3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Advertisements

Schnitzel, Kreasinya yang Bisa Dicoba: Makanan Khas Jerman (33)

Schnitzel versi pertama. Isi daging adalah speck dan meeretich.

Siapa yang tak kenal schnitzel, makanan tradisional di sini? Pasalnya jika anda berkunjung ke Jerman, schnitzel menjadi makanan murah meriah yang mudah ditemukan di restoran mahal hingga murah di seluruh Jerman. Jika anda ingin mencoba seperti apa schnitzel, beberapa kali saya sudah pernah mencicipinya di hotel dan restoran di Indonesia. Artinya adalah schnitzel adalah salah satu hidangan Jerman yang sudah mendunia.

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/29/makanan-jerman-murah-di-jakarta-di-sini/

Saya pun pernah membuatnya sendiri di rumah. Resepnya bisa dicek di sini. Mudahnya schnitzel adalah daging yang diiris seperti steak. Kemudian daging dipukul-pukul dan diberi garam juga merica. Lalu lumuri daging dengan tepung dan celupkan lagi ke dalam telur. Setelah bermandikan telur, masukkan lagi ke dalam kubangan tepung panir atau tepung roti. Lalu goreng kedua sisi daging hingga berwarna kecokelatan. Begitu cara mengolah schnitzel.

Baca https://liwunfamily.com/2018/03/25/tiga-makanan-khas-jerman-yang-umum-dijual/

Nah, pada pos ini saya ingin membagikan kreasi schnitzel yang saya jumpai di dua restoran berbeda. Sebagai pengalaman, bisa jadi anda tertarik mencobanya atau membuat kreasi serupa di rumah.

Schnitzel versi pertama

Pertama adalah isian daging schnizel tidak lagi daging sapi atau daging babi melainkan yang lain. Meski tetap berlumur tepung roti, namun sejatinya ini adalah speck atau bacon yang dibentuk seperti kepingan daging. Lalu ada meeretich yang dibalutkan bersamaan dengan bacon.

Apa itu meeretich? Meeretich adalah semacam wasabi. Setelah saya menemukan tanamannya, ini sejenis lobak pedas yang berwarna putih. Meeretich bisa dibuat dalam bentuk pasta yang dicelupkan pada makanan semisal sosis sebelum disantap. Sedangkan meeretich dalam schnitzel yang saya temukan berbentuk parutan. Warnanya yang putih dan diparut kerap terlihat seperti keju parut, padahal itu adalah meeretich.

Pada versi pertama ini, schnitzel disajikan dengan kentang goreng yang dibumbui garam dan bawang bombay. Ada salad segar juga yang bisa disantap. Artinya salad bukan sekedar hiasan belaka. Penampakan schnitzel versi pertama bisa dilihat di atas.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/14/meerrettich-cocolan-semacam-wasabi/

Schnitzel versi kedua

Schnitzel tanpa dibungkus tepung seperti umumnya dan diberi saus paprika.

Untuk versi kedua, jika melihat dari foto seperti saus paprika merah yang menutupi hidangan. Saya juga terkejut ketika memesan dan mendapati hidangan ini, tak terpikir bahwa saus paprika menutupi hidangan. Saat dibuka, saya mendapati nasi dan sepotong daging tanpa dibungkus tepung.

Ketika melihatnya di daftar menu, suami menjelaskan bahwa hidangan ini semacam schnitzel namun dagingnya tidak dibungkus tepung seperti umumnya. Hal menarik, dalam buku menu dikatakan bahwa ini hidangan pedas. Plus satu lagi, schnitzel disantap bersama nasi putih. Bayangkan bahwa tak pernah saya menyantap schnitzel dengan nasi. Karena penasaran, saya pun memesannya.

Saya mendapati saus paprika merah dengan rasa asin. Saus terdiri dari potongan paprika, tomat dan bawang bombay. Saya tidak terlalu suka dengan versi kedua. Porsinya juga terlalu besar sehingga saya menyisakannya di piring.

Dari penjelasan kedua variasi schnitzel yang saya ceritakan, mana yang kira-kira anda suka?