Kue Khas Jerman (14): Kue Eierlikör-Erdnusskuchen dengan Kue Erdnuss Sahne Torte, Pilih Mana?

Ini kue eierlikör-erdnuss.

Kue terenak yang saya temukan lagi adalah kue eierlikör-erdnuss pada saat acara hajatan pernikahan beberapa waktu lalu. Awalnya saya hanya tahu eierlikör sebagai minuman yang disajikan di kesempatan istimewa, ternyata eierlikör bisa untuk bahan campuran kue yang enak seperti kue tart atau dessert. Nah, kue yang saya temukan ini sebagai teman minum kopi saat pembukaan acara resepsi pernikahan.

Eierlikör itu lebih dikenal sebagai eggnog dalam istilah asing. Biasanya eggnog ini mengandung kandungan rum. Terkesan dari namanya, apakah ada kaitan dengan telur? Selintas itu pertanyaan saya sambil menikmati kue ini sedikit demi sedikit karena begitu lezatnya.

Eielikör ini populer di negara-negara berbahasa ibu Spanyol sebagai minuman istimewa. Di Meksiko, eggnog punya nama khusus. Eggnog adalah campuran telur, susu, vanila dan rum. Di Jerman, eggnog masuk dalam kategori minuman alkohol. Eggnog yang saya lihat berwarna kuning seperti warna kuning telur. Tentu kue ini terasa enak karena ada campuran eggnog dan kacang, seperti yang saya nikmati di acara wedding di sini.

Ini kue erdnuss sahne torte.

Kacang memang bisa menjadi bahan campuran kue tart atau torte dalam bahasa Jerman. Erdnuss sendiri dikenal sejenis peanut, dalam bahasa Inggris. Di Jerman sendiri ada beberapa kue yang menyelipkan kacang di dalam sajiannya. Erdnuss bisa dijadikan bahan dasar kue atau dijadikan dekorasi. Itu semua ada di pilihan peracik kue.

Nah di kue kedua ini, saya mendapati kacang memenuhi isian kue. Kacang memang tidak dihancurkan dalam kue, tetapi diletakkan pada lapisan isian kue dan lapisan atas sebagai dekorasi. Hasilnya, seperti yang anda lihat, kue ini tidak hanya enak, tetapi juga cantik terlihat.

Makanan Khas Meksiko (8): Empanada, Ini Mirip Pastel atau Panada dari Manado

Bentuknya mirip Pastel atau Panada ‘kan?
Ada tiga jenis yang dijual, anda suka yang mana?

Bagi anda yang suka jajan atau mencoba street foods, silahkan mencoba makanan asal Amerika Latin berikut ini. Lebih tepatnya ini berasal dari Meksiko, yang kaya akan kuliner pedasnya. Seperti yang anda lihat, bentuknya pun mirip seperti pastel atau panada sebagai jajanan nusantara.

Tebak dimana saya menemukannya?

Sewaktu saya dan suami berkunjung ke Brussels, Belgia kemudian kami mendatangi Christmas Market yang menjadi keriaan saat libur natal dan tahun baru. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, pasar rakyat ini digelar sampai awal Januari tiap tahun. Isinya tidak hanya berbagai keperluan di musim dingin saja melainkan juga kuliner dari berbagai negara. Salah satu booth yang menjajakan jajanan yang menarik minat saya adalah empanada dari Meksiko.

Apakah anda pernah makan empanada sebelumnya?

Empanada yang dijual ada tiga jenis seperti yang tampak dalam foto di atas. Ada empanada vegetarian berisi sayuran saja, empanada isi chilli corn cane dan empanada isi keju. Dan yang paling ingin saya makan adalah isian chili corn cane. Namun sayangnya, jajanan ini sudah habis terjual. Saya hanya mendapati empanada isian veggie saja. Isinya adalah aneka sayuran yang ditumis. Empanada veggie pun tetap enak sama seperti pastel loh.

Saya beli satu.

Setelah saya membeli empanada, saya pun bertanya via whatsapp ke kenalan asal Meksiko. Dia studi bersama saya di Jerman. Dia pun berpendapat bahwa empanada itu sejenis pastry yang berisikan sayuran, daging atau keju sesuai selera. Empanada bisa digoreng pun bisa dipanggang. Dan ini sama seperti hasil kreasi sendiri sewaktu saya membuat pastel. Bentuknya pun serupa, hanya namanya saja yang berbeda. Saya yang berasal di Indonesia mengenalnya sebagai pastel atau panada dari Manado. Jajanan ini pun bisa ditemukan di Filipina, Malaysia dan Singapura juga.

Jika saya perhatikan empanada ini mirip seperti jajanan lain asal India dan Afrika. Ya, Samosa atau Sambusa seperti yang pernah saya ulas sebelumnya. Isian samosa dari India adalah kentang dan kacang lentil yang dihaluskan dan berbumbu. Sedangkan sambosa pun hampir mirip seperti samosa.

Baca: Antara Samosa dari India atau Sambusa dari Afrika

Sekarang anda jadi paham bahwa kuliner dari berbagai negara itu bisa punya kemiripan, hanya perbedaan nama dan sebutan saja. Migrasi antar penduduk telah memberi pengaruh pada dunia culinary.

Ssstt, empanada ini bentuknya lebih besar dari pastel loh. Makan 1 saja sudah membuat saya kenyang.

Kue Khas Jerman (11): Kaiserschmarrn, Pancake Manis nan Berantakan Kesukaan Kaisar

Kaiserschmarrn disebut juga shredded pancake, yang ditaburi gula bubuk.

Melanjutkan kue khas asal Jerman, saya bagikan sejenis pancake yang saya susah menyebutkannya dengan benar. Saya selalu menyebut kue ini sebagai kaisarmann, padahal yang benar adalah kaiserschmarrn. Dan ternyata sejarah pancake ini ada kaitan dengan kaisar juga. So, ini membuat anda makin penasaran ‘kan.

Dalam riwayat penamaan dessert ini, kaiserschmarrn berasal dari dua kata. Kata pertama ‘Kaiser‘ diambil dari gelar Kaisar Austria Franz Josep, yang ternyata suka sekali makanan penutup yang berasa manis. Selanjutnya kata kedua yakni schmarrn yang mengacu pada dialek bahasa Bayern dan Austria yang agak mirip. Schmarrn dimaksudkan kacau, berantakan, sampah bahkan ini semacam gosip tak menarik.

Demikian nama kue ini karena memang pancake dikacaukan sebelum diberi taburan gula bubuk.

Saya kenal kue ini sebagai hidangan menemani minum kopi di suatu kafe. Saat saya datang ada tawaran paket menarik yakni kaiserschmarrn dan kopi dengan harga terjangkau. Akhirnya saya putuskan untuk mencobanya. Seperti yang anda lihat, ada kekacauan pancake yang berantakan, kemudian diberi taburan gula bubuk sehingga tampilan dan rasanya makin manis.

Pancake ini memang berbeda tak hanya soal tampilan saja tetapi pembuatannya yang dikacaukan saat pancake hendak matang di wajan teflon. Lalu rasa pancake memang berbeda karena ada selai buah yang menemaninya. Sebut saja selai apel, buah cherry atau buah plum seperti yang anda lihat di foto. Ini hanya pelengkap saja. Bahkan isian pancake juga kadang sudah dilengkapi kacang nuss, selai apel atau buah anggur yang dikeringkan.

Bahan pembuatan pancake ini pun mudah. Seorang kenalan asal Bavaria mengatakan bahwa siapa pun bisa membuatnya. Bahannya hanya tepung terigu, gula, garam dan susu yang dicampur bersamaan. Setelah wajan panas, beri butter dan mentega sebelum adonan dituang.

Kreasi tiap orang berbeda-beda. Ada yang meletakkan selai buah apel sebelum adonan. Kemudian dicampurkan dalam adonan pancake saat hendak dituang di wajan. Ada pula yang membuat pancake terlebih dulu matang. Saat pancake setengah matang, beri taburan kacang almond misalnya atau potongan buah yang disuka. Lalu kacaukan pancake seperti yang anda lihat pada foto.

Hasil akhir pancake adalah pancake matang yang kacau kemudian diberi taburan puderzucker atau gula icing. Gula yang tampak seperti bedak ini disaring di atas pancake sehingga tampak indah. Mudah ‘kan! Saya percaya anda bisa membuatnya di rumah.

Kue kaisarschmarrn ini biasa dihidangkan saat hari raya Natal di wilayah Bavaria dan Austria. Tetapi kini pancake ini bisa dibuat kapan saja seperti kaffeetrinken, untuk menemani minum kopi di beranda rumah. Hmm…

Kue Khas Jerman (13): Lebkuchen, Kue Rasa Jahe di Hari Natal

Salah satu model kue lebkuchen yang biasa dijual di supermarket.
Empat lilin Advent sudah dinyalakan. Tinggal hitungan hari, Natal tiba.

Hari raya natal tinggal dalam hitungan jari, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan bagi mereka yang merayakannya. Tentu hidangan kue-kue natal pun tak luput disiapkan sebagai sajian para tamu yang datang di hari istimewa tersebut. Di Indonesia saya sudah membayangkan kue nastar mungkin sudah mulai disiapkan. Berbicara kue kering, kali ini saya berbicara lebkuchen asal Jerman yang memang dikenal saat hari istimewa, hari natal yang dirayakan mayoritas penduduk sini.

Lebkuchen atau ada yang menyebutnya pfefferkuchen adalah kue kering asal Jerman yang sudah mendunia. Saya sendiri pernah melihat bagaimana lebkuchen disajikan di salah satu hotel di Jakarta sebagai dekorasi natal. Begitu melegendanya kue ini karena dulu saya mengenalnya ini adalah kue jahe atau gingerbread. Ada rasa renyah, gurih, hangat dan sedikit manis menjadi pengalaman saya mencicipi kue ini. Lebkuchen itu pasti tersedia di supermarket jelang natal, tetapi seiring banyaknya penggemar kue ini rupanya kue ini bisa diperoleh kapan saja di supermarket.

Untuk mengetahui sejarah lebkuchen, tentu anda harus datang ke toko kue legendaris di Nuremberg. Saya sendiri pernah datang ke toko tersebut lewat lawatan tempat yang harus dikunjungi di Nuremberg. Di Haus des lebkuchen, anda bisa merasakan rasa dan sensasi kue lebkuchen yang diracik sejak tahun 1500-an. Kue lebkuchen memang punya banyak kreasi sehingga disukai banyak orang. Tak harus menunggu hari natal, saat volkfest kadang tersedia lebkuchen dengan bentuk hati di gerai makanan manis. Variasi lain lebkuchen juga bisa ditemui dalam bentuk model. Di sebuah hotel di Jakarta, saya pernah menemukan kue lebkuchen dibentuk menjadi rumah-rumah bergaya eropa yang di musim dingin.

Kue lebkuchen itu pasti tampak berwarna kecokelatan. Di Belanda misalnya kue lebkuchen dibuat seperti persegi panjang yang biasa dinikmati sambil minum kopi. Sedangkan di Austria, kue lebkuchen sudah mendapatkan tempat tersendiri sejak lama. Sebagai tetangga terdekat, Austria memiliki banyak produsen lebkuchen yang siap dinikmati kapan saja. Lebkuchen itu bisa ditemukan juga di Swiss, Polandia atau Ceko sebagai negara tetangga Jerman. Itu berarti lebkuchen begitu populer.

Dari sekedar kue, lebkuchen juga menjadi media budaya yang memperkenalkan tradisi natal dari Jerman ke berbagai belahan dunia. Seperti kue lebkuchen yang menjadi kue jahe ini di Jakarta misalnya dibentuk menjadi dekorasi natal. Atau kompetisi membuat dekorasi lebkuchen bagi para pembuat kue. Sedangkan saya di sini, lebkuchen biasa dibawakan ke kelas oleh sekelompok mahasiswa yang memperagakan Santa Nikolaus. Ada semacam drama kecil dan meminta donasi untuk kesejahteraan anak di seluruh dunia.

Kue lebkuchen punya banyak cerita, tetapi mengapa namanya lebkuchen?

Lebkuchen itu menjadi nama ejaan lama yang diawali pada abad pertengahan dimana saat itu ejaan yang digunakan adalah mittelhochdeutsch. Mittelhochdeutsch itu berada pada periode abad pertengahan sekitar abad 1500-an. Kata-kata dalam bahasa Jerman seperti di Alkitab misalnya terkadang menjadi asing bagi saya bila masih menggunakan ejaan lama, mittelhochdeutsch. Sedangkan kini ejaan bahasa Jerman menggunakan hochdeutsch sebagai standar berkomunikasi menyiasati perbedaan dialek dalam kultur di sini.

Selamat merayakan Minggu Advent keempat bagi yang merayakannya!

Makanan Khas Asia (58): Apem Balik, Semacam Pancake Atau Martabak Manis Dari Malaysia

Apem Balik lebih dekat terlihat mirip seperti martabak manis.

Apakah Apem Balik sama dengan martabak manis yang saya kenal di Jakarta dulu?

Pemikiran tersebut melintas saat saya menjajarkan makanan saya dari Indonesia, bersebelahan dengan makanan dari Malaysia. Kebetulan kami berdua menyajikan makanan finger foods yang memang cocok disajikan sebagai dessert. Kue dari negeri tetangga Indonesia itu tampak mirip seperti makanan yang saya kenal. Kami pun berkenalan dan saling menjelaskan satu sama lain, apa yang disajikan. Ya, kue asal Malaysia ini disebutnya pancake, Malaysian Pancake.

Kemudian martabak atau pancake tersebut diiris lebih kecil lagi menjadi beberapa potong yang dibagikan kepada peserta yang datang. Kue ini pun menjadi pemikat bagi siapa saja yang datang dan penasaran dengan rasa manis dan sedikit kacang di dalam. Sepertinya kenalan dari negeri Malaysia ini berhasil membuatnya dengan baik. Sementara saya sendiri tidak pernah mencobanya langsung saat saya berada di Malaysia.

Kue apem balik ternyata juga disebut kue terang bulan, martabak manis, pancake dan masih ada sebutan lain.

Saya memang beberapa kali singgah di Malaysia, mulai dari Malaka, Kuala Lumpur dan Penang tetapi saya tidak menyimak dengan baik jajanan ini. Saya pun bertanya pada mahasiswa di sebelah saya. Dia sendiri adalah warga di sini tetapi dia pernah mengalami pertukaran pelajar dan tinggal di Kuala Lumpur selama satu tahun. Bahasa melayunya juga baik sehingga membuat saya penasaran bagaimana dia bisa membuatnya dengan baik. Sementara saya belum pernah sama sekali membuatnya.

Dia mengatakan apem balik semacam street foods yang mudah dijumpai di Malaysia. Membuatnya pun mudah sehingga ini mendorongnya untuk disajikan dalam acara festival budaya Asia. Bahan yang diperlukan sama seperti membuat martabak yang saya kenal di Jakarta. Martabak atau terang bulan juga merupakan jajanan populer di Jakarta juga.

Ada tepung terigu, ragi, gula pasir, vanila bubuk, telur ayam dan baking soda. Anda hanya perlu menguleni dan didiamkan sekitar 5 jam di lemari pendingin. Setelah itu dicetak di pemanggang dan diberi isian sesuai selera. Isian bisa berisi kacang tumbuk, cokelat, keju atau selai buah.

Kesimpulan saya, bisa jadi ini sekedar nama saja yang berbeda tetapi soal rasa tetap sama. Bila di Malaysia ini disebut paling banyak apem balik, terang bulan atau pancake sementara yang saya kenal adalah martabak manis.

Kue Khas Jerman (12): Vanille Kränzhen, Kue Kering Isi Selai di Hari Raya Natal

Kue kering diberi gula tabur agar tampilannya cantik.

Memasuki minggu ketiga Advent, tentu umat nasrani seluruh dunia sudah mulai menyiapkan berbagai keperluan untuk hari raya nanti. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membuat kue-kue cantik untuk disajikan kepada keluarga, kerabat, kenalan yang datang berkunjung. Seperti yang saya lakukan dalam tradisi keluarga di Jerman yakni kue Vanille Kränzhen, yang menjadi kue khas di Jerman.

Kue kering ini berisi selai buah johannisbeere, buah asam manis hasil kebun sendiri. Buah ada yang berwarna merah dan biru tua, tetapi saya memilih warna merah sebagai selai isian kue kering tersebut. Johannisbeere ini jarang saya temukan di toko buah di Jakarta. Bahkan nama buah ini disebut kismis merah bila dialihbahasakan. Buah berukuran kecil dan rasanya asam manis, nan menyegarkan. Di Jerman buah ini banyak dipergunakan sebagai selai, dekorasi makanan hingga dikonsumi biasa bagi penyuka makanan masam.

Agar rasa kue kering maksimal, selai buah pun dibuat sendiri. Termasuk pula kue kering vanille kränzhen dibuat sendiri sehingga rasa manisnya sesuai dan ini juga menjadi resep keluarga setiap natal tiba. Saya pun belajar dari ibu mertua bagaimana membuatnya seperti yang saya rincikan resep di bawah ini.

Gambar 1.
Gambar 2.

Bahan yang diperlukan

  1. 350 gr tepung terigu
  2. 250 gr mentega
  3. 150 gr gula pasir
  4. 1 bungkus gula vanilli (=vanille zucker atau vanilla sugar)
  5. 1 telur ayam
  6. Selai buah kismis merah secukupnya
  7. Gula bubuk/gula bedak
Gambar 3.
Gambar 4.

Langkah membuatnya

  1. Campurkan gula dengan gula vanilli.
  2. Campurkan tepung dengan mentega menjadi satu dengan tangan. Uleni dan buat menjadi satu adonan bersamaan dengan gula pada langkah nomor 1.
  3. Campurkan dengan telur ayam sehingga menjadi adonan yang kalis dan lembut.
  4. Pastikan ada pada meja kayu yang kokoh dan stabil. Bagi adonan menjadi beberapa adonan lebih kecil.
  5. Ambil adonan kecil, pipihkan dengan roll kue dari kayu. Beri tepung di sekitar adonan agar tidak lengket pada roll kue atau bawah lapisan untuk memudahkan membuat pola-pola kue.
  6. Ada beberapa pilihan pola kue mulai dari pola bunga, pola hati, pola wajah, dsbg.
  7. Adonan pertama adalah membuat tumpukan pertama pola (lihat gambar 1). Tumpukan pertama ini nantinya yang akan diolesi selai buah.
  8. Adonan kedua adalah membuat tumpukan kedua pola yang disesuaikan dengan pola tumpukan pertama (lihat gambar 2). Ini berarti pada tumpukan kedua ada lubang yang menjadi penghias. Tumpukan kedua akan menjadi bagian atas atau penutup tumpukan pertama setelah diberi selai.
  9. Setelah membuat pola tumpukan pertama dan tumpukan kedua maka panaskan oven. Panggang tiap kue 200 derajat celcius hingga matang dan berwarna kuning keemasan.
  10. Jika anda sudah memanggang seluruh tumpukan, kini anda menyatukannya. Siapkan selai buah yang dikehendaki!
  11. (Lihat gambar 3!) Ambil tumpukan pertama yang ada di wadah kiri. Beri selai seluruh lapisan atasnya. Ambil tumpukan kedua, yang menjadi pasangan pola atau wadah kanan pada gambar 3. Tutup kedua tumpukan kue.
  12. Hasil kue yang sudah ditumpuk bisa dilihat pada gambar 4. Siapkan gula bubuk/gula bedak.
  13. Taburi di atas kue dengan gula bubuk dengan menyaring di atas kue. Saya pergunakan saringan teh agar hasilnya cantik. Hasil akhir bisa dicek pada foto paling atas.

Kini kue-kue cantik dengan berbagai pola siap disajikan di hari raya. Selamat memasuki Minggu Advent Ketiga bagi yang merayakan!

Kue Khas Jerman (10): Stollen, Kue Tradisi Advent Jelang Natal

Irisan dalam kue setelah dipotong, anda bisa melihat ada marzipan, kacang mede bahkan apel kering.

Biasanya kue tersebut dalam satu loyang utuh, ditaburi gula pasir atau gula bubuk.
Selamat Memasuki Masa Advent bagi yang merayakannya!

Advent pertama akan dirayakan pada 1 Desember di tahun ini. Gaung perayaan Advent sudah mulai terlihat dari pernak pernik dekorasi natal yang menandakan Advent akan segera dimulai. Tentu masyarakat di Bavaria, tempat tinggal saya tak akan luput dari keriaan ini. Salah satunya adalah menikmati kue yang menjadi ciri khas bahwa natal sudah mulai dekat. Ya, Advent adalah masa persiapan sebelum Hari Raya Natal datang tanggal 25 Desember nanti.

Kue stollen adalah kue yang biasanya beredar menjelang natal, atau saat Adven sudah mulai berlangsung. Jika dulu warga di sini masih membuat kue stollen hasil rahasia resep Oma, kini kue stollen bisa ditemukan di supermarket dan toko roti. Begitu mudah, tanpa kita perlu sibuk di dapur membuatnya. Namun masih banyak juga yang membuat kue stollen di dapur sendiri. Biasanya mereka punya resep khusus atau mereka memang golongan orang yang harus menghindari beberapa bahan makanan seperti mereka yang diet gula misalnya.

Bagaimana pun kue stollen ini dibungkus dengan gula pasir seperti pada foto di atas yang saya makan. Ada juga yang dibalut gula bubuk seperti “bedak” begitu. Ini mengesankan kue ini manis rasanya, meski rasa di dalam kue itu sesungguhnya tak manis. Kue ini berisi buah-buah kering, kacang-kacangan dan marzipan. Marzipan itu terbuat dari kacang. Seperti kue stollen yang saya nikmati, ada buah kering apel dan aprikot yang disisipkan di dalam.

Kue stollen menjadi ciri khas kue yang berasal dari Jerman. Kue ini umumnya dinikmati menjelan natal atau selama masa Advent. Itu sebab kue ini disebut weihnachtsstollen, dimana weihnacten adalah kata bahasa Jerman untuk menyebut kata ‘natal’. Setelah natal, kue stollen juga kadang masih terjual di supermarket. Ada yang menyebut kue ini christstollen, karena setelah natal (:baca Christ) pun masih tersedia.

Jika anda datang langsung ke Dresden, anda bisa mencicipi kue stollen ini, yang konon kabarnya sangat enak. Kue stollen ini memang rasanya sederhana saja, tak seperti kue-kue yang kaya rasa yang dijual di toko kue. Pastinya ada sejarah mengapa kue ini muncul menjelang natal dengan rasanya yang khas.

Jaman dulu ada kebiasaan warga Jerman yang taat untuk berpantang saat Advent datang. Ini dimaksudkan sebagai perilaku beragama menjelang natal. Bahkan umat katolik masih meyakini bahwa Advent adalah masa persiapan untuk tidak membuat keriaan, pesta atau berpantang sebelum Hari Raya Natal. Kue stollen dianggap mewakili masa Advent. Rasanya tidak semanis kue-kue yang dijual di toko kue. Tampilannya pun tak menarik. Tak ada bahan kue seperti butter di dalam. Rasanya hambar dan sedikit keras. Itu mengingatkan orang tentang Advent untuk menyiapkan diri sebelum natal.

Di dunia, kue stollen dijuluki sebagai kue khas dari Jerman menjelang natal. Dahulu kue stollen punya rasa yang khas karena mengandung filosofi Advent, menjelang natal. Tetapi kini kue stollen bisa dinikmati selagi terjual umum. Biasanya kami menikmati kue stollen sebagai kudapan setelah sarapan pagi. Atau kadang kami menikmati kue stollen saat kaffeetrinken dalam keluarga-keluarga di Jerman.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

Apakah Egyptian Pancake Sama dengan Pancake Lain?

Pancake dari Mesir.

Salah satu pancake asal Eropa.

Bahkan pancake bisa dibuat sup juga loh.

Mengenali kuliner yang beragam dari seluruh dunia memang menarik. Tidak sekedar mencoba, saya pun kadang mendapati adanya persamaan dan perbedaan mulai dari bentuk, rasa hingga penyajian. Meski saya bukan orang yang ahli dalam kuliner, tetapi sebagai orang yang suka bertualang rasa maka mencicipi, mencari resepnya dan mengulasnya bisa menjadi kepuasan tersendiri. Siapa tahu pembaca di sini terinspirasi membuatnya?

Sarapan pagi selama di Mesir memiliki variasi yang beragam, ada nasi, roti hingga kue-kue. Semua bisa anda pilih sesuai selera anda.

Kemudian mata saya tertuju pada egpytian pancake yang tertera di meja etalase. Apa itu?

Pancake dari Mesir bisa dikatakan renyah dan garing. Jika anda mencicipi, anda pasti terkejut bahwa pancake asal Mesir ini rasanya agak mirip dengan croissant yakni roti asal Prancis.

Melalui sejarah yang panjang bahwa egyptian pancake ini pernah menjadi sesajen persembahan bagi para dewa jaman dahulu kala. Ketika orang Mesir telah mengenal Tuhan, hidangan istimewa ini menjadi konsumsi siapa saja. Karena pembuatannya yang mudah dan rasa yang istimewa, egyptian pancake menyebar hingga ke benua biru saat terjadi migrasi.

Perkara benar atau tidak cerita saya maka anda bisa mencoba sendiri saat datang ke Mesir.

Sedangkan italian pancake sudah sering saya kupas. Apalagi jika bukan crepes yang juga mudah dibuat.

Sebenarnya italian pancake juga diakui sebagai makanan tradisional beberapa negara Eropa. Contohnya Jerman yang mengenal pancake sebagai pfannkuchen. Rasa dan bentuknya pun sama. Ini hanya terdiri tepung, telur dan air saja. Untuk isian, anda bisa sesuaikan dengan selera dan kebutuhan.

Bahkan italian pancake juga merambah ke area bisnis yang menjadi street foods di sebagian negara. Di Jakarta misalnya kini anda bisa melihat kuliner pancake berbagai dunia. Menurut saya pancake punya persamaan, sama-sama dibuat flat dan rasa yang manis dinikmati.

Pancake nusantara adalah serabi. Dibuat dengan flat dan rasa yang manis sudah terasa istimewa.

Makanan Khas Timur Tengah (9): 5 Kue-kue Manis yang Memikat di Mesir

Saya senang menikmati kue-kue yang disuguhi hotel selama liburan di Mesir. Kue kue di Mesir umumnya enak dan manis di lidah. Kue-kue ini selalu tersedia di meja prasmanan. Ini yang membuat berat badan saya bertambah manakala saya benar-benar menikmati liburan di sana. Mereka pun menyajikan kue-kue ini dengan dekorasi yang indah. Tentu siapa pun akan tergoda mencicipinya.

Saya pun bertanya pada kenalan di Jerman yang bisa berbahasa Arab, tentang nama dan pembuatan kue-kue tersebut. Kue-kue berikut dinikmati setelah menikmati makanan penutup. Makanan manis ini memang tepat untuk memberi sentuhan rasa berbeda, dengan asam, manis, pedas, asin dan gurihnya makanan sebelumnya.

Berikuti saya bagikan hasil penelusuran saya.

1. Baklava

Kue baklava adalah kue yang cukup populer di Jerman. Saya sendiri pernah menuliskan pembuatan kue borek yang berasal dari Turki. Kue borek seperti baklava yang juga ada di Mesir. Ada beberapa kesempatan baklava disajikan, saya tidak menyadarinya hingga saya berhasil mendokumentasikan baklava roll yang berisi pisang. Sementara baklava original tak sempat didokumentasikan.

Umumnya baklava bentuknya seperti ini.

Baklava adalah kue populer di wilayah Timur Tengah, yang telah ada sejak kekaisaran Ottoman. Migrasi telah memberi pengaruh pada sebagian wilayah di Eropa untuk mengadopsi kuliner seperti baklava. Orang-orang Turki yang pindah ke Jerman juga memperkenalkan kue baklava sebagai kuliner mereka. Selain itu, pastry baklava juga diperkenalkan oleh para migran Timur Tengah yang kini juga kerap bertemu saya di kursus integrasi budaya Jerman.

2. Halva

Halva ini rasanya lembut manis dengan isian kacang atau manisan. Halva ini sudah ada sejak abad 13 loh. Kue halva sebenarnya ada dua jenis, ada yang berbahan dasar tepung dan satu lagi berbahan butter. Halva tetap kue Arab yang terasa manis seperti julukan nama kue ini. Halva memang dicetak dalam loyang kue yang kemudian dipotong kotak-kotak. Isian halva juga sesuai selera seperti kacang lentil, nus dan manisan.

3. Basbousa

Ini disebut juga Haresa bagi orang Irak dan Syria.

Basbousa ini pernah saya bahas sebagai makanan Timur Tengah saat saya diajak teman migran asal Syria yang mengajak kaffetrinken di rumahnya. Cerita saya dapat dicek di link ini. Bagi orang Syria dan Iran, kue basbousa disebut dengan nama haresa.

Kue lainnya.

Cara membuatnya cukup mudah dari tepung yang disebut semolina, yoghurt dan gula yang dipanggang di oven. Biasanya kue ini dihias dengan kacang atau bisa juga dengan gula yang dicairkan seperti foto.

4. Layali Lubnan

Kue selanjutnya adalab layali lubnan dengan warna putihnya yang indah. Masih dengan tepung semolina, gula dan susu. Anda juga bisa menambahkan air mawar atau jeruk lemon yang diparut. Kue ini biasa disajikan sebagai dessert setelah didinginkan di kulkas. Untuk topping atas, anda bisa kreasikan sesuai selera.

5. Kahk

Kue bundar, kahk.

Kue berikutnya adalah kahk yang umumnya disajikan saat hari raya Idul Fitri. Kue bulat dan tebal ini berasa manis karena disiram dengan gula bubuk. Tepung, telur dan mentega menjadi bahan baku kue ini. Tentu di dalam kue bulat ini bisa diisi dengan macam-macam manisan.

Sebenarnya saya menikmati dan mendokumentasikan aneka pastry dan kue lainnya di Mesir, hanya saja saya tidak tahu nama-nama kue tersebut.

Baiklah, kue mana yang anda ingin coba?

Kue Khas Jerman (9): Quarkbällchen dan Ausgezogene, Manis dan Simpel Untuk Dibuat

Kanan adalah kue Ausgezogene dan kiri adalah Quarkbällchen.

Kue-kue di sini tak selamanya dibuat dengan cara dipanggang dalam oven. Saya menemukan kue yang mudah dibuat bak donat jika saya mengamati pembuatannya. Atau kue Quarkbällchen misalnya, ini seperti roti bola yang berbalut gula pasir. Oleh karena itu, kedua kue ini layak saya bagikan kepada anda.

Pertama

Saya bahas kue roti bola ini yang disebut German fried cheese ball. Dari namanya yang disebutkan dalam istilah bahasa Inggris sudah terdengar jelas bahwa ini adalah kue berbentuk bola yang digoreng. Rasa manis kue roti bola ini berasal dari gula pasir yang dibalutkan di sekeliling permukaan kue. Warnanya cokelat tua adalah hasil roti yang digoreng dalam minyak panas.

Apakah ada keju di dalam pembuatannya?

Ternyata saat saya amati bahan pembuatannya, kue roti bola ini tak ada keju sama sekali. Bahan-bahan kue pun serupa dengan bahan pembuatan donat yang biasa ibu saya buat di Jakarta. Itu sebab menurut saya, kue roti bola ini cocok bila dijadikan cemilan sore hari bersama kopi di rumah. Jika donat dibuat dengan bulat dan diberi lubang di tengah, sebaliknya roti bola ini hanya dibuat seperti bola. Setelah matang, sisi bola dimasukkan wadah berisi gula pasir untuk bermandikan gula.

Quarkbällchen adalah kue tradisional Jerman yang kini hanya ditemukan di sebagian kecil toko roti. Kebanyakan kue ini juga didapati saat ada festival musim panas atau pasar malam menjelang natal. Alasannya, Quarkbällchen begitu mudah dibuat di rumah sehingga siapa pun bisa menyiapkannya.

Kedua

Adalah Ausgezogene, yang juga menjadi kue tradisional di Jerman. Kue ini juga digoreng dalam minyak panas keseluruhan, lalu ditiriskan setelah berwarna kecokelatan. Setelah minyak tiris, beri gula bubuk untuk disajikan di atas kue sebagai dekorasi. Rasa manis yang alami membuat kue buatan Oma ini memang enak disantap bersama kopi di sore hari.

Camilan kedua ini mengingatkan saya kala saya masih kecil di Jakarta. Ini adalah jajanan saya serupa kue donat yang diberi gula bubuk. Biasanya kue ini disukai anak-anak seperti saya karena kue ini manis dan rasanya yang sederhana, ketimbang kue tar yang biasanya berhias dengan berbagai macam manisan yang membuat saya tak suka rasanya.

Kue Ausgezogene ini memang menggoda selera lagi untuk menikmati gorengan ala Jerman. Jika anda suka, silahkan temukan resepnya yang berseliweran di internet! Buat kue sendiri di rumah menjadi lebih enak, karena anda bisa mengontrol bahan pembuatannya dan kadar gula sesuai yang dikehendaki.

Happy Baking!