Kuy Teav, Mie Rebus ala Kamboja: Makanan Khas Asia (31)

Jika Indonesia terkenal dengan Bakmi Goreng di sini maka Vietnam punya mie Pho A. Ini semacam aneka masakan Asia yang dijajakan di Jerman. Tentang Pho dan bakmi goreng sudah saya kupas sebelumnya.

Baca https://liwunfamily.com/2018/05/07/pho-vietnamese-noodles-makanan-khas-asia-di-jerman-26/

https://liwunfamily.com/2018/02/26/bakmi-goreng-und-nudeln-gebraten-huhn-krabben-makanan-asia-di-jerman-18/

Kali ini saya membahas mie rebus dari negeri lain yang masih jadi tetangga ASEAN. Yups, mie rebus ala Kamboja ini saya temukan di salah satu kedai Asia di sini. Namanya Kuy Teav meski saya tidak tahu bagaimana menyebutnya dengan benar. Dalam penelusuran dikatakan secara harafiah, nama mie berasal dari daratan Tiongkok. Di Indonesia boleh dibilang mie ini seperti kwe tiau, sesuai asal kata. Artinya makanan ini berisi mie panjang yang direbus. Mienya sendiri terbuat dari beras.

Kuy teav sendiri dikenal di Kamboja dan Vietnam sebagai makanan pagi, makanan siang atau makanan malam. Semua terserah selera anda. Saat saya berkunjung ke Kamboja dua kali, kedai mie hampir serupa dengan warung bakso di Jakarta. Artinya mudah ditemukan.

Kembali soal makanan ini, kuy teav yang saya temukan di Jerman bukan berisi potongan daging babi sebagaimana dijumpai di negeri asalnya. Mie rebus ini berisi potongan mie, aneka sayuran seperti daun ketumbar, tauge, irisan kubis, daun bawang dan terakhir berisi suwiran daging ayam yang sudah direbus sebelumnya. Menurut saya rasa mie ini seperti rasa mie ayam hanya saja daun ketumbar memberikan rasa yang sedikit berbeda.

Setidaknya setelah saya mencoba makan mie ini, rasa penasaran saya pun terbayar. Apakah anda penasaran dan tertarik mencobanya?

Advertisements

Reisnudelnsalat mit Rindfleisch, Salad Khas Kamboja: Makanan Khas Asia (30)

Apakah anda suka salad? Jika ya, boleh dicicipi salad yang satu ini asal Kamboja. Saya benar-benar suka dengan rasanya yang sedikit pedas, asam dan menyegarkan. Salad ini tak ubahnya salad khas Thailand yang pernah saya bahas di sini. Mungkin Thailand dan Kamboja bertetangga sehingga rasa dan rupa kulinernya sedikit ada kesamaan.

Anda pasti takjub jika melihat siapa pengelola dari kafe dan restoran yang menyajikan salad ini. Pasalnya mereka bukan orang Kamboja atau Thailand. Pastinya mereka bukan orang Asia pula. Adalah beberapa muda-mudi Eropa yang sedang berwirausaha di sini. Kafenya tidak besar namun dibangun dengan nyaman khas anak muda. Beberapa buku resep atau kumpulan kuliner asal Asia menghiasi meja pelanggan.

Karena mendapatkan informasi dari rekan mahasiswa, saya penasaran untuk mencicipinya. Melihat menu yang terpampang di dinding dekat kasir, mata saya langsung tertuju pada reisnudelnsalat. Langsung saya membayar di muka dan menunggu sepuluh menit. Pesanan pun diantarkan ke meja saya.

Reisnudelnsalat adalah semacam salad yang terdiri atas bihun beras, potongan daging sapi goreng dan tauge besar. Tambahan sayuran sebagai pelengkap sajian yakni daun ketumbar, daun mint, irisan lemon dan irisan timun. Di atas salad ditaburi kacang tumbuk yang tak halus. Kacang ini katanya dipanggang sebelumnya baru kemudian ditumbuk tak halus. Lalu ada tambahan bawang goreng yang ditaburi di atas salad. Namun apa yang membuatnya lezat adalah sausnya.

Untuk membuat saus yang menyegarkan, ada triknya. Saus terdiri atas air jeruk nipis, cuka beras, saus kecap ikan, cabai, gula, bawang putih dan sereh. Semuanya dicampurkan bersamaan sehingga menghasilkan rasa pedas, asam dan segar. Saya suka rasanya yang benar-benar pas di lidah. Sedangkan potongan daging sapi hanya digoreng seperti biasa. Lalu dihidangkan ketika dingin.

Reisnudelnsalat ini cocok disajikan saat makan siang di waktu sommer seperti ini. Suhu di luar mencapai 30 derajat celcius. Salad ini tetap mengeyangkan dan menyegarkan.

Hmm, bagaimana menurut anda?

Ini Perlu Diketahui Bila Menjangkau Perbatasan Thailand – Kamboja

Sumber foto: Dokumen pribadi.

Jika sudah tiba di Pattaya, rasanya ingin segera mampir juga ke Siem Reap, Kamboja. Mengapa? Siem Reap memiliki destinasi wisata menarik Angkor Wat yang punya kejayaan masa lalu dengan komplek candi yang luas. Saya pernah menjangkau perbatasan Vietnam – Kamboja untuk mengunjungi Seam Reap, namun jarak terdekat berasal dari Thailand – Kamboja.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjangkau perbatasan:

1. Sebagai orang Indonesia tentu kita tidak perlu visa berkunjung ke Kamboja. Dulu berkunjung pertama kali tahun 2010, saya dikenakan Visa on Arrival (VOA) 20 USD. Sekarang hanya pengesahan cap saja. Anda juga berhak menolak petugas bilamana mereka masih menagih uang atau sekedar tips.

2. Jika turis seperti suami asal Jerman maka perlu visa. Jika berkunjung tak lama, katakanlah beberapa hari sebaiknya gunakan VOA yang bisa diurus via online. Setelah urus, bisa langsung print out buktinya dan tunjukkan ketika tiba di border. Link-nya visa dicek di sini.

3. Namun bagi turis non ASEAN dan belum sempat urus VOA by online, anda juga bisa datang langsung di perbatasan dan mengurus manual. Biaya yang diperlukan 30 USD + 100 Baht atau membayar 1200 Baht. 

4. Sebelum berkunjung ke Kamboja, tak perlu repot tukar yang ke mata uang lokal, Cambodian Riel cukup gunakan mata uang USD. Transaksi bisa memanfaatkan USD seperti bayar hotel, bayar tuk tuk (kendaraan lokal), makanan di restoran atau beli sovenir.

5. Bila berangkat dari Bangkok bisa pilih bis dari Victory Monument atau dari Pattaya bisa menggunakan van. Van bisa diperoleh di area dekat Big C, South Pattaya. Harga tiket mini van per orang 250 Baht. Waktu tempuh sekitar 5-6 jam. 

6. Bila berangkat dari Seam Reap ke Bangkok, tiket bisa dipesan pihak penginapan atau datang langsung ke area night market. Untuk berangkat ke Bangkok, sebaiknya pilih rute jam 08.00 pagi. Ada beberapa pilihan keberangkatan hingga jam 14:00, namun anda akan sampai larut malam atau hanya sampai perbatasan saja dan tinggal di perbatasan saja. 

Ada banyak pilihan destinasi yang ditawarkan bila di Seam Reap. Datang saja ke agen ticket box yang banyak terdapat di area night market. Sumber foto: Dokumen pribadi.

7. Harga ongkos bis Seam Reap – Bangkok per orang 14-15 USD. Bisnya nyaman. Jika berangkat jam 08:00, anda akan berada di border imigrasi sekitar makan siang. Setelah urusan imigrasi selesai, bis akan berhenti di restoran untuk makan siang dan rehat sebentar.

8. Border immigration tidak dibuka pada malam hari, jadi sebaiknya hindari berangkat terlalu siang baik dari Thailand maupun Kamboja.

9. Di area perbatasan Aranyaprathet, ada mall dan restoran. Banyak orang berbelanja di sini karena diklaim bebas pajak. 

10. Jika dari Bangkok/Pattaya menggunakan kendaraan hingga perbatasan maka untuk melanjutkannya di Poipet ke Seam Reap bisa gunakan taksi. Tawar saja 1 orang dikenakan 10-12 USD. Jika dari Seam Reap menuju perbatasan saja maka anda dapat menyewa taksi atau baht bus (semacam Angkot) dengan harga variatif. Sebenarnya ada kereta juga dari perbatasan, namun jalannya tidak secepat bis/van.

Sewaktu saya berkunjung, area perbatasan sedang mengalami renovasi dan sungguh tak nyaman. Tampak berantakan, polusi akibat pembangunan gedung, bising dan crowded. Rute yang sering dipakai traveler Indonesia kebanyakan dari Vietnam ke Kamboja baru kemudian Thailand. Namun semuanya itu seru. 

Selamat bertualang!