Miso Soup, Tradisional Sup Jepang yang Tidak Otentik: Makanan Khas Asia (44)

Sup miso yang dibuat bukan oleh orang Jepang.

Apa yang terbayang dalam benak anda tentang sup miso? Sup miso adalah makanan tradisional dari negeri matahari terbit. Sup miso juga cenderung rendah kalori, tetapi punya kandungan protein yang tinggi. Proteinnya berasal dari kaldu yang digunakan untuk sup miso. Di supermarket di sini, pasta untuk membuat sup miso mudah didapatkan. Itu sebab saya menjelaskan resep membuatnya di pos saya sebelumnya di sini.

Menurut teman saya asal Jepang, kaldu yang digunakan pada sup miso disebut “dashi” dan ini bisa jadi berbeda-beda resepnya antar wilayah di Jepang itu sendiri. Untuk isian sup miso pun juga tergantung selera si pembuat. Sebagai contoh, saya membuat sup miso dengan ikan tuna pada resep sebelumnya. Anda juga bisa membuatnya dengan tahu putih, jika anda adalah seorang vegan atau vegetarian.

Sedangkan sup miso yang saya perlihatkan di atas, miso terdiri atas irisan jamur dan suwiran daging ayam yang sudah dimasak. Tambahan lainnya, ada mie lebar, tauge, daun mint dan daun bawang. Itu artinya, tidak ada aturan bagaimana membuat sup miso seperti membuat sup pho yang berasal dari Vietnam, yang pernah saya ulas di sini. Bahkan teman saya asal Jepang membuat sup miso dengan nori dan edamame. Hmm, rasanya tetap sama hanya saja isian yang berbeda.

Namun pertanyaan saya, bagaimana kaldu miso dibuat? Karena rasanya yang luar biasa lezat menurut lidah saya. Untuk membuat miso diperlukan waktu fermentasi tiga bulan agar bisa menghasilkan enzim yang sesuai. Campuran miso pun beragam tiap wilayah di Jepang. Itu sebab saya katakan, sup miso tak bisa diketahui bagaimana otentiknya.

Meski tidak begitu dikenali otentik sup miso, namun kebanyakan orang Jepang menikmatinya hampir tiap hari. Alasannya sederhana, kandungan enzim dari kaldu miso sangat menyehatkan. Sumber informasi lain menuturkan pasta sup miso adalah sumber probiotik yang baik untuk pencernaan dan nutrisi kulit.

Hmm, apakah anda sudah pernah mencoba sup miso?

Jalan Kaki Jadi Salah Satu Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Mengenal berbagai orang dengan latar belakang budaya yang berbeda memang jadi ide menarik untuk belajar tentang kehidupan. Salah satunya adalah rahasia panjang umur ala orang Jepang. Meski umur adalah rahasia Ilahi, namun siapa pun berkehendak ingin punya umur yang panjang dan sehat sejahtera tentunya.

Adalah teman baik saya yang sama-sama belajar di sini dan berasal dari Jepang. Sebut saja namanya Masako. Saya memperhatikan dia berjalan kaki menuju kampus, sementara saya sedang berada di dalam bis. Pikir saya, mungkin dia sengaja melewatkan jadwal bis karena kondisi bis yang sedikit penuh sehingga dia memilih berjalan kaki menuju ke kampus.

Setibanya di kampus, saya menghampiri dia dan menyapanya. Saya katakan bahwa saya melihatnya berjalan kaki menuju ke kampus sementara saya sedang berada di dalam bis. Padahal jika dia mau, dia bisa naik bis dengan waktu lebih singkat ke tempat tujuan ketimbang berjalan kaki yang memakan waktu lebih lama.

Anda tahu, apa jawaban dia?

“Anna, bagaimana pun berjalan kaki itu lebih sehat. Lagi pula, saya memang tidak ingin terburu-buru tiba di kampus.”

Penasaran dengan jawabannya. Saya pun menarik kursi dan duduk sebentar dengannya. Dia mengatakan bahwa berjalan kaki adalah bagian keseharian yang dihadapi orang Jepang pada umumnya. Dari rumah menuju ke stasiun kereta pasti berjalan kaki. Dari stasiun kereta menuju ke kantor atau sekolah, tak luput dari berjalan kaki. Orang Jepang senang berjalan kaki karena itu adalah bagian dari olahraga. Itu artinya lebih sehat.

Dia menambahkan lagi, berjalan kaki juga membuat panjang umur. Ketika orang berjalan kaki, ia menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Jika kita malas bergerak atau kurang gerak tentu akan mudah terserang penyakit. Kalimat dia ini mengingatkan saya begitu mudahnya saya menggunakan ojek motor jika malas berjalan kaki di Jakarta dulu.

Saya diam sesaat mendengar penjelasannya. Dia pun melanjutkan lagi, berjalan kaki itu adalah olahraga yang gratis dan tak perlu mengeluarkan biaya. Jika kita bisa melakukannya tiap hari selama beberapa jam, bukankah itu baik untuk tubuh? Katanya lagi melanjutkan perbincangan kami soal berjalan kaki ke kampus.

Memang anda tak perlu berjalan kaki dari rumah anda di Jakarta Timur misalnya menuju ke kantor di Jakarta Pusat. Namun sediakan waktu anda untuk berjalan kaki tiga puluh menit hingga satu jam tiap hari. Itu saran terbaik dokter agar tubuh tetap sehat. Dengan begitu, anda pasti tahu bahwa berjalan kaki itu ternyata nikmat dan sehat.

Baca juga https://liwunfamily.com/2018/05/23/bagaimana-orang-bisa-panjang-umur/

Jika anda ingin panjang umur, silahkan coba resep orang Jepang ini ya!

Yakitori Spieße oder Hühnerfleisch Gebackenen, Sate ala Jepang atau Sate ala Vietnam: Makanan Khas Asia (34)

Sate ayam ala Jepang.
Sate ala Vietnam.

Orang Indonesia pasti mengenal sate yakni potongan daging yang ditusukkan di bilah bambu kemudian dipanggang di bara api. Untuk bumbu sate ala Indonesia tentu bermacam-macam. Ada yang berbumbu kacang, saus kecap atau hanya sekedar cabai dan bawang yang dipotong-potong. Makanan sate pun dijual laris manis dari penjual pikulan hingga restoran mewah di hotel berbintang. Namun bagaimana sate di mancanegara?

Kali saya perkenalkan dua sate dari Jepang dan Vietnam. Kebetulan saya menyantapnya keduanya dalam kesempatan berbeda. Sate asal Jepang diperkenalkan oleh seorang teman mahasiswa yang sedang melakukan studi pertukaran singkat di sini. Sedangkan sate ala Vietnam didapat saat saya mampir di restoran Asia yang dimiliki oleh seorang migran.

Pertama saya bahas adalah Yakitori Hühnchenspiese mit teriyakisauce mariniert. Itu adalah nama masakan yang disampaikan teman saya tersebut. Dia memasakkan untuk saya dan beberapa teman di acara perpisahan untuk short course di sini. Sebenarnya ada sushi juga, namun mata dan selera saya tertuju pada sate. Kemudian saya mengambilnya tiga tusuk dan sausnya.

Cara membuatnya pun mudah, menurut teman saya ini. Sate dipilih dari fillet daging ayam yang dipotong kecil-kecil. Tidak ada bumbu saat dipanggang, hanya diberi minyak wijen sedikit agar tidak kering. Lalu setelah agak matang, diberi saus teriyaki. Itu sebab namanya teriyakisauce mariniert, yakni saus teriyaki seperti memberikan rasa pada sate. Saus diolesi di sate hingga matang. Setelah matang, diberi biji wijen sebagai garnish. Tiga tusuk saja sudah jadi makan malam saya. Rasanya enak dan mengenyangkan.

Lanjut dengan sate ala Vietnam?

Adalah Nguyen, pemilik restoran di sini yang menyediakan menu sate dengan bumbu kacang. Agar mudah dimengerti pelanggan yang datang, tentu harus dijelaskan dalam bahasa Jerman. Menu ini bernama Hühnerfleisch gebackenen mit Erdnusssoße. Saat saya membaca menu ini dalam daftar, pikiran saya pun melayang memikirkan sate yang biasa dibuat ibu saya.

Selang beberapa lama pesanan saya pun datang. Ini adalah daging ayam yang dibungkus tepung kemudian digoreng. Memang daging ayam hanya fillet yang dipilih. Lalu diberi bumbu kacang yang memang sudah tersedia dalam bentuk kemasan di toko-toko Asia. Saus kacang diberi air sedikit, garam dan sedikit gula. Setelah daging ayam selesai digoreng, saus kacang disiramkan di atasnya.

Oh ya, sate ini juga tersedia sayuran tumisan seperti tauge dan wortel di tengah hidangan. Jadi tidak murni hanya daging ayam saja. Lalu mengapa diberi nama sate? Saya sendiri tidak enak hati bertanya pada pemiliknya.

Begitulah dua menu masakan yang menurut saya agak mirip sate, namun berbeda pengolahannya.

Jika harus memilih, anda suka yang mana, sate ala Jepang atau sate ala Vietnam?

Miso Suppe mit Lachs: Makanan Asia di Jerman (10)

Miso suppe mit Lachs.

Ikan salmon yang jadi isiannya.

Bila mendengar kata ‘miso’ kira-kira menurut anda darimana asa makanan tersebut berasal? Hmm, betul! Jepang adalah makanan yang mendunia dengan sup dengan kuah miso. Saya pernah mencoba sup ini dengan tahu dan rumput laut.

Suatu kali saya datang ke imbiss Asia, kemudian tertarik dengan miso suppe mit lachs yang ditawarkan. Ternyata enak dan mudah membuatnya. Saya praktikkan di rumah dan kemudian saya bagikan di sini. 

Bahan yang diperlukan:

  1. Ikan salmon fillet 200 gram 
  2. Wakame 10 gram semacam rumput laut yang juga bisa dibeli di supermarket.
  3. 60 gram pasta miso
  4. Kaldu atau dashi brühe yang dibeli di supermarket.
  5. 720 ml air.
  6. Daun bawang.

Cara memasak:

  1. Potong daun bawang dan ikan salmon menjadi potongan lebih kecil.
  2. Masak air dan tambahkan pasta miso dan kaldu dashi. Masak hingga mendidih.
  3. Masukkan rumput laut yang sudah direndam terlebih dulu. 
  4. Kemudian masukkan potongan daging salmon.
  5. Masak hingga beberapa menit. 

    Jika anda ingin tahu ke dalam sup juga merupakan ide yang menarik. Anda bisa pilih tahu putih. Sebelum dimasukkan, potong tahu menjadi potongan kecil.

    Selamat mencoba!

    Sushi, Makanan Jepang Praktis ‘Kalt Essen’ di Jerman

    Contoh sushi yang dijual.

    Sushi yang saya beli, sudah lengkap semuanya termasuk jahe juga.

    Wasabi, di dalam paket.

    Kecap pelengkap rasa juga tersedia di dalam paket sushi.



    Sushi adalah salah satu makanan yang sudah mendunia dari Jepang. Di Jakarta, saya sering menemukan gerai makanan menjual sushi, mulai dari jajanan pinggir jalan hingga restoran ekslusif. Saya sudah mencoba semuanya, bahkan di negeri asal sekalipun.

    Di Jerman, ada istilah ‘Kalt Essen yakni makanan yang tersaji dingin dan biasa disantap di malam hari. Di wilayah Bavarian, kalt essen adalah kebiasaan bagi mereka untuk menikmati makanan yang praktis dan tak perlu dimasak lagi. Kadang kalt essen sudah dimasak terlebih dulu, misal telur rebus yang sudah dimasak sebelumnya dan disajikan dalam keadaan dingin. Makanan lain semisal salami, ham, bacon, atau acar dingin.

    Bacahttps://liwunfamily.com/2017/08/27/kalt-essen-makanan-dingin-ala-jerman-tak-perlu-dimasak/

    wp-image--504114009

    Salah satu cara saya mensiasati kebosanan menyiapkan kalt essen yang melulu roti dan semacamnya ala Bavaria, saya pilih sushi. Saya pernah menuliskan praktik membuat sushi dari alat praktis sushimaker yang tersedia di supermarket. Kebetulan suami saya juga suka menyantap sushi. Saya pun seringkali membuat sushi untuk berdua.

    Baca https://liwunfamily.com/2017/09/05/how-to-make-sushi-by-sushi-maker/

    Sebenarnya, ada juga paket membuat sushi sendiri di rumah tanpa sushimaker. Satu paket berisi beras khusus sushi, tikar menggulung sushi, nori rumput laut pembungkus sushi dan bumbu pelengkap rasa untuk sushi lainnya. Mudah ‘kan? Untuk membuat sushi memang diperlukan beras khusus, yang tentu berbeda dengan beras yang biasa kita santap. Berasnya juga berbeda dari beras basmati. Di sini tersedia beras khusus sushi.

    Namun saat saya malas membuat sushi dengan sushimaker, saya datang ke supermarket di wilayah makanan khusus Asia. Di sana koki asal Asia sudah membuatkan kotak-kotak sushi yang enak. Harga sushi bervariasi mulai 3,9€ hingga 10€ tergantung banyaknya sushi dan isian di dalam. 

    Saya pilih paket termurah, berharga 3,90€ berisi sushi campuran antara salmon dan ketimun. Rasanya tak mengecewakan, enak sekali meski ukurannya mini. Menurut saya, sushi semacam ini bisa menggantikan kalt essen yang biasanya saya santap. Untuk makan malam, memang tidak diperlukan porsi yang besar. Sushi ini sesuai sekali.


    Bagaimana pengalaman anda menikmati sushi? Bagikan di kolom komentar bila berkenan!