Bruschetta: Makanan Khas Italia (1)

Makan malam di restoran di Italia, bruschetta (kanan) dan roti cabiatta di depan.

Ini daging asap dan keju mozarella di dalam seperti menggunung.

Bruschetta diracik sendiri terdiri atas roti cabiatta, keju mozarella dan daging asap.



Mari membicarakan makanan khas Italia yang mungkin sudah pernah anda dengar, namun tidak familiar mungkin di Indonesia. Di gerai pizza di Jakarta, pernah ada menu bruschetta. Namun sebenarnya makanan ini di negeri aslinya berbeda dengan yang anda dapatkan seperti di Jakarta. Mengapa? Perubahan makanan bisa saja disesuaikan dengan kondisi setempat. 

Bruschetta dari Italia pernah saya bahas saat saya traveling ke Roma, Italia. Bruschetta menjadi menu kuliner wajib bila anda berkunjung ke negeri Pizza tersebut. Bruschetta sebenarnya adalah roti panggang, cabiatta bread yang umumya dipakai lalu ada yang memberi bawang putih sebagai topping, ada yang tidak memberikannya. 

Di Eropa umumnya jika kita memesan bruschetta, roti tidak diberi olesan bawang putih karena khawatir tak semua pelanggan menyukainya barangkali. Untuk topping roti, bisa diletakkan tomat, sayuran, keju atau daging cincang. Namun saya tidak mendapatkan itu di Italia, di Jerman maupun di Austria. Loh kok?

Bruschetta saat dipesan di hotel berbintang di Austria. Terlihat menarik dan indah!



Ceritanya, saya memesan makanan tersebut kala makan malam di suatu hotel di Austria. Karena makan di hotel berbintang, pilih makanan ini agar pas di kantong. Bruschetta yang disajikan kurang lebih sama seperti kala saya makan dengan suami di Roma, Italia. Bruschetta terdiri atas roti cabiatta dengan topping adalah irisan keju mozarella, tomat segar dan daging asap schinken. Sebagai pemanis, di atas ditaburi oregano tabur dan daun cincang. Terakhir di sekitar piring diberi olesan olive oil. Namanya makan di hotel berbintang, tentu tampilannya pun indah. 

Rasa bruschetta pun nikmat sekali. Tiba-tiba si pramusaji menanyakan santapan saya, saya pun merespon dengan bahasa Jerman sebagai apresiasi. Akhirnya si pramusaji mengatakan bahwa saya tak salah memesan bruschetta sebagai makan malam. Di bulan November adalah musim dimana masyarakat tradisional di wilayah Italia menyantap makanan ini. Jadi roti diberi topping yang lezat agar semua menyukainya. Begitu katanya. 

Mendapatkan pengalaman makan bruschetta di dua negara tersebut, saya juga mencoba meraciknya sendiri di rumah. 

Ini bahan sederhana yang diperlukan bila ingin membuatnya sendiri di rumah.

Bahan yang diperlukan:

  1. Roti cabiatta.
  2. Schinken atau daging asap.
  3. Keju mozarella.

Cara membuat:

  1. Iris roti cabiatta menjadi kepingan.
  2. Lalu potong keju mozarella menjadi potongan kecil.
  3. Beri daging asap di sekitarnya. Selesai!

So, demikianlah bruschetta dari mulai disajikan di restoran di Italia. Lalu saya memesannya di hotel berbintang di Austria. Terakhir saya mencobanya sendiri di Jerman. Lengkap! 

Bagaimana pengalaman anda makan bruschetta?

    Baca https://liwunfamily.com/2017/10/15/7-daftar-kuliner-wajib-dicoba-di-roma-italia/

    Advertisements

    Apa yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu di Stasiun Roma Termini, Italia?

    What should you do when you are in Roma Termini station for transit awhile?

    Me and my husband just stopped for awhile in Roma Termini Station before going back to Germany. We had a few hours to spend the time during around the station. Here are the ways to do when you are in Roma Termini Station:

    1. Visit to Basilica of Santa Maria.
    2. Go shopping.
    3. Trying the taste of Italian food in food area. 
    4. Enjoying coffee or ice cream in certain bar.

    This followed explanation is in Bahasa Indonesia. Hope it informs to Indonesian Tourist who will visit Italy around.

    ****

    Selamat datang di stasiun Roma Termini!

    Stasiunnya cukup besar dan tersedia berbagai fasilitas, termasuk berbelanja.

    Pastikan jadwal kereta anda yang tertera di monitor jika ingin menghabiskan waktu di sini. Di sini tidak ada announcement audio yang mengingatkan seperti stasiun di Indonesia kebanyakan.


    Tiba di stasiun Roma Termini, saya dan suami memang berencana untuk makan malam sebelum mendapati kereta menuju ke Jerman. Di stasiun pusat kota Roma ini, mudah kami mendapati restoran atau food court dengan berbagai citarasa makanan. Memang tak perlu khawatir kelaparan meski harga makanan lebih mahal ketimbang di luar stasiun. 

    Untuk ‘urusan ke belakang’ alias ke toilet, anda mesti bayar 0.70€ – 1€. Cukup mahal ya! Semua kafe dan restoran tidak menyediakan toilet. Jadi anda harus menggunakan toilet umum dan membayarnya untuk membuka pintu toilet. Lalu jika masih banyak waktu, di sini ternyata ada penyimpanan bagasi sementara seperti di stasiun Hauptbahnhof Salzburg. Lokasinya tak jauh dari pusat perbelanjaan. Ketimbang membawa tas dan barang-barang anda, anda bisa melakukan banyak hal tanpa dibebani barang bawaan.

    Baca https://liwunfamily.com/2017/10/09/apa-yang-bisa-dilakukan-saat-transit-di-stasiun-salzburg-austria/

    Mengapa kita tidak langsung menuju ke kereta? Di sini gerbang periksa tiket yang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kereta. Kita diijinkan masuk sesuai jadwal yang tertera pada monitor yang tersebar di seluruh stasiun. Jadwal kereta tujuan akan tayang sekitar 30 menit sebelumnya. Jadi jangan harap bisa masuk sejam sebelumnya!

    Berikut empat hal yang bisa dilakukan jika anda menunggu waktu kereta saat berada di stasiun Roma Termini.

    Pertama, mengunjungi Basilika Santa Maria.

    Tampak Basilika Santa Maria dari pusat kota. 

    Di sela waktu menunggu di stasiun, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk mengunjungi Basilika Santa Maria yang letaknya tak jauh. Letak Basilika Santa Maria kira-kira lima sampai sepuluh menit dengan berjalan kaki tentunya. Bangunannya bergaya baroque dan menarik. Basilika dibangun untuk menghormati Bunda Maria yang melindungi bangsa Romawi jaman dulu kala. Meski Basilika ini berada di wilayah kota Roma yang tentunya masuk dalam wilayah negara Italia, namun Vatikan pun punya kewenangan terhadap Basilika Santa Maria ini. 

    Di Basilika ini terdapat Cappella Sistina, dimana dimakamkan Santo Jerome pada abad 4. Beliau yang menerjamahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Basilika ini juga merupakan salah satu situs yang dilindungi UNESCO.

    Kedua, berbelanja alias shopping.

    Bisa shopping, tampak tenant Victoria’s screet dan berbagai barang ternama dijual di pusat pertokoan.

    Ini yang disukai kaum perempuan, berbelanja. Di stasiun Salzburg, kita perlu keluar stasiun untuk ngemall. Di sini tidak, beberapa tenant barang ternama dijual di area pertokoan stasiun. Sambil menunggu waktu kereta, kita bisa memilih barang-barang belanjaan. Jika harganya lagi diskon, kita bisa beruntung membelinya. 

    Belum beli oleh-oleh atau sovenir, anda bisa membelinya sekaligus di sini. Saya menyarankan jika anda suka masak, silahkan beli pasta buatan Italia yang otentik! Mungkin strategi mendekatkan mall di stasiun menarik juga. Siapa tahu di Indonesia, ide ini bisa ditiru agar mall tidak sepi!?

    Ketiga, makan.

    Salah satu sudut food court di lantai 2.

    Fusilli yang yummy di sini.

    Karena makanan Italia sudah mendunia, maka perlu banyak mencoba kuliner lain di sini. Stasiun menyediakan aneka rasa kuliner dari model fast food hingga makanan tradisional. Sembari menunggu waktu kereta, tak ada salahnya buat wisata kuliner hanya di stasiun Roma Termini saja. 

    Keempat, menikmati es krim atau secangkir kopi.

    Es krim.

    Di stasiun ini juga bertebaran kafe yang menjajakan kopi. Jika merasa kantuk menyerang, silahkan  datang ke gerai kafe atau tenant sederhana yang menjual kopi khas Italia. Tak suka kopi, ada juga tenant yang menjual es krim, dijamin anda puas menikmati es krim di sini yang enak sekali. 

    Kesimpulan

    Jika sudah berada di stasiun Roma Termini, saya sarankan perhatikan barang bawaan anda. Banyak teman yang curhat bahwa sering terjadi kecopetan di sini. Jangan sampai terlena saat berbelanja atau asyik makan! Lalu perhatikan pula jadwal kereta anda! Kereta selalu memiliki jadwal yang tepat waktu. Pastikan anda sudah berada di gerbang periksa tiket 30 menit sebelum jadwal kereta!

    Semoga bermanfaat😁

    Ayo Masak, Nudeln mit Tomatensauce!

    Setuju jika dikatakan tomat kaya akan vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh.

    Caranya mudah untuk membuat saos tomat. Hancurkan tomat sehingga menjadi daging tomat yang halus lalu tambahkan berbagai bumbu yang anda suka saat dimasak dalam wajan panas.

    Saos tomat diletakkan di atas nudeln/pasta.

    Begini tampilannya setelah saos tomat diaduk rata ke dalam mie.

    Inspirasi traveling membawa saya pada keinginan untuk mencoba resep lain asal Italia. Masakan selanjutnya adalah Nudeln mit Tomatensauce. Meski namanya terdengar Jerman, namun sesungguhnya bila ditelisik makanan ini berasal dari Italia. Masakan Italia sudah mendunia, begitu pendapat saya. Contohnya makanan ini yang menurut saya tidak jauh berbeda dengan ‘Pasta Saus Tomat.’ Setelah saya telusuri riwayat makanan ini, pasta saus tomat juga dibuat di negara lain semisal Amerika, Perancis, Inggris dan beberapa negara lain, bahkan hingga di Jerman. Hanya di sini, penyebutannya menjadi Nudeln mit Tomatensauce.

    Tomat kaya akan nutrisi dan vitamin yang baik untuk tubuh. Tomat dipercaya mengandung antioksidan yang kuat sehingga tubuh mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan penyakit kanker misalnya. Siapa pun setuju jika dikatakan tomat punya banyak manfaat untuk kesehatan, kecantikan dan kebugaran tubuh. Ini pula yang mendasari mereka yang suka masak, membuat saus tomat agar menambah kelezatan pasta. Pasta saos tomat sudah diklaim dalam buku resep dari seorang koki Italia pada sekitar abad 18.

    Saos tomat sesungguhnya bagi saya mudah, saya bisa membeli yang sudah tersedia dalam bentuk kemasan di supermarket. Namun ada pula yang membuatnya secara khusus dari bahan dasar tomat. Daging tomat yang dipilih, dihancurkan secara halus. Panaskan wajan dengan minyak zaitun kemudian masukkan daging tomat yang sudah halus tersebut. Tambahkan garam dan sedikit gula sebagai penyedap rasa. Done! Namun ada pula saat memasak saos tomat, mereka menambahkan bawang putih atau bawang bombay sesuai selera anda lalu hancurkan dan masukkan sebelum daging tomat dimasak. Lain lagi untuk menambah rasa saos tomat, orang lain memasukkan lada, daun basil dan oregano yang dihancurkan setelah saos tomat setengah masak.

    Selanjutnya, ayo kita masak!

    Bahan yang diperlukan:

    • 3 liter konsentrat saus tomat yang bisa dibeli di supermarket.
    • 1 sendok teh kaldu sayur.
    • Bawang putih bubuk secukupnya.
    • Oregano bubuk secukupnya.
    • Garam dan merica.
    • Gula.
    • 150 Gram nudeln/pasta
    • Air.
    • Minyak sayur secukupnya.

    Cara memasak:

    1. Masak air hingga mendidih kemudian masukkan nudeln. Tunggu hingga 10 menit baru matikan kompor. Tiriskan nudeln dan singkirkan.
    2. Panaskan wajan dan masukkan minyak sayur. Masukkan 3 liter kosentrat saus tomat ke dalam wajan dan kaldu sayuran penyedap rasa. Tambahkan bawang putih bubuk, oregano bubuk, garam, merica dan sedikit gula. Namun itu semua tergantung selera anda. Tambahkan air sedikit. Masak hingga mengental baik.
    3. Siap disajikan. Siapkan nudeln ke dalam piring lalu tuang saus tomat sebagai topping.

    Catatan dari saya:

    • Untuk bubuk penyedap rasa sebagai tambahan, disesuaikan dengan selera anda. Jika anda suka pedas, maka anda bisa tambahkan bubuk paprika atau irisan cabai misalnya.
    • Anda juga bisa menambakan irisan daun basil dan tidak menambahkan bubuk oregano.
    • Jika rasa saos tomat terlalu masam, saya tambahkan gula tabur sebelum disantap.
    • Mungkin bagi anda, makanan ini terasa hambar. Anda bisa menambahkan daging cincang giling sebelum dimasukkan konsentrat saos tomat.

    Selamat makan!

     

    Mari Memasak Spaghetti Bolognese!

    Spaghetti Bolognese ala Anna.

    Tak perlu repot membuat sausnya, beli saja bubuk racikan yang sudah ada di supermarket.

    Setelah dari kemarin kita membahas wisata Italia dan mencicipi makanan khas di restoran mereka. Saatnya saya membuat ‘Spaghetti Bolognese.’ Sebelum ke Roma, memang saya melewati Bologna yang menjadi asal muasal nama makanan ini. Menurut penduduk Italia, spaghetti adalah makanan tradisional asal Bologna yang dengan resep daging sapi cincang beserta saus tomat menjadi ciri khas sebagai topping. Resep ini sudah ada sejak abad 18. Menariknya memang saos ini tidak dicampurkan ke dalam spaghetti melainkan terpisah di atas. Ini memang ciri khas orang Italia yang saya alami selama di sana.

    Jika anda merasakan saus Bolognese dalam sajian spaghetti, apakah anda merasakan hal yang sama seperti saya? Sepertinya bumbunya tak jauh berbeda dengan lasagna, ya ‘kan? Ternyata memang demikian adanya setelah saya lihat di food court di Italia, si koki memasukkan bumbu racikan yang sama untuk spaghetti bolognese dan lasagna. Agar tidak diklaim oleh negara lain, pemerintah Italia sudah mendaftarkan makanan ini sebagai otentik milik mereka. Di Asia terkadang resep spaghetti bolognese sudah tercampur dari adaptasi gaya kuliner Amerika atau Austrlia yang juga menjadi pendatang orang Italia pada jaman dulu kala.

    Sebelum kita memasak, saya jelaskan dulu tentang saus bolognese. Saus ini adalah racikan bawang putih dan beberapa rempah-rempah khas Italia. Resep asli saus menggunakan anggur putih sehingga rasanya dan tekstur daging setelah dicampurkan berasa berbeda. Untuk membuatnya kental dan penuh rasa, saus perlu ditambahkan tomat. Lalu sebagai penutup sajian adalah menaburi dengan parutan keju. Itu pun jika anda suka.

    Langkah selanjutnya memasak seperti di bawah ini:

    Bahan yang diperlukan:

    • 250 Gram spaghetti
    • 200 Gram daging sapi cincang
    • Air
    • 1 Bubuk spaghetti bolognese
    • Minyak secukupnya

    Langkah memasak:

    1. Masak terlebih dulu spaghetti selama 10 menit dalam air yang sudah mendidih. Agar tekstur kekenyalan spaghetti, saya suka memasukkan sedikit minyak sayur ke dalam rebusan pasta.
    2. Setelah itu angkat dan tiriskan spaghetti.
    3. Panaskan minyak sayur di wajan. Tumis daging sapi cincang hingga berwarna kecoklatan. Setelah itu masukkan air secukupnya untuk saus. Kemudian tambahkan bubuk spaghetti Bolognese. Masak dengan api kecil kurang lebih 5 menit.
    4. Jika anda suka, silahkan taburi dengan irisan keju. Siap disajikan untuk porsi 2-3 orang.

    Mudah bukan? Maksud saya, tidak usahlah repot bagaimana membuat saus bolognese. Pergi ke supermarket dan dapatkan yang sudah tersedia!

    Selamat mencoba!

    Reviu: Hotel Il Castelletto, Rome

    Hotel tampak depan.

    Mesin kopi yang dimiliki hotel.

    Kopi espresso.

    Dua cangkir cappucino.

    Mohon informasi bagaimana cara saya untuk tiba di hotel karena kemungkinan kami check in lebih awal” kata saya dalam Bahasa Inggris di surat elektronik yang ditujukan kepada petugas hotel setelah kami memesannya. Kami baru kirim pesan hotel dua hari sebelum keberangkatan. Saya pikir jika staf hotel tidak merespon maka apa daya kami akan cari cara untuk tiba di hotel. Namun tak berapa lama, pertanyaan kami direspon oleh staf hotel. Ini adalah salah satu ciri hotel yang kami rekomendasikan. Apa itu? Staf yang helpful.

    Saya akan pertimbangkan kembali untuk menginap bila tak ada respon dari staf hotel bila kami bertanya sesuatu via email. Mengapa? Saya berpikir jika pertanyaan mudah saja tidak dijawab oleh pihak hotel maka bagaimana jika terjadi sesuatu dan kami memerlukan bantuan mereka saat menginap. Tentu ini bukan hal yang baik. Karenanya nomor satu sebelum saya menginap, apakah staf hotel sangat membantu?

    Alasan kedua mengacu pada tujuan dari traveling itu sendiri. Jika banyak lokasi wisata yang harus dijangkau maka kami pilih penginapan yang berada di dekat lokasi wisata agar mudah dan murah transportasinya. Untuk berpergian kali ini, kami memilih hotel yang dekat dengan Vatikan. Tentu pertimbangan ini diperlukan mengingat banyak orang sudah berpendapat bahwa memasuki Vatikan perlu antri yang berjam-jam. Alasan dekat dengan Vatikan meski jauh dari pusat kota Roma menjadi pertimbangan. Hotel ini layak bilamana anda ingin berkunjung ke Vatikan. Begitu selesai sarapan jam 9 pagi, kami sudah meluncur dengan bis hanya sekali naik, tiga puluh menit kemudian kami tiba. Mudah dan cepat.

    Kemudian yang jadi pertimbangan selanjutnya adalah gratis sarapan. Ada beberapa hotel dengan harga yang kurang lebih sama, mereka mengenakan charge untuk 1 orang per hari saat sarapan 5€-7€. Hotel ini tidak. Sarapan khas western tentunya, cukup buat mengganjal perut hingga siang. Meski pilihan sarapan tidak banyak namun cukup baik ketimbang kami harus membeli sarapan.

    Dan yang terutama nih, dari testimoni tamu hotel sebelumnya mengatakan bahwa hotel ini menyajikan kopi yang enak. Benar saya kami puas minum kopi di sini. Semula saya yang tak pernah meminum esspresso pagi hari, bisa merasakan kenikmatan rasa dan aroma kopi yang bertahan lama. Kopinya luar biasa. Staf hotel yang membuat kopi pun bangga bila kopi yang mereka buat itu dinikmati oleh tamu. 

    Stafnya ramah itu juga pertimbangan. Suasana penginapan yang hommy membuat tamu juga betah menginap. Mereka benar-benar membantu bilamana kita bertanya tentang arah jalan atau tujuan wisata. Ingat tamu adalah raja! Jika staf hotel memperlakukan tamu dengan baik, tentu hukum alam pun bekerja. Artinya hotel pun kelimpahan tamu yang lebih lagi.

    Selain itu kebersihan hotel menjadi hal penting dalam pertimbangan memilih hotel. Tentu tak lepas dari layanan cleaning service setiap hari. Kamar bersih seperti semula dan perlengkapan mandi yang baru tentu tamu juga merasa senang. Siapa sih tamu yang senang bilamana jauh-jauh datang sebagai turis dan lelah karena berwisata lalu kemudian kembali ke hotel, kamar tidak dibersihkan? Tentu ini menjadi poin tambahan bagi hotel untuk diperhatikan.

    Lalu yang terakhir meski ini bukan pertimbangan utama, namun penting adalah ketersediaan WIFI bagi tamu. Di era milenial seperti ini, kita pasti ingin tetap terhubung dan terkoneksi via internet. Internet yang gratis dan koneksi yang baik amat dibutuhkan tamu. Tidak hanya sebagai sarana komunikasi namun ketersediaan internet membuat tamu juga bisa mencari informasi seputar wisata. 

    Di atas adalah alasan kami memilih hotel berdasarkan pengalaman. Tak semua berisi pujian, ada hal yang perlu jadi pertimbangan dan mungkin ini bukan nilai plus dari hotel. Apa saja?

    1. Hotel tidak berada di pinggir jalan. Jadi anda perlu berjalan kira-kira 200 meter dari jalan utama setelah halte bis. Atau anda perlu berjalan 3 menit dari hotel ke jalan utama begitu pun sebaliknya.
    2. Harga hotel tak termasuk pajak kota yang ditetapkan sebesar 3€ per orang per malam.
    3. Jauh dari pusat wisata Roma. Anda perlu naik bis selama 30-40 menit. Belum lagi waktu untuk menunggu bis di halte. 
    4. Tidak bisa terjangkau oleh Metro, kereta Italia atau Trem semacam Straßebahn. Anda hanya bisa mudah mencapai dengan bis. 

    Demikian pendapat dan pengalaman kami. Namun menurut kami, hotel ini recommended bila berkunjung ke Roma, Italia. Lebih jauh bisa dilihat di sini.

    Semoga bermanfaat!

    Menanti Senja di Roma, Italia

    Silahkan baca:

    Suka Sejarah? Wajib Datang ke Castle San’Angelo, Roma

    Kastil tampak depan dengan patung malaikat nan cantik di sisinya.

    Kastil tampak samping. Kastil berbentuk silinder.

    Tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk ke Palazzo Venezia selama tujuh hari sejak tiket dikeluarkan.

    Baju prajurit dan senjata jaman dulu kala.

    Patung Malaikat Agung Santo Mikael membawa pedang yang diceritakan dalam legenda di kastil ini.

    Prosesi Yesus dimakamkan setelah disalibkan. Sejarah peradaban romawi tak luput dari ajaran kekristenan.

    Sungai Tiber di depan kastil. Kastil ini dibangun di sisi kanan sungai.

    Hari terakhir di Roma, kami manfaatkan dengan berkunjung ke kastil yang terlihat megah dari kejauhan. Ceritanya usai berkunjung ke Vatikan, kami melihat kastil ini dari dalam bis. Akhirnya diputuskan berangkat ke kastil sebelum menuju ke Stasiun Roma Termini. 

    Gerbang kastil saja sudah seperti istana. Melewati jembatan, menyeberangi sungai Tiber yakni sungai ketiga terbesar di Italia. Jika anda belajar sejarah, bahwasanya peradaban manusia jaman dulu selalu dimulai di area subur dekat sungai. Nah, di sinilah peradaban romawi yang menjadi akar kebudayaan latin dimulai. Kastil ini menyimpan rangkaian sejarah kejayaan romawi berabad-abad lamanya.

    Memasuki pintu masuk, akan banyak orang menawari jasa pemandu wisata lengkap dengan alih bahasa. Usul saya, sebaiknya anda memilih alih bahasa dari layanan wisata di dalam kastil. Cukup bayar 5€ per orang, sesuaikan dengan jadwal bahasa yang tertera, sementara hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Italia saja. Per grup maksimum 15 orang maka anda akan mendapatkan kekayaan informasi dan bertanya pada pemandu bagaimana peradaban romawi jaman dulu kala.

    Malas bayar pemandu wisata? Wisata di kastil ini moderen sekali. Setelah anda bayar tiket masuk sebesar 14€ per orang maka akan anda petugas mengaktifkan aplikasi dalam hape anda. Di tiap tiket masuk ada PIN tertera. Masukkan nomor PIN sesuai arahan aplikasi. Di dalam kastil tersedia WIFI. Asyiknya setelah anda terkoneksi internet maka anda bisa mendengarkan panduan dan penjelasan tentang setiap tempat di dalam kastil. Keren kan! Rasanya Indonesia bisa mencontoh proyek ini di museum kita barangkali.

    Kastil ini disebut juga MOUSOLEUM of HADRIAN. Mengapa? Karena kastil ini awalnya diperuntukkan untuk keluarga Raja Hadrian. Di sini pula terdapat makam sang Raja. Kejadian wafatnya sang Raja Hadrian mungkin antara tahun 134 dan 139 sebelum masehi. Cocok ya, jika ingin belajar sejarah dengan datang ke sini karena sudah ada sebelum masehi.

    Dulunya nih kastil ini jadi bangunan tertinggi di seluruh kota Roma. Wow! Bahkan untuk bisa melihat keindahan kota Roma dengan arsitekturnya yang megah dan tertata rapi sejak jaman dulu kala, anda wajib melihat di lantai teratas kastil. Di lantai atas ini anda bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus Vatikan, yang berada di seberang kastil. Konon pernah tinggal juga Paus di dalam kastil ini. Tak hanya dijadikan tempat tinggal Raja, makam Raja dan tempat sementara bagi Sri Paus, katanya nih di sini pernah dijadikan lokasi penjara bagi tahanan politik. Hmm, tiap lokasi dari kastil ini semuanya ada unsur sejarah. Rasanya anda tak akan cukup berkeliling hanya beberapa jam saja.

    Bangunan ini berbentuk silinder dengan taman di lantai teratas. Bayangkan jaman sebelum masehi mereka sudah memikirkan arsitektur yang luar biasa seperti ini. Sangking kokohnya kastil ini, anda akan melihat bahwa tempat ini pernah dijadikan benteng pertahanan. Di sini pula anda akan melihat perlengkapan senjata aneka rupa dari jaman ke jaman. Ini seperti film Robin Hood deh! Tak hanya senjata, ada berbagai peninggalan seperti baju tentara jaman dulu dan pernak-pernik kerajaan.

    Sebuah legenda dikatakan bangsa romawi pernah tidak mempercayai Tuhan, lalu masyarakatnya kembali memeluk berhala. Akhirnya terjadi wabah penyakit di kota Roma. Ada yang melihat Malaikat Agung St. Mikael melindungi kota Roma dengan membawa pedang di tangan dan wabah pun berhenti. Simbol malaikat membawa pedang dapat anda lihat di lantai teratas untuk mengenang peristiwa tersebut. Ada patung malaikat membawa pedang di puncak kastil. Di sisi jembatan masuk kastil juga anda melihat patung-patung malaikat yang cantik.

    Di kastil ini anda belajar bagaimana kekaisaran romawi pernah ada dengan berbagai lambang kebesarannya seperti bendera dan peninggalan kejayaannya. Munculnya kekristenen di Roma, membuat kastil ini tak luput dari budaya kekristenan seperti benda seni lainnya yang mencerminkan kisah sengsara Yesus atau lukisan yang indah seperti perjamuan terakhir Yesus beserta muridNya.

    Untuk toilet tersedia di lantai bawah setelah loket beli tiket dan lantai paling atas dekat toko sovenir. Anda juga bisa menyantap masakan khas Italia dengan suasana romantis pemandangan kota Roma. Begitu luasnya kastil ini, anda perlu memakai alas kaki yang super nyaman. Meski bangunannya tampak seperti labirin, jangan khawatir tersesat karena selalu ada petugas untuk memantau turis.

    Apakah anda suka sejarah? Saya rekomendasikan anda untuk datang ke sini.

    Video singkat 23 detik tentang Roma dari lantai teratas kastil meski tak sempurna penampakannya😁

    5 Alasan Berkunjung ke Roma, Italia

    Kota Roma dari atas Castle San’Angelo. Tampak di seberang adalah Basilika Santo Petrus.

    Mesin otomatis untuk membeli tiket metro, di dalam stasiun Roma Termini.

    Kota Roma sudah ada dalam buku sejarah yang saya pelajari di sekolah dulu. Ini berarti kota ini termasuk kota tua. Seingat yang saya pelajari, kota Roma memiliki tata kota yang mengagumkan peradaban kala itu. Wajar saja banyak bangsa lain datang mempelajari perkembangan tata kota Roma yang sudah cukup maju pada jamannya. Di Roma pula banyak nama populer bermunculan seperti Julius Caesar yang dikenal dengan kepemimpinannya.

    Saat saya ngobrol dengan staf hotel, tempat saya menginap. Dia bercerita ada salah seorang tamunya bertanya dimana letak shopping center karena ingin membeli barang dari merek ternama. Kata staf hotel “Anda salah besar jika datang ke Roma untuk berbelanja. Ini bukan tempatnya!” So berdasarkan cerita staf hotel, berikut lima alasan mengapa orang datang ke Roma.

    Apa saja?

    1. Alasan keagamaan

    Basilika Santo Petrus di Vatikan.

    Di Roma ada Vatikan, negara privat ini memang negara dalam negara. Ini negara istimewa yang menjadi pusat kekristenan berabad-abad lamanya. Kemudian kini Vatikan hanya menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik. Di sini pula tempat tinggal dan kewenangan Sri Paus yang menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik dan dipercaya menggantikan Santo Petrus, salah satu dari Rasul Yesus Kristus.

    Tak hanya Vatikan yang menjadi tujuan bagi umat Katolik. Di kota Roma bertebaran konggergasi dan organisasi biarawan-biarawati. Juga beberapa Basilika yang dibangun megah dan indah menjadi tujuan ziarah lain seperti Basilika Santa Maria di pusat kota Roma. Banyak gereja yang dibangun megah sebagai tempat beribadah dan memuji Tuhan. Rasanya layak bila disebut turis datang untuk alasan keagamaan. Ini pula yang sering saya jumpai dalam iklan di Indonesia bahwa Roma sekaligus Vatikan menjadi tujuan kunjungan keagamaan. 

    2. Alasan sejarah 

    Lihat saja situs ini sebagai sisa peradaban kejayaan Romawi yang pernah ada!

    Sebagaimana yang dikisahkan tentang peradaban kota Roma yang dimulai dari Sungai Tiber di tengah kota Roma. Di sini pula awal berdiri Roma sebagai pusat kebudayaan latin pada masa itu. Bahkan anda akan menemukan banyak situs peninggalan sejarah yang masih terpelihara untuk menunjukkan kejayaan kekaisaran Romawi. Sebut saja Kaisar Julius Caesar yang dikenal ahli dalam pemerintahan. Ini sebab tata kota Roma begitu memukau termasuk pembangunan arsitekturnya. 

    Jika menonton film yang berkaitan kerajaan romawi misalnya anda bisa menemukan sejarah ribuan tahun lalu sebelum masehi kala masih banyak orang memuja dewa-dewi di kota ini. Ya, Pantheon yang dijadikan kuil untuk menyembah dewa masih terawat rapi hingga sekarang di kota ini. Atau Colloseum sebagai tempat gladiator berduel, masih bisa dikunjungi bahwa dulu tempat ini dijadikan adu kehebatan dan kekuatan antar manusia. Bahwa dulu sejarah yang dimulai ribuan tahun lalu sebelum dan sesudah masehi lengkap di sini. Tentu pecinta sejarah tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung dari satu museum ke museum lainnya di sini.

    3. Alasan kuliner

    Ristorante atau restoran dalam bahasa Italia, di salah satu pusat kota.

    Ketika saya membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ lalu menontonnya kini saya sadar bahwa tokoh utama mengalami kenyamanan dan kenikmatan sajian makanan di Italia. Mengapa tidak? Kuliner di Italia itu semua enak. Di pusat Italia seperti kota Roma, anda bisa menemukan sebaran kuliner yang mungkin sudah membumi di Indonesia. Sebut saja pizza, pasta, es krim hingga tiramisu yang pasti pernah anda rasakan di Indonesia. Datang ke sini seolah saya ingin merasakan semua kuliner itu secara otentik. Rupanya lidah saya pun tidak protes pada semua masakan yang disajikan dengan penuh cinta dari para koki. Biasanya saat saya traveling, saya butuh adaptasi untuk rasa makanan lokal yang ditemukan. Di Italia, saya benar-benar jatuh cinta dengan kulinernya!

    4. Alasan budaya dan bahasa

    Salah satu peninggalan berciri Baroque, Fontana Di Trevi.

    Di sini berkembang kebudayaan latin sebagaimana yang tersampaikan dalam sejarah. Di sini pula ada bahasa Italia dan bahasa Latin untuk dipergunakan di Vatikan. Roma yang dibangun sejak ratusan tahun lalu sebelum masehi pernah menjadi pusat kekaisaran romawi. Kebudayaan yang berkembang dalam seni arsitektur tumbuh di sini, tentu terlihat dari pahatan dan bangunan. Ada dua aliran di sini, Renaissance dan Baroque. Anda pasti terkagum-kagum bahwa bangunan itu masih ada hingga kini. Di sini pula pernah berkembang rezim fasisme antara tahun 1922-1943 yang bisa anda temukan dokumentasinya di Museum Nasional. 

    5. Alasan seni

    Salah satu lukisan.

    Lukisan lain yang ditemukan di Castle San’Angelo.

    Siapa tak kenal penyanyi bersuara emas seperti Josh Groban, Pavarotti atau Andrea Bocelli atau grup band Ill Divo. Kesemuanya bernyanyi dengan ciri khas suara emas yang tiada duanya. Lepas dari seni suara, ada seni lukis yang memukau dunia. Siapa pun berdecak kagum melihat lukisan mewarnai setiap Gereja dan Basilika, indah dan sempurna. Itu sebab di kota Roma ada sejumlah institut dan akademi untuk seni yang terkenal di dunia.

    So, demikian lima alasan mengapa perlu berkunjung ke kota Roma. Ada pendapat?

    7 Daftar Kuliner Wajib Dicoba di Roma, Italia

    Jika mengenal bangunan ini, anda pasti tahu dimana ini? Colloseum di Roma, Italia.

    Pernah membaca novel ‘Eat, Pray and Love’ sekaligus menonton film yang diperankan oleh Julia Roberts, membuat saya meyakini bahwa Italia adalah negeri yang kaya akan kuliner. Mengapa tidak? Banyak makanan di luar sana yang mengenal makanan khas negeri ini. Sebut saja Pizza, siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini. Bahkan di Indonesia, gerai pizza tidak hanya di restoran eksklusif, di pedagang kaki lima pun mereka menyebut pizza dalam daftar menu. Atau aneka pasta dan spaghetti juga mudah ditemukan di seluruh dunia. Dengan berbagai bumbu saus untuk pasta, membuat siapa pun suka makanan khas negeri ini.

    Ini pula yang menjadikan alasan saya untuk pergi ke Italia. Wisata kuliner rasanya tepat setelah wisata sejarah. Bersyukurlah saya tidak tinggal lama karena saya khawatir ukuran baju saya tidak akan muat sekembalinya dari sana. Setiap kuliner yang saya coba, semua benar-benar enak. Bahkan biasanya lidah saya protes saat traveling karena rasa dan tekstur makanan yang berasa aneh. Namun di Italia, lidah saya bergoyang karena luar biasa lezat sekali.

    Kali ini saya buat daftar kuliner yang wajib dicoba di negeri aslinya, Italia. Menurut saya, daftar ini wajib anda coba saat bertandang ke Italia. Apa saja?

    1. Kopi

    Segelas kopi espresso.

    Saya belum pernah mencoba minum kopi espresso karena khawatir maag saya kambuh. Setelah mencoba minum espresso dan cappucino di sini, Puji Tuhan tak ada masalah dengan perut saya. Entah karena racikannya, entah alasan apa namun saya memuji kopi buatan mereka. Sumpah! Kopi mereka enak sekali. Di sini kopi bukan sekedar minuman, tetapi budaya. Orang Roma menikmati kopi yang disebut ‘Bar Kopi’ bak layaknya kebiasaan hidup. Setelah makan siang pun, mereka minum kopi. Ini sama seperti di Jerman, dimana bir diminum kapan pun.

    Hey Coffee Lovers, anda perlu menikmati kopi mereka yang benar-benar nikmat ini. Pilihannya ada pada espresso, cappucino atau macchiato. Setelah menikmati kopi, puji kopi buatan mereka agar mereka bangga bahwa mereka telah berhasil membuat anda jatuh cinta dengan Italia. Rekomendasi tempat minum kopi tersebar di pelosok kota Roma. Bahkan di hotel pun, kopi disajikan dengan penuh cinta untuk anda sebagai tamu hotel. 

    2. Pizza

    Pizza Margherita dan Pizza Marinara.

    Suasana penjualan pizza kala malam hari.

    Pizza yang ada di Indonesia bermula dari buatan negeri Paman Sam. Sesungguhnya jika anda mencoba pizza di Italia, anda akan menikmati tekstur roti pizza yang berbeda dengan pizza yang dikenal di Indonesia. Pizza dijual di setiap ristorante atau restoran dalam bahasa Italia. Makanan ini bisa untuk makan siang seloyang penuh untuk satu orang. Atau pizza untuk makan malam dengan irisan yang tak penuh. Silahkan disesuaikan dengan selera anda!

    Suatu malam saya dan suami menemukan gerai pizza yang dipenuhi oleh banyak orang. Karena penasaran maka kami mampir dan sekedar mencicipi. Rasa pizza di Italia ternyata berbeda dengan yang dijumpai di Indonesia atau di Jerman. Ada aneka macam topping rasa yang dikehendaki dengan kisaran 1,5€ hingga 2€. Hmmm, lezat sekali!

    3. Pasta

    Pasta saus tomat.

    Pasta saus tuna.

    Kami terlambat menikmati makan siang di hari kedua di Roma. Begitu asyiknya menikmati lokasi wisata membuat kami lupa bahwa perut kami sudah mulai menari. Kami berjalan agak jauh dari lokasi wisata agar harga mahal di restoran tidak begitu mahal. Kami berhenti di salah satu restoran dan menikmati sajian pasta yang kebetulan menjadi menu utama siang itu.

    Suami saya pesan pasta dengan saus tomat dengan irisan salami. Sementara saya memesan pasta dengan saus tuna. Kami memilih duduk di luar restoran sembari mengamati orang lalu lalang memesan makanan saat makan siang tiba. Selang sepuluh menit, menu pesanan datang. Bagaimana rasanya? Pasta yang dibuat itu seperti tidak lunak namun tidak keras, tekstur pasta benar-benar pas sekali. Sausnya pas sekali, enak! Saya dan suami sepakat bahwa pasta kami benar-benar lezat dan tidak pernah kami menikmatinya seperti ini di luar Italia.

    4. Fusilli

    Fusilli saus tomat.

    Saya memesan fusili di restoran lantai dua semacam food court di stasiun Roma Termini. Awalnya saya ragu karena si koki seperti hanya menghangatkan masakan saja, fussili yang sudah matang ditambah saus di atas kompor. Ya sudah, saya terima saja dan melanjutkan pencarian tempat duduk untuk menyantapnya sementara suami saya mencari menu lain.

    Anda tahu, saya terkejut dengan rasanya. Luar biasa cuma dihangatkan begitu saja, namun rasa fusilli ditambah saos tomat dan keju tabur sebagai topping benar-benar nikmat. Berkali-kali saya katakan ini pada suami. Sementara suami saya memesan menu masakan lain. Saya benar-benar tidak menyesal memilih makanan ini. Lezat!

    5. Keju Mozzarella

    Bruschetta.

    Keju mozzarella.

    Saya pernah menyaksikan pembuatan keju mozzarella di saluran televisi tentang kuliner. Rupanya keju ini terbuat dari susu kerbau. Di Jerman pun tersedia keju ini, namun saya tidak berniat membelinya. 

    Suatu malam saya dan suami berhenti di restoran dekat hotel untuk dinner bersama. Karena kami tidak ingin makan dalam porsi yang besar, pilihan jatuh pada bruschetta. Meski tidak ada imajinasi makanan seperti apa, saya ikuti pesanan yang dipesankan suami. 

    Selang lima menit datang pramusaji menyediakan roti ciabatta di hadapan kami dan peralatan makan. Lalu beberapa menit kemudian datang pesanan kami. Jadi beberapa irisan schinken diletakkan mengitari piring dan pusatnya adalah keju mozzarella. Ambil roti ciabatta, masukkan di dalam selipan irisan schinken dan sedikit keju. Sumpah, enak sekali! Saya pun mengatakan pada suami akan membeli keju mozzarela dan membuat hal serupa saat kembali di Jerman.

    6. Tiramisu

    Tiramisu.

    Terakhir ini adalah sejenis cake yang membuat saya tergila-gila menikmatinya. Pertama kali saya jatuh cinta pada tiramisu saat puluhan tahun lalu mencicipinya di Hotel Mulia di Jakarta. Setelah itu saya sering membelinya di Jerman sebagai dessert atau cake kala kaffeetrinken

    Mencicipi tiramisu tak ubahnya minum kopi. Ada campuran kopi dalam membuatnya. Anda tak menyesal jika memesan tiramisu sambil menikmati secangkir kopi. Mantap!

    7. Es Krim

    Ice cream.

    Siapa yang tak tahu bahwa gelato adalah resep membuat es krim terenak. Di sini anda akan menemukan bahwa ice cream mereka benar-benar sempurna enak meski kala malam berasa dingin untuk disantap. Namun anda yang suka ice cream, jangan sampai menyesal bila tak mencicipi ice cream di sini.

    Demikian pengalaman kuliner saya di Roma, Italia. Saya benar-benar jatuh cinta dengan kuliner mereka. Semoga anda pun demikian!

    Ikut Misa di Basilika Santo Petrus Vatikan Akhirnya Terwujud

    Tampak lapangan depan Basilika yang biasanya saya lihat di televisi.

    Antrian mengular panjang di pintu masuk untuk pemeriksaan pengunjung.

    Patung Pieta karya Michael Angelo yang terkenal itu.

    Salah satu sudut Basilika.

    Di sinilah dimakamkan Santo Petrus, Paus Pertama.

    Kubah Basilika yang tinggi menjulang indah.

    Di sudut Basilika ini baru saja selesai misa.

    Silsilah kepausan mulai dari Santo Petrus hingga Paus Yohannes Paulus II.

    Sebagai negara privat, Vatikan mendapatkan bantuan keamanan salah satunya dari Swiss seperti tampak penjaga Basilika.

    Saat masih di Indonesia, ayah saya selalu memutar tayangan misa perayaan Natal atau Paskah yang disiarkan secara langsung dari Vatikan. Meski hanya melalui televisi, namun perasaan syahdu dapat terasa kala keluarga saya bisa melihat Paus dan memberikan berkatnya. Siapa sangka impian saya yang pernah terlintas untuk datang ke Vatikan dapat terwujud! Impian ini bukan sekedar berwisata saja layaknya saya sering traveling. Saya bisa datang ikut misa di rumah Tuhan yang begitu megah, Basilika Santo Petrus di Vatikan.

    Merayakan hari lahir tak melulu lewat pesta, dua tiket pulang pergi sudah di tangan saat saya dan suami memutuskan pergi ke Roma, Italia. Saya terharu mana kala saya bisa melakukan ziarah iman ke Vatikan, kota yang dianggap suci bagi umat seperti saya. Saya bangga bercampur haru saat tiba di sana. Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat panggilan video ke orangtua saya di Indonesia agar mereka bisa menyaksikan apa yang saya lihat di Basilika. Setelah itu, saya bagikan kebahagiaan itu lewat foto dan video kepada para sahabat saya. Sungguh saya mengalami perasaan yang berbeda kala datang ke Vatikan, perasaan terberkati.

    Saya sudah dengar bahwa jika berkunjung ke Vatikan akan melewati antrian panjang yang mengular bahkan mungkin tiga jam lamanya. Oleh karena itu setelah sarapan pagi di hotel, bergegas saya dan suami berangkat ke sana dengan menumpang bis. Sepertinya tidak hanya kami yang pergi ke Vatikan, banyak para peziarah yang juga berdesak-desakkan dalam bis menuju ke sana. Saya pun antusias kala bis berhenti di terminal akhir agar tak terlalu lama berdiri dalam antrian masuk. 

    Puji Tuhan, saya bisa melompati antrian yang mengular panjang. Setiap orang yang hendak masuk Basilika harus melewati pintu pemeriksaan. Berpakaianlah sopan, menjaga ketertiban seperti suara hape yang tidak dibunyikan, tidak membawa senjata tajam dan menghormati apa saja yang ada di dalam. Namanya tempat ibadah, anda harus dalam keadaan yang tenang alias tidak membuat keributan. Karena di dalam Basilika ada beberapa spot untuk menyelanggarakan misa kudus. 

    Dari awal masuk hingga menyelusuri setiap senti Basilika, saya terkagum dengan keindahan seni dan arsitektur yang digunakan untuk memuji Tuhan. Pantas saja Basilika ini membutuhkan waktu 120 tahun untuk membuatnya semegah ini. Bahkan melibatkan seniman terkenal dunia, seperti patung Pieta karya Michael Angelo. Beberapa monumen diabadikan untuk mengenang para Paus pendahulunya. Di lantai bawah anda akan menemukan makam Santo Petrus sebagai Paus Pertama. Sungguh suasana syahdu bercampur decak kagum pada Basilika tak henti melihat keagungan karya seni untuk memuji Tuhan. 

    Ketika terlihat misa sedang dimulai, saya dan suami menyempatkan diri untuk ikut serta. Ini seperti mimpi bahwa saya bisa ikut misa di Vatikan yang selama ini hanya bisa saya simak di televisi. Saya bersyukur. Beberapa petugas melarang pengunjung yang mengabadikan foto saat penyelenggaraan misa. Tak sopan bila mengambil foto orang sedang beribadah. 

    Di sudut lain, anda bisa melihat silsilah kepausan yang ada dari pertama berdiri Basilika. Anda juga bisa membeli buah tangan sebagai benda-benda rohani yang dijual di ujung pintu Basilika. Untuk masuk ke Basilika gratis alias tidak ada biaya masuk. Untuk toilet, siapkan koin 1€. 

    Berikut tips dari saya:

    • Jika anda tidak ingin dalam antrian yang panjang, anda bisa membeli tiket pass di website resmi atau bertemu para pemandu wisata yang menawarkan jasanya di depan pintu masuk.
    • Berpakaianlah sopan karena anda berada di rumah ibadah.
    • Dilarang merokok!
    • Dilarang merekam ambil video tanpa ijin!
    • Dilarang mengenakan topi saat di dalam Basilika!
    • Dilarang makan dan minum selama di Basilika!
    • Hormati dan hargai apa pun yang ada di dalam Basilika! Tidak merusak atau menyentuhnya!
    • Tidak berisik atau membuat keributan!

    Selamat berhari Minggu! Have a blessed day!

      Demikian pengalaman saya. Bagaimana pengalaman anda berkunjung ke rumah ibadah?