Lamm Palak, Kari Kambing Campur Bayam: Makanan Khas India (5)

Kari daging kambing ditambah bayam.
Makannya pakai nasi basmati, khas India.

Siapa penyuka makanan India, wajib menyimak ulasan berikut. Suatu kali saya ikut suami bertemu koleganya di restoran India. Dalam benak saya, saya ingin mencoba menu kambing dengan pisang lagi. Menu tersebut sudah saya tulis di sini. Karena benar-benar lezat, saya ingin makan untuk kedua kalinya.

Begitu tiba di restoran, pramusaji yang berasal dari India menawarkan buku menu pada saya. Suami saya tanpa melihat lagi, dia memilih menu yang sudah pernah dipesan sebelumnya. Dia tidak suka ujicoba karena kami pernah makan di restoran India di negara lain, rasanya memang tidak lezat. Daripada ujicoba menu yang belum tahu rasanya, dia memilih menu Dal Makhani.

Sementara saya adalah orang yang suka mencoba kuliner baru. Atas penjelasan pramusaji, saya terpengaruh sajian daging kambing dengan gaya berbeda. Nama menunya adalah Lamm Palak. Menurutnya, makanan ini khas masyarakat India Utara. Akhirnya saya pun menyetujuinya.

Dal Makhani.

Pesanan saya pun datang selang beberapa menit. Pertama kali pramusaji menghidangkan nasi basmati di atas piring. Kemudian menu lamm palak di atas meja. Terlihat bumbu palak yang kental creamy dan aroma kari yang khas tercium. Bayamnya menyatu dengan kuahnya, ini semacam hancur bersamaan dengan bumbu karinya. Sementara daging kambingnya seperti dipotong-potong kotak dan rasanya lunak. Mungkin tergantung pemilihan daging kambing atau cara memasaknya sehingga empuk. Entahlah!

Bumbu sausnya memang terasa khas masakan India. Ada semacam rasa bawang, kapulaga, jahe dan aneka rempah Asia Selatan yang saya sendiri tidak tahu namanya. Bahkan mungkin garam yang digunakan juga spesial seperti garam masala. Lalu bagaimana hingga menjadi krim? Saya pikir ada campuran krim khas India. Anda tahu bahwa mereka punya minuman creamy yang enak seperti yoghurt. Bisa jadi ada ramuan krim tertentu di dalam. Ini sama seperti masakan Hungaria yang pernah dibuat teman saya, dimana dia juga pernah memasukkan krim dalam masakan. Ceritanya di sini.

Soal rasa, saya memang suka dengan pengolahan dan penyajian masakan mereka. Enaknya sempurna karena rempah yang digunakan bisa jadi begitu istimewa. Hmm, lezatnya memang berbeda dengan sajian daging kambing dengan pisang.

Advertisements

Lammfleisch mit Bananen-Cashewnusssoße, Makan Daging Kambing dengan Pisang: Makanan India (2)

Lammfleisch mit Bananen-Cashewnusssoße.
Menu disajikan dengan nasi khas India.

Sudah lama tidak menyantap masakan khas Taj Mahal, yang jadi nama restoran India di sini. Suami ajak saya menikmati restoran cabang yang sama dan baru buka di kota lain. Saya pun sepakat. Restoran Taj Mahal sebelumnya sudah pernah saya bahas di sini. Makanan buatan mereka benar-benar buat lidah bergoyang.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/08/taj-mahal-traditionalles-indisches-restaurant-restoran-india-rekomendasi-tempat-4/

Suasana restoran baru memang terasa di sini. Segera kami disambut oleh pramusaji yang menyerahkan buku menu. Setelah memesan minuman, mata saya tertuju pada makanan dengan nama Banana Lamm. Dijelaskan dalam bahasa Jerman, makanan ini terdiri atas daging kambing dengan kuah kacang mede, berbumbu kunyit dan ditambah irisan pisang. Saya yang membacanya pun langsung tergiur untuk mencobanya.

Di restoran ini pramusaji biasa bertanya, mau disajikan dengan nasi atau roti sebagai side-dishes. Tentu nasi dan roti yang disajikan ala India. Nasi khas India berwarna putih terang, butir beras sangat panjang, terkesan kering dan ditambahkan sedikit rempah di atas. Sedangkan roti yang dimaksud juga bukan roti yang menjadi makanan pokok orang Jerman. Roti asal India seperti roti prata, yang dipanggang kering. Baik roti maupun nasi terasa lezat, percaya deh!

Pesanan saya datang bersamaan dengan sajian yang dipesan suami. Namun kali ini saya membahas menu yang saya pesan. Kali lain, saya bercerita menu pesanan suami.

Pramusaji menuangkan nasi ke piring saya. Sedangkan untuk menu banana lamm, terdiri atas beberapa potong daging kambing dan irisan pisang. Saya benar-benar menikmati sajian ini karena kuahnya benar-benar enak. Kuahnya berwarna kuning tentunya dari kunyit. Ini mungkin kari India. Irisan pisang membuat rasa kuah tidak seperti kari. Lagipula daging kambingnya benar-benar empuk, tidak liat dan alot saat dikunyah.

Nasi khas India berwarna putih jelas, butirnya lebih panjang dan ada tambahan rempah.
Suasana restoran di dalam.

Dua kata yang bisa saya gambarkan. Enak sekali! Sepertinya makanan suami saya pun sama enaknya. Kami sepakat bahwa sajian kami berasa sempurna enak. Kami berdua pernah mengalami makan di restoran India di Asia, rasanya malah tidak enak dan sudah dingin. Namun kali ini, kami memang ingin datang, datang dan datang lagi.

Kesan itu pula yang terlihat dari para pelanggannya yang datang kemari. Mereka suka dengan rasa dan kelezatan dari tiap masakan yang disajikan.

Untuk menu pesanan suami saya, segera diceritakan berikutnya.