Apa yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu di Stasiun Roma Termini, Italia?

What should you do when you are in Roma Termini station for transit awhile?

Me and my husband just stopped for awhile in Roma Termini Station before going back to Germany. We had a few hours to spend the time during around the station. Here are the ways to do when you are in Roma Termini Station:

  1. Visit to Basilica of Santa Maria.
  2. Go shopping.
  3. Trying the taste of Italian food in food area. 
  4. Enjoying coffee or ice cream in certain bar.

This followed explanation is in Bahasa Indonesia. Hope it informs to Indonesian Tourist who will visit Italy around.

****

Selamat datang di stasiun Roma Termini!

Stasiunnya cukup besar dan tersedia berbagai fasilitas, termasuk berbelanja.

Pastikan jadwal kereta anda yang tertera di monitor jika ingin menghabiskan waktu di sini. Di sini tidak ada announcement audio yang mengingatkan seperti stasiun di Indonesia kebanyakan.


Tiba di stasiun Roma Termini, saya dan suami memang berencana untuk makan malam sebelum mendapati kereta menuju ke Jerman. Di stasiun pusat kota Roma ini, mudah kami mendapati restoran atau food court dengan berbagai citarasa makanan. Memang tak perlu khawatir kelaparan meski harga makanan lebih mahal ketimbang di luar stasiun. 

Untuk ‘urusan ke belakang’ alias ke toilet, anda mesti bayar 0.70€ – 1€. Cukup mahal ya! Semua kafe dan restoran tidak menyediakan toilet. Jadi anda harus menggunakan toilet umum dan membayarnya untuk membuka pintu toilet. Lalu jika masih banyak waktu, di sini ternyata ada penyimpanan bagasi sementara seperti di stasiun Hauptbahnhof Salzburg. Lokasinya tak jauh dari pusat perbelanjaan. Ketimbang membawa tas dan barang-barang anda, anda bisa melakukan banyak hal tanpa dibebani barang bawaan.

Baca https://liwunfamily.com/2017/10/09/apa-yang-bisa-dilakukan-saat-transit-di-stasiun-salzburg-austria/

Mengapa kita tidak langsung menuju ke kereta? Di sini gerbang periksa tiket yang disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kereta. Kita diijinkan masuk sesuai jadwal yang tertera pada monitor yang tersebar di seluruh stasiun. Jadwal kereta tujuan akan tayang sekitar 30 menit sebelumnya. Jadi jangan harap bisa masuk sejam sebelumnya!

Berikut empat hal yang bisa dilakukan jika anda menunggu waktu kereta saat berada di stasiun Roma Termini.

Pertama, mengunjungi Basilika Santa Maria.

Tampak Basilika Santa Maria dari pusat kota. 

Di sela waktu menunggu di stasiun, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk mengunjungi Basilika Santa Maria yang letaknya tak jauh. Letak Basilika Santa Maria kira-kira lima sampai sepuluh menit dengan berjalan kaki tentunya. Bangunannya bergaya baroque dan menarik. Basilika dibangun untuk menghormati Bunda Maria yang melindungi bangsa Romawi jaman dulu kala. Meski Basilika ini berada di wilayah kota Roma yang tentunya masuk dalam wilayah negara Italia, namun Vatikan pun punya kewenangan terhadap Basilika Santa Maria ini. 

Di Basilika ini terdapat Cappella Sistina, dimana dimakamkan Santo Jerome pada abad 4. Beliau yang menerjamahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Basilika ini juga merupakan salah satu situs yang dilindungi UNESCO.

Kedua, berbelanja alias shopping.

Bisa shopping, tampak tenant Victoria’s screet dan berbagai barang ternama dijual di pusat pertokoan.

Ini yang disukai kaum perempuan, berbelanja. Di stasiun Salzburg, kita perlu keluar stasiun untuk ngemall. Di sini tidak, beberapa tenant barang ternama dijual di area pertokoan stasiun. Sambil menunggu waktu kereta, kita bisa memilih barang-barang belanjaan. Jika harganya lagi diskon, kita bisa beruntung membelinya. 

Belum beli oleh-oleh atau sovenir, anda bisa membelinya sekaligus di sini. Saya menyarankan jika anda suka masak, silahkan beli pasta buatan Italia yang otentik! Mungkin strategi mendekatkan mall di stasiun menarik juga. Siapa tahu di Indonesia, ide ini bisa ditiru agar mall tidak sepi!?

Ketiga, makan.

Salah satu sudut food court di lantai 2.

Fusilli yang yummy di sini.

Karena makanan Italia sudah mendunia, maka perlu banyak mencoba kuliner lain di sini. Stasiun menyediakan aneka rasa kuliner dari model fast food hingga makanan tradisional. Sembari menunggu waktu kereta, tak ada salahnya buat wisata kuliner hanya di stasiun Roma Termini saja. 

Keempat, menikmati es krim atau secangkir kopi.

Es krim.

Di stasiun ini juga bertebaran kafe yang menjajakan kopi. Jika merasa kantuk menyerang, silahkan  datang ke gerai kafe atau tenant sederhana yang menjual kopi khas Italia. Tak suka kopi, ada juga tenant yang menjual es krim, dijamin anda puas menikmati es krim di sini yang enak sekali. 

Kesimpulan

Jika sudah berada di stasiun Roma Termini, saya sarankan perhatikan barang bawaan anda. Banyak teman yang curhat bahwa sering terjadi kecopetan di sini. Jangan sampai terlena saat berbelanja atau asyik makan! Lalu perhatikan pula jadwal kereta anda! Kereta selalu memiliki jadwal yang tepat waktu. Pastikan anda sudah berada di gerbang periksa tiket 30 menit sebelum jadwal kereta!

Semoga bermanfaat😁

Begini Kompensasi Pesawat dan Kereta Berdasarkan Regulasi EU

Ilustrasi. Di wilayah Uni Eropa ada ketentuan yang menjadi hak penumpang bilamana pesawat delayed atau cancelled.

Pagi hari seharusnya sudah tiba di tujuan, ini masih di Bologna, Italia.

Tiba di stasiun Roma Termini terlambat 6 jam dari jadwal semula.

Formulir komplen dari petugas di Italia.

Berdasarkan peraturan EU keterlambatan teknis kereta hingga lebih dari 2 jam dapat kompensasi 50% dari harga tiket. Ini alamat pengiriman komplen yang ditujukan ke perusahaan perkeretaapian di Jerman, meski kejadian tidak di Jerman.

Bagi saya keterlambatan jadwal penerbangan atau jadwal kereta sudah menjadi hal yang lumrah tinggal di Indonesia. Saya mengerti karena memang kejadian itu kerap terjadi. Jika saya protes, seperti useless, wong yang lain juga mengalami hal yang sama.

Pengalaman traveling lain di seputar Asia soal keterlambatan juga pernah saya alami. Saya dan beberapa teman berangkat dari Ho Chi Minh City, Vietnam menuju Siem Riep, Kamboja dengan bis. Oleh petugas tiket dikatakan bahwa kami akan tiba di tempat yang dituju jam 8 malam alias 12 jam perjalanan dari kota yang kadang disebut Saigon itu. Done! Tidak hanya kami yang bertampang Asia, ada banyak juga turis lain dari berbagai negara. 

Tak ada informasi bahwa tanggal tersebut 10 Oktober 2010 (10.10.10) adalah hari keramat di Kamboja. Anda tahu kami terjebak selama berjam-jam dalam bis karena tumpang ruah orang menyambut dan merayakan sesuatu di sekitar sungai dimana kami pun harus menyebrangi sungai tersebut menuju Kamboja. Luar biasa dong, akhirnya kami baru tiba di Pnom Penh, ibukota Kamboja jam 10 malam dan masih 6 jam lagi menuju kota yang dituju, Siem Reap. Diluar dugaan bahwa kami tidak punya niat wisata di kota itu. 

Akhirnya kami dan sebagian turis lain protes agar membawa kami ke Siem Riep kota selanjutnya. Sedangkan turis lain yang malas komplen memilih untuk menginap dan membiarkan tinggal di ibukota Kamboja. Meski kami harus protes keras, setidaknya kami dapat hak kami sebagai penumpang untuk melanjutkan perjalanan. Kami berhasil dapat kompensasi tidak bayar naik sleeping bus dari Pnom Penh ke Siem Reap.

Nah, itu cerita perjalanan di Asia. Kali ini beranjak ke Eropa, dimana segalanya tertib hukum dan sesuai jadwal. Berdasarkan aturan EU, jika anda mengalami pesawat yang delayed berlarut-larut dan atau cancelled, maka anda berhak mendapatkan kompensasi hingga 600€. Untuk lebih lanjut anda bisa cek masing-masing maskapai penerbangan karena tergantung kelas yang anda pilih, mungkin anda mendapatkan hotel menginap atau biaya beli pakaian ganti misalnya.

Lain pesawat lain pula kereta api. Sejak berlakunya Uni Eropa membuat orang hilir mudik lebih gampang dari satu negara ke negara lain. Salah satunya yang kami alami baru saja. Ceritanya saya dan suami pergi ke Italia, stasiun Roma Termini dari Austria, stasiun Hauptbahnhof Salzburg. Sekitar perbatasan Austria-Italia, kereta berhenti. Kata si petugas kereta, ada masalah dengan rel kereta yang akan dilalui. Jadi kereta terpaksa menunggu rel diperbaiki hingga dini hari. Hah!!!!

Suami saya marah. Banyak penumpang kecewa apalagi kondisinya sudah larut malam dan dingin pula. Kafe di kereta tutup. Akhirnya suami saya protes pada petugas kafe kereta karena saya kedinginan dan butuh minuman yang hangat. Kepala petugas kereta pun meminta anak buahnya menggratiskan semua minuman hangat seperti kopi,teh atau coklat panas kepada setiap penumpang. Ini adalah salah satu bentuk kompensasi kereta di EU bila terjadi masalah teknis.

Kadang berpikir enaknya di Indonesia, ingat jaman kecil dulu suka jalan naik kereta dari Jakarta ke kampung halaman ibu, banyak pedagang lalu lalang termasuk makanan. Di sini tidak ada yang jual karena restoran dan kafe stasiun semua tutup karena sudah malam. 

Menunggu berjam-jam dengan kebosanan akhirnya kereta bisa diberangkatkan kembali. Anda tahu berapa lama keterlambatan kereta dari jadwal semula yang tertera di tiket? Ini keterlaluan, terlambat satu atau dua jam masih bisa ditolerir kata sebagian penumpang yang adalah turis Jerman. Kami terlambat 6 jam dari jadwal seharusnya. Lalu kami cek di website kereta. Di situ dinyatakan sebagai penumpang kami akan mendapatkan 50% dari harga tiket bila melebihi 2 jam keterlambatan yang disebabkan teknis kereta.

Tidak hanya itu yang buat kami protes. Seharusnya saya dan suami berencana sarapan di Roma. Namun apa daya kami harus membayar sarapan pagi di kafe kereta. Kami melewati jadwal makan siang dan tak ada satu pun staf yang memberitahukan waktu kedatangan di Roma atau memberi kesempatan untuk makan siang di stasiun transit. Mungkin staf khawatir ketidakpastian jadwal kereta sehingga tak ada kesempatan makan siang. Kafe di kereta tidak menyediakan makan siang. Luar biasa! Semua itu menjadi catatan buat penumpang termasuk suami saya agar dimuat dalam kronologi laporan klaim.

Setiba di stasiun Roma Termini, sebagian penumpang yang punya tujuan Italia klaim kepada petugas kereta. Sebagian penumpang enggan dan mengabaikan kejadian tersebut. Kami yang protes menuju ke customer service stasiun dan bertemu dengan petugas yang menangani klaim. Petugas memberikan selembar kertas laporan klaim. Si petugas juga memberi notifikasi di tiket penumpang dengan tulisan tangan jam kedatangan di stasiun Roma Termini. Sebagai bukti otentik, petugas memberi cap di tiket kami. Penumpang lain pun turut serta mengikuti apa yang kami lakukan.

Sepulang dari Roma, suami datang ke loket Deutsche Bahn, semacam KAI di Indonesia. Meski perusahaan kereta yang kami tumpangi bukan perusahaan Jerman, Deutsche Bahn tetap bertanggungjawab memberikan kompensasi kepada kami karena kami membeli tiket melalui loket-loket stasiun di Jerman. Petugas menanggapi komplen suami dan memberikan amplop agar formulir klaim, bukti tiket dan kronologis kejadian dapat dikirimkan via pos. Suami pun segera mengirimkan formulir klaim, bukti tiket dan surat kronologis yang dimaksud sesuai alamat yang tertera di amplop. 

Kami akan mendapatkan respons berupa surat tanggapan atau telpon. Di formulir juga sudah dicantumkan detil info bank seperti nomor rekening bank dan nama akun bank. See that how it works now!

Begitulah di sini, sesuai aturan memang kita berhak mendapatkan kompensasi apabila perusahaan jasa transportasi melanggar dari yang seharusnya. 

Tips dari saya:

  • Cek dan amati bagaimana ketentuan setiap transportasi umum yang anda gunakan! Apabila terjadi di luar seharusnya, apa hak penumpang?
  • Simpan bukti tiket anda!
  • Catat kronologis kejadian yang menimpa anda, syukur jika anda ingat nama staf yang melayani anda!
  • You get what you paid’ jangan terlalu berharap berlebihan jika setiap hak penumpang ditentukan oleh kelas dan besaran nominal yang anda bayarkan. Misal, penumpang lain dapat pengganti hotel dan biaya makan, sementara anda hanya dapat biaya makan saja.

Bagaimana pengalaman anda yang lain?

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Transit di Stasiun Salzburg, Austria?

Kereta tiba di stasiun Salzburg, Austria.

Air mancur di depan stasiun Salzburg.

Stasiun Hauptbahnhof Salzburg.

Dengan adanya lintas Uni Eropa antar negara schengen, membuat siapa saja senang melaju dengan kereta. Mudah, murah dan cepat begitu pemikiran para turis yang datang dari berbagai negara. Contohnya nih, jika anda berangkat dari Jerman ke Italia maka anda bisa berhenti sejenak di Austria. Seperti yang saya lakukan, saya berangkat dari stasiun Muldorf (Südostbayern), Jerman ke Roma, Italia dan berhenti di Salzburg, Austria. Untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun Rome Termini, masih ada 4 jam untuk transit di sini.

Di stasiun Hauptbahnhof Salzburg, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kebosanan. Begini pengalaman saya:

1. Keliling kota Slazburg

Pesan tiket di sini jika ingin keliling kota tetapi ingat jangka waktu transit.

Rak otomatis untuk tempat penyimpanan barang seperti tas dan koper bawaan anda.

Gunakan mesin ini jika ingin menyimpan barang, misal untuk ukuran kecil (small) dikenakan 2€, bayar hanya sekali pakai. Dengan begitu, anda bebas berkeliling kota.

Untuk berkeliling kota yang dikenal sebagai penghasil garam terbesar di dunia, maka anda bisa mengikuti paket wisata yang ditawarkan dalam situs resmi seperti keliling kota, menikmati lokasi yang dijadikan shooting film ‘sound of music’ atau pergi ke Hallstat yang letaknya tak jauh. Namun kembali lagi, anda mesti pertimbangkan berapa lama waktu transit anda. 

Untuk keliling kota Salzburg, bisa gunakan tiket kereta selama 24 jam dengan membayar 4€ di fahrkarte di stasiun Slazburg. Anda bisa bebas atur keperluan anda tanpa mengikuti paket wisata. Oh ya supaya tidak repot membawa tas dan koper silahkan menuju tempat penyimpanan barang yang letaknya di dekat toilet di stasiun Salzburg. Lokasi wisata apa saja di Salzburg, bisa dicek di sini. Sedangkan tak mau repot bisa coba hop on hop off bus untuk keliling kota Salzburg.

2. Nge-Mall

Ini mall di dekat stasiun, bisa untuk berbelanja, makan atau salon pun ada.

Tak jauh dari pintu keluar ada mall yang bisa anda nikmati untuk windows shopping atau belanja sungguhan. Selain pakaian dan supermarket, anda bisa temukan juga kafe, Starbuck, McD dan salon.

3. Nongkrong di Kafe/Restoran

Kedinginan? Ada kafe yang menyediakan teh misalnya saya beli 2€.

Jika malas keluar dari stasiun, anda juga bisa menikmati sajian kuliner di restoran dan kafe di Stasiun. Untuk harga semisal saya beli kopi dan teh masing-masing 2€. Pengen yang murah, beli saja makanan yang tersedia di supermarket SPAR di Stasiun. 

4. Surfing Internet

Di stasiun terdapat ruang tunggu yang bisa digunakan untuk melihat jadwal kereta dan juga surfing. Di sini tersedia WIFI gratis, tempat yang nyaman untuk menunggu kereta selanjutnya dan tempat untuk me-recharge alat elektronik anda.

Tips:

  • Jika anda ingin ke toilet di Stasiun Salzburg, anda harus membayar 0,50€ yang dimasukkan ke dalam mesin otomatis sebagai pintu masuk. Jika anda ingin berhemat, anda bisa berjalan kaki kira-kira 5 menit keluar stasiun. Lalu anda bisa menemukan toilet/WC gratis di dalam mall, lantai 2.
  • Di sebelah WC stasiun ada tempat penitipan barang. Ketimbang anda membawa tas dan koper anda, silahkan masukkan koin anda semisal ukuran koper kecil (Small) kena 2€ dan seterusnya. Penggunaan mesin penyimpanan barang mudah kok. Ikuti saja instruksinya. Sebaiknya pastikan barang apa saja yang akan disimpan, karena hanya boleh sekali membuka dan menutup pintu brankasnya.

Bagaimana? Tertarik mengunjungi kota Salzburg, Austria atau hanya sekedar transit? Silahkan!