Brussels (8): Sushi Shop, Pilihan Makanan Selera Asia di Central Station

Stasiun utama di kota Brussels.

Sebagai kota metropolitan dan multi etnis, begitu mudahnya menemukan makanan yang dikehendaki di Brussels. Sebagai turis, anda bebas memilih makanan apa yang dikehendaki sepanjang anda punya anggaran untuk itu. Seperti misalnya, saya ingin makan selera asia saat itu dan suami mengabulkan permintaan saya. Karena saya tidak ingin makan dalam porsi yang banyak maka saya berpikir mungkin ada imbiss, semacam kedai asia seperti di Jerman.

Jika anda berada di Brussels dan mungkin ingin makan selera asia dalam porsi yang tak besar maka anda bisa menyambangi sushi shop yang tersebar di sini. Salah satu sushi shop yang kami sambangi berada di Brussels Central Station. Ini semacam stasiun utama kereta api yang super sibuk di ibukota Belgia ini. Tentu anda bisa berfoto dan menjadikannya destinasi wisata juga. Stasiun ini juga menarik disambangi loh.

Sushi salmon.

Baca: How to make simple sushi

Setelah menimbang makanan apa yang hendak disantap, pilihan saya jatuh pada sushi salmon dan nasi sate ayam ala Jepang. Seperti yang anda lihat, ini nikmat sekali. Dan memang ini bukan pertama kali saya mengulas sushi di blog ini. Bahkan saya pernah membuat sushi sendiri dengan sushi maker yang dibeli di Jerman. Anda juga perlu tahu perbedaan sushi dengan gimbap yang mirip dan berasal dari Korea Selatan.

Sushi salmon ini rasanya sederhana hanya nasi sushi dan salmon asap yang memang sudah matang. Di Jerman salmon ini disebut geraucht lachts yang biasa terjual di supermarket sebagai makanan ready to eat. Ini smoked salmon yang memang super enak dan biasanya kami menikmatinya dengan roti dan acar bawang merah. Jika di Jepang bisa dibuat sushi salmon maka di Jerman bisa dibuat sandwich salmon.

Yakitori, sate ayam dan nasi.

Selanjutnya adalah nasi dan sate ayam. Ini mungkin tak asing lagi di Indonesia. Eits, tapi pasti ada yang berbeda dengan yakitori asal negeri matahari terbit ini. Saya membeli yakitori sudah siap disantap, hanya saja ini bisa dihangatkan di microwave di tokonya langsung. Itu tergantung si pembeli karena saya ingin makanan hangat. Dan pramusaji sekaligus kasir langsung menawarkan diri memasukkannya di microwave.

Persamaan yakitori dengan sate yakni keduanya menggunakan bilah bambu. Sementara sate dalam kuliner negara lain misalnya biasa menggunakan bilah metal. Persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama dipanggang dalam bara api layaknya sate yang kita kenal. Satu lagi, yakitori pun dinikmati dengan saus kecap. Ini sama seperti sate bersaus sambal kacang plus kecap.

Yakitori disajikan dengan kecap manis atau asin, yang disesuaikan dengan selera pembelinya. Jika sate yang kita kenal bisa untuk berbagai daging yang dikehendaki, sementara yakitori hanya menggunakan daging ayam fillet saja. Yakitori pun dinikmati begitu saja setelah matang atau dengan nasi putih seperti yang saya beli.

Makanan Khas India (14): Red Hot Chilli Fish Curry, Kari Ikan Super Pedas dan Minuman Manggolassi, Atasi Rasa Pedas

Fisch Chilli, tertulis di buku menu.
Manggolassi untuk menangkal rasa makanan India yang pedas.

Kuliner ikan kari yang super pedas berikut ini dipesan di restoran khas negeri Bollywood baru-baru ini. Sebagaimana anda tahu bahwa makanan khas India begitu kaya rempah, bahkan anda sendiri mungkin tak bisa menebak apakah ini ikan atau daging. Karena semuanya begitu tertutup dengan bumbu kari yang merah dan tebal. Sesuai penampakan, nama makanan ini adalah Red Hot Chilli Fish Curry.

Bagi anda penyuka makanan berbumbu rempah dan berasa kari maka makanan kari ikan ini cocok untuk anda. Kari ikan ini terbuat dari rempah pilihan dari India seperti cabai merah, jahe dan rempah India lainnya yang saya tak kenal.

Makannya dengan nasi basmati, khas India.

Begitu pedasnya makanan ini sehingga tak hanya cabai saja yang terasa, ada irisan jahe yang juga diletakkan sebagai dekorasi di atas makanan. Perpaduan warna merah dari cabai merah, putih irisan jahe dan hijau daun bawang membuat makanan ini tampak menarik. Padahal makanan ini super pedas, yang mungkin tak akan dipilih semua orang.

Ketika saya memilih menu ini, ada tanda peringatan pada buku menu bahwa makanan ini super pedas. Makanan ini ditandai sebagai super pedas sehingga anda perlu mempertimbangkannya bila tak suka makanan pedas. Ini saran yang baik bagi pengelola restoran agar memberi tanda tertentu pada menu makanan yang tampaknya pedas dan super pedas.

Ikan yang dipilih untuk kari ikan bisa apa saja asalkan ikan tersebut masih fresh, bukan ikan asap atau ikan asin. Ikan fresh tentu ikan tersebut menghasilkan tekstur dan yang enak apalagi setelah diberi banyak rempah dan kari.

Untuk mengurangi rasa pedas saat saya memesan ikan kari ini maka saya disarankan menikmati manggolassi. Saya pun menyetujui saran si pramusaji yang mungkin ini baik bagi saya bila nanti saya tidak tahan pedas. Ternyata saran mereka benar, minuman manggolassi dapat mengatasi rasa pedas setelah saya menyantap kari ikan super pedas.

Apakah anda tertarik mencoba ikan kari super pedas dan manggolassi?

Brussels (7): Sensasi Minuman Setengah Meter di Pasar Malam Hingga Cokelat Panas

Minum schnaps setengah meter yang menjadi keseruan di pasar malam, Brussels.
Kedai ‘wine’ Belgia.
Glühwein.
Cokelat panas.

Menyusuri pasar malam yang digelar saat musim dingin saat tahun baru di Brussels memang mengasyikkan. Bagi mereka pecinta foto selfie, ada banyak spot bisa dijadikan lokasi. Indahnya Brussels Light Show plus keriaan orang menyusuri dinginnya malam bersamaan pasar malam menambah semarak traveling saya dan suami kali ini. Saya belum mau beranjak kembali ke hotel, meski malam semakin dingin. Kami putuskan menikmati suasana pasar malam.

Seperti yang anda lihat, saya merekam warna-warni tiap tenant pasar malam yang indah. Menariknya tenant ini tidak hanya berisi kuliner saja, ada berbagai kerajinan tangan sebagai home industry yang juga dijajakan. Namun saya fokus pada tenant kuliner saja, termasuk minuman. Di Brussels mereka menjual kuliner dari berbagai negara partisipan Uni Eropa dan negara lain. Saya bisa melihat kuliner dari negeri Balkan, misalnya.

Oh ya dibalik keramaian pasar malam, ada pemandangan menarik dimana kelompok orang begitu riuh berlomba bertepuk tangan menyemangati. Penasaran kami pun mendekat untuk memastikan apa yang terjadi. Rupanya terjadi kompetisi minum schnaps sepanjang setengah meter aneka rasa. Mulai dari membawanya agar gelas-gelas kecil tersebut tidak tumpah hingga bagaimana mereka menghabiskannya dalam hitungan detik.

Schnaps aneka rasa sepanjang setengah meter memang lagi kekinian di Brussels dan Zurich. Ini saya lihat dari promosi yang ditawarkan pada tiap tenant yang menjual kuliner malam di musim dingin. Bahkan ini bisa menjadi sovenir yang bisa dibawa pulang juga loh. Saya melihatnya di toko sovenir di stasiun utama di Zurich, Swiss.

Tak cuma schnaps, ada juga glühwein yang sudah lama saya kenal di Jerman. Glühwein ini memang tersedia di benua biru hanya pada musim winter saja, untuk menghangatkan tubuh. Glühwein juga ada di Belanda, Belgia dan Swiss. Kami memesannya pula untuk mengusir dinginnya malam saat itu.

Pecinta wine, silahkan merapat ke kedai wine rasa Belgia. Anda bisa menikmati sensasi minum wine sambil menonton keramaian lalu lalang orang.

Kedai makanan asal Balkan.
Kedai sovenir.
Kedai sosis asal Jerman.

Belgia itu menawarkan sensasi rasa cokelat yang benar-benar lezat di mulut. Di Antwerpen saya memesan susu cokelat panas dan Brussels juga. Minuman cokelat panas mereka memang benar-benar nikmat. Anda bisa memesannya, lalu membayar deposit gelasnya sehingga harganya menjadi 4€. Setelah anda selesai minum, gelasnya dikembalikan dan anda mendapatkan uang deposit gelas kembali.

Bagi petualang kuliner, anda bisa terpuaskan dengan berbagai pilihan rasa di sini. Aneka minuman dan kuliner lengkap bisa dicoba. Jangan lupa berfoto dan pajang pose kuliner di Brussels di media sosial! Karena begitu banyak spot foto memikat yang bisa juga dicoba.

Makanan Khas India (13): Beef Vindaloo, Rendang Daging Sapi Super Pedas dari Goa

Hmm, beef vindaloo dari Goa.
Makannya dengan nasi basmati seperti ini.

Jika masakan nusantara ada rendang daging sapi maka masakan India punya Beef Vindaloo. Begitu kira-kira saya menerjemahkannya. Masak rendang di rumah pernah saya coba dan ternyata butuh waktu dan usaha yang tak sebentar untuk menghasilkan tekstur rendang yang enak dan empuk di lidah. Begitu pun dengan masakan asal India berikut yang dipesan di restoran India.

Adalah Beef Vindaloo yang saya pesan di restoran Taj Mahal di sini dengan rempah meriah merah dan rasanya pedas yang khas. Beef vindaloo ini bila dikenal dalam istilah asing dengan sebutan ‘Spicy Beef Vindaloo’.

Julukan tersebut diberikan mengingat cabai, jahe dan lada diolah menjadi satu dengan beberapa bumbu lain. Konon cabai yang digunakan disebut ‘ghost chilli’ alias ‘cabai setan’ seperti saya menikmati masakan nusantara yang konon banyak menggunakan cabai itu juga. Padahal itu cabai khas India yang bisa menghasilkan warna merah yang disebut masakan kari.

Pemesan beef vindaloo bisa mengatur tingkat kepedasan yang dikehendakinya. Ini perlu diperhatikan dan diatur agar beef vindaloo tetap bisa diterima di lidah orang-orang seperti saya. Beef vindaloo pun melewati serangkaian proses masak yang tak sebentar. Ini diperlukan agar bumbu benar-benar meresap ke dalam daging.

Bagi saya, beef vindaloo ibarat rendang daging sapi super pedas. Tetapi bagi kenalan di sini asal Portugis, beef vindaloo itu seperti vinha d’alhos, masakan yang mirip dengan olahan daging sapi. Tentang kuliner ini, akan saya bahas saat saya berburu kuliner ini di Portugis nanti.

Apakah ada kaitan masakan beef vindaloo asal India dengan vinha d’alhos dari Portugis?

Beef vindaloo dikenal berasal dari Goa, India bagian selatan. Ini mengingatkan saya bahwa sebaran kuliner mungkin saja terjadi jaman dulu kala saat terjadi lintas perdagangan antar negara. Inspirasi beef vindaloo bisa jadi memang berkembang akibat pengaruh jalur perdagangan. Buktinya kuliner daging sapi ini sedikit mirip. Hanya saja, vinha d’alhos dari Portugis menggunakan kentang.

Bagi saya, beef vindaloo itu seperti rendang daging sapi yang saya kenal sejak saya berada di Indonesia. Rendang itu pun harus banyak rempah, dimasak lebih lama dengan api kecil agar bumbu meresap lebih lama. Beef vindaloo memang tidak menggunakan santan kelapa seperti rendang. Tetapi kandungan rempahnya itu setidaknya sama lezatnya.

Apakah anda pernah mencoba beef vindaloo sebelumnya juga?

Kreasi Sendiri (35): Pecel itu Saladnya Orang Indonesia Menurut Warga Asing

Pecel buatan sendiri suguhan untuk vegetaris.

Giliran saya kedatangan teman mahasiswa Jerman, seorang vegetaris. Dia tidak makan daging, hanya bisa mengkonsumsi turunannya seperti susu dan telur. Kami bermaksud untuk makan siang bersama di rumah. Kebetulan dia sendiri pernah berkunjung ke Yogyakarta dan mengaku sangat senang dengan masakan nusantara. Usut punya usut, dia suka makan pecel. Akhirnya, saya putuskan membuat pecel seperti foto di atas, meski saya belum pernah tahu bagaimana membuat bumbu pecel itu sesungguhnya.

Pecel menurut kebanyakan warga negara asing disebut salad dari Indonesia. Menurut saya, ada banyak yang bisa disebut salad di Indonesia seperti rujak, kredok atau gado-gado. Namun bagaimana dengan pecel yang biasanya saya beli dengan mudahnya di Jakarta. Saya pun mencari informasi membuat bumbu pecel sebagai adonan. Akhirnya bumbu pecel ini bisa untuk stok yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Kebetulan saya bisa membeli tempe dan kacang tanah di toko asia di kota saya. Untuk penghancur kacang, saya gunakan food juicer, agak ajaib memang. Semua sayuran direbus, termasuk telur sedangkan tempenya digoreng biasa. Hasil akhirnya adalah teman saya mengaku senang dengan racikan pecel buatan saya.

Bahan yang diperlukan

  1. Kacang tanah
  2. Cabai
  3. Bawang merah
  4. Bawang putih
  5. Gula merah dan garam
  6. Daun jeruk
  7. Baby spinat (bayam)
  8. Kol putih
  9. Buncis
  10. Wortel
  11. Telur

Langkah membuatnya

1. Semua bahan, kecuali tempe sudah direbus. Tiriskan airnya dan singkirkan sementara.

2. Goreng tempe hingga matang. Singkirkan sementara.

3. Panggang kacang di oven selama 10-15 menit dengan suhu 100-180 celcius. Hal ini untuk menghindari bumbu pecel yang tampak berminyak. Plus, teman saya ini tak suka makanan yang terlalu berminyak. Siasat saya adalah kacang tanah dipanggang sebentar.

4. Panaskan wajan dan panggang cabai, bawang putih, daun jeruk dan bawang merah dengan sedikit minyak goreng.

5. Hancurkan kacang terlebih dulu. Masukkan bumbu nomor empat dan gula merah dan garam untuk dicampurkan bersama kacang tanah. Haluskan bersamaan.

6. Bentuk adonan nomor lima untuk menjadi bumbu pecel. Bungkus agar tahan lebih lama untuk keperluan selanjutnya.

7. Tata semua sayuran, telur dan tempe. Taruh bumbu pecel di atas mangkuk. Lalu beri air panas sedikit untuk melumerkan.

Selamat menikmati!

Makanan Khas Asia (62): Chao, Bubur Nasi dari Vietnam yang Menginspirasi Buat Sarapan

Chao, semacam bubur berkuah.

Bubur ternyata tak hanya milik Indonesia saja. Hal ini pernah saya alami saat saya memesan bubur ayam di Malaka, Malaysia, yang ternyata mirip dengan bubur ayam di Jakarta. Saya pesan bubur ayam yang sedikit kering, tak berkuah dengan suwiran ayam. Hanya saja, saat itu saya tidak mendokumentasikan bubur ayam yang saya beli. Cerita wisata ke Melaka bisa anda cek di link ini.

Lepas dari Malaysia, saya juga temukan bubur juga di negeri tirai bambu. Tepatnya di Shenzhen, saya mendapati kuliner bubur ayam di gemerlapnya pasar malam. Lalu pagi hari, sarapan bubur ayam juga menjadi pilihan saat saya menginap di hotel bintang empat. Dari dua negara tersebut menandai bahwa bubur dengan nasi itu memang bisa menjadi petunjuk sebaran kuliner yang mirip.

Baca juga: Cicipi bubur ayam di Tiongkok

Lalu bagaimana bubur nasi di Vietnam?

Adalah reissuppe sebutan bubur nasi berkuah yang disajikan di restoran Vietnam di Jerman. Jika menilik namanya, reissupe berarti reis (=nasi) dan suppe (=sup, makanan berkuah) yang memang seperti penampakan di atas. Plus bisa disajikan tidak hanya dengan suwiran ayam saja, kreasi lain disajikan dengan daging giling. Wah!

Tak ubahnya makan bubur dipandang baik kala kita terserang sakit, begitu pun chao, bubur asal Vietnam ini. Saya merasakan sendiri manfaatnya pada tubuh kala saya sedang kedinginan kemudian memesannya. Kuah dan kaldunya itu benar-benar meresap dan membuat tubuh hangat. Memang chao biasa disajikan saat udara dingin di Vietnam. Tetapi kebanyakan chao disajikan sebagai sarapan pagi seperti halnya kebiasaan pagi di sebagian negeri Tiongkok.

Umumnya chao itu seperti bubur ayam yang saya kenal. Dimana nasi yang dimasak dalam air kaldu yang banyak dan hampir matang. Kemudian daging ayam potong bisa disuwir dan dimasukkan bersamaan. Kemudian dibumbui sebentar, seperti kecap ikan, daun ketumbar dan rempah Vietnam. Itu bubur ayam yang disebut Chao Ga.

Sementara untuk bubur Chao dengan daging giling seperti yang saya pesan, pun bisa diikuti langkah berikut.

  • Kupas dan potong bawang putih. Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan, goreng sepertiga bawang putih di dalamnya. Tambahkan daging cincang dan masak dalam waktu sekitar 3 menit.
  • Tambahkan rempah Vietnam, ketumbar, kecap, garam dan merica. Basahi dengan ½ liter air. Didihkan selama 1 menit. Lalu tambahkan beras di panci.
  • Panaskan sisa minyak dalam wajan. Goreng sisa bawang putih di dalamnya sampai berwarna kuning keemasan, aduk ke dalam sup sebelum disajikan, taburi dengan daun bawang atau daun ketumbar.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Brussels (4): Pernah Coba Makan Kerang Rebus Bersamaan Kentang Goreng? Ini Makanan Wajib

Pesanan datang, menu aslinya adalah “mosselen met frite” seperti yang anda lihat.
Lebih dekat dengan kentang rebus rasa seledri.

Datang ke Brussels maka perlu wajib coba makan mussels, yang katanya masih satu famili dengan kerang. Makanan ini begitu mudah dijumpai di restoran-restoran pusat kota yang jadi incaran turis. Awalnya saya tak percaya mengapa saya harus mencoba kuliner ini di Brussels? Atas saran kenalan asal Belgia yang sekarang hijrah ke Jerman. Ternyata menu ini memang menjadi saran untuk turis mencobanya.

“Moules-frites” adalah nama kuliner yang dipesan. Ada juga yang menuliskannya “mosselen met frite” yang intinya adalah sama. Moules atau mussels merupakan satu famili dengan kerang. Entah bagaimana makanan ini menjadi kuliner yang perlu dicoba di Brussels. Bahkan tradisinya adalah menikmatinya pun dengan kentang goreng kemudian minum bir asal Belgia. Itu sudah!

Baca: 4 Kulineran wajib dicoba di Brussels

Sebenarnya kerang rebus bukan hal baru buat saya. Di Jakarta dulu ada jajanan kerang rebus berbumbu kunyit. Di Belgia mussels direbus dengan seledri. Tak ada bau amis untuk kuliner ini. Hanya saja buat saya, porsi ini cukup besar dan mengenyangkan. Apalagi menikmati kerang bersama kentang goreng. Luar biasa mengenyangkan.

Seperti biasa, suami pesan ini.
Saya pesan sup tomat juga.

Itu pun saya masih memesan sup tomat karena saya merasa kedinginan dan tak enak badan saat itu. Kebayang bahwa porsi makan malam saya benar-benar puas. Sementara suami saya memesan bir Belgia untuk menyantap “mosselen met frite” yang menjadikan ini menu hal istimewa sebagai turis di Brussels.

Ngomong-ngomong anda tahu bahwa kerang itu sumber protein yang tinggi dan rendah kalori loh. Makanan ini kaya zat besi dan mineral. Umumnya resep kerang rebus di Brussels itu bercampur kuah seledri. Orang di sini menyebutnya herbs soup. Saya suka juga menu ini karena ini tidak amis. Cukup kenyang buat kami berdua.

Menikmati moules itu memang jadi ide wajib kulineran bila berkunjung ke Brussels, Paris dan Amsterdam. Ada banyak restoran di sini yang menyajikan citarasa yang enak khas western food untuk membuat famili kerang ini begitu enak disantap. Bahkan hal ajaib menurut saya adalah menikmati moules dengan kentang rebus. Apa jadinya? Silahkan datang dan coba langsung jika anda bertandang ke Brussels!

Makanan Khas India (12): Dipikir Salad Tahu, Ternyata Salad Keju Paneer

Keju paneer itu bentuknya seperti tahu.

Menemukan makanan vegan dan vegetaris bisa diperoleh dengan mudah di restoran India. Bagaimana pun India juga memiliki kekayaan kuliner yang dikenal dunia. Saya pun termasuk suka mencicipi masakan kuliner negeri Bollywood ini. Bahkan saya tidak menyangka juga bahwa negeri yang kaya akan rempah-rempah ini punya racikan salad yang aduhai enak. Salad ini diperuntukkan bagi para vegetarian.

Sebagaimana anda tahu bahwa saya pernah menjelaskan perbedaan keju paneer yang ditemukan dalam kuliner India dengan tahu. Bentuk keduanya benar-benar mirip. Warnanya pun putih dan teksturnya pun sama. Sekilas anda pasti sulit menebak, apakah ini tahu atau keju paneer? Namun soal rasa keduanya jelas berbeda. Jika tahu terbuat dari serat kedelai maka keju paneer tetap dari susu sapi. Keju paneer banyak dikenal di daratan Asia Selatan.

Baca: Ini beda keju paneer dan tahu

Nah, masih soal keju paneer. Saya pun memesan salad vegetarian di restoran khas India di Jerman. Dengan maksud, saya tertarik isian apa yang terselip di dalam salad, selain sayuran tentunya.

Ya, salad vegetarian ini seperti yang anda lihat. Terdapat sayuran segar seperti tomat, acar bawang dan irisan daun peterselli. Namun tentu anda pasti menemukan irisan balok putih yang mungkin terpikir itu adalah tahu. Tidak, itu adalah keju paneer.

Dressing salad hanya minyak zaitun, sedikit perasan lemon, garam dan sedikit merica. Lalu ada kacang kenari untuk menikmati salad ini. Keju paneer pun melengkapi citarasa salad ini. Rasa keju paneer berbeda dengan tahu. Paneer berasa sedikit asam, beraroma susu sedangkan tahu tentu saja tidak. Itu sebab salad ini dinamakan salad buat vegetarian.

Namun, saya berpikir apakah mungkin menggantikan keju paneer dengan irisan tahu pada salad? Mungkin saja. Jika anda bisa kreasikan, hanya saja keju ini bisa dimakan secara fresh. Sedangkan tahu? Saya pikir tahu pun harus diolah dulu, tidak serta merta mentah langsung dimakan. Jadi mungkin itu bedanya ya!

Apakah anda tertarik mencoba salad keju paneer?

Rekomendasi Tempat (31): Jika Rindu Masakan Nusantara Bisa Ke Restoran Jun, Amsterdam

Nasi rendang dengan taste yang kreatif dan berbeda dari umumnya nasi rendang.

Kami tiba di Amsterdam, Belanda menjelang makan malam. Sepanjang perjalanan memang tak banyak restoran buka dari Jerman menuju Belanda karena hari ini adalah hari libur nasional dua negara tersebut. Ya kami berangkat saat hari raya Natal dimana kedua negara tersebut menjadikannya sebagai hari libur. Begitu kami selesai memarkirkan kendaraan di public parking Amsterdam, kami bergegas mencari makan malam terdekat.

Tangan saya sibuk mencari rekomendasi tempat yang cozy dan menawarkan kuliner yang lezat. Meski ini bukan kali pertama ke Belanda tetapi saya sama sekali belum pernah mencoba masakan nusantara otentik di negeri kincir angin tersebut. Done! Restoran Jun yang letaknya tak jauh dari tempat kami menginap.

Mengapa kami merekomendasikan tempat ini?

Nasi ikan berbumbu pedas.

Pertama, personal service di restoran ini bagus sekali. Kami datang tiba-tiba tanpa reservasi karena kami memang tak ada rencana sebelumnya. Rupanya nih kita perlu reservasi dulu sebelum makan di situ. Begitu tahu kami belum melakukan reservasi, si empunya restoran berbaik hati memberikan kami tempat untuk tamu yang belum datang dan akan datang dalam dua jam lagi.

Ketika mereka tahu bahwa saya adalah orang Indonesia maka mereka mengajak saya berbicara dalam bahasa Indonesia. Pramusaji yang ramah adalah citra keramahan masyarakat Indonesia pada siapa saja. Suami saya pun langsung suka dan kami seperti sedang berada di Indonesia. Chef dan pramusaji sangat ramah untuk melayani tamu.

Kedua tentu saja, menu makanan yang enak seperti masakan di rumah. Pesanannya adalah nasi rendang dan ikan berbumbu pedas seperti yang anda pesan. Ikan berbumbu pedas yang disajikan umumnya memakai santan kelapa. Karena suami saya tak suka santan maka saya bisa memesan khusus ke Chef Jun, sang pemiliknya. Dia pun membuatkan yang istimewa untuk suami saya sesuai permintaan.

Minuman es teh yang dibuat home made juga bisa menjadi rekomendasi meski saya datang saat musim winter. Bagaimana pun minum es teh rumahan mengingatkan saya pada sajian yang biasa saya pesan di Jakarta. Sajian pembukanya adalah krupuk dan sambal yang mengingatkan kampung halaman. Banyaknya tamu restoran yang datang saat itu membuktikan kelihaian Chef Jun memikat pelanggan untuk datang dan menikmati sajian nusantara. Dan maaf saya tak enak mengambil foto suasana tamu yang penuh kala itu.

Restoran Jun terletak di area Joordan, pusat kota Amsterdam. Anda bisa mencek langsung ke websitenya. Restoran ini buka tiap jam 6 sore hingga malam hari. Ada berbagai pilihan menu makanan mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga makanan penutup seperti dessert dan aneka kue tradisional.

Baca juga: Rendang yang saya nikmati di Praha. Rupanya rendang kini sudah mendunia.

Makanan Khas India (11): 2 Dessert Manis Nan Dingin, Kulfi dan Mangocreme

Negeri Bollywood yang kaya akan rempah-rempah ini ternyata menyimpan aneka hidangan manis pencuci mulut. Begitu asyiknya saya menikmati sajian utama makanan yang dipesan hingga saya lupa bahwa ada dessert yang dihidangkan setelah makanan utama, yang ternyata benar-benar yummy dan tasty. Setelah ulasan berikut, saya yakin anda tergoda untuk mencari tahu.

Di hari Senin ini saya ajak anda menikmati hidangan manis dari India. Siapa tahu ini bisa memaniskan hari anda setelah seharian bekerja. Walaupun dessert ini dingin namun hidangan ini menyehatkan juga. Padahal di sini saya masih sedang menghadapi musim dingin. Nah, bagi anda yang tertarik mencoba di rumah, ikuti petunjuk berikut.

1. Mangocreme

Dessert pertama adalah manggocreme.

Dessert pertama ini benar-benar super lezat. Hanya berasal dari sari mangga saja dan es krim tetapi membuat lidah saya bergoyang begitu menikmati tiap suapan. Sari mangga ini biasa dijual di supermarket dalam bentuk kemasan yang sudah jadi, dikenal dengan istilah mango pulp. Cara membuatnya pun mudah.

Siapkan wadah, seperti gelas atau mangkuk kecil. Isi dengan mango pulp sebanyak setengah dari wadah. Lalu ambil satu sendok es krim rasa vanilla. Tuang ke atas krim mangga. Beri taburan kacang kenari ke atasnya. Itu sudah tampak nikmat.

2. Kulfi

Dessert kedua adalah Kulfi.

Dessert kedua yang pernah saya pesan adalah kulfi, yang bentuknya bisa bermacam-macam. Ini seperti es potong bila saya temukan di Indonesia. Kulfi ini adalah es tradisional yang dikenal sejak abad 16 di belahan Asia Selatan. Rasa kulfi pun manis karena berisi sari buah-buahan, yang kemudian dibekukan. Namun ada juga yang berisi seperti sari kacang hijau dan santan yang dibekukan. Ini sama seperti es kacang hijau potong sebagai jajanan masa kecil saya di sekolah.

Setelah anda mendapatkan bubur kacang hijau dan santan yang manis. Masukkan dalam wadah plastik. Lalu simpan dalam lemari beku. Setelah membeku, belahlah menjadi beberapa bagian. Susun seperti tampak foto di atas. Anda bisa menghiasinya dengan krim kue, kacang almond dan taburan kelapa kering. Hmmm, nikmat juga loh!

Memulai hari Senin ini, jajanan manis apa yang ingin anda nikmati? Semangat Senin!