Makanan Khas Jerman (68): Penne Tomatensauce mit Hähnchenbrust, Pasta dengan Dada Ayam Fillet

Mantapnya, pasta ini!

Menikmati makanan lokal yang berbaur dengan kuliner lain seperti dari Italia bukan hal baru di sini. Pasta contohnya yang dulu bisa diklaim menjadi kuliner Italia, kini pasta bisa dikreasikan dengan bahan dan rasa lokal sehingga menjadi makanan yang bisa diterima di mana saja. Dunia kuliner memang dinamis seiring dengan kebutuan dan selera pemesan.

Begitu pun makanan yang dibahas berikut adalah pasta penne dengan dada ayam fillet bersauskan tomat. Selama ini saya hanya mengenal kebanyakan pasta dengan saus tomat saja, padahal kita bisa kreasikan dengan daging misalnya. Daging ayam yang dipilih pun bagian dada dengan tekstur filletnya.

Langkah membuatnya pun mudah untuk mahasiswa, ini makanan yang praktis. Keluarkan dada ayam fillet dari oven yang berisi saus tomat kemudian potong-potong selebar 2 cm. Campurkan bumbu ke dalam saus. Tiriskan pasta, campur segera dengan saus dan sajikan dengan dada ayam di atasnya. Sebagai dekorasi dan penambah rasa, letakkan irisan tomat besar dan beri irisan keju. Panaskan sebentar di microwave agar disajikan panas dan keju sedikit melted.

Makanan ini saya pesan di kantin kampus. Saat saya memilihnya, teman sebelah yang seorang mahasiswa kemudian menjelaskan bagaimana ia biasa membuatnya di asrama mahasiswa. Itu hanya menyakinkan saya bahwa makanan ini bisa dibuat dengan mudahnya di rumah. Makanan ini termasuk praktis sehingga bisa dengan waktu cepat mengolahnya.

Ini sebagai gambaran pada anda bahwa anda bisa menyediakan pasta dan saus tomat di rumah. Jika sewaktu-waktu anda begitu sibuk dan tak ingin makan di luar rumah maka resep di atas bisa dicoba.

Selamat makan!

Kue Khas Jerman (14): Kue Eierlikör-Erdnusskuchen dengan Kue Erdnuss Sahne Torte, Pilih Mana?

Ini kue eierlikör-erdnuss.

Kue terenak yang saya temukan lagi adalah kue eierlikör-erdnuss pada saat acara hajatan pernikahan beberapa waktu lalu. Awalnya saya hanya tahu eierlikör sebagai minuman yang disajikan di kesempatan istimewa, ternyata eierlikör bisa untuk bahan campuran kue yang enak seperti kue tart atau dessert. Nah, kue yang saya temukan ini sebagai teman minum kopi saat pembukaan acara resepsi pernikahan.

Eierlikör itu lebih dikenal sebagai eggnog dalam istilah asing. Biasanya eggnog ini mengandung kandungan rum. Terkesan dari namanya, apakah ada kaitan dengan telur? Selintas itu pertanyaan saya sambil menikmati kue ini sedikit demi sedikit karena begitu lezatnya.

Eielikör ini populer di negara-negara berbahasa ibu Spanyol sebagai minuman istimewa. Di Meksiko, eggnog punya nama khusus. Eggnog adalah campuran telur, susu, vanila dan rum. Di Jerman, eggnog masuk dalam kategori minuman alkohol. Eggnog yang saya lihat berwarna kuning seperti warna kuning telur. Tentu kue ini terasa enak karena ada campuran eggnog dan kacang, seperti yang saya nikmati di acara wedding di sini.

Ini kue erdnuss sahne torte.

Kacang memang bisa menjadi bahan campuran kue tart atau torte dalam bahasa Jerman. Erdnuss sendiri dikenal sejenis peanut, dalam bahasa Inggris. Di Jerman sendiri ada beberapa kue yang menyelipkan kacang di dalam sajiannya. Erdnuss bisa dijadikan bahan dasar kue atau dijadikan dekorasi. Itu semua ada di pilihan peracik kue.

Nah di kue kedua ini, saya mendapati kacang memenuhi isian kue. Kacang memang tidak dihancurkan dalam kue, tetapi diletakkan pada lapisan isian kue dan lapisan atas sebagai dekorasi. Hasilnya, seperti yang anda lihat, kue ini tidak hanya enak, tetapi juga cantik terlihat.

Heidelberg (1): Menyelami Sisi Romantis Jembatan Karl-Theodor Kala Senja

Jembatan Karl-Theodor menjadi icon kota Heidelberg.
Jembatan Karl-Theodor yang melewati sungai neckar.
Pantulan senja menambah semarak romantis jembatan yang disebut juga ‘old bridge’.
Patung santo Johannes Nepomuk di sisi jembatan.

Heidelberg adalah salah satu kota impian yang ingin saya datangi bila saya tinggal di Jerman. Kota ini sangat cantik tampak dari kartu pos yang dikirimkan seorang kenalan asal Jerman pada saya beberapa waktu lampau. Akhirnya suami saya bersedia menemani saya berkunjung ke Heidelberg, yang berada di negara bagian Baden-Württemberg. Ternyata benar, jembatan Karl-Theodor masih tampak cantik seperti gambar di kartu pos yang saya punya.

Heidelberg adalah salah satu kota yang dikenal sebagai college town di Jerman karena di kota ini berdiri universitas tertua. Kota ini juga dipenuhi bangunan baroque yang khas di pusat kota, Altstadt. Namun kembali lagi jembatan Karl-Theodor tetap menjadi sentra perhatian turis seperti saya yang datang kala senja. Warna mentari di kala senja semakin memantulkan sisi romantis dari jembatan tersebut. Betul saja, jembatan pun semakin dipenuhi orang yang berfoto dan menantikan indahnya senja di jembatan.

Selain senja, jembatan Karl-Theodor memiliki sisi romantis lainnya. Jembatan ini misalnya terbuat dari batu yang terdiri atas sembilan lengkungan yang cantik. Jembatan yang melintasi sungai neckar ini pada awal dibangun disebut jembatan neckar pada abad 13. Tepatnya pada 21 Mei 1284 jembatan neckar diresmikan pertama kali. Semula jembatan ini adalah jembatan kayu peninggalan abad pertengahan kemudian lambat laun menjadi jembatan batu.

Abad 18, jembatan yang sudah melalui berbagai peristiwa perang dan sejarah berabad-abad lamanya pun beralih menjadi jembatan batu. Meski ada beberapa jembatan di Heidelberg yang melewati sungai neckar, tetapi jembatan yang disebut ‘old bridge’ memang sangat berkesan. Arsitekturnya pun dibuat dengan sangat menawan.

Tower di muka jembatan.
Abad 13 jembatan ini masih jembatan kayu kemudian abad 18, jenbatan dibuat permanen menjadi jembatan batu.
Gembok cinta, sisi romantis jembatan.

‘Old bridge’ panjangnya sekitar 200 meter. Di muka jembatan dari arah Alstatdt, tampak semacam menara tinggi menjulang seperti jembatan Charles di Praha. Meski tak semegah jembatan di Praha, tetapi masih ada lagi kesamaannya. Ya, Patung santo Yohanes Nepomuk pun berada di sisi jembatan. Sebagaimana anda ketahui patung santo Johannes Nepomuk sering diletakkan di sisi jembatan di Jerman, Austria dan Ceko.

Baca: Pesona jembatan Charles di Praha, Ceko

Sisi romantis old bridge tidak hanya dijadikan tempat berfoto pasangan tetapi tempat mengikat komitmen pasangan lewat gembok cinta. Meski gembok cinta tak sebanyak jembatan-jembatan lain pada umumnya, tetapi fenomena membuang kunci gembok ke sungai dan menautkan gembok di situ menambah semarak suasana romantis.

Dari old bridge, kita bisa mengamati Heidelberg Schloss atau kastil yang indah. Tentang kastil dan tempat lain yang jadi destinasi wisata di Heidelberg, dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Makanan Khas Jerman (67): Spätzle mit Rahmsoße, Pasta dengan Saus Krim Merica Hitam

Pasta dengan saus krim merica hitam.
Salad pembuka.

Makanan asal Jerman selanjutnya yang saya perkenalkan adalah spätzle yang dihidangkan di restoran lokal di sini. Spätzle ini menjadi istimewa karena ada saus merica hitam yang disiramkan sebagai pendamping steak. Seperti yang anda lihat di foto, biji merica hitam tampak terlihat di atas steak panggang. Saus merica hitam ini disebut istimew karena saus kentalnya dari krim yang membuat semakin lecker. Dalam bahasa Indonesia, lecker adalah lezat.

Ngomong-ngomong, apa itu spätzle? Selintas bisa jadi anda memikirkannya. Ini semacam pasta di Jerman. Bentuknya kecil-kecil dengan bulat tak jelas. Saya sendiri pernah beberapa kali memesannya di restoran seperti käsespatzle. Di bagian wilayah Baden-Württemburg, käsespätzle menjadi menu wajib yang dipesan. Begitu pun saat saya berjalan-jalan ke Swiss yang bersebelahan dengan negara bagian Baden-Württemburg, käsespätzle juga mudah ditemukan.

Jika saya menyandingkan dengan makanan nusantara, ini serupa seperti mie telor. Pembuatannya pun sedikit mirip. Mie telor ini bisa untuk bakmi godok atau bakmi goreng. Begitu pun spätzle bisa saya dapatkan di supermarket. Saat air mendidih, masukkan spätzle yang dibeli di supermarket, lalu masak hingga 15-20 menit. Tiriskan airnya sebelum ditambahkan menu lainnya.

Setelah steak panggang siap disajikan, maka tambahkan saus lada hitam yang diberi krim. Krim tidak hanya memberi rasa enak saja tetapi mengentalkan sausnya. Biji merica yang sedikit hancur dibiarkan menjadi bagian dari sausnya. So tasty!

Rupanya saya mendapatkan tambahan salad. Salad ini sebagai pelengkap hidangan, tentu saja ini adalah complimentary. Anda bisa menolaknya jika merasa tidak butuh. Porsi makan yang benar-benar besar ya!

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Jerman (66): Burgunderbraten, Daging Sapi Panggang Warna Merah Kehitaman

Burgunderbraten di salah satu restoran yang saya pesan.

Makanan di Jerman memang punya nama yang unik, tetapi tentu berkaitan mengapa diberi nama tersebut? Sementara makanan nusantara semisal sayur asem saja, saya tidak bisa menjelaskan alasannya mengapa disebut sayur asem saat ditanya suami. Jawaban mudah saya adalah sayur tersebut berasa asem sehingga disebut sayur asem. Begitu pun nama-nama makanan di Jerman terkadang membuat saya berpikir, mengapa diberi nama tersebut. Seperti ulasan makanan berikut, yakni burgunderbraten.

Saya mendapati dua sajian burgunderbraten di dua tempat berbeda. Pertama, saya makan siang bersama suami. Kami memesan menu yang sama dan sesungguhnya saat itu, saya tidak tahu apa nama menu masakan yang saya makan. Saya pikir itu sama saja dengan schweinebraten. Hingga saya tahu ini berbeda ketika saya mendapati hidangan kedua di hotel, saat ada acara makan malam keluarga.

Warna burgundi membuat nama masakannya disebut demikian. Ini adalah makanan istimewa di Jerman yang terbuat dari irisan daging sapi muda yang dipanggang. Untuk rempah-rempah yang digunakan adalah thymian yang memberikan aroma khas pada sapi panggang tersebut. Begitu istimewanya di Jerman hingga hidangan ini terbawa ke Austria sebagai hidangan daging sapi ala Burgundy.

Burgunderbraten lain sebagai makanan utama, yang saya dapatkan dalam menu 5 macam.

Sebetulnya apa itu burgundy?

Burgundy adalah nama anggur yang berasal dari bagian timur Prancis. Lembah ini terkenal dengan anggurnya yang lezat. Di situ terdapat penyulingan anggur yang diminati bagi para wine lovers dunia. Warna wine burgundy adalah merah tua gelap. Meski ada juga anggur putih dari lembah ini, tetapi untuk masakan burgunderbraten lebih cocok anggur merah sehingga menampilkan warna yang khas.

Warna merah juga dilengkapi dengan warna kubis merah gelap sebagai pendamping makanan. Buktinya dua makanan yang sama yang satu, dinikmati di Jerman dan satu lagi dipesan di Austria menghasilkan sajian yang sama. Mereka selalu memberikan kubis merah sebagai sajian pendamping. Rasa kuliner ini enak pastinya. Sekarang anda jadi tahu mengapa masakan ini disebut burgenderbraten.

Kue Khas Jerman (11): Kaiserschmarrn, Pancake Manis nan Berantakan Kesukaan Kaisar

Kaiserschmarrn disebut juga shredded pancake, yang ditaburi gula bubuk.

Melanjutkan kue khas asal Jerman, saya bagikan sejenis pancake yang saya susah menyebutkannya dengan benar. Saya selalu menyebut kue ini sebagai kaisarmann, padahal yang benar adalah kaiserschmarrn. Dan ternyata sejarah pancake ini ada kaitan dengan kaisar juga. So, ini membuat anda makin penasaran ‘kan.

Dalam riwayat penamaan dessert ini, kaiserschmarrn berasal dari dua kata. Kata pertama ‘Kaiser‘ diambil dari gelar Kaisar Austria Franz Josep, yang ternyata suka sekali makanan penutup yang berasa manis. Selanjutnya kata kedua yakni schmarrn yang mengacu pada dialek bahasa Bayern dan Austria yang agak mirip. Schmarrn dimaksudkan kacau, berantakan, sampah bahkan ini semacam gosip tak menarik.

Demikian nama kue ini karena memang pancake dikacaukan sebelum diberi taburan gula bubuk.

Saya kenal kue ini sebagai hidangan menemani minum kopi di suatu kafe. Saat saya datang ada tawaran paket menarik yakni kaiserschmarrn dan kopi dengan harga terjangkau. Akhirnya saya putuskan untuk mencobanya. Seperti yang anda lihat, ada kekacauan pancake yang berantakan, kemudian diberi taburan gula bubuk sehingga tampilan dan rasanya makin manis.

Pancake ini memang berbeda tak hanya soal tampilan saja tetapi pembuatannya yang dikacaukan saat pancake hendak matang di wajan teflon. Lalu rasa pancake memang berbeda karena ada selai buah yang menemaninya. Sebut saja selai apel, buah cherry atau buah plum seperti yang anda lihat di foto. Ini hanya pelengkap saja. Bahkan isian pancake juga kadang sudah dilengkapi kacang nuss, selai apel atau buah anggur yang dikeringkan.

Bahan pembuatan pancake ini pun mudah. Seorang kenalan asal Bavaria mengatakan bahwa siapa pun bisa membuatnya. Bahannya hanya tepung terigu, gula, garam dan susu yang dicampur bersamaan. Setelah wajan panas, beri butter dan mentega sebelum adonan dituang.

Kreasi tiap orang berbeda-beda. Ada yang meletakkan selai buah apel sebelum adonan. Kemudian dicampurkan dalam adonan pancake saat hendak dituang di wajan. Ada pula yang membuat pancake terlebih dulu matang. Saat pancake setengah matang, beri taburan kacang almond misalnya atau potongan buah yang disuka. Lalu kacaukan pancake seperti yang anda lihat pada foto.

Hasil akhir pancake adalah pancake matang yang kacau kemudian diberi taburan puderzucker atau gula icing. Gula yang tampak seperti bedak ini disaring di atas pancake sehingga tampak indah. Mudah ‘kan! Saya percaya anda bisa membuatnya di rumah.

Kue kaisarschmarrn ini biasa dihidangkan saat hari raya Natal di wilayah Bavaria dan Austria. Tetapi kini pancake ini bisa dibuat kapan saja seperti kaffeetrinken, untuk menemani minum kopi di beranda rumah. Hmm…

Makanan Khas Jerman (65): Camembert Burger, Burger Rasa Keju Buat Cheese Lovers

Burger tampak atas.



Burger tampak samping.

Burger adalah salah satu makanan di Jerman yang sebenarnya bukan berasal dari sini. Seperti yang pernah saya sampaikan ada tiga makanan populer di sini yang begitu mudah dijual tetapi bukan makanan khas Jerman. Ada pizza, donner dan juga burger. Ketiganya menjadi makanan meriah dan murah untuk dibeli padahal ketiganya memang bukan makanan tradisional negeri sosis ini.

Saya juga bukan pecinta burger tetapi sesekali saya mencobanya setelah kenalan saya mengajak makan siang di salah satu kafe yang baru buka. Setelah saya melihat menu yang disediakan, pilihan saya jatuh pada burger camembert. Deskripsi burger dijelaskan bahwa burger berisi camembert keju yang digoreng, salad sayuran dan preiselberee. Ini membuat saya penasaran dengan rasa burger keju ini. Bagaimana dengan anda?

Pesanan datang dalam porsi yang cukup besar sebagaimana anda lihat. Ada kentang goreng dan salad sayuran untuk melengkapi menu yang saya pesan. Wah, makan kentang goreng saja sudah cukup mengenyangkan untuk saya. Ditambah lagi burger keju yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Camembert berasal dari nama salah satu wilayah di Prancis, yang banyak memproduksi susu sapi. Susu sapi ini menjadi bahan utama pembuatan keju camembert ini. Sebagaimana anda tahu, saya kenal beraneka macam keju setelah tinggal di Jerman. Camembert ini keju yang lembut dan moist, dan punya tekstur yang berbeda dari kebanyakan keju lainnya. Di supermarket di sini, saya bahkan bisa memilih keju camembert yang rendah fett juga.

Camembert menjadi keju yang populer karena keju ini yang lembut, tak berbau dan creamy bila dilelehkan. Umumnya camembert disajikan dalam makanan kalt essen sebagai pendamping salami, daging ham atau bacon. Rasanya yang gurih menurut saya menjadi enak sebagai pendamping kalt essen di Jerman.

Keju Camembert.

Bagaimana dengan camembert dijadikan burger?

Camembert menjadi kreasi burger setelah burger juga memberikan cheeseburger sebagai pilihan rasanya. Burger tentu bisa dikreasikan sesuai pilihan pemesan. Apalagi rasa creamy keju camembert membuat burger ini cocok dijadikan pilihan bagi pencinta burger.

Pertama camembert diolah seperti membuat schnitzel. Camembert dilumuri tepung roti kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan. Untuk menikmatinya, camembert di Jerman perlu saus preiselberee yang diambil dari buah sejenis strawberry dengan buahnya yang kecil, berwarna merah dan rasanya asam. Saus ini diracik khusus untuk melengkapi rasa camembert burger di sini.

Jika anda penyuka cheeseburger, maka anda perlu mencoba camembert yang sekarang populer di beberapa negara maju. Camembert burger tiap negara tersebut punya varian berbeda untuk meracik isian hingga sausnya.

Makanan Khas Jerman (64): Bretzel und Butter, Waktunya Makan Roti

Ilustrasi.

Jika anda melihat kue tiga lubang, maka anda akan tahu bahwa roti ini begitu populer di Jerman dan sekitarnya. Roti tiga lubang ini punya filosofi tersendiri yang konon katanya sebagai simbol keberuntungan. Ada yang mengenakan roti ini sebagai liontin di kalung dan ada pula yang meletakkan dekorasi berbentuk roti tiga lubang ini di atas pintu masuk. Dianggap keberuntungan karena ini seperti simbol tangan berdoa.

Roti yang kita bicarakan tadi disebut bretzel, yang dalam istilah internasional kadang disebut pretzel. Bentuknya sama hanya penyebutannya bisa jadi berbeda. Misal di negeri Paman Sam, roti ini disebut pretzel.

Bagaimana menikmati roti?

Ada banyak cara menikmatinya. Mulai menjadikan bretzel sebagai side dishes pada weißwurst atau kalt essen hingga menyantap bretzel sendirian dengan aneka kreasinya.

Kali ini saya perkenalkan cara lain menikmati roti ini. Sebagai restoran dan kafe terkadang menyediakan brotzeit, yakni bretzel dan butter. Awalnya saya merasa aneh untuk mencobanya saat ditawari pramusaji ketika saya katakan bahwa saya ingin menikmati sesuatu yang ringan tetapi cukup mengenyangkan. Pilihannya jatuh pada bretzel dan butter yang ternyata enak juga ya.

Butter sendiri disebut di Jerman, berbeda dengan pengucapan dalam bahasa Inggris. Padahal penulisan butter keduanya sama. Rupanya butter dalam istilah internasional berasal dari bahasa Jerman yang memang dari dulu sudah mengkonsumsi butter.

Butter ini sebenarnya berbeda dengan margarin yang dulunya sering saya pahami adalah sama. Butter ini lebih padat dan warnanya lebih cerah dibandingkan margarin yang warnanya lebih kuning. Saya senang dengan butter bila dicairkan wanginya itu harum semerbak ketimbang margarin. Margarin itu tidak banyak dikenal di sini, meskipun tersedia juga di supermarket.

Di sini butter lebih banyak digunakan untuk campuran kue dan olesan roti seperti yang saya lakukan pada bretzel. Padahal dulu di Jakarta, saya biasanya makan roti dengan margarin kadang-kadang. Mengapa? Karena saya benar-benar tidak bisa membedakan keduanya.

Setelah menikmati bretzel yang diolesi butter, saya kerap mencobanya di rumah. Bretzel yang masih hangat, keluar dari oven kemudian langsung diolesi butter maka wangi dan rasanya sudah menggoda. Penasaran ‘kan? Silahkan dicoba deh!

Kue Khas Jerman (13): Lebkuchen, Kue Rasa Jahe di Hari Natal

Salah satu model kue lebkuchen yang biasa dijual di supermarket.
Empat lilin Advent sudah dinyalakan. Tinggal hitungan hari, Natal tiba.

Hari raya natal tinggal dalam hitungan jari, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan bagi mereka yang merayakannya. Tentu hidangan kue-kue natal pun tak luput disiapkan sebagai sajian para tamu yang datang di hari istimewa tersebut. Di Indonesia saya sudah membayangkan kue nastar mungkin sudah mulai disiapkan. Berbicara kue kering, kali ini saya berbicara lebkuchen asal Jerman yang memang dikenal saat hari istimewa, hari natal yang dirayakan mayoritas penduduk sini.

Lebkuchen atau ada yang menyebutnya pfefferkuchen adalah kue kering asal Jerman yang sudah mendunia. Saya sendiri pernah melihat bagaimana lebkuchen disajikan di salah satu hotel di Jakarta sebagai dekorasi natal. Begitu melegendanya kue ini karena dulu saya mengenalnya ini adalah kue jahe atau gingerbread. Ada rasa renyah, gurih, hangat dan sedikit manis menjadi pengalaman saya mencicipi kue ini. Lebkuchen itu pasti tersedia di supermarket jelang natal, tetapi seiring banyaknya penggemar kue ini rupanya kue ini bisa diperoleh kapan saja di supermarket.

Untuk mengetahui sejarah lebkuchen, tentu anda harus datang ke toko kue legendaris di Nuremberg. Saya sendiri pernah datang ke toko tersebut lewat lawatan tempat yang harus dikunjungi di Nuremberg. Di Haus des lebkuchen, anda bisa merasakan rasa dan sensasi kue lebkuchen yang diracik sejak tahun 1500-an. Kue lebkuchen memang punya banyak kreasi sehingga disukai banyak orang. Tak harus menunggu hari natal, saat volkfest kadang tersedia lebkuchen dengan bentuk hati di gerai makanan manis. Variasi lain lebkuchen juga bisa ditemui dalam bentuk model. Di sebuah hotel di Jakarta, saya pernah menemukan kue lebkuchen dibentuk menjadi rumah-rumah bergaya eropa yang di musim dingin.

Kue lebkuchen itu pasti tampak berwarna kecokelatan. Di Belanda misalnya kue lebkuchen dibuat seperti persegi panjang yang biasa dinikmati sambil minum kopi. Sedangkan di Austria, kue lebkuchen sudah mendapatkan tempat tersendiri sejak lama. Sebagai tetangga terdekat, Austria memiliki banyak produsen lebkuchen yang siap dinikmati kapan saja. Lebkuchen itu bisa ditemukan juga di Swiss, Polandia atau Ceko sebagai negara tetangga Jerman. Itu berarti lebkuchen begitu populer.

Dari sekedar kue, lebkuchen juga menjadi media budaya yang memperkenalkan tradisi natal dari Jerman ke berbagai belahan dunia. Seperti kue lebkuchen yang menjadi kue jahe ini di Jakarta misalnya dibentuk menjadi dekorasi natal. Atau kompetisi membuat dekorasi lebkuchen bagi para pembuat kue. Sedangkan saya di sini, lebkuchen biasa dibawakan ke kelas oleh sekelompok mahasiswa yang memperagakan Santa Nikolaus. Ada semacam drama kecil dan meminta donasi untuk kesejahteraan anak di seluruh dunia.

Kue lebkuchen punya banyak cerita, tetapi mengapa namanya lebkuchen?

Lebkuchen itu menjadi nama ejaan lama yang diawali pada abad pertengahan dimana saat itu ejaan yang digunakan adalah mittelhochdeutsch. Mittelhochdeutsch itu berada pada periode abad pertengahan sekitar abad 1500-an. Kata-kata dalam bahasa Jerman seperti di Alkitab misalnya terkadang menjadi asing bagi saya bila masih menggunakan ejaan lama, mittelhochdeutsch. Sedangkan kini ejaan bahasa Jerman menggunakan hochdeutsch sebagai standar berkomunikasi menyiasati perbedaan dialek dalam kultur di sini.

Selamat merayakan Minggu Advent keempat bagi yang merayakannya!

Kue Khas Jerman (12): Vanille Kränzhen, Kue Kering Isi Selai di Hari Raya Natal

Kue kering diberi gula tabur agar tampilannya cantik.

Memasuki minggu ketiga Advent, tentu umat nasrani seluruh dunia sudah mulai menyiapkan berbagai keperluan untuk hari raya nanti. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membuat kue-kue cantik untuk disajikan kepada keluarga, kerabat, kenalan yang datang berkunjung. Seperti yang saya lakukan dalam tradisi keluarga di Jerman yakni kue Vanille Kränzhen, yang menjadi kue khas di Jerman.

Kue kering ini berisi selai buah johannisbeere, buah asam manis hasil kebun sendiri. Buah ada yang berwarna merah dan biru tua, tetapi saya memilih warna merah sebagai selai isian kue kering tersebut. Johannisbeere ini jarang saya temukan di toko buah di Jakarta. Bahkan nama buah ini disebut kismis merah bila dialihbahasakan. Buah berukuran kecil dan rasanya asam manis, nan menyegarkan. Di Jerman buah ini banyak dipergunakan sebagai selai, dekorasi makanan hingga dikonsumi biasa bagi penyuka makanan masam.

Agar rasa kue kering maksimal, selai buah pun dibuat sendiri. Termasuk pula kue kering vanille kränzhen dibuat sendiri sehingga rasa manisnya sesuai dan ini juga menjadi resep keluarga setiap natal tiba. Saya pun belajar dari ibu mertua bagaimana membuatnya seperti yang saya rincikan resep di bawah ini.

Gambar 1.
Gambar 2.

Bahan yang diperlukan

  1. 350 gr tepung terigu
  2. 250 gr mentega
  3. 150 gr gula pasir
  4. 1 bungkus gula vanilli (=vanille zucker atau vanilla sugar)
  5. 1 telur ayam
  6. Selai buah kismis merah secukupnya
  7. Gula bubuk/gula bedak
Gambar 3.
Gambar 4.

Langkah membuatnya

  1. Campurkan gula dengan gula vanilli.
  2. Campurkan tepung dengan mentega menjadi satu dengan tangan. Uleni dan buat menjadi satu adonan bersamaan dengan gula pada langkah nomor 1.
  3. Campurkan dengan telur ayam sehingga menjadi adonan yang kalis dan lembut.
  4. Pastikan ada pada meja kayu yang kokoh dan stabil. Bagi adonan menjadi beberapa adonan lebih kecil.
  5. Ambil adonan kecil, pipihkan dengan roll kue dari kayu. Beri tepung di sekitar adonan agar tidak lengket pada roll kue atau bawah lapisan untuk memudahkan membuat pola-pola kue.
  6. Ada beberapa pilihan pola kue mulai dari pola bunga, pola hati, pola wajah, dsbg.
  7. Adonan pertama adalah membuat tumpukan pertama pola (lihat gambar 1). Tumpukan pertama ini nantinya yang akan diolesi selai buah.
  8. Adonan kedua adalah membuat tumpukan kedua pola yang disesuaikan dengan pola tumpukan pertama (lihat gambar 2). Ini berarti pada tumpukan kedua ada lubang yang menjadi penghias. Tumpukan kedua akan menjadi bagian atas atau penutup tumpukan pertama setelah diberi selai.
  9. Setelah membuat pola tumpukan pertama dan tumpukan kedua maka panaskan oven. Panggang tiap kue 200 derajat celcius hingga matang dan berwarna kuning keemasan.
  10. Jika anda sudah memanggang seluruh tumpukan, kini anda menyatukannya. Siapkan selai buah yang dikehendaki!
  11. (Lihat gambar 3!) Ambil tumpukan pertama yang ada di wadah kiri. Beri selai seluruh lapisan atasnya. Ambil tumpukan kedua, yang menjadi pasangan pola atau wadah kanan pada gambar 3. Tutup kedua tumpukan kue.
  12. Hasil kue yang sudah ditumpuk bisa dilihat pada gambar 4. Siapkan gula bubuk/gula bedak.
  13. Taburi di atas kue dengan gula bubuk dengan menyaring di atas kue. Saya pergunakan saringan teh agar hasilnya cantik. Hasil akhir bisa dicek pada foto paling atas.

Kini kue-kue cantik dengan berbagai pola siap disajikan di hari raya. Selamat memasuki Minggu Advent Ketiga bagi yang merayakan!