Schweinswürstlbraten, Sosis yang Dimakan dengan Sauerkraut: Makanan Khas Jerman (57)

Sosis ini dimakan dengan kentang rebus.

Jerman adalah negara dengan segudang jenis sosis. Jika anda datang ke sini, anda bisa pilih sosis vegan, vegetaris atau sosis original. Sosis juga diolah dengan dipanggang, direbus atau digoreng. Semua sosis diolah sesuai selera si pemesan. Bahkan ada pula sosis yang siap langsung disantap atau ready to eat. Bagaimana pun sosis itu disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan anda.

Atau sosis dimakan dengan roti.

Sosis yang akan saya bahas adalah schweinwürstl yang memang sosis berwarna putih keabu-abuan. Sosis ini memang berbeda ketimbang sosis yang umumnya kita tahu berwarna merah. Sosis ini hanya daging dan sedikit garam. Garam membuat warnanya berbeda yang biasanya kita kenal berwarna merah dan sejenisnya.

Untuk menikmati sosis ini, sosis ini digoreng atau sedikit dipanggang hingga berwarna kecokelatan. Jika sebagian sosis berwarna kecokelatan maka anda bisa langsung menyantapnya. Ada yang berpendapat anda bisa membuatnya berwarna kecokelatan dalam api sedang selama sepuluh menit.

Satu lagi, sosis ini juga berbeda ketika anda menyantapnya bersama sauekraut. Sauerkraut itu ibarat kimchi di Korea Selatan. Sauerkraut adalah potongan kol yang halus dan diberi fermentasi. Sauerkraut memang tepat menemani santapan sosis ini.

Tak hanya itu, sosis ini juga dinikmati dengan kentang rebus. Atau anda bisa juga menyantapnya dengan roti sammeln.

Advertisements

Wiener Schnitzel dan Wiener Wurst, Ini Bedanya!

Tampak “wiener wurst” kiri sebelah roti.

Jika anda datang ke Jerman, ada ragam pilihan menu yang bisa dipesan. Saya mendokumentasikannya untuk anda agar anda paham deskripsi makanan tersebut. Dua makanan yang hampir mirip namanya adalah “wiener wurst” dan “wiener schnitzel” biasanya disediakan di restoran tradisional. Agar lebih jelas perbedaannya, maka saya menjelaskannya seperti di bawah ini.

Wiener wurst

Wurst” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai sosis. Makanan ini yang paling mudah disajikan untuk orang Jerman pada umumnya yang didominasi oleh sosis dan roti. Menu ini terdiri atas sosis “wiener” dan roti. Untuk menambahkan kelezatan rasanya, biasanya ada senf atau mustard kuning. Sedangkan sosisnya hanya direbus beberapa menit dalam air panas.

Di negeri yang kaya akan sosis ini, ada banyak pilihan sosis. Sosis wiener adalah salah satunya. Sosis ini hampir serupa dengan sosis frankfurter. Konon si pembuat sosis enak “Frankfurter” migrasi dari Frankfurt, Jerman ke Wina, Austria. Itu sebab sosis ini tak ada bedanya karena keduanya sama-sama terbuat dari daging sapi dan daging babi yang dihaluskan. Bedanya, keduanya memiliki komposisi daging mana lebih banyak sehingga rasa dan teksturnya berbeda.

Wiener Schnitzel

Pertama kali saya coba makanan ini di sebuah hotel di Jawa Barat sebelum menginjakkan kaki di Jerman. Dalam deskripsi menu disebutkan makanan ini adalah favorit turis. Setelah saya tinggal di sini, saya jadi tahu bahwa schnitzel adalah makanan meriah, mudah dan murah. Namun pertanyaan saya, apa bedanya dengan “wiener schnitzel” yang kini akan dijelaskan.

Wiener schnitzel sudah dipublikasikan sebagai makanan otentik di Austria sejak abad 18. Dikatakan bahwa ada buku resep yang menjelaskan kuliner asal Austria tentang daging yang dipipihkan dan dibungkus dengan tepung roti. Lambat laun makanan ini juga meluas ke negara tetangga, Jerman. Kedua negara sepakat bahwa daging yang digunakan untuk wiener schnitzel adalah daging sapi muda. Anda tahu ‘kan harga daging babi lebih murah ketimbang daging sapi. Namun untuk schnitzel yang menggunakan daging babi perlu nama khusus agar orang paham.

Makanan ini rasanya sederhana saja. Tidak seperti makanan lain yang banyak bumbu. Begitu mudahnya saya membuatnya beberapa kali di rumah setelah saya menikah dengan suami. Wiener schnitzel disajikan dengan kentang goreng, kentang rebus atau salad kentang. Lalu ada irisan lemon yang ditambahkan untuk merasakan kenikmatan daging berbalut tepung roti.

Saya yakin anda juga bisa membuatnya. Untuk resepnya, silahkan lihat di sini!

Jägersoße zu Schnitzel, Saus Berbeda Buat Schnitzel: Makanan Khas Jerman (52)

Jägersoße tampak di kiri schnitzel dan kentang goreng.

Memasuki ulasan kelima puluh dua dari makanan lokal di Jerman berikutnya, saya perkenalkan schnitzel yang sudah mendunia. Pasalnya schnitzel acapkali disajikan di restoran Jerman di berbagai belahan dunia di luar Jerman. Schnitzel adalah makanan populer nan meriah dan mudah ditemukan di sini.

Jägersoße sudah dituangkan ke atas schnitzel.

Schnitzel itu adalah potongan daging yang dipipihkan dan dibalut tepung roti. Schnitzel disajikan dalam kesempatan istimewa di restoran eksklusif hingga sajian instan yang dijual di supermarket lalu kita bisa menghangatkannya di microwave sebelum disajikan. Namun schnitzel menjadi citarasa berbeda ketika saya mendapatinya dengan saus jägersoße.

Saus jägersoße adalah saus krim dengan potongan jamur. Jamur yang biasa dipergunakan adalah jamur kancing, namun anda juga bisa menggunakan jamur chanterelle yang lebar atau jamur shitake juga bisa. Cara membuatnya sangat mudah. Cukup siapkan jamur, bawang putih, butter, krim makanan, jeruk lemon, garam dan merica. Jika tidak ada krim, anda juga bisa pergunakan tepung sagu sedikit.

Pertama, panaskan wajan dan masukkan butter. Masukkan bawang putih cincang, kemudian jamur yang sudah dipotong. Tumis sebentar lalu tambahkan krim, garam dan merica. Masak beberapa saat. Setelah saus jägersoße selesai, anda bisa menyiramkan di atas schnitzel sebagai variasi rasa.

Hmmm, bagaimana?

Leberknodelsuppe dan Leberspätzlesuppe, Ini Bedanya: Makanan Khas Jerman (51)

Leberknodelsuppe.

Saya sudah lama tidak membahas kuliner lokal asal tempat tinggal saya sekarang. Untuk menggenapi ulasan yang ke lima puluh satu, saya mengumpulkan dua makanan yang serupa tetapi berbeda. Dikatakan serupa, karena bahan yang digunakan untuk membuatnya sama. Hal berbeda adalah cara penyajiannya saja, meski keduanya disajikan dalam bentuk sup.

Leberknodelsuppe

Saya pernah mencoba membuat makanan ini sendiri yang dituliskan pengalaman dan resepnya di sini. Berdasarkan pengalaman membuatnya yang rumit, saya akhirnya memilih membeli saja. Di supermarket tersedia juga makanan instan yang langsung dipanaskan begitu tiba di rumah. Sedangkan saya juga pernah memesannya di restoran dengan harga yang cukup terjangkau juga.

Bahan pembuatannya dari daging sapi, hati sapi, tepung roti dan roti baguette yang dihaluskan dengan bumbu seperti bawang putih dan merica. Jika merujuk pada hasilnya, leberknodelsuppe itu mirip bakso, bentuknya yang sama-sama bulat. Sedangkan keduanya memiliki rasa yang berbeda, meski ada kandungan daging sapi. Setelah bahan yang dihaluskan tadi dibentuk bulat, maka kuahnya hanya diberi kaldu sapi saja.

Pada foto tampak ada kreasi sayuran yang dikehendaki sesuai selera. Ini saya pesan di restoran untuk melengkapi rasa dan dekorasi saja.

Leberspätzlesuppe

Makanan selanjutnya yang diulas adalah Leberspätzlesuppe yang tampak mirip. Serupa karena bahan yang digunakan juga sama seperti leberknodelsuppe, yakni daging dan hati sapi. Bentuknya saja yang berbeda, dimana leberspätzlesuppe dibentuk jadi lonjong kecil-kecil.

Apa sebab?

Setelah semua bahan dihaluskan, ada alat bantu namanya spätzlesieb, seperti saringan dandang. Ketika bahan dihaluskan maka olahan bahan akan jatuh melalui lubang saringan ke dalam panci berisi air rebus. Ketika sudah masak, maka bentuknya seperti spätzle atau pasta. Untuk menikmatinya, tambahkan rebusan air kaldu sapi dan irisan daun seledri sebagai dekorasi.

Hmmm, sup yang menyegarkan!

Pilih Bienenstich atau Baumstriezel, Sama-Sama Ada Kacang Almond: Kue Khas Jerman (5)

Kacang almond.
Kue Bienentisch.
Kue Baumstreizel.

Kacang almond adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak digunakan untuk pastry. Rasanya yang lezat dan bergizi menambah citarasa kue yang dibuat. Begitu pun dua kue yang dibahas berikut dengan menggunakan kacang almond sebagai penambah citarasa. Saya paling suka almond disajikan sebagai dekorasi dan diletakkan di sekitar kue ketimbang almond dicampurkan dalam tepung adonan.

Rasa kacang almond juga banyak digemari dalam makanan khas Timur Tengah seperti yang saya tulis di sini. Di atas nasi diberi taburan kacang almond nampaknya memikat. Ya, kacang almond memang banyak dihasilkan di daratan timur tengah, disamping eropa seperti spanyol misalnya. Kacang almond banyak mengandung vitamin, protein dan karbohidrat. Kacang almond juga bisa menghasilkan minyak almond yang mengandung omega tinggi.

Berikut dua kue dengan kacang almond yang saya temukan di sini.

Bienentisch

Kue ini paling banyak saya jumpai di toko kue di sini. Bienentisch bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “sengatan lebah” yang terdengar menyeramkan. Menurut sumber dikatakan bahwa kue ini diciptakan untuk merayakan keberhasilan suatu desa memukul mundur perampok yang datang. Perampok itu lari tunggang langgang karena penduduk desa melemparkan sarang lebah kepada mereka. Untuk merayakan kemenangan itu, penduduk desa mengkreasikan kue bienentisch.

Di sisi lain, orang Jerman selalu berpikir logis maka saya menemukan alasan lain penamaan kue ini. Kue ini terdiri dua bagian yang dipisahkan dengan buttercream. Di sini dikenal dengan sahne. Meski begitu saya pernah juga menemukan toko kue menggantikan sahne dengan vanila cream, namun rasanya menjadi ajain menurut saya. Lalu di atas kue, diberi taburan kacang almond. Nah, untuk merekatkan kacang almond di atas kue, digunakan madu. Ada juga toko kue yang masih menyiramkan madu lagi saat kita memesan kue tersebut. Itu sebab, nama kue menjadi kue “sengatan lebah”. Lebah menghasilkan madu.

Kuenya benar-benar enak dan manisnya tidak berlebihan. Kacang almond justru memperkaya citarasa kue ini yang menurut terasa simpel. Jika anda datang ke Jerman, silahkan pesan kue ini!

Baumstreizel

Kue kedua yang saya perkenalkan adalah baumstreizel. Kue ini sering ada di acara festival di Jerman, semisal Christkindlmarkt atau festival musim panas. Awalnya saya pikir kue ini berasal dari Hungaria karena saya melihat pertama kali di Budapest, sebagaimana yang saya ceritakan di sini. Kue ini dibuat dengan cara diuleni, dipanggang kemudian diberi taburan rasa sesuai yang kita suka. Akhirnya saya pilih rasa taburan kacang almond.

Rupanya kue ini juga ada di Jerman. Dalam bahasa Hungaria, kue ini disebut Kürtőskalács sedangkan di Jerman, namanya menjadi baumstreizel. Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka kue ini berarti kue teralis pohon. Nama yang lucu. Namun memang selesai kue dipanggang di oven, maka kue adonan yang semula putih menjadi guratan seperti pohon dengan warna kecokelatan seperti batang pohon. Ada juga yang menyebutnya kue cerobong karena bentuknya.

Kue ini terdiri atas adonan ragi yang dibuat bulat dengan alat tertentu. Kue ini berasal dari Eropa Timur seperti Hungaria, Rumania dan Slowakia. Selesai diuleni, kue dibentuk sesuai cetakan yang ada dan digiling menyerupai cetakan. Adonan dipanggang dalam oven panas beberapa saat. Setelah itu, kue dibaluri mentega cair sebelum ditaburi selera yang disuka. Karena saya memesan kacang almond, maka kue dibaluri kacang almond dan dipijat pada kue agar melekat.

Begitulah cerita saya tentang dua kue almond yang sama-sama enak. Anda sendiri, apakah ada cerita soal kue almond lain?

Pretzels, Bretzels dan Kreasinya yang Mendunia

Di Amerika Serikat, bretzels disebut pretzels.
Tetap disebut Bretzels di Prancis.
Bisa makan dengan keju juga.
Atau bretzels dengan salad seperti ini.

Roti berikut pastinya dijumpai di seluruh Jerman. Ya, bretzels begitu disebut di wilayah tempat tinggal saya. Namun bentuk dan rasa sama ternyata punya nama yang berbeda. Misalnya, saya menemukan bretzels menjadi cracker yang enak dinikmati di supermarket di Jakarta. Setelah saya baca di kemasannya, cracker tersebut disebut pretzels yang dibuat di Amerika Serikat.

Di Singapur, saya juga menemukan bretzels yang disediakan salah satu restoran yang menyediakan kuliner Jerman. Tak hanya itu, roti ini juga terjangkau di negara-negara sekitar Jerman seperti di Prancis atau Polandia misalnya. Itu berarti roti ini telah populer dan mendunia.

Pertama kali saya datang ke Jerman, saya sudah jatuh cinta dengan roti ini. Rasanya sederhana, ini seperti roti tak beragi dan rasanya hanya asin. Makan satu roti ditambah minum kopi sebagai sarapan pagi sudah membuat saya kenyang. Itu sebab roti ini sampai sekarang selalu tersedia di mesin pendingin di rumah. Roti ini bisa dinikmati sebagai pengganti kentang atau nasi. Saya tinggal memanggangnya 15 menit di oven dan langsung bisa dinikmati.

Tentu saya pun tergelitik cari tahu asal mula roti ini. Bretzels atau pretzels yang dikenal itu berasal dari sejarah yang panjang dari tangan-tangan para biarawan-biarawati di Italia. Adonan roti ini juga sederhana dan mudah dibuat. Konon mereka membentuk bretzels seperti tampak tangan yang berdoa. Artinya orang diingatkan untuk kembali kepada Sang Pencipta sendiri.

Pembuatan bretzels kemudian menyebar ke negara-negara Eropa sekitarnya. Di Jerman tercatat di abad pertengahan sudah ada toko roti yang menjajakan bretzels. Menariknya lagi, bretzels pun dibuat menjadi beragam aksesoris seperti kalung misalnya. Konon ada makna bagi seseorang yang mengenakan kalung bretzels karena itu berarti membawa keberuntungan. Tiga lubang pada bretzels diyakini lambang trinitas bagi jemaat katolik.

Bretzels juga ditempatkan sebagai aksesoris rumah atau toko. Di festival minum bir di Bavaria misalnya bretzels adalah makanan wajib yang disediakan dan disantap bersama keju. Ada juga bretzels yang dimakan bersama sosis putih. Ada banyak kreasi lainnya bagaimana orang bisa menikmati bretzels karena roti sederhana ini bisa diterima di semua lidah.

Terjadinya migrasi orang Jerman ke Amerika Serikat juga memberi pengaruh cikal bakal bretzels di sana. Entah bagaimana, nama bretzels terdengar menjadi pretzels. Roti ini pun diterima dengan baik sehingga menyebar ke seluruh Amerika Serikat. Pretzels menjadi nama internasional yang juga sering saya temukan di Asia.

Apakah anda pernah mencoba bretzels atau pretzels?

Gemischter Brotkorb, Makan Malam nan Simpel: Makanan Khas Jerman (43)

Makan malam yang simpel, cukup roti, beberapa iris daging dan salad dingin.
Jika tak ingin makan daging, sandwich keju mozarella bisa jadi pilihan.

Apa yang biasa disantap kebanyakan orang Bavaria saat makan malam? Sebagian besar mereka memilih makanan yang dingin, tak perlu banyak waktu untuk memasak, porsinya tak besar dan tentu yang praktis. Ya, kalt essen menjadi keseharian saat menikmati makan malam. Meski bisa saja kalt essen dilakukan kala sarapan atau makan siang.

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/27/kalt-essen-makanan-dingin-ala-jerman-tak-perlu-dimasak/

Gemischter brotkorb sebenarnya lebih diartikan aneka roti dalam suatu wadah. Roti sendiri dinikmati dengan aneka sajian, mulai dengan keju kemudian daging hingga salad sayuran. Semuanya itu begitu mudah dinikmati tergantung bagaimana anda memulainya. Tidak ada aturan.

Sajian ini tersedia dalam porsi besar, sedang atau kecil. Gambar di atas adalah porsi kecil. Porsi besar biasanya lebih lengkap dan lebih banyak sajian seperti telur rebus atau hidangan salad sayuran yang lebih banyak. Dalam porsi besarnya misalnya rotinya tersedia tidak hanya satu jenis. Di Jerman ini saya belajar aneka varian roti yang memang berbeda jenis, rasa dan tujuan pemanfaatannya.

Gemischter brotkorb atau sejenisnya memang tersedia di restoran tradisional Bavaria. Harga satu porsinya tidaklah mahal. Karena penyajiannya pun tidak memerlukan waktu untuk memasak atau mengolahnya.

Begitulah, lain tempat lain kebiasaan. Awalnya saya merasa aneh menikmati makanan dingin sejenis sandwich, tanpa dimasak sebelumnya. Jika tak ingin makan daging, pilihan lain misalnya roti sandwich yang di dalam diberi keju mozarella dan tomat. Setelah itu beri taburan bubuk penyedap khusus mozarella. Agar tetap menyegarkan, beri daun salada air. Itu sudah jadi makan malam.

Makanan ini praktis sebagai bekal jika tak punya waktu untuk memasaknya. Tak perlu repot memasak atau menghangatkan kembali untuk menyantapnya. Mudah ‘kan!

Agustiner Bräu Das Oberhaus, Passau: Rekomendasi Tempat (19)

Bir Radler.
Sup bola daging sapi goreng.
Tempat ini juga menawarkan panorama kota Passau dari atas.

Jika anda datang ke Oktoberfest, pesta bir terbesar di Munich maka anda mengenal nama bir terkenal berikut. Ya, Agustiner Bräu dari München adalah salah satu restoran dan biergarten juga yang cukup populer di Munich. Bahkan restorannya layak dikunjungi seandainya ingin mencicipi kuliner Jerman Bavaria.

Rupanya tak hanya di Munich saja, di Passau pun restoran dan biergarten Agustiner ada. Tepatnya berada di Das Oberhaus, letaknya di atas yang memungkinkan siapa saja bisa melihat keindahan kota passau. Dari tempat ini, kami berkunjung maka bisa terlihat panorama kota Bayerische Venedig, atau Venesia-nya Bavaria.

Suami saya suka sekali dengan bir buatan Agustiner. Katanya rasanya benar-benar enak. Bir mereka telah ada sejak abad 14. Wow! Sementara di Jerman sendiri ada ribuan merek dagang bir dan Agustiner adalah salah satunya. Menikmati bir langsung di biergarten rupanya punya sensasi bir yang berbeda. Pasalnya bir langsung dituangkan dari drum yang masih segar.

Ngomong-ngomong soal panorama kota passau, pengunjung akan disuguhi pemandangan dari teras restoran. Tempatnya nyaman layaknya biergarten. Apalagi saat kami berdua memilih langsung pemandangan di teras restoran. Kota cantik Passau yang terbelah tiga sungai langsung terlihat jelas.

Soal kuliner lain di restoran ini tentu patut dicoba. Saat membuka daftar menu, suami pesan Radler. Sementara saya mencoba sup bola sapi goreng. Namanya klare rindsuppe. Rasanya cukup pas di lidah.

Demikian rekomendasi kunjungan kami ke restoran ini. Semuanya terasa pas di lidah. Pula restoran ini menawarkan panorama keindahan kota dari atas. So, tunggu apalagi jika anda berkunjung ke Passau maka sempatkan mampir.

Kräftige Rindsuppe mit Grießnockerl & Bayerisch Pressack: Makanan Khas Jerman (25)

Kräftige Rindsuppe mit Grießnockerl.

Pressack.

Salah satu ciri berakhirnya musim dingin di Jerman adalah banyaknya orang minum bir dan makan sajian tradisional Jerman di Biergarten. Sebagaimana yang pernah saya tulis di sini, biergarten sebenarnya buka di sepanjang musim. Hanya saja saat musim tidak lagi dingin, banyak orang menikmati hangatnya matahari di luar yang dibentuk menyerupai bangku meja yang nyaman. 

Berkaitan dengan pengalaman menikmati sajian di biergarten, berikut saya tampilkan dua makanan yang disantap kala sore hari. Sore hari yang dimaksud yakni antara pukul 18.30 hingga 19.30 dimana Matahari bersinar lama dan panjang. Istilahnya ini makan malam. 

Sajian pertama adalah grießnockerl yang berasa seperti sup daging sapi. Boleh dibilang ini seperti pangsit berkuah. Bedanya pangsit dibuat dengan bahan berbeda. Ada tepung khusus untuk membuat grießnockerl, lalu dibentuk dengan tangan seperti membuat bakso. 

Selanjutnya, adonan grießnockerl akan menjadi bulatan kecil yang direbus bersamaan dengan sayuran seperti wortel dan lobak yang diiris memanjang. Untuk rasa sup, bisa dimasukkan kaldu sapi sesuai selera. Mudah ‘kan? Tambahkan daun bawang atau seledri, untuk menguatkan rasa.

Sajian kedua adalah sejenis kalt essen, pressack. Ada juga yang menyebutnya presswurst. Ini semacam sosis yang direbus. Untuk menikmatinya, sosis diiris berbentuk lembaran. Untuk menikmatinya, biasanya diberi sayuran dingin seperti tomat, timun dan irisan bawang merah. Sajian ini ditambah irisan telur rebus jika suka. Rasanya asam dan segar. Tentu sajian pressack dinikmati bersama roti. 

Semoga bermanfaat!

Surbraten: Makanan Khas Jerman (26)

Surbraten di restoran.

 

Surbraten di restoran lain.

 

Surbraten ala saya.

Makanan yang satu ini menjadi khas dan dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional di Jerman. Hampir di setiap restoran Jerman menjajakan surbraten dalam salah satu menu mereka.

Surbraten adalah irisan daging babi yang sudah dibumbui dan dimasak terlebih dulu dengan prosedur tertentu. Daging ini menjadi empuk dan rasanya khas sekali. Saya sendiri tidak tahu bagaimana mereka mengolahnya dengan baik.

Nah, dikarenakan penasaran selalu membeli maka saya mencoba sendiri hidangan istimewa ini untuk suami. Saya pun bertanya kepada ibu mertua dan beliau menyarankan untuk membeli yang setengah matang di toko daging langganan.

Kuah daging bisa dibeli di supermarket.



Langkah memasak:

  1. Karena daging sudah berbumbu, tak perlu diolah lagi. Panaskan wajan, beri minyak sayur sedikit. Goreng sebentar.
  2. Lalu iris daging menjadi lapisan seperti pada gambar.
  3. Siapkah kuahnya. Ambil air panas di wadah, lumerkan ‘bratensauce’ yang bisa dibeli di supermarket. Panaskan dalam api kecil. Setelah mendidih, siram di atas daging.
  4. Untuk sauerkraut, anda bisa membelinya dalam bentuk kemasan. Hangatkan sebentar dalam panci panas.
  5. Sedangkan kentang rebus, anda bisa kreasikan sesuai keinginan.

Semoga bermanfaat!