Festival Budaya, Gäuboden Volkfest 2019 di Straubing

Musim panas adalah musim perhelatan festival budaya yang hampir di adakan di tiap kota di Bavaria, wilayah tempat tinggal saya sekarang. Puncak festival budaya nanti saat Oktoberfest, akhir September di Munich. Volkfest, biasa disebut demikian dalam bahasa Jerman merupakan perayaan keriaan warga dengan bernyanyi, makan bersama, bermain dengan berbagai atraksi hiburan yang tersedia hingga menikmati bir yang membuat warga rileks berkumpul bersama. Itu adalah hasil pemahaman dan pengamatan saya selama ini.

Baru-baru ini saya dan suami datang ke Gäuboden Volkfest yang diselenggarakan tiap tahun di Straubing. Tahun ini sudah digelar sejak tanggal 9 sampai 19 Agustus di lokasi yang bernama Gäuboden di Straubing. Volkfest yang juga masuk terbesar di Bavaria, selain Oktoberfest juga berisi pameran. Pameran sendiri tidak hanya soal budaya Bavaria itu sendiri, ada juga kerajinan, industri rumahan hingga teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Total ada 16 gedung pameran disediakan panitia. Pengunjung pun puas, termasuk saya. Menurut saya, ini memang acara budaya terbesar setelah Oktoberfest.

Seperti biasa, jika acara Volkfest seperti ini anda akan menemukan banyak orang mengenakan pakaian tradisional untuk perempuannya adalah drindl dan laki-laki mengenakan celana lederhose. Tiap harinya ada berbagai macam hiburan yang disediakan panitia yang membuat pengunjung tak pernah sepi. Ini tampak dari ribuan mobil terparkir dan banyaknya bis yang difasilitasi untuk melayani pengunjung. Kami saja sulit mencari lokasi parkir karena begitu penuh di saat wiken dan hari libur.

Agar menarik bagi semua kalangan, tentu ada hiburan warga yang meriah terutama bagi anak-anak dan remaja melalui wahana permainan yang moderen dan menggembirakan. Tersedia aneka kuliner khas Bavaria, restoran dan kafe yang melayani pengunjung. Bagi para ibu seperti saya bisa membeli aneka perlengkapan rumah tangga dan hasil makanan industri rumahan. Lengkap!

Bagaimana sejarah Gäuboden Volkfest ini sebenarnya?

Dikutip dari laman http://www.bavaria.by yang menyatakan bahwa acara ini telah ada sejak tahun 1812. Ini merupakan festival budaya terbesar kedua di Bavaria. Dahulu ini menjadi acara pameran hasil produksi pertanian tahunan di sekitar Bavaria. Namun berangsur-angsur keikutsertaan pengisi pameran beragam, seperti tahun ini saja ada pameran produksi industri rumahan dan aneka teknologi yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari.

Advertisements

Malam Budaya Italia, Kuliner dan Kesenian yang Seru Dinikmati

Lagu berbahasa Italia yang dinyanyikan membuat pengunjung bergoyang caca.

Siapa pernah berkunjung ke Italia, setidaknya percaya bahwa kuliner di Italia itu lezat dan enak semua. Saya pernah mengulas kuliner Italia di link ini, saat saya berada di Italia yang dikenal dengan makanan-makanan enak di dunia. Syukurlah saya tidak sampai lama berlibur ke sana karena saya khawatir baju-baju yang saya bawa sudah tidak muat lagi.

Menikmati makanan khas Italia di Jerman bukan hal aneh. Anda akan mudah menemukan gerai pizza atau restoran khas Italia hampir di tiap kota di Jerman. Sejak kedatangan orang-orang Italia sebagai pekerja tamu di Jerman di era tahun 1950-an maka budaya Italia seperti melekat di sini. Tak hanya itu, Italia juga menjadi destinasi wisata saat orang-orang di sini ingin pergi berlibur.

Lihat antrian orang membeli pizza!

Dengan alasan di atas, digelar acara malam budaya Italia sekaligus untuk memeriahkan malam musim panas yang panjang baru-baru ini dilaksanakan di kota Pocking, Bavaria. Acara ini meriah yang diikuti berbagai kalangan tua, muda bahkan anak-anak. Begitu meriahnya acara ini karena diiringi aktivitas berbelanja hingga jam 22.00 malam hari. Ya, Pocking sendiri memang dijuluki Einkaufsstadt yang berarti Kota Pusat Belanja.

Tentunya malam budaya diiringi aneka kuliner Italia yang bisa dibeli di tempat. Pizza itu sudah pasti ada di sini. Aneka pasta dan bruschetta pun bisa anda jumpai. Makanan lain seperti crepes dan tiramisu juga tersedia di booth makanan manis. Makanan lain yang tak kalah menariknya adalah flammkuchen yang bentuknya mirip pizza dan dipanggang juga.

Flammkuchen.
Crepes.

Tampak antrian tiap booth makanan mengular. Sementara gerai es krim yang juga terbuat dari gelato khas Italia juga tak pernah surut pembeli. Pengunjung semakin padat manakala ada tayangan hiburan seperti grup band yang membawakan lagu berbahasa Italia. Pengunjung pun diajak berjoget caca, khas masyarakat Italia.

Di sudut pintu masuk dan keluar tampak booth biro perjalanan yang menawarkan paket liburan ke Italia. Ini seperti ide yang menarik untuk memperkenalkan publik tentang budaya dari negara tertentu seperti Italia dengan kuliner, lagu bahkan kesempatan berlibur. Mungkin saya hanya mengenal pizza saja, padahal ada banyak hal yang bisa diperkenalkan dari Italia.

Bagaimana menurut anda?

Kue Khas Jerman (9): Quarkbällchen dan Ausgezogene, Manis dan Simpel Untuk Dibuat

Kanan adalah kue Ausgezogene dan kiri adalah Quarkbällchen.

Kue-kue di sini tak selamanya dibuat dengan cara dipanggang dalam oven. Saya menemukan kue yang mudah dibuat bak donat jika saya mengamati pembuatannya. Atau kue Quarkbällchen misalnya, ini seperti roti bola yang berbalut gula pasir. Oleh karena itu, kedua kue ini layak saya bagikan kepada anda.

Pertama

Saya bahas kue roti bola ini yang disebut German fried cheese ball. Dari namanya yang disebutkan dalam istilah bahasa Inggris sudah terdengar jelas bahwa ini adalah kue berbentuk bola yang digoreng. Rasa manis kue roti bola ini berasal dari gula pasir yang dibalutkan di sekeliling permukaan kue. Warnanya cokelat tua adalah hasil roti yang digoreng dalam minyak panas.

Apakah ada keju di dalam pembuatannya?

Ternyata saat saya amati bahan pembuatannya, kue roti bola ini tak ada keju sama sekali. Bahan-bahan kue pun serupa dengan bahan pembuatan donat yang biasa ibu saya buat di Jakarta. Itu sebab menurut saya, kue roti bola ini cocok bila dijadikan cemilan sore hari bersama kopi di rumah. Jika donat dibuat dengan bulat dan diberi lubang di tengah, sebaliknya roti bola ini hanya dibuat seperti bola. Setelah matang, sisi bola dimasukkan wadah berisi gula pasir untuk bermandikan gula.

Quarkbällchen adalah kue tradisional Jerman yang kini hanya ditemukan di sebagian kecil toko roti. Kebanyakan kue ini juga didapati saat ada festival musim panas atau pasar malam menjelang natal. Alasannya, Quarkbällchen begitu mudah dibuat di rumah sehingga siapa pun bisa menyiapkannya.

Kedua

Adalah Ausgezogene, yang juga menjadi kue tradisional di Jerman. Kue ini juga digoreng dalam minyak panas keseluruhan, lalu ditiriskan setelah berwarna kecokelatan. Setelah minyak tiris, beri gula bubuk untuk disajikan di atas kue sebagai dekorasi. Rasa manis yang alami membuat kue buatan Oma ini memang enak disantap bersama kopi di sore hari.

Camilan kedua ini mengingatkan saya kala saya masih kecil di Jakarta. Ini adalah jajanan saya serupa kue donat yang diberi gula bubuk. Biasanya kue ini disukai anak-anak seperti saya karena kue ini manis dan rasanya yang sederhana, ketimbang kue tar yang biasanya berhias dengan berbagai macam manisan yang membuat saya tak suka rasanya.

Kue Ausgezogene ini memang menggoda selera lagi untuk menikmati gorengan ala Jerman. Jika anda suka, silahkan temukan resepnya yang berseliweran di internet! Buat kue sendiri di rumah menjadi lebih enak, karena anda bisa mengontrol bahan pembuatannya dan kadar gula sesuai yang dikehendaki.

Happy Baking!

Membayangkan Sungai Jadi Pantai, Mengapa Tidak?

Untuk menunjukkan bahwa ini sungai, kita bisa melihat di seberang sana masih terjangkau pandangan mata.

Beberapa kali saya sudah mengulas bagaimana sungai bisa menjadi wahana aktraksi yang menarik. Sungai memang kondisi nature yang diciptakan Tuhan. Namun nyatanya ada saja orang yang kreatif yang membuat sungai menjadi bermakna. Sungai yang bersih, tak berbau dan ditata dengan penuh artistik tentu akan mengundang warga untuk menikmatinya.

Ada saung dari bambu juga.

Contohnya, sungai di Seoul. Di sekitar sungai, siapa saja bisa berkunjung secara gratis dan menjadi aktraksi kota saat ada festival lampion. Cerita saya di link ini.

Food trucks tampak belakang dengan pemandangan pasir putih.

Lain lagi, sungai dijadikan pilihan wisata untuk mengenali keindahan arsitektur kota. Sungai danube yang membelah kota Buda dan Pest di Hungaria menjadi pilihan saya dan suami untuk menyaksikan keindahan bangunan di sisi sungai. Cerita saya bisa ditemukan di link ini.

Serasa di pantai ya, padahal ini sungai.

Dan masih banyak cerita kunjungan saya ke sungai-sungai lain yang bersih dan bisa dinikmati warga.

Olahraga air pun bisa dilakukan di sini.

Masih soal sungai, kali ini saya ajak anda ke salah satu kota di Bavaria, yakni Vilshofen yang mengkondisikan sungai seperti layaknya pantai. Di sungai donau atau danube ini, pemerintah setempat mengkondisikan lahan yang tak luas, kira-kira sekitar 300-500 meter yang berada di tepi sungai sebagai wahana keluarga layaknya di pantai. Tak ada tiket masuk untuk menikmatinya. Gratis!

Menikmati es krim buatan orang Italia.

Di kala musim panas, atraksi di tepi sungai ini bisa menjadi pilihan warga untuk berjemur di bawah teriknya matahari. Apalagi musim liburan sekolah, beberapa keluarga membawa anak-anaknya merasakan keceriaan di sini. Belum lagi, di dekat situ ada arena bermain untuk anak-anak yang membuat anak-anak semakin betah. Saya melihat anak-anak bermain air, membuat pasir hingga tertawa merasakan keceriaan bersama orangtuanya.

Bagaimana mungkin sungai disulap jadi pantai?

Tepi sungai sekitar 500 meter diberi pasir putih seperti pantai. Lalu ada dua saung yang terbuat dari bambu seperti mengingatkan pada wisata di pantai-pantai di Indonesia umumnya. Di depannya ada kursi malas yang biasa digunakan di pantai. Ada juga kursi-kursi dari kayu yang dibuat artistik dengan pohon palma di dekat situ. Ini semua buatan, tetapi semua mengesankan layaknya di pantai.

Beberapa warga bisa melakukan olahraga air seperti kano, jetski dan yacht kecil. Sebagian warga lain tampak asyik duduk di kursi malas, untuk membakar tubuh. Mereka menikmati ice cream di tangan mereka atau minuman. Ya, di situ juga tersedia food trucks yang menyediakan makanan ringan, minuman dan es krim untuk pengunjung.

Apa saja hal menarik menurut saya?

  1. Atraksi pilihan warga di musim panas ini hanya berlaku sementara dan gratis buat siapa saja.
  2. Sungainya benar-benar bersih.
  3. Tak ada sampah. Jika pengunjung datang membeli makanan dan minuman dari food trucks, maka mereka secara sadar membawa kemasan ke tempat sampah yang tersedia.
  4. Tentu ini menjadi peluang usaha juga bagi pengelola food trucks.
  5. Atraksi ini bisa menjadi pilihan keluarga.
  6. Sebagai bentuk kesadaran warga masyarakat untuk menjaga sungai tetap bersih sehingga bisa dinikmati sebagai hiburan warga.

Dari cerita saya di atas, semoga ini bisa menginspirasi Indonesia yang kaya alamnya.

3 F yang Dilakukan di Hari Minggu di Sini, Apa Saja?

Menikmati waktu di hari Minggu.

Hari Minggu sangat berbeda di sini. Dibandingkan enam hari sebelumnya, pada hari Minggu banyak orang memilih untuk tidak bekerja. Jika pun ada yang mewajibkan untuk bekerja, biasanya ada kebijakan, pemberi kerja memberikan tambahan kompensasi sekian persen jika si pekerja harus bekerja di hari Minggu. Itu sebab hari Minggu menjadi hari istimewa. Di hari Minggu kebanyakan orang Jerman melakukan tiga F.

Apa itu 3 F?

Freizeit

Saya bingung mencari padanan kata Freizeit dalam bahasa Indonesia. Ini bisa diartikan sebagai waktu yang lowong dan bebas dimana kita bebas mengatur dan melakukan apa yang kita inginkan dan sukai. Dalam bahasa Inggris, freizeit bisa didefinisikan sebagai leisure time. Aktivitas ini bisa dikaitkan dengan hobi atau kesukaan yang menjadi minat anda. Bahkan jika tidur adalah kesukaan, silahkan juga dilakukan.

Freizeit bisa dilakukan bersama orang lain dan juga bisa dilakukan seorang diri. Ini adalah waktu yang bebas untuk melakukan yang diinginkan. Membaca bisa termasuk freizeit sebagai kegiatan personal. Atau, membiarkan diri dengan duduk di taman kota.

Freizeit juga dikategorikan berbayar dan perlu uang untuk melakukannya. Misalnya, nongkrong dan minum kopi di kafe bersama teman. Freizeit lain misalnya, pergi ke bioskop juga perlu uang. Namun ada juga freizeit yang digolongkan tak berbayar. Misalnya membersihkan rumah, berjalan di taman kota atau mengunjungi orangtua dengan bersepeda.

Mengapa biaya freizeit perlu diperhitungkan? Karena freizeit itu adalah salah satu kebutuhan yang patut masuk dalam anggaran kebutuhan juga. Meski freizeit tidak termasuk kebutuhan primer, tetapi anggaran freizeit perlu diperhitungkan. Anggaran freizeit juga ada dalam daftar biaya hidup (lebenshaltungskosten) di sini. Dan freizeit itu paling banyak dilakukan saat hari Minggu.

Familie

Jerman adalah negara yang termasuk memikirkan keluarga, atau family oriented. Di hari Minggu, banyak orang Jerman yang menghabiskan waktu bersama keluarga. Di saat mereka tidak bekerja, orangtua dan anak memanfaatkan hari Minggu untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain. Ada yang berpergian ke suatu tempat seperti fun park atau rekreasi keluarga, tetapi ada juga yang menghabiskan kebersamaan di tempat-tempat umum tak berbayar yang biasanya menyediakan taman bermain anak-anak.

Ada yang mengatur acara keluarga di rumah seperti ngobrol, makan bersama atau nonton di ruang keluarga. Ketika enam hari lain mereka begitu sibuk beraktivitas maka hari Minggu justru dimanfaatkan hanya dengan orang yang intim seperti keluarga.

Freundschaft

Aktivitas lainnya di hari Minggu adalah Freundschaft. Pilihan lainnya adalah membangun pertemanan di hari Minggu, di saat tidak ada aktivitas studi dan pekerjaan. Ini bisa dilakukan dengan orang yang intim, artinya partner dan sahabat tetapi juga bisa dilakukan dalam kenalan yang punya minat sama.

Ada yang menghabiskan hari Minggu dengan ikut kelompok pesepeda ke suatu tempat, kelompok pejalan nord walking atau kelompok sukarelawan lainnya. Ada juga yang duduk di biergarten dan ngobrol bersama teman yang akrab, tetapi ada juga yang bermain seperti olahraga dan musik.

Apa yang biasa anda lakukan di hari Minggu?

Thunfisch Salad, Salad dengan Ikan Tuna: Makanan Khas Jerman (58)

Kembali lagi saya membahas salad yang tak pernah habis diulas. Saya tergila-gila makan salad mengingat suhu udara yang terik dan cocok untuk membuat tubuh tidak mengalami dehidrasi. Sebelumnya, saya sudah mencoba menikmati salad tuna dengan racikan khas masakan Italia di link ini. Tak hanya itu, saya juga pernah menyantap salad tuna dengan gaya khas Asia di restoran Vietnam di link ini.

Nah, kedua salad ini diracik dengan gaya berbeda tetapi salad tersebut tetap enak. Selanjutnya, bagaimana jika salad diracik secara lokal khas masakan Jerman?

Saya memesannya di restoran di rest area jalur bebas hambatan, tol. Anda pasti kenal nama restoran Jerman ini. Paulaner. Ya, di Jerman ada beberapa rest area di autobahn yang menempatkan restoran Paulaner untuk disinggahi. Restoran yang mengusung masakan Jerman ini memang bergaya moderen dengan masakan yang klasik, seperti salad yang dibuatkan untuk saya.

Untuk salad terasa enak atau tidak bergantung bagaimana juru masak membuatkan saus yang dicampurkan di antara sayuran segar di dalamnya. Saus salad ini menjadi rahasia dapur tiap restoran. Saus pada salad tuna ini terasa asam manis dengan sedikit saus tomat di dalam. Jangan lupa anda perlu mengaduknya agar saus salad tercampur aduk! Kadan9g kala ada restoran yang meletakkan saus salad sebagai topping, tetapi topping salad ini adalah potongan daging ikan tuna.

Apa yang membedakan salad khas Jerman adalah irisan bawang entah bawang merah atau bawang bombay. Sebagaimana anda perlu tahu bahwa bawang merah di sini berukuran besar, jadi jika diiris pun tampak serupa seperti bawang bombay. Irisan bawang merah segar itu menambah nikmat salad ini. Jika anda tak suka bawang merah yang sebenarnya tak terlalu menyebabkan bau mulut seperti bawang merah kecil, anda bisa memesannya pada pramusaji agar salad tanpa irisan bawang.

Tak hanya potongan sayur segar seperti daun salada air, wortel dan irisan tomat tetapi ada juga potongan telur yang bisa anda nikmati bersamaan. Tentu daging ikan tuna ini sudah ready to eat yang sudah matang. Rasa tuna dengan aneka sayuran bercampur satu di mulut. Ini enak!

Ketersediaan Rak Buku Terbuka, Satu Alasan Mengapa Tingkat Literasi di Sini Tinggi

Ilustrasi ruang tunggu di sini.

Ada banyak pengalaman yang menunjukkan bagaimana membaca itu adalah kebiasaan warga di Jerman. Dari sekian pengalaman, saya pilih tiga saja yang menarik untuk anda.

Pengalaman pertama.

Saat saya pindah, menempati satu hunian maka saya memerlukan perabotan perlengkapan rumah tangga seperti tempat tidur, meja, kursi, rak dan sebagainya. Setelah saya membelinya, saya berpikir bahwa nanti ada karyawan dari toko yang akan merakitkan untuk saya di kamar asrama. Ternyata tidak. Jika saya memerlukan bantuan karyawan toko maka saya harus membayarnya dengan sejumlah uang yang tentu saja mahal untuk ukuran mahasiswa saat pertama kali di Jerman. Lalu apa yang harus saya lakukan? Kata kasir toko, “Silahkan anda baca informasi bagaimana merakit barang yang anda beli!” Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya harus merakit meja belajar baru dari membaca buku petunjuk yang terselip di dalam produk.

Baca! Baca!

Pengalaman kedua adalah saat saya mengamati ruang tunggu di klinik, rumah sakit dan kantor pemerintahan. Mereka terbiasa menyediakan majalah, buku dan bahan bacaan ketimbang televisi. Dalam keheningan, orang-orang di ruang tunggu itu membaca bahan yang tersedia. Ruang tunggu saja sudah didesain supaya orang terbiasa membaca, ketimbang menyaksikan siaran televisi.

Kemudian, ada satu televisi yang diletakkan di dekat ruang tunggu, maka saya pun pindah ke situ. Saat saya tiba di situ, ternyata televisi itu adalah monitor berisi nomor antrian. Jadi informasi yang disampaikan bukan lagi lisan, melainkan apa pun yang tersaji di televisi tersebut adalah nomor antrian dan informasi singkat seperti berita dan sebagainya. Pengunjung pun dilatih untuk menyimak informasi tertulis ketimbang informasi lisan yang kadang membingungkan. Saya pun tampak malu bahwa itu bukan televisi.

Baca! Baca!

Salah satu rak buku terbuka di Frankfurt am Main.

Pengalaman ketiga adalah saat saya berada di Frankfurt am Main tempo lalu. Kota besar ini ternyata punya program “Offene Bücherschränke” yang sudah ada di beberapa titik. Program ini menyediakan rak buku permanen dan terbuka yang membuat siapa saja bisa meminjam, menukarkan buku dan memberikan buku. Buku-buku ini tentunya gratis, termasuk tidak ada biaya peminjaman seperti perpustakaan dan juga tidak ada harga yang didapat jika kita memberikan buku.

Jika dibuat dalam istilah bahasa Indonesia, ini semacam program rak buku terbuka dimana siapa pun berhak membaca buku yang tersedia. Bagi mereka yang ingin memberikan atau menghibahkan bukunya, tentu ini akan menambah koleksi buku dalam rak tersebut. Bahkan buku-buku yang tersedia di ruang publik seperti di area pejalan kaki, seperti yang saya temukan, maka kita bisa memanfaatkan buku tersebut sambil kita membaca kafe, restoran, atau di halte bis misalnya.

Program penyediaan rak buku terbuka ini sudah dimulai sejak tahun 2009. Tidak hanya pemerintah daerah yang berperan dalam melaksanakan program ini, keterlibatan sponsor bahkan perseorangan telah membuat program rak buku terbuka ini semakin luas lagi di titik-titik populer di Frankfurt am Main.

Begitu tiga pengalaman saya tentang bagaimana budaya membaca sudah menjadi kebiasaan bagi warga di sini.

Würzburg (1): Dom St. Kilian Dibangun Sejak Abad Pertengahan

Maket yang menggambarkan keseluruhan bangunan Dom St. Kilian.
Tampak dari bawah dua menaranya.

Saat kami berkendara menuju Frankfurt, kami berhenti sejenak di Würzburg. Kami sudah lama ingin mampir ketika kami menjejakkan kaki di Nürnberg, tetapi kami urung pergi. Kini saat kami hendak pergi ke Frankfurt, kami tiba di sini. Di kota Würzburg yang kaya bangunan romantik khas abad pertengahan atau medieval. Selain itu, kami bisa melihat perbukitan dipenuhi tanaman anggur yang cantik. Ya, Würzburg terkenal dengan produksi anggur juga.

Kami langsung menuju pusat kota, apalagi tujuan kami adalah Dom atau Katedral yang menjadi magnet wisatawan setiap singgah di tiap kota-kota di Jerman. Dom ini memang sudah menjulang dengan dua menara kembarnya dari kejauhan. Menara lancip khas gaya arsitektur gothik nampak jelas menghiasi gereja katolik ini. Konon gereja katolik bergaya romantik khas bangunan abad pertengahan menjadi ciri khas Dom Würzburg. Dom dengan gaya arsistektur tersebut termasuk terbesar keempat di Jerman.

Tampak samping gereja.
Dekat pintu samping gereja.

Ciri khas bangunan gaya romantik di Eropa yakni pendirian bangunan tersebut pada abad pertengahan. Gaya romantik tampak pada lengkungan setengah lingkaran atap gereja. Gaya arsistektur ini konon mendominasi Eropa pada abad 6 hingga 11 Masehi. Sementara Dom Würzburg dibangun pada awal tahun 1000 Masehi. Ini menjadi cikal bakal katedral, tempat bernaung uskup dan pusat administrasi gereja-gereja katolik sekitarnya di Würzburg. Kemudian abad 16, Dom mengalami renovasi mengingat jumlah umat yang bertambah dan munculnya gaya arsistektur baru di Eropa. Dom pun memiliki ciri khas gaya gothik dengan dua menara kembar tampak menjulang runcing.

Suasana interior dan dalam gereja.
Dekat pintu samping gereja.

Kemudian abad 18, sisi-sisi interior gereja diperbaharui dengan gaya baroque. Ternyata pembaharuan gereja tak berhenti di situ saja. Pada saat perang dunia kedua, gereja ini mengalami kerusakan di berbagai sisi akibat bom. Lagi-lagi gereja mendapatkan pembaharuan yang sempurna pada tahun 1967. Semua informasi ini lengkap diperoleh dari petugas informasi katedral, jika anda datang selaku turis dan membutuhkan panduan. Anda perlu bayar sekian Euro dan tentu banyak informasi bisa anda selami di sini.

Mengapa diberi nama Santo Kilian?

Nama santo Kilian memang tak begitu populer di telinga saya. Beliau berasal dari tanah Irlandia, yang pernah hidup sekitar abad 7. Setelah beliau selesai menyelesaikan studinya di Roma, beliau melanjutkan misi pelayanan di Würzburg, Jerman. Saat beliau datang, masih banyak warga di situ yang percaya pada berhala atau memuja pagan. Semasa hidup pelayanannya menjadi uskup hingga wafat, beliau memilih di Würzburg. Di sini pula beliau meminta dimakamkan. Perayaan santo Kilian diperingati setiap 8 Juli.

Akhirnya?

Satu yang pasti, kami datang kala Jerman dilanda suhu terpanas di musim panas. Suhu sekitar 41 derajat celcius saat itu membuat kami lelah menyusuri kota. Namun ketika kami masuk ke dalam katedral, rasa sejuk dan damai pun terasa. Rupanya tak hanya kami, banyak orang memilih merasakan sejuknya berada di rumah Tuhan. Setidaknya kami tak lupa untuk bersyukur bahwa selalu ada yang menarik di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Naik Kapal Kristal Swaroski Antara Jerman – Austria, Wah!

Kapal Kristal Swaroski yang didesain elegan, mewah dan eksklusif.
Lampu kristal di tengah.
Tangga kristal.

Pernahkah anda membayangkan naik kapal wisata melalui sungai di antara dua negara, Jerman dan Austria? Tak hanya itu, kapal wisata yang dinaiki adalah kapal wisata yang mencerminkan kristal swaroski. Anda tahu kan kristal swaroski? Di sini penumpang seperti dimanjakan dengan keistimewaan dekorasi kristal yang menjadi interior kapal. Penumpang pun bisa melihat keindahan panorama indah sungai yang membelah dua negara. Asyik, deh!

Interior kristal lainnya.
Ruangan lainnya.

Saya, suami dan ibu-bapak mertua berangkat untuk ikut paket wisata dengan kapal kristal swaroski selama dua jam untuk menjangkau perbatasan dua negara Jerman dan Austria. Kami datang di hari Minggu sewaktu Jerman sedang libur anak sekolah dan libur musim panas. Penumpang pun antusias untuk menumpang kapal ini. Tampak pula sekelompok turis yang datang ke Passau, turut serta dalam kapal bersama kami. Penumpang pun bebas memilih bangku-bangku yang dirancang seperti di hotel atau restoran eksklusif.

Meksipun ini adalah musim panas, namun dalam kapal tersedia AC yang mendinginkan suasana. Kapal ada tiga lantai. Sebagian penumpang memilih berdiam di lantai dua. Sebagian lagi memilih duduk di atas kapal, lantai tiga yang terbuka luas dengan angin semilir menyusuri sungai. Mereka yang senang dengan hangatnya matahari dan menikmati panorama bisa memilih duduk di sini atau di balkon tiap lantai.

Kolam putri duyung.

Kapal ini tersedia juga pramusaji yang siap melayani anda untuk memesan kuliner khas Bavaria. Anda pasti tahu schnitzel, sosis hingga makanan vegetaris bisa dipesan di sini. Tak ingin makan, anda juga bisa memesan minuman hangat dan dingin. Mungkin anda tertarik menikmati es krim seperti mertua saya atau minum es kopi. Tentu, anda harus membayar semua itu diluar harga tiket kapal.

Petugas patroli selalu menjaga dan mengawasi segala hal yang terjadi untuk menghindari hal tak terduga dan tidak dikehendaki.

Suasana yang nyaman dan tidak membuat mabuk kapal tentu disukai penumpang. Penumpang terasa nyaman. Bahkan anda bisa menikmati fasilitas toilet yang juga eksklusif dan tersedia pula toilet untuk penumpang berkebutuhan khusus seperti menggunakan kursi roda. Di lantai 1 tersedia toko yang menawarkan parfum, makanan hingga perhiasan kristal tentunya. Jika anda suka perhiasan kristal, di sini anda bisa membelinya langsung. Asli kristal swaroski untuk aksesoris perempuan seperti anting, kalung, cincin dan gelang. Sedangkan untuk pria, tersedia bolpoin berlapis kristal swaroski juga yang menawan.

Mau belanja aksesoris krital juga bisa.

Di dekat toko cinderamata, saya terpaku pada sudut dekorasi putri duyung dengan dekorasi kristal. Biasanya putri duyung dengan air mancur, namun ini digantikan dengan bayangan optik. Tampak yang menjadi kolam dipenuhi koin-koin berkilau yang saya kenali sebagai uang cents EURO. Sepertinya ini gambaran bagaimana mereka melempar koin ke dalam kolam putri duyung sembari mengucapkan keinginan.

Teras luar dimana anda bisa melihat panorama langsung dengan mata telanjang.

Sebagai penumpang, saya benar-benar menikmati panorama dua negara yang dibelah sungai. Anda bahkan menjumpai kapal wisata besar yang berasal dari negara-negara tetangga di seputaran Eropa seperti Swiss, Hungaria, Austria dan sebagainya melintasi sungai yang sama. Seru!

Bagaimana menjangkaunya?

Untuk naik kapal wisata ini, anda perlu naik dermaga dari kota Passau. Durasi perjalanan sekitar dua jam. Dari Hauptbahnhof Passau, anda perlu berjalan kaki sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk tiba di dermaga kapal.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Lutherstadt Wittenberg (3): Destinasi Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Keliling kota Wittenberg dengan kereta ini yang memuat kapasitas 60an orang.

Untuk menutup kunjungan di kota Lutherstadt Wittenberg, berikut dijelaskan tempat yang menjadi tujuan wisata bersejarah melalui paket wisata yang tersedia. Kota Wittenberg menjadi salah satu destinasi wisata bila anda ingin tahu bagaimana sosok Martin Luther. Itu sebab kota ini tak pernah sepi dengan wisatawan dari pelosok Jerman dan berbagai belahan dunia. Pasalnya, Luther tidak hanya menjadi tokoh publik tetapi karya dan gerakannya pun sudah mendunia.

Patung Martin Luther di depan Frauenkirche, Dresden.

Kami datang ke pusat informasi wisata yang letaknya di depan Schlosskirche. Di sini terdapat toko sovenir dan paket wisata bersejarah keliling kota. Saya dan suami pun tak ketinggalan untuk ikut serta. Satu orang diwajibkan bayar 9€ dan mengikuti tur selama 1 jam. Dalam tur tersedia informan audio yang cukup jelas. Para wisatawan yang tertarik naik kereta terbuka yang cukup aktraktif.

Untuk schlosskirche atau All Saints Church dan museum Luther sudah dibahas sebelumnya. Silahkan anda cek!

Lalu apa saja yang bisa dikunjungi?

1. Markplatz

Dua tokoh gerakan reformasi gereja diabadikan di sini.

Markplatz dijumpai ada di hampir tiap kota di Jerman. Begitu pun di Wittenberg, kami melihat markplatz sebagai area perdagangan dan juga pernah menjadi saksi sejarah. Bagaimana pun markplatz adalah alun-alun kota, tempat strategis bertemunya penduduk kota. Anda bisa melihat area ini tak pernah sepi.

Area ini menjadi area perdagangan kota.

Ada patung Martin Luther di sini dan rekan seperjuangannya, Philip Melanchaton. Di sini pula anda bisa melihat bagaimana sejarah reformasi itu bermula. Alun-alun kota saat abad pertengahan menjadi tempat kampanye dimana banyak orang berkumpul mendengarkan seruan Luther.

Alun-alun kota juga terdapat toko, restoran kafe dimana anda bisa menikmati kota dengan santai. Kadang jika anda datang di waktu tepat maka ada konser musik atau pertunjukan kolosal di sini.

2. Lutherhaus

Tampak samping.

Ketika tour informan menyebut nama tempat ini, supir menghentikan kereta. Sebagian orang turun dan masuk ke gedung Lutherhaus. Beberapa turis baru masuk dengan mengantri satu per satu sambil menunjukkan tiket tur keliling kota. Rupanya anda perlu juga membayar tiket masuk ke Lutherhaus seperti umumnya museum.

Pintu masuk.

Lutherhaus adalah tempat dimana keluarga Luther tinggal dan menetap di Wittenberg setelah terjadinya reformasi gereja. Informasi dari tour guide bahwa kediaman keluarga Luther ini awalnya adalah biara karena bagaimana pun Luther itu pernah menjadi biarawan. Kemudian Luther mencetuskan protesnya dan biara pun diberikan untuk menjadi tempat tinggalnya. Di sini pula murid-murid Luther memahami gerakan yang diajarkannya. Bersama Katharina von Bora, Luther menghabiskan tahun-tahun awal gerakan reformasi di rumah ini.

Di sini pula anda bisa melihat bagaimana kamar pribadi Luther saat itu. Anda diajak untuk menyelami Luther dari tiap jengkal kediaman Lutherhaus.

3. Melanchaton Hause

Sebagaimana anda menyimak sejarah reformasi gereja abad pertengahan, bahwa Luther didampingi rekan seperjuangannya bernama Philip Melanchaton. Di rumah ini adalah kediaman Profesor Melanchaton tinggal dengan karya buah pikirnya hingga ia meninggal. Baru-baru ini rumah ini menjadi situs warisan dunia yang diakui UNESCO dan terbuka untuk umum.

4. Panorama 360

Di gedung moderen ini, kita bisa menjumpai visual teknologi yang menggambarkan kejadian abad pertengahan. Bangunan ini juga bisa disebut Luther 1517, sebagai memori gerakan Luther tahun 1517. Pengunjung bisa memahami dengan diajak seolah-olah anda larut dalam fenomena gerakan reformasi yang diusung Luther saat itu.

5. Gereja St. Maria

Setelah Markplatz, ada sebuah gereja tua bercorak cokelat. Ini adalah gereja Santa Maria. Di gereja ini Luther dan Katharina von Bora melangsungkan pernikahan. Luther yang semula biarawan memutuskan keluar dari kaulnya dan memilih menikahi seorang perempuan.

6. Haus der Geschichte

Tujuan selanjutnya adalah haus der geschicte. Di Jerman ada kota-kota yang juga memiliki haus der geschichte. Tergantung pada pendiriannya, haus der geschichte dibangun seperti layaknya museum. Di Wittenberg, haus der geschichte berisi tentang informasi kehidupan masyarakat setempat pada abad 20.

7. Hundertwasserschule

Terakhir adalah Hundertwassershule, dengan bangunan kubahnya seperti negeri dongeng. Untuk memasuki gedung ini, pengunjung perlu bayar tiket masuk. Ada tur tersedia sekitar 45 menit untuk menyelami segala sesuatu tentang sekolah yang dirancang oleh lulusan murid Luther.

Begitulah, hasil kunjungan singkat saya. Kota ini layak disinggahi bila anda tertarik dengan sejarah dan menyelami sosok Luther yang dikenal dunia. Kota ini juga ramah turis dan di banyak sisi terdapat area untuk menikmati kota secara moderen. Untuk mencapai kota ini, anda perlu menggunakan kereta dari Leipzig misalnya. Sementara kami berkendara dari Leipzig sekitar satu jam.