Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Menikmati Jalan Bebas Hambatan di Benelux yang Bebas Biaya

Papan petunjuk di jalan tol di Belanda.

Berpetualang menggunakan jalur darat menjadi pilihan jika saya hendak pergi berlibur bersama suami. Pasalnya, kami bisa menikmati pemandangan indah dipenuhi kehijauan pengunungan, langit biru dan danau atau sungai yang bersih. Pilihan transportasi darat di eropa bisa menggunakan kereta api yang fasilitas dan servisnya terbaik di benua biru. Pilihan lain transportasi adalah mengendarai kendaraan sendiri. Ini yang menjadi cerita selanjutnya melalui jalan bebas hambatan di negara Benelux.

Negara Benelux adalah sebutan tiga negara berdekatan secara ekonomi dan geografis dan juga kebetulan bertetangga dengan Jerman, yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg. Ketiganya sudah saya kunjungi dengan berkendara, meski pun kami harus berlelah-lelah dan fokus menyetir demi keselamatan. Namun kelebihannya tentu saja ada. Kami bisa mengatur kemana dan kapanpun kami suka. Kekurangannya juga ada seperti diliputi rasa lelah berkendaraan. Kami juga perlu mempertimbangkan biaya parkir yang tak murah. Tentang biaya parkir, saya buat artikel terpisah.

Cerita saya berkendara dan melewati jalan bebas hambatan seperti di Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Kroasia misalnya. Di negara-negara yang saya sebutkan itu kami harus membeli vignette, yakni bea tol untuk menggunakan jalan bebas hambatan. Vignette itu semacam stiker ditempel di kaca depan, itu berlaku seperti Austria, Slovenia, Slowakia, Hungaria dan Swiss. Vignette ini berlaku untuk periode tertentu. Kecuali di Kroasia, jalan tol seperti layaknya di Indonesia. Ada pos jaga untuk memberi tiket dan menerima pembayaran.

Memasuki jalan tol dalam kota di Brussels, Belgia.

Berada di jalan tol di Luxemburg.

Selain vignette tersebut di atas, kami juga memikirkan biaya lagi jika pengendara melalui jalur “maut” yakni terowongan yang dibangun khusus dan canggih biasanya untuk mempercepat perjalanan. Sedangkan di Jerman, kami tidak perlu membayar biaya tol alias gratis. Ini sama seperti kami berkendara ke negeri tetangga, Ceko. Di sini pun tidak ada biaya tol. Sedangkan di Prancis, ada biaya khusus untuk melewati jalur “maut” yang hanya berada di area tertentu.

Itu tadi hanya pengantar saja. Bagaimana kita berkendara di tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Luxemburg?

Jalan tol di Jerman sebagian besar tidak ada batas maksimum kecepatan, kecuali bila kita disarankan misalnya masuk tol dalam kota, batas akhir jalan tol, jalur perbatasan negara dan sebagainya. Di situ kita disarankan untuk mengurangi kecepatan sesuai petunjuk lalu lintas yang tertera. Sebaliknya jalan tol di tiga negara tersebut punya batas maksimal berkendara. Sepanjang jalan tol di Belanda misalnya hanya boleh kecepatan 120 Km/jam. Begitu pun di dua negara tetangganya, tak jauh berbeda.

Jalan tol gratis di tiga negara ini tidak berlaku untuk kendaraan seperti bis atau truk yang beroda lebih dari 4 dan membawa barang. Jalan tol di Jerman begitu mudah ditemui rasthof atau rest area dalam bahasa Inggris. Ada juga toilet umum, tempat parkir dan pom bensin. Di tiga negara tersebut tidak begitu banyak. Mungkin ketiga negara tersebut tidak seluas Jerman.

Oh ya, motor yang disyaratkan juga bisa memanfaatkan jalan tol. Jalan tol juga memiliki jalanan yang mulus dengan rambu-rambu lalu lintas jelas. Tak ada jalan berlubang. Pengguna kendaraan merasa puas dengan sistim jalan tol ini.

Sebagai pertimbangan, jarak berkendara dari Amsterdam ke Brussels sekitar dua jam saja. Jarak dari Brussels ke Luxembourg city pun sekitar 2 jam. Itu semua pasti melalui jalan tol. Lancar jaya ‘kan.

Bagaimana menurut anda?

Antwerpen, Belgia (1): Kemeriahan Pasar Natal yang Tak Ingin Terlewatkan

Lokasi wisata utama kota Antwerpen menjadi Christmas Market.
Lokasinya dekat Katedral Antwerpen, yang juga sedang direnovasi.
Katedral tampak muka.
Meriah dan ramai.

Masih dalam suasana natal dan tahun baru, saya bagikan kemeriahan pasar natal yang sudah berakhir di beberapa tempat. Di Jerman pasar jelang natal sudah selesai dua atau tiga hari menjelang tanggal 25 Desember, Hari Raya Natal itu sendiri. Ini diterapkan juga di negara lain seperti saat saya berkunjung ke Zürich, Swiss dan Amsterdam, Belanda. Sementara ada sebagian negara yang masih menggelar pasar natal seperti di Budapest, Hungaria yang pernah saya sampaikan sebelumnya. Atau di Wina, Austria yang juga masih menggelar Christkindlmarkt di depan Istana Schonbrunn. Rupanya Belgia masih menggelar pasar natal sampai awal Januari tahun berikutnya.

Dari Rotterdam, Belanda kendaraan kami melaju sekitar satu setengah jam lebih menuju Antwerpen, Belgia. Kami berpikir untuk berhenti di Antwerpen untuk mengetahui keindahan kota tersebut. Sayangnya hari sudah gelap, meski kami tiba masih sekitar jam 5 sore. Ini musim dingin setelah hari raya natal berlalu. Kami segera mencari lokasi parkir umum di pusat kota. Tiga puluh menit parkir umum untuk mobil berbayar 2€, letak parkiran dekat dengan Grote Markt, pusat kota.

Begitu keluar parkir, kami melihat banyak orang lalu lalang menuju ke Altstadt atau sekitar katedral. Lokasi ini disebut Grote Markt dalam bahasa setempat dimana banyak butik, area pertokoan pusat perbelanjaan dan menariknya pasar natal masih berlangsung. Christmas market di Antwerpen masih berlangsung sampai 5 Januari dan kami tak ingin melewatkannya. Suami saya tahu bahwa saya ingin mencoba kuliner yang meriah di sini.

Di dekat Katedral, jangan lewatkan die Krippe yakni kandang natal yang berisi figur drama kelahiran Yesus Kristus. Sebagaimana di Jerman, die Krippe biasanya berada di dekat Katedral, Dom atau Gereja utama pusat kota. Selain itu beranjak ke halaman gereja, terdapat instrumen yang dihiasi dekor bertema khusus yang membangkitkan suasana magis. Di situ terdapat restoran eksklusif bagi wisatawan menikmati sajian lokal, dengan suasana lampu temaram.

Christmas Market di Belgia menawarkan ice skating yang menjadi wahana keluarga, anak-anak dan remaja senang menikmatinya. Di Antwerpen saya tidak menemukannya tetapi di Brussels, saya mendapati area ice skating yang berdekatan dengan Christmas Market. Ini yang membedakan Christmas Market di Belgia dengan negara lainnya.

Kandang natal atau disebut die Krippe.
Kiri adalah mistletoe raksasa yang dihiasi cahaya kebiruan yang membuat banyak orang berdiri di bawahnya.
Ini adalah mistletoe raksasa.
Api unggun elektrik raksasa, tempat orang duduk menghangatkan diri.
Kios yang menjual pernak-pernik natal.

Ada berbagai booth yang menjual aneka kebutuhan natal, pernak-pernik natal dan musim dingin hingga kuliner yang sayang jika dilewatkan. Ini seperti umumnya Christmas Market. Namun di sini kami bisa menemukan api unggun besar elektrik dengan tempat duduk yang bisa menghangatkan orang-orang yang menikmati dinginnya malam. Tak kalah menariknya adalah mistletoe raksasa yang didesain mengagumkan. Riuh orang lalu lalang membuat semarak pasar natal ini.

Hal menarik lainnya adalah permainan cahaya dari lampu yang bersamaan dengan instrumen yang membuat suasana semakin indah. Cahaya yang indah dari lampu kelap-kelip membuat banyak orang berfoto. Di sini ternyata ada photo booth juga yang membuat orang bisa berselfie ria. Meski natal baru saja berlalu, namun di sini anda masih bisa menyaksikan semaraknya sebelum Hari Raya Tiga Raja atau dalam bahasa Jerman, Heillige Drei König.

Lalu kuliner apa saja yang saya nikmati di Christmas Market Antwerpen, simak cerita selanjutnya.

Mesir (24): Akhirnya Satu Hari di Kairo, Apa Saja Dilakukan?

Sisi sungai nil di Kairo.


Sungai nil tampak bersih dan airnya jernih.


Sungai nil membelah kota Kairo.

Sebelum saya memulai cerita liburan selanjutnya ke negara lain, saya lanjutkan petualangan saya masih di Mesir. Bagi kebanyakan orang Indonesia, Kairo adalah tempat wajib yang dikunjungi. Bukan hanya karena Kairo adalah ibukota negara Mesir saja tetapi kunjungan ke Kairo biasanya dilakukan sembari berziarah ke beberapa masjid tua. Begitu kata pemandu wisata yang mengiringi perjalanan kami ke Kairo setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, diantara semua turis berbahasa Jerman.

Untuk mencapai Kairo, saya dan suami ikut program tur satu hari penuh yang ditawarkan agen perjalanan kami. Sekitar jam 2 dini hari, kami dijemput dengan bis eksklusif bersama rombongan turis berbahasa Jerman lainnya dari berbagai resort hotel di Hurghada. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain menuju Kairo, seperti pesawat dan taksi pribadi tetapi kami memilih naik bis eksklusif yang nyaman, tersedia toilet dan makan siang bersama di salah satu restoran terkenal di Kairo. Perjalanan dari Hurghada ke Kairo ditempuh sekitar lima sampai enam jam.

Saya dan suami memang memutuskan berkunjung ke Kairo, seolah tak lengkap jika sudah tiba di Mesir tetapi belum berkunjung ke Kairo.

Sepanjang perjalanan kami hanya mendapati gurun tandus dan sisi lainnya adalah laut. Terdapat juga hunian mewah saat kami melintasi perjalanan panjang tersebut. Pihak hotel juga membawakan kami paket sarapan pagi yang lengkap sehingga kami khawatir lagi kelaparan. Begitu pun saat kami tiba di Hurghada, kami juga disediakan makan malam di hotel. Berwisata di Mesir memang tak perlu khawatir soal makanan.

Terminal bis di pusat kota Kairo.

Tampak masjid.
Sisi jalanan Kairo, ada delman.
Tampak gersang.
Kairo menjadi pusat perdagangan di benua Afrika.

Di tengah perjalanan, kami berhenti hanya satu kali rest area yang sepertinya semua transportasi darat pasti berhenti di situ. Ini semacam foodhall, toilet umum, kafe dan tempat belanja sovenir. Sebaiknya, anda perlu berhati-hati saat berbelanja untuk memastikan harga makanan atau barang (=sovenir) yang dibeli. Siapkan juga uang receh atau koin saat hendak pergi ke toilet umum. Dan perlu diingat juga bis hanya satu kali berhenti untuk beristirahat.

Kami tiba di Kairo pagi hari. Kairo adalah kota terbesar di Mesir. Kota ini menjadi pusat perdagangan terbesar di benua Afrika. Kairo dalam bahasa Arab disebut ‘Al Qahira’. Sejak abad 13, Kairo sudah menjadi pusat keagamaan Islam terbesar. Ini ditandai dengan beberapa masjid yang berusia ratusan tahun sebagai tempat ziarah umat muslim dan Universitas Al Azhar sebagai universitas tertua di dunia. Kairo yang kini menjadi kota metropolitan dihuni sekitar 16 juta orang.


Kota ini tampak gersang karena suhunya saat kami datang sekitar 38 derajat celcius. Namun keramahan penduduknya, membuat banyak turis dari berbagai dunia datang ke sini untuk menyelami sejarah peradaban manusia berabad-abad sebelum masehi. Kota ini termasuk memiliki biaya hidup yang terjangkau. Begitu pemandu wisata kami menjelaskan. Meski tampak gersang tetapi Mesir selalu subur dan berlimpah kebutuhan pangannya. Karena Sungai Nil yang membelah di Kairo juga adalah hadiah dari Tuhan.

Datang ke Kairo maka wajib menyusuri promenade sungai nil yang mempesona. Sungai nil tampak bersih. Masyarakat Mesir percaya bahwa air adalah sumber kehidupan, tidak semestinya kita mencemarinya. Di sisi sungai nil yang tenang, kami mendapati jalur lalu lintas padat dan macet seperti Jakarta. Begitulah Kairo layaknya kota Metropolitan, dipenuhi orang lalu lalang yang sibuk dan perdagangan yang tak sepi.

Di Kairo ini, kami berencana berkunjung ke Museum Nasional sebagai tempat penyimpanan bersejarah berbagai artefak dan informasi dari peradaban manusia sebelum masehi. Tak lupa kami berkunjung ke Pyramida Giza dan Sphinx sebagai salah satu keajaiban dunia, yang tak boleh dilewatkan juga. Setidaknya anda tahu bahwa bagaimana melewatkan satu hari di Kairo.

Nantikan dua liputan tentang tempat-tempat tersebut selanjutnya!

Remich, Kota Tua di Luxembourg yang Berbatasan dengan Jerman (5)

Kunjungan saya di Luxembourg berakhir di Remich. Kota tua ini begitu menawan karena berada di lembah sungai moselle. Daerahnya yang subur ternyata baik untuk menanam anggur. Tak hanya itu kota ini cukup besar sekitar tiga ribu orang penduduknya. Akhirnya kami berhenti sejenak mencicipi kuliner yang khas di sini. Katanya lagi kota ini juga sering dikunjungi wisatawan.

Letak Remich memang berbatasan dengan Jerman. Itu sebab lalu lalang orang dari kedua negara ini tampak jelas dari plat mobil mereka masing-masing. Fasilitas publik seperti transportasi umum, taman hingga toilet begitu bersih dan moderen. Terminal bis dan dermaga ferry pun dibangun menarik dan moderen.

Jembatan penghubung Jerman -Luxembourg.

Kota ini bisa disebut kota tua karena telah ada sejak abad 5 Masehi. Dahulu kota ini dijadikan tempat bermukim prajurit romawi dan mereka memberi nama kota ini menjadi Remich. Kota ini pun sempat menjadi sasaran perang dunia. Letaknya yang berdekatan dengan Jerman, hanya terhubung dengan jembatan menyebabkan Remich pun tak luput dari kerusakan perang.

Sayangnya kami datang bukan di saat festival rakyat. Cerita penduduk, Remich selalu menggelar festival tahunan yang mengundang minat turis untuk menyaksikannya. Acara ini biasa berlangsung saat hari Rabu Abu, dimana dalam tradisi gereja katolik umat sudah memasuki masa prapaskah, yakni masa pantang dan puasa.

Di Remich, penduduk membuat orang-orangan yang terbuat dari jerami dan mengaraknya di sekitar jalan utama, dekat jembatan. Setelah diarak, orang-orangan ini dibakar kemudian dibuang di sungai moselle. Ini disebut strèihmännchen.

Sementara di wilayah tempat tinggal kami, sebelum Rabu Abu, dilaksanakan fasching dimana banyak orang mengenakan kostum dan bersuka ria di tempat umum.

Setelah menikmati jajanan dan beristihat sebentar di Remich maka perjalanan kami pun dilanjutkan kembali ke Jerman. Simak juga kuliner apa saja yang kami jumpai di sini!

5 Tempat Menarik Dikunjungi di Ibukota Luxembourg (4)

Negeri ini juga pecinta seni. Banyak karya seniman terpajang di sini. Ini salah satunya tentang simbol kekejaman perang.

Dari pusat kota hingga pinggiran, kami menemukan taman yang indah dimana setiap orang bisa menikmatinya.

Terminal bis dan pusat stasiun kereta saja megah.

Jika mendengar Luxembourg, apa yang terbayang dalam benak anda? Awalnya saya berpikir negara ini mirip dengan negara kecil lainnya di Eropa yang makmur dan sejahtera. Ternyata tak hanya itu, Luxembourg juga moderen bahkan dijadikan sentra pusat pembangunan Uni Eropa. Di bagian sisi ibukota ada yang masih mempertahankan bangunan lama, sementara ada sisi kota baru yang dibangun dengan arsitektur yang menawan. Luxembourg merupakan negara yang nyaman dan aman. Itu sebab banyak juga pendatang di sini. Bahkan mereka yang tinggal di pinggiran Jerman bisa bekerja di Luxembourg pada hari kerja.

Di kota Luxembourg saya menjumpai beberapa tempat yang dijadikan area publik, apalagi jika bukan taman kota. Tamannya indah ditanami bunga-bunga. Nyaman bagi pengunjung untuk menikmatinya sambil duduk atau berkeliling. Terkadang tiap taman ada patung karya seni yang menandai kedatangan tamu-tamu penting kenegaraan. Ya, negara ini juga pecinta seni yang ditandai dengan museum seni yang tak kalah cantiknya dengan museum Louvre di Paris.

Menurut kami kota ini kaya. Pasalnya berbagai bank internasional mudah dijumpai. Di ibukota kebanyakan kami melihat banyak apartemen mewah sedangkan di pinggiran kota, tampak rumah-rumah penduduknya sudah moderen. Sebagai catatan, kami intip data bahwa negara ini punya pendapatan PDB (GDP) tertinggi di dunia per kapita. Pantas saja negara ini dikenal sebagai negara berekonomi maju.

Untuk ibukota, kami tidak makan waktu lama. Kami cukup setengah hari dan memilih promo paket keliling kota. Cukup parkirkan mobil maka kami bisa menjumpai banyak tempat menarik.

Sekarang lanjut pada lima tempat menarik yang kami kunjungi.

1. Katedral Notre-Dame (Cathedral our Lady)

Tiga menara katedral dari kejauhan.

Tampak dalam gereja.

Ini menandakan anda memasuki area bisnis seperti bank, investasi, dsb.

Satu-satunya katedral di Luxembourg ya cuma di sini. Jadi terbayang bahwa negara ini benar-benar mini. Karena di Jakarta dan Tangerang sekitarnya punya satu katedral. Nah kira-kira bisa dibayangkan luas negara maju ini. Letaknya yang berada di pusat wisata maka tak heran katedral ini dikunjungi banyak wisatawan yang datang.

Gereja yang telah dibangun sejak abad 17 ini memiliki bangunan bergaya gothic akhir. Pada abad 19 Paus Pius IX meresmikannya menjadi katedral Notre-Dame. Gereja ini sendiri punya tiga menara. Di pintu utama tampak sejarah negara ini dalam papan informasi.

2. Place de la Constitution Konstitutionplatz

Boleh dibilang tempat ini adalah meeting point para wisatawan. Di sini tersedia tempat parkir bis wisatawan dan mobil pengunjung, seperti kami. Tetapi ya susah sekali mendapatkan tempat parkir, bahkan hanya dijatah satu mobil hanya untuk dua jam dan tidak boleh lebih. Di sini tersedia sewa sepeda automatic dan paket keliling kota.

Banyak wisatawan memilih mengabadikan keindahan kota dari area ini. Karena kita bisa melihat lembah hijau yang ditumbuhi pepohonan dengan kontur tanah tidak rata, jembatan dan benteng yang sudah dibangun sejak tahun 1600-an.

Di situ terdapat menara dengan ujungnya disebut “Gëlle fra” yang diartikan sebagai perempuan emas. Ya, memang tampak berkilau warna emas dengan mahkota dan sayap. Ini dibuat setelah berakhirnya perang dunia pertama. Menara ini melambangkan perlawanan rakyat Luxembourg untuk bangkit setelah perang.

3. Jalan Grand-Rue

Jika anda suka dengan keramaian, berbelanja dan nongkrong di kafe maka tempat ini bisa jadi pilihan. Area ini sudah ada sejak abad 17. Karena menjadi pusat keramaian dan shopping centre maka jalan ini bisa dikatakan sebagai jantung dari kota Luxembourg.

4. Casemates du Bock

Sejak berdiri Luxembourg rupanya menjadi incaran banyak negara untuk dikuasai. Itu sebab dibangun benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal lawan. Begitu kokohnya bahkan ketika Eropa dilanda perang, bangunan ini tak banyak yang rusak. Hingga sekarang benteng dan terowongan penghubungnya masih terpelihara hingga sekarang. Bahkan jembatan batu yang menghubungkan pusat kota pun tetap menarik mata.

5. Musèe de Art Moderne Grand-Duc Jean (MUDAM)

Bagi pecinta seni maka museum ini layak dikunjungi. Di sini beragam koleksi seni kontemporer yang berskala nasional hingga internasional. Bangunan interiornya yang menarik dan isinya yang berkelas tinggi menjadikan pengunjung pun penasaran untuk datang ke sini.

Asyiknya Jalan-jalan ke Ibukota Luxembourg (3)

Altstadt atau Konstitutionplatz, Luxembourg city.

Katedral Notre-Dame.

Pusat kota.

Luxembourg city juga dikenal sebagai markas kantor-kantor Uni Eropa. Tampak bendera anggota negara Uni Eropa.

Biar lebih mudah, ikut paket sightseeing saja.

Tampak pembangunan gedung bertingkat.

Suka bersepeda? Silahkan sewa di sini!

Setelah mampir sebentar ke Liechenstein, melipir sedikit ke Perancis dan main ke Bonn dan Köln sebentar maka liburan saya selanjutnya ke Luxembourg. Luxembourg memang jadi daftar tujuan saya selanjutnya manakala seorang teman bercerita betapa makmurnya beliau bekerja di negeri ini. Karena penasaran mendengar ceritanya maka meluncurlah kami ke sana. Ternyata negerinya tampak moderen, makmur dan tidak besar. Sebagaimana layaknya negeri kecil lainnya, sepertinya penduduknya terlihat sejahtera.

Kesejahteraan tentu sebanding dengan biaya hidup. Membayangkan berapa harga hotel semalam menginap di pusat kota, akhirnya kami putuskan mengambil di pinggiran saja dengan mengandalkan kendaraan pribadi. Namun rupanya tak mudah juga membawa kendaraan pribadi. Lokasi parkir tak begitu banyak di pusat wisata. Jika ada, tentu harganya lebih mahal. Meski disarankan menggunakan bis saja oleh petugas hotel, namun kami tetap menggunakan kendaraan kesayangan.

Luxembourg ini sebenarnya sudah ada sebelum Masehi menurut sejarah yang tertera di depan Katedral Notre-Dame. Secara resmi tahun 963 Masehi berdiri kerajaan yang menjadi cikal bakal kota Luxembourg. Berangsur-angsur kotanya sendiri berganti dinasti kepemimpinan dan mengalami berbagai masalah politik. Tahun 1989 Luxembourg merayakan 150 tahun kemerdekaannya. Jadi anda sudah bisa menebak kapan kemerdekaan negara ini. Kini tampak ibukota Luxembourg moderen namun masih banyak juga situs-situs yang dilindungi dan diakui UNESCO.

Kota Luxembourg dikenal kotanya dijadikan juga sebagai salah satu pusat kantor Uni Eropa. Selain kota Strasbourg, Perancis yang pernah kami kunjungi sebelumnya, sebagai markas kantor-kantor Uni Eropa maka Kota Luxembourg termasuk juga. Tampak bendera negara anggota Uni Eropa berkibar di sini.

Kota ini tumbuh dengan pesat. Beberapa gedung di kota ini dibangun dengan gaya arsitektur yang menawan, megah dan istimewa. Itu sebab banyak pembangunan moderen gedung-gedung bertingkat di pusat kota. Meski berbahasa Perancis dan bahasa Jerman sebagai bahasa resmi yang dipergunakan namun di sini setengah penduduknya adalah pendatang. Kota ini pun terlihat multikultural.

Ingin berkeliling kota Luxembourg, cukup rogeh kocek 14€ per orang maka anda bisa berkeliling berkunjung ke tempat-tempat menarik. Paket wisata sightseeing bisa didapat di seberang Katedral Notredam atau di sekitar Konstitutionplatz. Anda bisa mendapatkan informasi selama perjalanan dalam satu jam.

Jika anda punya anggaran lebih, silahkan menginap di pusat kota! Atau, anda juga bisa menginap di kota sekitar di Jerman seperti Trier atau Saarland. Dari situ anda bisa menggunakan kereta api. Bagi kami cukup satu hari saja sudah cukup berkeliling di pusat kota, hari berikutnya kami habiskan di pinggiran kota yang juga tak kalah menariknya seperti Schengen dan Remich.

Sampai saat ini, kami tidak tahu apa makanan tradisional atau yang menjadi khas negara Luxembourg. Informasi wisata yang kami terima dikatakan bahwa orang Italia yang pertama membuka industri kuliner di sini. Itu sebab ada banyak gerai pizza, pasta dan makanan khas Italia. Namun kami juga banyak mendapati makanan khas Jerman lainnya. Ada juga gerai restoran Perancis. Itu berarti mungkin tidak ada makanan khas dan wajib dicoba.

Asyiknya lagi jalan-jalan di sini, para turis atau pengunjung dibebaskan menggunakan toilet umum. Biasanya nih di negara-negara besar di Eropa, kita harus merogoh kocek 70 cents Euro hingga 1 Euro. Namun di negara ini, toiletnya bersih, moderen dan bagus pun gratis pula. Kami berpikir mungkin negara ini sudah maju. Bayangkan dari pusat kota hingga pinggiran kota, toiletnya gratis dan bersih. Keren ‘lah!

Selanjutnya, simak tempat-tempat menarik di Luxembourg. Tentu tak lengkap berwisata tanpa mencicipi sajian kuliner, simak cerita saya juga ya!

10 Tempat Destinasi Wisata di Colmar, Perancis (4)

Masih melanjutkan kunjungan saya di Colmar, tentu anda sudah mulai menebak tempat apa saja yang bisa dikunjungi. Banyak tempat bisa dijadikan obyek foto karena menarik dan unik. Selain itu luas aktraksi wisatanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Tak perlu ragu ‘kan jika ingin berkunjung ke sini.

Ini daftarnya!

1. Katedral Saint Martin (PLACE DE LA CATHÈDRALE)

Tampak depan katedral.

Agama katolik berkembang pesat di Perancis sebelum muncul evangalisasi, termasuk di Colmar. Katedral ini adalah bagian dari perkembangan umat masa itu. Katedral dibangun tahun 1235 dan selesai pada akhir abad 14. Dua menara gereja mengingatkan pada gereja di Jerman pada umumnya. Kata si pemandu wisata, satu menara berhasil selesai sedangkan yang lain tak selesai sempurna. Katedral ini menjadi landmark Colmar. Selain bangunannya yang mengagumkan, juga indah dikelilingi bunga-bunga.

2. Tanner’s district (PETITE RUE DES TANNEURS)

Sebuah informasi menyatakan bahwa wilayah Colmar memang sengaja dibangun dengan gaya bangunan tanner agar sama seperti bangunan rumah-rumah di Jerman pada umumnya. Mengingat wilayah ini jadi perebutan Jerman dan Perancis. Bangunan tanner dibuat sekitar pada abad 17 dan 18. Sedangkan di Bavaria tempat tinggal kami, umumnya bangunannya tidak bergaya tanner pada masa itu.

Karena begitu indah bangunan tanner di sini, selama lima tahun pada tahun 1970-an dilakukan restorasi. Restorasi dilakukan untuk memelihara kelestariannya. Bangunan dibangun dengan fondasi batu, lalu menjulang ke atas dengan setengah kayu dan berdiri saling berdekatan satu sama lain. Itu yang saya tangkap dari penjelasan tur.

3. Little Venice (RUE TURENNE)

Anda pasti kota Venice di Italia, sehingga anda tentu tahu alasan desa ini disebut Venice kecil. Ya, desa ini dilalui sungai Lauch yang berkelok-kelok. Entah mengapa sungai ini pun bisa dilalui perahu kecil sehingga mengesankan seperti di Venice. Bahkan ketika masa jayanya tahun 1674, sungai ini menjadi simbol kejayaan yang digambarkan seorang seniman.

4. Traditional market (RUE DES TANNEURS)

Selanjutnya adalah pasar tradisional yang kebetulan juga buka pada hari Minggu. Bangunan bergaya batu bata merah ini didirikan tahun 1865. Sebelum dijadikan pasar, tempat ini sempat beralihfungsi. Sampai akhirnya tahun 2010, tempat ini dikembalikan menjadi pasar. Ada aneka kebutuhan pangan yang dijual di sini yang dihasilkan langsung dari penduduk setempat. Cerita dan foto ini bisa disimak di sini.

5. Bartholdi museum (RUE DES MARCHANDS)

Sekelompok turis sedang berada di muka museum bartholdi.

Cerita tentang Bartholdi sudah dijelaskan pada link ini. Di museum ini, kita temukan buah karya pemikirannya. Ada patung, sketsa atau lukisan. Untuk masuk dikenakan tiket masuk 6€ per orang. Jika berkelompok, harga tiket lebih murah dan mungkin ada pemandu wisata juga.

6. The Fishmonger’s district (QUAI DE LA POISSONNERIE)

Banyak orang senang berfoto di sini.

Tak jauh dari pasar, banyak wisatawan berfoto. Rupanya ada bangunan cantik half-timbered sekitar sungai. Tempat ini terkesan romantis manakala kita bisa naik perahu kecil menyusuri sungai.

7. Pfister house (RUE DES MARCHANDS)

Tepat di depan museum bartholdi, saya menemukan bangunan unik yang kini dijadikan kafe. Rupanya ini adalah bangunan orang bourgeois, maksudnya orang kaya pada abad 16. Ini adalah rumah orang kaya bernama Louis Scherer. Bangunan bergaya semi renaissance ini dulu pada abad pertengahan begitu populer di Eropa.

Karena banyak orang duduk di kafe, rasanya sungkan mengambil foto. Saya ambil sudutnya saja.

8. The house of heads (RUE DES TÈTES)

Bangunan bergaya renaisance lainnya yakni menjadi pemukiman pada bourgeois pada masa abad pertengahan. Bangunan ini adalah salah satunya. Dindingnya bercat bronze dan tampak depan seperti mahkota begitu. Katanya ini inspirasi Bartholdi bahwa bangunan ini juga pernah dialihfungsikan menjadi tempat perdagangan anggur.

9. The Koìfhus (PLACE DE L’ANCIENNE DOUANE)

Tempat ini letaknya di tengah. Dibangun bergaya renaissance sekitar abad 15. Di sini dulu menjadi pusat perdagangan dan politik.

10. Toy Museum (RUE VAUBAN)

Museum ini letaknya di pinggir. Isinya tentang koleksi pribadi dari abad 19 hingga sekarang. Suasananya disusun dengan konsep dongeng. Tidak hanya untuk anak-anak, tua dan muda pun bisa masuk. Kami sendiri tidak sempat masuk.

Demikian ulasan singkat saya tentang sepuluh tempat menarik yang bisa dijadikan tujuan kunjungan.

Colmar, Perancis Itu Desa Kelahiran Pembuat Patung Liberty (3)

Replika patung liberty ditempatkan di muka pintu masuk menuju Colmar.

Petunjuk menuju museum Bartholdi.

Tampak depan museum.

Depan pintu masuk.

Salah satu pojok karya Bartholdi lainnya yang dipajang.

Melanjutkan kunjungan saya ke Colmar, desa tercantik yang jadi tujuan wisata di Perancis maka kali ini saya bercerita tentang Bartholdi yang berkaitan dengan desa kelahirannya.

Bartholdi dikenal dengan nama lengkap Frèderic-Agustè Bartholdi lahir di Colmar 2 Agustus 1834. Kemudian tahun 1904, ia wafat di Paris, Perancis. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pemahat dengan beragam karyanya yang sudah mendunia dapat disimak di museum peninggalannya di Colmar. Salah satu karyanya yang memukau adalah patung liberty yang jadi kebanggaan kota New York.

Patung liberty sendiri ditujukan sebagai simbol kemerdekaan setelah 4 Juli 1876 Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya. Lalu Perancis memberikan hadiah patung liberty karya Bartholdi yang kemudian ditempatkan di kota New York. Patung tersebut selesai dibuat tahun 1886 dan menjadi karya megah. Kini siapa pun yang datang ke New York, pasti ingin berkunjung ke patung tersebut.

Untuk mengenang karya Bartholdi di Colmar, ada museum Bartholdi. Tak hanya itu beberapa simbol menjadi penuntun menuju museum berlukiskan wajah patung liberty. Dan anda juga bisa menemukan replika patung liberty yang tingginya sekitar orang dewasa, yang ditempatkan di pintu masuk Colmar. Jika anda datang atau pergi ke Colmar dari Perancis.

Museum Bartholdi berada di area pusat wisata dengan berjalan kaki. Sejak tahun 1922, tempat yang semula hotel dijadikan tempat menyimpan karya Bartholdi. Akhirnya museum ini menyimpan riwayat hidup pria di belakang karya maha megah patung liberty semasa hidupnya. Juga ada banyak karya seperti sketsa, lukisan dan karya lainnya yang dipajang di sini.

Di lantai bawah, ada sembilan replika dari monumen publik yang dirancang para perupa dari Colmar pada tahun 1856 hingga 1902. Sedangkan di lantai pertama, penempatan karya-karya memukau dari Bartholdi yang sudah dikurangi skalanya. Di lantai yang sama juga ada lukisan tentang perjalanan Bartholdi ke negeri oriental. Selanjutnya pada lantai dua terdapat tiga ruang yang berisi karya-karya Bartholdi lain seperti monumen di Amerika Serikat, pameran patung liberty hingga karya lainnya.

Untuk mengunjungi museum, perhatikan waktu berkunjung di brosur turis. Karena bisa saja ada hari atau periode tertentu libur. Di sini juga tersedia pemandu wisata jika diperlukan. Tiket masuk sebesar 6€ per orang.