Mesir (2): Malam Pertama Menginap di Hotel, Malam Kedua di Kapal Wisata

Sunset di sungai Nil, kota Luxor.
Makan malam dari kapal wisata.

Tiba di Hurghada, bandara internasional, kami segera mengurus visa. Antrian begitu banyak mengingat pesawat yang kami tumpangi dari Jerman membawa turis yang hendak berlibur. Setelah urusan visa dan bagasi selesai, kami bergegas menuju pintu keluar.

Di petunjuk informasi agen tur kami dikatakan bahwa ada petugas tur yang menjemput. Ternyata seorang petugas biro perjalanan mengarahkan kami pada mobil mini van menuju hotel, tempat kami menginap malam pertama. Rupanya dalam mobil sudah ada turis-turis dari Jerman juga yang menuju ke hotel dengan jalur yang sama.

Dance performance sebagai program malam di hotel kami menginap malam pertama.
Buah jambu biji ada di Mesir.

Tiba di hotel, petugas resepsionis menyambut kami dengan ramah dalam bahasa Jerman. Karena kami sudah lapar, kami langsung bisa menuju lokasi restoran, tempat makan malam. Cerita soal makanan bisa dicek sebelumnya di sini.

Setelah makan malam, kami melihat sekelompok tamu hotel duduk di tepi kolam renang menikmati shisa dan menonton film di layar lebar. Kami melewatinya karena kami mendengar atraksi musik dan tarian yang lebih menarik. Lokasinya ada di amphiteater. Ini adalah amphiteater buatan hotel yang membuat tamu hotel bisa menyaksikan apa saja di panggung dengan bangku-bangku mirip stadion.

Perjalanan dari Hurghada ke Luxor.

Atraksi undian dari hotel hingga tarian mempesona kami sebagai tamu hotel. Kami jadi tidak bosan selama di hotel yang berada di tepi laut merah ini. Pihak hotel juga menyediakan aneka minuman seperti kopi, teh hingg cocktail gratis. Sedangkan minuman alkohol harus membayar ekstra. Tersedia juga gratis popcorn dan permen kapas sesuai permintaan.

Ini liburan malam pertama, kami sudah lelah. Padahal tidak ada perbedaan waktu antara Jerman dan Mesir di musim panas.

Masjid besar di kota Qena.
Melewati kota Qena.

Besok pagi kami harus berpindah kota dari Hurghada ke Luxor. Setelah makan pagi di restoran, ada mini van yang menjemput kami sebelum kami berpindah naik bis ke Luxor.

Kami menempuh perjalanan selama 5 jam dari Hurghada dengan menumpang bis ekslusif, tanpa khawatir kepanasan. Padahal suhu udara di Mesir mencapai 40 derajat celcius. Luar biasa kan!

Kami berhenti 30 menit di untuk istirahat dan ‘urusan toilet’. Sepanjang perjalanan, kami hanya menemukan padang luas yang berbatu dan gersang.

Bis hampir mendekati kota Luxor, tiba-tiba tour guide mengatakan bahwa kami tiba di kota yang cukup besar bernama Qena. Kota ini berada di selatan Mesir. Kami bisa mengamati bagaimana kehidupan masyarakat Mesir umumnya.

Setelah kota Qena, kami langsung menuju Luxor. Kota Luxor berarti kota yang terkesan lux karena terdapat istana raja. Kota ini dilalui sungai nil. Di sini kami akan melalui wisata sungai nil dan menginap satu minggu di kapal wisata.

Tampak desain lobby kapal menuju ke kamar.

Tiba di kapal wisata tujuan, pemandu tur sudah menyambut kami. Kami langsung mendapatkan kamar tidur dan bergegas mendapatkan himbauan mengenai panduan perjalanan selama kami di kapal.

Makan siang dan makan malam dilayani secara prasmanan. Malam ini kami berlabuh di Luxor. Dan selama tujuh hari kami menginap di sini, dengan fasilitas seperti hotel bintang lima. Di kamar mandi didesain ekslusif dengan bathtube misalnya. Atau dek atas terdapat balkon, kafe, kolam renang, klinik dan fasilitas lainnya akan diceritakan secara terpisah.

Advertisements

Naik Kapal Kristal Swaroski Antara Jerman – Austria, Wah!

Kapal Kristal Swaroski yang didesain elegan, mewah dan eksklusif.
Lampu kristal di tengah.
Tangga kristal.

Pernahkah anda membayangkan naik kapal wisata melalui sungai di antara dua negara, Jerman dan Austria? Tak hanya itu, kapal wisata yang dinaiki adalah kapal wisata yang mencerminkan kristal swaroski. Anda tahu kan kristal swaroski? Di sini penumpang seperti dimanjakan dengan keistimewaan dekorasi kristal yang menjadi interior kapal. Penumpang pun bisa melihat keindahan panorama indah sungai yang membelah dua negara. Asyik, deh!

Interior kristal lainnya.
Ruangan lainnya.

Saya, suami dan ibu-bapak mertua berangkat untuk ikut paket wisata dengan kapal kristal swaroski selama dua jam untuk menjangkau perbatasan dua negara Jerman dan Austria. Kami datang di hari Minggu sewaktu Jerman sedang libur anak sekolah dan libur musim panas. Penumpang pun antusias untuk menumpang kapal ini. Tampak pula sekelompok turis yang datang ke Passau, turut serta dalam kapal bersama kami. Penumpang pun bebas memilih bangku-bangku yang dirancang seperti di hotel atau restoran eksklusif.

Meksipun ini adalah musim panas, namun dalam kapal tersedia AC yang mendinginkan suasana. Kapal ada tiga lantai. Sebagian penumpang memilih berdiam di lantai dua. Sebagian lagi memilih duduk di atas kapal, lantai tiga yang terbuka luas dengan angin semilir menyusuri sungai. Mereka yang senang dengan hangatnya matahari dan menikmati panorama bisa memilih duduk di sini atau di balkon tiap lantai.

Kolam putri duyung.

Kapal ini tersedia juga pramusaji yang siap melayani anda untuk memesan kuliner khas Bavaria. Anda pasti tahu schnitzel, sosis hingga makanan vegetaris bisa dipesan di sini. Tak ingin makan, anda juga bisa memesan minuman hangat dan dingin. Mungkin anda tertarik menikmati es krim seperti mertua saya atau minum es kopi. Tentu, anda harus membayar semua itu diluar harga tiket kapal.

Petugas patroli selalu menjaga dan mengawasi segala hal yang terjadi untuk menghindari hal tak terduga dan tidak dikehendaki.

Suasana yang nyaman dan tidak membuat mabuk kapal tentu disukai penumpang. Penumpang terasa nyaman. Bahkan anda bisa menikmati fasilitas toilet yang juga eksklusif dan tersedia pula toilet untuk penumpang berkebutuhan khusus seperti menggunakan kursi roda. Di lantai 1 tersedia toko yang menawarkan parfum, makanan hingga perhiasan kristal tentunya. Jika anda suka perhiasan kristal, di sini anda bisa membelinya langsung. Asli kristal swaroski untuk aksesoris perempuan seperti anting, kalung, cincin dan gelang. Sedangkan untuk pria, tersedia bolpoin berlapis kristal swaroski juga yang menawan.

Mau belanja aksesoris krital juga bisa.

Di dekat toko cinderamata, saya terpaku pada sudut dekorasi putri duyung dengan dekorasi kristal. Biasanya putri duyung dengan air mancur, namun ini digantikan dengan bayangan optik. Tampak yang menjadi kolam dipenuhi koin-koin berkilau yang saya kenali sebagai uang cents EURO. Sepertinya ini gambaran bagaimana mereka melempar koin ke dalam kolam putri duyung sembari mengucapkan keinginan.

Teras luar dimana anda bisa melihat panorama langsung dengan mata telanjang.

Sebagai penumpang, saya benar-benar menikmati panorama dua negara yang dibelah sungai. Anda bahkan menjumpai kapal wisata besar yang berasal dari negara-negara tetangga di seputaran Eropa seperti Swiss, Hungaria, Austria dan sebagainya melintasi sungai yang sama. Seru!

Bagaimana menjangkaunya?

Untuk naik kapal wisata ini, anda perlu naik dermaga dari kota Passau. Durasi perjalanan sekitar dua jam. Dari Hauptbahnhof Passau, anda perlu berjalan kaki sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk tiba di dermaga kapal.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Menikmati Menu Ikan Zander di Kapal Wisata, Kota Passau

Bosan dengan wisata keliling kota tua di Eropa? Atau bosan menyantap makanan di restoran? Nah ide berikut bisa dicoba dimana anda bisa menikmati wisata tanpa berlelah-lelah berjalan kaki dan menyantap sajian dengan pemandangan alam yang indah. Ya, berwisata dengan kapal wisata di kota Passau.

Pasalnya di kota Passau ada pilihan wisata dengan menggunakan kapal menyusuri sungai donau. Sungai donau atau yang biasa dikenal danube dalam istilah asing membuat suasana wisata anda semakin semarak. Di sini anda bisa menyusuri sungai sambil menikmati pemandangan indah juga tempat-tempat bersejarah lainnya. Di dalamnya tersedia pemandu wisata yang menjelaskan tentang tempat-tempat yang dilewati. Ada juga buku petunjuk yang menyediakan informasi dalam bahasa Jerman dan bahasa Inggris.

Harga tiket wisatanya bervariasi tergantung lama dan pilihan atraksi yang anda kehendaki. Namun pastinya kapal wisata ini memiliki nuansa yang tak membosankan. Suasana di dalam bak restoran berkelas dengan suguhan sajian istimewa seperti yang saya pilih berikut. Di kapal wisata ini tersedia hidangan tradisional ala Bavaria dan berbagai menu western lezat yang bisa menemani perjalanan anda.

Saya memesan Zanderfillet und Kartofelln seperti yang terlihat pada foto. Zander memiliki tubuh yang panjang seperti tombak dan siripnya yang tajam seperti duri. Ikan zander memang ditemukan di perairan Eropa, bahkan ikan ini juga hidup di sungai danube ini. Namun anda pastinya tidak akan melihat orang memancing atau nelayan menangkap ikan selama berwisata di sini. Karena sesuai peraturan pemerintah Jerman dilarang tanpa ijin menangkap hewan untuk dikonsumsi apalagi dijual.

Hidangan datang setelah saya memesan. Ikan ini berasa tawar dan tak ada duri. Ikan dibungkus tepung dan digoreng. Untuk menikmati ikan, diberi sentuhan rasa kräuterbutter, yakni butter dengan tambahan daun peterselli. Plus ada irisan lemon yang bisa menguatkan rasa segar ikan. Sebagai side-dishes ada kentang yang berbentuk kecil dan diberi daun peterseli. Dan tentunya salad yang diberi dressing yoghurt. Mantap!

Sambil menikmati sajian ikan zander, kita disuguhi suasana alam sungai danube atau donau. Untuk hidangan makan dan minum terpisah dari harga tiket kapal wisata. Di sini pula mungkin anda terinspirasi seandainya di Jakarta kelak bisa tersedia pilihan wisata menyusuri sungai yang bersih. Bukan mustahil ya. Memang diperlukan kesadaran dari warga dan peraturan yang ketat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Semoga bermanfaat!

Dürnstein, Austria: Kota Kecil di Pinggir Sungai Danube

Tampak kastil di atas bukit dan menara biru menghiasi kota Dürnstein.
Stift Dürnstein.
Selamat datang di kota Dürnstein.

Menjelajahi sungai donau dengan menggunakan kapal wisata adalah pilihan yang tepat. Pasalnya kita akan menyaksikan berbagai tempat yang menawan, bahkan pernah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Salah satunya adalah kota Dürnstein yang terletak di pinggir sungai donau atau danube ini. Kota ini berada dalam jangkauan distrik Krems, yang masuk wilayah lower Austria.

Meski kota Dürnstein termasuk kota kecil, namun kota ini sering dikunjungi wisatawan loh. Kota ini dikenal sebagai penghasil anggur terbaik. Tentu bukan karena anggur kota ini dikunjungi, di kota ini terdapat kastil yang pernah menjadi kediaman Raja Richard I dari Inggris. Dia ditahan di sana saat peristiwa perang salib pada abad 12.

Sebelum kita tiba di dermaga kota ini, tampak kejauhan adalah kastil di puncak bukit. Sayangnya kastil tersebut tinggal puing dan reruntuhan saja. Bayangkan bahwa kota ini sudah tercatat dalam sejarah pada abad 12, itu artinya kota ini termasuk kota tertua juga. Itu sebab tahun 2000 UNESCO menjadikannya sebagai salah satu situs warisan dunia.

Jika kastil itu tampak reruntuhan saja, dikarenakan menyimpan berbagai peristiwa dunia. Kastil ini bahkan sempat dihancurkan oleh pasukan Hungaria dan juga Swedia. Tak hanya itu peristiwa alam seperti kebakaran juga mewarnai kehancurannya. Karena begitu melegenda, tahun 1954 Pemerintah Austria menampilkan kota ini di belakang uang kertas 100 Schilling. Dulu mata uang Austria adalah Schilling, sebelum menggunakan Euro seperti sekarang.

Hal menarik dari kastil ini adalah julukan Raja Richard I sebagai The Lionheart. Konon reputasi raja sebagai pemimpin kuat dalam militer. Entah bagaimana ceritanya, hingga di abad 12 Raja Richard I ditangkap dan ditawan di kastil ini.

Di dermaga kota ini kita juga disuguhi menara Gereja Katolik yang indah berwarna biru muda, yang disebut Stift Dürnstein. Pada abad 14 bangunan ini sempat dijadikan biara yang kemudian pada abad 18 dihapus dan dijadikan paroki biasa.

Begitulah, selalu ada hal menarik dari sekedar menyusuri sungai danube.

Romantisme Sungai Danube di Linz, Austria

Hari ini WordPress mengingatkan saya sudah memposting 1000 artikel. Bukan sebuah prestasi yang mudah, mengingat ini semacam candu bagi saya untuk menulis. Lanjut dengan pengalaman saya minggu lalu, di Linz, Austria. 

Sungai Danube atau dalam bahasa Jerman dikenal dengan Donau melalui Regensburg dan Passau yang berada di Jerman. Seperti yang saya ceritakan 

Ternyata sungai danube juga melalui Linz, salah satu kota terbesar ketiga di Austria. Sebagai kota besar tentu banyak tempat bisa menjadi tujuan wisata. Salah satu tujuan wisata saya kali ini adalah menikmati wisata dengan menggunakan kapal. Apakah anda berminat?

Tak hanya Passau dan Regensburg yang punya wisata melintasi sungai Danube sebagaimana yang saya ceritakan, Budapest di Hungaria juga demikian. Simak cerita saya menyusuri indahnya sungai Danube di malam hari di Budapest di sini. Nah, tak mau ketinggalan di Linz pun saya melakukan hal yang sama. Indah dan layak dicoba jika anda berkunjung ke sini.

Datang ke dermaga atau Linz Habour maka ada berbagai pilihan paket tur yang bisa dipilih. Paket wisata seperti ini memang hanya pada periode tertentu, yakni tidak saat musim dingin. Tepat saat menyusuri sungai Danube di musim panas seperti sekarang. Ada pemandangan alam yang menawan menyusuri sungai danube. Banyak wisatawan memilih duduk di luar atau di atas kapal agar bisa menikmati sinar matahari sembari mengamati pemandangan sekitar.

Meski sekedar sungai namun alam memang selalu memberi ketenangan dan kedamaian jika dinikmati sungguh-sungguh. Menikmati wisata dengan kapal seperti ini tak perlu khawatir lapar dan haus, pasalnya tersedia aneka minuman dan makanan bak kafe dan restoran. Anda bebas memilih selera anda. Meski harus membayar, namun harga makanan dan minumannya masih terjangkau dompet. Sembari menikmati makan malam, kita bisa mengamati pemandangan yang indah. Luar biasa!

Ini yang membuat anda perlu membawa pasangan ke sini. Selain anda bisa menikmati makan malam romantis berdua dengan pasangan, ada sungguhan entertainment yang juga menyenangkan para tamu. Ada grup musik yang bisa membuat anda berdansa dengan pasangan. Romantis ‘kan seperti opa dan oma yang berada di sekitar saya. 

Tak hanya itu rupanya, kita sebagai tamu kapal akan disuguhi keindahan kembang api di seberang sungai. Di tengah kelap kelip kota Linz di malam hari dan percikan kembang api, mata saya tertegun bahwa ini sungguh wisata yang romantis. Bisa jadi ini pilihan wisata anda bersama pasangan.

Bagaimana?