Brussels (5): 5 Gereja Katolik yang Mempesona di Sentra Turis

Gereja di area Royal Palace, Brussels.
Bagian dalam The ‘Our Lady of Assistance’ Church, dengan tabernakelnya begitu indah dekat altar.
Gereja Santo Nikolaus yang diperkirakan berusia hampir satu abad.

Hari ini adalah hari raya Rabu Abu, yang dirayakan umat katolik di seluruh dunia. Di Jerman, istilah Rabu Abu disebut ‘Aschermittwoch‘ yang menandai dimulainya masa prapaskah. Karnaval dan festival yang meriah kemarin sudah berakhir dan ditutup dengan faschingsdienstag. Apa yang disebutkan di atas adalah tradisi gereja katolik. Kini saya ajak anda menyelami lima gereja katolik yang letaknya di pusat kota Brussels dan menjadi sentra turis.

Kami sengaja tak memilih sightseeing tour agar kami bisa bebas memilih kemana kaki kami melangkah di pusat kota. Tak terasa bahwa kami telah mengunjungi lima gereja yang berada di pusat kota, yang menjadi destinasi wisata bagi para turis. Gereja yang sudah berusia ratusan tahun ini ternyata masih mengagumkan, bahkan masih menyimpan magnet untuk membawa turis berkunjung. Ada yang sekedar berfoto karena begitu indah, ada yang melihat-lihat tetapi ada pula yang berdoa. Setidaknya kami tidak lupa berkunjung ke rumah Tuhan.

1. The church of St. James on Coudenbourg

Tampak kejauhan.
Ditandai dengan patung Raja Leopod I yang menunggang kuda.
Tampak dalam gereja yang megah.

Gereja pertama yang wajib dikunjungi adalah gereja bergaya neo klasik khas gereja katolik. Semula saya berpikir ini adalah kastil atau bangunan seperti museum, ternyata ini adalah gereja. Karena di depan bangunan ini adalah seorang ksatria yang sedang menunggang kuda. Siapakah dia? Apakah ada kaitan antara ksatria ini dengan gereja? Kami pun menyebrangi dan segera memasuki pintu utama.

Berdiri di area royal palace, gereja ini dibangun pada abad 18. Setelah dibangun, gereja ini menjadi biara dan paroki dengan mengambil santo pelindung, Santo James. Namun gereja ini pun tak luput dari pergolakan perang saat Revolusi Prancis terjadi. Kemudian gereja dikembalikan lagi seperti fungsi semula sebagai gereja katolik di dekat istana, dimana umat bisa datang dan berdoa. Lihat saja, ruangnya begitu megah, bahkan untuk tim paduan suara yang bernyanyi di sini begitu lapang. Bendera negara Belgia tampak tergantung di langit-langit.

Rupanya kstaria yang menunggang kuda yang diabadikan di depan gereja adalah Raja Leopod I yang mengambil sumpah menjadi penguasa tahun 21 Juli 1831. Informasi ini tertera di prasasti di bawah patung. Anda harus berhati-hati mengambil foto di dekat tugu kstaria ini. Letaknya di sentra jalan dan menjadi lalu lalang tram, bis dan kendaraan sehingga anda perlu memeriksa saat sepi jalanan untuk berfoto.

2. The ‘Notre-Dame’ Church

Tampak depan.

Gereja kedua yang kami datangi adalah notre-dame Brussels. Sayangnya saya mengambil gambar sudah larut malam dan misa dalam bahasa Prancis sudah dimulai. Jadi saya mengambil gereja tampak depan saja. Meski tak semegah seperti gereja Notre-Dame di Paris, tetapi gereja ini masih aktif melayani umat.

Di depan pintu, tertera informasi bahwa gereja ini disebut ‘Die Notre-Dame du Finistéré Kirche’ yang dibangun pada abad 18 dan mengalami beberapa kali perbaikan. Gereja ini bertuliskan ‘finis terrae’ diambil dalam bahasa Latin berarti ‘di ujung bumi’ untuk membedakan gereja Notre-Dame lain yang juga ada di Brussels juga. Gereja ini tak sepenuhnya bergaya arsitektur Baroque, ada pula Neo Klasik.

3. The ‘Our Lady of Assistance’ Church

Tampak kejauhan.
Menaranya tampak jelas.
Kubah gereja.

Gereja ketiga yang juga menjadi destinasi wisata turis di Brussels adalah gereja katolik Santa Maria Pembantu Abadi, begitu bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Namun ada pula yang menyebutnya gereja Notre-Dame juga atau tepatnya Church of Notre-Dame de Bon Secours. Gereja ini tampak depan terdapat relief ziarah menuju tempat ziarah Compostela, di Spanyol. Tempat ziarah impian suatu saat nanti.

Abad 12 gereja ini sudah berdiri sebagai gereja bergaya arsitektur Baroque dan banyak dikunjugi umat. Seiring dengan berjalannya waktu, gereja diubah menjadi bergaya renaissance pada abad 17. Gereja ini pun tak luput dari serangan perang kala itu. Namun gereja tetap berdiri tegak menaungi umatnya. Tabernakel dekat altar begitu indah, pun patung Bunda Maria pelindung gereja. Gereja ini masih aktif untuk berdoa dan tempat menyelenggarakan misa.

4. The Saint Nicholas Church

Figur Santo Nikolaus.
Diorama kelahiran Yesus.
Dalam gereja.

Gereja keempat juga masih aktif untuk melayani umat. Bahkan saya dan suami sempat berlama-lama di gereja ini untuk berdoa dan sekedar mencari kesunyian di tengah hiruk pikuk pusat kota. Meski gereja ini tak besar tetapi ini membuat kami betah di dalam. Gereja ini disebut juga Basilika Santo Nikolaus. Tak disangka gereja katolik di sentra turis ini semua masih aktif dikunjungi umat dan tempat ibadah.

Diperkirakan gereja ini telah ada abad 11 Masehi, dengan mengambil santo pelindung Nikolaus. Kemudian abad 14 gereja direnovasi bergaya gothik. Gereja indah ini menjadi korban perang pada tahun 1600-an. Renovasi dan perbaikan kembali dilakukan terutama bagian depan gereja dan bertahan hingga sekarang.

5. Saint Michael & Gudula Cathedral

Begitu megahnya gereja ini, saya sampai tidak bisa mendokumentasikan keseluruhannya.

Katedral Brussels adalah gereja tak sempat saya singgahi dan hanya sekedar berada di luar gereja. Padahal gereja ini benar-benar berkesan dari interior hingga eksteriornya. Tempatnya tepat di area pusat turis dan dekat pasar sentral. Eksteriornya menakjubkan dan megah. Lihat saja kaca jendela gereja ini terpatri baik. Tak hanya banyak orang senang duduk di sekitar luar gereja, burung gereja tampak senang bertebangan bahkan elang hinggap di atas gereja.

Abad 9 katedral ini semula hanya kapel yang dibangun untuk menjadi rumah ibadah. Tak terasa pertumbuhan jumlah umat membuat gereja ini berkembang menjadi katedral yang megah. Pada abad ke-13 katedral dibangun total dengan gaya arsitektur gothik. Jika anda ingin tahu keindahan kota Brussels, datanglah tiap Sabtu minggu kedua dan keempat dimana anda bisa naik ke atas menara puncak gereja.

Memang rumah Tuhan tak luput dari traveling kami. Sejenak kita bisa berdiam diri hanya untuk menemukan makna perjalanan yang sedang dilakukan. Benar bahwa selalu ada yang menarik berada di rumah Tuhan.

Selamat memasuki masa prapaskah bagi anda yang memperingatinya!

Heidelberg (2): 5 Destinasi Wisata di Kota Tua Hanya Berjalan Kaki

Kongresshaus Stadthalle di tepi sungai Neckar.
Sungai neckar saat senja.
Di Alstadt Heidelberg masih didominasi banguan berbata merah seperti ini.

Bila anda datang ke Jerman dan berlabuh di negara bagian Baden-Württemberg maka anda bisa datang langsung ke Heidelberg. Heidelberg memiliki pesona tersendiri. Kota ini dilalui sungai nacker dan kecantikan arsitektur kota tua yang selalu menjadi sorotan kamera. Di sini menjadi lazim melihat turis-turis mengabadikan tiap sudut kota dengan jepretan kamera. Bangunan ratusan tahun nampak kokoh dan tak lekang waktu. Selain itu di Heidelberg berdiri pula universitas tertua di Jerman.

Baca juga: Romantisme jembatan Karl-Theodor di Heidelberg

Melanjutkan kunjungan saya ke Heidelberg yang pernah diulas sebelumnya, kini anda bisa menyimak destinasi wisata apa saja yang bisa anda jumpai di sana. Datang langsung ke kota tua atau Altstadt Heidelberg, anda akan menjumpai bangunan yang gaya arsitekturnya yang mirip satu sama lain. Dibangun dengan bata merah, ini mengingatkan bahwa ini kota ini memiliki arsitektur Renaissance di era abad pertengahan.

1. Kongresshaus Stadthalle

Tampak depan.
Tampak samping.

Ini adalah gedung bersejarah yang banyak dipakai untuk acara resmi dan istimewa seperti konser musik, festival dan acara lainnya. Lokasinya berada di sentra Heidelberg yang mudah dijangkau di sisi sungai neckar. Sayangnya saat kami datang, gedung ini tertutup dikunjungi karena ada perbaikan. Bangunan ini diresmikan dan dibuka tahun 1903 dan sering dijadikan tempat perhelatan budaya.

2. Heidelberg Palace

Kastil berbata merah dari kejauhan, diambil dari jembatan Heidelberg.

Destinasi kedua yang bisa disambangi adalah istana Heidelberg yang mempesona. Sayangnya kami datang sudah hampir gelap di kala musim dingin, kami hanya memandangi istana dari seberang jembatan. Menurut banyak orang, ini adalah kastil terindah di Jerman dengan gaya renaissance yang dibangun pada abad pertengahan. Itu sebab orang datang ke kastil ini dan mengabadikannya lewat jepretan kamera.

Dinding istana yang indah dan patung-patung yang mengesankan, menjadikan kastil ini layak dikunjungi. Dari halaman istana ini, pengunjung bisa melihat panorama kota Heidelberg dari atas yang indah. Selain itu, ada pemandangan kebun anggur yang asri ditambah sungai neckar yang mempesona. Untuk interior istana, pengunjung harus bayar 8€ per orang.

3. Marstall

Dari seberang jalan.

Ini semacam benteng yang kokoh yang sengaja dibangun kala perang terjadi di abad pertengahan. Marstall sepanjang 135 kilometer berada di tepi sungai neckar.

4. The Church of Holy Spirit

Tampak muka gereja.
Berusaha mengabadikan keseluruhan gereja, sepertinya hanya bagian atas saja yang terlihat.

Gereja terbesar dengan bangunan mencolok di Heidelberg bernama ‘die Heiliggeistkirche’ yang diterjemahkan menjadi ‘The Holy of Spirit’ bermakna betapa kuasa dan cinta Tuhan tetap hidup di dunia. Selama dua ratus tahun dinding gereja terbagi antara katolik dan kristen protestan. Kedatangan Luther ke Heidelberg memberikan perubahan baru bagi warga Heidelberg kala itu. Di gereja ini muncul ajaran katekismus pada tahun 1563 pertama kali di dunia, seiring pembaharuan umat masa itu.

5. Kurpfälzisches museum

Tampak depan.

Museum Kurpfälzisches letaknya masih di kota tua atau Alstadt, sebagai pelengkap kunjungan anda. Museum ini berdiri sekitar abad 19 yang berisi koleksi seni sebagai koleksi dari sejarahwan Charles de Graimberg. Kami tak sempat masuk ke dalam berhubung sudah tutup jam 18 sore. Untuk memasuki museum, anda perlu membayar tiket masuk.

Semoga ini menjadi pertimbangan anda bila berkunjung ke Jerman.

Amsterdam (9): 5 Alasan Mengapa Banyak WNI Berkunjung

Seniman asal Belanda bernama G. Bredero yang diabadikan patungnya, dekat Niuewmarkt.
Sudut kota Amsterdam kala musim dingin.

Banyak alasan mengapa Warga Negara Indonesia (WNI) bisa berkunjung ke Belanda. Negara ini sudah dikenal ratusan tahun lalu di tanah air dan sebagian peninggalan jejak negeri Holland juga mudah ditemukan di pejuru Indonesia. Ya, negeri Belanda tak asing lagi bagi saya, warga Indonesia. Begitu melekatnya hubungan Indonesia dengan Belanda, wisatawan bisa berkunjung ke restoran Indonesia di pusat kota Amsterdam dan beberapa kota besar di Belanda.

Baca: 10 Destinasi wisata bila berada di Amsterdam

Hal menarik lainnya adalah ketersediaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dari sightseeing tour yang ditawarkan di sini. Mungkin pengelola wisata tahu bahwa warga negara Indonesia menjadi wisatawan dominan atau artinya jumlahnya meningkat. Sementara saya belum menemukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam sightseeing tour. Hal ini pasti ada alasan mengingat jumlah kunjungan wisatawan Indonesia yang mampir ke Amsterdam.

1. Alasan keterkaitan sejarah masa lalu

Multatuli Huis.

Siapa yang tak kenal negeri Belanda jika kita adalah warga negara Indonesia. Dalam pelajaran di sekolah atau tayangan film dokumenter sejak kita masih anak-anak tentang sejarah bangsa, Belanda adalah negara yang tak lepas dari masa lalu. Saya sendiri pernah bertemu dengan seorang anak perempuan usia dua belas tahun yang berlibur bersama keluarganya ke Penang, Malaysia. Bahasa inggrisnya bagus. Karena kami menginap di hotel yang sama maka saya mengenalnya. Lalu dia tertarik untuk bertanya banyak hal pada saya setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia. Rupanya pelajaran di sekolahnya pun tak lepas dari sejarah di Indonesia. Saya pun mengamini bahwa saya pun belajar hal saya sama soal sejarah Indonesia yang pernah menjadi negeri koloni dari Belanda.

2. Alasan penerbangan yang langsung

Dari Jakarta tersedia penerbangan langsung ke Amsterdam.

Apa yang menyebabkan Amsterdam menjadi magnet bagi warga Indonesia? Alasan praktis adalah soal penerbangan. Dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng ke Amsterdam Airport Schiphol tersedia jalur penerbangan langsung. Ini yang memudahkan orang seperti saya misalnya memilih jalur pertama ke Amsterdam dulu baru kemudian melanjutkan destinasi lainnya di Uni Eropa.

3. Alasan kuliner

Kejunya itu enak sekali!

Saya sempat berpikir bahwa kuliner nusantara itu mendapatkan pengaruh juga dari negeri Holland. Sebut saja makanan perkedel, pancake, semur, kroket dan kue cubit. Begitu pun ketika saya di Amsterdam, restoran Indonesia dan toko tentang bahan pangan Indonesia itu tersebar di banyak tempat. Kenalan asal Jerman menyebutkan indonesisch rijsttafel perlu dicoba saat berada di Belanda. Rupanya ini adalah hidangan seperti kita makan di restoran padang. Sebagai orang Jerman, hidangan itu menarik disajikan secara bersamaan.

4. Alasan kunjungan keluarga

Patung Perempuan dengan Selendang di Amsterdam.

Begitu dekatnya Indonesia dengan Belanda hingga saya mendapati banyak kenalan yang punya sanak keluarga tinggal di Belanda. Itu sudah saya dengar dan dapati sejak saya masih tinggal di Indonesia. Karena alasan kekerabatan tersebut maka Amsterdam menjadi impian destinasi untuk dikunjungi setelah berkunjung ke kerabat dan sanak keluarga di Belanda.

5. Alasan wisatanya yang banyak pilihan dan ramah turis

Selalu saja ada tempat wisata baru di sini, contohnya ini.
Science Museum juga menarik untuk disambangi.

Bagi penyuka museum, rasanya anda perlu ke Amsterdam. Aneka macam museum menarik ada di sini. Tentu anda masih ingat cerita lima museum seperti museum sex atau museum canabis di sini. Banyak pilihan menarik tersedia untuk wisatawan. Kota ini ramah turis dan penduduknya pun bisa bahasa inggris dengan baik.

Baca: 5 Museum yang bisa dipertimbangkan untuk dikunjungi

Alasan lain pun mungkin masih ada lagi, seperti alasan seni misalnya. Sedangkan yang lain bisa saja menyebut alasan studi karena ada tawaran dari lembaga penyedia beasiswa yang memberi kesempatan untuk studi lanjutan di Amsterdam. Pastinya anda juga punya alasan tersendiri, mengapa perlu berkunjung ke Amsterdam?

Amsterdam (8): 10 Destinasi Wisata Berbayar Hingga Gratis, Hanya dengan Berjalan Kaki

Belanda memang bukan Amsterdam saja, tetapi kecantikan kota ini seperti magnet untuk datang.
Canal night tour Amsterdam bisa anda pilih di musim dingin untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Tampak belakang Basilika Santo Nikolaus.

Kami berencana jam 9 pagi sudah keluar hotel dan mulai menjelajah pusat kota Amsterdam. Apa daya, ini musim winter dimana jam 8 pagi masih terasa gelap dan begitu sepi. Rasanya kami pun masih ingin diam di kamar yang nyaman sembari menikmati sarapan pagi. Kami tak perlu khawatir juga untuk menjangkau destinasi wisata karena jarak hotel dengan pusat kota begitu dekat hanya dengan berjalan kaki.

Nah, sepuluh tempat berikut adalah destinasi wisata turis bilamana datang ke Amsterdam. Anda tak perlu keluar uang taksi, sewa sepeda apalagi membawa kendaraan. Cukup berjalan kaki, semua bisa dijangkau. Sepuluh tempat ini ada yang gratis tetapi ada pula yang berbayar. Semua pilihan ada di tangan anda.

1. Dam Square

National monument.
Delman di area Dam Square.

Pemberhentian pertama adalah semacam alun-alun kota dimana warga bisa bertemu dan berekspresi. Seperti saat kami datang, di sisi tengah ada orang yang mencari uang dengan membuat pertunjukan akrobat. Di sisi lain, pertunjukkan budaya suatu negara yang ramai. Dam Square dikenal juga sebagai meeting point untuk sightseeing tour di Amsterdam. Dam Square ditandai National Monument sebagai peringatan perang dunia kedua. Monumen tersebut dibangun tahun 1956.

Dam Square letaknya di pusat dan strategis. Di sini pula orang bisa melakukan unjuk rasa/demonstrasi atau acara yang melibatkan massa. Di sini pula dulu menjadi terminal trem, kendaraan seperti kereta yang melintas di jalan raya. Dam Square juga menjadi tempat berlangsungnya pasar jelang natal. Karena dulu area ini dikenal sebagai market square.

2. Museum kota Amsterdam

Pintu masuk.
Lorong menuju kafe museum.

Jika anda datang ke Amsterdam, tempat kedua yang wajib dikunjungi adalah museum kota. Museum ini berisikan tentang Amsterdam masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Enam ratus tahun lalu, bangunan museum ini semula adalah biara kemudian abad 16, bangunan dialihfungsikan menjadi panti asuhan yang menampung ribuan anak. Tahun 1975 fungsi panti asuhan direlokasi yang selanjutnya menjadi Amsterdam Museum. Museum ini berisi lebih dari soal sejarah Amsterdam di masa lalu, tetapi ada seni, budaya dan kebiasaan orang-orang di sini abad per abad.

Contohnya adalah kedatangan Napolleon Bonaparte ke Amsterdam.

Tidak hanya museum, di sini ada kafe dan teras yang sunyi untuk pengunjung di tengah hiruk pikuk kota Amsterdam. Anda bisa menikmati secangkir kopi dan kue-kue negeri Holland yang enak itu atau Heinaken bir mungkin. Museum buka tiap hari mulai dari jam 10 pagi dengan tiket masuk seharga 15€. Jika anda punya I am amsterdam city card maka anda gratis masuk.

3. Royal Palace

Royal palace dari seberang jalan, yakni area shopping centre.
Raja dan Ratu Belanda.

Royal Palace adalah tempat wajib yang dikunjungi di kota-kota besar di Eropa. Pasalnya ini tidak hanya menggambarkan kehidupan monarki pada jaman dulu kala tetapi bangunan istana memang berkesan dan menarik menjadi objek foto. Di depan royal palace seperti alun-alun kota yang tak pernah sepi turis. Selalu ada atraksi yang menarik minat wisatawan atau area berkumpulnya para warga.

Maket istana.

Istana ini didirikan abad 17 dengan gaya arsitektur klasik. Di sini pula terdapat balai kota pemerintahan kota yang diusung sejak dikenal Dutch Golden Age. Bangunan bercorak kuning ini memiliki interior yang melambangkan prestise dan kekusaan. Lebih jelasnya, anda bisa berkunjung ke sini pada jam operasional buka dengan membayar tiket 10€ per orang. Jika anda punya tiket museum terusan maka anda gratis berkunjung.

4. Madame Tussauds

Madame Tussauds di kota Amsterdam.

Tak jauh letaknya dari Royal Palace adalah museum lilin Madame Tussauds. Meski ada banyak museum Madame Tussauds, namun di Amsterdam pastinya ada yang berbeda dan menarik. Saya tidak masuk ke dalam museum karena saya pikir ini kurang lebih sama saja seperti museum madame tussauds yang pernah saya kunjungi di kota lain. Tiket masuknya pun bisa digabung dengan tiket Amsterdam Light Festival.

5. Central Station

Stasiun kereta utama yang besar dan megah di malam hari.
Stasiun yang bersebrangan dengan pusat informasi turis.

Dikutip dari laman informasi turis, setiap harinya diperkirakan sekitar seperempat juta orang lalu lalang melewati stasiun utama Amsterdam. Stasiun ini termasuk yang terbesar dari bandara udara Amsterdam yang ditransfer ke berbagai stasiun di wilayah lain di Belanda. Amsterdam central station juga menjadi titik terminal moda transportasi di ibukota Belanda ini. Stasiun ini pertama kali dibuat dan resmi digunakan pada abad 19 akhir.

Jika anda sudah tiba di stasiun ini, anda bisa mudah membeli tiket moda transportasi umum lainnya. Anda juga bisa langsung mendatangi pusat informasi turis yang letaknya di seberang stasiun. Dari sini juga anda bisa langsung menuju stasiun lain di belahan Belanda lainnya.

6. Zeedijk

Zeedijk Buddhist temple.
Restoran di Niuewmarkt.

Lokasi wisata selanjutnya adalah area chinatown yang dijadikan pusat kuliner selera asia, rumah ibadah seperti klenteng dan sovenir. Area ini cukup luas untuk dijelajahi, saya dan suami hanya mampir sebentar mengingat kami salah jalan yang pada akhirnya menemukan tempat ini. Letak chinatown dekat dengan Nieuwmarkt. Area ini mudah dikenali karena terdapat banyak restoran selera asia dan toko-toko sovenir. Sebenarnya ini kurang tepat juga disebut area pecinan mengingat ada juga warga asia lainnya semisal Thailand dan Indonesia misalnya yang juga berusaha di situ.

7. Pasar bunga atau Bloemenmarkt

Lengkapnya!
Sovenir juga aneka macam dijual di sini.

Sebagaimana anda tahu bahwa Amsterdam dikenal sebagai kota yang cantik karena dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Selain musim dingin, anda akan melihat cantiknya bunga-bunga bermekaran di Amsterdam. Tentu anda tak akan lupa bunga tulip yang menjadi kebanggaan warga Holland. Cek juga museum tulip yang pernah saya ulas sebelumnya.

Di Amsterdam saja terdapat beberapa lokasi pasar atau toko bunga. Ada masanya dahulu bunga Tulip menjadi kebanggaan warga di sini. Itu pula yang menyebabkan usaha tidak hanya menjual bunga saja, melainkan ada bibit bunga, pupuk hingga hiasan untuk taman. Saya dan suami membeli salah satu hiasan taman rumah belakang karena berkebun juga menjadi aktivitas sebagian orang Jerman diluar musim dingin.

Contoh sovenir yang dijual.

Area bloemenmarkt di jalan Singel Amsterdam menjadi perhatian turis seperti saya. Kami bisa melihat dan mengamati aneka bunga, perlengkapan berkebun hingga kebutuhan aksesoris lainnya. Di sini juga menjadi sentra penjualan buah tangan yang bisa dijadikan sovenir. Oh ya, anda juga bisa menikmati aneka kafe dan kuliner di sekitar sini. Kami pun mampir menikmati poffertjes yang pernah diulas sebelumnya.

8. Rembrandt square park dan museum

Dari kejauhan.
Dari dekat.

Rembrandt museum juga menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi, tetapi kali ini saya mengajak anda untuk melihat area rembrandt park yang menjadi ajang warga untuk berfoto ria. Pasalnya di sini ada patung miniatur yang menjadi spot turis berfoto. Saya sendiri tidak masuk ke museum Rembrandt. Kami akhirnya memilih berhenti dan di area park terdapat jajanan street foods yang bisa dicoba.

9. Magere Brug

Jembatan cinta.

Ini adalah jembatan romantis yang dijuluki sebagai ‘The Amsterdam Kissing Bridge” yang menawan di malam hari saat musim dingin. Jembatan ini menjadi salah satu ajang aktraksi saat Amsterdam Light Festival Show yang saya ceritakan sebelumnya. Magere Brug adalah jembatan kecil di atas Sungai Amstel yang terkenal. Jembatan ini menghubungkan tepi sungai di Kerkstraat, antara Keizersgracht dan Prinsengracht yang terkenal di pusat kota.

Saya mengetahui mitos “jembatan cinta” dari film drama dengan setting di kota Amsterdam yang ditayangkan di Jerman. Karena film itu, saya pun jadi tahu tentang jembatan yang sebenarnya tampak biasa saja. Kemudian penjelasan juru mudi sekaligus pemandu wisata dalam boat tour memperkuat dugaan mitos tersebut. Hal ini sebagai informasi agar anda tidak heran setibanya di jembatan ini, mungkin ada pasangan yang berciuman sebagai tanda kasih dan mempercayai mitos ini. Mitos bagi pasangan yang berciuman di bawah jembatan ini maka cinta mereka abadi.

10. Shopping Centre

Sebagian gang berbelanja yang selalu ramai.

Tempat terakhir diperuntukkan bagi pecinta shopping atau berbelanja yang luas dengan berbagai merek dunia. Anda bisa dipuaskan untuk memilih barang kesukaan anda di sini dengan tetap memperhatikan anggaran yang tersedia di dompet anda. Tak hanya berbelanja, anda bisa mengamati lalu lalang orang dengan menikmati secangkir kopi dan pancake Holland yang enak di kafe di sini.

Have a nice day!

Amsterdam (7): Begijnhof, Kisah Desa Tradisional di Pusat Kota

Sebagian besar didominasi bangunan abad 17 dan 18.
Ini area yang tidak boleh dimasuki turis.
Tak ada penjelasan siapa patung ini, mungkin ini adalah Cornelia Arents, the beguinage yang tidak mau dimakamkan di dekat gereja protestan. Tampak belakang adalah gereja protestan.

Jika di Seoul ada desa tradisional Namsangol Hanok village seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, maka di Amsterdam bisa jadi punya Begijnhof yang letaknya juga di pusat kota. Saya mengetahuinya setelah saya dan suami berkunjung ke Amsterdam Museum. Letaknya yang menjorok ke dalam memang tak mudah ditemukan. Begitu masuk ke dalam dalam, anda dilarang berisik dan membuat kegaduhan.

Baca: Desa tradisional di kota Seoul

Begijnhof dinyatakan muncul sekitar abad 14 dimana warga Belanda masih religius dan termasuk penganut Katolik taat, seperti yang tampak di sini. Di desa ini hidup banyak perempuan yang memilih untuk selibat, seperti biarawati yakni mereka memilih tidak menikah dan mengabdikan diri untuk Tuhan dan sesama. Tetapi mereka sesungguhnya bukan biarawati karena mereka tidak mengambil sumpah. Begitu saya membacanya di papan informasi. Sebagian rumah-rumah di sini dibangun pada abad pertengahan dan sedikit mengalami perbaikan. Apalagi Beginjhof pernah mengalami kebakaran. Ada satu rumah yang diperbaiki juga tahun 1950-an.

Sebagaimana anda tahu bahwa abad 15 muncullah gerakan Luther yang mengawali perubahan dalam gereja Katolik. Gerakan protes Luther yang berasal dari Wittenberg, Jerman terhadap gereja memberi pengaruh hingga ke Belanda. Sempat terdengar, abad 16 terjadi reformasi gereja di Belanda sehingga sebagian besar warga beralih menjadi penganut gereja Lutheran. Banyak warga Belanda tak lagi menjadi penganut ajaran katolik, tetapi tidak untuk sekelompok warga yang tinggal di Beginjhof. Sebagai informasi, Belanda bagian utara didominasi warga Kristen Protestan dan warga di bagian selatan didominasi warga Katolik.

Baca: Mengunjungi gereja All Saints, tempat Luther menempelkan 150 Thesisnya

Penduduk di Begijnhof menamakan diri sebagai ‘the beguinage’ memilih bertahan di desa itu dan terisolir. Mereka mempertahankan gereja katolik yang ada di situ. Sekilas kapel yang terletak di nomor 31 seperti rumah biasa, dikarenakan mereka ingin menyembunyikannya. Munculnya gerakan reformasi gereja menyebabkan Beginjhof punya gereja protestan juga. Kini ada dua gereja, yakni gereja katolik dan gereja protestan. Ada yang menjuluki gereja ini adalah gereja tersembunyi karena umumnya gereja selalu tampak terlihat dan terbuka.

Salah satu dinding rumah warga.
Gerbang masuk yang di atas pintu tampak prasasti batu Santa Ursula, sebagai pelindung.
Gereja protestan.
Kapel, yang keseluruhan adalah bangunan asli abad 16, bangunan paling tua di situ.

Tercatat orang terakhir ‘the beguinage’ wafat sekitar tahun 1970. Meski tak ada lagi orang asli Begijnhof, tetapi masih ada sampai sekarang 108 perempuan yang memilih tetap tinggal dan merawat desa itu. Itu sebab, orang yang datang diminta untuk tidak buat kegaduhan. Turis boleh melihat-lihat, berfoto dan berdoa di dalam gereja juga.

Ini menjadi spot foto bagi turis karena desa ini masih terdapat bangunan Houten Huys, tipe bangunan di Belanda pada abad pertengahan. Di tengah keriuhan pusat wisata Amsterdam, ternyata ada Begijnhof yang memberi ketenangan. Mereka sengaja menciptakan suasana batin yang damai, terisolir dari hiruk pikuk kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Amsterdam (6): 5 Museum Menarik nan Unik yang Mungkin Anda Tertarik

Kota Amsterdam yang selalu cantik dan menjadi incaran wisata dunia.
Ilustrasi.

Amsterdam begitu menggoda siapa saja untuk datang. Padahal orang Belanda sudah menyarankan bahwa Belanda tidak hanya Amsterdam saja, ada kota-kota lain yang sama menariknya seperti Amsterdam. Kami juga berkunjung ke Den Haag dan Rotterdam. Namun kami berpikir tak lengkap rasanya ke Belanda, jika kami belum menjejakkan kaki di pusat ibukota Belanda meski kami sudah pernah melintasi Belanda sebelumnya. Dan akhirnya museum menjadi bagian dari keseruan kunjungan kami di sini.

Lima museum berikut berada di pusat kota Amsterdam dengan letaknya berdekatan satu sama lain. Begitu menariknya museum ini dikarenakan ini mungkin tabu di Indonesia untuk dibahas tetapi di sini anda bisa mendapatkannya.

Bagi pecinta museum dan bukan, museum berikut ini menawarkan atsmofer berbeda untuk pengunjung. Dijamin anda tidak akan bosan berkunjung ke museum. Staf museum memiliki informasi yang mumpuni, berbagai pertanyaan pengunjung bisa dijelaskan dengan baik. Dari yang berbayar hingga gratis, saya bagikan untuk anda.

1. Museum Tulip

Museum tampak depan.


Berdiri di jalan Prinsengracht, seberang jalan menuju Anne Frank Huis adalah lokasi museum Tulip. Museum Tulip tidak begitu besar, yang berisi sejarah, informasi dan berbagai pernak-pernik tentang bunga cantik ini. Seperti yang saya ketahui bahwa bunga tulip ini berawal sekitar abad 16 di Belanda, yang diperkenalkan saat jaman kekaisaran Ottoman. Bunga ini berhasil memikat banyak warga Belanda saat itu hingga menjadikannya sebagai investasi. Hingga kini, bunga tulip masih mendapat tempat di hati warga Belanda. Warna dan bentuknya yang rupawan menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek foto.

Pengunjung bisa membayar tiket masuk sebesar 5€ untuk orang dewasa. Di sini kita bisa mendapatkan bibit hingga cara merawat bunga tulip. Selain itu, bunga tulip bukan asli pun bisa dijadikan dekorasi rumah atau sovenir. Letaknya tak jauh dari Museum Keju atau di seberang jalan menuju lokasi Anne Frank Huis.

2. Museum keju

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya adalah museum keju yang letaknya hampir bersebelahan dengan museum tulip. Atau anda bisa berjalan kaki sekitar dua menit dari arah Anne Frank Huis. Ini bisa menjadi petunjuk itinerary anda bila berkunjung ke Amsterdam. Museum keju ini pun tak begitu luas tetapi kaya akan informasi keju yang menjadi makanan favorit orang Belanda. Museum ini diperuntukkan untuk siapa saja, bukan hanya penggemar keju saja. Anda bisa masuk gratis.

Museum keju menawarkan contoh keju yang bisa dicoba pengunjung yang datang. Tentu saja, anda bisa membeli dan membawa pulang aneka macam keju yang tersedia. Keju yang disedikan pun ada berbagai macam. Staf di sana dengan ramah menyambut dan memperkenalkan keju terbaik untuk anda. Anda pasti suka datang ke sini.

3. Museum Multatuli

Museum tampak muka.

Museum selanjutnya yang menarik untuk dikunjungi adalah Museum Multatuli. Siapa yang tak kenal Multatuli, nama yang disebut dalam pelajaran di sekolah saat saya bersekolah di Indonesia dulu. Saya sudah memasukkan jadwal mengunjungi tempat ini begitu tiba di Amsterdam. Sayangnya saya datang di hari libur dimana museum pun tutup. Mengenai Multatuli yang merupakan nama pena dari Eduard Douwes Decker, saya buatkan dalam artikel terpisah.

Museum ini berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari Anne Frank Huis. Museum ini pun gratis bagi siapa saja. Dulu museum ini adalah rumah kelahirannya, tetapi sejak dijadikan museum maka bangunan dialihkan sebagai peninggalan karya Multatuli menjadi dua lantai. Multatuli dikenal dengan buah pikirnya yang menolak kolonialisme. Di museum ini, pengunjung bisa mengenal sosok Multatuli yang sederhana dan buah pena hasil karyanya.

4. Museum Sex

Museum tampak depan.

Museum selanjutnya yang juga menarik dikunjungi adalah museum sex, yang berjarak sekitar dua menit saja dari Amsterdam Central Station. Museum yang berada di area lalu lalang para turis dan pejalan kaki ini mudah dijangkau. Namun mereka yang sudah berusia 16 tahun yang boleh masuk ke situ. Pengunjung juga boleh berfoto asalkan sudah membayar tiket masuk sebesar 5€. Museum ini lebih pada karya seni dan permainan multimedia yang dianggap tabu dan tidak dipertontonkan di muka publik.

5. Museum Cannabis

Museum terakhir yang bisa jadi informasi untuk anda adalah museum cannabis. Sebagaimana kita ketahui, para ahli terus berupaya membuktikan manfaat dari ganja untuk kehidupan manusia. Misalnya cannabis ternyata bermanfaat untuk perawatan kulit dan masih banyak lagi yang perlu dibuktikan. Meski manfaatnya pun masih menjadi pro dan kontra, museum ini menghadirkan nuansa informatif dan edukatif dari tanaman mariyuana ini.

Staf museum yang berpengalaman dan cukup informatif akan menjelaskan mariyuana dari sejarah, jenis-jenisnya hingga manfaatnya yang berbentuk produk. Pengunjung juga bisa melihat tanaman mariyuana yang masih hidup. Lokasi museum berada di Damstraat.

Bagi anda yang tertarik datang ke Amsterdam, bisa jadi informasi di atas menjadi pertimbangan agenda wisata anda mengunjungi jantung kota Amsterdam.

Selamat berhari Minggu!

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Antwerpen, Belgia (1): Kemeriahan Pasar Natal yang Tak Ingin Terlewatkan

Lokasi wisata utama kota Antwerpen menjadi Christmas Market.
Lokasinya dekat Katedral Antwerpen, yang juga sedang direnovasi.
Katedral tampak muka.
Meriah dan ramai.

Masih dalam suasana natal dan tahun baru, saya bagikan kemeriahan pasar natal yang sudah berakhir di beberapa tempat. Di Jerman pasar jelang natal sudah selesai dua atau tiga hari menjelang tanggal 25 Desember, Hari Raya Natal itu sendiri. Ini diterapkan juga di negara lain seperti saat saya berkunjung ke Zürich, Swiss dan Amsterdam, Belanda. Sementara ada sebagian negara yang masih menggelar pasar natal seperti di Budapest, Hungaria yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Atau di Wina, Austria yang juga masih menggelar Christkindlmarkt di depan Istana Schonbrunn. Rupanya Belgia masih menggelar pasar natal sampai awal Januari tahun berikutnya.

Dari Rotterdam, Belanda kendaraan kami melaju sekitar satu setengah jam lebih menuju Antwerpen, Belgia. Kami berpikir untuk berhenti di Antwerpen untuk mengetahui keindahan kota tersebut. Sayangnya hari sudah gelap, meski kami tiba masih sekitar jam 5 sore. Ini musim dingin setelah hari raya natal berlalu. Kami segera mencari lokasi parkir umum di pusat kota. Tiga puluh menit parkir umum untuk mobil berbayar 2€, letak parkiran dekat dengan Grote Markt, pusat kota.

Begitu keluar parkir, kami melihat banyak orang lalu lalang menuju ke Altstadt atau sekitar katedral. Lokasi ini disebut Grote Markt dalam bahasa setempat dimana banyak butik, area pertokoan pusat perbelanjaan dan menariknya pasar natal masih berlangsung. Christmas market di Antwerpen masih berlangsung sampai 5 Januari dan kami tak ingin melewatkannya. Suami saya tahu bahwa saya ingin mencoba kuliner yang meriah di sini.

Di dekat Katedral, jangan lewatkan die Krippe yakni kandang natal yang berisi figur drama kelahiran Yesus Kristus. Sebagaimana di Jerman, die Krippe biasanya berada di dekat Katedral, Dom atau Gereja utama pusat kota. Selain itu beranjak ke halaman gereja, terdapat instrumen yang dihiasi dekor bertema khusus yang membangkitkan suasana magis. Di situ terdapat restoran eksklusif bagi wisatawan menikmati sajian lokal, dengan suasana lampu temaram.

Christmas Market di Belgia menawarkan ice skating yang menjadi wahana keluarga, anak-anak dan remaja senang menikmatinya. Di Antwerpen saya tidak menemukannya tetapi di Brussels, saya mendapati area ice skating yang berdekatan dengan Christmas Market. Ini yang membedakan Christmas Market di Belgia dengan negara lainnya.

Kandang natal atau disebut die Krippe.
Kiri adalah mistletoe raksasa yang dihiasi cahaya kebiruan yang membuat banyak orang berdiri di bawahnya.
Ini adalah mistletoe raksasa.
Api unggun elektrik raksasa, tempat orang duduk menghangatkan diri.
Kios yang menjual pernak-pernik natal.

Ada berbagai booth yang menjual aneka kebutuhan natal, pernak-pernik natal dan musim dingin hingga kuliner yang sayang jika dilewatkan. Ini seperti umumnya Christmas Market. Namun di sini kami bisa menemukan api unggun besar elektrik dengan tempat duduk yang bisa menghangatkan orang-orang yang menikmati dinginnya malam. Tak kalah menariknya adalah mistletoe raksasa yang didesain mengagumkan. Riuh orang lalu lalang membuat semarak pasar natal ini.

Hal menarik lainnya adalah permainan cahaya dari lampu yang bersamaan dengan instrumen yang membuat suasana semakin indah. Cahaya yang indah dari lampu kelap-kelip membuat banyak orang berfoto. Di sini ternyata ada photo booth juga yang membuat orang bisa berselfie ria. Meski natal baru saja berlalu, namun di sini anda masih bisa menyaksikan semaraknya sebelum Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman, Heillige Drei König.

Lalu kuliner apa saja yang saya nikmati di Christmas Market Antwerpen, simak cerita selanjutnya.