Mesir (26): Pyramid Giza dan Sphinx di Kairo yang Tak Lekang Waktu

Tiga Pyramid terbesar dan Sphinx. Titik ini selalu jadi spot foto favorit wisatawan.
Pyramid dari kejauhan.
Dua pyramid terbesar, tampak berdekatan.
Tampak dekat, padahal ini diambil dari lokasi yang jauh agar tampak keseluruhan.

Kunjungan ke the Egyptian Museum atau museum nasional di Kairo sudah selesai. Rombongan turis seperti kami berlanjut untuk makan siang. Kami berhenti di restoran yang menawarkan pemandangan pyramid Giza dari jendela restoran. Kami makan secara prasmanan dan menikmati kufta seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dari sini kami berlanjut ke Pyramid Giza dan Sphinx sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Untuk berkunjung ke sini, kami mengikuti program tur dari agen perjalanan. Sebelum tiba di lokasi, pemandu wisata membebaskan kami memilih untuk berkeliling area dengan delman atau berjalan kaki sendiri. Kami memilih naik delman, dengan membayar satu delman sekitar 20€. Biaya itu di luar trinkgeld dalam bahasa Jerman artinya tip jika anda ingin memberikannya. Kami berpikir ini praktis dan tak perlu berlelah menjangkau pyramid yang letaknya berjauh-jauhan.

Akhirnya kami tiba di pyramid Giza dan Sphinx yang menjadi satu lokasi. Letak Pyramid ini sekitar 18 kilometer dari pusat kota Kairo. Setelah pintu masuk, tiket dibagikan satu per satu sambil dijelaskan durasi kunjungan dan apa saja yang bisa dilakukan selama kunjungan. Lalu kami berjalan ke salah satu area Pyramid terdekat dan mendapatkan penjelasan dari pemandu wisata.

Susunan luar pyramid dari bawah ke atas seperti ini. Ajaib sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.
Satu delman untuk satu atau dua orang saja.
Saya pikir delman bisa jadi pilihan untuk mengelilingi pyramid yang letaknya berjauhan.
Sang kusir menjelaskan selama perjalanan berkeliling dan tak lupa uang tip.

Sphinx dari luar.
Ini dia salah satu keajaiban dunia.

Pyramid ini menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia karena diperkirakan sudah dibangun sejak lima ribu tahun lalu.

Pyramid ini berjumlah delapan dengan tiga pyramid yang terbesar. Pyramid Giza ini dibangun pada masa Old Kingdom. The great pyramid dibangun pada masa Firaun Khufu. Pyramid dibangun oleh orang Mesir jaman dulu untuk menyimpan tubuh Firaun raja mereka agar tetapa abadi menurut keyakinan mereka jaman dulu kala. Bahkan pyramid juga menyimpan barang-barang peninggalan raja untuk digunakan di akhirat nanti.

Kita bisa masuk ke dalam pyramid tertentu yang disarankan saja tetapi harus membayar lagi tiket masuknya. Setelah mendapatkan penjelasan petugas tur bahwa di dalam pyramid itu tidak ada apa-apanya lagi maka kami merasa tak perlu masuk dalam pyramid. Lagi pula tak ada juga turis dalam rombongan kami yang berniat masuk ke dalam pyramid. Karena di dalam pyramid sesungguhnya hanya struktur bebatuan dan konstruksi yang juga belum selesai.

Untuk menjaga Pyramid, dibuatlah Sphinx yang letaknya di depan. Kita bisa berjalan kaki ke arah Sphinx tetapi kami tak masuk ke dalam area museum, hanya berfoto di depan Sphinx mengingat kami tak punya banyak waktu. Sphinx ini dalam mitologi Mesir kuno sebagai penggambaran Firaun yang berwajah manusia tetapi bertubuh singa. Diperkirakan Sphinx telah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi. Sayangnya Sphinx yang tampak kini tak ada hidung dan tak utuh lagi.

Saran kunjungan:

  1. Berpakaian casual, nyaman dan mudah menyerap keringat. Suhu udara kami datang di musim panas memang sedikit hangat, daripada tak nyaman maka pastikan pakaian yang membuat anda nyaman selama di sana.
  2. Pakailah alas kaki tertutup. Alas tertutup menjaga kaki tetap bersih dari pasir dan nyaman, terutama untuk berjalan jauh.
  3. Pakai penutup kepala.
  4. Bawa kacamata surya karena ini melindungi mata dari angin yang membawa pasir halus.
  5. Ikuti petunjuk pemandu wisata.
  6. Jika anda tak ingin membeli sovenir, sebaiknya menolak dengan sopan dan menghindar.
  7. Bawa minum.
  8. Tidak membuang sampah sembarangan.
  9. Berhati-hati terhadap orang yang menawarkan berbagai jasa dan barang apa pun. Katakan secara sopan dan tegas.
  10. Tidak usah bawa banyak barang. Cukup letakkan di dalam mobil/bis di parkiran.

Mesir (25): Kairo Museum Nasional, Tempat Koleksi dan Informasi Peradaban Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Museum tampak depan.
Firaun Amenhotep III, yang ditemukan di Karnak Temple.
Lokasi lantai dasar.

Salah satu mumi yang dipamerkan.
Peti mati emas untuk menyimpan mumi di dalam.

Begitu tiba di Kairo, anda sebaiknya berkunjung ke museum nasional atau yang disebut sebagai El Mathaf El Masri dalam bahasa setempat. Sebagai destinasi wisata dunia, tempat ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Seperti saat kami datang, antrian begitu padat, tak teratur dan tampak kurang tertib. Bersyukurlah kami datang bersama agen tur, sehingga kami tidak begitu sulit untuk tiba di pintu masuk. Saran saya, anda perlu pergi dalam kelompok wisata sehingga mempermudah antrian masuk dan mendapatkan penjelasan selama di museum.

Setibanya di pintu masuk, tas dan barang bawaan harus melalui jalur screening tertentu. Itu sebab, sebaiknya anda tak perlu membawa banyak barang untuk mempersingkat jalur antrian. Lalu ikuti semua petunjuk pemandu wisata agar anda tidak tersesat. Maklum museum ini sangat besar. Saya rasa satu hari pun tak akan pernah selesai karena museum ini sarat dengan koleksi dan informasi bernilai historis yang tinggi. Jumlah koleksi antiknya sekitar 120 ribu. Untuk menjaga keutuhan benda purbakala ini, sebaiknya anda tak perlu menyentuh atau menjamahnya.

Museum yang dibangun sejak tahun 1902 ini terdiri atas dua lantai dan 56 kamar besar. Lantai pertama berisikan artefak periode tahun 1069 – 1550 Sebelum Masehi. Di lantai ini juga terdapat sarkofagus, patung hingga metal, aksesoris yang dipergunakan saat periode yang disebut the new Kingdom. Lantai 1 ini begitu luas karena sebagian koleksinya berasal dari Valley of The Kings yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Peninggalan para Firaun seperti Tuthmosis III atau Hatshepsut yang ditemukan di kompleks pemakaman Luxor Barat juga tersedia di sini.

Koleksi perhiasan misalnya sebanyak dua kamar. Ini menjadi perhatian buat saya bahwa warga Mesir dulu sudah tahu fashion, bagaimana mereka mendandani wajah, membuat tindik di telinga dan mengenakan kalung sebagai akesesoris. Untuk area perhiasan bernilai jual tinggi, tidak bisa didokumentasi pengunjung, hanya bisa dilihat secara bergantian dalam kamar tertutup.

Gambaran peninggalan Tutankhamun, termasuk topeng emasnya yang sampai sekarang masih dipamerkan di negara lain.




Hal menarik lainnya adalah satu area yang terdiri beberapa kamar peninggalan berharga dari Firaun Tutankhamun.

Gambaran kehidupan sebelum masehi yang memperlihatkan perhiasan dan aksesoris yang sudah ada.
Kursi peninggalan yang dipakai Firaun.





Sphinx, tempat paling banyak dijadikan berfoto para wisatawan.

Firaun Menkaure dari Dinasti Keempat, didampingi dewa Hathor dan Bat.

Denah peninggalan Tutankhamun menarik perhatian kami ketika beliau memiliki banyak peninggalan. Bahkan Firaun Tutankhamun memiliki topeng terbuat dari emas, yang kemudian dipamerkan di sejumlah negara maju yang tertarik dengan temuan ini. Dia disebut sebagai “King Tut” yang mencengangkan dunia dengan peninggalannya sekitar lima ribu. Di Museum ini peninggalannya disimpan dalam 7 kamar.

Tentu anda juga penasaran tentang penampakan mumi. Museum ini memiliki dua kamar menyimpan mumi dan satu kamar menyimpan mumi hewan. Pada mumi manusia diperlihatkan kubur batu, penutup tubuh yang terbuat dari dekorasi dan lapisan mewah hingga contoh mumi yang tampak masih utuh yang usianya mencapai tiga ribu tahun lebih. Dan dahulu mereka juga membuat mumi hewan. Di sini juga bisa ditemukan sphinx batu, hewan berwajah manusia yang di luar museum sudah tak utuh lagi.

Sedangkan lantai dasar berisi dokumen papirus, potret kehidupan sehari-hari dan dewa-dewa kuno. Lalu anda akan menemukan pintu keluar museum yang melewati toko sovenir besar. Di sini tersedia aneka pernak-pernik yang bisa dijadikan buah tangan. Bahkan jika pengunjung haus, di sini juga tersedia minuman yang dijual. Untuk toilet umum tersedia di dekat sini, namun pastikan uang receh untuk memberikan tip untuk jasa mereka.

Padatnya turis dan banyaknya koleksi memang membuat pengunjung seperti kami bingung. Itu sebab saya sarankan untuk datang bersama pemandu wisata sehingga anda benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan kunjungan anda.

Apakah anda suka berkunjung ke museum juga?

Mesir (24): Akhirnya Satu Hari di Kairo, Apa Saja Dilakukan?

Sisi sungai nil di Kairo.


Sungai nil tampak bersih dan airnya jernih.


Sungai nil membelah kota Kairo.

Sebelum saya memulai cerita liburan selanjutnya ke negara lain, saya lanjutkan petualangan saya masih di Mesir. Bagi kebanyakan orang Indonesia, Kairo adalah tempat wajib yang dikunjungi. Bukan hanya karena Kairo adalah ibukota negara Mesir saja tetapi kunjungan ke Kairo biasanya dilakukan sembari berziarah ke beberapa masjid tua. Begitu kata pemandu wisata yang mengiringi perjalanan kami ke Kairo setelah dia tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, diantara semua turis berbahasa Jerman.

Untuk mencapai Kairo, saya dan suami ikut program tur satu hari penuh yang ditawarkan agen perjalanan kami. Sekitar jam 2 dini hari, kami dijemput dengan bis eksklusif bersama rombongan turis berbahasa Jerman lainnya dari berbagai resort hotel di Hurghada. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain menuju Kairo, seperti pesawat dan taksi pribadi tetapi kami memilih naik bis eksklusif yang nyaman, tersedia toilet dan makan siang bersama di salah satu restoran terkenal di Kairo. Perjalanan dari Hurghada ke Kairo ditempuh sekitar lima sampai enam jam.

Saya dan suami memang memutuskan berkunjung ke Kairo, seolah tak lengkap jika sudah tiba di Mesir tetapi belum berkunjung ke Kairo.

Sepanjang perjalanan kami hanya mendapati gurun tandus dan sisi lainnya adalah laut. Terdapat juga hunian mewah saat kami melintasi perjalanan panjang tersebut. Pihak hotel juga membawakan kami paket sarapan pagi yang lengkap sehingga kami khawatir lagi kelaparan. Begitu pun saat kami tiba di Hurghada, kami juga disediakan makan malam di hotel. Berwisata di Mesir memang tak perlu khawatir soal makanan.

Terminal bis di pusat kota Kairo.

Tampak masjid.
Sisi jalanan Kairo, ada delman.
Tampak gersang.
Kairo menjadi pusat perdagangan di benua Afrika.

Di tengah perjalanan, kami berhenti hanya satu kali rest area yang sepertinya semua transportasi darat pasti berhenti di situ. Ini semacam foodhall, toilet umum, kafe dan tempat belanja sovenir. Sebaiknya, anda perlu berhati-hati saat berbelanja untuk memastikan harga makanan atau barang (=sovenir) yang dibeli. Siapkan juga uang receh atau koin saat hendak pergi ke toilet umum. Dan perlu diingat juga bis hanya satu kali berhenti untuk beristirahat.

Kami tiba di Kairo pagi hari. Kairo adalah kota terbesar di Mesir. Kota ini menjadi pusat perdagangan terbesar di benua Afrika. Kairo dalam bahasa Arab disebut ‘Al Qahira’. Sejak abad 13, Kairo sudah menjadi pusat keagamaan Islam terbesar. Ini ditandai dengan beberapa masjid yang berusia ratusan tahun sebagai tempat ziarah umat muslim dan Universitas Al Azhar sebagai universitas tertua di dunia. Kairo yang kini menjadi kota metropolitan dihuni sekitar 16 juta orang.


Kota ini tampak gersang karena suhunya saat kami datang sekitar 38 derajat celcius. Namun keramahan penduduknya, membuat banyak turis dari berbagai dunia datang ke sini untuk menyelami sejarah peradaban manusia berabad-abad sebelum masehi. Kota ini termasuk memiliki biaya hidup yang terjangkau. Begitu pemandu wisata kami menjelaskan. Meski tampak gersang tetapi Mesir selalu subur dan berlimpah kebutuhan pangannya. Karena Sungai Nil yang membelah di Kairo juga adalah hadiah dari Tuhan.

Datang ke Kairo maka wajib menyusuri promenade sungai nil yang mempesona. Sungai nil tampak bersih. Masyarakat Mesir percaya bahwa air adalah sumber kehidupan, tidak semestinya kita mencemarinya. Di sisi sungai nil yang tenang, kami mendapati jalur lalu lintas padat dan macet seperti Jakarta. Begitulah Kairo layaknya kota Metropolitan, dipenuhi orang lalu lalang yang sibuk dan perdagangan yang tak sepi.

Di Kairo ini, kami berencana berkunjung ke Museum Nasional sebagai tempat penyimpanan bersejarah berbagai artefak dan informasi dari peradaban manusia sebelum masehi. Tak lupa kami berkunjung ke Pyramida Giza dan Sphinx sebagai salah satu keajaiban dunia, yang tak boleh dilewatkan juga. Setidaknya anda tahu bahwa bagaimana melewatkan satu hari di Kairo.

Nantikan dua liputan tentang tempat-tempat tersebut selanjutnya!

Es Krim Goreng, Jajanan Kairo yang Penuh Atraksi

Es krim goreng di Kairo.

Es krim selalu punya kisahnya sendiri. Saya beberapa kali mengulas es krim yang digemari di negeri suami saat musim panas tiba. Cerita saya tersebut bisa dicek di sini. Lalu bagaimana es krim di negeri tropis seperti Mesir yang baru saja kami kunjungi? Sebenarnya sih es krim saja dimana pun, termasuk di Mesir yang masuk suhu sangat panas saat kami berlibur musim panas. Namun saya menemukan es krim yang berbeda.

Setelah es krim jadi digulung-gulung seperti gambar, lalu ada siraman cokelat untuk menambah rasanya.

Es krim goreng!

Sebenarnya ini kali ketiga saya melihat orang meracik es krim seperti itu. Pertama, saya pernah melihatnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta beberapa tahun lalu. Hanya saja saya lupa tepatnya dimana dan apa nama dagang es krim tersebut. Seingat saya, pembuatan es krim yang demikian diklaim berasal dari Turki.

Lalu kali kedua saya melihat es krim tersebut sepertinya di suatu pusat perbelanjaan di Eropa, hanya saja saya lupa juga tepatnya dimana. Model juga sama, es krim diletakkan di atas panci datar yang dingin kemudian diberi rasa sesuai permintaan pembeli. Lalu ada sedikit atraksi bolak-balik yang menampilkan kemahiran pedagang es untuk menghibur pembelinya. Setelah es krim berhasil digulung, lalu siap diletakkan di wadah. Ada sedikit dekorasi, entah cokelat dan warna-warni lain yang disesuaikan dengan rasa pesanan.

Salah satu es krim cokelat yang saya pesan dengan harga 4€ di Mesir, sementara suami pesan bir.

Kali ketiga saya mendapati hal serupa yang mengundang atensi turis seperti saya, saat kami sedang di Kairo. Kebetulan pemesan es krim sebelum saya berasal dari Spanyol. Mereka tampak kagum dengan atraksi pedagang es yang menghibur mereka dengan menyajikan es krim seperti menggoreng sesuatu. Harga es krim ini sekitar 2,50€ sesuai rasa yang saya pesan, yakni banana nutella.

Rupanya es krim goreng ini juga menjadi street food sama seperti chicken shawarma, yang pernah saya bahas sebelumnya. Es krim di daerah wisata di Mesir cukup mahal. Kami memesannya mengingat suhu mencapai 40 derajat celcius. Namun es krim goreng bisa jadi pilihan bila anda datang ke Kairo.