Makanan Khas Jerman (61): Sauerkraut, Acar Kol Asam Segar

Jika di Korea Selatan ada kimchi maka di Jerman ada sauerkraut. Pengalaman saya selama di Seoul menikmati makan kimchi bisa dicek di sini. Karena kimchi tersedia saat saya memesan kuliner lokal.

Kembali ke sauerkraut, makanan hasil fermentasi juga kerap disajikan saat anda memesan makanan lokal seperti sauerbraten, sosis dan kentang dan masih banyak lagi. Bahkan sauerkraut enak juga dimakan bersama roti baguette. Rasa sauerkraut yang asam gurih pas untuk menemani makanan-makanan tersebut.

Apa itu sauerkraut?

Dalam bahasa Inggris, sauerkraut disebut sour cabbage. Itu sebab bahan dasar sauerkraut adalah kol. Kol diiris halus yang difermentasi. Dengan begitu sauerkraut juga bisa disimpan dan dikonsumsi dalam waktu yang lebih panjang.

Kimchi pun demikian, dapat disimpan dan dikonsumsi setelah proses fermentasi, hanya saja bahan dasar kimchi terbuat dari sawi putih. Kimchi ada rasa pedas, sedangkan sauerkraut tidak sama sekali. Jika ditelisik secara historis, bisa jadi ada keterkaitan.

Sauerkraut dahulu dibawa dari migran China daratan saat kejayaan bangsa Mongol ke Eropa. Mungkin pembuatan fermentasi yang sama dengan kimchi menyebabkan makanan ini ada kemiripan.

Bagaimana membuatnya?

Untuk pembuatannya, jujur saya lebih mudah membeli yang sudah matang di restoran lokal atau supermarket. Pertama, saya jelasin yang mudah dulu, yakni membeli sauerkraut yang sudah jadi. Masukkan sauerkraut kemasan ke dalam panci dan beri air sedikit. Masak sekitar 30 menit dengan api sedang.

Selanjutnya, membuat sauerkraut tradisional resep mertua. Iris halus kol besar, yang disebut weißkohl. Caranya mudah untuk mengiris, dibelah dua lebih dulu baru kedua sisinya diiris halus. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah diiris halus. Masukkan kol tadi. Beri garam dam merica hitam sesuai selera. Tambahkan sedikit air, cuka sayur dan masak hingga layu. Dan biasanya ada diberi tambahan kuah sauerbraten agar rasanya lebih enak.

Untuk langkah di atas, simpan sauerkraut matang dalam toples tertutup di keller, ruang bawah tanah rumah. Simpan selama 5-7 hari. Sedangkan sauerkraut dengan fermentasi bisa tahan berbulan-bulan. Hanya saja, saya sampai sekarang belum dapat membuat sauerkraut dengan fermentasi.

Hmm, tertarik mencobanya?