The Wurzburg Residence dan Sekitarnya: Würzburg (2)

Begitu megahnya tempat ini, ada 40 kamar yang didesain istimewa.

Melanjutkan cerita saya yang melipir sebentar di Würzburg saat berkunjung ke Frankfurt, maka berikut ini tentang tempat terindah di sana yang bercirikan bangunan baroque. Bangunan ini disebut Würzburg Residence atau bisa juga disebut Bavarian Palace Adminstration. Begitu sampai di Würzburg maka bangunan bergaya baroque dan rococo ini tampak megah dengan ciri khas baroque yang mempesona di tiap detil kubahnya dan pola tumbuhan merambat khas neo-klasik.

Menurut informasi, the residence ini dibangun pada abad 18. Butuh dua puluh tahun lebih menyelesaikan kondisi infrastruktur bangunan dan butuh enam puluh tahun sejak pendiriannya untuk membuatnya sempurna dengan dekorasi interior. Itu sebab bangunan ini juga masuk menjadi situs warisan dunia dari UNESCO sejak tahun 1981.

Jika melihat keseluruhan bangunan, pemikiran saya benar bahwa bangunan ini mirip dengan kastil di Wina, Austria yang pernah saya ulas di link ini. Sepertinya Bavaria di era abad 18 ingin juga punya kastil yang lebih megah dari itu. Jangan heran pula begitu besar uang dikeluarkan untuk pembangunannya. Padahal Bavaria saat itu sudah punya Munich Residence yang juga sama megahnya.

The Würzburg residence itu sempat mempesona Napoleon saat Prancis menguasai Jerman. Konon Napoleon pun sempat tiga kali beristirahat di tempat ini kala ia mampir melewati Würzburg.

Begitu megahnya the residence maka anda bisa melihat di dalam interiornya yang indah hingga taman di sekitarnya yang luas. Sayangnya pada perang dunia kedua, bangunan ini pun tak luput dari korban perang.

Saya pun tak sampai menjejakkan kaki ke dalam. Saya dan suami hanya menikmati secangkir kopi di kafe yang masih dalam satu kompleks bangunan. Saya ingin foto keseluruhan bangunan, ternyata susah karena begitu besar dan megahnya bangunan the residence ini.

Di depannya kami bisa manfaatkan untuk parkir mobil. Dan tak jauh dari situ, ada pos informasi turis. Anda bisa memesan paket wisata keliling kota Würzburg selama satu jam.

Selamat berhari Minggu!

Advertisements

Bratislava, Slowakia (10): Kastil di Tepi Sungai Danube dan Simbol Kota

Kastil dari kejauhan.
Salah satu dari empat menara.
Gerbang utama yang dikenal “Gerbang Ksatria”.
Di depan kastil.

Dalam rujukan kunjungan ke Bratislava, ada yang mengatakan bahwa tak lengkap berkunjung ke sini tanpa menjejakkan kaki ke kastil. Bahkan kastil ini adalah bangunan pertama yang kami lihat saat menyebrangi sungai danube. Kastil ini memang berada di bukit sehingga terlihat begitu mudah di seputar ibukota Slowakia ini.

Kastil yang berdiri sejak abad 9 ini memang menjadi prioritas utama dari sightseeing city tours yang ditawarkan. Di dekat kastil berdiri Slovak Nationals museum. Kemudian kami melihat bangunan megah yang memiliki empat sayap, dimana tiap sayap ada menara menjulang. Kemudian kami disambut dengan taman yang berukir patung-patung indah. Dari sini anda bisa melihat keindahan panorama kota Bratislava seperti Katedral Santo Martin atau gedung UFO.

Patung Santa Elizabeth dari Hungaria.
Benteng sekitar kastil dan seberang sungai danube adalah kota Bratislava yang baru.
Menuju pondasi basilika, namun tertutup untuk umum.
Menara katedral Santo Martin dari taman kastil.

Di sekitar teras luar kastil, kami menemukan pondasi basilika yang dulu dikenal sebagai “the great Moravian basilica”. Konon bangunan ini telah ada dua abad setelah pendirian kastil. Kastil ini juga menjadi bukti otentik bagaimana hubungan sejarah terjadi dengan Hungaria. Ya, kastil ini menyimpan memori penobatan Raja Hungaria, Stephanus I.

Berjalan ke arah selatan, kami menemukan patung Santa Elizabeth. Ini ada kaitan dengan gereja biru yang saya kunjungi sebelumnya dengan dinasti kerajaan di Hungaria. Konon di menara bagian selatan tampak mewah karena dulu sempat dijadikan tempat penobatan raja dan ratu. Di samping patung santa Elizabeth, ada prasasti yang menjelaskan profil beliau yang pernah hidup tahun 1207 – 1231.

Di taman belakang ini banyak orang sibuk berfoto. Sebagian lagi memilih duduk di bangku yang sediakan. Namun jika ada pengunjung ingin menikmati secangkir kopi dan kue atau menikmati makan siang, maka anda bisa datang di restoran ekslusif. Pemandangan yang indah dan kuliner yang lezat menjadi pilihan bagi pengunjung kastil.

Bagaimana akhir pekan anda hari ini?

Schärding, Kota Baroque Bersejarah di Austria Nan Cantik (1)

Jembatan lama bersejarah berusia ratusan tahun yang masih dipertahankan. Penghubung Jerman dan Austria.

Benteng pertahanan. Selamat datang di Baroqoestadt, Schärding!

Monumen sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di medan pertempuran.

Dilambangkan dengan patung Santo Yohanes yang berkuda, sebagai penghormatan pada mereka yang gugur pada periode 1914-1918 dan 1939-1945.

Taman Kastil ditandai patung Santo Florian.

Pemandangan sekitar kastil.

Di atas anda akan melihat jembatan baru yang lebih umum digunakan, dibandingkan jembatan lama.

Replika meriam yang digunakan saat perang.

Desain kastil yang dimaksud. 

Arena bermain untuk anak-anak di taman kastil.

Sumur pengaturan irigasi. Jika dipencet tombol merah, akan ada audio diperdengarkan tentang sejarah kastil.

Konon Raja Ludwig VII pernah berada di sini.

Castle Gate.

Penanda Castle Gate.

Gerbang kastil tampak muka.

Anda bisa berfoto di sini layaknya prajurit jaman dulu abad 15.

Saya pernah mengulas perbatasan Jerman – Austria sebelumnya yang dimulai di kota Schärding. Jika dari Niederbayern, kota ini termasuk berbatasan langsung yang ditandai dengan sungai untuk membedakan wilayah Jerman dan Austria. Karena libur pada tanggal 31 Oktober 2017 sebagai perayaan 500 tahun Reformasi Gereja maka saya dan suami berkunjung ke negara tetangga, yang kebetulan tidak libur pada tanggal tersebut.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/10/menjangkau-perbatasan-jerman-austria/

Asal nama Schärding konon berasal dari kata ‘Scardinga’ sebagai area pertanian. Tentu wilayah ini subur karena dekat dengan perairan. Hal ini pernah disebut dalam sejarah pada tahun 804. Namun sayangnya kini anda tidak lagi menemukan pertanian tetapi sebuah kota kecil bergaya baroque yang cantik.

Jika anda datang dari Neuhaus, Jerman maka anda harus melewati jembatan dari batu granit yang masih kokoh hingga sekarang. Dulu sebelum ada wilayah Uni Eropa tentu di dekat jembatan akan ada pos pemeriksaan identitas diri sebagai area perbatasan dua negara. Kini tak ada lagi pemeriksaan, namun pemerintah Austria masih membiarkan pos perbatasan sebagai tour information. Sungguh cantik akan terlihat dari jembatan sebuah benteng pertahanan yang menyimpan sejarah saat perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Jembatan dibuat tahun 1310 dengan panjang mencapai 250 meter. Setelah berakhirnya perang dunia kedua, jembatan direkonstruksi ulang.

Sekarang anda tiba di Schärding, dengan melihat sebuah benteng pertahanan dan kastil tua. Ada sebuah monumen Kriegsmahnmal atau War Memorial sebagai penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Tertulis di situ periode perang dunia pertama 1914-1918 dan perang dunia kedua 1939-1945. Simbolnya ditandai patung Santo Yohanes, dibuat tahun 1958. 

Dari sini, silahkan anda naik tangga menuju Schlosspark atau Castle Park. Tentunya kelelahan menyusuri undak-undak benteng pertahanan terbayarkan untuk mengamati keindahan sungai dan wilayah Jerman yang berada di seberang sungai. Benteng pertahanan ini memang dibangun untuk memata-matai musuh. Anda juga akan menemukan replika meriam yang digunakan pada jaman perang. Taman ini dibuat bergaya baroque pada abad 17. Di tengah taman kastil ada patung Santo Florian.

Ada taman cantik untuk mengamati keindahan dari atas. Baru-baru ini tempat ini dijadikan semacam love locked garden. Terlihat pasangan yang datang menandai dengan kunci bertuliskan nama mereka dan membuang kunci ke sungai. 

Love locked garden.

Selanjutnya anda akan melihat Burgbrunnen atau Castle Well yang dibuat pada tahun 1225 lalu direkonstruksi lagi tahun 1499. Di depannya ada semacam sumur yang katanya dulu dijadikan pusat pengaturan irigasi. Kastil yang tua pun sudah tak terawat lagi karena pernah terbakar. 

Kini bangunan tersebut baru-baru ini diresmikan sebagai Event Center. Keluar dari kastil, anda akan menemukan semacam Castle Gate atau Schlosstor seperti biasa yang dijumpai dalam film-film ksatria jaman dulu. Bagian ini kini menjadi museum. Di sini pula anda akan menemukan jubah prajurit sekitar abad 15 yang menandai gerbang kastil. Anda bisa berfoto di sini gratis. 

Kunjungan masih bersambung di artikel berikutnya😁

Suka Sejarah? Wajib Datang ke Castle San’Angelo, Roma

Kastil tampak depan dengan patung malaikat nan cantik di sisinya.

Kastil tampak samping. Kastil berbentuk silinder.

Tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk ke Palazzo Venezia selama tujuh hari sejak tiket dikeluarkan.

Baju prajurit dan senjata jaman dulu kala.

Patung Malaikat Agung Santo Mikael membawa pedang yang diceritakan dalam legenda di kastil ini.

Prosesi Yesus dimakamkan setelah disalibkan. Sejarah peradaban romawi tak luput dari ajaran kekristenan.

Sungai Tiber di depan kastil. Kastil ini dibangun di sisi kanan sungai.

Hari terakhir di Roma, kami manfaatkan dengan berkunjung ke kastil yang terlihat megah dari kejauhan. Ceritanya usai berkunjung ke Vatikan, kami melihat kastil ini dari dalam bis. Akhirnya diputuskan berangkat ke kastil sebelum menuju ke Stasiun Roma Termini. 

Gerbang kastil saja sudah seperti istana. Melewati jembatan, menyeberangi sungai Tiber yakni sungai ketiga terbesar di Italia. Jika anda belajar sejarah, bahwasanya peradaban manusia jaman dulu selalu dimulai di area subur dekat sungai. Nah, di sinilah peradaban romawi yang menjadi akar kebudayaan latin dimulai. Kastil ini menyimpan rangkaian sejarah kejayaan romawi berabad-abad lamanya.

Memasuki pintu masuk, akan banyak orang menawari jasa pemandu wisata lengkap dengan alih bahasa. Usul saya, sebaiknya anda memilih alih bahasa dari layanan wisata di dalam kastil. Cukup bayar 5€ per orang, sesuaikan dengan jadwal bahasa yang tertera, sementara hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Italia saja. Per grup maksimum 15 orang maka anda akan mendapatkan kekayaan informasi dan bertanya pada pemandu bagaimana peradaban romawi jaman dulu kala.

Malas bayar pemandu wisata? Wisata di kastil ini moderen sekali. Setelah anda bayar tiket masuk sebesar 14€ per orang maka akan anda petugas mengaktifkan aplikasi dalam hape anda. Di tiap tiket masuk ada PIN tertera. Masukkan nomor PIN sesuai arahan aplikasi. Di dalam kastil tersedia WIFI. Asyiknya setelah anda terkoneksi internet maka anda bisa mendengarkan panduan dan penjelasan tentang setiap tempat di dalam kastil. Keren kan! Rasanya Indonesia bisa mencontoh proyek ini di museum kita barangkali.

Kastil ini disebut juga MOUSOLEUM of HADRIAN. Mengapa? Karena kastil ini awalnya diperuntukkan untuk keluarga Raja Hadrian. Di sini pula terdapat makam sang Raja. Kejadian wafatnya sang Raja Hadrian mungkin antara tahun 134 dan 139 sebelum masehi. Cocok ya, jika ingin belajar sejarah dengan datang ke sini karena sudah ada sebelum masehi.

Dulunya nih kastil ini jadi bangunan tertinggi di seluruh kota Roma. Wow! Bahkan untuk bisa melihat keindahan kota Roma dengan arsitekturnya yang megah dan tertata rapi sejak jaman dulu kala, anda wajib melihat di lantai teratas kastil. Di lantai atas ini anda bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus Vatikan, yang berada di seberang kastil. Konon pernah tinggal juga Paus di dalam kastil ini. Tak hanya dijadikan tempat tinggal Raja, makam Raja dan tempat sementara bagi Sri Paus, katanya nih di sini pernah dijadikan lokasi penjara bagi tahanan politik. Hmm, tiap lokasi dari kastil ini semuanya ada unsur sejarah. Rasanya anda tak akan cukup berkeliling hanya beberapa jam saja.

Bangunan ini berbentuk silinder dengan taman di lantai teratas. Bayangkan jaman sebelum masehi mereka sudah memikirkan arsitektur yang luar biasa seperti ini. Sangking kokohnya kastil ini, anda akan melihat bahwa tempat ini pernah dijadikan benteng pertahanan. Di sini pula anda akan melihat perlengkapan senjata aneka rupa dari jaman ke jaman. Ini seperti film Robin Hood deh! Tak hanya senjata, ada berbagai peninggalan seperti baju tentara jaman dulu dan pernak-pernik kerajaan.

Sebuah legenda dikatakan bangsa romawi pernah tidak mempercayai Tuhan, lalu masyarakatnya kembali memeluk berhala. Akhirnya terjadi wabah penyakit di kota Roma. Ada yang melihat Malaikat Agung St. Mikael melindungi kota Roma dengan membawa pedang di tangan dan wabah pun berhenti. Simbol malaikat membawa pedang dapat anda lihat di lantai teratas untuk mengenang peristiwa tersebut. Ada patung malaikat membawa pedang di puncak kastil. Di sisi jembatan masuk kastil juga anda melihat patung-patung malaikat yang cantik.

Di kastil ini anda belajar bagaimana kekaisaran romawi pernah ada dengan berbagai lambang kebesarannya seperti bendera dan peninggalan kejayaannya. Munculnya kekristenen di Roma, membuat kastil ini tak luput dari budaya kekristenan seperti benda seni lainnya yang mencerminkan kisah sengsara Yesus atau lukisan yang indah seperti perjamuan terakhir Yesus beserta muridNya.

Untuk toilet tersedia di lantai bawah setelah loket beli tiket dan lantai paling atas dekat toko sovenir. Anda juga bisa menyantap masakan khas Italia dengan suasana romantis pemandangan kota Roma. Begitu luasnya kastil ini, anda perlu memakai alas kaki yang super nyaman. Meski bangunannya tampak seperti labirin, jangan khawatir tersesat karena selalu ada petugas untuk memantau turis.

Apakah anda suka sejarah? Saya rekomendasikan anda untuk datang ke sini.

Video singkat 23 detik tentang Roma dari lantai teratas kastil meski tak sempurna penampakannya😁

Kastil Neuburg am Inn: Dekat Perbatasan Austria-Jerman  

(Kastil dengan jembatan penghubungnya, mirip seperti film-film ksatria jaman dulu.)

(Taman paradise.)

(Patung Kristus yang dimaksud, tampak muka dan belakang sama.)

(Petunjuk area lokasi kastil yang luas ini.)

(Semacam pintu gerbang di depan kastil sebelum menuju jembatan penghubung.)

Diasumsikan dibangun pada tahun 1050 maka tak heran bangunannya sudah banyak yang tak terawat, namun kastil tetap berdiri megah dengan sisa-sisa kejayaan masa lampau. Kemudian terjadi perombakan dan direnovasi ulang pada tahun 1310. Adalah Georg Graf Ludwig von Sinsendorf mengubah tampilan kastil menjadi bergaya Baroque, khas bangunan Jerman tempo dulu. 

Di muka kastil ada patung Kristus yang terkenal ketika Pontius Pilatus kala itu menjatuhkan hukuman salib dan berseru “Ecce Homo” yang berarti lihat manusia itu. Sontak orang-orang yang melihat berteriak lantang ‘Salibkan Dia!’ Patung itu menjadi terkenal. Dalam papan informasi dikatakan nama ‘Der Doppelseitige Cristus’ yang berarti ada patung muka dan belakang punya figur sama.

Apakah patung ini terinspirasi dari lukisan abad ke-17, Christ before Pilate. Semula lukisan ini sebagai maha karya Rembrandt. Belakangan diketahui sebagai karya pelukis Belanda Nicolaes Maes. Saya pun tidak tahu keterkaitan lukisan dengan patung ini. Namun berdasarkan papan informasi dikatakan bahwa patung dibuat tahun 1675. So? Anda bisa menganalisa sendiri.

Di depan kastil ada taman paradise, yang mungkin kala itu disebut seperti surga karena cantiknya. Dari taman terlihat di seberang adalah negeri Austria.

Sumber 

http://www.spottinghistory.com/view/5864/neuburg-castle/