Schmiding Zoo, Kebun Binatang di Austria

Kebun binatang Schmiding.

Ada tokek juga di sini, dimana saya hanya pernah mendengar suaranya saja tanpa pernah tahu seperti apa bentuknya. 

Beragam kupu-kupu yang cantik dan perubahannya dijelaskan di sini.

Rangka dinosaurus.

Musim panas ada banyak pilihan yang bisa dilakukan bersama keluarga. Salah satu yang kami lakukan adalah berkunjung ke kebun binatang di tetangga sebelah, Austria. Langsung kami bergegas ke Schmiding Zoo, yang terletak di upper Austria, tepatnya tak jauh dari kota Welchs.

Kebun binatang Schmiding dibuka tahun 1982 dan diklaim memiliki taman burung terbesar di Eropa. Selain itu, ada wahana Aquazoo yang cocok untuk anak-anak belajar tentang kehidupan binatang di laut. Di sini dijelaskan asal usul binantang pertama di bumi dan hubungannya dengan dinosaurus. Bahkan kita bisa menyaksikan petugas memberi makan piranha setiap hari. Ada papan informasi yang terpajang lengkap sebagai sumber informasi bagi pengunjung yang penasaran dengan kehidupan laut. Di aquazoo juga terpajang kampanye pencegahan agar satwa yang hidup di laut tetap terlindungi baik.

Harga tiket masuk 18,50€ untuk satu orang yang berlaku juga buat mengunjungi kebun binatang dan aquazoo. Jika tidak ingin mengunjungi aquazoo, tentu harganya juga berkurang. Di sini tersedia kafetaria sehingga pengunjung tak perlu khawatir kelaparan dan kehausan. Hal yang paling disukai lagi di sini, ada banyak tempat bermain anak-anak sehingga mereka tidak merasa bosan. Orangtua bisa mengawasi mereka bermain sembari istirahat sejenak karena banyak bangku-bangku yang nyaman tersedia. 

Hewan yang tak pernah saya tahu sebelumnya.

Ini saya lupa namanya.

Di sini juga terdapat taman burung yang luas.

Cheetah.

Badak.

Cap tangan dan kaki gorilla.

Coba tebak ini?

Tak jauh letaknya dari aquazoo, kami mengunjungi pusat serangga dan binatang mikro yang hidup di bumi seperti misalnya tokek, kecoa, belalang dan serangga lainnya dari berbagai belahan dunia yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Hewan dari Indonesia yang saya temukan, sejenis kadal dari Ambon yang dikenal “Hydrosaurus Amboinensis” dan belum saya ketahui selama ini. Hewan ini hidup di wilayah tropis seperti Kepulauan Maluku, Sulawesi dan juga Papua Nugini.

Setelah puas mengunjungi area sebelah, kami mendapati taman burung yang beraneka ragam. Saya mendapati berbagai burung dari belahan dunia yang tak pernah saya tahu sebelumnya. Burung-burung dibiarkan bebas sebagaimana kontur alam hidup mereka. Mereka bebas hidup dalam kondisi alam sebenarnya. Papan informasi cukup jelas, meski hanya berbahasa Jerman. 

Hewan lain yang menarik atensi kami misalnya cheetah, hewan tercepat di dunia. Berasal dari Afrika, hewan ini bisa berlari 110 Km/jam. Ada juga macan dan ular yang saya lewati dan tak terlihat. Lalu ada juga badak bercula yang berasal dari Jawa dan Sumatera yang dibiarkan hidup bebas sebagaimana mestinya. Kami hanya mengamati dari atas kejauhan. Bahkan di sini kami jadi tahu perbedaan antara gibon, simpanse, orangutan dan gorilla. Papan informasi sangat informatif dan aktraktif buat pengunjung. 

Terakhir, kebun binatang ini layak dikunjungi keluarga. Di tempat wisata tidak ada hirup pikuk pemberitahuan atau pengumuman karena semua jelas tersampaikan dalam papan informasi. Pengunjung hanya mendengar suara aneka satwa. Kebun binatang ini juga disukai anak-anak karena ada tempat bermain buat mereka, sarana edukasi dan lahan yang luas sehingga mereka tidak bosan. Ini bisa menjadi pilihan rekreasi buat keluarga.

So, kemana rencana anda akhir pekan ini?

Advertisements

Apa yang Menarik dari Kebun Binatang Wildpark Ortenburg?

Pengunjung dapat memberikan makanan dan berinteraksi langsung dengan satwa di sini. Tampak rusa dengan berbagai jenis menikmati makanan yang diberikan pengunjung.

Anda tahu apa fungsi jembatan seperti ini di pintu masuk? Jembatan kayu yang kokoh dengan selang seling berlubang dimaksudkan agar hewan takut melangkah keluar. Jadi hewan tak mungkin kabur keluar.

Dibandingkan Tierpark Hellburn di München, kebun binatang Wildpark di Otenberg tak seberapa banyak satwa yang hidup dan dipelihara. Dengan area seluas kurang lebih 25 hektar, anak-anak dan para penyayang binatang bisa bersentuhan langsung dengan satwa di sini. 

Satwa dibiarkan hidup sebagaimana habitatnya. Tentunya lahan yang luas mengikuti kondisi geografis alam sekitar sehingga pengunjung tidak hanya menikmati wisata satwa tetapi juga wisata alam. Pengunjung tidak usah khawatir karena memang hewan dalam kebun binatang ini bukan hewan berbahaya dan buas seperti ular, harimau dan semacamnya. 

Poin yang menarik dan mungkin bisa disontek untuk menjaga kelestarian kebun binatang:

1. Papan informasi hewan 

Papan informasi penting untuk memberikan edukasi kepada pengunjung. 

Meski tak banyak satwa di sini, namun tak semua satwa mudah dijumpai di Indonesia. Contohnya saya baru tahu beberapa satwa yang belum pernah saya jumpai. Misal, perbedaan antara Kuda dengan Pony, meski masih dalam satu familie ternyata Pony memiliki fisik tidak sebesar Kuda. Pengunjung bisa mengetahui dengan membaca deskripsi hewan dari papan informasi yang letaknya tak jauh dari lokasi keberadaan hewan tersebut. Ada juga hewan Lama yang saya hanya lihat di televisi.

2. Ketersediaan brosur dan leaflet.

Di muka pintu masuk, pengunjung bisa mengambil brosur/leaflet yang menggambarkan keseluruhan kebun binatang tersebut. 

3. Sarana bermain untuk anak-anak

Tampak kejauhan adalah sarana bermain anak-anak dan di sekitarnya ada tempat duduk untuk istirahat.

Meski ini adalah kebun binatang, namun tak lupa pengelola menyediakan arena bermain untuk anak-anak. Itu artinya, pengelola paham betul kebutuhan anak-anak untuk bisa tetap menikmati kebun binatang.

4. Tempat duduk atau bangku istirahat

Kondisi geografis yang berundak-undak tentu memerlukan energi yang cukup melelahkan. Pengelola menyediakan tempat santai untuk pengunjung di banyak tempat.

5. Kran air cuci tangan

Tampak kran air untuk cuci tangan dan tempat membuang sampah di beberapa sudut area yang disediakan pengelola.

Pengelola sadar betul bahwa pengunjung bisa bersentuhan dengan hewan. Oleh karena itu kran cuci tangan disediakan di beberapa tempat.

6. Mesin minuman dan es krim

Tampak mesin otomatis untuk minum dan es krim yang disediakan pengelola.

Lagi-lagi tidak hanya restoran dan kafe yang bisa dijumpai, namun jika memerlukan minuman dingin (soft drink) dan es krim, silahkan datang ke mesin otomatis yang tersedia.

7. Makanan khusus hewan

Bagi anak-anak dan kaum penyanyang binatang, aktivitas memberikan makanan kepada satwa langsung sangat mengesankan. Dengan membeli 0,50€ tentu aktivitas ini menyenangkan.

Aktivitas menyayangi binatang disukai oleh anak-anak dan keluarga. Di sini pengelola pun menyediakan makanan khsusus untuk satwa. Pengunjung merogoh 0,50€ maka mendapatkan satu kotak makanan. Makanannya adalah jagung yang khusus dan bisa diberikan kepada satwa di sini. 

Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Dilarang membawa makanan sendiri. Kebun binatang ini juga bukan arena pikinik dimana keluarga dapat menggelar makanannya sendiri. Pengelola sudah menyediakan restoran dan kafe jika memang membutuhkan. 
  2. Sangat tidak dianjurkan memberikan makanan kepada hewan selain makanan yang tersedia khusus yang berada di dalam area. 
  3. Menggunakan sepatu yang nyaman mengingat kondisi geografis alam di wilayah pegunungan. 
  4. Tidak buang sampah. Pengelola menyediakan banyak tempat sampah. Jadi kesadaran untuk menyayangi alam itu juga besar, tidak hanya sayang binatang saja. 
  5. Untuk kenyamanan bersama, ikuti petunjuk yang ada seperti penunjuk jalan. Tidak menyalahi aturan yang ada.
  6. Jika anda punya binatang peliharaan semisal anjing atau kucing, dilarang untuk dibawa ke dalam kebun binatang!


 So, semoga bermanfaat 😊