Menginap di Biara? Pengalaman Menarik Bila Datang ke Roma, Italia

Sudut kota Roma saat senja.

Indahnya kota Roma.

Bangunan apartemen di kota Roma.

Indah ya!

Seorang Biarawan tampak belakang. 

Anda tidak diwajibkan ikut misa harian bila menginap di biara. Namun ada pelayanan misa setiap hari jika menginap di biara.

Ketika saya memutuskan untuk pergi ke Roma, saya pun mulai cari informasi tentang penginapan. Dari berbagai informasi didapatkan bahwa turis paling banyak menginap di dekat stasiun Roma Termini. Alasannya, wilayah ini termasuk area backpacker. Kedua, wilayah ini dekat dengan sarana transportasi yang terhubung langsung ke bandara atau tempat lain seperti kota atau negara lain.

Referensi hotel pun mulai saya cari di sekitar stasiun pusat Roma Termini. Namun banyak pula mengatakan bahwa wilayah ini tak aman, banyak copet dan terlihat kumuh. Akhirnya saya mencari lokasi lain yang mungkin lebih baik.

Ada satu pencarian yang mengatakan menginap di biara. Di kota Roma banyak sekali biara ditemukan. Apa itu biara? Tempat tinggal para biarawan-biarawati. Kini biara pun bisa menjadi pilihan rekomendasi untuk menginap. Beberapa teman yang pernah menginap di biara berpendapat bahwa fasilitas di biara seperti tempat tidur, sarapan pagi, kamar mandi lengkap seperti layaknya di hotel berbintang. Namun anda tidak bisa berbuat keributan di sini. Dalam biara harus tertib, sopan dan tidak melakukan kebisingan. 

Hal menarik jika anda tinggal dalam biara adalah anda bisa ikut misa kudus yang diselenggarakan tiap hari. Lalu anda juga bisa mengamati kehidupan para biarawan-biarawati. Tak perlu khawatir para biarawan-biarawati tidak mengecek keyakinan beragama mereka yang datang menginap. Mereka senang juga bila diajak berdialog tentang berbagai hal setelah anda meminta kesediaan mereka.

Oh ya, ini mungkin jadi pertimbangan anda bila menginap di kota Roma. Ada beberapa situs penginapan yang tidak memasukkan pajak menginap dalam kuitansi pembelian hotel. Di Italia anda harus membayar pajak hotel.

Jika demikian, anda tetap membayar pajak sebesar 3€ per orang per malam. Misal anda telah membayar 1 kamar double untuk dua orang sebesar 60€ per malam. Anda tetap membayar 6€ untuk dua orang selama 1 malam. Pembayaran dilakukan di muka saat anda check in di hotel.

Bagaimana jika menginap di biara? 

Di beberapa negara di Eropa menawarkan untuk menginap di biara. Ini bisa menjadi alasan keagamaan karena turis bisa ikut serta mengikuti misa kudus setiap hari yang diselenggarakan di biara. Atau alasan kedua, ekonomis. Artinya dengan harga terjangkau, turis bisa mendapatkan sarapan pagi. Bahkan ada juga beberapa biara yang menyediakan akomodasi sekaligus untuk makan siang dan makan malam. Tergantung kebijakan masing-masing biara. Karena anda menginap di biara maka anda perlu menjaga kesopanan termasuk menghormati fasilitas dan sarana tempat ibadah. Ikuti peraturan yang ada, misal tidak membuat keributan setelah jam 10 malam.

Pertimbangan menginap di biara:

  1. Harga terjangkau dibandingkan di hotel apabila anda berpergian dalam grup.
  2. Bangunan bergaya gothik sehingga bisa untuk dijadikan spot berfoto. 
  3. Jika suka ketenangan dibandingkan hotel ala backpacker, anda bisa memilih penginapan di biara. Pastinya tenang alias tidak berisik.
  4. Dipastikan anda dapat sarapan pagi.
  5. Anda juga bebas memilih pembayaran termasuk anda bisa booking dulu dan melakukan pembayaran setelah anda tiba di sana.

Bagaimana? Jika tertarik, silahkan temukan situs penginapan menginap di biara seperti monasterystays, monasterybooking dsb.

Advertisements

Roma Tidak Mungkin Dibangun dalam Semalam

Keindahan pusat kota Roma di sore hari.

Di ujung tampak spanish steps. Di kanan adalah butik Gucci dan beberapa pertokoan ternama lainnya. 

Petugas kebersihan mengangkat sampah-sampah agar kota tetap bersih dan elok dipandang.

‘Rom ist auch nicht am einen Tag erbaut worden.’ Demikian pepatah bahasa Jerman menyebutkan bahwa membangun kota Roma tidak mungkin dalam semalam. Arti peribahasa ini adalah jangan pernah takut untuk mewujudkan mimpi, meskipun terlihat mustahil. Tidak ada mimpi yang terlalu besar atau pemimpi yang terlalu kecil, teruslah berpegang pada impian anda!

Adalah kota Roma yang tak pernah saya bayangkan di masa kecil bahwa suatu saat saya bisa tiba di sini. Saya hanya berpikir saat masih sekolah, hanya kalangan berduit untuk bisa di sini. Ternyata saya bisa hanya karena suatu keinginan bahwa saya bisa berkunjung ke rumah Tuhan di Vatikan. Sensasi petualangan yang tak pernah saya dapatkan sebelumnya bilamana saya traveling. Di sini saya menikmati keindahan tiap sudut sejarah bahwa dulu kota ini begitu indah dibangun. Anda akan melihat ini lebih sekedar seni. Ini adalah soal rasa dan gairah kehidupan jaman dulu kala. 

Bangunan bercirikan baroque tak ubahnya seperti di Jerman. Namun di Roma, bangunan ini menyimpan sejarah dan misteri peradaban manusia yang pernah ada ribuan tahun lalu. Modernitas tidak menggerus antusias turis untuk menikmati setiap inchi kota Roma. Bahkan situs yang masih ada dibiarkan untuk dilindungi meski kebutuhan lahan di kota Roma begitu tinggi.

Kupon WC terlihat 0,50€ tetapi anda mesti bayar 1€.

Anda tahu begitu pelitnya kafe di pusat kota Roma menyediakan hanya 1 toilet bersama atau unisex. Jadi baik laki-laki maupun perempuan yang berhasrat ingin ‘ke belakang’ harus mengantri dalam ruang yang sama. Beberapa kali saya dan suami berhenti di kafe/restoran untuk sekedar ‘urusan ke belakang.’ Di tempat wisata tidak semua ada WC umum. Jika pun ada, siapkan koin 1€ untuk bisa membuka pintu masuk. Meski tertulis di bon 0,50€ tetapi kita harus membayarnya dua kali lipat jika ingin pintu WC terbuka.

Kiri kanan digunakan untuk parkir kendaraan.

Tanda peringatan petunjuk parkir.

Apartemen di kota Roma.

Lahan begitu mahal di sini. Mahalnya lahan terlihat dari parkir mobil yang selalu ada di pinggir jalan. Kiri dan kanan jalan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan. Ini Roma! Gedung parkir kendaraan? Sepertinya saya harus tinggal lebih lama untuk mengetahui sewa parkir di area khusus parkir.

Jalurnya pun banyak seperti pepatah mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma.’ Di peta kota Roma terlihat jalan-jalan yang kecil dan mungkin hanya satu jalur atau jalur yang digunakan bersama-sama meski berbeda tujuan. Pernah tersesat di sini? Anda pasti mengenal saya dengan baik soal tersesat. Syukurnya, saya selalu bisa kembali ke tempat tujuan. Penduduk kota Roma sangat ramah dan helpful

Peta kota Roma yang dibelah sungai. Kiri masih di kota Roma adalah Vatikan. Kanan adalah pusat kota Roma.

Contoh lukisan dari seniman ternama.

Bangunan yang tak lekang oleh waktu. Indah sekali!

Ini sebab orang bijak mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma.’ Demikian bahwa banyak cara untuk mencapai tujuan anda. Banyak cara untuk membuktikan impian anda, tidak harus dengan jalur yang sama dan direncanakan ‘kan. Bahwa terkadang hal tak terduga dan tak direncanakan membuat anda sadar bahwa hidup itu berisi kepingan keajaiban.

Siapa ingin berkunjung ke kota Roma?

Anda akan melihat bahwa kota ini sepertinya dulu menyimpan kejayaan peradaban. 

Menikmati kota Roma pun tak cukup semalam. Bangunan megah dan lukisan indah para seniman tersohor dunia membuat saya berdecak kagum. Luar biasa! 

Terimakasih Tuhan, saya pernah melihat keindahan kota Roma yang dulu hanya dipelajari di sekolah 😊

Mengamati Transportasi Bis di Kota Roma, Italia

Selamat datang di stasiun terbesar Roma Termini di kota Roma.

Tempat menjual tiket bis di toko kelontong menjual rokok, koran dll di dalam stasiun Roma Termini.

Ini tiket bis untuk 72 jam.

Papan informasi yang tersedia di setiap halte bis yang jadi tujuan dan bis yang digunakan.

Papan informasi otomatis di atas bis sebagai penunjuk informasi halte berikutnya.

Mesin pencetak otomatis kartu pass di dalam bis.

Jalur transportasi metro di kota Roma.

Jika sudah berkunjung ke kota Roma, ada beberapa pilihan transportasi publik. Ada Metro yakni kereta bawah tanah seperti normal jika kita terbiasa di Singapura, Hong Kong, dan sebagainya kemudian ada juga trem, ini seperti straßebahn di Jerman yakni kereta listrik yang jalur relnya memakan jalan raya, tidak di bawah tanah. Selain itu ada taksi yang tentunya ini jadi kendaraan pribadi jika anda punya cukup uang. Kemudian anda juga bisa menyewa sepeda motor, jika anda paham rambu lalu lintas dan piawai berkendara motor. Info sewa motor di sini. Lain lagi kendaraan yang saya pilih adalah bis karena bis langsung terhubung dengan tempat saya menginap. 

Terminal bis utama berada di depan stasiun kereta, Roma Termini. Ada beberapa line sesuai tujuan anda. Simak juga papan informasi yang menjadi petunjuk kemana tujuan bis anda. Jika tidak ada bis, anda bisa tunggu kira-kira 30-45 menit maka bis akan datang. 

Ada beberapa pilihan harga untuk bisa naik bis, mulai satu hari 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Untuk membeli tiket bis tersebut, anda bisa pergi ke toko penjual koran di dalam stasiun Roma Termini. Ingat perhitungan waktu dimulai dari saat anda memasukkan kartu ke mesin penanda waktu yang terdapat di bis. Di mesin ini anda akan mendapatkan kartu yang sudah dilubangi dan informasi jam saat anda pertama kali menggunakannya. Dari jam tersebut anda menghitung periode waktu yang dibeli misal 24 jam, 48 jam atau 72 jam sebagai penanda anda bisa memanfaatkannya.

Di dalam bis tidak sepenuhnya tersedia tempat duduk. Lebih banyak juga penumpang suka berdiri karena lebih leluasa space dalam bis. Bisnya berkondisi baik dan terkesan moderen layaknya bis di Eropa. Meski saya menjumpai beberapa bis ada yang dicoret-coret dengan spidol dan cat pilox. Tidak ada aturan masuk dan keluar dari pintu sebelah mana. Ada tiga pintu bis, satu dekat kursi supir kemudian pintu kedua di tengah bis dan terakhir di belakang. 

Supir bis dilindungi dengan kaca plastik dengan penumpang. Jadi tidak mungkin bisa berbicara dengan sopir selama berkendara. Lalu di atap bis ada papan informasi nama halte bis yang dituju. Perhatikan bahwa nama pertama adalah wilayah yang lebih luas kemudian nama kedua adalah tujuan yang spesifik. Misal tujuan ‘Guidi‘ kemudian di papan informasi ‘Braveta/Guidi.’ Kadang ada bis yang masih baik papan informasinya sebagai penunjuk halte bis selanjutnya. Namun ada juga bis tanpa papan informasi, entah rusak atau sopir malas menyalakan tombol otomatis tujuan halte.

Di dalam bis tersedia mesin otomatis pencetak kartu bis digunakan. Masukkan kartu anda dan kemudian mesin akan bekerja sebagaimana mestinya. Minta bantuan penumpang lain jika anda tidak tahu menggunakannya. Selain itu bis dilengkapi tombol pemberhentian halte yang akan berbunyi untuk mengingatkan sopir agar berhenti pada halte tujuan anda. Jika anda tidak memencet tombol mungkin sopir akan melewati halte karena terpikir tidak ada penumpang yang akan berhenti.

Setidaknya ada belasan dan dua puluhan halte pemberhentian tiap bis dari satu terminal ke terminal berikutnya. Terminal bis pun tidak sebesar seperti di terminal bis Kampung Melayu atau terminal bis Pasar Senen. Semua papan informasi tujuan jelas terlihat di setiap halte. Bis berhenti hanya di halte yang sesuai dengan papan informasi di halte. Bis tidak berhenti di sembarang tempat.

Bagaimana? Tertarik berpetualang menggunakan bis di kota Roma? Selamat naik bis!

Rahasia Kopi Ada di Tangan Si Pembuat. “It Comes From your Heart”

Kopi espresso yang dibuatkan spesial untuk saya karena penasaran dengan rahasia kopi mereka.

Mesin kopi milik hotel.

Dua cappucino yang membuat saya jatuh cinta pada kopi lagi.

“I love your cappucino. Could you tell me how to make it?” tanya saya pada staff hotel di Roma. Dia sudah membuatkan saya dua kali cappucino untuk sarapan pagi ini. Bahkan saat meminta cappucino kedua kalinya, perempuan mungil seperti saya ini, tersenyum dan menjawab dengan senang hati. Sebenarnya meracik kopi bukan pekerjaannya, namun dia belajar untuk menjadi bagian dari pekerjaannya. 

“I just learned how to make it. This is my pleasure if you like my coffee,” kata staf hotel itu lagi seraya memberikan dua cappucino untuk saya dan suami.

Ketika jam sarapan sudah mulai tutup, jam 09.30 waktu Roma maka staf pun memperhatikan apa yang diperlukan lagi buat para tamunya. Keperluan saya pun belum selesai bertanya rahasia kopi buatan mereka. Selama beberapa hari di Roma, saya jatuh cinta dengan kopi buatan mereka.

“You know there are two ways to make a good coffee. First, it depends on your branding coffee. We have the best coffee in the world. We called ‘Illy.’ If you find Illy in cafe, it means that cafe has the best coffee from Italy,” kata staf hotel menjawab pertanyaan saya. Menarik ya! 

Karena rasa penasaran saya tentang kopi. Dia melihat dua kopi di depan mata pun telah habis diminum, dia tawarkan lagi espresso. Hah! Saya khawatir bermasalah dengan maag saya jika meminum kopi dengan kadar kafein terlalu tinggi. Namun semoga tidak ada masalah apa pun. Dia bawakan dua cangkir kopi espresso untuk saya dan suami.

“Before explaining the second ways and the secret, you must try this caffee” tawar dia sembari memberikan dua kopi espresso. Rasa kopi esspresso itu seperti meminum wine. Minumnya hanya sedikit atau porsi kecil namun rasa kafeinnya mampu bertahan hingga tiga sampai empat jam di lidah. Aroma kopinya begitu kuat saat saya mencium. Betul saja! Di lidah rasa kopi ini masih ada hingga beberapa lama. 

Meminum espresso itu memang hanya porsi kecil. Sesungguhnya khasiat kopi bila anda tidak mencampurkan kopi dengan apa pun juga seperti gula atau susu. Rasa kopi asli adalah pilihan utama bahwa kopi itu sesungguhnya tanpa rasa.

“The second ways, you must know how procedure to make a good coffee. We have special coffee machine” jelasnya kepada kami. Kami pun termangut-mangut masih ‘mabuk’ dengan rasa espresso pagi itu. Bayangkan ini pertama kali saya minum espresso. Puji Tuhan, perut saya tidak bermasalah setelah meminumnya!

“Above all, how to make the best coffee actually. This” kata dia sambil menunjukkan tangan di bagian dada. “The secret comes from your heart. You ensure you do it the best. Do it with love!” 

Pelajaran kopi yang menarik pagi ini dari orang Italia. Coba deh anda buat kopi sambil mengumpat atau dalam keadaan marah, apakah kopi berasa nikmat? Kopi yang dibuat dengan penuh cinta akan selalu membuat anda terkesan.

Tak peduli seberapa canggihnya mesin kopi atau seberapa enaknya biji kopi namun apa lah daya jika pembuat kopi tidak melakukannya dengan penuh cinta. Jika anda membuat kopi dengan cinta, maka mereka yang meminumnya akan jatuh cinta seperti saya saat ini di Roma. 

Para pembuat kopi di Italia akan selalu bangga jika mereka mampu menyajikan kopi terbaik kepada pelanggannya. Mereka suka jika anda puji kopi buatannya. Meminum kopi di Italia itu bisa lebih dari sekali setiap hari. Kebiasaan minum kopi di Italia bukan sekedar gaya hidup. Minum kopi di Italia adalah budaya. 

Ini budaya yang tercipta karena tradisi bahwa kopi lebih sekedar minuman. Kopi adalah gairah hidup setiap hari. Slurput, nikmat sekali! ☕

5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Roma, Italia

Anda bisa berkeliling kota Roma dengan bis yang tersedia setiap hari dari jam 9 pagi sampai sore hari.

Sepertinya ini tempat untuk beli tiket bis Hop On Hop Off.  Silahkan dowload applikasinya di playstore Big Bus App!

Suka sejarah? Anda harus berkunjung ke Roma, Italia yang menyimpan ribuan sejarah masa lalu dan tak lekang oleh waktu. Ini seperti apa yang saya pelajari dalam peradaban romawi kuno saat pelajaran sekolah dulu. Bahkan rasanya tak pernah selesai dikunjungi hanya dalam beberapa hari. Namun sayangnya, kami tak punya banyak waktu untuk menikmati keindahan arsitektur bangunan yang indah dan mempelajari setiap inchi sejarah yang tersimpan di sini. 

Berikut rekomendasi lima tempat wajib yang perlu dikunjungi bila anda berada di Roma, Italia.

  • COLOSSEO



Ada banyak jasa menawarkan jadi pemandu selama di berada di tempat ini. 

    Pernahkah anda menonton film yang bercerita tentang gladiator? Di Colosseo inilah para gladiator berduel jaman dulu kala menjadi tontonan, sehingga bangunan ini disebut ‘Amphitheatre‘ terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Dibangun pada tahun 72 BC (sebelum masehi) pada masa kejayaan generasi Flavia Family sehingga ada yang menyebut peninggalan ini sebagai ‘Amphiteatrum Flavium.‘ Bangunan yang terlihat elegan ini muat untuk kapasitas 55 ribu orang penonton. Wow! Saya sih percaya, tribunnya saja tinggi sekitar 50 meter. Mungkin perjuangan para gladiator saling adu kekuatan dan kehebatan terekam di tempat ini. Hmm, jika ingin masuk tempatnya tak jauh dari pusat kota Roma. Tiket masuk 12€ per orang.

    Tips: Jika tak ingin berada dalam antrian yang panjang, sebaiknya datang pagi hari setelah jam 9 pagi. Cara kedua, anda bisa membayar lebih dengan melewati antrian. Banyak pemandu turis menawarkan jasa cara kedua ini sembari disampaikan informasi pengetahuan bersejarah tentang Colosseo.

    • PANTHEON (PIAZZA DELLA ROTONDA)

    Tampak depan Pantheon. 

    Dulu Pantheon dikenal sebagai kuil pemujaan kemudian diubah menjadi Basilika. 

    Tempat bersejarah kedua adalah Pantheon. Bangunan ini berbentuk klasik yang kuno seperti menonton film romawi tentang dewa-dewi. Betul sekali! Kuil ini diperuntukkan bagi dewa yang dipercayai masyarakat romawi kuno sebelum masehi. Pendirinya Marco V. Agrippa membangunnya sebagai bentuk kemenangan setelah melawan bangsa Persia sekitar abad 27 dan 25 sebelum masehi. Setelah munculnya periode kekristenan, kuil ini diubah menjadi gereja pada tahun 608. Menariknya tempat ini gratis untuk dikunjungi.

    Tips: Begitu banyak turis yang datang, masuklah sesuai antrian dengan tertib. Meski sekarang sudah tidak digunakan lagi sebagai tempat ibadah, pengunjung diharapkan dapat menghormati situs purbakala yang berada di dalam. Di dalam juga ada kursi seperi layaknya gereja jika ingin rehat sejenak. 

    • PIAZZA VENEZIA

    Tampak depan.

    Di sebelah barat Piazza Venezia.

    Tempat ketiga adalah Vittoriano E Piazza Venezia atau disebut juga Palazzo Venezia. Sayangnya saya tidak masuk dalam museum padahal saya dapat gratis tiket setelah berkunjung ke Castle San Angelo (castel sant’angelo). Museum ini disebut ‘the Vittoriano Museum’ yang letaknya berdekatan di sebelah barat dari Palazzo Venesia atau Piazza Venezia. Ini semacam lapangan luas yang menyimpan reruntuhan kejayaan masa lalu. Tidak yang tersisa. 

    Tips: Jika sejak kedatangan ke Roma, anda sudah membeli kartu ROMA PASS maka anda bisa masuk ke dalam museum. Namun jika tidak punya, sebaiknya berkunjung dulu ke Castel Sant’Angelo sehingga bisa berkunjung gratis ke museum.

    • PIAZZA DI SPAGNA (SPANISH STEPS)

    Seharusnya saya bisa mengambil foto tangga yang lay outnya indah, namun karena padatnya turis dan lalu lalang pedagang membuat tidak nyaman. Mereka juga lebih memilih ambil foto di tangga.

    Air mancur di depan Spanish Steps.

    Bangunan romawi kuno selanjutnya dikenal dengan nama Spanish Steps jika dalam ejaan bahasa Inggris. Katanya bentuk layout yang unik seperti kupu-kupu yang terbang membuat bangunan ini terkenal. Di depan tangga menuju bangunan ini didirikan air mancur khas bercirikan Baroque yang dikenal ‘the Barcaccia. Apakah ada kaitannya dengan bangsa Spanyol? Tidak ada informasi di sekitar bangunan yang menjelaskannya. Tempat ini gratis dikunjungi.

    Tips: Turis yang datang lebih banyak duduk di pelataran tangga dan mengambil foto. Karena lokasinya terbuka dan bebas untuk dikunjungi, hati-hati dengan barang bawaan anda. Kondisinya yang ramai oleh turis membuat pedagang lalu lalang menawarkan dagangan macam-macam. Lalu juga pengemis di sekitar pelataran tangga. Sebaiknya anda bisa menolak dengan sopan tawaran pengasong di sekitar tempat tersebut.

    • FONTANA DI TREVI

    Ini air mancur yang terkenal indah itu.

    Lihat banyaknya koin yang dilemparkan ke kolam! Anda bisa memohon permintaan untuk terwujud sebelum koin dilemparkan ke kolam. Namun ada pula yang beranggapan koin dilemparkan agar anda bisa ke Roma suatu saat nanti. 

    Tempat kelima menurut saya di seputaran pusat kota Roma yang saling berdekatan adalah Fontana Di Trevi atau Piazza di Trevi. Jika anda pernah menonton film Da Vinci Code yang diperankan oleh Tom Hanks, maka tempat ini tak asing lagi. Ini adalah air mancur terindah di kota Roma yang juga bercirikan khas Baroque. Air mancur ini selesai dibangun pada tahun 1762 sebagai bentuk penghormatan diangkatnya Paus Xlement XIII. Di sekitar air mancur dikelilingi tempat duduk seperti layaknya di teater. Prediksi saya ini lebih sekedar dari air mancur biasa. Di tengah kolam dibangun patung dewa Neptunus yang terkenal itu. Agar anda bisa kembali lagi ke kota Roma, lemparkan koin ke dalam kolam dari belakang. Itu kepercayaan mereka yang datang. Tempat ini terbuka dan gratis.

    Tips: Tak mudah mengambil foto kala siang hingga sore hari dan tentunya selalu dipadati oleh turis. Patuhi larangan petugas sebelum ditegur. Karena area terbuka dan lalu lalang orang, berhati-hatilah terhadap copet dan barang bawaan anda. Jaga kebersihan juga! Hanya koin yang dimasukkan dalam kolam bukan barang yang lain atau sampah. Berhati-hatilah terhadap orang yang menawarkan jasa foto! Sebaiknya gunakan tongkat narsis anda atau berfoto bergantian lebih baik.

    Secara keseluruhan, tips dari saya adalah sebagai berikut:

    • Gunakan alas kaki yang super nyaman karena anda akan lebih sering berjalan kaki.
    • Bawa air minum.
    • Bawa pelindung kepala seperti topi atau payung bila datang di musim panas.
    • Tak mudah menemukan toilet atau WC umum sebaiknya pertimbangkan bila anda masih berada di penginapan atau restoran/kafe. 
    • Bawa sunglasses.
    • Gunakan google maps atau peta kota Roma dan perhatikan papan penunjuk jalan.
    • Siapkan kamera anda.
    • Banyak situs bersejarah yang gratis, jika anda tak suka berkunjung ke museum sebaiknya simpan uang anda.

      Semoga bermanfaat!

      Suka Kopi? Masukkan Ini Dalam Daftar Kuliner Saat di Roma, Italia

      Dua orang dengan selera kopi berbeda, kiri adalah espresso dan kanan adalah cappucino. Nikmati di kafe tertua di Roma, Italia yang konon sudah ada sejak 1922.

      Dua cappucino pagi ini dari hotel membuat saya tergila-gila. Enak sekali.

      “Uno Caffé, Uno Cappocino” kata si pramusaji saat saya dan suami memesan kopi setelah lelah berkeliling seharian. Itu maksudnya pramusaji di kafe mengatakan satu kopi espresso dan satu cappucino. Kaffeetrinken pun dimulai. Letak kafe tak jauh dari Spanish Steps, salah satu lokasi wisata populer di Roma. 

      Kafe ini letaknya sejajaran dengan butik ternama jika suka shopping. Namun sayangnya saya hanya ingin berhenti sejenak menikmati secangkir kopi sekaligus numpang ke toilet. 

      Kopi dari hotel yang juga rasanya mantap. Kiri adalah cappucino dan kanan adalah espresso. 

      Hotel tempat kami menginap khas Italia dengan kopinya yang mantap.

      Secangkir cappucino sudah saya dapatkan hari ini dua kali. Pertama saya dapatkan saat sarapan di hotel, tempat kami menginap. Saat kami memesan hotel, banyak testimoni tamu-tamu hotel sebelumnya yang berpendapat bahwa kopi di hotel ini enak sekali. Katanya “Anda tak akan menyesal menginap di sini karena anda puas menikmati kopinya yang enak.” Begitu kata salah satu tamu dalam testimoninya. 

      Benar saja saya tergila-gila dengan cappucinonya. Enak sekali! Suami saya pun berpendapat hal yang sama untuk segelas espresso yang dipesannya. Luar biasa kopi yang diracik di Italia. Begitu pun hal yang sama saat kami memesan kedua kalinya di kafe pada sore hari. Segelas espresso dan segelas cappucino berasa nikmat sekali. 

      Hal menarik dari kopi yang bisa ditemukan di sini:

      • Semua cangkir kopi berukuran kecil dari biasa yang saya temukan di luar Italia. Segelas espresso memang selalu bercangkir kecil. Di sini lebih kecil lagi, seperti meminum sesuatu yang berharga dan mantap. Cappucino pun demikian. Cangkir cappucino juga lebih kecil dari cangkir normal yang biasa saya minum di luar Italia. Cappucino bisa dipesan ukuran normal seperti yang saya pesan atau ukuran besar (XL) dengan harga double.
      • Katanya sih tidak menyebut espresso saat memesan kopi espresso. Karena memang dalam menu mereka sebut hanya un caffé saja. 
      • Budaya minum kopi sepertinya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Roma. Jadi anda tinggal pilih kafe dengan mudahnya. Bahkan habis makan siang pun mereka tetap minum kopi. Luar biasa!
      • Anda juga mesti mencoba latte macchiato atau caffé macchiato, namun sayangnya saya lebih pilih cappucino.
      • Meski Roma yang saya singgahi cuacanya cerah dan cenderung lebih panas dari Jerman, namun kopi sebaiknya dipesan dalam keadaan panas. Katanya orang Roma senang membasahi bibir mereka dengan kopi yang panas. 
      • Minum kopi setelah makan siang boleh dilakukan namun tidak meminum kopi dengan susu. Katanya lagi si koki yang memasak akan tersinggung mengapa anda belum kenyang dengan makanan yang mereka sajikan? Memang makanan yang dipesan di Ristorante, restoran dalam bahasa Italia, memang luar biasa enak menurut saya.

      Begitulah, sekedar cerita dari Italia, membuat saya paham bahwa tiap negara punya kisah sendiri tentang kopi. Jika anda berkunjung ke Italia, amati dan alami gaya meminum kopi khas mereka. Saya jatuh cinta dengan racikan kopi di sini.

      Apakah anda punya pengalaman lain tentang gaya minum kopi?

      Apa yang Bisa Dilakukan Saat Transit di Stasiun Salzburg, Austria?

      Kereta tiba di stasiun Salzburg, Austria.

      Air mancur di depan stasiun Salzburg.

      Stasiun Hauptbahnhof Salzburg.

      Dengan adanya lintas Uni Eropa antar negara schengen, membuat siapa saja senang melaju dengan kereta. Mudah, murah dan cepat begitu pemikiran para turis yang datang dari berbagai negara. Contohnya nih, jika anda berangkat dari Jerman ke Italia maka anda bisa berhenti sejenak di Austria. Seperti yang saya lakukan, saya berangkat dari stasiun Muldorf (Südostbayern), Jerman ke Roma, Italia dan berhenti di Salzburg, Austria. Untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun Rome Termini, masih ada 4 jam untuk transit di sini.

      Di stasiun Hauptbahnhof Salzburg, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kebosanan. Begini pengalaman saya:

      1. Keliling kota Slazburg

      Pesan tiket di sini jika ingin keliling kota tetapi ingat jangka waktu transit.

      Rak otomatis untuk tempat penyimpanan barang seperti tas dan koper bawaan anda.

      Gunakan mesin ini jika ingin menyimpan barang, misal untuk ukuran kecil (small) dikenakan 2€, bayar hanya sekali pakai. Dengan begitu, anda bebas berkeliling kota.

      Untuk berkeliling kota yang dikenal sebagai penghasil garam terbesar di dunia, maka anda bisa mengikuti paket wisata yang ditawarkan dalam situs resmi seperti keliling kota, menikmati lokasi yang dijadikan shooting film ‘sound of music’ atau pergi ke Hallstat yang letaknya tak jauh. Namun kembali lagi, anda mesti pertimbangkan berapa lama waktu transit anda. 

      Untuk keliling kota Salzburg, bisa gunakan tiket kereta selama 24 jam dengan membayar 4€ di fahrkarte di stasiun Slazburg. Anda bisa bebas atur keperluan anda tanpa mengikuti paket wisata. Oh ya supaya tidak repot membawa tas dan koper silahkan menuju tempat penyimpanan barang yang letaknya di dekat toilet di stasiun Salzburg. Lokasi wisata apa saja di Salzburg, bisa dicek di sini. Sedangkan tak mau repot bisa coba hop on hop off bus untuk keliling kota Salzburg.

      2. Nge-Mall

      Ini mall di dekat stasiun, bisa untuk berbelanja, makan atau salon pun ada.

      Tak jauh dari pintu keluar ada mall yang bisa anda nikmati untuk windows shopping atau belanja sungguhan. Selain pakaian dan supermarket, anda bisa temukan juga kafe, Starbuck, McD dan salon.

      3. Nongkrong di Kafe/Restoran

      Kedinginan? Ada kafe yang menyediakan teh misalnya saya beli 2€.

      Jika malas keluar dari stasiun, anda juga bisa menikmati sajian kuliner di restoran dan kafe di Stasiun. Untuk harga semisal saya beli kopi dan teh masing-masing 2€. Pengen yang murah, beli saja makanan yang tersedia di supermarket SPAR di Stasiun. 

      4. Surfing Internet

      Di stasiun terdapat ruang tunggu yang bisa digunakan untuk melihat jadwal kereta dan juga surfing. Di sini tersedia WIFI gratis, tempat yang nyaman untuk menunggu kereta selanjutnya dan tempat untuk me-recharge alat elektronik anda.

      Tips:

      • Jika anda ingin ke toilet di Stasiun Salzburg, anda harus membayar 0,50€ yang dimasukkan ke dalam mesin otomatis sebagai pintu masuk. Jika anda ingin berhemat, anda bisa berjalan kaki kira-kira 5 menit keluar stasiun. Lalu anda bisa menemukan toilet/WC gratis di dalam mall, lantai 2.
      • Di sebelah WC stasiun ada tempat penitipan barang. Ketimbang anda membawa tas dan koper anda, silahkan masukkan koin anda semisal ukuran koper kecil (Small) kena 2€ dan seterusnya. Penggunaan mesin penyimpanan barang mudah kok. Ikuti saja instruksinya. Sebaiknya pastikan barang apa saja yang akan disimpan, karena hanya boleh sekali membuka dan menutup pintu brankasnya.

      Bagaimana? Tertarik mengunjungi kota Salzburg, Austria atau hanya sekedar transit? Silahkan!

      Jajanan Khas Negeri Italia di Italienische Einkaufsnacht

      Apa yang anda pikirkan tentang negara Italia? Salah satunya pasti makanan contoh saja, pizza dan pasta. Betul sekali, baru-baru ini di sebuah kota di Bayern mengadakan Italien Einkaufsnacht atau bisa diistilahkan, malam keakraban dan kebudayaan negeri Italia.

      Di sini beragam ditawarkan, mulai dari musik, makanan hingga paket tur wisata ke negeri Italia, tetangga Jerman tersebut. Karena judulnya berbelanja, di beberapa tenant toko di tempat berlangsungnya festival memberikan diskon berbelanja hingga larut malam. Seru kan?!

      So, apa saja jajanan festival yang dijajakan? Berikut yang saya coba:

      1. Pizza

      Tahu dong makanan yang sudah mendunia ini? Pizza termasuk jajanan yang mudah ditemukan di Italia sendiri. Ada aneka rasa yang pasti menggugah selera, apalagi pizza margharita yang saya pesan di bawah ini:

      2. Bruchetta


      Sejenis roti baguette atau roti perancis yang diiris kemudian dipanggang sebentar dalam oven. Setelah itu, taruh di atas roti tomatten salat yang segar. Ada pula burger ala Italia, namun saya tidak coba membeli.

      3. Creppes


      Jajanan ini juga pastinya sudah ada di Indonesia, ya kan? Ada banyak varian rasa. Namun di sini semua creppes dijual dengan rasa manis, mulai dari harga 4€ saja. Tertarik?

      4. Eiscreme 

      Italia juga dikenal dengan aneka rasa ice cream yang menggugah lidah, apalagi di musim panas di Eropa. Datanglah ke Eropa saat musim panas seperti sekarang, banyak gerai ice cream khas Italia dipenuhi orang-orang yang bersantai ria! Festival ini juga tak kalah menjual ice cream meski di malam hari.

      Menyenangkan bukan?