Remich, Kota Tua di Luxembourg yang Berbatasan dengan Jerman (5)

Kunjungan saya di Luxembourg berakhir di Remich. Kota tua ini begitu menawan karena berada di lembah sungai moselle. Daerahnya yang subur ternyata baik untuk menanam anggur. Tak hanya itu kota ini cukup besar sekitar tiga ribu orang penduduknya. Akhirnya kami berhenti sejenak mencicipi kuliner yang khas di sini. Katanya lagi kota ini juga sering dikunjungi wisatawan.

Letak Remich memang berbatasan dengan Jerman. Itu sebab lalu lalang orang dari kedua negara ini tampak jelas dari plat mobil mereka masing-masing. Fasilitas publik seperti transportasi umum, taman hingga toilet begitu bersih dan moderen. Terminal bis dan dermaga ferry pun dibangun menarik dan moderen.

Jembatan penghubung Jerman -Luxembourg.

Kota ini bisa disebut kota tua karena telah ada sejak abad 5 Masehi. Dahulu kota ini dijadikan tempat bermukim prajurit romawi dan mereka memberi nama kota ini menjadi Remich. Kota ini pun sempat menjadi sasaran perang dunia. Letaknya yang berdekatan dengan Jerman, hanya terhubung dengan jembatan menyebabkan Remich pun tak luput dari kerusakan perang.

Sayangnya kami datang bukan di saat festival rakyat. Cerita penduduk, Remich selalu menggelar festival tahunan yang mengundang minat turis untuk menyaksikannya. Acara ini biasa berlangsung saat hari Rabu Abu, dimana dalam tradisi gereja katolik umat sudah memasuki masa prapaskah, yakni masa pantang dan puasa.

Di Remich, penduduk membuat orang-orangan yang terbuat dari jerami dan mengaraknya di sekitar jalan utama, dekat jembatan. Setelah diarak, orang-orangan ini dibakar kemudian dibuang di sungai moselle. Ini disebut strèihmännchen.

Sementara di wilayah tempat tinggal kami, sebelum Rabu Abu, dilaksanakan fasching dimana banyak orang mengenakan kostum dan bersuka ria di tempat umum.

Setelah menikmati jajanan dan beristihat sebentar di Remich maka perjalanan kami pun dilanjutkan kembali ke Jerman. Simak juga kuliner apa saja yang kami jumpai di sini!

Advertisements

5 Tempat Menarik Dikunjungi di Ibukota Luxembourg (4)

Negeri ini juga pecinta seni. Banyak karya seniman terpajang di sini. Ini salah satunya tentang simbol kekejaman perang.
Dari pusat kota hingga pinggiran, kami menemukan taman yang indah dimana setiap orang bisa menikmatinya.
Terminal bis dan pusat stasiun kereta saja megah.

Jika mendengar Luxembourg, apa yang terbayang dalam benak anda? Awalnya saya berpikir negara ini mirip dengan negara kecil lainnya di Eropa yang makmur dan sejahtera. Ternyata tak hanya itu, Luxembourg juga moderen bahkan dijadikan sentra pusat pembangunan Uni Eropa. Di bagian sisi ibukota ada yang masih mempertahankan bangunan lama, sementara ada sisi kota baru yang dibangun dengan arsitektur yang menawan. Luxembourg merupakan negara yang nyaman dan aman. Itu sebab banyak juga pendatang di sini. Bahkan mereka yang tinggal di pinggiran Jerman bisa bekerja di Luxembourg pada hari kerja.

Di kota Luxembourg saya menjumpai beberapa tempat yang dijadikan area publik, apalagi jika bukan taman kota. Tamannya indah ditanami bunga-bunga. Nyaman bagi pengunjung untuk menikmatinya sambil duduk atau berkeliling. Terkadang tiap taman ada patung karya seni yang menandai kedatangan tamu-tamu penting kenegaraan. Ya, negara ini juga pecinta seni yang ditandai dengan museum seni yang tak kalah cantiknya dengan museum Louvre di Paris.

Menurut kami kota ini kaya. Pasalnya berbagai bank internasional mudah dijumpai. Di ibukota kebanyakan kami melihat banyak apartemen mewah sedangkan di pinggiran kota, tampak rumah-rumah penduduknya sudah moderen. Sebagai catatan, kami intip data bahwa negara ini punya pendapatan PDB (GDP) tertinggi di dunia per kapita. Pantas saja negara ini dikenal sebagai negara berekonomi maju.

Untuk ibukota, kami tidak makan waktu lama. Kami cukup setengah hari dan memilih promo paket keliling kota. Cukup parkirkan mobil maka kami bisa menjumpai banyak tempat menarik.

Sekarang lanjut pada lima tempat menarik yang kami kunjungi.

1. Katedral Notre-Dame (Cathedral our Lady)

Tiga menara katedral dari kejauhan.
Tampak dalam gereja.
Ini menandakan anda memasuki area bisnis seperti bank, investasi, dsb.

Satu-satunya katedral di Luxembourg ya cuma di sini. Jadi terbayang bahwa negara ini benar-benar mini. Karena di Jakarta dan Tangerang sekitarnya punya satu katedral. Nah kira-kira bisa dibayangkan luas negara maju ini. Letaknya yang berada di pusat wisata maka tak heran katedral ini dikunjungi banyak wisatawan yang datang.

Gereja yang telah dibangun sejak abad 17 ini memiliki bangunan bergaya gothic akhir. Pada abad 19 Paus Pius IX meresmikannya menjadi katedral Notre-Dame. Gereja ini sendiri punya tiga menara. Di pintu utama tampak sejarah negara ini dalam papan informasi.

2. Place de la Constitution Konstitutionplatz

Boleh dibilang tempat ini adalah meeting point para wisatawan. Di sini tersedia tempat parkir bis wisatawan dan mobil pengunjung, seperti kami. Tetapi ya susah sekali mendapatkan tempat parkir, bahkan hanya dijatah satu mobil hanya untuk dua jam dan tidak boleh lebih. Di sini tersedia sewa sepeda automatic dan paket keliling kota.

Banyak wisatawan memilih mengabadikan keindahan kota dari area ini. Karena kita bisa melihat lembah hijau yang ditumbuhi pepohonan dengan kontur tanah tidak rata, jembatan dan benteng yang sudah dibangun sejak tahun 1600-an.

Di situ terdapat menara dengan ujungnya disebut “Gëlle fra” yang diartikan sebagai perempuan emas. Ya, memang tampak berkilau warna emas dengan mahkota dan sayap. Ini dibuat setelah berakhirnya perang dunia pertama. Menara ini melambangkan perlawanan rakyat Luxembourg untuk bangkit setelah perang.

3. Jalan Grand-Rue

Jika anda suka dengan keramaian, berbelanja dan nongkrong di kafe maka tempat ini bisa jadi pilihan. Area ini sudah ada sejak abad 17. Karena menjadi pusat keramaian dan shopping centre maka jalan ini bisa dikatakan sebagai jantung dari kota Luxembourg.

4. Casemates du Bock

Sejak berdiri Luxembourg rupanya menjadi incaran banyak negara untuk dikuasai. Itu sebab dibangun benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal lawan. Begitu kokohnya bahkan ketika Eropa dilanda perang, bangunan ini tak banyak yang rusak. Hingga sekarang benteng dan terowongan penghubungnya masih terpelihara hingga sekarang. Bahkan jembatan batu yang menghubungkan pusat kota pun tetap menarik mata.

5. Musèe de Art Moderne Grand-Duc Jean (MUDAM)

Bagi pecinta seni maka museum ini layak dikunjungi. Di sini beragam koleksi seni kontemporer yang berskala nasional hingga internasional. Bangunan interiornya yang menarik dan isinya yang berkelas tinggi menjadikan pengunjung pun penasaran untuk datang ke sini.

Asyiknya Jalan-jalan ke Ibukota Luxembourg (3)

Altstadt atau Konstitutionplatz, Luxembourg city.
Katedral Notre-Dame.
Pusat kota.
Luxembourg city juga dikenal sebagai markas kantor-kantor Uni Eropa. Tampak bendera anggota negara Uni Eropa.
Biar lebih mudah, ikut paket sightseeing saja.
Tampak pembangunan gedung bertingkat.
Suka bersepeda? Silahkan sewa di sini!

Setelah mampir sebentar ke Liechenstein, melipir sedikit ke Perancis dan main ke Bonn dan Köln sebentar maka liburan saya selanjutnya ke Luxembourg. Luxembourg memang jadi daftar tujuan saya selanjutnya manakala seorang teman bercerita betapa makmurnya beliau bekerja di negeri ini. Karena penasaran mendengar ceritanya maka meluncurlah kami ke sana. Ternyata negerinya tampak moderen, makmur dan tidak besar. Sebagaimana layaknya negeri kecil lainnya, sepertinya penduduknya terlihat sejahtera.

Kesejahteraan tentu sebanding dengan biaya hidup. Membayangkan berapa harga hotel semalam menginap di pusat kota, akhirnya kami putuskan mengambil di pinggiran saja dengan mengandalkan kendaraan pribadi. Namun rupanya tak mudah juga membawa kendaraan pribadi. Lokasi parkir tak begitu banyak di pusat wisata. Jika ada, tentu harganya lebih mahal. Meski disarankan menggunakan bis saja oleh petugas hotel, namun kami tetap menggunakan kendaraan kesayangan.

Luxembourg ini sebenarnya sudah ada sebelum Masehi menurut sejarah yang tertera di depan Katedral Notre-Dame. Secara resmi tahun 963 Masehi berdiri kerajaan yang menjadi cikal bakal kota Luxembourg. Berangsur-angsur kotanya sendiri berganti dinasti kepemimpinan dan mengalami berbagai masalah politik. Tahun 1989 Luxembourg merayakan 150 tahun kemerdekaannya. Jadi anda sudah bisa menebak kapan kemerdekaan negara ini. Kini tampak ibukota Luxembourg moderen namun masih banyak juga situs-situs yang dilindungi dan diakui UNESCO.

Kota Luxembourg dikenal kotanya dijadikan juga sebagai salah satu pusat kantor Uni Eropa. Selain kota Strasbourg, Perancis yang pernah kami kunjungi sebelumnya, sebagai markas kantor-kantor Uni Eropa maka Kota Luxembourg termasuk juga. Tampak bendera negara anggota Uni Eropa berkibar di sini.

Kota ini tumbuh dengan pesat. Beberapa gedung di kota ini dibangun dengan gaya arsitektur yang menawan, megah dan istimewa. Itu sebab banyak pembangunan moderen gedung-gedung bertingkat di pusat kota. Meski berbahasa Perancis dan bahasa Jerman sebagai bahasa resmi yang dipergunakan namun di sini setengah penduduknya adalah pendatang. Kota ini pun terlihat multikultural.

Ingin berkeliling kota Luxembourg, cukup rogeh kocek 14€ per orang maka anda bisa berkeliling berkunjung ke tempat-tempat menarik. Paket wisata sightseeing bisa didapat di seberang Katedral Notredam atau di sekitar Konstitutionplatz. Anda bisa mendapatkan informasi selama perjalanan dalam satu jam.

Jika anda punya anggaran lebih, silahkan menginap di pusat kota! Atau, anda juga bisa menginap di kota sekitar di Jerman seperti Trier atau Saarland. Dari situ anda bisa menggunakan kereta api. Bagi kami cukup satu hari saja sudah cukup berkeliling di pusat kota, hari berikutnya kami habiskan di pinggiran kota yang juga tak kalah menariknya seperti Schengen dan Remich.

Sampai saat ini, kami tidak tahu apa makanan tradisional atau yang menjadi khas negara Luxembourg. Informasi wisata yang kami terima dikatakan bahwa orang Italia yang pertama membuka industri kuliner di sini. Itu sebab ada banyak gerai pizza, pasta dan makanan khas Italia. Namun kami juga banyak mendapati makanan khas Jerman lainnya. Ada juga gerai restoran Perancis. Itu berarti mungkin tidak ada makanan khas dan wajib dicoba.

Asyiknya lagi jalan-jalan di sini, para turis atau pengunjung dibebaskan menggunakan toilet umum. Biasanya nih di negara-negara besar di Eropa, kita harus merogoh kocek 70 cents Euro hingga 1 Euro. Namun di negara ini, toiletnya bersih, moderen dan bagus pun gratis pula. Kami berpikir mungkin negara ini sudah maju. Bayangkan dari pusat kota hingga pinggiran kota, toiletnya gratis dan bersih. Keren ‘lah!

Selanjutnya, simak tempat-tempat menarik di Luxembourg. Tentu tak lengkap berwisata tanpa mencicipi sajian kuliner, simak cerita saya juga ya!

10 Tempat Destinasi Wisata di Colmar, Perancis (4)

Masih melanjutkan kunjungan saya di Colmar, tentu anda sudah mulai menebak tempat apa saja yang bisa dikunjungi. Banyak tempat bisa dijadikan obyek foto karena menarik dan unik. Selain itu luas aktraksi wisatanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Tak perlu ragu ‘kan jika ingin berkunjung ke sini.

Ini daftarnya!

1. Katedral Saint Martin (PLACE DE LA CATHÈDRALE)

Tampak depan katedral.

Agama katolik berkembang pesat di Perancis sebelum muncul evangalisasi, termasuk di Colmar. Katedral ini adalah bagian dari perkembangan umat masa itu. Katedral dibangun tahun 1235 dan selesai pada akhir abad 14. Dua menara gereja mengingatkan pada gereja di Jerman pada umumnya. Kata si pemandu wisata, satu menara berhasil selesai sedangkan yang lain tak selesai sempurna. Katedral ini menjadi landmark Colmar. Selain bangunannya yang mengagumkan, juga indah dikelilingi bunga-bunga.

2. Tanner’s district (PETITE RUE DES TANNEURS)

Sebuah informasi menyatakan bahwa wilayah Colmar memang sengaja dibangun dengan gaya bangunan tanner agar sama seperti bangunan rumah-rumah di Jerman pada umumnya. Mengingat wilayah ini jadi perebutan Jerman dan Perancis. Bangunan tanner dibuat sekitar pada abad 17 dan 18. Sedangkan di Bavaria tempat tinggal kami, umumnya bangunannya tidak bergaya tanner pada masa itu.

Karena begitu indah bangunan tanner di sini, selama lima tahun pada tahun 1970-an dilakukan restorasi. Restorasi dilakukan untuk memelihara kelestariannya. Bangunan dibangun dengan fondasi batu, lalu menjulang ke atas dengan setengah kayu dan berdiri saling berdekatan satu sama lain. Itu yang saya tangkap dari penjelasan tur.

3. Little Venice (RUE TURENNE)

Anda pasti kota Venice di Italia, sehingga anda tentu tahu alasan desa ini disebut Venice kecil. Ya, desa ini dilalui sungai Lauch yang berkelok-kelok. Entah mengapa sungai ini pun bisa dilalui perahu kecil sehingga mengesankan seperti di Venice. Bahkan ketika masa jayanya tahun 1674, sungai ini menjadi simbol kejayaan yang digambarkan seorang seniman.

4. Traditional market (RUE DES TANNEURS)

Selanjutnya adalah pasar tradisional yang kebetulan juga buka pada hari Minggu. Bangunan bergaya batu bata merah ini didirikan tahun 1865. Sebelum dijadikan pasar, tempat ini sempat beralihfungsi. Sampai akhirnya tahun 2010, tempat ini dikembalikan menjadi pasar. Ada aneka kebutuhan pangan yang dijual di sini yang dihasilkan langsung dari penduduk setempat. Cerita dan foto ini bisa disimak di sini.

5. Bartholdi museum (RUE DES MARCHANDS)

Sekelompok turis sedang berada di muka museum bartholdi.

Cerita tentang Bartholdi sudah dijelaskan pada link ini. Di museum ini, kita temukan buah karya pemikirannya. Ada patung, sketsa atau lukisan. Untuk masuk dikenakan tiket masuk 6€ per orang. Jika berkelompok, harga tiket lebih murah dan mungkin ada pemandu wisata juga.

6. The Fishmonger’s district (QUAI DE LA POISSONNERIE)

Banyak orang senang berfoto di sini.

Tak jauh dari pasar, banyak wisatawan berfoto. Rupanya ada bangunan cantik half-timbered sekitar sungai. Tempat ini terkesan romantis manakala kita bisa naik perahu kecil menyusuri sungai.

7. Pfister house (RUE DES MARCHANDS)

Tepat di depan museum bartholdi, saya menemukan bangunan unik yang kini dijadikan kafe. Rupanya ini adalah bangunan orang bourgeois, maksudnya orang kaya pada abad 16. Ini adalah rumah orang kaya bernama Louis Scherer. Bangunan bergaya semi renaissance ini dulu pada abad pertengahan begitu populer di Eropa.

Karena banyak orang duduk di kafe, rasanya sungkan mengambil foto. Saya ambil sudutnya saja.

8. The house of heads (RUE DES TÈTES)

Bangunan bergaya renaisance lainnya yakni menjadi pemukiman pada bourgeois pada masa abad pertengahan. Bangunan ini adalah salah satunya. Dindingnya bercat bronze dan tampak depan seperti mahkota begitu. Katanya ini inspirasi Bartholdi bahwa bangunan ini juga pernah dialihfungsikan menjadi tempat perdagangan anggur.

9. The Koìfhus (PLACE DE L’ANCIENNE DOUANE)

Tempat ini letaknya di tengah. Dibangun bergaya renaissance sekitar abad 15. Di sini dulu menjadi pusat perdagangan dan politik.

10. Toy Museum (RUE VAUBAN)

Museum ini letaknya di pinggir. Isinya tentang koleksi pribadi dari abad 19 hingga sekarang. Suasananya disusun dengan konsep dongeng. Tidak hanya untuk anak-anak, tua dan muda pun bisa masuk. Kami sendiri tidak sempat masuk.

Demikian ulasan singkat saya tentang sepuluh tempat menarik yang bisa dijadikan tujuan kunjungan.

Colmar, Perancis Itu Desa Kelahiran Pembuat Patung Liberty (3)

Replika patung liberty ditempatkan di muka pintu masuk menuju Colmar.
Petunjuk menuju museum Bartholdi.
Tampak depan museum.
Depan pintu masuk.
Salah satu pojok karya Bartholdi lainnya yang dipajang.

Melanjutkan kunjungan saya ke Colmar, desa tercantik yang jadi tujuan wisata di Perancis maka kali ini saya bercerita tentang Bartholdi yang berkaitan dengan desa kelahirannya.

Bartholdi dikenal dengan nama lengkap Frèderic-Agustè Bartholdi lahir di Colmar 2 Agustus 1834. Kemudian tahun 1904, ia wafat di Paris, Perancis. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pemahat dengan beragam karyanya yang sudah mendunia dapat disimak di museum peninggalannya di Colmar. Salah satu karyanya yang memukau adalah patung liberty yang jadi kebanggaan kota New York.

Patung liberty sendiri ditujukan sebagai simbol kemerdekaan setelah 4 Juli 1876 Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya. Lalu Perancis memberikan hadiah patung liberty karya Bartholdi yang kemudian ditempatkan di kota New York. Patung tersebut selesai dibuat tahun 1886 dan menjadi karya megah. Kini siapa pun yang datang ke New York, pasti ingin berkunjung ke patung tersebut.

Untuk mengenang karya Bartholdi di Colmar, ada museum Bartholdi. Tak hanya itu beberapa simbol menjadi penuntun menuju museum berlukiskan wajah patung liberty. Dan anda juga bisa menemukan replika patung liberty yang tingginya sekitar orang dewasa, yang ditempatkan di pintu masuk Colmar. Jika anda datang atau pergi ke Colmar dari Perancis.

Museum Bartholdi berada di area pusat wisata dengan berjalan kaki. Sejak tahun 1922, tempat yang semula hotel dijadikan tempat menyimpan karya Bartholdi. Akhirnya museum ini menyimpan riwayat hidup pria di belakang karya maha megah patung liberty semasa hidupnya. Juga ada banyak karya seperti sketsa, lukisan dan karya lainnya yang dipajang di sini.

Di lantai bawah, ada sembilan replika dari monumen publik yang dirancang para perupa dari Colmar pada tahun 1856 hingga 1902. Sedangkan di lantai pertama, penempatan karya-karya memukau dari Bartholdi yang sudah dikurangi skalanya. Di lantai yang sama juga ada lukisan tentang perjalanan Bartholdi ke negeri oriental. Selanjutnya pada lantai dua terdapat tiga ruang yang berisi karya-karya Bartholdi lain seperti monumen di Amerika Serikat, pameran patung liberty hingga karya lainnya.

Untuk mengunjungi museum, perhatikan waktu berkunjung di brosur turis. Karena bisa saja ada hari atau periode tertentu libur. Di sini juga tersedia pemandu wisata jika diperlukan. Tiket masuk sebesar 6€ per orang.

Marche Couvart, Colmar Perancis: Menikmati Pasar Rakyat di Hari Minggu (2)

Pasarnya bersih dan nyaman.
Aneka buah-buahan.
Aneka penganan enak.
Aneka bumbu masak.
Mereka jual bretzel juga loh.
Di luar gedung pun masih ada pasar juga.

Selamat berhari Minggu! Kali ini saya ajak anda mengunjungi pasar di Perancis.

Sewaktu masih di Jakarta dulu, saya pernah datang ke Marchè di salah satu pusat perbelanjaan hanya untuk makan. Kesan yang diciptakan di tempat itu membuat saya ingin datang langsung seperti apa pasar tradisional ala Perancis sesungguhnya. Niat saya terwujud meski datang di hari Minggu, pasar di Perancis tetap buka.

Berbeda dari Jerman dan Austria, dimana pasar dan pusat perbelanjaan tutup di hari Minggu maka tidak untuk Perancis. Saya pun berkesempatan datang ke pasar tradisional, Marchè Couvart di Colmar. Di sini ada banyak pilihan kuliner yang terlihat enak dan lezat. Kami pun jadi bingung memilihnya.

Bunyi lonceng gereja berdentang. Sebagian orang memenuhi sekitar gereja. Entah ada acara apa, beberapa perempuan memegang bunga cantik di tangan. Lalu mereka berbondong-bondong mengikuti empat orang berpakaian seragam dan membawa alat musik.

Nampak menarik, kami pun tak mau ketinggalan. Kerumunan orang melewati alun-alun kota kemudian berhenti. Rupanya empat orang berseragam berhenti dan memainkan alat musik alphorn, dalam bahasa Jerman. Alat musiknya semacam terompet yang menyihir semua orang untuk hening menyimak penampilan mereka.

Sedangkan di pojok, terlihat hasil panen sayur-mayur dan buah-buahan. Kata suami, mungkin ini semacam thanksgiving atau ucapan syukur pada hari itu. Beberapa orang sibuk mengambil foto si pemain musik atau pameran hasil panen. Kami pun pergi menuju pasar tradisional yang letaknya hanya beberapa langkah saja.

Di situ, ada panggung dan grup musik jazz yang sedang latihan. Di depannya tampak kursi dan meja panjang dimana orang bisa menikmati bir dan makanan yang dibelinya di pasar. Kami tetap melangkah ke dalam pasar tradisional yang bersih dan juga tetap menawan mata. Aneka warna warni panganan kecil hingga sayur mayur memenuhi pasar.

Kerumunan orang menyaksikan permainan musik tradisional.
Pemain musik.
Pojok hasil panen.
Aneka kue dan roti yang jadi makanan kesukaan mereka.
Keriuhan orang-orang dekat pasar, semacam karnaval.
Mereka senang duduk-duduk menikmati suasana seperti keindahan tempat ini.

Sebagai pengunjung, kita bisa memilih makanan yang dikehendaki. Uniknya lagi, selalu ada kursi dan meja untuk menikmatinya. Aneka hidangan kue dan dessert khas Perancis sungguh menggiurkan. Belum lagi melihat pengunjung menikmati hidangan membuat kami tergugah untuk mencicipinya.

Tak ingin makan pun boleh. Ada pilihan aneka bumbu dapur tersedia. Atau sayur mayur sebagai stok persediaan di rumah. Sementara di tepi sungai, dipenuhi orang-orang dengan menikmati suasana. Apalagi di dekat pasar dijuluki, a little Venice. Romantis sekali!

Terdengar suara musik yang sama seperti di alun-alun kota. Rupanya pemain musik kini berada di tengah pasar. Seketika orang-orang berhenti menyaksikannya. Sementara di luar, terdengar persiapan grup musik jazzz yang akan tampil selanjutnya. Begitulah.

Colmar, Perancis: Desa Tercantik Jadi Urutan Ketiga Tujuan Wisata Eropa (1)

A little Venice, bisa jadi alasan desa ini begitu cantik dan jadi tujuan wisata.
Kami berangkat dari perbatasan Jerman – Perancis, kota Freiburg.
Sarapan di hotel.
Katedral Saint Martin, Place de la Càthedrale.
Rumah-rumah dibangun separuh kayu dan batu seperti di Nuremburg, Jerman. Indah ‘kan.
Banyak tempat cantik untuk berfoto.
Ketika kami datang, Colmar sedang ada pasar rakyat.
Warna-warni kotanya buat semakin romantis jalan-jalan bersama pasangan.

Destinasi wisata selanjutnya adalah Colmar, Perancis. Menjangkau desa tercantik di Perancis, Colmar bisa dari Jerman. Kami melewati kota Freiburg di Jerman. Sebagai kota tempat kelahiran, Joachim Loew, Freiburg juga merupakan kota besar yang juga layak dikunjungi. Namun kami melewatkannya dan terus melaju ke perbatasan Jerman – Perancis. Dari kota tersebut, ikuti petunjuk jalan maka sekitar empat puluh lima menit, kami pun tiba di Colmar.

Kami tiba sudah melewati tengah malam dan tanpa pesan hotel sebelumnya. Lalu kendaraan tetap melaju dan mendatangi beberapa hotel, akhirnya pilihan pada hotel di pintu masuk altstadt. Rupanya hotel kami berada di pintu masuk aktraksi wisata. Hmm, beruntung sekali. Cukup jalan kaki maka kami sudah mendapatkan sebagian besar tempat-tempat yang dikunjungi.

Perancis tidak hanya dikenal Paris sebagai tempat romantis. Colmar adalah destinasi menarik yang bisa jadi pilihan romantis. Datanglah di segala musim karena tempat ini selalu memperlihatkan sisi romantis. Kata si petugas hotel dalam bahasa Jerman terbata-bata. Kebetulan kami tidak bisa berbahasa Perancis.

Rupanya dahulu Colmar sempat masuk dalam wilayah Jerman ketika perang Perancis – Jerman sekitar tahun 1870-an. Bahkan sejak dulu desa cantik ini jadi perebutan karena juga merupakan pusat industri tekstil pada abad 19. Sempat masuk menjadi wilayah Jerman, namun setelah perang dunia kedua berakhir, Colmar kembali dalam wilayah Perancis.

Begitu cantiknya desa ini, sampai-sampai bom pun tak ingin menghancurkan keindahannya. Puji Tuhan, kata si pemandu wisata. Ini tetap desa, karena atraksi wisatanya pun luasnya sekitar 800 meter. Jadi cukup berjalan kaki dan nikmati keindahan sekelilingnya bersama pasangan maka wisata anda akan berkesan.

Untuk menjangkau Colmar, bisa juga dari Straßbourgh, salah satu kota di Perancis. Dari Straßbourgh, bisa menggunakan kereta. Bahkan dari Paris, anda bisa menumpang kereta dengan waktu tempuh tiga jam.

Oh ya, jika suka berfoto ria maka Colmar punya banyak pilihan yang instragamable. Apalagi Colmar dikenal sebagai a little Venice atau das Klein Venedig. Tahu ‘kan Venice di Italia? Saya pikir ada banyak alasan mengapa Colmar bisa jadi menempati urutan ketiga destinasi wisata di Eropa tahun 2018 menurut situs trip advisory.

Jika ke Regensburg, Bisa Kunjungi 6 Tempat Berikut

Patung Raja Bavaria, Ludwig I.

Ada juga paket tur keliling kota dengan pemandu wisata yang informatif.

Beberapa waktu lalu, kami berkesempatan mengunjungi kota sebelah, Regensburg. Regensburg masih dalam wilayah Bavaria yang terletak di sebelah tenggara sungai Donau atau disebut juga Danube. Oh ya, Regensburg juga dilalui tiga sungai berbeda dimana salah satunya danube, atau di sini dikatakan donau. Regensburg menjadi wajib dikunjungi karena menyimpan kekayaan historis yang dilindungi dunia. 

Sebagai kota keempat terbesar di Bavaria, apa saja yang bisa dikunjungi?

1. Dom St. Peter 

Dahulu area dekat Dom menjadi pusat kota, hingga sekarang Dom St. Peter menjadi landmark kota Regensburg. Jika melihat penampakan depan katedral ini, kira-kira apa gaya bangunannya? Yups, gothic. Kebetulan saat saya datang tampak sedang direnovasi dan peremajaan. Bagaimana tidak? Katedral sudah ada sejak abad 13, bahkan jauh sebelum itu pada tahun 700an telah ada gereja sebagai tempat ibadah umat. Dom St. Peter begitu memukau dari kejauhan dengan dua menara yang tampak sama. Silahkan datang ke sini tetapi perlu diperhatikan bahwa ini adalah tempat ibadah! Hormati mereka yang datang berdoa!

2. Steinerne Brücke 

Jembatan batu yang sudah ada sejak abad 13 ini konon menjadi ikon kota Regensburg. Jembatan yang melintasi sungai Donau ini masih kuat hingga sekarang. Bentuknya yang melengkuk-lengkuk terlihat fenomenal.

3. Alte Kornmarkt 

Alte kornmarkt dahulu dijadikan semacam pasar untuk bertransaksi gandum. Kini tempat ini dijadikan pusat informasi bagi turis. Di sekitarnya tampak menara yang dibangun mirip kejayaan romawi di masa lalu. Kini wilayah sekitarnya menjadi pertokoan dan restoran.

4. Love Locked Bridge 

Seperti tak ingin ketinggalan fenomena love locked bridge, di sini anda juga bisa mendapatinya. Ini semacam jembatan gantung yang letaknya berseberangan dengan jembatan batu, steinerne brücke. Pasangan muda-mudi yang hendak mengabadikan kasih mereka dapat menuliskan nama mereka di gembok. Gembok itu dikaitkan pada jembatan. Lalu kuncinya dibuang ke sungai. Nama jembatan ini sebenarnya adalah Eiserner Steg.

5. Sungai Donau 

Bagaimana pun sungai donau atau danube memang memiliki keindahan tersendiri. Di sekitar sungai terdapat area pejalan kaki yang nyaman, semacam promenade. Banyak orang datang duduk di sekitar sini, menikmati suasana hingga ngobrol berbagai hal. Bagi anda pecinta museum, tak jauh dari sini ada “Brückturm-museum” dan “Donau-Schifffahrts-Museum” yang bisa dikunjungi.

6. Historiche wurstküche 

Ini semacam restoran yang bersejarah karena telah lama beroperasi. Bahkan sejarah mencatat restoran sudah melayani para pekerja pembuat jembatan batu, steinerne brucke dan pekerja bangunan Dom St. Peter. Sampai sekarang restoran yang hampir sebagian besar dari batu masih berdiri kokoh dan dapurnya mengepul melayani pembeli dengan baik. Karena tak muat di duduk di dalam, banyak orang senang duduk di luar sembari mengamati orang lalu lalang. Restoran ini menjual sosis panggang ukuran kecil dengan sauerkraut. Kuliner ini mirip seperti yang saya ceritakan di Nuremberg

Selanjutnya masih ada satu tempat yang memukau untuk dikunjungi, Walhalla. Untuk liputan ini dibuat terpisah. 

Semoga bermanfaat!

10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi: Budapest, Hungaria (3)

Heroes square, landmark kota Budapest.

 

Begini serunya menikmati paket sightseeing city yang ditawarkan pihak hotel, kami tidak perlu berlelah-lelah membawa mobil sendiri atau berjalan kaki. Di Budapest, kami memang tak ada pengalaman naik bus atau kendaraan umum lainnya. Padahal jika dilihat, kendaraan umum seperti trem itu menarik buat bergaya di foto. Sayangnya, kami melewatkan itu semua.

Berikut kami bagikan tempat wisata yang berhasil dikunjungi di Budapest.

1. Basilika St. Stephan

Basilika St. Stephan, berdekatan dengan area pasar Natal di sekitarnya.



Basilika St. Stephan adalah wajib dikunjungi karena memilik arsitektur yang megah. Tak ada informasi yang pasti berapa jumlah pemeluk agama di Hungaria. Menurut tour guide kami, identitas agama adalah hal yang pribadi di Hungaria. Jika kita melamar kerja, tak perlu mencantumkan agama. Namun pastinya, bila Paus pemimpin agama Katolik singgah ke Budapest maka beliau pasti menyelenggarakan misa di sini.

Beruntungnya kami saat tiba di Budapest, di dekat Basilika ada pasar Natal yang meriah. Saya berusaha mengupload video berdurasi 3 menit tentang pertunjukkan instrumen lampu di depan Basilika yang bertemakan Natal, namun sayangnya tak bisa karena kapasitas internet yang belum memadai.

Untuk memasuki Basilika, pengunjung memberikan sukarela atau 200HUF per orang. Di sini seperti layaknya Basilika lainnya, dipenuhi berbagai benda-benda rohani yang indah.

Bila anda mengunjugi Basilika St. Stephan sebaiknya anda datang tidak di waktu sore sekitar jam 16.00 di musim dingin. Karena di dalam Basilika gelap, hanya cahaya beberapa lampu saja. Datanglah siang hari sehingga anda bisa menyaksikan keindahan di dalam! Untuk toilet umum, ada di samping Basilika dengan membayar 250 HUF. Sebagai tempat ibadah, taati dan patuhi apa yang menjadi aturan di dalam!

 

2. Heroes square (Hősök tere)

Tempatnya selalu ramai untuk berfoto.

 

Indah ‘kan di kala senja!

 

Heroes square bagi saya merupakan tempat yang wajib dikunjungi saat ke Budapest. Pertama, tempat ini gratis alias tak berbayar. Kedua, tempat ini menarik untuk dijadikan spot foto. Terbukti, tempat ini selalu ramai pengunjung hanya untuk berfoto. Ketiga, alangkah indah jika pengambilan foto dilakukan kala matahari hampir terbenam. Selain itu, di kedua sisi dari tempat ini ada bangunan yang indah. Di sisi kanan adalah Palace of Art dan di sisi kiri adalah Museum of Fine Arts.

Heroes square adalah monumen bersejarah dan menjadi icon bagi kota Budapest. Ini sebagai tempat yang penting bagi bangsa Hungaria untuk menghormati jasa para pahlawan mereka. Ini boleh dibilang sebagai alun-alun kota Budapest dan juga landmark kota. Konon, tempat bersejarah ini selesai dibangun pada tahun 1900. Setiap patung di tempat ini memiliki makna tersendiri.
3. Castle Garden Bazàar (Vàrkert Bazàrban)

Naiklah ke atas maka anda akan melihat kota Pest di seberang sungai!

 

Instagramable ‘kan?

 

Tempat ini berada di sisi Buda dari kota Budapest. Bangunan ini sungguh indah menurut saya, tidak hanya karena arsitekturnya saja yang menarik namun lokasinya berhadapan di depan sungai Danube. Awalnya, bangunan ini replika dari bazaar atau pusat perbelanjaan di sisi kota Pest. Seiring berjalannya waktu, bangunan ini malah seperti tidak sesuai dengan tujuannya semula. Memang bangunan ini sendiri berada di kaki Buda Castle.

Di sekitar tempat ini, banyak kafe dan restoran eksklusif yang menawarkan romansa suasana pinggir sungai Danube. Saya malah lebih suka dengan spot foto dari tentara raksasa yang mengambil tema perang di sisi luar. Rupanya patung berada di lokasi gedung exhibition.

Jika anda suka museum dan tempat bersejarah, tempat ini wajib dikunjungi. Siapkan kamera anda untuk memotret keindahan di sekitarnya. Selain itu, tempat ini memerlukan energi yang cukup untuk mendaki ke atas. Pastikan alas kaki anda nyaman untuk berjalan!

4. Parlament (Parliament)

Dari kejauhan, seberang sungai.

 

Dari dekat.

 

Patung atas jelas, seorang pria menunggang kuda. Patung bawah menurut informasi tour guide, Paus pemimpin Gereja Katolik memberikan topi kehormatan kepada Raja Hungaria. 

 

Gedung parlamen di Budapest menjadi daya tarik tersendiri saat malam hari. Cahayanya yang berkilau keemasan seperti menampilkan gedung ini berlapis emas. Sesungguhnya tidak, saat saya mendapati gedung parlemen ini di siang hari. Gedung ini bergaya neo-gothic dan menjadi bangunan termegah, terluas dan tertinggi di Budapest.

 

5. Buda Castle (Vàr)

Melihat kerumunan orang menuju kastil membuat kami mengurungkan niat ke atas. Kesan mereka yang mengunjungi kastil, tempatnya berkesan sekali.

 

Kastil berkubah baroque dari kejauhan.

 

Bangunan ini tak sempat kami jejaki karena dua kali berturut-turut kami datang selalu kedapatan penuh dan padat pengunjung. Padahal saya tertarik dengan keterkaitan sejarah di masa lalu antara kerajaan Hungaria dengan Jerman di abad pertengahan. Oh ya, bangunan ini juga menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO.

Dari kejauhan,  bangunan tempat tinggal Raja Hungaria ini terlihat seperti bergaya baroque. Dari penelurusan informasi dikatakan, bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1265. Sempat terjadi beberapa kali renovasi, namun tetap Kastil ini menjadi bangunan terindah di Budapest.

Jika anda tertarik dengan kastil ini, sebaiknya anda mendaftarkan di paket tur khusus dan terpisah. Tentu untuk mengunjungi tempat ini, anda perlu membayar tiket masuk yang tak murah. Namun pastinya kastil ini benar-benar indah.

6. Great Market Hall (Fővàm tèr)

Cari sovenir khas Hungaria? Di sini tempatnya!

 

Great market hall adalah pasar terbesar di kota Budapest dan menjadi salah satu pasar rakyat termegah. Bangunan yang memiliki tiga lantai ini bercirikan neo-gothic pada tampak luar. Konon bangunan ini sudah ada sejak abad 19 dan menjadi destinasi wisata favorit turis yang datang ke Budapest. Apalagi yang dicari selain sovenir dan kuliner Hungaria yang dapat anda temukan di sini.

Pasar ini tutup di hari minggu seperti layaknya di Jerman dan Austria. Siapkan kantong belanja bila anda ingin membeli sesuatu di sini!

7. Citadella

Patung liberty, berfigur sosok perempuan.

 

Citadella (kanan) seperti benteng pertahanan.

Citadella berasal dari kata Hungaria yang berarti benteng. Kami tiba di sini dengan suami untuk berganti bus dan melanjutkan wisata selanjutnya. Tempat ini sebenarnya adalah benteng pertahanan yang berada di atas bukit dan dibangun untuk kepentingan militer.

Namun bagi saya yang menarik adalah Liberty statue.  Patung ini berada di sini. Patung ini berupa figur seorang perempuan dengan kedua tangan menengadah ke atas memegang daun palem. Ini adalah simbol kebebasan dan kemerdekaan. Lokasi ini berada di kota Buda dan di atas bukit. Pastikan anda perlu alas kaki yang nyaman untuk menanjak.

8. Margaret Island (Margit hìd)

Berada di jembatan penghubung antara kota Pest dan Margaret Island.

 

Berada di Margaret Island.

 

Pulau kecil ini terletak di tengah sungai Danube. Anda akan melihat keindahannya di malam hari dengan mengikuti river boat tour. Dari informasi tour guide dikatakan terdapat gereja Katolik yang indah karena dulunya di pulau kecil ini terdapat biara. Saya tidak menyadari sepenuhnya bila berada di Margaret Island karena letaknya yang seperti berdekatan.

9. The chain Bridge (Szèchnyi Istvàn tèr)

Jembatan gantung yang indah.

 

Jembatan ini merupakan penghubung kedua kota, Buda dan pest dari sisi barat dan timur. Ini semacam gantung yang megah dan indah di bawah kaki kastil Buda. Jembatan memiliki konstruksi yang menawan dan menjadi jembatan permanen pertama yang menghubungkan Budapest.

10. Opera

Gedung opera utama.

 

Gedung opera yang lain.

 

Hungaria adalah negara kedua di Eropa yang masih mempertahankan gedung pertunjukkan opera di saat banyak orang moderen meninggalkannya. Negara pertama yang masih mempertahankan pertunjukkan opera tentu saja Perancis. Jika suka, anda bisa sesekali melihat pertunjukan opera dan menyesuaikan dengan jadwal kunjungan anda di sini.

Sebelumnya baca dulu dulu saran dari kami jika ke sana. 

Baca https://liwunfamily.com/2018/01/03/10-saran-berkunjung-budapest-hungaria-2/

Apakah anda tertarik mengunjungi kota Budapest? Semoga bermanfaat!

10 Saran Berkunjung: Budapest, Hungaria (2)

 

Sungai Danube membelah kota Buda dan Pest.

 

Jembatan penghubung kota Budapest.
wp-image-679459984
Cantiknya di malam hari. Siapa pun ingin berkunjung ke sini.

Budapest adalah ibukota negara Hungaria yang terkenal elok karena dilalui oleh sungai Danube atau Donau. Sungai ini juga melalui Passau, Jerman. Tak hanya itu, kota ini populer dengan arsitektur bangunannya yang indah dan terkenal di Eropa. Kota ini sendiri dihuni oleh dua puluh persen dari total penduduk Hungaria.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/19/passau-germany-2-kota-persinggahan-para-turis/

Sungai Danube membelah kota Buda di sisi satu dan pest di sisi lain. Setelah tiba saya baru tahu bahwa ini adalah gabungan dua kota yang dilalui oleh sungai Danube. Jika mengacu pada sejarah, peradaban manusia dimulai di wilayah yang subur di dekat sungai. Ya, di sini perpaduan kebudayaan romawi dan celtic tumbuh. Hungaria adalah salah satu negara tertua di Eropa. Wow!

Saya dan suami berkunjung dengan berkendara mobil dari Jerman. Kami sempat berpindah hotel sehingga kami bisa mengenali kehidupan di Budapest selama di sana.

Berikut sarannya:

Mata uang Hungaria.

(1). Hungaria menggunakan mata uang Hungarian Forints (HUF). Sebagai contoh, kami menukar uang 50€ di penukaran uang maka kami dapat 15.400 HUF. Itu artinya 1€ setara dengan 308HUF. Di beberapa restoran dan kafe, ada yang menerima transaksi dalam bentuk Euro. Namun umumnya, mereka ingin pembayaran dalam mata uang mereka. Lagipula anda sangat perlu HUF bilamana anda membayar toilet umum, berbelanja di supermarket atau membayar tiket parkir mobil.

 

Kotak Hijau adalah toilet umum berbayar.

 

(2). Mengacu pada pengalaman menggunakan toilet di tempat wisata, Budapest tak ubahnya di kota-kota besar di Eropa. Budapest menggunakan layanan toilet umum berbayar. Untuk WC dengan pintu otomatis, anda harus punya uang 250HUF. Namun jika ada petugas kasir yang berjaga, kisaran toilet berbayar antara 150HUF sampai 250HUF. Mau yang gratis? Saya pernah menumpang di Kafe atau restoran cepat saji. Namun anda harus membeli sesuatu terlebih dulu lalu bon pembayaran biasanya tersedia kode untuk membuka pintu WC.

 

wp-image-287559774
Perhatikan papan informasi berwarna merah sebagai halte pemberhentian sightseeing city tour!

 

 

Tidak semua bus dilengkapi WIFI, namun setiap bus menyediakan layanan bahasa dengan headset atau tour guide berbahasa Inggris.

 

(3). Kota Budapest begitu luas dan banyak tempat yang layak dikunjungi. Kami berencana hanya sebentar namun rupanya kami perlu berlama-lama untuk menjelajahi banyak tempat. Saran saya, anda bisa ikut paket sightseeing city untuk 48 jam. Kami membayar 26€ atau setara dengan 8.000HUF per orang. Selain mendapatkan headset dalam 25 bahasa, anda bisa berkeliling kota dan mengunjungi tempat wisata yang ditawarkan. Dalam beberapa bis, ada yang menyediakan layanan WIFI untuk umum. Ingat, selama di bus ini kita dilarang berdiri atau harus duduk di kursi yang tersedia, tidak boleh makan/minum, tidak boleh merokok dan minuman alkohol juga harus menjaga kebersihan dalam bus.

wp-image-1788339951
River boat tour menyusuri sungai Danube di malam hari. 

(4). Beberapa tempat ada yang harus membayar tiket masuk, namun ada pula yang tidak perlu membayar. Ada pula yang membayar sukarela seperti saat kami masuk ke Basilika St. Stephan. Namun paling menarik adalah jika anda ikut paket seperti yang saya ceritakan di atas maka anda akan mengikuti river boat tour. Di sini kita bisa menyaksikan keindahan Budapest kala malam hari menyusuri sungai Danube.

 

Taksi berwarna kuning atau sepeda sewa berwarna hijau. Sesuaikan dengan kocek anda!

 

 

Ini juga sepeda sewa yang menggunakan aplikasi telepon pintar.

 

(5). Selama di Budapest, kami tidak mengenakan kendaraan umum. Kami lebih banyak mengikuti bus hop on hop off dan berjalan kaki. Moda transportasi di Budapest ada bermacam-macam seperti bis, tram, taksi hingga sepeda yang bisa disewa. Menariknya, sepeda ini semacam menggunakan aplikasi dan otomatis bisa digunakan.

Mesin otomatis parkir berbayar.

(6). Karena kami menggunakan kendaraan pribadi, Budapest menyediakan mesin otomatis pembayaran parkir. Lahan parkir begitu terbatas di Budapest, mobil-mobil diparkir di pinggir jalan. Untuk pembayaran satu hari misalnya dikenakan biaya 200HUF. Setelah anda membayar, anda wajib menempelkannya di dekat kaca mobil depan. Jika anda ketahuan tak membayar parkir, mobil anda akan diderek oleh petugas dan mendapatkan surat tilang. Mayoritas pemilik mobil di Hungaria sudah menggunakan stiker berbayar yang tertempel di kaca depan mobil mereka.

wp-image-1140656817
Ice-skating di dekat Heroes Place.

(7). Budapest juga terkenal dengan spa atau thermal untuk berendam. Anda bisa mendatangi area pusat kota. Di situ terdapat thermal terbesar dan menarik wisatawan untuk rileksasi. Jadi siapkan pakaian renang dan handuk jika ingin melakukannya di Budapest! Jika tidak, mungkin anda tertarik main ice-skating di luar.

 

Mall terbesar di Budapest dengan arsitektur yang indah.
Central Market Hall atau Fővàm tèr.

(8). Untuk berbelanja, di Budapest terdapat area butik ternama di dunia hingga mal. Saran saya, jika anda ingin ke mal maka bisa berkunjung ke Bàlna, shopping center. Ada juga Great Market Hall (Fővàm tèr) sebagai pasar tradisional dan terbesar. Di sini anda bisa membeli sovenir khas Hungaria atau mencicipi penganan lokal.

(9). Selama di Budapest, anda wajib mencicipi kuliner mereka yang juga terkenal dengan rasa paprikanya. Selain goulasch dengan berbagai variasi, Hungaria menawarkan wisata gastronomi di Budapest. Makanannya menurut saya bercampur antara gaya Austria dengan mediterania.

(10). Alangkah indah dan panjang waktu berwisata di musim panas. Di musim dingin saat kami datang, kami merasa waktu gelap sudah mulai sejak jam 4 sore. Jam 7 atau 8 malam, kota Budapest pun sudah sepi dan sunyi. Belum lagi kondisinya jadi lebih dingin semisal mengikuti river boat tour di malam hari. Datang di musim dingin maka anda perlu menyiapkan pelindung tubuh dari kepala hingga alas kaki yang super hangat dan nyaman.

Semoga bermanfaat!