3 F yang Dilakukan di Hari Minggu di Sini, Apa Saja?

Menikmati waktu di hari Minggu.

Hari Minggu sangat berbeda di sini. Dibandingkan enam hari sebelumnya, pada hari Minggu banyak orang memilih untuk tidak bekerja. Jika pun ada yang mewajibkan untuk bekerja, biasanya ada kebijakan, pemberi kerja memberikan tambahan kompensasi sekian persen jika si pekerja harus bekerja di hari Minggu. Itu sebab hari Minggu menjadi hari istimewa. Di hari Minggu kebanyakan orang Jerman melakukan tiga F.

Apa itu 3 F?

Freizeit

Saya bingung mencari padanan kata Freizeit dalam bahasa Indonesia. Ini bisa diartikan sebagai waktu yang lowong dan bebas dimana kita bebas mengatur dan melakukan apa yang kita inginkan dan sukai. Dalam bahasa Inggris, freizeit bisa didefinisikan sebagai leisure time. Aktivitas ini bisa dikaitkan dengan hobi atau kesukaan yang menjadi minat anda. Bahkan jika tidur adalah kesukaan, silahkan juga dilakukan.

Freizeit bisa dilakukan bersama orang lain dan juga bisa dilakukan seorang diri. Ini adalah waktu yang bebas untuk melakukan yang diinginkan. Membaca bisa termasuk freizeit sebagai kegiatan personal. Atau, membiarkan diri dengan duduk di taman kota.

Freizeit juga dikategorikan berbayar dan perlu uang untuk melakukannya. Misalnya, nongkrong dan minum kopi di kafe bersama teman. Freizeit lain misalnya, pergi ke bioskop juga perlu uang. Namun ada juga freizeit yang digolongkan tak berbayar. Misalnya membersihkan rumah, berjalan di taman kota atau mengunjungi orangtua dengan bersepeda.

Mengapa biaya freizeit perlu diperhitungkan? Karena freizeit itu adalah salah satu kebutuhan yang patut masuk dalam anggaran kebutuhan juga. Meski freizeit tidak termasuk kebutuhan primer, tetapi anggaran freizeit perlu diperhitungkan. Anggaran freizeit juga ada dalam daftar biaya hidup (lebenshaltungskosten) di sini. Dan freizeit itu paling banyak dilakukan saat hari Minggu.

Familie

Jerman adalah negara yang termasuk memikirkan keluarga, atau family oriented. Di hari Minggu, banyak orang Jerman yang menghabiskan waktu bersama keluarga. Di saat mereka tidak bekerja, orangtua dan anak memanfaatkan hari Minggu untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain. Ada yang berpergian ke suatu tempat seperti fun park atau rekreasi keluarga, tetapi ada juga yang menghabiskan kebersamaan di tempat-tempat umum tak berbayar yang biasanya menyediakan taman bermain anak-anak.

Ada yang mengatur acara keluarga di rumah seperti ngobrol, makan bersama atau nonton di ruang keluarga. Ketika enam hari lain mereka begitu sibuk beraktivitas maka hari Minggu justru dimanfaatkan hanya dengan orang yang intim seperti keluarga.

Freundschaft

Aktivitas lainnya di hari Minggu adalah Freundschaft. Pilihan lainnya adalah membangun pertemanan di hari Minggu, di saat tidak ada aktivitas studi dan pekerjaan. Ini bisa dilakukan dengan orang yang intim, artinya partner dan sahabat tetapi juga bisa dilakukan dalam kenalan yang punya minat sama.

Ada yang menghabiskan hari Minggu dengan ikut kelompok pesepeda ke suatu tempat, kelompok pejalan nord walking atau kelompok sukarelawan lainnya. Ada juga yang duduk di biergarten dan ngobrol bersama teman yang akrab, tetapi ada juga yang bermain seperti olahraga dan musik.

Apa yang biasa anda lakukan di hari Minggu?

Advertisements

Mau Ke Toilet? Orang India Tunjuk Jari Kelingking

I had known some friends who come from Southeast Asia such as India, Pakistan and Bangladesh. They are very nice friends. The attractive point which is shared about their gesture to show off little finger when they want to pee. I’d like to discuss about it with them.

When I was a kid, I showed off my little fingers to friends as a way forgiving our little mistakes. This is simple due to we didn’t know how to say appologize in childhood.

Another idea about little fingers in India, they believe all fingers are relevance with Greek philosophy as the same as Panchamahabutha. A little finger is meant water. In related with this element, they show theirs. Good to know:)

***

Tiap negara punya adab kebiasaan masing-masing. Begitu pun soal kebiasaan “urusan ke belakang” alias pergi ke toilet. Sebagai orang yang belajar perilaku, ilmu psikologi plus komunikasi maka saya senang mengamati dan bila perlu bertanya. Soal urusan pamit ijin “ke belakang” ternyata ini menjadi hal yang khas dan mungkin bisa dibagikan untuk diketahui bersama.

Saat saya belajar budaya dan bahasa Jerman, saya juga belajar bagaimana berbicara sopan untuk ijin ke toilet. Meski terkesan sepele, namun ini juga bagian dari tata krama. Tak mungkin sedang sibuk pembelajaran di kelas, saya langsung angkat tangan pakai bahasa Indonesia. Ada juga sih teman-teman lain berpendapat, cukup mengatakan kepada si pengajar ada kata toiletnya maka dia sudah mengerti. Namun lebih sopan jika kita bisa berkata “ich muss mall” yang diterjemahkan bebasnya saya pamit ada keperluan.

Namun dibalik itu semua, beberapa kenalan dari India, Pakistan dan Bangladesh di sini mengungkapkan dengan cara yang unik. Mereka menunjukkan jari kelingking, terkadang sambil berkata “ich muss jetzt gehen” yang diterjemahkan bahwa saya harus pergi sekarang. Awalnya saya yang melihat tidak mengerti.

Saya semakin penasaran ketika saya mendapati lagi seorang rekan kerja asal Pakistan. Kebetulan kami bertugas bersama. Tiba-tiba dia pamit pada saya sambil menunjukkan jari kelingking. Saya bertanya “was?” Kemudian dia menyahut lagi “Bitte Anna, ich muss jetzt gehen!” Saya masih bengong, dia pun berlalu dengan cepat.

Selang beberapa menit kemudian dia sudah kembali. Saya bertanya apa maksudnya dia menunjukkan jari kelingking dan pergi. Seingat saya dulu saat masih kanak-kanak, antar teman kita saling menunjukkan jari kelingking kemudian mengkaitkan keduanya. Itu tanda permintaan maaf. Sejak kecil, dalam berteman simbol jari kelingking adalah tanda damai antar teman.

Begitu cerita saya pada rekan saya ini.

Lalu dia menceritakan bahwa sebagian besar masyarakat India memang menggunakan jari kelingking untuk ijin ke toilet. Saya pun penasaran maksudnya.

Jika anda belajar yoga, anda paham bahwa ada lima elemen dalam jari. Ada elemen api, bumi dan seterusnya. Sedangkan jari kelingking merupakan elemen air. Itu sebab mereka menunjukkan jari kelingking yang merujuk pada elemen air, yang berkaitan dengan “urusan ke belakang.” Menarik ya!

Ternyata tak hanya soal elemen air saja, teman lain asal Pakistan berujar bahwa jari kelingking adalah jari paling kecil ketimbang lima jari lainnya. Menunjukkan jari kelingking menggambarkan bahwa ada urusan sebentar atau tak lama yang akan dilakukannya. Ya, “urusan ke belakang” memang tidak perlu waktu lama namun mendesak. Itu menyangkut kebutuhan biologis.

How to Understand Business Communication over Phone in Germany: Etika Berkomunikasi Profesional via Telepon di Jerman

Every country has own way to communicate for business purpose or personally communication, including in Germany. In commonly German people can make difference how to communicate in formal and non formal. To following communication professional by phone, I had some tips to assist my friends who the most are staying in my origin country, Indonesia. This written in below is only clue how to understand business communication  by phone in Germany.

Refer to my capacity on communications skill, I would like to share my experiences regarding the business communication effectively in Germany. As my second home now, I know this is contrary with all happening in my country. For example, I can accept phone anytime in Jakarta including weekend when I have had a horribly busy day to handle urgent event. But in here, they really appreciate weekend as family day. While I was working at office in Jakarta, chit chat or gossip by phone could be accepted as long as you have no problem in working performance. In here, every one can notice me at work when I got calling only for chit chat. They are really serious in working. No time for chit chat or gossip.

They are surely selective to communicate with people especially in business area or working issue. They will use “Sie” as you, not “Du” when they use in formal speaking in working. They used to call your family name after saying “Herr” for male and “Frau” for female. In Indonesia as my country, they prefer directly call a first name after saying “Pak” for male and “Ibu” for female.

At this moment, my focused on the communication over phone in Germany, here are the tips in according to my experiences. This is only recommendations, not to bear your minds when you are in here.

  1. Do not make noisy in public area or meeting time! So you must ensure your phone on vibrate or silent mode.
  2. When you want to accept this calling, please make away to find the silent place!
  3. After saying “HALLO” then tell your family name.
  4. Do not make a gossip or chit chat on phone! Say it in directly by phone on working hours.
  5. They always like to make a professional schedule by phone. They are really strict with a schedule you made previously. This is respectful for them when you follow the plan. You change, it could be ‘disaster’ for them.
  6. Do not call regarding business matters after 5 PM and weekend!

This is still open opinion. You can drop your comments in below regarding professional communication by phone in Germany. Just two cents✌

 

Ilustrasi.

 

Tiap wilayah ada kebiasaannya. Ketika saya datang ke Seoul, Korsel 2012 saya mengamati bahwa generasi muda semua begitu sibuk dengan hape di tangan, meski mereka sedang berpacaran. Hal ini jadi bahan diskusi antara saya dengan teman sekamar dari Belgia. Nah, bagaimana dengan di Jerman?

Orang Jerman termasuk selektif dalam membangun komunikasi, terutama dengan orang asing. Orang Jerman mampu membedakan komunikasi formal dan informal itu saja, mana keperluan pribadi dan bagian mana untuk kepentingan kantor atau bisnis.

Nah, dalam urusan menerima telpon di sini maka pertama kali setelah menyebut kata ‘Hallo’ maka kita menyebutkan nama keluarga atau family name, misal “Hallo, Liwun.” Jadi tidak menyebut nama Anna di awal. Untuk meyakinkan si penelpon bahwa dia benar-benar menelpon yang dituju, maka si penerima telpon sebutkan nama keluarga dulu. Baru jika si penelpon ingin berbicara dengan ‘Anna’ misalnya maka si penelpon akan menyebutkan spesifik nama atau nama depan (vorname). Itu kebiasaan menerima telpon.

Tak semua orang Jerman suka punya hape, bilamana dirasa perlu dan sesuai kebutuhan. Bukan karena mereka tidak mampu tetapi karena mereka tidak mau. Mereka tidak suka disibukkan dengan suara panggilan telpon. Jika anda berada di sini sebaiknya pilih tanda bergetar atau silent agar membuat orang sekitar nyaman. Daripada seluruh mata akan memandang anda hanya karena bunyi suara hape anda yang annoying itu.

Etika bertelepon selanjutnya adalah menerima telepon yang santun saat anda di area publik. Daripada berteriak-teriak terima panggilan telpon, lebih baik anda menyingkir ke tempat sepi. Atau anda bisa masuk ke mobil pribadi sehingga anda bebas berteriak-teriak menerima telepon juga. Tak ada orang yang tak sopan berteriak-teriak terima telpon saat di dalam kendaraan umum bagi orang Jerman. Di bis atau kereta mereka tampak silent dengan buku/koran atau diam.

Jangan pernah menelpon ke rumah setelah jam 10 pagi kecuali anda sudah janji sebelumnya! Kebanyakan kita memakai rekaman telepon rumah untuk meninggalkan pesan. Anda pun terbiasa untuk membuat janji bertemu misal periksa ke dokter, dengan menelpon terlebih dulu kecuali dalam keadaan gawat darurat. Anda akan sangat dihargai bila memenuhi waktu perjanjian tepat waktu di sini. 

Lalu setelah jam 5 sore untuk berbicara urusan kantor atau urusan pekerjaan, eits tunggu dulu. Jika rekan anda sudah memperbolehkan untuk ditelpon, tak masalah tetapi kebanyakan mereka memasukkan dalam mail box dan akan membalas telepon anda bila dirasa perlu. Jadi amati setiap aturan dari jam telepon bekerja di tiap instansi karena tidak mungkin seperti di Indonesia berlaku jam kantor dari jam 08.00-17.00. Bisa saja beda hari beda jam pula pemberlakuan terima telepon untuk urusan pekerjaan.

Lalu kebiasaan menerima telepon layaknya miss ringring bukan kebiasaan orang Jerman. Jika ingin bergosip atau berbicara panjang lebar maka mereka lebih pilih bertemu langsung ketimbang via telepon. Semestinya bicara di telepon adalah poin yang penting dan diperlukan. Bagi anda cukup via SMS atau teks singkat, lakukan itu ketimbang mereka menerima telepon apalagi saat bekerja. Jika itu penting dan urgent, mungkin anda bisa pertimbangkan telepon.

Jika ingin telepon ke orang yang dituju, sebutkanlah Herr untuk pria dan Frau untuk perempuan. Lalu pastikan nama keluarga, bukan nama panggilan meski anda adalah teman baik sekali pun. Setelahnya anda bisa bercakap-cakap seperti biasa, namun tata krama mereka di telepon begitu.

Baca https://liwunfamily.com/2014/04/08/mencermati-gaya-komunikasi-orang-jerman/

Kesimpulannya

  • Gunakan salam pembuka saat menerima telepon yakni HALLO!
  • Beritahukan nama keluarga lebih dulu (family name) bukan nama panggilan.
  • Berbicara yang santun, direct atau tidak berbelit-belit saat telepon.
  • Terima telepon di tempat yang sepi. Jika di area publik, menyingkirlah!
  • Beri nada getar atau silent pada hape anda saat rapat atau di kendaraan umum.
  • Jika urusan pekerjaan menelponlah tidak saat wiken, hari libur atau setelah jam 5 sore.

Bagaimana ada pendapat?