Kreasi Sendiri (51): Kue Cokelat Isi Kelapa yang Mudah Dipraktikkan bagi Pemula

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hasilnya seperti ini.

Kue schoko-kokos adalah salah satu kue eksperimen saya selama berdiam di rumah. Daripada bosan berdiam diri, akhirnya saya putuskan membuat kue sendiri di rumah. Meski saya ragu dengan kemampuan saya sendiri, akhirnya saya tetap lakukan saja karena baking itu bisa menyita waktu juga seharian di dapur. Hasil kue bisa menjadi ‘teman’ minum kopi sore hari yang selama ini dilakukan di kafe-kafe di luar sana.

Resep berikut bisa untuk pemula seperti saya yang memberanikan diri mencoba praktik di rumah.

Bahan yang diperlukan

Untuk adonan cokelat:

  • 350 gram tepung terigu
  • 250 gram gula pasir
  • 100 ml susu cair
  • 125 ml minyak sayur
  • 3 buah telur
  • 100 ml air
  • 3 sendok makan bubuk kakao
  • 1 bungkus gula vanili
  • 1 bungkus backing powder

Untuk adonan warna putih

  • 1 gelas krim asam (sour cream)
  • 100 gram gula pasir
  • 1 bungkus gula vanili
  • 125 ml santan kelapa cair
  • 1 sendok makan tepung maizena
  • 2 buah telur
  • 50 ml jus nanas

Untuk hiasan:

  1. 1 sendok makan selai aprikot
  2. 25 gram madu.
  3. 60 gram Kelapa kering

Langkah memasak

  1. Siapkan wadah. Masukkan 3 buah telur, 250 gram gula dan 1 bungkus gula vanila.
  2. Kocok bahan nomor 1 dengan mixer tangan hingga menghasilkan adonan putih mengental.
  3. Selesai dikocok, masukkan 125 ml minyak sayur, 125 ml susu cair dan 100 ml air ke dalam adonan nomor 2.
  4. Campurkan semua bahan dengan mixer tangan selama beberapa menit.
  5. Ambil saringan. Taruh saringan di atas adonan nomor 4. Letakkan di atas saringan 350 gram tepung terigu, 1 bungkus baking powder dan 3 sendok makan bubuk kakao.
  6. Saring bahan nomor 5 di atas baham nomor 4. Kemudian campurkan semuanya lagi dengan mixer tangan hingga menyatu semuanya selama beberapa menit.
  7. Ambil loyang pemanggang kue yang lebar. Olesi dasar loyang dengan minyak sayur.
  8. Tuang adonan nomor 6 ke atas loyang dan ratakan.
  9. Siapkan wadah. Masukkan 1 gelas krim asam, 2 buah telur, 100 gram gula putih, 1 sendok makan tepung maizena, 125 ml santan cair, 50 ml jus nanas dan 1 bungkus gula vanili.
  10. Kocok semua bahan nomor 9 dengan mixer tangan hingga menyatu semua.
  11. Siapkan sendok es kecil atau sendok biasa juga boleh.
  12. Ambil tiap satu sendok dari adonan nomor 10 ke atas loyang kue yang sudah berisi adonan kue cokelat atau adonan nomor 8. Masukkan satu sendok, kemudian letakkan di atas adonan kue cokelat, begitu seterusnya hingga adonan nomor 8 dipenuhi warna pola kuning, adonan nomor 10.
  13. Hiasan dekorasi. Siapkan wadah. Isi dengan 1 sendok makan selai aprikot dan sedikit madu. Aduk rata adonan tersebut.
  14. Isi di atas pola warna kuning adonan nomor 10 dengan hiasan dekorasi nomor 13.
  15. Panggang kue dalam suhu 180 derajat celcius selama 30-40 menit.
  16. Setelah kue matang, taburi di atasnya kelapa kering sebagai dekorasi terakhir.

Saran penyajian

  • Letakkan hiasan tepat di tengah pola adonan warna kuning sehingga tampak cantik.
  • Anda bisa mengganti selai aprikot sebagai hiasan dengan cokelat batangan yang diparut.
  • Potong kue setelah matang dengan mengikuti pola sehingga indah.

Selamat mencoba di rumah!

5 Tempat di Eropa yang Pernah Saya kunjungi dengan Mitos Bawa Keberuntungan

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Koin-koin yang dilemparkan ke kolam di Fontana de Trevi, Roma sebagai mitos keberuntungan.

Berpetualang di Eropa memang mengasyikkan. Bagi petualang yang suka kultur, pastinya akan terpesona berada di satu destinasi wisata ke destinasi wisata lain yang kaya akan cerita yang diyakini masyarakat setempat. Anggapan semacam mitos berkembang dari cerita rakyat disampaikan oleh pemandu wisata. Dan itu adalah pengalaman saya saat menyambangi lima tempat di Eropa tentang mitos pembawa keberuntungan.

Melihat kebiasaan kebanyakan turis yang datang dengan melempar uang logam atau menggosokkan tangan ke benda yang jadi sumber mitos sambil mengungkapkan keinginan pun saya tiru. Entah berhasil terwujud atau tidak, nyatanya perilaku konformitas itu pasti terjadi ketika kebanyakan turis melakukannya. Sementara suami saya, dia tidak mau melakukannya dan tak percaya dengan mitos. Mungkin ada juga turis yang tak mempercayainya dan hanya mengamati saja. Itu sah-sah saja, boleh dilakukan pun boleh juga tidak dilakukan.

Lima tempat berikut adalah destinasi wisata yang pernah saya sambangi dan masih berhubungan dengan mitos pembawa keberuntungan. Kelimanya berada di area publik, yang tak dipungut biaya untuk mengunjunginya. Sebagai lokasi wisata, pastinya ada ratusan mungkin ribuan orang yang menyambanginya.

1. Fontana de Trevi, Roma – Italia

Tempat yang tak pernah sepi dikunjungi turis.

Tempat pertama adalah air mancur di Roma, Italia yang selalu dipadati wisatawan dan memang memiliki atraksi ‘lempar koin’ ke kolam. Destinasi wisata ini memang tak berbayar sehingga siapa saja pasti bisa menyambangi tempat ini. Suami saya mengingatkan saya bahwa lempar koin ke kolam hanya mitos karena nanti ada petugas di malam hari yang mengumpulkannya dan memberikan kepada pihak yang memerlukan. Namun, saya sudah terlanjur mengucap keinginan dengan berdiri mebelakangi kolam lalu melemparkan koin ke dalam kolam.

2. Everard t’Serclaes, Brussels – Belgia

Brussels, Belgia.

Everard adalah patriot dari Belgia yang melindungi warga Brussels dari serangan musuh pada abad 14. Demikian saya mendengarnya dari pemandu wisata yang mengajak kami keliling pusat kota Brussels. Untuk mengenang jasanya, dibangunlah karya seni ini di area the Grand Palace. Setiap warga Brussels yang lewat tempat ini menyentuh tangan kiri lanjut dahinya sampai ke kepala anjing di kakinya. Kini tangannya tampak berkilau karena siapa saja, termasuk turis menggosok-gosokan sambil berucap keinginan dalam hati. Mitosnya, keinginan akan terkabul dalam satu tahun. Pendapat lain, anda mungkin akan kembali ke Brussels suatu saat nanti.

3. Man at Work, Bratislava – Slowakia

Jika anda tidak memperhatikan jalan di pusat kota Bratislava, anda tidak melihatnya. Begitu kecil.

Patung Man at Work adalah karya seni yang menjadi pusat perhatian turis yang datang ke Bratislava, Slowakia. Pasalnya anda tak perlu membayar karya seni ini. Siapa saja yang lalu lalang di pusat kota Bratislava akan mengabadikan foto atau berselfie-ria di dekat patung kecil ini. Namun sebagian lain percaya bahwa siapa saja yang memegang topi mirip topi tentara dari patung ini akan mendapatkan keberuntungan. Sekedar mitos memang, tetapi anda perlu mengantri dengan sekian banyak turis yang melakukan hal yang sama atau berfoto.

4. Good Luck Statue di Jembatan Charles, Praha – Ceko

Patung santo Johannes Nepomuk di jembatan Charles.
Simbol ini yang sering dijamah turis yang datang sebagai simbol keberuntungan.

Johannes dari Nepomuk adalah seorang imam di Praha dengan kisah heroik yang pernah saya ulas di blog ini sebelumnya. Sebagai santo atau orang kudus yang berasal dari Ceko, patung santo Johannes Nepomuk banyak ditempatkan di jembatan atau dekat sungai di wilayah Bavaria, Austria dan Ceko. Penduduk Ceko mempercayai bahwa siapa saja yang menyentuh perunggu rupa Santo Johannes Nepomuk yang ditempatkan di jembatan Charles akan membawa orang tersebut kembali ke Praha. Kini anda bisa melihat perunggu tubuhnya begitu berkilau karena siapa saja datang menyentuhnya.

5. Glücksbringer, Munich – Jerman

Di Altstadt München, terdapat patung babi pembawa keberuntungan bila menyentuh hidungnya.

Terakhir adalah babi keberuntungan di Munich, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Sebagaimana anda tahu bahwa babi disimbolkan keberuntungan setiap pergantian tahun di Jerman dengan harapan kesuksesan di tahun yang baru. Nah, babi keberuntungan yang jadi karya seni ini bertempat di pusat kota (Altstadt) Munich, tak jauh dari Munich Town Hall. Katanya, jika anda memegang patung babi keberuntungan ini maka anda akan kembali lagi ke Jerman.

Mitos tetaplah mitos, boleh percaya pun boleh tak percaya. Dengan krisis corona sekarang ini, mungkin destinasi wisata di atas perlu juga dipertimbangkan bagi siapa saja yang menyentuh dan menggosokkannya. Atau muncul ide lain agar mitos tetaplah mitos sebagai bagian dari kultur dan pariwisata. Who knows!

Happy weekend!

Kreasi Sendiri (46): Hanya Garam dan Merica Saja, Enak Loh Steak dan Kentang Goreng Ini

Cuma garam dan merica doang bumbunya!

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Edisi masak memasak di rumah kali ini adalah steak dan kentang goreng buatan sendiri. Selama berdiam di rumah, kita bisa membuat masakan ala restoran yang istimewa. Tentu ini semua tergantung bagaimana membuatnya dan menata masakan tersebut sehingga tampak spesial. Bahkan saya tidak menyangka, hanya garam dan merica saja, anda bisa membuatnya enak seperti yang saya buat di atas.

Bahan yang diperlukan

  1. Daging potongan steak
  2. Garam
  3. Merica
  4. Fett/bisa diganti minyak goreng
  5. Kentang
  6. Minyak goreng

Langkah memasak

Pertama, kentang goreng (pommes)

  1. Kupas kentang secara keseluruhan.
  2. Cuci bersih dan tiriskan airnya.
  3. Ambil wadah untuk memanggang.
  4. Letakkan garam butir besar secara keseluruhan wadah.
  5. Letakkan satu per satu kentang di atas butiran garam.
  6. Panggang kentang selama 40 menit hingga 1 jam, tergantung banyaknya kentang.
  7. Setelah kentang selesai dipanggang, potong-potong kentang seperti pada foto di atas.
  8. Panaskan wajan dan beri minyak goreng.
  9. Goreng kentang yang sudah dipotong sampai berwarna kecokelatan sepenuhnya.
  10. Setelah matang, tiriskan minyaknya dengan tisu makan.
  11. Siapkan wadah, ambil sedikit garam dan merica. Campurkan kentang yang matang dengan garam dan merica.

Kedua, membuat steak.

  1. Ambil irisan daging yang dipotong untuk steak.
  2. Pukul-pukul daging.
  3. Beri garam dan merica di kedua sisi daging.
  4. Panaskan wajan dan beri sedikit fett.
  5. Masak daging hingga kedua kedua sisi kecokelatan.
  6. Siap sajikan dengan kentang goreng.

Hanya garam dan merica saja, bisa membuat makanan tampak istimewa. Apakah anda ingin coba mempraktikkannya di rumah?

Selamat mencoba!

Kreasi Sendiri (43): Hackfleisch Pfanne mit Gemüse, Tumis Daging Cincang dan Sayuran ala Jerman

Penampakan akhirnya seperti ini. Percobaan pertama.

Masakan Jerman itu sebenarnya sederhana saja baik pembuatannya maupun rasanya. Bagi orang yang suka banyak rempah dan bumbu, tentu akan merasakan perbedaan tersendiri begitu mencicipi masakan di sini. Sebut saja Schnitzel, hanya olahan daging sapi tipis yang dibalut tepung roti dan makanan lainnya seperti yang sudah saya ulas berulang kali di blog ini.

Kreasi berikut yang saya coba di rumah adalah hackfleisch pfanne mit gemuse atau dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan ini adalah tumisan daging cincang dan sayuran. Bila melihat penampakannya, ini sedikit mirip goulasch, tetapi pakai daging cincang. Atau bisa dikatakan mirip chilli corn canne tetapi bukan pakai kacang merah dan jagung manis. Baik, langsung saja pada resepnya daripada kita menebak.

Kedua kalinya masak, ditambahkan wortel dan bawang goreng di atasnya. Enak!

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi cincang
  2. 300 gram kentang (Speisekartoffeln)
  3. 1 buah Paprika
  4. Pasta tomat
  5. Bubuk paprika
  6. Pasta bawang putih (anda bisa menggantinya bawang putih dihaluskan)
  7. Sedikit tepung
  8. Minyak sayur
  9. Kräuter (rempah-rempah Eropa seperti Thymian)
  10. 2 lembar Daun salam
  11. 250 ml air
  12. Garam dan merica secukupnya

Langkah memasak

  1. Cuci sayuran sebelum dimasak.
  2. Potong-potong dadu semua sayuran yang dikehendaki. Jika anda menggunakan wortel, sebaiknya pakai pemotong wortel agar hasilnya kelihatan sama semua.
  3. Panaskan panci anti lengket, masukkan minyak sayur secukupnya. Masukkan daging sapi cincang. Masak sebentar bersama daun salam.
  4. Masukkan sayuran yang sudah dipotong-potong.
  5. Tambahkan air ke dalam panci.
  6. Masukkan bumbu pasta tomat, bubuk paprika, thymian, pasta bawang putih, garam dan merica.
  7. Biarkan masak selama 30 menit dalam panci dengan api sedang.
  8. Siap disajikan.

Saran penyajian

  • Anda bisa mengganti sayuran sesuai selera anda, seperti wortel, timun jepang, buncis, dan sebagainya.
  • Kami makan ini tak perlu nasi atau roti lagi, tetapi anda bisa kombinasikan dengan nasi atau roti sudah cukup mengenyangkan.
  • Anda bisa tambahkan bawang goreng dan cabai iris bila ingin pedas.

5 Alasan Mengapa Radio di Jerman Tetap Bertahan

Ilustrasi. Mendengarkan radio selama perjalanan supaya tidak membosankan.

Radio adalah salah satu saluran media komunikasi yang masih digunakan meski dunia komunikasi sekarang berkembang lebih cepat lewat internet. Tetapi tidak ada yang menggantikan radio. Radio masih menjadi saluran media yang efektif untuk menjangkau seluruh masyarakat. Di Jerman radio memiliki tempat tersendiri, begitu pengalaman saya berada di Jerman.

Baca juga: Kiat diwawancarai Radio (live report)

Selama saya masak di dapur, saya punya radio untuk menemani aktivitas memasak. Radio khusus di dapur bentuknya kecil dan praktis, yang memang ditempatkan di dapur. Namanya radio dapur. Sambil masak, saya bisa mendengar berita dan lagu-lagu agar aktivitas memasak saya menyenangkan.

Berbeda dengan kebutuhan radio di mobil, radio menemani saya selama perjalanan. Saya bisa mendengarkan musik yang memberi semangat saya memulai aktivitas. Yang utama, saya menjadi paham kondisi jalanan terkini. Lewat radio, saya jadi tahu bagaimana kondisi cuaca dan perjalanan.

Begitu praktisnya radio, saya pernah menginap di hotel berbintang di sini yang menyediakan radio di kamar mandi. Namanya juga radio kamar mandi, ada yang sebut duschradio atau badezimmer radio. Radio yang dimaksud hanya diselipkan di dinding kamar mandi, dekat wastafel. Ukurannya kecil dan praktis, hanya sebagai hiburan selama di kamar mandi. Tak bosan di kamar mandi, karena ada radio yang menemani.

Lain lagi, pengalaman saya mendengar radio saat sedang berada di klinik praktik dokter gigi. Itu artinya radio juga bisa menjadi media hiburan yang masih eksis di sini. Meski radio tidak diperdengarkan dengan suara keras, tetapi alunan musik dan berita yang diperdengarkan membuat orang perhatian dan menyimak.

Siaran radio pertama kali diperdengarkan secara resmi di Jerman tahun 1923. Hampir mendekati seratus tahun usia radio, kira-kira apa yang mendasari radio di Jerman masih tetap populer bagi para pendengarnya yang setia. Saya berusaha mencari tahu.

1. Jangkauan pendengar radio itu lebih banyak

Ya, ini diketahui setelah dilakukan survei terhadap sejumlah orang. Hasilnya menunjukkan lebih banyak orang mendengarkan siaran radio ketimbang media hiburan lain. Radio bisa didengarkan dimana saja. Radio setia menemani kala dalam perjalanan, agar bisa mengetahui titik-titik yang dihindari bilamana macet. Sementara sebagian besar orang Jerman itu memiliki kendaraan. Atau informasi terkini soal cuaca yang menentukan aktivitas berikutnya. Radio kini mudah didengar dengan aplikasi yang mudah.

2. Pesan berita yang disampaikan lebih efektif.

Mengenai suatu berita, kita perlu membacanya atau menonton siaran berita tetapi melalui radio, pesan lebih efektif terekam dalam memori. Pesan di radio cukup efektif, singkat dan padat. Berita yang disampaikan lewat radio juga terbarukan dan singkat. Memang kini sudah ada internet, yang bisa mendapatkan berbagai hal dengan dua jari. Tapi bagaimana anda bisa melakukan itu bila anda sedang menyetir mobil atau memasak makanan di dapur?

Baca juga: Bagaimana menyiapkan talk show di Radio? Berikut panduannya

3. Radio dicintai di semua kalangan usia.

Suatu kali saya dan suami berkendara sekitar malam hari. Kami menyimak radio selama perjalanan. Lalu tiba jam 20.00 malam hari, si penyiar radio sedang membacakan dongeng untuk anak-anak. Saya terkejut dan berpikir bahwa radio hanya untuk orang dewasa seperti saya. Lalu si penyiar memberi pesan bahwa waktu tidur malam sudah tiba bagi anak-anak, sambil diiringi musik pengantar tidur. Luar biasa ‘kan! Nyatanya radio itu bisa untuk semua kalangan, bahkan untuk anak-anak.

4. Radio adalah media audio dengan visualisasi yang subyektif.

Radio adalah media audio yang menginspirasi kita untuk membuat visualisasi. Jika kita mendapatkan pesan dari radio maka kita mulai membuat imajinasi visual dalam pikiran kita. Ini lebih kaya ketimbang kita melihatnya dalam tayangan tontonan. Radio yang sarat berita juga sarat akan pesan yang memang berbeda ketimbang media hiburan lain. Iklan dalam radio saja misalnya, bagaimana membuat pendengar bisa membuat visualisasi dalam benak mereka tentang produk dan model yang disampaikan. Keren kan!

5. Radio terkesan lebih akrab ketimbang media hiburan lain.

Program radio tidak hanya berisi lagu dan berita saja, ada kuis, dialog interaktif, mimbar keagamaan dan lain sebagainya. Berita saja, pendengar radio bisa terlibat menyampaikan kondisi jalan raya yang sedang terjadi dan ini membantu bagi para pengendara lainnya untuk menyimak. Atau dialog interaktif yang melibatkan pendengar radio untuk menjawab suatu tema. Ini membangun keakraban yang hidup, meski tidak saling melihat satu sama lain tetapi hubungan penyiar dan pendengarnya memang memberi nuansa hangat dan terkesan akrab.

By the way, apakah anda masih suka mendengar radio juga?

Di Balik International Women’s Day, Ada Kiprah Perempuan Jerman Berikut

Ilustrasi.

Hari perempuan internasional jatuh tiap tanggal 8 Maret, yang sudah mulai diperingati di sebagian besar negara di dunia. Tahun lalu, International Women’s Day (IWD) dijadikan public holiday untuk kota Berlin, sementara wilayah tempat tinggal saya tidak menjadikannya hari libur. Tahun ini, IWD jatuh pada hari ini adalah hari Minggu dan secara kebetulan tidak libur. Hari Minggu di Jerman sudah dipastikan sebagai hari tenang, tak ada kegiatan perekonomian dan bisnis.

Inisiatif membuat Hari Perempuan (IWD) di Jerman sudah diusung sejak 100 tahun lalu. Ini sebagai bentuk peringatan agar terjadi kesetaraan gender dan mendorong emansipasi perempuan di ranah publik seperti politik, ekonomi, sosial, pekerjaan dan sebagainya. Tentu upaya ini menjadi momentum bersejarah agar peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan bisa terus diperjuangkan. Perempuan pun patut diperhitungkan dalam kancah politik atau terjun dalam bisnis misalnya. Ada banyak tokoh perempuan yang sudah mendunia lewat karya dan kiprahnya.

Salah satu tokoh yang diperhitungkan lahirnya IWD adalah Clara Zetkin (1857-1933). Dia adalah seorang tokoh politik yang lahir di Sachsen, Jerman dan mengusulkan hari IWD. Usulan tersebut disampaikan dalam konferensi di Copenhagen, Denmark. Konferensi yang juga menjadi gagasannya ini digelar tahun 1910 dan diikuti oleh perwakilan tokoh politik dari 17 negara. Inisiatif menyelanggarakan IWD rupanya sempat terhenti karena adanya perang dunia, namun tuntutan diselenggarakan IWD tetap dilakukan. Ia ingin menyuarakan emansipasi perempuan bahwa perempuan punya kesempatan yang sama seperti kaum pria.

Saat itu dunia politik masih didominasi kaum pria, kiprah Clara Zetkins untuk memperjuangkan emansipasi perempuan di berbagai bidang kehidupan semakin gencar. Ia pernah menulis artikel tentang ‘Die Gleichheit’ agar suara perempuan tetap terdengar luas. Ia pula menggagas konferensi perempuan yang diikuti lintas negara. Kiprah perjuangannya untuk emansipasi perempuan pada masa itu tampak dalam peran Clara Zetkins sebagai tokoh politik dan penulis.

Dalam pencarian literatur tentang Clara Zetkins, ada yang menggambarkan bahwa beliau adalah perempuan cerdas, pemberani dan pejuang yang gigih untuk mempromosikan hak-hak perempuan di masa itu. Sebagaimana anda tahu bahwa sekitar tahun 1900-an terjadi pergolakan politik di Jerman, tetapi Clara Zetkins tetap berkampanye bahwa perempuan punya hak dan peran dalam pembangunan bangsa.

Berangkat dari sejarah ini, saya yakin ini bisa menjadi alasan mengapa IWD begitu penting untuk diperingati di Jerman. Saya sebagai perempuan memang belum sehebat Clara Zetkins, tetapi setiap perempuan punya peran untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Perempuan bisa memulainya dari membangun ketahanan keluarganya masing-masing.

Selamat berbahagia bagi para perempuan di seluruh dunia!

Kreasi Sendiri (35): Pecel itu Saladnya Orang Indonesia Menurut Warga Asing

Pecel buatan sendiri suguhan untuk vegetaris.

Giliran saya kedatangan teman mahasiswa Jerman, seorang vegetaris. Dia tidak makan daging, hanya bisa mengkonsumsi turunannya seperti susu dan telur. Kami bermaksud untuk makan siang bersama di rumah. Kebetulan dia sendiri pernah berkunjung ke Yogyakarta dan mengaku sangat senang dengan masakan nusantara. Usut punya usut, dia suka makan pecel. Akhirnya, saya putuskan membuat pecel seperti foto di atas, meski saya belum pernah tahu bagaimana membuat bumbu pecel itu sesungguhnya.

Pecel menurut kebanyakan warga negara asing disebut salad dari Indonesia. Menurut saya, ada banyak yang bisa disebut salad di Indonesia seperti rujak, kredok atau gado-gado. Namun bagaimana dengan pecel yang biasanya saya beli dengan mudahnya di Jakarta. Saya pun mencari informasi membuat bumbu pecel sebagai adonan. Akhirnya bumbu pecel ini bisa untuk stok yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Kebetulan saya bisa membeli tempe dan kacang tanah di toko asia di kota saya. Untuk penghancur kacang, saya gunakan food juicer, agak ajaib memang. Semua sayuran direbus, termasuk telur sedangkan tempenya digoreng biasa. Hasil akhirnya adalah teman saya mengaku senang dengan racikan pecel buatan saya.

Bahan yang diperlukan

  1. Kacang tanah
  2. Cabai
  3. Bawang merah
  4. Bawang putih
  5. Gula merah dan garam
  6. Daun jeruk
  7. Baby spinat (bayam)
  8. Kol putih
  9. Buncis
  10. Wortel
  11. Telur

Langkah membuatnya

1. Semua bahan, kecuali tempe sudah direbus. Tiriskan airnya dan singkirkan sementara.

2. Goreng tempe hingga matang. Singkirkan sementara.

3. Panggang kacang di oven selama 10-15 menit dengan suhu 100-180 celcius. Hal ini untuk menghindari bumbu pecel yang tampak berminyak. Plus, teman saya ini tak suka makanan yang terlalu berminyak. Siasat saya adalah kacang tanah dipanggang sebentar.

4. Panaskan wajan dan panggang cabai, bawang putih, daun jeruk dan bawang merah dengan sedikit minyak goreng.

5. Hancurkan kacang terlebih dulu. Masukkan bumbu nomor empat dan gula merah dan garam untuk dicampurkan bersama kacang tanah. Haluskan bersamaan.

6. Bentuk adonan nomor lima untuk menjadi bumbu pecel. Bungkus agar tahan lebih lama untuk keperluan selanjutnya.

7. Tata semua sayuran, telur dan tempe. Taruh bumbu pecel di atas mangkuk. Lalu beri air panas sedikit untuk melumerkan.

Selamat menikmati!

5 Produk Rasa Indonesia Bisa Dibeli di Supermarket di Jerman

Dua contohnya adalah kecap manis yang memang banyak dipergunakan pada masakan Indonesia dan krupuk.

Berada jauh dari Indonesia bisa jadi memicu rasa rindu akan masakan tanah air. Saya bisa mengerti dan memahami hal tersebut. Bahkan saya yang tidak terbiasa memasak saat saya masih di Indonesia dulu, akhirnya belajar meracik dan mengolah masakan nusantara.

Berikut adalah lima produk yang mungkin, bisa mengobati rasa rindu tanah air. Lima produk ini bisa dengan mudahnya ditemukan di supermarket umumnya di Jerman. Tentang bahan pangan dari Indonesia yang lebih spesifik lainnya, anda bisa dapatkan di toko asia atau beberapa toko bahan pangan yang menjual khusus Indonesia. Toko Indonesia ini tersebar di München, Berlin dan Hamburg.

Jadi, jika anda datang ke Jerman maka tak perlu khawatir berbelanja di supermarket di sini. Setidaknya ada lima produk yang bisa mudah di dapatkan di supermarket besar di Jerman, apa saja?

1. Sambal

Sambal dan tahu juga mudah dibeli di supermarket di sini.

Tak lengkap rasanya makan tanpa sambal. Bisa jadi ini adalah dalil sebagian besar orang Indonesia yang suka makan makanan pedas. Sambal disebut sebagai penyedap rasa untuk berbagai jenis masakan. Bagi penyuka sambal, di sini tersedia aneka sambal yang bisa didapatkan di supermarket. Ada sambal manis, sambal bawang dan sambal terasi. Mereka dikemas dalam toples gelas kecil yang praktis. Karena memang tak sering juga ada cabai merah di supermarket di sini. Bila makanan tak pakai sambal, ada rasa yang tidak bisa dijelaskan lagi bagi penikmat makanan pedas. Ya, ‘kan?

2. Mie instan Indomie

Indomie dipajang di supermarket.

Baca: Indomie di Kroasia? Luar biasa

Saya pernah bercerita betapa kagumnya produk buatan Indonesia, Indomie bisa tiba di Jerman. Tak hanya di Jerman dan sekitar Eropa Barat saja ada Indomie, saat saya tiba di Kroasia pun ada Indomie. Keren juga! Nah, Indomie bisa diperoleh dengan mudah di bagian penjualan pangan asia. Indomie juga bisa didapat dengan mudah di semua toko asia di sini. Uniknya, Indomie di sini terkadang tidak ada kemasan minyak sayurnya. Saya tidak tahu, apa alasannya? Indomie adalah produk pangan Indonesia yang sudah mendunia.

Baca: Branding Indomie sampai di Jerman

3. Krupuk

Ada sebagian orang Indonesia yang cinta sekali dengan krupuk untuk dinikmati setiap saat. Entah itu, krupuk sebagai cemilan atau makanan pembuka sebelum menyantap makanan utama. Krupuk itu juga ada loh di sini. Jadi anda tak perlu khawatir bila ingin makan krupuk di Jerman, anda bisa dapatkan di supermarket.

4. Kecap manis

Nah, ini bagi mereka yang suka makan dengan menaruh kecap manis di dalamnya. Kecap manis pun tersedia di sini pada bagian rak pangan asia. Mereka di sini tahu bahwa kecap manis itu dari Indonesia, sementara masakan asia lainnya kebanyakan menggunakan soya sauce. Kecap manis itu bisa didapatkan dalam botol kecil di sini.

5. Tahu

Terakhir nih, tahu yang kini mulai digemari di restoran-restoran di sini. Tren gaya hidup vegan dan vegetaris memang sedang meningkat di sini. Itu sebab tahu pun tersedia di supermarket di sini. Tahu masuk dalam rak vegan untuk makanan dingin. Sedangkan tempe masih masuk dalam daftar makanan di toko asia saja, belum merambah sampai ke supermarket.

Begitulah hasil pengamatan dan pengalaman saya di sini. Jika ada kebutuhan pangan yang lebih, biasanya saya dapatkan di toko asia atau toko sembako Indonesia.

Kue Khas Jerman (16): Krapfen, Donut Karnaval Isi Selai Buah Jelang Hari Rabu Abu

Ramainya karnaval Faschingsdienstag di Munich beberapa tahun lalu.
Ini seperti donut di dalamnya isi selai buah dan di atasnya diberi gula bubuk.
Kue ini pun sudah mulai dijajakan di supermarket jelang Fasching, festival tahunan di Jerman.

Hari ini di beberapa negara bagian di Jerman merayakan Faschingsdienstag. Keramaian karnaval sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Karena Fasching itu seharusnya digelar pada satu hari sebelum hari Rabu Abu (=Aschermittwoch) maka disebut Faschingsdienstag. Kostum dan donut krapfen meramaikan supermarket sejak beberapa pekan lalu. Untuk hari ini saja, ada yang bekerja sampai jam 14.00, termasuk supermarket di area tempat tinggal saya pun buka hanya setengah hari. Sebagian memilih mengambil cuti libur untuk meramaikan karnaval yang ramai. Ini berlaku di area yang mayoritas berpenduduk katolik, atau mereka yang besok sudah memasuki masa prapaskah.

Festival ini sudah sering saya bahas di blog ini. Ini adalah salah satu tradisi di kebanyakan negara berpenduduk mayoritas katolik untuk membuat festival tersebut dan festival ini tidak wajib. Di Indonesia, saya sebagai penganut katolik tidak menyelenggarakan Fasching.

Baca: Festival kostum di Bavaria jelang Hari Raya Rabu Abu

Nah, berkaitan dengan Fasching yang jadi kegemaran masyarakat di sini untuk menggelar keriaan seperti pesta kostum, ada panganan yang tercipta. Ini semacam kue donut yang mungkin bagi anda tak asing lagi di Indonesia. Donut ini disebut donut karnaval yang biasa disebut Krapfen. Krapfen pun mulai beredar dijajakan di toko roti saat ini, menjelang acara festival tersebut. Saya pun membelinya karena penasaran tentunya.

Menjelang Fasching, ada beberapa promo yang diadakan kafe di sekitar kota saya dengan paket kopi dan krapfen. Seperti biasa, kaffeetrinken saya manfaatkan untuk duduk di sekitar kafe dan menikmati krapfen sambil saya mencari tahu keterkaitan donut karnaval dengan festival tersebut. Sementara yang lain tentu sibuk menyiapkan kostum untuk ditampilkan saat festival. Kostum-kostum ini sudah dijajakan di supermarket dan toko-toko di Jerman sejak Januari lalu.

Baca: Karnaval di Linz, Austria

Resep Krapfen

Oke, kembali soal krapfen atau donut karnaval. Saya dapat contekan resep krapfen dari kenalan yang belajar menjadi pekerja ahli (=Azubi Konditorei) di toko roti dan kue. Bahan-bahannya seperti donut yakni, tepung terigu, ragi, susu segar, gula, mentega, telur dan garam secukupnya. Lalu ini yang membedakan krapfen dengan donut lainnya yang saya kenal yaitu isian krapfen semacam selai buah. Isian krapfen biasanya selai aprikot ditambah gula dan sedikit jus lemon agar tidak terlalu mengental.

Ini sama seperti membuat donut pada umumnya. Ambil satu adonan dari campuran bahan-bahan di atas, lalu selipkan selai aprikot yang sudah disiapkan dengan bahan-bahan yang dijelaskan di atas. Bentuk dan putar seperti bola bundar kemudian biarkan mengembang sekitar 30 menit.

Hasil akhir adalah adonan tersebut yang sudah mengembang digoreng dalam minyak panas di deep fryer. Ini semacam alat praktis untuk memasak. Masak dalam suhu 175 derajat celcius kira-kira dua setengah menit hingga tiga menit atau berwarna kecokelatan. Setelah matang, tiriskan minyaknya. Setelah krapfen matang sudah dingin, anda bisa menaburi hasil akhirnya dengan gula bedak atau gula bubuk.

Kini anda tahu bagaimana membuat krapfen, yang biasa dinikmati warga Jerman di sini. Dijamin anda suka dengan kelezatannya.

Kaitan Krapfen dengan Fasching

Oh ya, lalu apa kaitan kue donut karnaval ini dengan festival fasching. Jaman dulu donut memang sudah dikenal sebagai salah satu kue meriah dan mudah disajikan saat ada festival seperti fasching misalnya. Pembuatannya sederhana menyebabkan krapfen ini sudah ada sejak tahun 900-an loh. Namun ada yang merilis resep krapfen secara tertulis dan dipublikasikan pada abad 15 di Austria. Setidaknya krapfen atau donut ini termasuk kue tertua juga.

Pasti anda penasaran mengapa namanya krapfen, saya pun mencari tahu. Rupanya kata krafpen berasal dari ejaan lama bahasa Jerman (=Althochdeutsche Sprache) yang biasa dipergunakan pada abad pertengahan. Krapfen itu merujuk pada kue yang digoreng dalam minyak panas, yang dimaksud adalah donut. Karena terbiasa dengan penyebutan kue karnaval ini, orang-orang pun tetap menyebut dengan istilah lama meski sekarang warga Jerman sudah menggunakan ejaan baru bahasa Jerman sejak abad 19 (=Mittelhochdeutsche Sprache).

Begitulah, dari soal kue dan tradisi kita seperti belajar banyak hal. Kira-kira apakah anda punya informasi seputar kue yang diambil dari nama tradisi?

Kreasi Sendiri (42): Schinken Hack Röllchen, Rolade Daging Sapi Pakai Bacon Kuah Krim

Rolade daging sapi kuah krim buatan sendiri.

Setelah saya berhasil membuat kol rolade yang berisi daging sapi cincang. Kini saya ingin praktik membuat kreasi masakan lain, yang juga dibuat dengan digulung. Tetapi kedua rolade ini pastinya berbeda, sehingga saya bagikan kepada anda resepnya. Barangkali ini bisa menjadi ide anda di rumah untuk mengkreasikannya buat anggota keluarga.

Baca: Resep rolade kol

Saya mendapati ide ini dari MAGI, produk Jerman yang menawarkan resep olahan yang bisa dicoba di rumah.

Bahan yang diperlukan

  1. 250 gram daging sapi giling
  2. Schinken ‘kalt essen’
  3. 150 liter air
  4. 50 ml krim
  5. 1 bubuk penyedap MAGI kemasan untuk ‘Schinken Hack Röllchen’
  6. 50 gram keju yang sudah diparut
  7. Garam dan merica secukupnya
Gambar 1.

Gambar 2.
Gambar 3.

Langkah membuatnya

  1. Siapkan wadah, masukkan daging sapi giling ke dalam. Taburi garam dan merica sedikit. Aduk bersamaan.
  2. Buat adonan daging sapi giling pipih lonjong seperti pada gambar 1.
  3. Siapkan loyang. Bungkus adonan dengan schinken. Agar tetap terbungkus rapi, letakkan lembar schinken penutup di bagian bawah loyang.
  4. Siapkan mangkuk. Masukkan air, bubuk MAGI dan krim bersamaan. Aduk hingga bercampur rata.
  5. Siram adonan dengan krim berbumbu secara keseluruhan. Lihat gambar 2!
  6. Taburi di atas adonan gulung keju parut. Lihat gambar 3!
  7. Panggang dalam oven sekitar 170 sampai 200 celcius. Masak sekitar 30 menit.

Saran penyajian:

1. Anda bisa menikmati dengan nasi hangat atau mie sesuai selera anda.

2. Cara lain disajikan dengan roti baguette.

Selamat mencoba!