Kue Khas Jerman (10): Stollen, Kue Tradisi Advent Jelang Natal

Irisan dalam kue setelah dipotong, anda bisa melihat ada marzipan, kacang mede bahkan apel kering.

Biasanya kue tersebut dalam satu loyang utuh, ditaburi gula pasir atau gula bubuk.
Selamat Memasuki Masa Advent bagi yang merayakannya!

Advent pertama akan dirayakan pada 1 Desember di tahun ini. Gaung perayaan Advent sudah mulai terlihat dari pernak pernik dekorasi natal yang menandakan Advent akan segera dimulai. Tentu masyarakat di Bavaria, tempat tinggal saya tak akan luput dari keriaan ini. Salah satunya adalah menikmati kue yang menjadi ciri khas bahwa natal sudah mulai dekat. Ya, Advent adalah masa persiapan sebelum Hari Raya Natal datang tanggal 25 Desember nanti.

Kue stollen adalah kue yang biasanya beredar menjelang natal, atau saat Adven sudah mulai berlangsung. Jika dulu warga di sini masih membuat kue stollen hasil rahasia resep Oma, kini kue stollen bisa ditemukan di supermarket dan toko roti. Begitu mudah, tanpa kita perlu sibuk di dapur membuatnya. Namun masih banyak juga yang membuat kue stollen di dapur sendiri. Biasanya mereka punya resep khusus atau mereka memang golongan orang yang harus menghindari beberapa bahan makanan seperti mereka yang diet gula misalnya.

Bagaimana pun kue stollen ini dibungkus dengan gula pasir seperti pada foto di atas yang saya makan. Ada juga yang dibalut gula bubuk seperti “bedak” begitu. Ini mengesankan kue ini manis rasanya, meski rasa di dalam kue itu sesungguhnya tak manis. Kue ini berisi buah-buah kering, kacang-kacangan dan marzipan. Marzipan itu terbuat dari kacang. Seperti kue stollen yang saya nikmati, ada buah kering apel dan aprikot yang disisipkan di dalam.

Kue stollen menjadi ciri khas kue yang berasal dari Jerman. Kue ini umumnya dinikmati menjelan natal atau selama masa Advent. Itu sebab kue ini disebut weihnachtsstollen, dimana weihnacten adalah kata bahasa Jerman untuk menyebut kata ‘natal’. Setelah natal, kue stollen juga kadang masih terjual di supermarket. Ada yang menyebut kue ini christstollen, karena setelah natal (:baca Christ) pun masih tersedia.

Jika anda datang langsung ke Dresden, anda bisa mencicipi kue stollen ini, yang konon kabarnya sangat enak. Kue stollen ini memang rasanya sederhana saja, tak seperti kue-kue yang kaya rasa yang dijual di toko kue. Pastinya ada sejarah mengapa kue ini muncul menjelang natal dengan rasanya yang khas.

Jaman dulu ada kebiasaan warga Jerman yang taat untuk berpantang saat Advent datang. Ini dimaksudkan sebagai perilaku beragama menjelang natal. Bahkan umat katolik masih meyakini bahwa Advent adalah masa persiapan untuk tidak membuat keriaan, pesta atau berpantang sebelum Hari Raya Natal. Kue stollen dianggap mewakili masa Advent. Rasanya tidak semanis kue-kue yang dijual di toko kue. Tampilannya pun tak menarik. Tak ada bahan kue seperti butter di dalam. Rasanya hambar dan sedikit keras. Itu mengingatkan orang tentang Advent untuk menyiapkan diri sebelum natal.

Di dunia, kue stollen dijuluki sebagai kue khas dari Jerman menjelang natal. Dahulu kue stollen punya rasa yang khas karena mengandung filosofi Advent, menjelang natal. Tetapi kini kue stollen bisa dinikmati selagi terjual umum. Biasanya kami menikmati kue stollen sebagai kudapan setelah sarapan pagi. Atau kadang kami menikmati kue stollen saat kaffeetrinken dalam keluarga-keluarga di Jerman.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Black Friday 29 November: Fenomena “Gila Belanja” Datang Lagi

Ilustrasi.

Fenomena berbelanja itu bisa berbeda-beda tergantung kebiasaan lokal. Ini yang dimanfaatkan pengelola bisnis untuk melihat peluang orang untuk berbelanja. Misalnya hari belanja yang dilangsungkan bersamaan dengan hari lajang di Tiongkok. Meski hari lajang hanya sekedar lucu-lucuan semata, nyatanya aktivitas berbelanja menjadi kesempatan serius berbisnis. Cerita saya tersebut bisa dicek di hari lajang atau hari belanja.

Di Indonesia juga memang ada fenomena hari belanja online nasional. Saya lupa bahkan tidak tahu kapan biasanya diselenggarakan program promo diskon berbelanja di Indonesia. Saya hanya tahu bahwa program diskon biasanya digelar saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan atau diskon menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Pada dua kesempatan tersebut, saya mendapati pusat perbelanjaan dipenuhi orang berbelanja.

Demikian pula di Jerman, fenomena orang berbelanja akan nampak pada saat Hari Raya Natal. Jangan harap dapat parkir mobil! Kata suami mengingatkan. Mungkin mall yang tak banyak seperti di Jakarta akan dipenuhi orang lalu lalang berbelanja. Promosi pun berseliweran, entah secara online atau diskon toko. Berbelanja pasti disukai, tua dan muda.

Lalu bagaimana BLACK FRIDAY itu sesungguhnya?

Saya sendiri baru menyadarinya setelah berseliweran di mall, terdapat berbagai promosi yang dipajang toko-toko. Gaung ‘black friday’ pun terdengar di radio dan terlihat di brosur-brosur belanja yang dikirim ke rumah-rumah. Beberapa kenalan perempuan pun mulai membuat janji berbelanja di mall terdekat. Akhirnya saya jadi paham, Black Friday sudah menjadi bagian dari gaya hidup kekinian, dimana dulu warga Jerman itu tak mengenal fenomena hari khusus berbelanja tersebut.

Sekarang anda jadi paham bahwa hari khusus atau waktu khusus berbelanja itu memang bukan tradisi di sini. Itu sama seperti Halloween, yang bukan menjadi tradisi tetapi industri bisnis telah menjadikan gaya hidup kekinian para generasi sekarang. Black friday dicetuskan pertama kali di negeri Paman Sam yang didasari atas kesempatan tutup tahun sebelum Hari Raya Natal datang. Seperti yang saya katakan di atas, intensitas orang berbelanja akan tinggi menjelang Natal sehingga hari Jumat terakhir di bulan November dijadikan hari obral dan diskon yang menarik simpati orang berbelanja.

Ketika saya membuat janji berbelanja dengan beberapa kenalan asal Eropa Timur, mereka pun menjelaskan fenomena berbelanja akhir tahun sudah hal lumrah di negara mereka. Sebut saja Rumania, Ceko dan Hungaria serta negara lainnya. Istilah Black Friday buat mereka bukanlah hal baru. Bahkan mereka menantikan kesempatan sekarang ini untuk membeli banyak barang yang diinginkan. Karena mereka berharap potongan harga dan diskon untuk barang-barang, termasuk elektronik.

Jika dahulu saya menganggap orang pasti berbelanja saat menjelang hari raya, ternyata fenomena itu bertambah dengan program hari atau pekan khusus berbelanja. Ajakan berbelanja itu pun sudah datang dengan beberapa kenalan perempuan di sini, meski saya tidak termasuk ‘gila berbelanja’. Saya senang mengamati keriuhan orang yang sibuk memilih barang dan membayarnya. Lalu muncul pertanyaan saya, mengapa mereka berbelanja? Apakah mereka membutuhkannya atau sekedar konformitas hari berbelanja?

Bersiaplah Jumat, 29 November nanti untuk sibuk berbelanja di pusat perbelanjaan atau berbelanja online!

Bangga, Orang Indonesia Dapat BAMBI Award untuk Kategori “Our Earth” di Ajang Penghargaan Media Jerman

Dr. Willie Smits, pendiri Yayasan BOS Indonesia.
Penghargaan untuk Dr. Willie Smits atas dedikasinya pada kelangsungan orangutan.

Melati Wijsen memberikan pengantar singkat sebelum Dr. Willie Smits tampil ke panggung.

Jumat lalu (21/11) saya menyaksikan siaran televisi yang menggelar ajang penghargaan media bergengsi seantero Jerman. Sejujurnya saya jarang menonton televisi, namun ini seperti mendorong saya untuk bertahan menyaksikan acara ini hingga selesai karena ada orang Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. Penghargaan untuk kategori ‘Unsere Erde’ atau Our Earth tahun 2019 jatuh kepada Dr. Willie Smits. Saya terharu dan bangga menyaksikannya.

Dr. Willie Smits bukanlah orang baru dalam dunia NGO. Dia adalah pendiri yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS). Organisasi yang mendedikasikan pada konservasi dan kesejahteraan orangutan yang terancam punah di Kalimatan. Aktivitas organisasi yang dimulai sejak tahun 1991 telah mengambil simpati banyak orang seperti pemerhati lingkungan, pecinta hewan dan mereka yang peduli pada kelangsungan bumi ini, melalui pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk melestarikan alam dan kelangsungan hidup orangutan.

Dr. Willie Smits bisa berbicara bahasa Jerman dengan baik saat menerima penghargaan tersebut. Pria kelahiran Belanda ini, telah menaruh hati pada tanah Indonesia. Dia pun sudah menjadi warga negara Indonesia dan tinggal di Indonesia demi kecintaannya pada aktivitas yang ditekuni selama ini. Saat saya melihatnya maju dan menerima penghargaan, ada sebersit kalimat ‘Terimakasih’ terucap dalam bahasa Indonesia, yang membuat saya tergetar bahagia.

BAMBI Award adalah ajang penghargaan media tertua di Jerman. Tidak hanya public figure yang berseliweran di layar kaca saja yang mendapatkan penghargaan, tetapi BAMBI award juga memberikan kepada mereka yang berjasa dalam bidang olahraga, seni, media bahkan lingkungan hidup (: baca bumi). BAMBI Award adalah ajang penghargaan bergengsi di Jerman yang digelar rutin tiap tahun sejak tahun 1948. Di tahun ini saja BAMBI Award untuk kategori Aktris Internasional jatuh pada Naomi Watts, yang terbukti piawai dalam memainkan aneka film yang diperankannya. Kategori lain seperti ‘Charity‘ jatuh kepada Ratu Mathilde dari Belgia.

Rupanya tak hanya Dr. Willie Smits yang mendapatkan kategori ‘Our Earth’ dari Indonesia saja, ada Melati dan Isabel Wijsen yang menginisiasi gerakan ‘Selamat Tinggal Tas Plastik’ yang dirilis di Bali. Mereka berdua mendapatkan kategori yang sama ‘Unsere Erde’ BAMBI Award di tahun 2017. Melati sendiri tampil memukau menyampaikan pengantar kepada audience yang hadir pada malam penghargaan BAMBI Award 2019 dalam bahasa Inggris, untuk kategori ‘Our Earth’ sebelum Dr. Willie Smits tampil ke atas panggung. Dia menyampaikan juga dalam bahasa Indonesia apresiasi kepada Dr. Willie Smits atas dedikasinya selama ini. Dan saya pun menjadi terharu, betapa mereka telah mengharumkan nama Indonesia lagi di mata dunia.

Ketika kita masih sibuk dengan identitas ‘Siapa orang Indonesia?’, mereka yang mendapatkan penghargaan ini telah menyatakan diri atas apa yang mereka perbuat untuk negara Indonesia. Selamat kepada Dr. Willie Smits, Isabel dan Melati Wijsen atas pelayanan yang dilakukan untuk kelestarian bumi.

2 Kreasi Daging Ayam Masakan Western Berikut Bisa Jadi Ide Anda

Apa yang anda bayangkan jika anda ingin makan dengan daging ayam? Mungkin itu adalah nasi dan ayam panggang atau menu bubur ayam. Ada banyak menu dengan daging ayam mulai dari mie ayam, sup ayam hingga ayam geprek. Semua memakai daging ayam. Tetapi bagaimana jika anda menemukan daging ayam yang dimasak secara western?

Berikut ini adalah dua kreasi daging ayam yang bisa membuat anda tidak bosan mengunyah daging ayam. Apalagi menu daging ayam berikut disajikan dengan gaya western yang saya temukan di sini, benua biru. Ada restoran khusus yang menyajikan aneka menu dari daging ayam. Saya dan suami mencoba kedua menu daging ayam tersebut.

Ayam panggang dan kentang goreng.

Pertama, Ayam Panggang dan Kentang Goreng

Apa yang anda bayangkan jika mendapati ayam panggang? Tentu pikiran anda seperti yang saya bayangkan. Ayam panggang, nasi panas, sambal dan lalapan. Tetapi tidak untuk makanan western. Ayam panggang pun terasa sederhana, tidak kaya rempah seperti umumnya makanan nusantara.

Menu ini tertulis ‘Hans im Glück’ yang diperuntukkan untuk anak-anak. Sengaja saya memilih menu anak-anak karena saya ingin makan dalam porsi tak besar. Jika anda tak ingin makan dalam porsi besar di sini, anda bisa memilih menu untuk anak-anak atau menu untuk para senior, orang lanjut usia. Ini hanya sekedar saran agar anda tidak meninggalkan sisa makanan.

Menu ini terdiri atas kentang goreng dan ayam yang dipanggang dengan rasa sederhana. Ada rasa asin dan gurih pada ayam. Dagingnya pun empuk dan enak untuk dikunyah. Ini bisa jadi salah satu kreasi untuk anak anda misalnya. Agar menarik, anda bisa hias sekitar piring dengan sayuran rebus yang dihias.

Kedua, Cordon Bleu dan Rösti

Cordon bleu dan rösti.

Selanjutnya adalah menu pilihan suami saya. Baik cordon bleu maupun rösti sudah saya ulas sebelumnya, sehingga anda bisa menyimaknya. Makanan ini bisa menjadi kreasi anda yang ingin taste daging ayam dengan rasa western.

Cordon bleu ini hampir mirip dengan schnitzel, makanan murah meriah di seluruh Jerman. Bedanya, schnitzel hanya terdiri satu pipih daging fillet sedangkan cordon bleu terdiri atas dua potong daging pipih dengan keju cheddar di antara keduanya. Cara mudah lainnya, anda bisa pilih daging tanpa lemak tentunya. Potong agak tebal lalu belah di tengah agar bisa disisipkan keju di antara dua daging.

Baik schnitzel maupun cordon bleu diolah mirip, yakni dibungkus dengan tepung dua kali, terakhir dengan tepung roti. Lalu digoreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Setelah masak, anda akan melihat lelehan keju di antara daging.

Sedangkan rösti ini adalah kentang yang sudah direbus terlebih dulu kemudian digoreng. Anda bisa memasaknya dengan memberi rasa seperti irisan bawang bombay, telur orak arik dan garam. Jika tidak, cukup kentang rebus yang kemudian digoreng hingga masak. Itu sudah cukup.

Selamat mencoba!

Makanan Khas Jerman (62): Gnocchi mit Champignon Pfanne

Gnocchi mit champignon sauce.

Setelah sekian lama tak membahas makanan lokal di sini, kini saya membahas sejenis pasta. Makanan ini disebut gnocchi, yang berasal dari Italia, yang kaya akan aneka pasta mulai dari spaghetti, penne, macaroni, dsb.

Bentuknya kecil, agak bulat dan pipih ini menyerupai dumpling. Ini seperti di Asia, makanan ini dikenal dengan dumpling. Bentuk gnocchi yang sedikit berbeda ketimbang bentuk pasta lainnya, gnocchi menjadi mudah dikenali. Gnocchi bisa dikatakan bentuknya kecil yang membuatnya mudah juga dikunyah.

Di Jerman, gnocchi disebut dengan nama nocken. Nama internasionalnya adalah gnocchi, yang berasal dari Italia dan biasa untuk menggantikan pasta. Pembuatannya pun mirip, hanya dari tepung terigu, telur dan air. Kadang gnocchi diberi tambahan keju dan tepung roti, semua tergantung selera si pembuat.

Suatu kali saya memesannya di restoran lokal di sini. Ada beberapa saus yang tersedia, tetapi saya hanya ingin saus gnocchi dengan saus creamy jamur.

Sementara anda bisa menyimak perbedaan pasta rigatoni saus jamur yang pernah saya ulas di link ini. Di situ saya membahas pasta rigatoni yang dimasak dengan saus creamy jamur.

Tak ada yang berbeda dengan saus yang menjadi rasanya, hanya saja kali ini saya menggunakan nocken atau gnocchi untuk mencampurkan sausnya. Setelah gnocchi dimasak dalam air panas dan ditiriskan airnya maka saus bisa ditambahkan di atasnya. Segera beri irisan daun seledri sebagai dekorasi.

Anda lebih memilih saus creamy jamur dengan gnocchi atau pasta lain seperti rigatoni, penne, dsb?

Ekspresi Pengalaman Beriman Lewat Lukisan? Temukan di Gnadenkapelle, Ältoting

Salah satu lukisan yang menyentuh, mereka selamat saat serangan bom melanda Jerman di perang dunia pertama dan perang dunia kedua.

Lukisan lain dimana orangtua yang berhasil mendapatkan keturunan.

Dan anda akan melihat dinding kapel dipenuhi ucapan syukur lewat media lukisan.

Tak terhitung jumlahnya.

Bulan Oktober menjadi salah satu bulan yang dirayakan gereja katolik untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria. Itu sebab banyak umat katolik seluruh dunia menyempatkan diri berdoa rosario hingga berziarah dalam waktu ini. Saya pun tak ketinggalan menyempatkan diri berziarah ke Black Madonna, Ältoting. Ini bukan kali pertama, sehingga anda bisa mencari di kolom kata kunci, kunjungan saya ke Ältoting sebelumnya.

Kompleks ziarah Ältoting telah ada lama di Bavaria, Jerman sejak abad 15. Lokasi kompleks ziarah ini menjadi begitu fenomenal ketika banyak peziarah yang merasa doanya terkabulkan. Menurut saya, ini adalah pengalaman iman yang dirasakan berbeda-beda bagi tiap orang. Ada yang menyebutnya mujizat dan ada pula yang menyadarinya sebagai bagian dari pengalaman beriman.

Ada peziarah yang mengekspresikan pengalaman iman dengan memikul salib ini berjalan keliling kapel.

Gnadenkappelle Ältoting.

Berkaitan dengan pengalaman beriman, ada sisi menarik dari kapel Black Madonna di sini. Saya sudah mendatangi tempat-tempat ziarah umat katolik, meski belum semua di seluruh dunia. Di kapel ini saya menemukan seluruh dinding kapel dipenuhi lukisan para peziarah yang merasa terkabul ujud doanya. Bahkan saya rasa pengelola tidak sanggup lagi memajang luapan ekspresi umat yang doa-doanya terkabul lewat media kanvas ini.

Lukisan ini sudah sejak lama menjadi media pengalaman beriman bagaimana orang yang meyakini bahwa Tuhan itu ada. Contohnya ada lukisan yang menggambarkan bagaimana mereka diselamatkan ketika Jerman mendapat serangan bom perang dunia pertama (PD 1) dan perang dunia kedua (PD 2). Satu keluarga melukiskan bagaimana Bunda Maria menyelamatkan mereka saat PD 1 dan PD 2. Lain lagi, lukisan yang bercerita Bunda Maria menyelamatkan nyawa dia saat terjadi kecelakaan pada tahun sekian. Lukisan lain, ada kelompok turis Jerman yang diselamatkan Bunda Maria saat berlibur di Thailand Selatan tahun 2004 kala terjadi Tsunami hebat yang meluluhlantakkan beberapa negara, termasuk sebagian Indonesia.

Saya yang mengamati lukisan-lukisan tersebut tertegun sesaat, apakah ini mujizat atau keajaiban dalam hidup?

Lukisan lain juga memperlihatkan bagaimana orangtua bersyukur berhasil mendapatkan keturunan yang diimpikannya.

Tak jauh dari kapel, saya melihat beberapa orang duduk dan membuat sketsa di kanvas. Sesekali mereka memperhatikan kapel dan mulai menggambar. Mereka duduk tenang mencari inspirasi. Bisa jadi mereka pun telah terkabul doanya dan sedang mengekspresikan pengalaman mereka.

Terkadang ada hal dimana kita merasa bahwa apa yang kita minta kepada Tuhan itu mustahil, tetapi di sini saya melihat bahwa segala sesuatunya itu mungkin asalkan kita beriman. Itu sebab saya katakan ekspresi pengalaman beriman di sini menjadi bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah ditinggalkan saat manusia kehilangan harapan.

“Menschen lebt mit Hoffnung” kata pastor pemimpin ibadat saat para peziarah memadati kapel ini. Manusia hidup dengan harapan. Karena harapan membuat hidup menjadi bermakna dan tidak sia-sia.

Apa pun ekspresi pengalaman beriman anda kepada Tuhan, percayalah bahwa harapan itu selalu ada. Di tempat ziarah ini saya belajar harapan tetap ada, asalkan anda datang padaNya.

Selamat berhari Minggu!

Es Krim Kopi dan Es Kopi, Ini Bedanya!

Es krim rasa kopi.

Hmm, enak!

Musim panas telah berlalu di Jerman. Namun dua minggu lalu, di penghujung musim terjadi hari yang terik hingga mencapai suhu 22 derajat celcius. Hari yang indah dan cuaca mendukung dijadikan hari Minggu Berbelanja persiapan musim gugur. Padahal sebagaimana anda tahu bahwa hari Minggu di Jerman tidak ada supermarket yang beroperasi. Waktu berbelanja ini tidak lama, hanya dari jam 12.00 hingga jam 18.00 waktu setempat.

Seperti biasa saya dan suami tak mau kalah datang ke kota tersebut. Untuk berbelanja? Tidak! Kami senang mengamati lalu lalang dan keriaan warga, berbelanja, bernyanyi dan duduk menikmati kulineran. Kebetulan ada band yang meramaikan acara berbelanja ini. Sebagian warga larut berbelanja dan mengamati barang dagangan.

Suhu yang hangat mendorong saya ingin menikmati es krim. Mampirlah kami di kedai milik orang Italia. Sebagaimana yang pernah saya ceritakan bahwa es krim asal Italia memang punya rasa yang khas dan enak. Silahkan lihat kembali tulisan saya di sini!

Tampak antrian orang yang membeli es krim yang menjadi petunjuk banyak orang menggemari es krim rasa Italia ini. Saya ingin rasa sesuatu yang berbeda. Saya pilih es krim rasa kopi. Ini pertama kali saya mencoba es krim rasa kopi. Enak dan rasa kopinya itu nikmat sekali. Recommended!

Anda tahu ‘kan es krim Italia dengan gelato di dalam campuran sehingga es krim mereka itu benar-benar enak. Ditambah saya suka juga espresso milik orang Italia. Seperti pengalaman saya ditawari espresso di Roma yang menjadikan pengalaman kopi yang sempurna. Cerita saya bisa dilihat di sini. Espresso Italia tidak perut saya bermasalah. Saya puas! Lalu kini bayangkan dua perpaduan gelato dan espresso dalam es krim kopi milik orang Italia! Saya suka!

Es kopi.

Selanjutnya suami saya pesan es kopi. Nah apa pula itu? Beda es kopi dan es cappucino pernah saya bahas di link ini. Anda jadi tahu bedanya ‘kan.

Nah, racikan yang berbeda pada es kopi dengan es krim kopi. Kopi sudah disiapkan terlebih dulu sehingga sudah dingin. Beri es krim rasa vanilla ke dalam gelas. Campurkan kopi dingin di dalam gelas. Tambahkan krim, wafer dan taburan kopi sebagai dekorasi.

Baik es krim kopi maupun es kopi adalah pilihan bagi coffee lovers untuk mencobanya. Tertarik mencoba?

Makanan Khas Jerman (61): Sauerkraut, Acar Kol Asam Segar

Jika di Korea Selatan ada kimchi maka di Jerman ada sauerkraut. Pengalaman saya selama di Seoul menikmati makan kimchi bisa dicek di sini. Karena kimchi tersedia saat saya memesan kuliner lokal.

Kembali ke sauerkraut, makanan hasil fermentasi juga kerap disajikan saat anda memesan makanan lokal seperti sauerbraten, sosis dan kentang dan masih banyak lagi. Bahkan sauerkraut enak juga dimakan bersama roti baguette. Rasa sauerkraut yang asam gurih pas untuk menemani makanan-makanan tersebut.

Apa itu sauerkraut?

Dalam bahasa Inggris, sauerkraut disebut sour cabbage. Itu sebab bahan dasar sauerkraut adalah kol. Kol diiris halus yang difermentasi. Dengan begitu sauerkraut juga bisa disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih panjang.

Kimchi pun demikian, dapat disimpan dan dikonsumsi setelah proses fermentasi, hanya saja bahan dasar kimchi terbuat dari sawi putih. Kimchi ada rasa pedas, sedangkan sauerkraut tidak sama sekali. Jika ditelisik secara historis, bisa jadi ada keterkaitan.

Sauerkraut dahulu dibawa dari migran China daratan saat kejayaan bangsa Mongol ke Eropa. Mungkin pembuatan fermentasi yang sama dengan kimchi menyebabkan makanan ini ada kemiripan.

Bagaimana membuatnya?

Untuk pembuatannya, jujur saya lebih mudah membeli yang sudah matang di restoran lokal atau supermarket. Pertama, saya jelasin yang mudah dulu, yakni membeli sauerkraut yang sudah jadi. Masukkan sauerkraut kemasan ke dalam panci dan beri air sedikit. Masak sekitar 30 menit dengan api sedang.

Selanjutnya, membuat sauerkraut tradisional resep mertua. Iris halus kol besar, yang disebut weißkohl. Caranya mudah untuk mengiris, dibelah dua lebih dulu baru kedua sisinya diiris halus. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah diiris halus. Masukkan kol tadi. Beri garam dam merica hitam sesuai selera. Tambahkan sedikit air, cuka sayur dan masak hingga layu. Dan biasanya ada diberi tambahan kuah sauerbraten agar rasanya lebih enak.

Untuk langkah di atas, simpan sauerkraut matang dalam toples tertutup di keller, ruang bawah tanah rumah. Simpan selama 5-7 hari. Sedangkan sauerkraut dengan fermentasi bisa tahan berbulan-bulan. Hanya saja, saya sampai sekarang belum dapat membuat sauerkraut dengan fermentasi.

Hmm, tertarik mencobanya?

Mengapa Saya Bahagia Makan Jambu Biji?

Selama saya tinggal di Jerman, saya belum pernah menemukan jambu biji. Itu sebab saya senang sekali begitu ke daerah tropis seperti Mesir, mendapati suguhan buah jambu biji.

Setiap hari di Mesir saya mengunyah jambu biji karena sesungguhnya buah ini mengingatkan saya pada memori masa kecil. Saya dan beberapa teman sewaktu masih anak-anak naik ke pohon jambu biji hanya untuk mendapatkan buahnya. Pengalaman saat itu membahagiakan menurut saya.

Sekarang anda tahu bahwa jambu biji membawa kenangan yang membahagiakan saat saya masih anak-anak. Itu alasan pertama.

Masih soal kenangan tentang jambu biji, saya ingat bagaimana orang-orang yang mengasihi saya memberi jambu biji, guava juice yang fresh hingga bentuk kemasan rasa jambu biji pada saat saya terserang sakit demam berdarah. Entah darimana info diperoleh sehingga saya harus mengkonsumsi jambu biji. Setelah itu begitu bahagianya saya bisa sembuh dari sakit.

Lepas dari kenangan, saya langsung menikmati jambu biji tiap hari selama di Mesir. Alasannya, saya belum menemukan guava, nama lain jambu biji di Jerman. Itu sebab tak banyak turis Jerman yang bersama saya saat itu mengunyah jambu biji karena mereka tak mengenal buah ini, termasuk suami saya. Bahkan sebagian turis yang bersama saya mengira ini adalah buah pir karena penampilannya yang mirip. Sebagian lagi, tidak tahu bagaimana menikmati buah eksotis ini karena kita tidak memakan biji di dalam buah ‘kan.

Konon jambu biji memang tidak beredar di Jerman sehingga saya senang mengunyahnya tiap hari selama di Mesir. Lalu saya menceritakan manfaat kebaikan buah jambu biji dan rasanya yang belum pernah dinikmati teman-teman orang Jerman sebagai teman semeja makan. Mereka hanya melongo saat saya menjelaskannya. Saya bahagia karena saya merasa bahwa jambu biji begitu nikmat saya kunyah, sementara yang lain tak tahu jambu biji seperti apa.

Alasan lain, anda pasti setuju bahwa buah jambu biji ini kaya manfaat nutrisi loh.

Di Mesir umumnya buah jambu biji berwarna putih. Sementara di Indonesia saya menemukan ada yang berwarna merah muda dan putih. Karena jambu biji itu kaya kalium yang baik untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah. Kalium pada jambu biji ternyata juga membantu mengendalikan tekanan darah. Itu sebab disarankan untuk mereka yang punya masalah tekanan darah tinggi.

Tentu jambu biji baik dikonsumsi karena banyak mengandung serat yang bermanfaat mengatasi masalah pencernaan.

Segudang manfaat jambu biji tentu membuat saya bahagia. Bagaimana dengan anda?

Ingin Tahu Pakaian Tradisional Bavaria Masa ke Masa? Simak Ini

Pakaian tradisional adalah identitas budaya. Begitu pun yang saya amati setiap ada pergelaran budaya selama tinggal di Bavaria, bagian Jerman selatan. Mode pakaiannya pun tampak memiliki ciri tersendiri dibandingkan pakaian tradisional di wilayah Jerman bagian lainnya. Tak hanya itu saja, perkembangan jaman juga memperlihatkan perbedaan pakaian yang dulu terkesan konvensional menjadi lebih fashionable untuk dikenakan.

Bagaimana saya bisa mengetahuinya?

Suatu kali saya datang ke Volkfest atau semacam festival budaya yang rutin digelar, sebagaimana cerita saya di sini. Di festival tersebut, pria dan perempuan setempat mengenakan pakaian yang khas. Jika perempuan, mereka mengenakan dirndl dan pria mengenakan celana lederhöse yang juga sangat khas dengan aksesorisnya. Tak hanya pengunjung yang meramaikan saja berpakaian demikian, para pramusaji di biergarten yang melayani tamu pun berpakaian kebesaran khas orang Bavaria.

Ini juga bisa anda jumpai saat anda berkunjung ke Oktoberfest.

Dalam festival yang saya ceritakan tadi, ada bagian tentang budaya yang menampilkan perkembangan mode dari masa ke masa. Pada abad 19, wilayah Bavaria didominasi dengan pertanian sebagai pekerjaan utama. Pakaian yang masih konvensional nampak pada pria dan perempuan masa itu. Perempuan memakai dirndl yang panjang, menutupi mata kaki. Bahkan ada aksesoris tutup kepala hingga kaos kaki panjang sebelum mengenakan sepatu. Sementara pria tak berbeda jauh dengan mode sekarang. Lederhöse yakni celana berbahan kulit memang hanya sebatas lutut. Bahannya pun harus kuat karena mereka harus bekerja di ladang juga. Untuk jaket dan kaos kaki yang dikenakan pria jaman dulu, tak berbeda jauh dengan kondisi sekarang.

Mode kondisi sekarang?

Saya pernah dibelikan suami dirndl seperti cerita saya di sini. Sayangnya dia membelikan saya sebagai kejutan sehingga ukurannya tak sesuai. Rupanya untuk memakai dirndl ada triknya tersendiri. Seperti kebaya, tubuh perempuan dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak elegan dan anggun. Jadi ukuran drindl itu harus dikenakan satu nomor kurang dari seharusnya. Misalnya, ukuran baju saya di Jerman adalah nomor 32 atau 34 kadang-kadang. Jadi ukuran dirndl saya tepatnya adalah nomor 30.

Kini saya punya beberapa dirndl. Dan ternyata harga dirndl pun fantastis mahalnya karena itu tergantung kekhasan dan dekorasi yang ditampilkannya. Harganya bervariasi sekitar 100€ sampai dengan 400€. Itu pun belum termasuk aksesoris, pakaian dalam drindl dan hal-hal lain yang melengkapinya, jika ingin. Tetapi jangan khawatir, jika tak ingin mengeluarkan kocek tebal, anda bisa mendapatkan model biasa di toko pakaian atau supermarket mulai dari 25€ hingga 60€.

Dirndl sekarang itu tidak sepanjang dahulu. Bagian seperti ‘celemek’ di masa kini dibuat dengan dekorasi yang indah dan tentu semakin rumit mengerjakannya maka semakin mahal harganya. Untuk pakaian dalam, ada yang memang tersedia khusus sehingga tampak serasi. Demikian juga aksesoris lainnya seperti anting, kalung, tas hingga sepatu.

Bersyukurlah sekarang para perempuan tidak perlu menggunakan dirndl tiap hari. Namun pakaian dirndl menjadi identitas saat acara festival budaya digelar.

So, siap-siap beli dirndl baru untuk Oktoberfest nih!