Sandwich Salmon Saus Pesto, Pilihan Menu Kreatif Kafe

Ini dia sandwich salmon saus pesto.

Sandwich adalah salah satu makanan praktis yang umumnya disajikan di kafe atau kedai roti. Begitu praktisnya, sandwich tidak perlu memakan waktu untuk mengolah dan memasaknya. Sandwich juga tak perlu memakan banyak bahan makanan. Artinya, sandwich adalah makanan dengan harga terjangkau dibandingkan makanan umumnya. Namun bukan berarti sandwich tidak menyehatkan loh. Semua kembali dari bagaimana anda menyajikan sandwich.

Isi dalam sandwich seperti ini.

Saya memesan sandwich ini ketika saya dan suami mengendarai mobil dari Praha menuju rumah di Jerman. Kami sudah lapar, kemudian mobil berhenti di suatu kota yang saya lupa namanya. Kami berhenti di kafe kekinian, tempat anak muda nongkrong. Kafe diatur sedemikian rupa yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama. Tampang kami berdua yang asing membuat saya urung mendokumentasikan suasana kafe. Apalagi kami pun tak bisa berbicara bahasa Ceko yang membuat kami terlihat sebagai turis.

Karena saat itu adalah menjelang makan malam, pramusaji menawarkan menu hanya sandwich saja. Kami tergiur dengan sandwich yang berisikan saus pesto racikan mereka sendiri. Beberapa kali, saya membahas saus pesto seperti di link ini. Saus pesto lebih banyak dikenal pada kuliner Italia, namun siapa sangka bahwa saya menemukan kuliner saus pesto di Ceko.

Cara membuat saus pesto itu mudah. Saus ini terdiri atas daun kemangi, kacang pinus panggang, bawang putih dan minyak zaitun. Semua bahan dicampur dan dihancurkan dengan food processor. Saus pesto bisa juga digunakan untuk pasta. Sedangkan untuk sandwich, ini bisa dimasukkan bersamaan daging salmon yang sudah matang. Lalu seperti yang anda lihat, ada sayuran hijau sebagai penambah rasa dan dekorasi.

Sandwich ini disajikan dalam kondisi hangat. Jadi setelah semua bahan dibentuk menjadi sandwich, maka sandwich dipanggang beberapa menit. Sandwich ini terasa lezat disajikan dalam kondisi hangat.

Bagaimana menurut anda?

Advertisements

Agnes Bernauer dan Pina Colada, Menikmati Kue Lezat di Cafe Greindl, Passau: Rekomendasi Tempat (25)

Kaffeetrinken di sini.
Kue ini bernama Agnes Bernauer.
Sedangkan ini disebut Pina Colada.

Siapa sangka nama kue di atas seperti nama seseorang yang membuat penasaran. Rupanya kedua nama itu disematkan pada kue yang kami pesan di kafe Greindl, Passau. Letak kafe ini berada di kota tua, Altstadt dimana ini menjadi jalur destinasi wisata.

Di kota tiga sungai ini, ada kafe yang menyajikan kue, cokelat dan kuliner dengan suasana yang nyaman. Semakin tergiur memandang aneka kue yang tampak lezat yang dipajang, kami pun masuk mencicipi dari sekian kue yang ditawarkan. Katanya Kafe Greindl menawarkan torte yang sangat enak. Sayangnya kami datang terlambat sehingga torte pun sudah sold out.

Kue dan aneka pastry yang dijual terasa lezat karena saya sudah sering membelinya. Jika anda suka cokelat, anda juga mencoba aneka cokelat yang dikemas menarik untuk dicicipi atau sekedar buah tangan. Jangan lupa pesan kopi atau teh sesuai selera anda!

Rupanya tak hanya itu, kafe ini menyediakan juga pilihan sarapan pagi. Sarapan pagi ala western bisa anda nikmati dengan harga terjangkau. Anda juga bisa berkunjung ke dua kafe lainnya di Passau yang sama-sama masih dikelola keluarga Greindl.

Semoga bermanfaat!

Chilli Cheese Fries, Wili dan Emil Ditawarkan Farmstead Passau: Rekomendasi Tempat (23)

Ini makan siang yang dinamakan “Emil”.

Menjejakkan kaki di kota tiga sungai, Passau maka anda akan menemukan banyak kafe dan restoran yang menawan anda untuk betah di sini. Apalagi kafe yan menawarkan tempat yang cozy dan asyik buat nongkrong untuk anak muda. Interior yang dibangun di dalam kafe membuat tua muda betah duduk berlama-lama. Ditambah lagi letak kafe yang strategi di kisaran kampus dan terminal bis. Wah, ini jadi pilihan menarik untuk berkunjung pastinya.

Adalah Farmstead sebagai tempat makan yang bertema natur dengan aneka menu yang ditawarkan. Ada menu sarapan pagi, brotzeit, makan siang hingga cuma sekedar snack dan kue. Lengkap di kafe ini. Makanan yang ditawarkan juga tak membuat ragu para mahasiswa dan remaja untuk nongkrong dan berlama-lama di sini. Harga menu makanan dan minuman terjangkau.

Chili cheese fries

Tak ingin makan siang, saya dan teman mahasiswa bisa memilih ini untuk menemani ngobrol. Ini sejenis snack, terbuat dari kentang goreng. Menariknya, kentang goreng diberi bumbu chilli corn canne yang agak pedas dan ada jagung manisnya. Sebagai topping, ada irisan keju. Anda bisa meminta saus mayonaise untuk menemani anda menikmatinya. Jangan ditanya, pastinya enak!

Emil

Kali lain saya datang lagi bersama teman mahasiswa lainnya mencoba menu ini. Namanya Emil, yang masuk kategori makan siang. Emil terdiri atas nasi putih, chili con carne, keju feta, jagung manis dan kentang goreng. Ada tambahan kacang polong dan daun rucola sebagai salad. Rasanya yummy!

Wili

Untuk makanan terakhir ini, makan siang non halal. Pasalnya ada suwiran daging babi goreng di antara nasi dan sauerkraut. Ditambah saus lezat madu dan barbeque yang dipadukan untuk menikmatinya. Ada daun rucola sebagai salad. Recommended!

Untuk pilihan minuman, anda bisa minuman dingin atau panas. Ada jus juga yang menyehatkan seperti yang dipesan teman saya, jus jeruk ditambah madu. Sedangkan saya memilih teh dari afrika.

Rekomendasinya:

  • Selera kuliner yang yummy, sajiannya cukup kreatif, enak dan terjangkau.
  • Interior kafe menunjang dan instragramable.
  • Asyik dan cozy buat nongkrong.
  • Strategis lokasinya.

Silahkan datang ke Farmstead ke alamat di bawah ini

Nibelungenplatz 2, 94032 Passau. Jerman

Semoga bermanfaat!

Ini Dia Beda “Eiskaffee” dan “Eiscappucino” Di Sini

Eiskaffee.

Eiskaffee. 

Welcome Monday! Recently the weather has increased warm around here. So would you rather order iced coffee or iced cappucinno as your wish? Thus, a following post is about the difference iced coffee and iced cappucinno served by cafè in here. 

***

Menjelang musim panas apa saja kebiasaan orang di sini yang biasa dilakukan? Duduk dan ngobrol di kafe sambil memesan “eiskaffee dan “eiscappucino” yang tertera di daftar menu. Dalam sehari saja puluhan orang bisa memesannya bersamaan. Yups ini adalah pilihan lain setelah menikmati es krim. Maklum cara ini untuk mengusir panas yang datang akhir-akhir ini.

Untuk es kopi biasa disebut eiskaffee, menggantikan budaya kaffeetrinken yakni menyeruput kopi panas dan makan kue. Namun karena udara yang hangat dan teriknya matahari di luar, membuat sebagian orang mengubah kaffeetrinken dengan memesan eiskaffee. Tak mau kalah, saya dan suami sering menyambangi kafe hanya untuk membeli dan mengamati orang lalu lalang. Asyiknya orang “membakar” tubuh mereka agar tetap terpapar matahari.

Di Indonesia mungkin saya sudah terbiasa mengalami cuaca yang hangat dan memesan es kopi. Tetapi tidak di sini, banyak orang senang mendapati diri duduk-duduk di kafe sambil ngobrol ngalur ngidul. Ya, banyak kafe menyediakan area terbuka agar pengunjung bisa menghirup udara di luar dan tetap terpapar matahari. Jangan salah area balkon atau teras luar kafe hampir dipadati pengunjung! Tak hanya itu, kafe juga menjual suasana yang menarik di tengah kota dengan pemandangan lalu lalang orang jalan.

Apa yang membedakan eiskaffee dan eiscapuccino?

Eiscappucino.

Jika di lihat pada kedua gambar eiskaffee di atas, maka anda akan melihat kesamaan. Bahwa disajikan dalam gelas jumbo yang ukurannya mirip padahal di kafe yang berbeda. Dalam eiskaffee terdiri atas kopi hitam pahit dan dua skup es vanilla. Lalu sebagai topping, diberi sahne yakni krim. Sebagai pemanis hidangan, bisa diberi astor, wafer, cokelat yang digulung seperti sedotan.

Sedangkan eiscapucino terdiri atas cappucino pahit ditaruh dalam gelas besar. Tambahkan beberapa potong es dan diberi topping krim. Tentu eiscappucino harganya lebih murah ketimbang eiskaffee. Rasa keduanya tentu berbeda, tergantung selera pemesan.

Selain perbedaan rasa, perbedaan lainnya terletak di warna. Eiskaffee memiliki warna lebih gelap ketimbang eiscappucino. Karena di dalamnya benar-benar kopi, sedangkan eiscappucino hanya cappucino saja. Jika anda harus memesan, mana yang ingin anda coba?

Semoga bermanfaat!

Tanda Berakhirnya Musim Dingin, Antri Beli Es Krim

Ice cream is always great idea after winter passed over.

Musim dingin sebenarnya sudah berlalu beberapa hari lalu. Namun udaranya memang masih belum bersahabat. Terkadang hujan dan disertai angin membuat tubuh jadi kedinginan. Padahal kita di sini sudah tidak pakai jaket tebal lagi. 

Begitu berartinya ramalan dan informasi cuaca buat kami di sini. Informasi cuaca bisa menentukan apa yang akan dilakukan orang, apalagi hari Minggu. Jika cuaca tidak mendukung, tentu banyak orang lebih memilih berdiam diri di rumah. Sebaliknya, jika udaranya bersahabat bahkan matahari begitu bersinar dengan terik maka banyak orang senang beraktivitas di luar rumah.

Ini pula yang terjadi pada saya dan suami yang kemarin minggu baru saja meluangkan waktu di hari Minggu yang indah. Begitu indah sehingga kami melihat begitu banyak orang melakukan kegiatan di luar rumah. Kami memilih berjalan kaki, menikmati area turis yang jadi pusat kota. 

Di hari Minggu hanya kafe dan restaurant yang tetap buka. Apalagi kami menikmati suasana di area turis, tentu banyak orang senang duduk di kafe dengan sinar matahari membakar tubuh mereka. Hampir sebagian besar restoran dan kafe menggelar kursi dan meja pelanggan di luar sehingga pengunjung dapat menikmati sinar matahari.

Dengan begitu kita paham bahwa musim dingin telah berakhir. Orang meninggalkan jaket tebal mereka dan membiarkan diri terpapar sinar matahari yang sebenarnya tidak terik. 

Tak hanya itu, banyak orang antri membeli es krim. Beberapa kafe yang menjadi spesialis penjualan es krim begitu laris menarik minat pelanggan. Bahkan banyak orang antri untuk membelinya. Penasaran, saya dan suami mendatangi salah satu kedai es krim yang laris.

Kafe yang kami kunjungi mengklaim spesialis es krim gelato yang memang asli racikan dari Italia. Hmm, saya memesan es krim cokelat dan suami memesan es krim erdbeeri. Erdbeeri bentuknya seperti buah strawberry. Bentuknya lebih kecil dan rasanya manis asam. 

Bagi sebagian orang mungkin makan es krim tidak mengenal musim bahkan musim dingin sekalipun. Namun kebanyakan orang memilih menikmati sajian es krim yang nikmat setelah musim dingin berakhir. Mereka senang duduk di luar sembari membiarkan tubuh terkena pancaran sinar matahari. Atau menikmati es krim sembari berjalan. Semua terserah pada selera anda.

Bagaimana dengan selera anda menikmati es krim?

Thai Leves Ràkkal & Olasz Paradicsom Leves Mozzarellàval: Kuliner Budapest, Hungaria (4)

Shrimp soup atau Thai Leves Ràkal.

 

Dua cappucino.

 

Nasi Jasmin.

 

 

Tempatnya asyik untuk nongkrong.

 

 

Ini bonnya, bisa bayar dengan Euro.

Menyusuri kuliner di Budapest tak ada habisnya. Begitu banyak tempat nongkrong yang asyik untuk menghabiskan romansa malam. Kami berhenti di area turis, namanya La Lucia Wok & Grill di Vàci utca 25, Budapest. Rasanya kami berdua ingin sesuatu yang hangat seperti kopi dan sup melewati dinginnya malam di sini.

Dengan ramah kami disambut oleh pramusaji. Senangnya di Budapest, hampir semua pramusaji yang kami temui bisa berbahasa Inggris sebagai pengantar. Bahkan kami juga sering mendapati pramusaji berbahasa Jerman saat tahu kami dari Jerman. Menarik ya!

Kami berdua pesan cappucino, suami pesan yang agak besar sementara saya cukup cangkir kecil. Cappucino di sini berasa seperti di Italia, Baristanya paham sekali meracik kopi. Kami cukup menghangatkan tubuh di sini karena di luar suhunya benar-benar dingin dan berangin.

Suami pesan sup yang ditulis berasal dari Italia, namanya Olasz Paradicsom Leves Mozzarellàval. Ini semacam sup hangat bersaus tomat dan keju mozarella di dalam. Kesan suami, rasanya cukup enak. Ya, saya percaya saja karena suami tak seperti biasanya menawari saya untuk mencicipi makanannya. Bisa jadi supnya benar enak.

Pesanan saya adalah sup juga tetapi dari Thailand. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya rindu ingin makan nasi. Suami pun memenuhi permintaan saya. Syukurlah, kafe ini menyediakan nasi juga meski saya harus membayar lebih untuk seporsi nasi Jasmin. Biasanya sup khas Thailand yang saya pesan disajikan dengan roti, namun permintaan khusus dari saya pun bisa dipenuhi oleh pramusaji.

Sup dari Thailand ini semacam kari hijau yang berkuah santan, namanya Thai Leves Ràkal. Ini semacam shrimp soup dimana terdapat beberapa potong udang, irisan jamur dan irisan bawang merah besar yang berkuah santan kari. Mungkin saya sudah rindu masakan Asia atau saya juga lapar sehingga bagi saya, makanan ini enak sekali. Terbayar sudah niat makan nasi di sini.

Tempatnya yang asyik dan makanannya yang enak tentu membuat siapa saja betah berlama-lama di kafe tersebut. Seperti biasa, ada WIFI gratis dan layanan toilet. Kode membuka toilet ada di bawah struk pembayaran. Begitulah di beberapa negara Eropa, anda perlu membayar dan mendapatkan kode untuk membuka pintu toilet.

PS: Saya lupa mengambil foto pesanan suami karena begitu asyiknya menikmati makanan saya.

Bagaimana menurut anda?

Coba Milchkaffee di Kafe Barista, Austria: Rekomendasi Tempat (2)

Satu cappucino di depan dan satu milchkaffe milik saya.

Milchkaffee rasanya mantap di sini.

Ada juga pilihan minum berbagai varian teh dari berbagai belahan dunia lainnya.

Ini dia tempatnya.

Sambil menikmati suasana kota Baroque di luar kafe.


Tanggal 31 Oktober kemarin adalah hari libur di Jerman. Saya dan suami memutuskan berbelanja dan jalan-jalan di kota Schärding, Austria. Kota ini pernah saya bahas sebelumnya, karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jerman. Usai jalan, saya pun menikmati pusat kota dengan nongkrong di warung kopi layaknya turis. Saya lihat ternyata banyak juga orang Jerman yang datang ke sini. Ini terlihat dari plat mobil mereka yang lalu lalang dan parkir.

Baca https://liwunfamily.com/2017/11/06/scharding-kota-tua-di-austria-bergaya-baroque-2/

Sebagian turis senang untuk berada di luar kafe karena bisa menikmati pemandangan bangunan baroque di sekitar kafe. Lagi pula udaranya yang sejuk seperti membuka pintu kulkas, membuat mereka betah duduk di luar kafe. Sementara suami saya tahu bahwa saya lebih memilih duduk di dalam karena ingin menghangatkan badan. Kafe yang saya kunjungi bernama ‘Barista: Làchinger’s Cafè & Bar’ berada di deretan bangunan baroque di pusat kota Schärding. 

Struktur bangunan yang menarik di dalam kafe membuat banyak orang betah dan nyaman. Saat kami datang, kafe ramai dikunjungi terlihat dari hilir mudik pramusaji memenuhi permintaan pelanggan. Jadi sebagai tamu kafe, kita tinggal duduk hingga si pramusaji datang dan menanyakan pesanan. Begitu pun saat selesai memesan dan ingin membayar, kita panggil lagi pramusaji. Pramusaji bertugas merangkap sebagai kasir juga. Dia akan membuatkan bon pesanan kita dan menerima pembayaran. Jangan lupa tip ya!

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/23/jangan-pelit-beri-tip/

Karena saya tidak ingin minum kopi, pilihan jatuh antara teh atau milchkaffee. Di sini ada beragam teh yang kelihatannya mampu membuat saya rileks dan hangat setelah berdingin ria di luar. Tiba-tiba pramusaji datang menanyakan pesanan. Suami langsung berkata “Eins capuccino und eins milchkaffe.” Ya saya tidak protes juga karena saya juga bingung di antara dua pilihan. Milchkaffee, mengapa tidak?

Milchkaffee di sini bisa juga disebut hauskaffee. Di Indonesia boleh diartikan secara harafiah adalah kopi susu, namun ini berbeda seperti biasa dikenal di Indonesia dimana menggunakan susu kental manis. Di Jerman, milchkaffee populer bila mereka tak terlalu suka dengan kuatnya kafein dalam kopi. Kopinya pertama-tama disaring. Lalu komposisinya 50% kopi dan 50% susu cair, tanpa perlu pemanis lagi. Biasanya ada yang menaburkan juga bubuk kakao agar ada rasa manisnya. Ada yang mengatakan milchkaffee seperti minuman espresso yang mewah. 

Selang lima belas menit kemudian, pesanan datang. Ukuran cangkir cappucino lebih kecil ketimbang cangkir milchkaffee. Lalu kami berdua mendapatkan masing-masing satu gelas kecil isi air putih biasa. Setelah dinikmati keduanya benar-benar enak. Tempatnya pun nyaman dan asyik untuk ngobrol.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan kue-kue yang terlihat lezat. Sayangnya saya tidak mencobanya. Kami juga senang karena kafe ini juga menyediakan toilet yang nyaman bagi pengunjung. Ini penting karena di daerah wisata, kita masih kesulitan mendapatkan toilet umum.

Mungkin lain kali lagi kami datang, saya ingin mencoba aneka teh yang berasal dari berbagai belahan dunia lain. Tempatnya recommended, bila anda berwisata ke sini.

Menurut saya milchkaffee rasanya tepat jika anda suka kopi namun tidak terlalu kuat kandungan kafeinnya. Karena milchkaffee juga mengandung susu, bukan krim atau creamer loh. Jika anda datang ke Jerman atau Austria, silahkan coba milchkaffee atau hauskaffee, dijamin ketagihan deh!

Semoga bermanfaat!

Bagaimana pengalaman anda meminum milchkaffee atau mungkin kopi susu?

Kafe Tchibo: Rekomendasi Tempat Minum Kopi (1)

Rasa kopinya nikmat.

Kafe Tchibo di salah satu kota di Austria.

Selain menyedikan kopi yang siap diminum, di sini dijual juga mesin pembuat kopi.

Dijual pula aneka rasa kopi dari berbagai belahan dunia.

Ada pilihan rasa lain jika ingin mencoba. Harganya juga pas di kantong. 


Tak lengkap acara windows shopping tanpa nongkrong di kafe. Betul ya? Apalagi saat musim gugur yang mellow dan suhunya antara 8 derajat hingga 10 derajat di luar seperti ini, mending ngupi-ngupi cantik sambil melihat orang yang lalu lalang berbelanja. Nah, berhentilah saya dan suami ke kafe yang tak pernah sepi baik di Jerman maupun di Austria. Lalu di negara lain bagaimana? Saya baru mencoba di dua negara tersebut.

Di Jerman, kafe Tchibo ada di banyak tempat seperti daerah wisata atau mall. Pas saya nge-mall, saya perhatikan kafe ini tak pernah sepi. Lalu saya lihat harganya di papan display di atas kasir, masih terjangkau. Menurut saya jika minum segelas cangkir kopi mahal, males juga ya. Paling enak minum kopi jika harganya pas di kantong.

Akhirnya saya pun mencicipinya pertama kali dengan suami di mall di Jerman. Suami yang pesan di kasir, saya yang pilih tempat duduk. Jika datang saat wiken, kafe ini penuh. Jadi saya segera berebut mencari tempat duduk. Done! Saya dapat tempat duduk di pojok untuk berdua.

Beberapa pelanggan saya lihat mereka menikmati kopi sambil berdiri karena kafe menyediakan hanya meja saja. Mereka cukup nyaman menikmati kopi sambil ngobrol dengan berdiri. Pelanggan lain tampak memilih kemasan kopi yang bisa dinikmati sambil keliling mall atau dibawa pulang. Namun ada juga pelanggan lain yang sabar menanti hingga ada tempat duduk yang kosong.

Sebagian dari kedai kopi ini juga menyediakan penjualan yang berkaitan dengan kopi misalnya kopi dari berbagai penjuru dunia. Saya juga melihat mesin pembuat kopi yang praktis dijual di sini. Semua yang dijual berkaitan dengan kopi. Konsep seperti ini juga sama ketika saya nongkrong dengan suami di kafe Tchibo di Austria. 

Pesanan kopi datang dalam hitungan yang tak lama. Dua cappucino untuk saya dan suami. Rasa kopinya nikmat sekali dan membuyarkan rasa kantuk kala saya belum mendapatkan barang yang dicari di Mall di Jerman. Begitulah manfaat kafein, kita jadi bersemangat lagi jalan-jalan menikmati senja di sore hari saat saya dan suami minum kopi di salah satu kedai Kafe Tchibo di Austria.

Alasan kedai kopi ini direkomendasikan:

  • Kopinya enak.
  • Asyik buat nongkrong meski jika wiken atau hari libur suka penuh.
  • Harga kopi terjangkau.
  • Bisa membeli pernak-pernik kopi juga di kedainya.

Semoga bermanfaat! Sudahkah ngopi anda hari ini?☕

Rahasia Kopi Ada di Tangan Si Pembuat. “It Comes From your Heart”

Kopi espresso yang dibuatkan spesial untuk saya karena penasaran dengan rahasia kopi mereka.

Mesin kopi milik hotel.

Dua cappucino yang membuat saya jatuh cinta pada kopi lagi.

“I love your cappucino. Could you tell me how to make it?” tanya saya pada staff hotel di Roma. Dia sudah membuatkan saya dua kali cappucino untuk sarapan pagi ini. Bahkan saat meminta cappucino kedua kalinya, perempuan mungil seperti saya ini, tersenyum dan menjawab dengan senang hati. Sebenarnya meracik kopi bukan pekerjaannya, namun dia belajar untuk menjadi bagian dari pekerjaannya. 

“I just learned how to make it. This is my pleasure if you like my coffee,” kata staf hotel itu lagi seraya memberikan dua cappucino untuk saya dan suami.

Ketika jam sarapan sudah mulai tutup, jam 09.30 waktu Roma maka staf pun memperhatikan apa yang diperlukan lagi buat para tamunya. Keperluan saya pun belum selesai bertanya rahasia kopi buatan mereka. Selama beberapa hari di Roma, saya jatuh cinta dengan kopi buatan mereka.

“You know there are two ways to make a good coffee. First, it depends on your branding coffee. We have the best coffee in the world. We called ‘Illy.’ If you find Illy in cafe, it means that cafe has the best coffee from Italy,” kata staf hotel menjawab pertanyaan saya. Menarik ya! 

Karena rasa penasaran saya tentang kopi. Dia melihat dua kopi di depan mata pun telah habis diminum, dia tawarkan lagi espresso. Hah! Saya khawatir bermasalah dengan maag saya jika meminum kopi dengan kadar kafein terlalu tinggi. Namun semoga tidak ada masalah apa pun. Dia bawakan dua cangkir kopi espresso untuk saya dan suami.

“Before explaining the second ways and the secret, you must try this caffee” tawar dia sembari memberikan dua kopi espresso. Rasa kopi esspresso itu seperti meminum wine. Minumnya hanya sedikit atau porsi kecil namun rasa kafeinnya mampu bertahan hingga tiga sampai empat jam di lidah. Aroma kopinya begitu kuat saat saya mencium. Betul saja! Di lidah rasa kopi ini masih ada hingga beberapa lama. 

Meminum espresso itu memang hanya porsi kecil. Sesungguhnya khasiat kopi bila anda tidak mencampurkan kopi dengan apa pun juga seperti gula atau susu. Rasa kopi asli adalah pilihan utama bahwa kopi itu sesungguhnya tanpa rasa.

“The second ways, you must know how procedure to make a good coffee. We have special coffee machine” jelasnya kepada kami. Kami pun termangut-mangut masih ‘mabuk’ dengan rasa espresso pagi itu. Bayangkan ini pertama kali saya minum espresso. Puji Tuhan, perut saya tidak bermasalah setelah meminumnya!

“Above all, how to make the best coffee actually. This” kata dia sambil menunjukkan tangan di bagian dada. “The secret comes from your heart. You ensure you do it the best. Do it with love!” 

Pelajaran kopi yang menarik pagi ini dari orang Italia. Coba deh anda buat kopi sambil mengumpat atau dalam keadaan marah, apakah kopi berasa nikmat? Kopi yang dibuat dengan penuh cinta akan selalu membuat anda terkesan.

Tak peduli seberapa canggihnya mesin kopi atau seberapa enaknya biji kopi namun apa lah daya jika pembuat kopi tidak melakukannya dengan penuh cinta. Jika anda membuat kopi dengan cinta, maka mereka yang meminumnya akan jatuh cinta seperti saya saat ini di Roma. 

Para pembuat kopi di Italia akan selalu bangga jika mereka mampu menyajikan kopi terbaik kepada pelanggannya. Mereka suka jika anda puji kopi buatannya. Meminum kopi di Italia itu bisa lebih dari sekali setiap hari. Kebiasaan minum kopi di Italia bukan sekedar gaya hidup. Minum kopi di Italia adalah budaya. 

Ini budaya yang tercipta karena tradisi bahwa kopi lebih sekedar minuman. Kopi adalah gairah hidup setiap hari. Slurput, nikmat sekali! ☕

5 Alasan Mengapa Saya Suka Minum Kopi?

Life begins after coffee. 

Obrolan kopi memang selalu menarik untuk menjadi bahan tulisan saya. Seolah-olah kopi memberi filosofi dalam kehidupan menurut saya. Menikmati kopi seperti menikmati momen hidup saat itu juga. Bahkan kopi jadi solusi kala mood saya turun saat bekerja. Meminum kopi adalah keseharian yang saya temukan pada orang-orang sekitar saya.

Lalu saya tertarik dan bertanya juga pada mereka, mengapa mereka suka minum kopi? Jawabannya bervariasi. Mungkin anda sebagai penikmat kopi menemukan salah satu alasan di bawah, berikut ini:

  • Karena rasa kafein di dalam kopi yang disukai.

Kopi mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh, bahkan teh hitam sekalipun. Teh hitam maksudnya teh pekat dengan 1 teabag setara untuk 3 gelas teh. Kadar kafein dalam kopi dipercaya membangkitkan semangat seseorang sehingga banyak orang beralasan sarapan harus dengan secangkir kopi. Kafein merupakan senyawa kimia dari kafeina, yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman.

Baca: https://liwunfamily.com/2015/11/22/apakah-perempuan-yang-sedang-hamil-boleh-minum-kopi/

  • Karena aroma kopi yang memikat dan menggugah selera.

Jika saya sudah membuat kopi di kantor, satu atau beberapa orang teman pasti akan bergabung bersama saya untuk minum kopi bersama. Saat saya tanya mengapa? Mereka mencium aroma kopi yang saya buat. Secara psikologis indera penciuman berpengaruh untuk menentukan selera makanan atau minuman. Aroma kopi memang selalu menggugah rasa. Dari aroma kopi anda juga bisa menentukan varian dan asal kopi. Itulah uniknya aroma kopi.

  • Karena keluarga saya peminum kopi.

Keluarga adalah pengalaman pertama dalam kehidupan. Saya belajar minum kopi ketika ibu saya meminum kopi setiap pagi. Lalu suami juga meminum kopi tiap pagi. Rupanya kebiasaan meminum kopi saat sarapan karena budaya meminum kopi dari ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga. Salah satu hadiah yang saya terima saat berkeluarga di Jerman adalah mesin pembuat kopi. Budaya minum kopi yang tumbuh dalam keluarga juga menentukan kebiasaan minum kopi.

  • Karena meminum kopi membuat saya relax.

Saat saya merasa workload di kantor bertambah atau ada tugas-tugas yang harus diselesaikan yang menyebabkan saya tegang dan tertekan maka kopi jadi ide yang menarik. Ternyata tidak hanya saya, beberapa rekan di kantor juga sering membuat kopi bersama di pantry hanya untuk membuat relax. Jadi bilamana stress menyerang dan tumpukan masalah dalam pikiran anda, segera buat kopi! Dijamin kopi bisa membuat relax.

  • Karena kopi menghilangkan rasa kantuk.

Alasan ngopi agar tidak mengantuk mungkin ini yang sering saya lakukan. Ini bukan iklan permen kopi. Namun seketika ide meminum kopi bisa terlintas kala rasa kantuk menyerang. Kopi dipercaya mampu mengusir rasa kantuk sementara waktu buat sebagian orang. Rupanya kafein dalam kandungan kopi juga bisa mengusir kantuk.

Baca: https://liwunfamily.com/2014/05/12/tak-bisa-tidur-kenali-penyebabnya/

Jika anda tidak bisa menemukan alasan di atas, kira-kira apa alasan anda meminum kopi? 

Dari lima alasan di atas, namun sebenarnya minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah ada sejak jaman dulu. Ini yang melatarbelakangi munculnya kafe sebagai tempat berkumpulnya orang menikmati rasa kopi. Seperti di Indonesia budaya minum kopi juga sudah ada sejak dulu. Ingat ‘kah minum kopi ala warung kopi?

Alasan terakhir yang menjamur pada generasi milenial pada kebiasaan minum kopi adalah bagian gaya hidup. Jadi mereka mewakili kebiasaan kekinian minum kopi dengan gaya metropolis. Jika dulu minum kopi cerminan orang-orang tua, kini berubah karena citra kopi sebagai bagian dari gaya hidup kekinian.

Baca:  https://liwunfamily.com/2018/09/26/6-manfaat-mengejutkan-minum-kopi-yang-perlu-diketahui/

Bagaimana menurut anda?