaroni terasa enak dan tidak buat eneg. Ternyata pilihan rigatoni ala pramusaji di sini tepat sekali.

Filetto di Salmone Agri Agrumi, Pasta Salmon: Makanan Khas Italia (15)

Pasta Salmon.

Kuliner asal Italia memang selalu menggoda dan buat lidah bergoyang. Apalagi jika bukan pasta dan pizza yang memang tak tergantikan dimana pun. Saya mencoba pasta yang berbeda, bukan dengan saus seperti biasanya atau ditambah daging. Ini pasta dengan ikan.

Setelah saya menikmati makanan ala Italia di restoran di sini, yang pernah dimuat sebelumnya. Saya pun jatuh hati dan kembali lagi. Saya mencoba menu yang berbeda.

Nama menu terbaca Italia, meski saya berada di Jerman. Saya tertarik dengan bagaimana mengolah salmon dengan pasta hingga rasa dan teksturnya enak, tanpa saus.

Untuk membuatnya enak, ada perpaduan sederhana seperti merica, garam dan perasan air jeruk. Ada tambahan daun peterselli dengan irisan wortel dan daun bawang yang membuat saus terlihat indah. Ada saus yang keluar berasal dari campuran minyak zaitun dan sedikit perasan jeruk lemon. Rupanya fillet ikan dipanggang agar rasanya menyatu dengan semua rempah.

Perpaduan yang pas dengan pasta yang dimasak al dante. Tekstur dan rasa pasta memang nikmat di lidah berbaur dengan rasa salmon.

Bagaimana menurut anda?

Linguini Calamaretti e Pesto, Mie Cumi-Cumi Saus Pesto: Makanan Khas Italia (14)

Mie cumi-cumi saus pesto.

Saya diajak makan siang bersama suami dan koleganya di sini namun berasa seperti sedang di Italia. Pasalnya restoran memiliki pramusaji yang berbicara bahasa Italia. Mereka berdua dengan ramah menyambut kami, sambil berkata “buongiorno” yang diterjemahkan dalam bahasa Jerman “Guten Tag”. Dengan aksen bahasa seperti bernyanyi, mereka menawari buku menu. Ini seperti di Italia dengan nuansa Bavaria.

Begitu mungkin citarasa yang diperkenalkan di restoran ini. Menu masakan khas Italia. Kami memilih duduk di teras restoran. Perlahan pun penuh pengunjung, entah datang bersama pasangan, rekan bisnis atau sendirian. Tak ada tempat bagi tamu yang baru datang.

Saya pun tertarik dengan menu makan siang yang sedang ditawarkan. Mie cumi-cumi bersaus pesto yang terdengar menarik.

Pesanan datang dalam hitungan 10 menit. Pramusaji meletakkannya di hadapan saya. Saya pun menikmati rasa sambil memikirkan bahan-bahan di dalamnya. Sementara suami tampak asyik dengan urusan pekerjaannya.

Untuk membuat hidangam cumi memang diperlukan teknik khusus. Jika terlalu lama memasak cumi maka rasa cumi menjadi alot seperti karet. Karena itu, siapkan mie dulu dan cumi secara terpisah dengan dimasak terlebih dulu. Mie bisa digunakan spaghetti atau mie kuning.

Saus pesto bisa dibeli dalam kemasan. Di Italia mereka memang punya aneka saus campuran pasta. Agar citarasa mie dan cumi benar-benar enak, mereka mencampurkan irisan tomat dan anggur putih. Mereka menggunakan minyak zaitun saat meracik saus. Setelah saus siap, masukkan cumi dan mie yang sudah matang. Masak hanya beberapa saat.

Bagi pecinta seafood, makanan ini layak dicoba. Jangan tanya soal rasa! Ini puas dan enak.

Bagaimana menu makan siang anda hari ini?

Foccacia Verdure mit Gemüse und Rucola Sandwich Buat Vegetaris: Makanan Khas Italia (13)

Suatu kali saya ingin menyantap makan malam yang sehat, porsinya tidak besar dan tidak hangat. Mengapa? Saat musim panas seperti sekarang, udara sangat hangat sehingga membuat saya ingin sesuatu yang membuat tubuh tidak ingin berkeringat ketika makan. Mampirlah saya di kafe dan restoran milik orang Italia. Lokasinya menarik di pusat kota yang dapat memungkinkan menikmati pemandangan orang lalu lalang atau lalu lintas jalan raya.

Dengan alasan itu, kami berhenti sebentar. Ada sekian menu khas Italia yang tak asing lagi saya nikmati. Kini saya ingin sesuatu yang berbeda. Muncul keinginan untuk mencoba menikmati Foccacia Verdure, setelah ditulis ini hanya berisi sayuran dan daun rucola. Daun rucola sendiri tidak populer saya kenal di Indonesia, namun daun ini sering digunakan untuk salad dan dijual di supermarket. Jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris, daun ini disebut arugula. Apakah anda mengenal daun ini?

Kembali ke makanan yang saya pesan, datanglah pramusaji menghidangkannya di depan saya. Ini semacam sandwich yang dibelah dua seperti tampak dalam foto di atas. Jelas roti yang disajikan sejenis ciabatta, roti khas yang biasa disajikan di restoran Italia. Isiannya adalah aneka sayuran seperti paprika, terung dan timun jepang yang sudah dipanggang sebelumnya. Aneka sayuran ini tidak dalam kondisi hangat, artinya disajikan di dalam roti ketika sudah dingin. Plus isian roti juga daun rucola seperti yang saya bahas sebelumnya. Daun ini disajikan dalam kondisi masih segar alias tidak dimasak seperti sayuran lain.

Soal rasa saya pikir sandwich ini cukup enak, meski rasanya tidak berlebihan dengan aneka bumbu sebagaimana masakan lainnya. Maklum ini hanya sekedar sandwich. Tak ada saus tomat atau keju yang diletakkan di kedua sisi roti. Sepertinya cukup garam dan merica saja pada sayuran yang diolah untuk jadi isian.

Karena penasaran dengan makanan ini, saya tanya ke teman asal Italia. Dia katakan sandwich yang saya makan bisa berbeda namanya, namun istilah foccacia mengacu pada pastry. Memang hidangan ini cocok dimakan saat makan malam. Atau cocok juga jika anda menyantapnya saat sedang minum alkohol. Sayangnya saya tidak minum alkohol saat itu.

Hal menarik lainnya, foccacia ini merupakan hidangan yang cepat dan sederhana. Dikarenakan cepat dibuat dan tidak memerlukan waktu lama untuk persiapannya. Ini bisa jadi pilihan untuk bekal di jalan misalnya. Oh ya, kreasi lain dari foccacia verdure yakni dibuat seperti kue dan sayuran melengkapi topping-nya.

Dari penjelasan saya di atas, menurut saya makanan ini cocok untuk vegetaris. Mengapa? Sandwich ini hanya terdiri dari sayuran saja. Rasanya cukup enak. Bilamana anda tidak makan daging atau tidak sedang makan daging, bisa mencobanya.

Semoga bermanfaat!

Spaghetti Pesto dan Keju Parmesan, Tanpa Kacang Pinus: Kreasi Sendiri (4)

Apakah anda suka makan spaghetti? Biasanya kita mengolah spaghetti dengan saus dan daging. Namun spaghetti yang saya tawarkan kali ini tidak pakai daging. Jika anda tidak makan daging atau ingin variasi lain dari menikmati spaghetti maka resep berikut bisa anda coba. Pasalnya makanan asal Italia ini memang menggoda untuk dinikmati dengan cara yang beragam.

Spaghetti saus pesto bisa disajikan dengan daun basil yang sudah dihancurkan bersamaan. Ada juga saus pesto yang dimaksud yakni daun basil dengan kacang pinus. Ini pernah saya bahas dalam pos sebelumnya di sini. Kali ini saya coba membuat kreasi sendiri saus pesto tanpa kacang pinus. Bagaimana rasanya? Saya pikir rasanya tetap enak. Itu semua kembali kepada selera anda. Jika anda ingin mencoba membuatnya sendiri, di bawah ini adalah resepnya..

Bahan yang diperlukan

  1. Spaghetti 150 gram
  2. Keju parmesan
  3. 2 Siung bawang putih yang dicincang.
  4. 10 Lembar daun basil yang dihaluskan
  5. Minyak zaitun
  6. 3 buah tomat yang sudah dipotong-potong kotak
  7. Garam dan merica secukupnya
  8. Air

Cara memasak

  1. Pilih daun basil yang masih segar atau masih dalam pot. Lalu blender dengan beri sedikit minyak zaitun dan air. Hancurkan dengan baik. Ada juga yang menghancurkan daun basil, bawang putih dan minyak zaitun bersamaan. Itu semua tergantung selera anda.
  2. Siapkan keju parmesan yang sudah diparut dan tomat yang sudah dipotong kecil-kecil.
  3. Masak air hingga mendidih, tambahkan garam dan sedikit minyak zaitun. Setelah mendidih, masukkan spaghetti dan masak selama 8-10 menit. Tiriskan spaghetti dan singkirkan sementara.
  4. Panaskan wajan dan masukkan minyak zaitun. Masukkan bawang putih yang dicincang halus dan tomat. Ketika sudah harum, masukkan spaghetti. Baurkan bersamaan saus pesto dari daun basil yang dihancurkan.
  5. Beri garam dan merica. Masak sebentar dan aduk hingga bercampur rata.
  6. Selesai masak, matikan kompor dan sajikan di wadah. Taburi keju parmesan di atas spaghetti.

Selamat mencoba!

Antipasti, Aneka Sayuran Cocok bagi Vegetaris: Makanan Khas Italia (12)

Makanan yang satu ini mungkin jadi pilihan tepat jika anda adalah vegetaris atau anda sedang tidak ingin makan daging. Mengapa? Antipasti ini terdiri atas aneka sayuran, sebagian masih segar dan sebagian lagi dipanggang. Tak ada bumbu hanya keju mozarella jika anda suka. Lalu diberi topping krim balsamic. Sebagai hiasan, ada Italian breadstick yang panjang seperti lidi dan diletakkan di tengah hidangan. Ini juga bisa menjadi pemanis hidangan.

Setelah saya coba pesan, rasanya enak sekali. Ada rasa pedas dari pepperoni atau cabai hijau yang diasinkan. Di hidangan lain antipasti, cabai merah semacam paprika ikut dipanggang. Rasanya sih tidak begitu pedas dan agak manis. Sayuran lain yang dipanggang seperti terung dan timun jepang. Ada juga tambahan jamur kuping yang juga sudah matang, ada yang dipanggang sebentar. Namun ada pula jamur kuping yang sudah diasinkan dan memang sudah matang.

Hidangan antipasti yang saya kupas ini kebanyakan dihidangkan di restoran di Jerman dalam bentuk sayuran atau vegetaris. Meski pada dasarnya, antipasti berasal dari Italia namun makanan ini populer juga di Jerman. Di negeri asalnya, antipasti juga bisa dikenal antipasto. Cuma beda huruf belakang ya? 

Namun perbedaan tidak hanya soal huruf dan penyebutan saja. Isian salad pun berbeda. Hidangan antipasto tidak cocok untuk kaum vegetaris. Pasalnya salad terdiri atas salami dan daging ham yang sudah masak. Ada juga salad yang berisikan ikan tuna atau salmon pun juga sudah matang. Kondisinya tidak masak dulu, tetapi diperoleh dari makanan kemasan yang memang dingin dan dibekukan. Lalu ada salad sayuran sebagai penghias dan juga bisa dikonsumsi juga.

Menariknya antipasti atau antipasto juga diselipkan buah zaitun dan keju mozarella sebagai ciri khas. Bagi yang suka menyantapnya, silahkan saja. Namun bagi anda yang tak suka, anda bisa memesan tanpa keduanya.

Hmm, penasaran ‘kan dengan cerita saya? 

Selamat mencoba!

Risotto, Nasi ala Italia: Makanan Khas Italia (11)


Sudah lama tak makan nasi di sini, akhirnya saya dapat tawaran untuk menikmati risotto buatannya.
Ketika dia menawari saya, pikiran saya terbawa pada memori di Jakarta dimana saya pernah makan risotto sebelumnya. Ketika mendengar risotto, saya sudah berpikir pasti makanan ini terbuat dari nasi.

Usai dia membuatnya, saya tertegun sejenak bahwa ini berbeda dari risotto yang pernah saya nikmati sebelumnya di salah satu gerai restoran di Jakarta. Tampilannya sungguh berbeda, apalagi rasanya. Namun teman saya asal Slowakia yang juga mendapat menu yang sama mengatakan bahwa risotto ini benar-benar lezat dan enak.

Tanpa ragu saya pun menikmati risotto yang menjadi menu khas andalan Italia. Risotto yang saya nikmati sebagaimana gambar di atas, berasa creamy sementara risotto sebelumnya tidak begitu. Nasi risotto tampak lembut dan enak di lidah meski hanya bawang dan berbagai campuran bumbu yang saya tidak tahu namanya. Untuk menikmatinya, diberi hiasan irisan daun peterseli, saus tomat dan balsamic krim. 

Jangan tanya rasanya karena ini benar-benar nikmat ketimbang risotto yang pernah saya nikmati sebelumnya di Jakarta. Penasaran saya pun bertanya pada juru masak sehingga saya tahu membedakannya. Risotto dibuat dengan nasi yang dicampur dengan keju parmesan, mentega dan anggur untuk memasak. Rasanya kenyal dan creamy tentunya. Bahkan ada yang berpendapat risotto adalah hidangan mewah, padahal siapa pun bisa membuatnya sendiri di rumah jika mau.

Saya menduga apa yang membedakan risotto di sini dengan Jakarta adalah resep membuatnya. Bisa saja tidak ada anggur atau keju parmesan yang menguatkan rasa. Atau bisa jadi risotto di Jakarta dibuat agak mirip citarasa lokal. Karena di Jerman, banyak pendatang Italia yang mencoba peruntungan bisnis kuliner maka risotto dibuat selezat mungkin sebagaimana di Italia, negeri asalnya. 

Meski saya mendapatkan resepnya dari seorang teman Italia yang sama-sama tinggal di sini. Namun saya pikir saya belum bisa membuat risotto seenak yang dibuat teman saya ini. Benar kata teman saya asal Slowakia yang sama-sama menikmati risotto, ini benar-benar nikmat. Dan kerinduan saya makan nasi pun terobati.

Apakah anda pernah makan risotto sebelumnya?

Panini, Roti Khas Italia Patut Dicoba: Makanan Khas Italia (10)

Panini, kira-kira apa yang terbayang dalam benak anda pertama kali saat mendengarnya? Pertama kali saya ditawari pramusaji untuk mencobanya, semula saya pikir ini sejenis kue. Saya setuju saja memesan tanpa tahu apa sebenarnya panini ini. Penasaran saya pun memesan lagi di tempat berbeda dan mendapati bentuk yang berbeda seperti yang anda lihat di atas.

Pertama-tama, apa sih panini itu?

Di sini ada beragam roti yang dijual di toko roti dan supermarket. Untuk makanan tertentu maka roti pun harus disesuaikan jenis dan rasanya. Sebagai salah satu makanan pokok di Jerman, roti juga menjadi keseharian untuk dimakan tiap hari. Panini adalah salah satunya, meski roti ini berasal dari Italia. 

Panini dalam bahasa Italia bermakna roti (jamak) sandwich. Seperti yang anda lihat pada gambar pertama di atas, panini sebagai sandwich. Panini seperti ini mudah ditemukan di gerai restoran atau cepat saji karena praktis. Siapa pun mengenal sandwich sebagai makanan praktis, karena bisa dimakan tanpa peralatan makan atau tanpa meja makan. 

Pada gambar pertama di atas adalah panini grilled seperti sandwich. Ada dua pilihan. Jika tak ingin makan dengan daging ham maka isinya hanya keju mozarella, tomat dan saus panini yang lezat. Namun panini yang lengkap ditambahkan daging ham di dalam isian. Agar semakin enak, tentu saus panini melengkapi isinya. Saus ini berwarna kehijauan ini terdiri atas bawang putih, garam, merica, daun oregano dan minyak sayur. Dioleskan pada kedua sisi roti panini.

Roti panini sendiri rasanya seperti roti Italia pada umumnya yakni baguette atau ciabiata. Sedangkan panini pada sandwich dibelah dua dengan isian salami, daging ham, keju dan salad sayuran. Lalu untuk memanggangnya ada pemanggang roti yang menjepit kedua sisi roti dan membuatnya matang.

Di lain tempat, saya disunguhi panini dalam versi berbeda. Saya memesan salad dan panini sebagai side dishes. Ini dapat anda lihat pada gambar kedua di atas. Bentuk panini tidak seperti sandwich namun seperti bulat bola-bola. Meski rasa roti sama, hanya saja bentuk yang berbeda. Saya sendiri sudah cukup kenyang memakan dua sampai tiga bola panini dengan salad. 

Hmmm, menarik. Apa anda pernah menikmati panini?