CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

https://i.postimg.cc/zXp9DMq4/1.png Ilustrasi.   Setiap Sabtu saya tayangkan ulang cerita pendek yang sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul sama pada 17 Januari 2016. "Cup. Cup. Sudah berhenti nangisnya," seru ibu mengelus bahuku. Aku terisak sesaat menghentikan tangisku. Aku tersenyum. "Ibu tahu apa yang kau butuhkan. Ini!" kata ibu sambil menyerahkan dua balon warna kesukaan padaku. Aku tertawa … Continue reading CERPEN (42): Balon-balon yang Pergi Bersama Masa Lalu

CERPEN (20): Cinta dalam Sepotong Pizza

Ilustrasi. "Was denkst du, Anna?” tanyanya. Apa yang kau pikirkan. Aku mendengarnya jadi terkejut. Aku tak percaya bahwa pria ini mengajak makan malam keluar. Oh, sulit rasanya membujuk pria Jerman ini makan di luar. Dia memilih masak dan makan di rumah, ketimbang makan di restoran. Aku gugup menjawabnya “Nicht”. Tidak ada yang aku pikirkan. Aku … Continue reading CERPEN (20): Cinta dalam Sepotong Pizza

10 Alasan Mengapa Perlu Menunggu Jodoh

Ini dia 10 alasan mengapa kau harus menunggu sang pujaan hati yang jadi jodohmu, 1.Kata orang bijak, tidak pernah ada yang sia-sia hanya karena menunggu. Begitu pun jodoh. Jadi si dia yang ditunggu itu berarti sangat bermakna dan berkesan sehingga tidak ada salahnya untuk menunggu dan menunggu. 2. Menunggu itu menguji kesabaran, ya kan? Jika … Continue reading 10 Alasan Mengapa Perlu Menunggu Jodoh

CERPEN (22): Kebijaksanaan Cinta

Ketika aku masih remaja, saat mengenal cinta pertama kali, pria idaman bagiku adalah dia yang pandai di sekolah. Sayangnya, aku tidak mendapatkannya. Mungkin karena aku juga tidak terlalu pintar. Beranjak dewasa muda, ketika aku memasuki dunia perkuliahan, pria idamanku pun berubah. Dia adalah pria yang rupawan. Sayangnya, aku juga tidak mendapatkannya. Mungkin karena aku juga … Continue reading CERPEN (22): Kebijaksanaan Cinta

CERPEN (17): Jadilah Terbaik Untuk Diri Sendiri, Bukan Orang Lain! 

Aku pejamkan mata saat aku ingat peristiwa itu. Oh Tuhan, aku sudah melakukan segalanya dengan sempurna. Apa yang kurang? Rintihku dalam hati. Tak terasa air mata menetes di pipi. Aku hapus air mata dengan kedua tanganku saat ibu menghampiriku. "Ada apa sayang?" tanya ibuku sambil membawa secangkir teh. Seperti biasa aku mampir sebentar di rumah … Continue reading CERPEN (17): Jadilah Terbaik Untuk Diri Sendiri, Bukan Orang Lain! 

CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Aku terus melangkah menyusuri bibir pantai senja itu. Sayup-sayup angin melipir terasa di wajahku. Tak aku hiraukan ketika seseorang memanggil namaku untuk kembali. Percuma! "Tetaplah melangkah ke depan! Jangan pernah berjalan mundur ke belakang! Mungkin tapak kaki yang kau pijak telah kabur seiring waktu. Kembali pun belum tentu menyelesaikan penyesalan," bisik suara hatiku. Aku mengikuti … Continue reading CERPEN (39): “Tujuanmu Ada di Depan, Bukan di Belakang”

Ini Alasan Mengapa Saat Marah Dengan Pasangan, Tak Perlu Berteriak

Apakah marah merupakan salah satu sifat seseorang? Dulu saya pernah punya rekan kerja sebut saja X yang hampir setiap hari selalu marah. Dipastikan tidak ada orang yang betah bekerjasama dengannya. Semua orang yang berada di dekatnya, paham dan menjulukinya sebagai Pemarah. Meskipun saya tidak berhubungan langsung dalam pekerjaan dengan X, tetapi saya jadi tertarik mengenali … Continue reading Ini Alasan Mengapa Saat Marah Dengan Pasangan, Tak Perlu Berteriak

Menemukan “Chemistry” Perkawinan, Sulitkah?

Tak ada yang pernah berpikir bahwa pertengkaran dalam perkawinan akan membawa kelanggengan, bahkan kini usia perkawinan mereka sudah lebih dari 25 tahun. Mereka adalah Bude dan Pakde saya yang sering bertengkar hebat, adu mulut dan tak pernah akur di hadapan orang lain. Entah bagaimana cinta tumbuh di antara mereka, toh mereka sudah memiliki 3 putri … Continue reading Menemukan “Chemistry” Perkawinan, Sulitkah?

Tips Agar Pernikahan Langgeng: Jatuh Cintalah

Anda ingin tahu apa rahasia agar pernikahan langgeng hingga maut memisahkan?Berikut hasil studinya. Anda yang pernah jatuh cinta pasti pernah merasakan makna bahwa cinta itu buta karena kita mengagungkan sosok orang yang kita cintai. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr Viren Swami, dari University of Westminster di London, Inggris bahwa sosok yang anda cintai adalah … Continue reading Tips Agar Pernikahan Langgeng: Jatuh Cintalah

Liebesgedicht: Puisi Cinta jilid 2

Im Wunderschönen Monat Mai, Als alle Knospen sprangen, Da ist in meinem Herzen Die Liebe nur für Dich Im Wunderschönen Monat Mai, Als alle Vögel Sangen, Da hab ich Ihr gestanden Mein Sehnen für Dich Im Wunderschönen Monat Mai, Du bist mein Das sollst Du gewiss sein Du bist beschlossen in meinem Herz Mein Schatz, … Continue reading Liebesgedicht: Puisi Cinta jilid 2

Puisi Cinta dalam Bahasa Jerman: Liebesgedicht

Karena banyaknya kata kunci yang masuk ke sini tentang kalimat romantis dalam bahasa jerman https://liwunfamily.wordpress.com/2014/02/14/kalimat-romantis-bahasa-jerman/, saya kembali mengutip puisi cinta yang saya dapatkan. Singkat, padat namun maknanya dalam. Bagi anda yang sedang merayu dan ingin menggunakannya, saya persilahkan. Du bist mir nahe Du bist mir nahe, auch wenn Ich Dich nicht sehe. Du bist bei … Continue reading Puisi Cinta dalam Bahasa Jerman: Liebesgedicht

Apa Kaitan Rasa Asin dan Jatuh Cinta? Ternyata Ini Dia

Saya suka sekali memasak, meski memasak bukan hobby tetapi buat saya memasak adalah seni meracik masakan dengan rasa dan hati. Jika hati sedang tak baik, marah-marah dan jengkel, bukan tidak mungkin rasa masakan juga ajaib. Beberapa kali saya sempat dikomplen karena rasa masakan yang ajaib, misalnya membuat sambal yang terlalu pedas lalu mama akan bilang … Continue reading Apa Kaitan Rasa Asin dan Jatuh Cinta? Ternyata Ini Dia

5 Pertanyaan, Apakah Benar Cinta Butuh Logika?

Sewaktu membuat karya ilmiah seputar perkawinan, saya pernah menghadiri sebuah seminar perkawinan. Hal yang saya kenang sampai sekarang adalah cerita berikut: Ada seorang Pastor mendapati seorang wanita yang baru saja menikah minggu lalu, sedang datang ke Gereja untuk berdoa. Pastor pun menghampiri dan memberi ucapan selamat atas pernikahannya. Namun sebelum memberi ucapan selamat dengan menyodorkan … Continue reading 5 Pertanyaan, Apakah Benar Cinta Butuh Logika?

CERPEN (2): Ncrut Ncrit

Sebut saja Ncrut, Pria paruh baya yang memiliki wajah rupawan, duit melimpah tetapi tak punya hati. Misi hidup Ncrut di dunia adalah menjadikan Ncrit adalah miliknya, sebagai yang utama dari para selir yang dimiliki tetapi tidak diakui sebagai orang yang dicintainya. Ncrit adalah perempuan biasa namun memiliki pesona yang luar biasa. Banyak pria mengaguminya bukan … Continue reading CERPEN (2): Ncrut Ncrit

Puisi (8): Monolog Menunggu

Perempuan : “Aku bosan menunggu. Pekerjaan yang paling membosankan itu adalah menunggu. Tak pasti, aku tak suka itu.” Malaikat : “Sabarlah sayang. Kau tahu saatnya kan tiba.” Perempuan : “Sabar, Sabar, Sabar. Sampai kapan sabar? Sudah habis kesabaranku.” Malaikat : “Menunggu itu adalah sebuah proses untuk menguji kesabaran setiap orang. Jika kamu bisa melewatinya, buah … Continue reading Puisi (8): Monolog Menunggu

Puisi (5): Diam Sama Dengan Emas

Ada kala diam adalah emas Tak selamanya diam juga emas Kadang diam tak menghasilkan apa pun yang kuharapkan Diam tak menjawab pintaku Aku diam Dia pun diam Aku tak mengerti apa maunya Serba salah Aku hanya manusia biasa Aku tak sempurna Dengan diam, aku berharap kau mengerti Aku bingung Diam membuatku bertanya tentang dirimu Kau … Continue reading Puisi (5): Diam Sama Dengan Emas

CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

Rupa wajah yang tak setampan Romeo dalam Shakespeare. Mata yang tajam seperti elang dengan sorot seperti surya di pagi hari. Sesungging senyum seperti wangi bunga di pagi hari, meluluhkan hati. Wanita mana yang tak terpesona oleh mata dan senyum yang memanah hati? Pangeran Kodok. Kuberanikan diri menyapa keangkuhan hatinya. Ia hanya mengganggukan kepala. Sopan dan … Continue reading CERPEN (19): Kidung Cinta Pangeran Kodok

Puisi (9): Aku Sudah Jatuh Cinta

Cinta itu buta Sewajarnya ia tidak melihat betapa bodohnya aku Tanpa melihat Aku sudah jatuh cinta Cinta itu tuli Sepertinya ia akan bisa mendengar betapa kencang degup jantungnya Kala aku memandang wajahnya Aku sudah jatuh cinta Cinta itu bisu Sepertinya ia tak akan sanggup berkata-kata Saat waktu mempertemukan kami Aku sudah jatuh cinta Cinta itu … Continue reading Puisi (9): Aku Sudah Jatuh Cinta

CERPEN (4): Merajut serpihan hati

Kala mentari menghiasi hari dengan terang, Perempuan itu berjalan mengais serajut mimpi. Tak ditemukan apa yang dicarinya. Ia mengiba pada mentari. Wajahnya peluh oleh keringat, hatinya penuh oleh gelora harapan tapi mimpi tak kunjung datang. Matanya terus mencari, tangannya bergerak-gerak mengais sesuatu yang ditemuinya di jalan. Kosong. Hampa. Perempuan itu tidak menemukan apa pun. Mentari … Continue reading CERPEN (4): Merajut serpihan hati

Puisi (1): Seperti Malaikat dan Iblis

Kamu seperti Malaikat, Hatimu menyentuhku dengan pesona ketegaranmu menghadapi hidup Kamu seperti Iblis, Kamu menggodaku dengan sejuta rayu meluluhkan jiwa Kamu seperti Malaikat, Bayanganmu hadir menyelamatkan kerapuhan jiwaku Kamu seperti Iblis, Rayuanmu siap menerkam kelemahan diriku Kamu seperti Malaikat, Kebijaksanaanmu meluluhkan pikiranku Kau seperti Iblis, Memperlakukan diriku bak seorang Ratu Iblis Kamu seperti Malaikat, Hadirmu … Continue reading Puisi (1): Seperti Malaikat dan Iblis

Puisi (2): Cinta dan Salah

Adakah cinta itu salah Dia memanah rasa menjadi asa Hingga suka menjadi duka Adakah cinta itu salah? Tak pernah bisa dimiliki tetapi bisa dirasakan Mati pun tak mau, apalagi hidup Adakah cinta itu salah? Kala ditanyakan, tak jujur untuk menjawab Ragu untuk melangkah Adakah cinta itu salah? Menyesakkan jiwa dengan sejuta rayuan, tertahan oleh nafsu … Continue reading Puisi (2): Cinta dan Salah

Puisi (12): Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan setitik air Dia berikan aku samudera Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan setangkai mawar Dia berikan aku taman yang indah Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan kesabaran Dia berikan aku waktu untuk menanti Aku mencintaimu, Ketika aku meminta pada Tuhan kekuatan Dia berikan aku ketegaran Aku … Continue reading Puisi (12): Aku Mencintaimu

Puisi (10): Cinta dan Benci

Setiap orang diciptakan untuk saling mencintai. Tetapi, mengapa ada kebencian? Perasaan benci berarti bukan cinta. Perasaan benci pasti berbeda dengan cinta. Bentuk perlakuan membenci pasti berbeda dengan mencinta. Tuhan senantiasa mencintai manusia. Apakah Tuhan membenci manusia? Jika Tuhan menciptakan hati untuk mencintai, mengapa hati yang diciptakan bisa menumbuhkan perasaan benci. Benci bukan berarti Benar-benar Cinta. … Continue reading Puisi (10): Cinta dan Benci