Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Schärding, Kota Baroque Bersejarah di Austria Nan Cantik (1)

Jembatan lama bersejarah berusia ratusan tahun yang masih dipertahankan. Penghubung Jerman dan Austria.

Benteng pertahanan. Selamat datang di Baroqoestadt, Schärding!

Monumen sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di medan pertempuran.

Dilambangkan dengan patung Santo Yohanes yang berkuda, sebagai penghormatan pada mereka yang gugur pada periode 1914-1918 dan 1939-1945.

Taman Kastil ditandai patung Santo Florian.

Pemandangan sekitar kastil.

Di atas anda akan melihat jembatan baru yang lebih umum digunakan, dibandingkan jembatan lama.

Replika meriam yang digunakan saat perang.

Desain kastil yang dimaksud. 

Arena bermain untuk anak-anak di taman kastil.

Sumur pengaturan irigasi. Jika dipencet tombol merah, akan ada audio diperdengarkan tentang sejarah kastil.

Konon Raja Ludwig VII pernah berada di sini.

Castle Gate.

Penanda Castle Gate.

Gerbang kastil tampak muka.

Anda bisa berfoto di sini layaknya prajurit jaman dulu abad 15.

Saya pernah mengulas perbatasan Jerman – Austria sebelumnya yang dimulai di kota Schärding. Jika dari Niederbayern, kota ini termasuk berbatasan langsung yang ditandai dengan sungai untuk membedakan wilayah Jerman dan Austria. Karena libur pada tanggal 31 Oktober 2017 sebagai perayaan 500 tahun Reformasi Gereja maka saya dan suami berkunjung ke negara tetangga, yang kebetulan tidak libur pada tanggal tersebut.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/10/menjangkau-perbatasan-jerman-austria/

Asal nama Schärding konon berasal dari kata ‘Scardinga’ sebagai area pertanian. Tentu wilayah ini subur karena dekat dengan perairan. Hal ini pernah disebut dalam sejarah pada tahun 804. Namun sayangnya kini anda tidak lagi menemukan pertanian tetapi sebuah kota kecil bergaya baroque yang cantik.

Jika anda datang dari Neuhaus, Jerman maka anda harus melewati jembatan dari batu granit yang masih kokoh hingga sekarang. Dulu sebelum ada wilayah Uni Eropa tentu di dekat jembatan akan ada pos pemeriksaan identitas diri sebagai area perbatasan dua negara. Kini tak ada lagi pemeriksaan, namun pemerintah Austria masih membiarkan pos perbatasan sebagai tour information. Sungguh cantik akan terlihat dari jembatan sebuah benteng pertahanan yang menyimpan sejarah saat perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Jembatan dibuat tahun 1310 dengan panjang mencapai 250 meter. Setelah berakhirnya perang dunia kedua, jembatan direkonstruksi ulang.

Sekarang anda tiba di Schärding, dengan melihat sebuah benteng pertahanan dan kastil tua. Ada sebuah monumen Kriegsmahnmal atau War Memorial sebagai penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Tertulis di situ periode perang dunia pertama 1914-1918 dan perang dunia kedua 1939-1945. Simbolnya ditandai patung Santo Yohanes, dibuat tahun 1958. 

Dari sini, silahkan anda naik tangga menuju Schlosspark atau Castle Park. Tentunya kelelahan menyusuri undak-undak benteng pertahanan terbayarkan untuk mengamati keindahan sungai dan wilayah Jerman yang berada di seberang sungai. Benteng pertahanan ini memang dibangun untuk memata-matai musuh. Anda juga akan menemukan replika meriam yang digunakan pada jaman perang. Taman ini dibuat bergaya baroque pada abad 17. Di tengah taman kastil ada patung Santo Florian.

Ada taman cantik untuk mengamati keindahan dari atas. Baru-baru ini tempat ini dijadikan semacam love locked garden. Terlihat pasangan yang datang menandai dengan kunci bertuliskan nama mereka dan membuang kunci ke sungai. 

Love locked garden.

Selanjutnya anda akan melihat Burgbrunnen atau Castle Well yang dibuat pada tahun 1225 lalu direkonstruksi lagi tahun 1499. Di depannya ada semacam sumur yang katanya dulu dijadikan pusat pengaturan irigasi. Kastil yang tua pun sudah tak terawat lagi karena pernah terbakar. 

Kini bangunan tersebut baru-baru ini diresmikan sebagai Event Center. Keluar dari kastil, anda akan menemukan semacam Castle Gate atau Schlosstor seperti biasa yang dijumpai dalam film-film ksatria jaman dulu. Bagian ini kini menjadi museum. Di sini pula anda akan menemukan jubah prajurit sekitar abad 15 yang menandai gerbang kastil. Anda bisa berfoto di sini gratis. 

Kunjungan masih bersambung di artikel berikutnya😁

‘Love Locked Bridge’ Jembatan Penuh Cinta di Salzburg

Contoh gembok-gembok yang diikatkan pada jembatan. Warna dan bentuknya yang unik menghiasi jembatan. Jangan lupa kuncinya dibuang ke sungai!

Lihat saja banyak orang lalu lalang di jembatan ini, tak pernah sepi!

Terlihat indah sekali, berwarna-warni menghiasi jembatan.

Pemandangan yang indah dari atas jembatan. Keren!

Ini pasti bukan saya! Ada nama pasangan dan tanggal anniversary di gembok.

Gembok cinta adalah kiasan bilamana sepasang kekasih berkomitmen untuk terus bersama, menuliskan nama mereka di gembok kunci sebagai bukti cinta kemudian mengikat gembok di pinggir jembatan. Setelah itu kunci dari gembok dibuang ke sungai di hadapan mereka. Cinta mereka abadi karena tidak bisa dibuka dan terikat pada jembatan. Begitu cara memaknai ‘Love Locked Bridge‘ yang saya temukan di Salzburg. Di Jerman saya juga menemukannya di kota Regensburg. Kali ini tak jauh berbeda dengan yang ada di Regensburg, ada jembatan cinta juga di dekat kota tua (Altstadt) Salzburg, Austria.

Tidak ada informasi waktu jembatan cinta ini dipenuhi oleh gembok-gembok yang bertuliskan nama sepasang kekasih. Saat saya tanya penduduk setempat, mereka angkat bahu. Jelasnya, jembatan ini selalu dipadati banyak orang, entah keperluan menyeberangi sungai atau memang ingin mengabadikan cinta mereka di sini. Letaknya yang berada di kota tua memang tepat didatangi oleh turis untuk mendokumentasikan keindahan jembatan dan pemandangan di sekitarnya.

Penasaran ‘kan? Sayangnya keberadaan jembatan ini tidak begitu populer sehingga saya hanya kebetulan lewat di situ setelah puas berkeliling di kota tua Salzburg. Seandainya saya tahu sebelumnya, saya pasti sudah bawakan gembok besar dengan hiasan nama saya dengan suami untuk ditancapkan di pinggir jembatan. Meski pernah dua kali berada di ‘Love Locked Bridge’ kok saya belum sempat memasangkan gembok bertuliskan nama dan suami. Lain kali mungkin!

Jembatan di wilayah area pejalan kaki dekat ‘Mirabel palace’ ini memang asyik untuk dikunjungi. Suasana sore hari saat musim gugur seperti ini terlihat romantis buat pasangan yang datang. Jembatan ini dikenal dengan nama jembatan Markarsteg dengan pemandangan sungai Salzach. Di tengah jembatan anda akan melihat hamparan bukit dan gunung yang menjulang dengan sinar matahari kala senja. Keren!

Setelah anda berkunjung ke ‘Mozart Geburthaus’ atau rumah kelahiran Mozart, berjalan kaki sekitar tiga menit melewati jalan Ferdinand Hanusch Platz maka anda akan menemukan jembatan tersebut. Atau dari stasiun Salzburg Hauptbahnhof maka anda cukup naik bis nomor 160, 170 atau 180 lamanya kira-kira 10 menit. 

Tips:

  • Bawa gembok jika ingin memulai kisah ‘Love Locked Bridge’ di sini daripada membeli karena mahal harganya.
  • Bawa kamera.
  • Di sekitar situ ada beberapa kafe, sesaat setelah mengabadikan cinta lewat gembok, silahkan mampir untuk menikmati senja di sekitar jembatan.

Semoga bermanfaat!