Kreasi Sendiri (51): Kue Cokelat Isi Kelapa yang Mudah Dipraktikkan bagi Pemula

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Hasilnya seperti ini.

Kue schoko-kokos adalah salah satu kue eksperimen saya selama berdiam di rumah. Daripada bosan berdiam diri, akhirnya saya putuskan membuat kue sendiri di rumah. Meski saya ragu dengan kemampuan saya sendiri, akhirnya saya tetap lakukan saja karena baking itu bisa menyita waktu juga seharian di dapur. Hasil kue bisa menjadi ‘teman’ minum kopi sore hari yang selama ini dilakukan di kafe-kafe di luar sana.

Resep berikut bisa untuk pemula seperti saya yang memberanikan diri mencoba praktik di rumah.

Bahan yang diperlukan

Untuk adonan cokelat:

  • 350 gram tepung terigu
  • 250 gram gula pasir
  • 100 ml susu cair
  • 125 ml minyak sayur
  • 3 buah telur
  • 100 ml air
  • 3 sendok makan bubuk kakao
  • 1 bungkus gula vanili
  • 1 bungkus backing powder

Untuk adonan warna putih

  • 1 gelas krim asam (sour cream)
  • 100 gram gula pasir
  • 1 bungkus gula vanili
  • 125 ml santan kelapa cair
  • 1 sendok makan tepung maizena
  • 2 buah telur
  • 50 ml jus nanas

Untuk hiasan:

  1. 1 sendok makan selai aprikot
  2. 25 gram madu.
  3. 60 gram Kelapa kering

Langkah memasak

  1. Siapkan wadah. Masukkan 3 buah telur, 250 gram gula dan 1 bungkus gula vanila.
  2. Kocok bahan nomor 1 dengan mixer tangan hingga menghasilkan adonan putih mengental.
  3. Selesai dikocok, masukkan 125 ml minyak sayur, 125 ml susu cair dan 100 ml air ke dalam adonan nomor 2.
  4. Campurkan semua bahan dengan mixer tangan selama beberapa menit.
  5. Ambil saringan. Taruh saringan di atas adonan nomor 4. Letakkan di atas saringan 350 gram tepung terigu, 1 bungkus baking powder dan 3 sendok makan bubuk kakao.
  6. Saring bahan nomor 5 di atas baham nomor 4. Kemudian campurkan semuanya lagi dengan mixer tangan hingga menyatu semuanya selama beberapa menit.
  7. Ambil loyang pemanggang kue yang lebar. Olesi dasar loyang dengan minyak sayur.
  8. Tuang adonan nomor 6 ke atas loyang dan ratakan.
  9. Siapkan wadah. Masukkan 1 gelas krim asam, 2 buah telur, 100 gram gula putih, 1 sendok makan tepung maizena, 125 ml santan cair, 50 ml jus nanas dan 1 bungkus gula vanili.
  10. Kocok semua bahan nomor 9 dengan mixer tangan hingga menyatu semua.
  11. Siapkan sendok es kecil atau sendok biasa juga boleh.
  12. Ambil tiap satu sendok dari adonan nomor 10 ke atas loyang kue yang sudah berisi adonan kue cokelat atau adonan nomor 8. Masukkan satu sendok, kemudian letakkan di atas adonan kue cokelat, begitu seterusnya hingga adonan nomor 8 dipenuhi warna pola kuning, adonan nomor 10.
  13. Hiasan dekorasi. Siapkan wadah. Isi dengan 1 sendok makan selai aprikot dan sedikit madu. Aduk rata adonan tersebut.
  14. Isi di atas pola warna kuning adonan nomor 10 dengan hiasan dekorasi nomor 13.
  15. Panggang kue dalam suhu 180 derajat celcius selama 30-40 menit.
  16. Setelah kue matang, taburi di atasnya kelapa kering sebagai dekorasi terakhir.

Saran penyajian

  • Letakkan hiasan tepat di tengah pola adonan warna kuning sehingga tampak cantik.
  • Anda bisa mengganti selai aprikot sebagai hiasan dengan cokelat batangan yang diparut.
  • Potong kue setelah matang dengan mengikuti pola sehingga indah.

Selamat mencoba di rumah!

Kue Khas Jerman (16): Krapfen, Donut Karnaval Isi Selai Buah Jelang Hari Rabu Abu

Ramainya karnaval Faschingsdienstag di Munich beberapa tahun lalu.
Ini seperti donut di dalamnya isi selai buah dan di atasnya diberi gula bubuk.
Kue ini pun sudah mulai dijajakan di supermarket jelang Fasching, festival tahunan di Jerman.

Hari ini di beberapa negara bagian di Jerman merayakan Faschingsdienstag. Keramaian karnaval sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Karena Fasching itu seharusnya digelar pada satu hari sebelum hari Rabu Abu (=Aschermittwoch) maka disebut Faschingsdienstag. Kostum dan donut krapfen meramaikan supermarket sejak beberapa pekan lalu. Untuk hari ini saja, ada yang bekerja sampai jam 14.00, termasuk supermarket di area tempat tinggal saya pun buka hanya setengah hari. Sebagian memilih mengambil cuti libur untuk meramaikan karnaval yang ramai. Ini berlaku di area yang mayoritas berpenduduk katolik, atau mereka yang besok sudah memasuki masa prapaskah.

Festival ini sudah sering saya bahas di blog ini. Ini adalah salah satu tradisi di kebanyakan negara berpenduduk mayoritas katolik untuk membuat festival tersebut dan festival ini tidak wajib. Di Indonesia, saya sebagai penganut katolik tidak menyelenggarakan Fasching.

Baca: Festival kostum di Bavaria jelang Hari Raya Rabu Abu

Nah, berkaitan dengan Fasching yang jadi kegemaran masyarakat di sini untuk menggelar keriaan seperti pesta kostum, ada panganan yang tercipta. Ini semacam kue donut yang mungkin bagi anda tak asing lagi di Indonesia. Donut ini disebut donut karnaval yang biasa disebut Krapfen. Krapfen pun mulai beredar dijajakan di toko roti saat ini, menjelang acara festival tersebut. Saya pun membelinya karena penasaran tentunya.

Menjelang Fasching, ada beberapa promo yang diadakan kafe di sekitar kota saya dengan paket kopi dan krapfen. Seperti biasa, kaffeetrinken saya manfaatkan untuk duduk di sekitar kafe dan menikmati krapfen sambil saya mencari tahu keterkaitan donut karnaval dengan festival tersebut. Sementara yang lain tentu sibuk menyiapkan kostum untuk ditampilkan saat festival. Kostum-kostum ini sudah dijajakan di supermarket dan toko-toko di Jerman sejak Januari lalu.

Baca: Karnaval di Linz, Austria

Resep Krapfen

Oke, kembali soal krapfen atau donut karnaval. Saya dapat contekan resep krapfen dari kenalan yang belajar menjadi pekerja ahli (=Azubi Konditorei) di toko roti dan kue. Bahan-bahannya seperti donut yakni, tepung terigu, ragi, susu segar, gula, mentega, telur dan garam secukupnya. Lalu ini yang membedakan krapfen dengan donut lainnya yang saya kenal yaitu isian krapfen semacam selai buah. Isian krapfen biasanya selai aprikot ditambah gula dan sedikit jus lemon agar tidak terlalu mengental.

Ini sama seperti membuat donut pada umumnya. Ambil satu adonan dari campuran bahan-bahan di atas, lalu selipkan selai aprikot yang sudah disiapkan dengan bahan-bahan yang dijelaskan di atas. Bentuk dan putar seperti bola bundar kemudian biarkan mengembang sekitar 30 menit.

Hasil akhir adalah adonan tersebut yang sudah mengembang digoreng dalam minyak panas di deep fryer. Ini semacam alat praktis untuk memasak. Masak dalam suhu 175 derajat celcius kira-kira dua setengah menit hingga tiga menit atau berwarna kecokelatan. Setelah matang, tiriskan minyaknya. Setelah krapfen matang sudah dingin, anda bisa menaburi hasil akhirnya dengan gula bedak atau gula bubuk.

Kini anda tahu bagaimana membuat krapfen, yang biasa dinikmati warga Jerman di sini. Dijamin anda suka dengan kelezatannya.

Kaitan Krapfen dengan Fasching

Oh ya, lalu apa kaitan kue donut karnaval ini dengan festival fasching. Jaman dulu donut memang sudah dikenal sebagai salah satu kue meriah dan mudah disajikan saat ada festival seperti fasching misalnya. Pembuatannya sederhana menyebabkan krapfen ini sudah ada sejak tahun 900-an loh. Namun ada yang merilis resep krapfen secara tertulis dan dipublikasikan pada abad 15 di Austria. Setidaknya krapfen atau donut ini termasuk kue tertua juga.

Pasti anda penasaran mengapa namanya krapfen, saya pun mencari tahu. Rupanya kata krafpen berasal dari ejaan lama bahasa Jerman (=Althochdeutsche Sprache) yang biasa dipergunakan pada abad pertengahan. Krapfen itu merujuk pada kue yang digoreng dalam minyak panas, yang dimaksud adalah donut. Karena terbiasa dengan penyebutan kue karnaval ini, orang-orang pun tetap menyebut dengan istilah lama meski sekarang warga Jerman sudah menggunakan ejaan baru bahasa Jerman sejak abad 19 (=Mittelhochdeutsche Sprache).

Begitulah, dari soal kue dan tradisi kita seperti belajar banyak hal. Kira-kira apakah anda punya informasi seputar kue yang diambil dari nama tradisi?

Kue Khas Jerman (15): Schneeballen, Kue Bola Salju? Penasaran

Nama kue ini mengingatkan bola salju, benarkah?

Kue dari Jerman itu begitu bervariasi, seperti kue schneebälle yang aslinya tampak pada baris pertama pada foto. Seiring dengan kreativitas dalam dunia gastronomy, kue ini pun kini memiliki beragam rasa dan penampilan. Seperti yang anda lihat, ada banyak rasa, warna dan tampilan yang memperkaya selera pembeli. Kue ini sering saya lihat di Christkindlmarkt atau saat musim dingin seperti sekarang. Nama kue ini adalah schneeballen. Karena banyak maka ada tambahan -n dalam penyebutannya.

Selintas dari nama kue ini digambarkan seperti bola salju karena schneeballen dalam bahasa Inggris ditulis menjadi snowball. Kue sejenis pastry ini mudah dibuat, hanya berisi lapisan-lapisan adonan yang membentuk bola, seperti bola sepak takraw. Diameter umumya sekitar tujuh sampai sepuluh sentimeter. Versi originalnya, schneeball yang sudah matang diberi gula bubuk putih agar terasa manis.

Dari nama, saya berpikir mungkin ada kaitan dengan salju (schnee, dalam bahasa Jerman). Pastry ini menjadi umum disajikan di toko kue dan kafe di wilayah Baden-Württemburg. Itu benar karena saya mendapati kue ini saat saya berjalan-jalan ke Heidelberg, salah satu kota indah di negara bagian Baden-Württemburg. Kebetulan saya datang pun di saat musim dingin. Sementara saya pernah menjumpai pastry ini di pasar natal di saat musim dingin.

Baca juga: Pesona jembatan Heidelberg

Dari temuan ini, apakah bisa disimpulkan bahwa kue ini hanya muncul di musim dingin? Apakah kue ini ada kaitannya dengan musim dingin? Lalu mengapa nama pastry ini ada kaitan dengan bola salju?

Bahan utama kue ini hanya tepung terigu, gula, telur, butter dan krim. Setelah adonan siap, adonan diiris seperti lapisan yang dibentuk seperti lapisan acak membentuk bola. Saya yakin siapa pun bisa membuatnya karena kue ini begitu mudah dibuat dan hasil akhirnya adalah digoreng penuh dalam minyak panas. Setelah matang, schneeballen diberi gula bubuk. Sedangkan versi rasa lain, anda bisa mengkreasikan sesuai selera dan kebutuhan anda.

Bagaimana menurut anda?

Kue Khas Jerman (14): Kue Eierlikör-Erdnusskuchen dengan Kue Erdnuss Sahne Torte, Pilih Mana?

Ini kue eierlikör-erdnuss.

Kue terenak yang saya temukan lagi adalah kue eierlikör-erdnuss pada saat acara hajatan pernikahan beberapa waktu lalu. Awalnya saya hanya tahu eierlikör sebagai minuman yang disajikan di kesempatan istimewa, ternyata eierlikör bisa untuk bahan campuran kue yang enak seperti kue tart atau dessert. Nah, kue yang saya temukan ini sebagai teman minum kopi saat pembukaan acara resepsi pernikahan.

Eierlikör itu lebih dikenal sebagai eggnog dalam istilah asing. Biasanya eggnog ini mengandung kandungan rum. Terkesan dari namanya, apakah ada kaitan dengan telur? Selintas itu pertanyaan saya sambil menikmati kue ini sedikit demi sedikit karena begitu lezatnya.

Eielikör ini populer di negara-negara berbahasa ibu Spanyol sebagai minuman istimewa. Di Meksiko, eggnog punya nama khusus. Eggnog adalah campuran telur, susu, vanila dan rum. Di Jerman, eggnog masuk dalam kategori minuman alkohol. Eggnog yang saya lihat berwarna kuning seperti warna kuning telur. Tentu kue ini terasa enak karena ada campuran eggnog dan kacang, seperti yang saya nikmati di acara wedding di sini.

Ini kue erdnuss sahne torte.

Kacang memang bisa menjadi bahan campuran kue tart atau torte dalam bahasa Jerman. Erdnuss sendiri dikenal sejenis peanut, dalam bahasa Inggris. Di Jerman sendiri ada beberapa kue yang menyelipkan kacang di dalam sajiannya. Erdnuss bisa dijadikan bahan dasar kue atau dijadikan dekorasi. Itu semua ada di pilihan peracik kue.

Nah di kue kedua ini, saya mendapati kacang memenuhi isian kue. Kacang memang tidak dihancurkan dalam kue, tetapi diletakkan pada lapisan isian kue dan lapisan atas sebagai dekorasi. Hasilnya, seperti yang anda lihat, kue ini tidak hanya enak, tetapi juga cantik terlihat.

Makanan Khas Meksiko (8): Empanada, Ini Mirip Pastel atau Panada dari Manado

Bentuknya mirip Pastel atau Panada ‘kan?
Ada tiga jenis yang dijual, anda suka yang mana?

Bagi anda yang suka jajan atau mencoba street foods, silahkan mencoba makanan asal Amerika Latin berikut ini. Lebih tepatnya ini berasal dari Meksiko, yang kaya akan kuliner pedasnya. Seperti yang anda lihat, bentuknya pun mirip seperti pastel atau panada sebagai jajanan nusantara.

Tebak dimana saya menemukannya?

Sewaktu saya dan suami berkunjung ke Brussels, Belgia kemudian kami mendatangi Christmas Market yang menjadi keriaan saat libur natal dan tahun baru. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, pasar rakyat ini digelar sampai awal Januari tiap tahun. Isinya tidak hanya berbagai keperluan di musim dingin saja melainkan juga kuliner dari berbagai negara. Salah satu booth yang menjajakan jajanan yang menarik minat saya adalah empanada dari Meksiko.

Apakah anda pernah makan empanada sebelumnya?

Empanada yang dijual ada tiga jenis seperti yang tampak dalam foto di atas. Ada empanada vegetarian berisi sayuran saja, empanada isi chilli corn cane dan empanada isi keju. Dan yang paling ingin saya makan adalah isian chili corn cane. Namun sayangnya, jajanan ini sudah habis terjual. Saya hanya mendapati empanada isian veggie saja. Isinya adalah aneka sayuran yang ditumis. Empanada veggie pun tetap enak sama seperti pastel loh.

Saya beli satu.

Setelah saya membeli empanada, saya pun bertanya via whatsapp ke kenalan asal Meksiko. Dia studi bersama saya di Jerman. Dia pun berpendapat bahwa empanada itu sejenis pastry yang berisikan sayuran, daging atau keju sesuai selera. Empanada bisa digoreng pun bisa dipanggang. Dan ini sama seperti hasil kreasi sendiri sewaktu saya membuat pastel. Bentuknya pun serupa, hanya namanya saja yang berbeda. Saya yang berasal di Indonesia mengenalnya sebagai pastel atau panada dari Manado. Jajanan ini pun bisa ditemukan di Filipina, Malaysia dan Singapura juga.

Jika saya perhatikan empanada ini mirip seperti jajanan lain asal India dan Afrika. Ya, Samosa atau Sambusa seperti yang pernah saya ulas sebelumnya. Isian samosa dari India adalah kentang dan kacang lentil yang dihaluskan dan berbumbu. Sedangkan sambosa pun hampir mirip seperti samosa.

Baca: Antara Samosa dari India atau Sambusa dari Afrika

Sekarang anda jadi paham bahwa kuliner dari berbagai negara itu bisa punya kemiripan, hanya perbedaan nama dan sebutan saja. Migrasi antar penduduk telah memberi pengaruh pada dunia culinary.

Ssstt, empanada ini bentuknya lebih besar dari pastel loh. Makan 1 saja sudah membuat saya kenyang.

Kue Khas Jerman (11): Kaiserschmarrn, Pancake Manis nan Berantakan Kesukaan Kaisar

Kaiserschmarrn disebut juga shredded pancake, yang ditaburi gula bubuk.

Melanjutkan kue khas asal Jerman, saya bagikan sejenis pancake yang saya susah menyebutkannya dengan benar. Saya selalu menyebut kue ini sebagai kaisarmann, padahal yang benar adalah kaiserschmarrn. Dan ternyata sejarah pancake ini ada kaitan dengan kaisar juga. So, ini membuat anda makin penasaran ‘kan.

Dalam riwayat penamaan dessert ini, kaiserschmarrn berasal dari dua kata. Kata pertama ‘Kaiser‘ diambil dari gelar Kaisar Austria Franz Josep, yang ternyata suka sekali makanan penutup yang berasa manis. Selanjutnya kata kedua yakni schmarrn yang mengacu pada dialek bahasa Bayern dan Austria yang agak mirip. Schmarrn dimaksudkan kacau, berantakan, sampah bahkan ini semacam gosip tak menarik.

Demikian nama kue ini karena memang pancake dikacaukan sebelum diberi taburan gula bubuk.

Saya kenal kue ini sebagai hidangan menemani minum kopi di suatu kafe. Saat saya datang ada tawaran paket menarik yakni kaiserschmarrn dan kopi dengan harga terjangkau. Akhirnya saya putuskan untuk mencobanya. Seperti yang anda lihat, ada kekacauan pancake yang berantakan, kemudian diberi taburan gula bubuk sehingga tampilan dan rasanya makin manis.

Pancake ini memang berbeda tak hanya soal tampilan saja tetapi pembuatannya yang dikacaukan saat pancake hendak matang di wajan teflon. Lalu rasa pancake memang berbeda karena ada selai buah yang menemaninya. Sebut saja selai apel, buah cherry atau buah plum seperti yang anda lihat di foto. Ini hanya pelengkap saja. Bahkan isian pancake juga kadang sudah dilengkapi kacang nuss, selai apel atau buah anggur yang dikeringkan.

Bahan pembuatan pancake ini pun mudah. Seorang kenalan asal Bavaria mengatakan bahwa siapa pun bisa membuatnya. Bahannya hanya tepung terigu, gula, garam dan susu yang dicampur bersamaan. Setelah wajan panas, beri butter dan mentega sebelum adonan dituang.

Kreasi tiap orang berbeda-beda. Ada yang meletakkan selai buah apel sebelum adonan. Kemudian dicampurkan dalam adonan pancake saat hendak dituang di wajan. Ada pula yang membuat pancake terlebih dulu matang. Saat pancake setengah matang, beri taburan kacang almond misalnya atau potongan buah yang disuka. Lalu kacaukan pancake seperti yang anda lihat pada foto.

Hasil akhir pancake adalah pancake matang yang kacau kemudian diberi taburan puderzucker atau gula icing. Gula yang tampak seperti bedak ini disaring di atas pancake sehingga tampak indah. Mudah ‘kan! Saya percaya anda bisa membuatnya di rumah.

Kue kaisarschmarrn ini biasa dihidangkan saat hari raya Natal di wilayah Bavaria dan Austria. Tetapi kini pancake ini bisa dibuat kapan saja seperti kaffeetrinken, untuk menemani minum kopi di beranda rumah. Hmm…

Kue Khas Jerman (13): Lebkuchen, Kue Rasa Jahe di Hari Natal

Salah satu model kue lebkuchen yang biasa dijual di supermarket.
Empat lilin Advent sudah dinyalakan. Tinggal hitungan hari, Natal tiba.

Hari raya natal tinggal dalam hitungan jari, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan bagi mereka yang merayakannya. Tentu hidangan kue-kue natal pun tak luput disiapkan sebagai sajian para tamu yang datang di hari istimewa tersebut. Di Indonesia saya sudah membayangkan kue nastar mungkin sudah mulai disiapkan. Berbicara kue kering, kali ini saya berbicara lebkuchen asal Jerman yang memang dikenal saat hari istimewa, hari natal yang dirayakan mayoritas penduduk sini.

Lebkuchen atau ada yang menyebutnya pfefferkuchen adalah kue kering asal Jerman yang sudah mendunia. Saya sendiri pernah melihat bagaimana lebkuchen disajikan di salah satu hotel di Jakarta sebagai dekorasi natal. Begitu melegendanya kue ini karena dulu saya mengenalnya ini adalah kue jahe atau gingerbread. Ada rasa renyah, gurih, hangat dan sedikit manis menjadi pengalaman saya mencicipi kue ini. Lebkuchen itu pasti tersedia di supermarket jelang natal, tetapi seiring banyaknya penggemar kue ini rupanya kue ini bisa diperoleh kapan saja di supermarket.

Untuk mengetahui sejarah lebkuchen, tentu anda harus datang ke toko kue legendaris di Nuremberg. Saya sendiri pernah datang ke toko tersebut lewat lawatan tempat yang harus dikunjungi di Nuremberg. Di Haus des lebkuchen, anda bisa merasakan rasa dan sensasi kue lebkuchen yang diracik sejak tahun 1500-an. Kue lebkuchen memang punya banyak kreasi sehingga disukai banyak orang. Tak harus menunggu hari natal, saat volkfest kadang tersedia lebkuchen dengan bentuk hati di gerai makanan manis. Variasi lain lebkuchen juga bisa ditemui dalam bentuk model. Di sebuah hotel di Jakarta, saya pernah menemukan kue lebkuchen dibentuk menjadi rumah-rumah bergaya eropa yang di musim dingin.

Kue lebkuchen itu pasti tampak berwarna kecokelatan. Di Belanda misalnya kue lebkuchen dibuat seperti persegi panjang yang biasa dinikmati sambil minum kopi. Sedangkan di Austria, kue lebkuchen sudah mendapatkan tempat tersendiri sejak lama. Sebagai tetangga terdekat, Austria memiliki banyak produsen lebkuchen yang siap dinikmati kapan saja. Lebkuchen itu bisa ditemukan juga di Swiss, Polandia atau Ceko sebagai negara tetangga Jerman. Itu berarti lebkuchen begitu populer.

Dari sekedar kue, lebkuchen juga menjadi media budaya yang memperkenalkan tradisi natal dari Jerman ke berbagai belahan dunia. Seperti kue lebkuchen yang menjadi kue jahe ini di Jakarta misalnya dibentuk menjadi dekorasi natal. Atau kompetisi membuat dekorasi lebkuchen bagi para pembuat kue. Sedangkan saya di sini, lebkuchen biasa dibawakan ke kelas oleh sekelompok mahasiswa yang memperagakan Santa Nikolaus. Ada semacam drama kecil dan meminta donasi untuk kesejahteraan anak di seluruh dunia.

Kue lebkuchen punya banyak cerita, tetapi mengapa namanya lebkuchen?

Lebkuchen itu menjadi nama ejaan lama yang diawali pada abad pertengahan dimana saat itu ejaan yang digunakan adalah mittelhochdeutsch. Mittelhochdeutsch itu berada pada periode abad pertengahan sekitar abad 1500-an. Kata-kata dalam bahasa Jerman seperti di Alkitab misalnya terkadang menjadi asing bagi saya bila masih menggunakan ejaan lama, mittelhochdeutsch. Sedangkan kini ejaan bahasa Jerman menggunakan hochdeutsch sebagai standar berkomunikasi menyiasati perbedaan dialek dalam kultur di sini.

Selamat merayakan Minggu Advent keempat bagi yang merayakannya!

Makanan Khas Asia (58): Apem Balik, Semacam Pancake Atau Martabak Manis Dari Malaysia

Apem Balik lebih dekat terlihat mirip seperti martabak manis.

Apakah Apem Balik sama dengan martabak manis yang saya kenal di Jakarta dulu?

Pemikiran tersebut melintas saat saya menjajarkan makanan saya dari Indonesia, bersebelahan dengan makanan dari Malaysia. Kebetulan kami berdua menyajikan makanan finger foods yang memang cocok disajikan sebagai dessert. Kue dari negeri tetangga Indonesia itu tampak mirip seperti makanan yang saya kenal. Kami pun berkenalan dan saling menjelaskan satu sama lain, apa yang disajikan. Ya, kue asal Malaysia ini disebutnya pancake, Malaysian Pancake.

Kemudian martabak atau pancake tersebut diiris lebih kecil lagi menjadi beberapa potong yang dibagikan kepada peserta yang datang. Kue ini pun menjadi pemikat bagi siapa saja yang datang dan penasaran dengan rasa manis dan sedikit kacang di dalam. Sepertinya kenalan dari negeri Malaysia ini berhasil membuatnya dengan baik. Sementara saya sendiri tidak pernah mencobanya langsung saat saya berada di Malaysia.

Kue apem balik ternyata juga disebut kue terang bulan, martabak manis, pancake dan masih ada sebutan lain.

Saya memang beberapa kali singgah di Malaysia, mulai dari Malaka, Kuala Lumpur dan Penang tetapi saya tidak menyimak dengan baik jajanan ini. Saya pun bertanya pada mahasiswa di sebelah saya. Dia sendiri adalah warga di sini tetapi dia pernah mengalami pertukaran pelajar dan tinggal di Kuala Lumpur selama satu tahun. Bahasa melayunya juga baik sehingga membuat saya penasaran bagaimana dia bisa membuatnya dengan baik. Sementara saya belum pernah sama sekali membuatnya.

Dia mengatakan apem balik semacam street foods yang mudah dijumpai di Malaysia. Membuatnya pun mudah sehingga ini mendorongnya untuk disajikan dalam acara festival budaya Asia. Bahan yang diperlukan sama seperti membuat martabak yang saya kenal di Jakarta. Martabak atau terang bulan juga merupakan jajanan populer di Jakarta juga.

Ada tepung terigu, ragi, gula pasir, vanila bubuk, telur ayam dan baking soda. Anda hanya perlu menguleni dan didiamkan sekitar 5 jam di lemari pendingin. Setelah itu dicetak di pemanggang dan diberi isian sesuai selera. Isian bisa berisi kacang tumbuk, cokelat, keju atau selai buah.

Kesimpulan saya, bisa jadi ini sekedar nama saja yang berbeda tetapi soal rasa tetap sama. Bila di Malaysia ini disebut paling banyak apem balik, terang bulan atau pancake sementara yang saya kenal adalah martabak manis.

Kue Khas Jerman (12): Vanille Kränzhen, Kue Kering Isi Selai di Hari Raya Natal

Kue kering diberi gula tabur agar tampilannya cantik.

Memasuki minggu ketiga Advent, tentu umat nasrani seluruh dunia sudah mulai menyiapkan berbagai keperluan untuk hari raya nanti. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membuat kue-kue cantik untuk disajikan kepada keluarga, kerabat, kenalan yang datang berkunjung. Seperti yang saya lakukan dalam tradisi keluarga di Jerman yakni kue Vanille Kränzhen, yang menjadi kue khas di Jerman.

Kue kering ini berisi selai buah johannisbeere, buah asam manis hasil kebun sendiri. Buah ada yang berwarna merah dan biru tua, tetapi saya memilih warna merah sebagai selai isian kue kering tersebut. Johannisbeere ini jarang saya temukan di toko buah di Jakarta. Bahkan nama buah ini disebut kismis merah bila dialihbahasakan. Buah berukuran kecil dan rasanya asam manis, nan menyegarkan. Di Jerman buah ini banyak dipergunakan sebagai selai, dekorasi makanan hingga dikonsumi biasa bagi penyuka makanan masam.

Agar rasa kue kering maksimal, selai buah pun dibuat sendiri. Termasuk pula kue kering vanille kränzhen dibuat sendiri sehingga rasa manisnya sesuai dan ini juga menjadi resep keluarga setiap natal tiba. Saya pun belajar dari ibu mertua bagaimana membuatnya seperti yang saya rincikan resep di bawah ini.

Gambar 1.
Gambar 2.

Bahan yang diperlukan

  1. 350 gr tepung terigu
  2. 250 gr mentega
  3. 150 gr gula pasir
  4. 1 bungkus gula vanilli (=vanille zucker atau vanilla sugar)
  5. 1 telur ayam
  6. Selai buah kismis merah secukupnya
  7. Gula bubuk/gula bedak
Gambar 3.
Gambar 4.

Langkah membuatnya

  1. Campurkan gula dengan gula vanilli.
  2. Campurkan tepung dengan mentega menjadi satu dengan tangan. Uleni dan buat menjadi satu adonan bersamaan dengan gula pada langkah nomor 1.
  3. Campurkan dengan telur ayam sehingga menjadi adonan yang kalis dan lembut.
  4. Pastikan ada pada meja kayu yang kokoh dan stabil. Bagi adonan menjadi beberapa adonan lebih kecil.
  5. Ambil adonan kecil, pipihkan dengan roll kue dari kayu. Beri tepung di sekitar adonan agar tidak lengket pada roll kue atau bawah lapisan untuk memudahkan membuat pola-pola kue.
  6. Ada beberapa pilihan pola kue mulai dari pola bunga, pola hati, pola wajah, dsbg.
  7. Adonan pertama adalah membuat tumpukan pertama pola (lihat gambar 1). Tumpukan pertama ini nantinya yang akan diolesi selai buah.
  8. Adonan kedua adalah membuat tumpukan kedua pola yang disesuaikan dengan pola tumpukan pertama (lihat gambar 2). Ini berarti pada tumpukan kedua ada lubang yang menjadi penghias. Tumpukan kedua akan menjadi bagian atas atau penutup tumpukan pertama setelah diberi selai.
  9. Setelah membuat pola tumpukan pertama dan tumpukan kedua maka panaskan oven. Panggang tiap kue 200 derajat celcius hingga matang dan berwarna kuning keemasan.
  10. Jika anda sudah memanggang seluruh tumpukan, kini anda menyatukannya. Siapkan selai buah yang dikehendaki!
  11. (Lihat gambar 3!) Ambil tumpukan pertama yang ada di wadah kiri. Beri selai seluruh lapisan atasnya. Ambil tumpukan kedua, yang menjadi pasangan pola atau wadah kanan pada gambar 3. Tutup kedua tumpukan kue.
  12. Hasil kue yang sudah ditumpuk bisa dilihat pada gambar 4. Siapkan gula bubuk/gula bedak.
  13. Taburi di atas kue dengan gula bubuk dengan menyaring di atas kue. Saya pergunakan saringan teh agar hasilnya cantik. Hasil akhir bisa dicek pada foto paling atas.

Kini kue-kue cantik dengan berbagai pola siap disajikan di hari raya. Selamat memasuki Minggu Advent Ketiga bagi yang merayakan!

Kue Khas Jerman (10): Stollen, Kue Tradisi Advent Jelang Natal

Irisan dalam kue setelah dipotong, anda bisa melihat ada marzipan, kacang mede bahkan apel kering.

Biasanya kue tersebut dalam satu loyang utuh, ditaburi gula pasir atau gula bubuk.
Selamat Memasuki Masa Advent bagi yang merayakannya!

Advent pertama akan dirayakan pada 1 Desember di tahun ini. Gaung perayaan Advent sudah mulai terlihat dari pernak pernik dekorasi natal yang menandakan Advent akan segera dimulai. Tentu masyarakat di Bavaria, tempat tinggal saya tak akan luput dari keriaan ini. Salah satunya adalah menikmati kue yang menjadi ciri khas bahwa natal sudah mulai dekat. Ya, Advent adalah masa persiapan sebelum Hari Raya Natal datang tanggal 25 Desember nanti.

Kue stollen adalah kue yang biasanya beredar menjelang natal, atau saat Adven sudah mulai berlangsung. Jika dulu warga di sini masih membuat kue stollen hasil rahasia resep Oma, kini kue stollen bisa ditemukan di supermarket dan toko roti. Begitu mudah, tanpa kita perlu sibuk di dapur membuatnya. Namun masih banyak juga yang membuat kue stollen di dapur sendiri. Biasanya mereka punya resep khusus atau mereka memang golongan orang yang harus menghindari beberapa bahan makanan seperti mereka yang diet gula misalnya.

Bagaimana pun kue stollen ini dibungkus dengan gula pasir seperti pada foto di atas yang saya makan. Ada juga yang dibalut gula bubuk seperti “bedak” begitu. Ini mengesankan kue ini manis rasanya, meski rasa di dalam kue itu sesungguhnya tak manis. Kue ini berisi buah-buah kering, kacang-kacangan dan marzipan. Marzipan itu terbuat dari kacang. Seperti kue stollen yang saya nikmati, ada buah kering apel dan aprikot yang disisipkan di dalam.

Kue stollen menjadi ciri khas kue yang berasal dari Jerman. Kue ini umumnya dinikmati menjelan natal atau selama masa Advent. Itu sebab kue ini disebut weihnachtsstollen, dimana weihnacten adalah kata bahasa Jerman untuk menyebut kata ‘natal’. Setelah natal, kue stollen juga kadang masih terjual di supermarket. Ada yang menyebut kue ini christstollen, karena setelah natal (:baca Christ) pun masih tersedia.

Jika anda datang langsung ke Dresden, anda bisa mencicipi kue stollen ini, yang konon kabarnya sangat enak. Kue stollen ini memang rasanya sederhana saja, tak seperti kue-kue yang kaya rasa yang dijual di toko kue. Pastinya ada sejarah mengapa kue ini muncul menjelang natal dengan rasanya yang khas.

Jaman dulu ada kebiasaan warga Jerman yang taat untuk berpantang saat Advent datang. Ini dimaksudkan sebagai perilaku beragama menjelang natal. Bahkan umat katolik masih meyakini bahwa Advent adalah masa persiapan untuk tidak membuat keriaan, pesta atau berpantang sebelum Hari Raya Natal. Kue stollen dianggap mewakili masa Advent. Rasanya tidak semanis kue-kue yang dijual di toko kue. Tampilannya pun tak menarik. Tak ada bahan kue seperti butter di dalam. Rasanya hambar dan sedikit keras. Itu mengingatkan orang tentang Advent untuk menyiapkan diri sebelum natal.

Di dunia, kue stollen dijuluki sebagai kue khas dari Jerman menjelang natal. Dahulu kue stollen punya rasa yang khas karena mengandung filosofi Advent, menjelang natal. Tetapi kini kue stollen bisa dinikmati selagi terjual umum. Biasanya kami menikmati kue stollen sebagai kudapan setelah sarapan pagi. Atau kadang kami menikmati kue stollen saat kaffeetrinken dalam keluarga-keluarga di Jerman.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!