Kreasi Sendiri (34): Ini Rahasia Mie Ayam Indonesia yang Enak

Mie ayam buatan sendiri.

Menikmati bakmi ayam bisa menjadi pilihan tepat ketika cuaca di sini memang sedang menuju musim winter. Jika saya sedang berada di Jakarta, tentu mudah membelinya dimana saja. Namun kerinduan saya makan mie ayam membuat saya ingin mencoba membuatnya sendiri di sini.

Kadang disebut juga bakmi ayam yang menurut orang Tiongkok, ini benar-benar lezat.

Mengapa mie ayam ini enak?

Ada beberapa alasan yang menyebut mie ayam nusantara itu enak. Ini bukan soal micin atau kandungan msg yang di dalam racikan bumbunya. Pertama, potongan daging ayam yang dicacah dan diberi bumbu itu membuat nikmat para noodle lovers. Mie sendiri pada dasarnya berasa tawar, justru dengan topping potongan daging ayam halus yang diberi rempah-rempah justru memberi nikmat tersendiri. Coba deh anda makan mie saja, tanpa potongan topping potongan daging ayam berbumbu tadi! Tak enak ‘kan?

Kedua, proses menumis potongan daging ayam yang butuh waktu lama hingga benar-benar masak. Ternyata memasak potongan daging ayam itu waktunya hanya tak sebentar saja loh. Karena rasa daging ayam sudah cukup masak. Namun anda perlu membuat bumbu meresap lebih lama dengan membiarkannya dalam api kecil sehingga potongan daging ayam itu benar-benar berwarna kuning keemasan yang cantik. Itu alasan kedua mie ayam nusantara itu benar-benar enak.

Ketiga, mie ayam itu enak ketika diberi kuah minyak sisa dari rendaman potongan daging ayam yang menjadi topping. Awalnya saya bingung bagaimana membuat mie yang biasa dijual di Jakarta sebagai street foods karena ada minyak berbumbu yang biasa dicampurkan dalam semangkuk mie yang dipesan. Akhirnya saya praktik membuat minyak berbumbu dari hasil racikan memasak topping daging ayam. Hasilnya, ini membuat enak.

Resep membuat topping daging ayam yakni menghaluskan bumbu-bumbu. Terdiri atas bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lada dan garam. Setelah bumbu halus, tumis dengan banyak minyak agar nanti bisa digunakan untuk minyak berbumbu pada mie ayam. Tumis bumbu halus, tambahkan sereh, daun salam, daun jeruk dan sedikit kaldu ayam. Biarkan masak sebentar dalam api kecil.

Resep ini juga bisa dikreasikan menjadi bihun ayam, yang disesuaikan dengan selera anda.

Di lain waktu, saya kreasikan juga topping bakmie ayam menjadi bihun ayam. Bihun yang terbuat dari beras juga cukup mengenyangkan. Bukan tidak mungkin, ini bisa menjadi salah satu pilihan buat anda sekeluarga ketimbang jajan di luar rumah.

Selamat mencoba di rumah!

4 Contoh Jajanan Sosis yang Biasa Dijual di Pasar Jelang Natal

Weihnachtsmarkt yang digelar di kota Vilshofen, Bavaria.

Masa Advent sudah datang yang menandai seluruh umat kristen di dunia menyiapkan diri menjelang Hari Raya Natal. Kekhasan masa Advent tak lepas dari kebiasaan warga Jerman mengadakan acara tahunan pasar rakyat, hampir di tiap kota. Pasar jelang natal ini disebut Weihnachtsmarkt, namun ada juga yang menyebutnya Christkindlmarkt.

Nah, saya akan mengulas empat kreasi jajanan sosis yang biasanya dijumpai. Sebagaimana anda tahu bahwa sosis adalah makanan mudah dan meriah yang dijumpai di seluruh Jerman. Tentu ada banyak varian menyajikan sosis agar bisa digemari para peminatnya.

1. Sosis panggang diberi Sauerkraut dan Acar Bawang

Bratwurst panggang dalam roti, dengan isian sauerkraut dan acar bawang. Sebagai tambahan, ada bubuk kari ditaburi di atasnya.

Makanan pertama yang dibahas adalah bratwurst yang dipanggang dan diselipkan dalam sammeln. Sosis bisa dikatakan sangat lezat bagi penikmat sosis karena sosis ini berisi hanya daging saja di dalam. Bratwurst di negeri Paman Sam biasanya terbuat dari daging sapi muda, sedangkan di Jerman umumnya menggunakan daging babi. Sosis bratwurst yang terkenal di sini berasal dari Nürnberg. Cerita saya menikmati sosis ini bisa dicek di kuliner yang wajib dinikmati di Nuremberg.

Sosis kreasi pertama yang saya temukan di pasar jelang natal adalah perpaduan bratwurst dengan sauerkraut. Saat saya memesan, penjual langsung memanggang sosisnya segera. Setelah sosis matang, penjual menyelipkan sosis di roti sammeln yang panjang, semacam roti bagutte. Kemudian penjual bertanya untuk tambahan rasa kepada saya sebagai pembeli. Ada sauerkraut di atas sosis dan acar bawang merah yang enak. Lalu pembeli bisa menambahkan bubuk kari atau saus tomat sesuai selera.

2. Sosis panggang Setengah Meter yang berasal dari daging kuda

Panjang ya!

Makanan kedua selanjutnya adalah Pferdewurst. Sosis ini diklaim oleh si penjual sebagai sosis terpanjang, dengan ukuran setengah meter atau lima puluh sentimeter. Sosis ini juga dipanggang sehingga tekstur dan aromanya menggoda selera pembeli. Tak heran pengunjung pasar jelang natal banyak mengantri untuk membeli. Sosis ini diselipkan di roti baguette yang panjangnya juga tak mampu menutupi keseluruhan sosis, seperti yang anda lihat. Setelah sosis matang, pembeli bisa menambahkan dengan saus tomat atau senf. Senf adalah bahasa Jerman untuk menyebut mustard.

Pferdewurst adalah salah satu jenis sosis yang bisa anda temukan di Jerman. Sosis ini berasal dari daging kuda, yang memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Anda akan bisa merasakan daging kuda begitu empuk dan tak banyak lemak. Jika dirasakan lebih jauh, daging kuda terasa sedikit manis. Ada sebagian orang memilih tidak mengkonsumsi daging kuda sesuai kebudayaan dan itu sah saja.

3. Currywurst

Sosis diberi bumbu kari dan dimakan bersama pommes.

Sosis ketiga adalah tentu ini mudah ditemukan di seluruh Jerman sepanjang masa. Tak harus menunggu pasar jelang natal, anda bisa mendapatkan currywurst dengan mudahnya. Mulai currywurst yang dijajakan di supermarket hingga restoran berkelas tanpa mengenal waktu khusus. Currywurst adalah salah satu makanan wajib jika anda berkunjung ke Jerman.

Tentang currywurst, silahkan anda temukan ulasannya di artikel makanan khas Jerman (9). Currywurst pun tak luput dari perhatian di pasar jelang natal. Anda bisa mendapatkan street foods ini sesuai kocek anda.

4. Sosis direbus dengan rasa pedas (Debreziner)

Sosis yang dimakan dengan mustard dan irisan seperti wasabi.

Terakhir adalah sosis yang berasa pedas bagi pecinta makanan pedas. Sosis yang direbus ini disebut debreziner, yang terasa pedas dengan sedikit berbumbu seperti bawang putih, paprika dan rempah-rempah. Debreziner berwarna merah pekat karena berasal dari daging babi dicampur dengan paprika. Nama sosis ini sendiri diambil dari salah satu kota di Hungaria, Debrecen.

Untuk menikmati sosis ini, orang-orang di sini menyantapnya bersama senf dan meerrettich. Meerrettich atau kadang disebut juga krent adalah semacam umbi tanaman yang rasanya pedas menyengat. Bagi saya, ini seperti wasabi bila anda menyantap sushi, makanan khas Jepang. Jadi bisa dibayangkan saus pedas dengan bumbu pedas menyengat tentu akan menimbulkan sensasi berbeda di musim dingin.

Baiklah, anda suka jajanan sosis yang mana?

3 Olahan Mangga Asal Masakan Thailand, India dan Mesir

Buah mangga selama ini dikenal di Indonesia sebagai buah favorit untuk dibuat rujak. Rujak bisa dikatakan semacam salad buah yang bersaus kacang dengan rasa manis dan pedas. Selain rujak, mangga bisa dikonsumsi langsung karena rasanya yang manis dan enak. Tak hanya itu, ada juga mangga yang dijadikan campuran sambal sehingga disebut sambal mangga.

Dibalik cerita pemanfaatan mangga, anda juga bisa mendapati mangga yang digunakan untuk konsumsi lainnya berdasarkan pengalaman saya saat traveling. Dengan begitu, anda jadi tahu kreasi makanan yang dibuat dari mangga.

1. Pudding mangga, Mesir

Saya bahas pertama pudding mangga terlebih dulu. Ini saya dapatkan saat di Mesir yang ditempatkan sebagai makanan pencuci mulut. Saya menyebutnya pudding tetapi sebenarnya isiannya adalah kunafa yang dipanggang renyah dengan topping buah mangga dan krim kue. Barangkali saat saya datang sedang musim buah mangga atau mangga sebagai alternatif dekorasi.

Menurut Husein, pramusaji kami selama di kapal bahwa orang Mesir suka mengkonsumi mangga di rumah. Bisa jadi mereka memiliki pohon mangga yang memang tumbuh di area tropis karena saya sungguh belum menemukan pohon mangga di Jerman.

Untuk membuat dessert ini, anda cukup memiliki kunafa, mentega, gula, krim kental, mangga dipotong dadu dan sirup gula. Rasa kudapan mangga ini boleh dibilang manis alami dan tidak berlemak. Biasanya kudapan ini juga menjadi pilihan sajian saat bulan Ramadhan tiba.

2. Tumis saus mangga, Thailand

Kreasi kedua soal mangga adalah tumis saus mangga asal Thailand. Thailand menjadikan mangga sebagai campuran tumisan dalam masakan mereka. Saya kerap mendapati menu saus mangga saat menyambangi restoran yang menjajakan masakan Thailand. Seperti yang anda lihat, saya memesan tumis daging sapi saus mangga yang dikemas untuk dimakan di rumah.

Untuk sajian ini, saya bertanya sama teman saya orang Thailand langsung yang juga bekerja sebagai Küchenhilfe di sini. Dia pun terbiasa membuat saus mangga untuk dicampurkan dalam masakan. Caranya pun mudah.

Begini membuat saus mangga, masukkan jahe cincang, cabai, bawang putih, garam, rempah asal Thailand dan sedikit tomat. Hancurkan dan haluskan sehingga menjadi pasta yang indah dan enak. Selanjutnya anda tinggal menumis sayuran bersama potongan daging yang dikehendaki. Masukkan pasta mangga sebagai pelengkap rasa. Mudah ya!

3. Kari saus mangga, India

Kreasi makanan aroma mangga terakhir adalah makanan asal India. Anda pasti mengenal bahwa masakan India selalu beraroma kari. Kebetulan saya memesan kari ayam saus mangga di restoran India. Karena rasanya yang enak, saya cari resepnya di internet dan mungkin bisa dicoba di rumah.

Tumis pasta tomat, mangga yang dihaluskan dan tika masala. Tambahkan bawang putih, kunyit dan jinten. Kemudian masukkan santan sedikit, yoghurt plain dan krim. Aduk hingga masak. Tambahkan pada potongan daging ayam yang sudah matang dan dibumbui terlebih dulu.

Baca juga: Makasan India yang enak dengan olahan pisang dan daging kambing di link ini!

Nah, dari tiga kreasi masakan di atas maka silahkan dipilih yang bisa dicoba di rumah!

Schnitzel, Kreasinya yang Bisa Dicoba: Makanan Khas Jerman (33)

Schnitzel versi pertama. Isi daging adalah speck dan meeretich.

Siapa yang tak kenal schnitzel, makanan tradisional di sini? Pasalnya jika anda berkunjung ke Jerman, schnitzel menjadi makanan murah meriah yang mudah ditemukan di restoran mahal hingga murah di seluruh Jerman. Jika anda ingin mencoba seperti apa schnitzel, beberapa kali saya sudah pernah mencicipinya di hotel dan restoran di Indonesia. Artinya adalah schnitzel adalah salah satu hidangan Jerman yang sudah mendunia.

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/29/makanan-jerman-murah-di-jakarta-di-sini/

Saya pun pernah membuatnya sendiri di rumah. Resepnya bisa dicek di sini. Mudahnya schnitzel adalah daging yang diiris seperti steak. Kemudian daging dipukul-pukul dan diberi garam juga merica. Lalu lumuri daging dengan tepung dan celupkan lagi ke dalam telur. Setelah bermandikan telur, masukkan lagi ke dalam kubangan tepung panir atau tepung roti. Lalu goreng kedua sisi daging hingga berwarna kecokelatan. Begitu cara mengolah schnitzel.

Baca https://liwunfamily.com/2018/03/25/tiga-makanan-khas-jerman-yang-umum-dijual/

Nah, pada pos ini saya ingin membagikan kreasi schnitzel yang saya jumpai di dua restoran berbeda. Sebagai pengalaman, bisa jadi anda tertarik mencobanya atau membuat kreasi serupa di rumah.

Schnitzel versi pertama

Pertama adalah isian daging schnizel tidak lagi daging sapi atau daging babi melainkan yang lain. Meski tetap berlumur tepung roti, namun sejatinya ini adalah speck atau bacon yang dibentuk seperti kepingan daging. Lalu ada meeretich yang dibalutkan bersamaan dengan bacon.

Apa itu meeretich? Meeretich adalah semacam wasabi. Setelah saya menemukan tanamannya, ini sejenis lobak pedas yang berwarna putih. Meeretich bisa dibuat dalam bentuk pasta yang dicelupkan pada makanan semisal sosis sebelum disantap. Sedangkan meeretich dalam schnitzel yang saya temukan berbentuk parutan. Warnanya yang putih dan diparut kerap terlihat seperti keju parut, padahal itu adalah meeretich.

Pada versi pertama ini, schnitzel disajikan dengan kentang goreng yang dibumbui garam dan bawang bombay. Ada salad segar juga yang bisa disantap. Artinya salad bukan sekedar hiasan belaka. Penampakan schnitzel versi pertama bisa dilihat di atas.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/14/meerrettich-cocolan-semacam-wasabi/

Schnitzel versi kedua

Schnitzel tanpa dibungkus tepung seperti umumnya dan diberi saus paprika.

Untuk versi kedua, jika melihat dari foto seperti saus paprika merah yang menutupi hidangan. Saya juga terkejut ketika memesan dan mendapati hidangan ini, tak terpikir bahwa saus paprika menutupi hidangan. Saat dibuka, saya mendapati nasi dan sepotong daging tanpa dibungkus tepung.

Ketika melihatnya di daftar menu, suami menjelaskan bahwa hidangan ini semacam schnitzel namun dagingnya tidak dibungkus tepung seperti umumnya. Hal menarik, dalam buku menu dikatakan bahwa ini hidangan pedas. Plus satu lagi, schnitzel disantap bersama nasi putih. Bayangkan bahwa tak pernah saya menyantap schnitzel dengan nasi. Karena penasaran, saya pun memesannya.

Saya mendapati saus paprika merah dengan rasa asin. Saus terdiri dari potongan paprika, tomat dan bawang bombay. Saya tidak terlalu suka dengan versi kedua. Porsinya juga terlalu besar sehingga saya menyisakannya di piring.

Dari penjelasan kedua variasi schnitzel yang saya ceritakan, mana yang kira-kira anda suka?