Pasta with Black Olive and Bacon: Makanan Khas Italia (9)

A following post is about pasta with black olive and bacon recipe. I have got this written recipe by a friend of mine who works in Italian restaurant. She is not Italian, but she made really delicious pasta. Instead of nationality, we learn that foods are the good way to introduce culture. Afterward I knew how cook pasta in the best way.

Makanan membawa persahabatan. Itu makna yang saya tangkap dari perkenalan saya dengan berbagai teman multi bangsa. Salah satunya, teman saya asal Ukraina. Dia sudah bekerja lama di restoran Italia. Jadi dia benar-benar paham aneka masakan dan kuliner khas Italia.

Suatu kali dia undang saya makan siang ke rumahnya. Saya pikir, saya akan mendapatkan makanan citarasa dari negeri asalnya. Saya salah. Dia sudah menyiapkan makanan khas Italia seperti yang saya tulis resep di bawah ini. Di era seperti sekarang ini, makanan tidak selalu mencerminkan kebangsaan. Kita bisa belajar dari pekerjaan atau berbagai informasi yang sudah terbuka luas.

Bahan yang diperlukan: 

  1. 200 Gram Pasta Penne
  2. 10 Gram keju parmesan yang sudah diparut atau diiris memanjang
  3. 50 Gram buah zaitun hitam
  4. 2 sendok makan minyak zaitun
  5. 5-8 lembar bacon
  6. 3 siung bawang putih cincang halus
  7. Garam dan lada secukupnya
  8. Air

Cara memasak: 

  1. Masak air hingga mendidih. Beri garam dan sedikit olive oil. Setelah mendidih, masukkan pasta penne. Masak hingga 8-10 menit. Itu artinya, jangan memasak pasta hingga empuk dan lunak!
  2. Setelah masak, tiriskan airnya. Singkirkan pasta sesaat!
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak zaitun ke dalam. Tambahkan bawang yang sudah dicincang halus.
  4. Setelah harum, masukkan buah zaitun dan masak bersamaan.
  5. Potong lembar-lembar bacon dengan tangan dan masukkan ke dalam wajan. Tumis sesaat.
  6. Masukkan pasta penne dan campurkan bersamaan. Tambahkan garam dan lada.
  7. Masak sesaat. Matikan kompor dan hidangkan dalam wadah.
  8. Tambahkan keju parmesan yang sudah diparut ke atas pasta. Untuk keju parmesan, di supermarket telah tersedia yang sudah diparut langsung.

    Selamat mencoba!

    Advertisements

    Tortellini Pesto Roso, Tortellini Rasa Daging Sapi Saus Pesto: Makanan Khas Italia (8)

    Another my created recipe is regarding ring-shaped pasta which called tortellini. I thought it is not special menu because I found sauce and a bit ingredients in my refrigerator. I made it simply and tasty by own style. If you don’t mind to try, please blend meat filled tortellini with pesto roso sauce as seen below. 

    Happy trying!

    ***

    Anda yang suka makanan Italia yang praktis boleh ditiru resep saya berikut. Disebut praktis karena sudah ada hidangan isian di dalamnya, misalnya rasa sayuran atau daging. Tortellini adalah semacam pasta yang berbentuk seperti pangsit dan berisi kantung sajian sesuai selera. Menariknya tortellini ini mudah dibuat, cukup dipanaskan dalam air panas kemudian siap dihidangkan. Jika anda malas memasak, masukkan tortellini rasa daging sapi ke dalam air mendidih, masak selama 10 menit. Kemudian beri tambahan kaldu sapi maka tortellini pun siap disantap. Praktis ‘kan?

    Awalnya saya memesan tortellini rasa bayam di restoran, seperti yang saya ceritakan di sini. Lalu saya pun ingin mencoba membuatnya di rumah. Saya beli di supermarket tanpa melihat kemasan. Rupanya saya memilih tortellini rasa daging sapi. Itu artinya saya memilih tortellini daging. Tak mungkin pula saya membuat tortellini rasa daging namun berkuah sayuran. Akhirnya, saya olah tortellini rasa daging sapi ini menjadi tortellini pesto roso. 

    So penasaran ‘kan?

    Bahan yang diperlukan 

    1. Tortellini 150 gram.
    2. 2 sendok makan minyak zaitun.
    3. Bawang bombay cincang halus, jika suka.
    4. 3 sendok makan saus pesto roso.
    5. Garam secukupnya.
    6. Air

    Cara memasak 

      1. Panaskan air hingga mendidih. Tambahkan garam dan minyak zaitun sedikit. 
      2. Masukkan tortellini setelah air mendidih. Masak selama kurang lebih 10 menit. Setelah matang, angkat dan tiriskan airnya.
      3. Panaskan wajan. Beri minyak zaitun.
      4. Tumis bawang bombay yang dicincang.
      5. Beri saus pesto roso.
      6. Masukkan tortellini dan aduk perlahan.
      7. Beri garam jika perlu. 
      8. Masak beberapa saat. Siap dihidangkan. 

      Mudah ‘kan? 

      Saran penyajian:

      1. Jika anda suka bawang, boleh dicoba ditambahkan. Namun jika anda tak suka, saus pesto roso sudah cukup.
      2. Jika suka pedas, bisa tambahkan saus tomat atau cabai bubuk. Anda juga boleh menambahkan merica jika suka.
      3. Sebenarnya anda juga bisa menambahkam daging sapi cincang juga. Saya tidak memasukkan daging cincang lagi karena menurut saya sudah terlalu berlemak.
      4. Saat merebus tortellini, pastikan airnya merendam keseluruhan tortellini hingga matang. 

      Tortellini mit Tomaten-Sahnesoße und Spinat: Makanan Khas Italia (7)

      Creamy tomato and spinach tortellini.

      Berikut saya sajikan resep masakan dari Italia yang terkenal dengan ragam pastanya. Salah satu yang dibahas sekarang adalah tortellini. Sebelumnya saya juga mendapatinya di restoran Italia, yang saya ceritakan di sini. Bentuknya yang berbeda dari kebanyakan pasta lainnya, membuat tortellini memberi sentuhan yang berbeda.

      Tortellini semacam pangsit rebus, boleh dibilang begitu. Pasalnya dalam kantungnya sendiri terdapat sajian seperti daging atau sayuran. Jadi perhatikan sebelum anda membeli. Jika anda suka daging, pilih tortellini yang rasa daging sapi atau ayam. Setelah direbus untuk mematangkan tortellini, anda bisa menambahkan kaldu sapi atau ayam sehingga bisa menjadi sup. 

      Kali ini yang saya bahas adalah tortellini rasa sayuran yakni bayam. Anda pasti menduga bahwa makanan yang disajikan berikut benar-benar nikmat tanpa mengkonsumsi daging. Biasaya pasta disajikan dengan daging. Dengan tortellini rasa bayam dan tomat, sajiannya tak perlu khawatir berlemak. 

      Bahan yang diperlukan: 

      1. 200 gram Tortellini Spinat-Ricotta.
      2. 2 sendok makan minyak zaitun.
      3. 75 gram bayam (baby spinach).
      4. 100 gram krim.
      5. 75 gram tomat cherry.
      6. Garam dan merica.
      7. Air.
      8. 1 satu sendok teh tepung.
      9. 2 sendok keju yang sudah diparut, jika suka.

      Cara Memasak:

      1. Masak air 2,5 liter hingga mendidih. Beri garam sedikit. 
      2. Masukkan tortellini saat air sudah mendidih. Masak hingga matang kurang lebih 10 menit.
      3. Jika tortellini sudah matang, tiriskan dari airnya.
      4. Panaskan wajan, beri minyak zaitun.
      5. Tumis tomat cherry hingga empuk.
      6. Masukkan krim. Tambahkan bayam.
      7. Beri garam, merica dan sedikit tepung. Biarkan hingga mengental dan masak. Tambahkan keju parut jika suka.
      8. Masukkan tortellini dan masak beberapa saat.
      9. Saat sudah bercampur baur dan saus mengental, siap dihidangkan.

        Semoga anda suka!

        Tagliatelle mit Shrimps: Makanan Khas Italia (6)

        Mari memasak pasta! 

        Di Indonesia, saya hanya tahu satu nama yakni pasta, padahal tiap bentuk dan jenisnya pun berbeda-beda seperti spaghettirigatoni atau tortellini. Namun pastinya, makanan ini diolah secara al dante sehingga rasanya memuaskan.

        Berikutnya saya akan memperkenalkan ragam pasta lainnya yakni Tagliatelle. Tagliatelle ini bentuknya panjang seperti spaghetti hanya saja lebih tipis seperti mie lebar. Malahan ada yang mengira ini seperti fettucine, pastinya berbeda dan biasa disajikan dengan saus krim. Tagliatelle juga berasal dari salah satu wilayah di Italia dan menjadi makanan tradisional. 

        Bahan yang diperlukan 

        1. 200 gram Tagliatelle.
        2. 1 siung bawang bombay.
        3. 100 gram udang kemasan, bisa beli di supermarket.
        4. 30 gram krim.
        5. Susu cair (jika suka).
        6. Merica, garam dan paprika bubuk
        7. Paprika.
        8. Seledri.
        9. Air.
        10. Minyak zaitun.
        11. Lemon.

        Cara memasak: 

        1. Rebus air hingga mendidih, tambahkan garam sedikit dan minyak zaitun. Masukkan taglietelle selama 10-15 menit.
        2. Masak tagliattelle, setelah matang tiriskan airnya. Singkirkan sementara.
        3. Cincang bawang bombay dengan halus.
        4. Iris panjang paprika.
        5. Iris halus seledri sebagai hiasan di atas pasta.
        6. Panaskan wajan, masukkan minyak zaitun ke dalam. Ketika panas, masukkan bawang bombay.
        7. Masukkan paprika yang diiris halus. Tumis sebentar.
        8. Masukkan krim dan beri sedikit susu.
        9. Setelah itu, masukkan udang. Diamkan sebentar asal jangan sampai krim rusak.
        10. Beri garam, merica dan tambahkan perasan air lemon.
        11. Setelah saus krim matang, sajikan di atas tagliatelle. Taburi dengan paprika bubuk. Sebagai hiasan, tambahkan seledri cincang.

        Selamat mencoba!

        Spaghetti Pesto, Kenyang Meski Tanpa Daging: Makanan Khas Italia (4)

        Happy Valentine! Seluruh umat Katolik di seluruh dunia menyebut hari ini sebagai hari “Rabu Abu” atau Ash Wednesday. Dalam bahasa Jerman disebut “Ashermittwoch.” 

        Sejak minggu kemarin, kami di sini sudah berpesta yang disebut Fasching untuk menyambutnya. Selain pergi ke Gereja di hari ini, salah satu hal yang dilakukan di wilayah Bavaria sebagai mayoritas penganut Katolik adalah pantang makan daging, termasuk saya dan suami. Restoran banyak menyajikan menu masakan ikan atau tanpa daging.

        Menu berikut yang dibagikan adalah spaghetti tanpa daging sama sekali. Mungkin ini bisa jadi ide bagi anda sebagai penyuka vegan atau memang sedang pantang daging seperti saya pada hari ini.

        Namanya, Spaghetti Pesto dengan saus yang belum pernah saya coba sebelumnya. Mungkin anda juga belum menemukan saus ini di Indonesia. 

        Sementara suami saya memilih makanan Jerman seperti biasanya. Artikelnya menyusul.

        Makanan pun cepat tersaji sepuluh menit setelah saya memesan. Memang restoran ini memang diperuntukkan untuk persinggahan sesaat, bukan sekedar hiburan apalagi menikmati waktu. Jadi pelanggan datang dan pergi dengan cepat.

        Spaghetti Pesto jika ditelusuri memang berwarna hijau. Sebagaimana normalnya saus spaghetti berwarna merah karena menggunakan pasta tomat. Sedangkan saus pesto tidak menggunakan tomat sama sekali. 

        Warna hijau yang dihasilkan berasal dari daun basil. Sausnya terasa creamy menurut lidah saya. Padahal spaghetti ini tidak menggunakan daging apa pun sama sekali. Namun spaghetti saya benar-benar mengenyangkan meski tanpa daging sekalipun. 

        Setelah diusut, rasa mengenyangkan dari krim yang dicampurkan bersama kacang pinus dan daun basil. Semua bahan sepertinya dicampur dengan indah dan pas sekali. Bahkan pramusaji masih menambahkan keju parutan, garam dan merica di hadapan saya jika masih diperlukan.

        Hal menarik dari spaghetti saus pesto, meski tanpa daging namun ada taburan kacang pinus yang disertakan dalam saus. Anda tentu tidak pernah menemukannya di saus spaghetti lainnya.

        Selamat memasuki masa Prapaskah saudara seiman! ❤

        Rigatoni al Forno, Makaroni Panggang yang Menggairahkan: Makanan Khas Italia (3)

        Rigatoni al Forno.

         

        Mengulik kuliner dari Italia memang tak pernah habis, apalagi soal pasta. Saat ini, saya bagikan makanan sejenis pasta yang disebut, Rigatoni.

        Bentuk rigatoni pastinya sudah dikenal di Indonesia. Saya terbiasa menyebutnya makaroni. Sepenuhnya tidak betul salah, namun kini saya jadi tahu nama sebenarnya. Karena sesungguhnya setiap pasta dengan berbagai macam bentuk punya nama yang spesifik.

        Jika anda pernah mencicipi lasagna, rigatoni al forno pun sejenis demikian. Memasaknya sama-sama dipanggang dalam oven, selama 15 menit dalam suhu panas.

        Pertama kali, rigatoni dimasak terlebih dulu secara “al dente”, yakni kekenyalan dan tekstur yang pas. Setelah dimasak dalam air mendidih, tiriskan dari air.  Masukkan rigatoni ke dalam loyang oven.

        Untuk isiannya dapat saya rasakan yakni keju mozarella, daging ham, keju parut, saus tomat, kacang polong, irisan jamur champignon dan bawang bombay.

        Siapkan rigatoni bersama isian di loyang. Lalu siram dengan saus krim yang dikehendaki. Tambahkan keju mozarella ke atas adonan. Terakhir, panggang adonan selama 15 menit dalam suhu panas.

        Hidangan pun siap disajikan. Jika anda terlalu lama memanggang dalam oven, rigatoni akan terlihat kering dan krispi. Sebaiknya itu tidak terjadi, sesungguhnya panggang dalam oven sehingga rigatoni meresap bersama adonan isian.

        Semoga bermanfaat!

        PS: Sebaiknya panggang rigatoni tidak terlalu lama sehingga pasta kering dan menjadi krispi. Seperti pada foto di atas, rigatoni tampak terlalu kering.

        Insalata Localino, Salat Tuna: Makanan Khas Italia (3)

        Salat “localino” mit Vorderschinken, Tunafisch, Ei, Oliven und Mozarella.

         

        Salat adalah salah satu makanan yang menyehatkan. Agar bisa disajikan sebagai makanan utama, maka salat yang baik juga dilengkapi dengan berbagai kandungan karbohidrat, protein dan vitamin. Ini menjadi alasan saya memilih untuk mencoba salat yang dikemas di restoran Italia.

        Nama salat tersebut adalah Insalata Localino. Sebagaimana umumnya salat, sajian ini didominasi oleh sayuran dan tak ketinggalan yang menjadi ciri khas masakan Italia pada umumnya, yakni buah zaitun (olive). Ada enam buah zaitun yang disebar di dalam salat. Bagi anda yang suka, silahkan dikreasikan di rumah!

        Selain sayuran dan buah zaitun, salat dilengkapi hidangan utama yakni irisan tuna dan beberapa lembar ham. Ditambah lagi kandungan protein yang terdapat pada irisan telur dalam salat ini. Salat menjadi nikmat disantap. Untuk topping, diberikan potongan keju mozarella yang menggoda. Jangan tanya rasanya! Pastinya sudah menyehatkan bagi tubuh.


        Untuk dressing salat, rasanya sederhana saja. Hanya campuran garam, merica dan minyak zaitun. Agar semakin kaya rasa, ada irisan tomat dan bawang bombay juga.

        Setelah menyimak percobaan saya, silahkan anda mengemasnya sendiri di rumah! Sesekali mengkonsumsi salat seperti yang saya lakukan di siang hari ternyata menyehatkan juga untuk tubuh.

        Selamat mencoba!

        Pizza Mare e Monti, Ristorante Pizzeria ‘Gran Sasso’: Rekomendasi Tempat (8)

        Pizza yang dimaksud.



        Siapa yang tak mengenal pizza, makanan khas dari Italia? Makanan ini digemari siapa saja termasuk di Indonesia. Saya ingat sewaktu masih sekolah, saya sudah bangga diundang datang ke pesta ulangtahun di suatu restoran pizza di Jakarta. Dulu bagi saya, makan pizza sudah berasa mewah. Kini pizza begitu mudah ditemukan di mana saja bahkan di Jerman sekali pun.

        Saat saya berkunjung ke negeri asalnya, Pizza mulai dijajakan mulai dari jajanan kaki lima atau street foods hingga makanan eksklusif yang tersedia di restoran. Di Roma, saya mencoba jajanan pinggir jalan pizza marinara yang berharga 1,5€. Jika anda mengamati kedua jenis pizza ini berdasarkan foto yang saya tampilkan tentu beda harga beda pula topping-nya. Harga lebih murah maka pizza tentu tanpa seafood meski diklaim pizza dengan rasa makanan laut.

        wp-image-1569068856
        Pizza marinara (kanan) ala jajanan kaki lima di Roma.

         

        Kali ini saya membicarakan pizza dengan keunikan yang karena tidak mudah ditemui di Indonesia. Pizza Mare e Monti ini sejenis pizza marinara. Apa itu? Pizza yang berisi topping dari makanan laut lengkap. Di atas pizza ini ada udang, cumi-cumi, ikan, kerang dan jamur. 

        Tertarik mencobanya?

        Cappucino.

        Tentu pizza jenis ini cocok disantap bila anda tidak alergi dengan makanan laut. Rasanya memang nikmat sekali! Sepertinya koki tahu bagaimana membuat campuran makanan laut sehingga teksturnya pas, tidak mentah apalagi berbau amis. Saya suka pizza ini.

        Ketika ditanya apa minumannya? Saya paham sekali bahwa cappucino selalu disajikan terbaik di restoran Italia. Akhirnya saya memesan cappucino setelah saya memesan air mineral biasa. Tentu cappucino-nya selalu berbuih yang tinggi memenuhi bibir cangkir.

        Ini makan siang yang sempurna khas Italia.

        Tortellini Emiliana: Makanan Khas Italia (2)

        Tortellini Emiliana.

        Disediakan keju parmesan tambahan jika suka.

        Orangensaft.

        Selamat datang bagi pecinta menu kuliner Italia! Saya bagikan pengalaman menikmati makanan khas negeri Italia. Saat suami berbisnis di suatu area, terpaksa saya menunggunya di restoran Italia. Restoran dalam bahasa Italia disebut Ristorante.

        Saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan belum pernah saya coba sebelumnya. Saya pun memesan tortellini. Tortellini Emiliana mit Fleischsoße, parmesankäse, peperoncini und Sahne adalah nama masakannya. Singkatnya adalah tortellini emiliana seperti nama orang. 

        Tortellini sesungguhnya sejenis pasta atau mie dalam bahasa Indonesia, hanya saja berbentuk yang berbeda. Bahan pembuatan pasta juga sama, hanya dibentuk menyerupai pangsit yang indah. Ada yang mengatakan tortellini berbentuk mirip kura-kura. Konon di abad 17, banyak bangunan di Modena, asal wilayah tortellini banyak arsitektur bangunan bermotif kura-kura.

        Diberi tambahan nama Emiliana, karena sesungguhnya di wilayah Emilia, Italia merupakan pencipta kreasi makanan ini. Letak Emilia di Modena tak jauh dari Bologna. Bisa jadi makanan ini bercitarasa seperti spagheti bologna. Itu pemikiran saya mencari tahu asal makanan sambil pesanan saya pun dibuat.

        Ketika saya akan memesan, pramusaji berbahasa Jerman meyakinkan saya bahwa makanan ini pedas. Saya merespon tak masalah sebab saya suka makanan pedas. Padahal setelah saya mencobanya, makanan ini tak seberapa pedas dibandingkan makan bebek penyet di warung langganan saya di Jakarta.

        Selang tak lama memesan, minuman saya datang terlebih dulu. Segelas orangensaft, yakni minuman jus jeruk yang menyegarkan. Meski di luar dingin namun saya memastikan jus jeruk akan mengatasi rasa pedas makanan yang akan disantap. Pramusaji juga meletakkan pisau, garpu dan sendok. Di sebelahnya, ia meletakkan wadah berisi keju parmesan yang sudah diparut. 

        Yups, tortellini saya sudah selesai dimasak. Makanan ini lebih berasa saus yang kental dari krim dan berbumbu saos cabai. Itu sebab disebut peperoncino und sahne. Menurut saya, porsinya lebih dari mengenyangkan. Fleischsoße di sini lebih pada saus daging sapi yang diiris kecil-kecil terselip di antara tortellini. Saya kenyang!

        Jika merasa masih kurang keju parmesan, anda bisa menambahkan sendiri sesuai selera sebagaimana yang tersedia di meja. Rasanya menurut saya enak sebagaimana pasta atau spagheti pada umumnya. Kelezatannya bukan pada tortellini tetapi bagaimana koki dapat membuat saus yang enak untuk dinikmati setiap tortellini.

        Penasaran ingin mencobanya?

        Luar Biasa! Kompensasi Diberikan Saat Kereta Api Datang Terlambat

         

        wpid-Suasana-hauptbahnhof-München.jpg
        Ilustration. Hauptbanhhof München.

        In following article, I written up the story of delayed train among on Austria – Italy. On October 2017, me and husband went to Rome, Italy by train from Salzburg, Austria. In the border between Austria – Italy, something happened in the railway that made troubles to be pushed us waiting so longer. This was big issue. The trains couldn’t travel in straight times then the arrival schedule at Rome station would be a problem for us. Our train was delayed around 5-6 hours from the arrival time at Rome station.

        In the case of an “extraordinary circumstances” on railway, we can claim if the train was delayed then it needs to be over three hours. This is based on the regulation and policy that written on website. To get compensation, my husband and some passengers came to the officer who was person in charge to handle customer’s claim in Rome station. She gave us complaint form template and added stamp to prove our delayed arrival time.

        After back from Rome, my husband submitted the form, chronological letter and printed ticket to customer service “Service Center Fahrgastrechte”. They are really quickly to response our claim. We got a letter of apology for delayed then continued to get amount of money as compensation by bank transfer. They sent apology voice recording into our telephone. The last, they gave some limited vouchers that can be used when we go by train one day.

        Awesome! This is grateful to get honorable compensation when the mass transportation does quick response and respect our rights as passenger through truth claiming.

        In detailed explanation of Bahasa Indonesia on down, I written how they respect our rights as passenger in here. I wish the mass transportation in Indonesia can learn the good things from this troubles.

         

        wp-image-1661859492
        Kami terlambat tiba di stasiun Roma Termini.

        Some vouchers as compensation.

        In Bahasa Indonesia

        Suatu kali saya dan suami berangkat ke Italia menggunakan kereta. Kami naik dari Austria. Sewaktu perjalanan di sekitar perbatasan Austria-Italia, rel kereta mengalami masalah. Kereta berhenti selama berjam-jam hingga akhirnya kami terlambat tiba di Roma, stasiun tujuan. Keterlambatannya hingga 5-6 jam dari jadwal semula. Ceritanya di sini.

        Meski kejadian tersebut tidak berada di wilayah Jerman bahkan kami juga tidak naik kereta milik perusahaan kereta api Jerman, namun mereka tetap menghargai hak penumpang. Sebagai penumpang, tentu kami dirugikan karena datang di luar jadwal. Selanjutnya, ada bentuk ketidaknyamanan yang dialami penumpang seperti saya. Sebagai perusahaan transportasi publik, saya merasa dihargai dengan aneka kompensasi yang diberikan sebagai bentuk permintaan maaf.

        Baca https://liwunfamily.com/2017/10/24/begini-kompensasi-pesawat-dan-kereta-berdasarkan-regulasi-eu/

        Setiba di Jerman, suami mengirim formulir complaint form yang diberikan petugas stasiun di Roma. Tak hanya itu, suami mengirimkan kronologis kejadian yang diketik rapi dan bukti tiket. Sesuai prosedur yang tertera di website, bahwa keterlambatan kereta hingga dua jam maka penumpang berhak mendapatkan kompensasi 50% dari harga tiket yang dibayarkan.

        Sebulan setelah surat terkirim, kami mendapatkan surat balasan dari customer service perusahaan perkeretaapian di Jerman. Menjelaskan bahwa sebagai penumpang, kompensasi 50% dari harga tiket telah dibayarkan lewat rekening Bank yang tercantum dalam complaint form. Bahwa kejadian itu sebenarnya tidak berada di wilayah Jerman, namun perusahaan perkereta-apian Jerman merasa bertanggungjawab karena kami sebagai penumpang membeli tiket di wilayah Jerman.

        Luar biasa terhadap respon mereka yang cepat! 

        Tak hanya sudah membayarkan kompensasi, melalui customer service mereka mengirimkan permintaan maaf via telepon rumah. Karena kami tidak mencantumkan nomor hape, maka kami memasukkan nomor telepon rumah. Saat itu, kami berdua tidak berada di rumah sehingga telepon rumah pun merekam pesan yang masuk. Pesan itu adalah permintaan maaf dari customer service perkereta-apian.

        Dari pesan dikatakan bahwa kami akan mendapatkan kompensasi berikutnya sebagai bentuk permintaan maaf. Seminggu setelah menerima pesan di telepon, kami mendapatkan lagi kompensasi berupa voucher potongan harga. Ini diluar perkiraan bahwa mereka benar-benar menghargai hak penumpang. Selain itu, keterlambatan di Jerman memang tidak dapat ditoleransi. Ini buktinya, jadwal kereta terlambat maka ada kompensasi yang seharusnya didapatkan penumpang.

        Saya salut terhadap kebijakan yang sudah dibuat bahwa kompensasi diberikan bilamana ada hal yang tidak sesuai, seperti keterlambatan. Saya salut bahwa mereka merespon keluhan penumpang. Saya salut bahwa mereka memberikan kompensasi sesuai kebijakan yang berlaku. Saya salut bahwa mereka membuat segala cara agar penumpang tidak menyesal menggunakan jasa transportasi kereta api. Jika ini diberlakukan, siapa pun pasti suka berpergian dengan transportasi umum.

        Bagaimana pengalaman anda menggunakan jasa kereta api? Apakah pernah mendapatkan kompensasi juga saat kereta datang terlambat?