Es Krim Kopi dan Es Kopi, Ini Bedanya!

Es krim rasa kopi.
Hmm, enak!

Musim panas telah berlalu di Jerman. Namun dua minggu lalu, di penghujung musim terjadi hari yang terik hingga mencapai suhu 22 derajat celcius. Hari yang indah dan cuaca mendukung dijadikan hari Minggu Berbelanja persiapan musim gugur. Padahal sebagaimana anda tahu bahwa hari Minggu di Jerman tidak ada supermarket yang beroperasi. Waktu berbelanja ini tidak lama, hanya dari jam 12.00 hingga jam 18.00 waktu setempat.

Seperti biasa saya dan suami tak mau kalah datang ke kota tersebut. Untuk berbelanja? Tidak! Kami senang mengamati lalu lalang dan keriaan warga, berbelanja, bernyanyi dan duduk menikmati kulineran. Kebetulan ada band yang meramaikan acara berbelanja ini. Sebagian warga larut berbelanja dan mengamati barang dagangan.

Suhu yang hangat mendorong saya ingin menikmati es krim. Mampirlah kami di kedai milik orang Italia. Sebagaimana yang pernah saya ceritakan bahwa es krim asal Italia memang punya rasa yang khas dan enak. Silahkan lihat kembali tulisan saya di sini!

Tampak antrian orang yang membeli es krim yang menjadi petunjuk banyak orang menggemari es krim rasa Italia ini. Saya ingin rasa sesuatu yang berbeda. Saya pilih es krim rasa kopi. Ini pertama kali saya mencoba es krim rasa kopi. Enak dan rasa kopinya itu nikmat sekali. Recommended!

Anda tahu ‘kan es krim Italia dengan gelato di dalam campuran sehingga es krim mereka itu benar-benar enak. Ditambah saya suka juga espresso milik orang Italia. Seperti pengalaman saya ditawari espresso di Roma yang menjadikan pengalaman kopi yang sempurna. Cerita saya bisa dilihat di sini. Espresso Italia tidak perut saya bermasalah. Saya puas! Lalu kini bayangkan dua perpaduan gelato dan espresso dalam es krim kopi milik orang Italia! Saya suka!

Es kopi.

Selanjutnya suami saya pesan es kopi. Nah apa pula itu? Beda es kopi dan es cappucino pernah saya bahas di link ini. Anda jadi tahu bedanya ‘kan.

Nah, racikan yang berbeda pada es kopi dengan es krim kopi. Kopi sudah disiapkan terlebih dulu sehingga sudah dingin. Beri es krim rasa vanilla ke dalam gelas. Campurkan kopi dingin di dalam gelas. Tambahkan krim, wafer dan taburan kopi sebagai dekorasi.

Baik es krim kopi maupun es kopi adalah pilihan bagi coffee lovers untuk mencobanya. Tertarik mencoba?

Advertisements

Makanan Khas Jerman (61): Sauerkraut, Acar Kol Asam Segar

Jika di Korea Selatan ada kimchi maka di Jerman ada sauerkraut. Pengalaman saya selama di Seoul menikmati makan kimchi bisa dicek di sini. Karena kimchi tersedia saat saya memesan kuliner lokal.

Kembali ke sauerkraut, makanan hasil fermentasi juga kerap disajikan saat anda memesan makanan lokal seperti sauerbraten, sosis dan kentang dan masih banyak lagi. Bahkan sauerkraut enak juga dimakan bersama roti baguette. Rasa sauerkraut yang asam gurih pas untuk menemani makanan-makanan tersebut.

Apa itu sauerkraut?

Dalam bahasa Inggris, sauerkraut disebut sour cabbage. Itu sebab bahan dasar sauerkraut adalah kol. Kol diiris halus yang difermentasi. Dengan begitu sauerkraut juga bisa disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih panjang.

Kimchi pun demikian, dapat disimpan dan dikonsumsi setelah proses fermentasi, hanya saja bahan dasar kimchi terbuat dari sawi putih. Kimchi ada rasa pedas, sedangkan sauerkraut tidak sama sekali. Jika ditelisik secara historis, bisa jadi ada keterkaitan.

Sauerkraut dahulu dibawa dari migran China daratan saat kejayaan bangsa Mongol ke Eropa. Mungkin pembuatan fermentasi yang sama dengan kimchi menyebabkan makanan ini ada kemiripan.

Bagaimana membuatnya?

Untuk pembuatannya, jujur saya lebih mudah membeli yang sudah matang di restoran lokal atau supermarket. Pertama, saya jelasin yang mudah dulu, yakni membeli sauerkraut yang sudah jadi. Masukkan sauerkraut kemasan ke dalam panci dan beri air sedikit. Masak sekitar 30 menit dengan api sedang.

Selanjutnya, membuat sauerkraut tradisional resep mertua. Iris halus kol besar, yang disebut weißkohl. Caranya mudah untuk mengiris, dibelah dua lebih dulu baru kedua sisinya diiris halus. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah diiris halus. Masukkan kol tadi. Beri garam dam merica hitam sesuai selera. Tambahkan sedikit air, cuka sayur dan masak hingga layu. Dan biasanya ada diberi tambahan kuah sauerbraten agar rasanya lebih enak.

Untuk langkah di atas, simpan sauerkraut matang dalam toples tertutup di keller, ruang bawah tanah rumah. Simpan selama 5-7 hari. Sedangkan sauerkraut dengan fermentasi bisa tahan berbulan-bulan. Hanya saja, saya sampai sekarang belum dapat membuat sauerkraut dengan fermentasi.

Hmm, tertarik mencobanya?

Mengapa Saya Bahagia Makan Jambu Biji?

Selama saya tinggal di Jerman, saya belum pernah menemukan jambu biji. Itu sebab saya senang sekali begitu ke daerah tropis seperti Mesir, mendapati suguhan buah jambu biji.

Setiap hari di Mesir saya mengunyah jambu biji karena sesungguhnya buah ini mengingatkan saya pada memori masa kecil. Saya dan beberapa teman sewaktu masih anak-anak naik ke pohon jambu biji hanya untuk mendapatkan buahnya. Pengalaman saat itu membahagiakan menurut saya.

Sekarang anda tahu bahwa jambu biji membawa kenangan yang membahagiakan saat saya masih anak-anak. Itu alasan pertama.

Masih soal kenangan tentang jambu biji, saya ingat bagaimana orang-orang yang mengasihi saya memberi jambu biji, guava juice yang fresh hingga bentuk kemasan rasa jambu biji pada saat saya terserang sakit demam berdarah. Entah darimana info diperoleh sehingga saya harus mengkonsumsi jambu biji. Setelah itu begitu bahagianya saya bisa sembuh dari sakit.

Lepas dari kenangan, saya langsung menikmati jambu biji tiap hari selama di Mesir. Alasannya, saya belum menemukan guava, nama lain jambu biji di Jerman. Itu sebab tak banyak turis Jerman yang bersama saya saat itu mengunyah jambu biji karena mereka tak mengenal buah ini, termasuk suami saya. Bahkan sebagian turis yang bersama saya mengira ini adalah buah pir karena penampilannya yang mirip. Sebagian lagi, tidak tahu bagaimana menikmati buah eksotis ini karena kita tidak memakan biji di dalam buah ‘kan.

Konon jambu biji memang tidak beredar di Jerman sehingga saya senang mengunyahnya tiap hari selama di Mesir. Lalu saya menceritakan manfaat kebaikan buah jambu biji dan rasanya yang belum pernah dinikmati teman-teman orang Jerman sebagai teman semeja makan. Mereka hanya melongo saat saya menjelaskannya. Saya bahagia karena saya merasa bahwa jambu biji begitu nikmat saya kunyah, sementara yang lain tak tahu jambu biji seperti apa.

Alasan lain, anda pasti setuju bahwa buah jambu biji ini kaya manfaat nutrisi loh.

Di Mesir umumnya buah jambu biji berwarna putih. Sementara di Indonesia saya menemukan ada yang berwarna merah muda dan putih. Karena jambu biji itu kaya kalium yang baik untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah. Kalium pada jambu biji ternyata juga membantu mengendalikan tekanan darah. Itu sebab disarankan untuk mereka yang punya masalah tekanan darah tinggi.

Tentu jambu biji baik dikonsumsi karena banyak mengandung serat yang bermanfaat mengatasi masalah pencernaan.

Segudang manfaat jambu biji tentu membuat saya bahagia. Bagaimana dengan anda?

Ingin Tahu Pakaian Tradisional Bavaria Masa ke Masa? Simak Ini

Pakaian tradisional adalah identitas budaya. Begitu pun yang saya amati setiap ada pergelaran budaya selama tinggal di Bavaria, bagian Jerman selatan. Mode pakaiannya pun tampak memiliki ciri tersendiri dibandingkan pakaian tradisional di wilayah Jerman bagian lainnya. Tak hanya itu saja, perkembangan jaman juga memperlihatkan perbedaan pakaian yang dulu terkesan konvensional menjadi lebih fashionable untuk dikenakan.

Bagaimana saya bisa mengetahuinya?

Suatu kali saya datang ke Volkfest atau semacam festival budaya yang rutin digelar, sebagaimana cerita saya di sini. Di festival tersebut, pria dan perempuan setempat mengenakan pakaian yang khas. Jika perempuan, mereka mengenakan dirndl dan pria mengenakan celana lederhöse yang juga sangat khas dengan aksesorisnya. Tak hanya pengunjung yang meramaikan saja berpakaian demikian, para pramusaji di biergarten yang melayani tamu pun berpakaian kebesaran khas orang Bavaria.

Ini juga bisa anda jumpai saat anda berkunjung ke Oktoberfest.

Dalam festival yang saya ceritakan tadi, ada bagian tentang budaya yang menampilkan perkembangan mode dari masa ke masa. Pada abad 19, wilayah Bavaria didominasi dengan pertanian sebagai pekerjaan utama. Pakaian yang masih konvensional nampak pada pria dan perempuan masa itu. Perempuan memakai dirndl yang panjang, menutupi mata kaki. Bahkan ada aksesoris tutup kepala hingga kaos kaki panjang sebelum mengenakan sepatu. Sementara pria tak berbeda jauh dengan mode sekarang. Lederhöse yakni celana berbahan kulit memang hanya sebatas lutut. Bahannya pun harus kuat karena mereka harus bekerja di ladang juga. Untuk jaket dan kaos kaki yang dikenakan pria jaman dulu, tak berbeda jauh dengan kondisi sekarang.

Mode kondisi sekarang?

Saya pernah dibelikan suami dirndl seperti cerita saya di sini. Sayangnya dia membelikan saya sebagai kejutan sehingga ukurannya tak sesuai. Rupanya untuk memakai dirndl ada triknya tersendiri. Seperti kebaya, tubuh perempuan dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak elegan dan anggun. Jadi ukuran drindl itu harus dikenakan satu nomor kurang dari seharusnya. Misalnya, ukuran baju saya di Jerman adalah nomor 32 atau 34 kadang-kadang. Jadi ukuran dirndl saya tepatnya adalah nomor 30.

Kini saya punya beberapa dirndl. Dan ternyata harga dirndl pun fantastis mahalnya karena itu tergantung kekhasan dan dekorasi yang ditampilkannya. Harganya bervariasi sekitar 100€ sampai dengan 400€. Itu pun belum termasuk aksesoris, pakaian dalam drindl dan hal-hal lain yang melengkapinya, jika ingin. Tetapi jangan khawatir, jika tak ingin mengeluarkan kocek tebal, anda bisa mendapatkan model biasa di toko pakaian atau supermarket mulai dari 25€ hingga 60€.

Dirndl sekarang itu tidak sepanjang dahulu. Bagian seperti ‘celemek’ di masa kini dibuat dengan dekorasi yang indah dan tentu semakin rumit mengerjakannya maka semakin mahal harganya. Untuk pakaian dalam, ada yang memang tersedia khusus sehingga tampak serasi. Demikian juga aksesoris lainnya seperti anting, kalung, tas hingga sepatu.

Bersyukurlah sekarang para perempuan tidak perlu menggunakan dirndl tiap hari. Namun pakaian dirndl menjadi identitas saat acara festival budaya digelar.

So, siap-siap beli dirndl baru untuk Oktoberfest nih!

Makanan Khas Jerman (60): Bratensülze, Makanan Beku yang Bisa Langsung Dinikmati Enak

Mungkin anda akan terkejut dengan penampakan kuliner asal Jerman ini. Mengapa tidak? Ini seperti makanan yang dibekukan dengan isian tergantung selera, bisa sayuran, telur dan daging. Tentu saja makanan ini berasa dingin dan terhitung kalt essen. Saya sendiri belum mencobanya, namun suami memesannya beberapa kali.

Penasaran ‘kan bagaimana pembuatannya?

Saya sendiri belum bisa membuatnya. Suami memesannya di restoran lokal. Saya pun mencari tahu pembuatannya.

Jadi sebenarnya ada bubuk sulze atau ada juga yang menyebutnya sülzflüssigkeit yang bisa dibeli dalam bentuk kemasan di supermarket. Ini fungsinya untuk membuat makanan tetap segar. Penting untuk diingat bahwa makanan yang dibentuk seperti ini dengan bubuk sulze tidak boleh berlemak. Anda bisa membuat sayur segar atau daging fillet yang sudah matang. Atau bisa juga daging ham atau telur rebus.

Untuk membuat larutan ini bekerja pada makanan maka diperlukan tambahan cuka atau irisan jeruk lemon.

Makanan yang dikehendaki sudah siap disantap atau dimakan. Masukkan dalam mangkuk beling atau mangkuk plastik. Tata semua makanan yang dikehendaki dalam mangkuk, beri hiasan dekorasi agar warnanya indah seperti daun seledri, irisan tomat segar, acar timun atau telur rebus. Masukkan sebelumnya daging fillet panggang yang sudah masak dan berbumbu.

Setelah makanan ditata, siram lagi dengan sisa sülzflüssigkeit. Buat semua makanan tersiram baik agar benar-benar terendam sulze. Diamkan dalam kulkas untuk hasil maksimal selama 15-30 menit.

Untuk menikmatinya, anda perlu roti seperti khas makanan Jerman umumnya.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Makanan Khas Jerman (59): Saure Lunge, Sup Paru Asam dan Sammerknödel

Saure Lunge yang saya beli di Ingolstadt, Jerman.

Suatu kali saya mengunjungi salah satu kota, dekat Munich untuk berbelanja yakni Ingolstadt. Tiba di sana adalah waktu makan siang. Segera saya dan suami mencari restoran yang bisa langsung melayani kami. Dipilihlah restoran citarasa masakan lokal, Bavaria.

Apa yang anda bayangkan jika anda memakan paru?

Saya pernah menikmati paru goreng yang kadang dijadikan cemilan di Indonesia. Tepatnya saya menikmati paru goreng khas masakan Jawa Timur bila saya memesan soto daging. Paru goreng itu gurih dan crunchy saat dikunyah.

Namun bagaimana jika paru tersebut dibuat dalam olahan masakan Bavaria? Penasaran ‘kan!

Bandingkan dengan menu sama yang disebut ‘Beschel’ di Austria.

Nama masakannya adalah saure lunge. “Saure” diterjemahkan dalam bahasa Jerman yakni “Asam” dan “Lunge” diterjemahkan menjadi “paru” begitulah kira-kira. Karena saya melihat nama masakannya terkesan asam, saya pun tidak memesannya. Suami saya memesannya karena konon saure lunge menjadi makanan meriah pada jaman dahulu di Ingolstadt.

Satu porsi saure lunge terdiri atas tumisan paru yang diberi saus khas seperti kebanyakan masakan Bavaria umumnya. Menurut suami saya, umumnya saus di saure lunge begitu kental dan terlihat seperti berkuah. Tetapi kenyataannya, saure lunge yang dipesan suami sudah tidak berkuah lagi. Beruntunglah saya tidak memesannya karena saya yakin pasti rasanya lebih asam.

Oh ya, saure lunge juga punya nama lain yakni Saurem Lüngerl. Di Austria, nama masakan ini kadang disebut juga beschel. Menurut saya, sup paru asam ini lebih enak rasanya yang saya pesan di Jerman. Bumbu saure lunge terasa asam manis, sedangkan beschel di Austria lebih banyak daun dillnya.

Untuk mereka yang rindu makanan ini tetapi malas membuatnya sendiri maka makanan ini juga bisa dipesan di restoran atau dibeli di supermarket dalam bentuk kemasan siap disajikan.

Saure lunge ini dimakan bersama sammerknödel. Bisa dikatakan sammerknödel semacam pengganti kentang atau roti untuk makanan tertentu seperti saure lunge ini atau schweinebraten. Sammerknödel dijumpai pada masakan di Jerman bagian Selatan seperti Bavaria, Austria dan sedikit Ceko.

Es Krim dari Italia, Mendadak Populer di Saat Musim Panas

Amarena rasa cherry.

Kepopuleren es krim di negeri empat musim selalu berlangsung di kala musim panas. Kedai es krim dari Italia begitu diminati warga, entah karena rasa atau dekorasi es krim yang dipenuhi buah yang memikat mata. Es krim yang dibuat orang Italia memang diakui enak oleh warga di sini. Padahal supermarket juga menyediakan es krim kemasan yang terjangkau harganya.

Banana split es krim.

Es krim bisa menjadi hal mewah ketika seseorang meraciknya istimewa yang dipenuhi paduan buah warna-warni mengesankan dan pesona dekorasinya. Namun es krim sederhana yang hanya berupa satu sendok rasa buah saja sudah cukup membuat hati senang. Entah mengapa es krim itu selalu punya magnet tersendiri yang menggoda siapa saja. Apalagi es krim buatan Italia, banyak orang sudah mengantri untuk membelinya.

Apakah benar es krim itu dari Italia?

Selintas itu pemikiran saya saat menikmati es krim di kedai milik orang Italia. Akhirnya saya pun mencari tahu sendiri tentang perjalanan es krim yang berasal dari Italia. Rupanya di Italia, es krim diperkenalkan oleh Marco Polo yang menjelajah dunia timur. Dia berhasil membawa ide es krim setelah dia mendapati es krim yang rasanya mempesona itu dari negeri Tiongkok.

Jika beli es krim seperti ini, biasanya harganya dihitung satu scoop es sekian Euro.

Bila ditelisik, es krim sudah ada lama di Tiongkok karena mereka berhasil membuatnya dengan enak dari olahan susu. Selain itu, di Tiongkok juga terjadi salju yang memungkin orang mengenal makanan dingin seperti es krim yang diberi rasa seperti sirup.

Setelah di Italia, es krim begitu mengesankan maka perjalanan es krim juga berlanjut seiring dengan migrasi. Bahkan muncul resep bagaimana membuat es krim yang enak seperti gelato misalnya. Gelato yang muncul di Italia pertama kali terbuat dari bahan alami sehingga lebih sehat. Gelato juga menggunakan bahan yang rendah lemak dan rendah kalori. Ini bisa menjadi rahasia racikan es krim dari Italia memang diminati warga di sini.

Selain rasa es krim yang enak, saya juga suka cara orang Italia menata es krim yang dibuat istimewa. Ada buah-buahan yang dipadupadankan dengan rasa es krim yang dipilih. Harga es krim satu porsi bervariasi tergantung dekorasi dan keindahan tampilannya. Namun jika musim panas tiba, bisnis es krim akan mendadak populer dan menguntungkan.

Klöppeln, Seni Pekerjaan Merenda dan Belajar Kehidupan

Apakah anda pernah belajar menjahit atau membuat pekerjaan tangan dengan benang dan jarum? Jika ya, saya perkenalkan satu pekerjaan yang mungkin serupa yakni klöppeln.

Saya sendiri pernah mendapatkan keterampilan menjahit saat saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saya bersekolah di sekolah katolik. Dahulu siswa laki-laki belajar keterampilan listrik dan siswa perempuan belajar keterampilan menjahit. Dari menjahit, saya belajar menekuni suatu pola dan berlatih kesabaran. Namun belajar merajut atau merenda, saya belum pernah melakukannya?

Bagaimana saya bisa mengenal klöppeln?

Melalui festival budaya yang diadakan rutin tiap tahun seperti yang sudah diulas di artikel ini, saya mendapati pameran budaya yakni klöppeln.

Salah satu contoh hasil karya klöppeln.

Di area pameran budaya yang menampilkan mode dan gaya pakaian dari waktu ke waktu tampak dua orang perempuan sedang membuat klöppeln. Tangan mereka begitu terampil memainkan benang membentuk suatu pola. Sedangkan mata mereka sibuk mengikuti pola yang menjadi acuan pekerjaan mereka. Di sisi lain, ada hasil karya mereka yang juga dipajang di situ. Saya pun mengamati.

Klöppeln ini semacam teknik pekerjaan tangan yang menggunakan benang dan kayu gelondongan yang dibentuk mengikuti pola. Jalinan benang harus sistimatis, berkaitan dan saling silang antara satu benang dengan benang yang lainnya. Tak mudah memang karena diperlukan ketelitian dan kesabaran. Jika kita sudah salah dan keluar dari pola desain, harus mencari letak kesalahannya.

Seni kerajinan tangan ini bermula dari Italia di abad 16. Di Jerman sendiri, pekerjaan tangan ini sempat populer bagi para perempuan sekitar abad 19.

Ada satu pelajaran menarik dari pekerjaan tangan ini. Salah satu oma menunjukkan hasil renda setengah jadi. Saya kagum mendapatinya sangat indah untuk variasi selimut. “sehr schön, Oma!” kata saya. Oma pun balas tersenyum.

Namun si oma menunjukkan lagi sisi balik renda, tampak rumit dan tak menarik. Dia pun berpesan bahwa sesuatu yang indah itu butuh proses dan ketekunan. Saya melihat satu sisi sebagai orang lain, hasilnya sangat indah. Sedangkan di sisi lain sebagai pembuatnya, dibalik hasilnya ada proses yang rumit dan tak mudah untuk dijalani.

Saya belajar saat itu juga bukan hanya soal klöppeln, pekerjaan merenda tetapi juga tentang kehidupan.

Festival Budaya, Gäuboden Volkfest 2019 di Straubing

Musim panas adalah musim perhelatan festival budaya yang hampir di adakan di tiap kota di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Puncak festival budaya nanti saat Oktoberfest, akhir September di Munich. Volkfest, biasa disebut demikian dalam bahasa Jerman merupakan perayaan keriaan warga dengan bernyanyi, makan bersama, bermain dengan berbagai atraksi hiburan yang tersedia hingga menikmati bir yang membuat warga rileks berkumpul bersama. Itu adalah hasil pemahaman dan pengamatan saya selama ini.

Baru-baru ini saya dan suami datang ke Gäuboden Volkfest yang diselenggarakan tiap tahun di Straubing. Tahun ini sudah digelar sejak tanggal 9 sampai 19 Agustus di lokasi yang bernama Gäuboden di Straubing. Volkfest yang juga masuk terbesar di Bavaria, selain Oktoberfest juga berisi pameran. Pameran sendiri tidak hanya soal budaya Bavaria itu sendiri, ada juga kerajinan, industri rumahan hingga teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Total ada 16 gedung pameran disediakan panitia. Pengunjung pun puas, termasuk saya. Menurut saya, ini memang acara budaya terbesar setelah Oktoberfest.

Seperti biasa, jika acara Volkfest seperti ini anda akan menemukan banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk perempuannya adalah drindl dan laki-laki mengenakan celana lederhose. Tiap harinya ada berbagai macam hiburan yang disediakan panitia yang membuat pengunjung tak pernah sepi. Ini tampak dari ribuan mobil terparkir dan banyaknya bis yang difasilitasi untuk melayani pengunjung. Kami saja sulit mencari lokasi parkir karena begitu penuh di saat wiken dan hari libur.

Agar menarik bagi semua kalangan, tentu ada hiburan warga yang meriah terutama bagi anak-anak dan remaja melalui wahana permainan yang moderen dan menggembirakan. Tersedia aneka kuliner khas Bavaria, restoran dan kafe yang melayani pengunjung. Bagi para ibu seperti saya bisa membeli aneka perlengkapan rumah tangga dan hasil makanan industri rumahan. Lengkap!

Bagaimana sejarah Gäuboden Volkfest ini sebenarnya?

Dikutip dari laman http://www.bavaria.by yang menyatakan bahwa acara ini telah ada sejak tahun 1812. Ini merupakan festival budaya terbesar kedua di Bavaria. Dahulu ini menjadi acara pameran hasil produksi pertanian tahunan di sekitar Bavaria. Namun berangsur-angsur keikutsertaan pengisi pameran beragam, seperti tahun ini saja ada pameran produksi industri rumahan dan aneka teknologi yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Malam Budaya Italia, Kuliner dan Kesenian yang Seru Dinikmati

Lagu berbahasa Italia yang dinyanyikan membuat pengunjung bergoyang caca.

Siapa pernah berkunjung ke Italia, setidaknya percaya bahwa kuliner di Italia itu lezat dan enak semua. Saya pernah mengulas kuliner Italia di link ini, saat saya berada di Italia yang dikenal dengan makanan-makanan enak di dunia. Syukurlah saya tidak sampai lama berlibur ke sana karena saya khawatir baju-baju yang saya bawa sudah tidak muat lagi.

Menikmati makanan khas Italia di Jerman bukan hal aneh. Anda akan mudah menemukan gerai pizza atau restoran khas Italia hampir di tiap kota di Jerman. Sejak kedatangan orang-orang Italia sebagai pekerja tamu di Jerman di era tahun 1950-an maka budaya Italia seperti melekat di sini. Tak hanya itu, Italia juga menjadi destinasi wisata saat orang-orang di sini ingin pergi berlibur.

Lihat antrian orang membeli pizza!

Dengan alasan di atas, digelar acara malam budaya Italia sekaligus untuk memeriahkan malam musim panas yang panjang baru-baru ini dilaksanakan di kota Pocking, Bavaria. Acara ini meriah yang diikuti berbagai kalangan tua, muda bahkan anak-anak. Begitu meriahnya acara ini karena diiringi aktivitas berbelanja hingga jam 22.00 malam hari. Ya, Pocking sendiri memang dijuluki Einkaufsstadt yang berarti Kota Pusat Belanja.

Tentunya malam budaya diiringi aneka kuliner Italia yang bisa dibeli di tempat. Pizza itu sudah pasti ada di sini. Aneka pasta dan bruschetta pun bisa anda jumpai. Makanan lain seperti crepes dan tiramisu juga tersedia di booth makanan manis. Makanan lain yang tak kalah menariknya adalah flammkuchen yang bentuknya mirip pizza dan dipanggang juga.

Flammkuchen.
Crepes.

Tampak antrian tiap booth makanan mengular. Sementara gerai es krim yang juga terbuat dari gelato khas Italia juga tak pernah surut pembeli. Pengunjung semakin padat manakala ada tayangan hiburan seperti grup band yang membawakan lagu berbahasa Italia. Pengunjung pun diajak berjoget caca, khas masyarakat Italia.

Di sudut pintu masuk dan keluar tampak booth biro perjalanan yang menawarkan paket liburan ke Italia. Ini seperti ide yang menarik untuk memperkenalkan publik tentang budaya dari negara tertentu seperti Italia dengan kuliner, lagu bahkan kesempatan berlibur. Mungkin saya hanya mengenal pizza saja, padahal ada banyak hal yang bisa diperkenalkan dari Italia.

Bagaimana menurut anda?