Kue Khas Jerman (14): Kue Eierlikör-Erdnusskuchen dengan Kue Erdnuss Sahne Torte, Pilih Mana?

Ini kue eierlikör-erdnuss.

Kue terenak yang saya temukan lagi adalah kue eierlikör-erdnuss pada saat acara hajatan pernikahan beberapa waktu lalu. Awalnya saya hanya tahu eierlikör sebagai minuman yang disajikan di kesempatan istimewa, ternyata eierlikör bisa untuk bahan campuran kue yang enak seperti kue tart atau dessert. Nah, kue yang saya temukan ini sebagai teman minum kopi saat pembukaan acara resepsi pernikahan.

Eierlikör itu lebih dikenal sebagai eggnog dalam istilah asing. Biasanya eggnog ini mengandung kandungan rum. Terkesan dari namanya, apakah ada kaitan dengan telur? Selintas itu pertanyaan saya sambil menikmati kue ini sedikit demi sedikit karena begitu lezatnya.

Eielikör ini populer di negara-negara berbahasa ibu Spanyol sebagai minuman istimewa. Di Meksiko, eggnog punya nama khusus. Eggnog adalah campuran telur, susu, vanila dan rum. Di Jerman, eggnog masuk dalam kategori minuman alkohol. Eggnog yang saya lihat berwarna kuning seperti warna kuning telur. Tentu kue ini terasa enak karena ada campuran eggnog dan kacang, seperti yang saya nikmati di acara wedding di sini.

Ini kue erdnuss sahne torte.

Kacang memang bisa menjadi bahan campuran kue tart atau torte dalam bahasa Jerman. Erdnuss sendiri dikenal sejenis peanut, dalam bahasa Inggris. Di Jerman sendiri ada beberapa kue yang menyelipkan kacang di dalam sajiannya. Erdnuss bisa dijadikan bahan dasar kue atau dijadikan dekorasi. Itu semua ada di pilihan peracik kue.

Nah di kue kedua ini, saya mendapati kacang memenuhi isian kue. Kacang memang tidak dihancurkan dalam kue, tetapi diletakkan pada lapisan isian kue dan lapisan atas sebagai dekorasi. Hasilnya, seperti yang anda lihat, kue ini tidak hanya enak, tetapi juga cantik terlihat.

Makanan Khas Timur Tengah (12): Koushary, Hidangan Perpaduan Nasi, Pasta dan Kacang Lentil

Salah satu porsi koshari atau koshary yang saya ambil.

Hidangan dari Mesir ini masih berlanjut dan tak luput juga diulas. Pasalnya saya sempat melihat hidangan ini beberapa kali diletakkan di meja prasmanan. Saya pun penasaran dan mengambil sedikit porsi dalam piring saya. Saya tertarik karena koushary, nama yang tertulis di atas meja prasmanan, berisikan nasi, sedikit pasta dan kacang. Hmm, rasanya pun enak.

Koushary, ada yang menyebutnya sebagai kushari, koshary, kosheri atau koshari. Sepintas nama-nama tersebut terdengar sama jika disebut, hanya penulisannya berbeda karena diambil dari huruf lokal yang berbahasa arab.

Saya membayangkan koushary ini seperti saya biasa membeli nasi uduk saat tinggal di Jakarta atau nasi kuning saat saya tinggal di Bandung. Koushary ini bisa dijumpai hampir di seluruh warung makan di Mesir. Ini seperti street foods juga yang mengeyangkan. Bayangkan makan satu porsi koushary sudah lengkap dengan nasi, pasta dan kacang lentil yang berbumbu. Lalu diberi bawang goreng di atasnya maka semua sudah terasa nikmat buat orang-orang di Mesir. Anda tinggal memilih lauk pauk atau tumisan sayur sebagai pelengkap.

Jika India punya Dal Makhani sebagai makanan nasional, maka Mesir punya koushary.

Koshary seumpama nasi uduk Jakarta atau nasi kuning Bandung bisa dicocokkan dengan sambal khas tomat dan lain sebagainya. Satu piring penuh koushary tersedia 200 kalori bila dihitung nilai gizinya. Tak ada aturan untuk menikmati koushary sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Bahkan jika anda sudah merasa lapar, koushary bisa dibeli di pinggir jalan.

Ketika Husain menceritakan koushary, saya seperti tak habis pikir bagaimana menikmati semua secara bersamaan. Ini tampak berantakan dan tak menarik. Suami saya yang melihat saya mengambil satu porsi di piring tampak meragukan bahwa saya akan menghabiskannya. Ternyata ini enak, renyah, gurih dan berbumbu yang nikmat. Antara nasi, mie (pasta) dan kacang bersamaan.

Nyatanya koushary wajib dinikmati bila anda datang ke Mesir. Bahkan saya semakin penasaran ketika warung makan, gerobak kaki lima di Kairo hingga restoran pun menjualnya. Anda akan semakin penasaran jika anda tidak mencobanya saat sedang berada di Mesir.

Apakah anda sudah pernah menikmati koushary sebelumnya?

Dal Makhani, National Dish of India by Taj Mahal Restaurant: Yellow Lentils prepared with Butter

Dal Makhani.

It is served better with rice.

How do you think about India dish? I wasn’t sure this food because I have tried previously in Malaysia. Recently, some collegues had invited me to try out Indian cuisine in restaurant. I thought this food only to prove for second times that this food is not delicious like as my prior experience. Hmm, my opinion was wrong. It was yummy and perfect delicious when I tried at second times.

Taj Mahal restaurant in here provided Dal Makhani with red kidney beans, some vegetables, butter and cream. I was been there for first fime, please find my recommendation in here.

Dal Makhani tastes yummy and tasty that meant totally different my “Dal Makhani” previously in Malaysia. A waiter asked me to have parata or roti as Indian bread as side dishes, but I’d prefer to have rice as my main foods in South East Asian usually.

Some literaturs inform this dish comes from Punjab, the region in north area of India. Dal Makhni is served with lentis or bean and vegetables. Many Indians people like to consume in the big days such as birthday, wedding or religious events.

Well, good to know. Later I’ll come to try out another menu hehehe…

***

In Bahasa Indonesia

“Dal Makhani” Makanan Khas dari India

Di Indonesia kita terbiasa membuat nasi kuning atau nasi tumpeng untuk merayakan hari jadi seperti ulangtahun atau perayaan yang meriah lainnya. Nah, di India bisa jadi bukan nasi kuning tetapi kacang kuning yang diberi mentega khusus dari India bersama sayuran. Rasanya ternyata enak juga. Saya menyantapnya dengan nasi panas khas restoran India.

Ini kali kedua saya menyantap Dal Makhani. Sebelumnya saya pernah membelinya di salah satu restoran India di Malaysia namun rasanya benar-benar hambar dan tak enak. Ketika saya mendapat undangan seorang kolega di sini untuk makan malam di restoran India, maka saya membuat eksperimen makanan yang pernah saya makan sebelumnya. Ternyata rasanya lezat sekali dan tak mengecewakan.

Makanan ini disajikan dengan rempah yang kaya dengan kacang di dalam. Setelah saya cari literaturnya bahwa kacang yang digunakan adalah kacang kuning atau sejenis kacang-kacangan bersama sayuran lainnya. Hal yang membuat enak lainnya adalah butter yang saya rasa tidak mudah ditemukan di mana pun atau memang sengaja dengan resep khusus di India. Jadi bagi anda yang merupakan vegetarian atau tidak makan daging, makanan ini saya rasa cocok karena benar-benar lezat tanpa daging sekalipun.

Dal Makhani konon berasal dari Punjab, wilayah utara India. Kata pramusaji yang menjelaskan bahwa makanan ini biasa disajikan sebagai makanan meriah saat ada acara pernikahan, ulangtahun atau upacara keagaaman.

Begitulah, saya akan mencoba menu lain hehehe…