Makanan Khas Timur Tengah (12): Koushary, Hidangan Perpaduan Nasi, Pasta dan Kacang Lentil

Salah satu porsi koshari atau koshary yang saya ambil.

Hidangan dari Mesir ini masih berlanjut dan tak luput juga diulas. Pasalnya saya sempat melihat hidangan ini beberapa kali diletakkan di meja prasmanan. Saya pun penasaran dan mengambil sedikit porsi dalam piring saya. Saya tertarik karena koushary, nama yang tertulis di atas meja prasmanan, berisikan nasi, sedikit pasta dan kacang. Hmm, rasanya pun enak.

Koushary, ada yang menyebutnya sebagai kushari, koshary, kosheri atau koshari. Sepintas nama-nama tersebut terdengar sama jika disebut, hanya penulisannya berbeda karena diambil dari huruf lokal yang berbahasa arab.

Saya membayangkan koushary ini seperti saya biasa membeli nasi uduk saat tinggal di Jakarta atau nasi kuning saat saya tinggal di Bandung. Koushary ini bisa dijumpai hampir di seluruh warung makan di Mesir. Ini seperti street foods juga yang mengeyangkan. Bayangkan makan satu porsi koushary sudah lengkap dengan nasi, pasta dan kacang lentil yang berbumbu. Lalu diberi bawang goreng di atasnya maka semua sudah terasa nikmat buat orang-orang di Mesir. Anda tinggal memilih lauk pauk atau tumisan sayur sebagai pelengkap.

Jika India punya Dal Makhani sebagai makanan nasional, maka Mesir punya koushary.

Koshary seumpama nasi uduk Jakarta atau nasi kuning Bandung bisa dicocokkan dengan sambal khas tomat dan lain sebagainya. Satu piring penuh koushary tersedia 200 kalori bila dihitung nilai gizinya. Tak ada aturan untuk menikmati koushary sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Bahkan jika anda sudah merasa lapar, koushary bisa dibeli di pinggir jalan.

Ketika Husain menceritakan koushary, saya seperti tak habis pikir bagaimana menikmati semua secara bersamaan. Ini tampak berantakan dan tak menarik. Suami saya yang melihat saya mengambil satu porsi di piring tampak meragukan bahwa saya akan menghabiskannya. Ternyata ini enak, renyah, gurih dan berbumbu yang nikmat. Antara nasi, mie (pasta) dan kacang bersamaan.

Nyatanya koushary wajib dinikmati bila anda datang ke Mesir. Bahkan saya semakin penasaran ketika warung makan, gerobak kaki lima di Kairo hingga restoran pun menjualnya. Anda akan semakin penasaran jika anda tidak mencobanya saat sedang berada di Mesir.

Apakah anda sudah pernah menikmati koushary sebelumnya?

Makanan Khas Asia (59): Tumis Daging Sapi dengan Nanas ala Thailand

Lihat potongan nanas tidak hanya memberi rasa asam manis yang pas saja, tetapi masakan tampak cantik!

Thailand merupakan negara yang kaya akan kuliner dengan rasa asam manis sekaligus pedas. Tak hanya tom yum saja, rupanya Thailand punya banyak varian makanan tumisan, termasuk menggunakan nanas yang ditumis bersamaan sayuran lain dan daging sapi. Jangan tanya rasanya karena ini enak sekali! Makanan ini banyak digemari dan dipesan oleh orang-orang Eropa loh.

Awalnya saya tidak menyangka bahwa nanas bisa diselipkan dalam tumisan. Anda dan saya bisa jadi hanya tahu bahwa nanas hanya sebagai buah yang biasa disantap sebagai rujak saja atau salad buah. Tetapi di belahan negara lainnya, nanas bisa disajikan di atas piring sebagai makanan tumisan berbaur dengan sayuran lainnya.

Sebelumnya saya pernah mengulas juga mangga menjadi tumisan makanan bersama daging sapi. Mangga yang saya kenal sebagai buah pun ternyata bisa dinikmati sebagai masakan. Kini lanjutannya adalah nanas dalam tumisan.

Saya memesannya di restoran khas makanan asia di sini. Namanya mungkin terdengar asing, tumis daging sapi dengan nanas yang terasa asam, manis dan menyegarkan. Seperti yang anda lihat, daging sapi yang dipilih jelas yang benar-benar daging sapi lembut tanpa lemak. Dengan irisan yang halus, daging sapi akan terasa empuk dan dipadupadankan dengan sayuran seperti paprika, seledri besar, timun jepang dan bawang bombay. Tentu, ada irisan nanas yang berwarna kekuning-kuningan. Indah terlihat.

Tak ada bumbu yang rempah seperti makanan nusantara. Ini hanya bawang putih, bawang merah dan cabai agar tampak pedas. Setelah irisan daging sapi potongan ditumis matang, masukkan sayuran yang dikehendaki dan masak bersamaan. Teman asal Thailand menjelaskan dengan baik masakan ini. Terakhir masukkan garam, merica, sedikit gula dan potongan nanas. Biarkan masak sebentar di atas wajan.

Kini anda punya ide menjadikan nanas sebagai campuran tumisan. Rasa nanas yang asam dan manis menambah citarasa tersendiri untuk masakan ini. Warna nanas pun menambah indah penampakan tumisan ini.

Makanan Khas Italia (31): Salad Isi Makanan Laut dan Pizza Ikan Teri Besar

Ini salad rasa makanan laut, enak sekali!

Beralih ke makanan laut yang berasal dari Italia, saya ajak anda untuk mencoba salad dan pizza berikut ini. Keduanya memang istimewa ketika saya dan suami juga penyuka makanan laut memilih ini untuk dijadikan santapan malam. Kami pergi dinner untuk meluangkan waktu sejenak setelah seharian bekerja. Akhirnya pilihan makan di restoran Italia pun menjadi kesepakatan bersama. Restoran Italia itu bisa dipastikan ada hampir di tiap kota di Jerman.

Kami tiba di restoran Italia yang mengusung makanan istimewa yakni pizza dengan rasa terenak. Sepertinya tidak salah pilih, suami yang gemar makan pizza pun segera mencermati buku menu pada bagian pizza. Matanya tertuju pada deskripsi pizza yang ditawarkan. Lalu ia menyentakkan saya pada pilihan pesanannya. Ia mengatakan bahwa ia ingin mencoba pizza TIRRENA.

Di deskripsi menu dijelaskan pizza tirrena, saya menemukan isian pizza ada schinken atau salami atau daging ham yang biasa kita kenal. Lalu ada keju, irisan bawang bombay dan saus tomat. Plus, ada ikan sardellen dalam bahasa Jerman. Lalu saya pun segera mencari tahu nama ikan sardellen dalam bahasa Indonesia. Rupanya dalam bahasa Indonesia, ikan ini masuk dalam golongan ikan terri. Wah!

Lihat itu ikan sardellen yang menyempurnakan rasa pizza, juga sama-sama enak!

Italia juga termasuk negara yang kaya akan kuliner makanan laut. Tak salah jika kami berdua memilih restoran Italia hanya untuk menikmati makanan lautnya. Saya sendiri memilih menu salad makanan laut. Salad ini tertulis dalam insalata frutti di mare dalam bahasa Italia. Dan saya sudah menikmati salad ini untuk kesekian kalinya. Penyajian salad makanan laut ini pun berbeda-beda tergantung sang juru masak.

Hal yang membedakan untuk rasa salad adalah dressing sauce yang dipergunakan untuk menguatkan rasa makanan. Sebenarnya salad saja hanya terdiri atas tumpukan sayuran yang dikehendaki. Pada salad berisi makanan laut maka tumpukan sayur diberi topping makanan laut. Ada ikan, kerang, udang dan gurita. Ini enak sekali!

Dressing sauce pada salad yang saya pesan tak hanya ada rasa asam, manis dan asin saja tetapi ada rasa segar ketika saya menyebarkan perasan jeruk lemon yang diberikan. Ini menambah citarasa tersendiri untuk salad ini. Plus ada balsamico sauce yang bisa anda lihat pada warna kehitaman melingkari salad. Saus ini memang cocok untuk menyempurnakan rasa salad makanan laut.

Semoga anda semakin penasaran untuk mencoba dua makanan laut asal Italia ini. Bagi para sea food lover, saya pastikan anda akan menyukainya.

Makanan Khas Asia (57): Sate Asal Vietnam Pakai Saus Kacang Beda Rasa dengan Sate yang Saya Kenal

Sate Ayam yang dibuat di restoran Vietnam.

Apa pun makanan yang diberi saus kacang dan berasa pedas, disebutnya sate. Entah mengapa muncul istilah sate yang memang berbeda dari sate yang umum dan menjadi kuliner nusantara. Sate yang saya ulas kali ini berasal dari Vietnam. Saya menjadi penasaran untuk mencobanya, meski ini berbeda dari sate yang saya kenal. Tetapi saya menyukai rasanya yang sungguh lezat sekali.

Sesungguhnya saya tidak bisa mengklaim bahwa makanan yang disebut satay atau sate itu hanya berasal dari Indonesia. Nyatanya makanan yang disebut sate yang saya nikmati ini hanya karena diberi bumbu kacang. Itu sama seperti sate sebagai makanan nusantara yang kita kenal. Hanya saja ada rasa saus yang berbeda antara bumbu kacang sate yang menjadi makanan nusantara dengan saus kacang yang dipakai pada makanan Vietnam.

Sate khas Vietnam dengan saus kacang ini sungguh enak.

Umumnya sate makanan nusantara tidak hanya berbumbu kacang saja. Menurut saya, kita menyebutnya sate ketika makanan itu dipanggang di atas bara api. Saus sate memang umumnya adalah saus kacang, tetapi tidak wajib. Bahkan saya paling suka makan sate dengan saus kecap manis, irisan cabai dan potongan bawang merah saja. Atau saya juga suka makan sate khas maranggi yang diberi saus sambal yang dihaluskan kasar. Itu hanya untuk membuktikan bahwa sate asal Indonesia tidak melulu bersaus kacang untuk menikmatinya.

Saya ambil contoh bumbu sate madura yang juga punya sate terenak dengan saus kacangnya. Ada kacang tanah, cabai, bawang merah, kemiri, kecap manis dan gula merah yang dihaluskan bersamaan. Sebelum dihaluskan, kacang tanah terlebih dulu disangrai dengan sedikit minyak. Setelah mendapatkan saus kacang yang dihaluskan, saus tersebut dicairkan dengan sedikit air panas. Dengan begitu, sate yang terdiri tusuk daging yang sudah dipanggang dapat dinikmati dengan saus kacangnya.

Tunggu, bagaimana dengan sate asal Vietnam?

Satenya sudah jelas berbeda dimana potongan dagingnya tidak dipanggang seperti sate khas nusantara. Tetapi kita berbicara tentang saus kacangnya yang enak pada sate asal Vietnam.

Bumbu sate berasal dari peanut butter yang mudah saya peroleh di toko asia di Jerman. Peanut butter juga saya pergunakan untuk saus kacang pada somay buatan saya. Bagaimanapun saya pikir peanut butter itu terkesan praktis dan simple tanpa menggoreng, menumbuk dan menghaluskan terlebih dulu.

Untuk mendapatkan saus sate terdiri atas peanut butter, saus hoisin yang sedikit pedas dan beri pasta bawang putih. Agar tambah enak, bisa juga diberi irisan bawang bombay. Percaya deh saus kacang pada sate asal Vietnam ini benar-benar menggoda rasanya. Penasaran ‘kan?

Kreasi Sendiri (33): Kue Nagasari Tampak Eksotis dengan Daun Pisangnya yang Susah Ditemukan

Kue nagasari atau kue pisang yang dijajakan di malam budaya.
Kue pisang tampak eksotis di Eropa karena rasa dan pembungkusnya.

Sebagaimana yang saya janjikan tempo lalu bahwa saya menyediakan kue pisang atau yang disebut kue nagasari saat acara malam budaya di kampus. Cerita saya sebelumnya adalah saya berhasil mencoba kue pastel pakai puff pastry, tetapi saya berpikir ulang untuk menyajikannya. Akhirnya resep kue pastel ini dipakai kelompok mahasiswa dari Thailand.

Mengapa kue nagasari? Bisa jadi pertanyaan itu muncul dalam benak anda. Pemilihan kue nagasari menurut saya tak mudah sebagaimana sulitnya mencari daun pisang untuk membungkus kue nagasari. Bukan tanpa alasan, saya memilih kue nagasari untuk ditampilkan dalam malam budaya. Ternyata mereka suka dengan kue buatan saya.

Ini alasan pemilihan kue nagasari. Pertama, kue ini bisa diterima oleh berbagai kalangan baik vegan, vegetaris atau pemakan segala. Kue ini berisi tepung beras, sedikit tepung maizena, santan kelapa dan diberi irisan pisang. Tentu kue nagasari bisa dirasakan di semua lidah karena rasanya sederhana. Bagaimana pun di sini kami perlu menjelaskan apa yang menjadi deskripsi isian makanan yang dijajakan.

Alasan kedua, kue nagasari itu ternyata punya makna filosofinya sebagai salah satu jajanan pasar di Indonesia. Kue ini konon dahulu disajikan sebagai makanan untuk para tamu terhormat kerajaan. Belakangan diketahui siapa pun bisa menikmati kue nagasari karena pembuatannya yang sederhana. Bahkan kue nagasari tidak luput dari acara budaya di pulau Jawa. Kue nagasari dianggap simbol ketulusan hati karena warnanya yang putih.

Kue nagasari dipandang punya filosofi tradisi Jawa sehingga menjadi salah satu jajanan pasar.

Alasan berikutnya, kue nagasari tampak menawan dalam balutan daun pisang. Untuk mendapatkan daun pisang di sini, itu tidak mudah. Saya harus memesannya secara online. Daun pisang yang saya peroleh import dari negeri Thailand.

Kue nagasari menjadi misteri tersendiri bagi pengunjung yang datang. Apalagi tampilan kue nagasari menjadi khas dan unik ketika mereka sendiri baru pertama kali mencicipi kue nagasari. Mereka terkesan dan suka dengan rasa kue nagasari yang sedikit manis, gurih dan sederhana. Enak, kata mereka!

Alasan terakhir nih, aroma kue nagasari itu memang berbeda. Daun pisang ternyata membantu memberi aroma alami pada makanan yang dibungkusnya. Tak hanya itu, saya juga menambahkan daun pandan saat merebus santan sebelum dicampurkan tepung. Anda bisa membayangkan bahwa daun pandan itu memberi aroma yang enak untuk citarasa jajanan nusantara.

Jangan tanya saya lagi, bagaimana saya juga bisa mendapatkan daun pandan! Itu pastinya butuh perjuangan juga. Sama seperti daun pisang, daun pandan pun dipesan khusus sehingga wangi kue nagasari itu alami dan mengesankan.

Setelah berjibaku membuat kue ini, saya senang bahwa saya berhasil membuatnya dengan baik. Semua suka dengan rasa dan tampilan kue nagasari ini. Saya bangga bisa memperkenalkan kue ini kepada mereka yang belum pernah makan kue nagasari sebelumnya, apalagi ada juga yang belum pernah berkunjung ke Indonesia.

Makanan Khas Timur Tengah (11): Couscous, Semacam Pasta dari Beras

Couscous dalam tampilan bisa jadi pengganti nasi.

Couscous terlihat tidak asing lagi buat saya saat saya menyambangi buffet makan siang dan makan malam sewaktu kami berlibur di Mesir. Pasalnya couscous ini ada juga di supermarket di Jerman yang dijual bersamaan dengan salad dan pasta yang sudah matang. Namun jujur saya belum pernah mencicipinya, seperti apa rasanya?

Makanan yang satu ini bisa dikatakan semacam pasta dari Timur Tengah. Begitu pendapat sebagian orang. Makan couscous dengan berbagai hidangan sudah terasa kenyang. Pasalnya couscous ini terbuat dari beras namun ada juga yang terbuat dari tepung semolina. Tepung semolina ini yang saya tahu bisa untuk membuat hidangan kue-kue dari Timur Tengah yang pernah saya cicipi. Tepung semolina ini terbuat dari biji gandum yang cocok untuk roti, pasta dan couscous untuk makanan khas Timur Tengah.

Jika dilihat lebih dekat, couscous itu tampak seperti biji-biji halus yang dikukus. Itu sebab couscous merujuk pada sejenis pasta seperti makanan Italia atau nudeln pada makanan Jerman. Couscous biasa menjadi side dishes untuk mereka yang berasal dari Timur Tengah, seperti Mesir. Tetapi seiring berjalannya waktu, couscous juga mudah ditemukan di benua biru seperti Jerman.

Untuk anda yang suka berkreasi makanan, couscous ini bisa menjadi alternatif makanan loh. Ini adalah alternatif yang populer selain nasi dan pasta. Couscous memang berasa tawar, tetapi teksturnya yang halus dan lembut menyebabkan couscous bisa menyerap pada aneka makanan. Anda bisa mengkombinasikan dengan sayuran dan daging rempah yang kaya bumbu pun sudah terasa enak.

Couscous tersedia di meja buffet saat prasmanan makan siang dan makan malam.

Untuk memasak couscous pun mudah. Anda bisa merendamnya terlebih dulu selama 10 menit. Ada yang memberikan campuran seperti kaldu, minyak dan air atau rempah yang membuatnya terada lezat. Setelah couscous direndam maka dia akan tampak mengembang. Anda bisa menambahkan sesuai selera anda. Misal couscous sebagai salad maka saya bisa tambahkan irisan daun peterseli, radieschen dan irisan tomat. Tambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis. Dijamin ini adalah makanan yang kaya nutrisi.

Semoga anda terinspirasi untuk mencobanya di rumah. Barangkali ini bisa menjadi alternatif bila bosan makan nasi, pasta atau roti.

4 Contoh Jajanan Sosis yang Biasa Dijual di Pasar Jelang Natal

Weihnachtsmarkt yang digelar di kota Vilshofen, Bavaria.

Masa Advent sudah datang yang menandai seluruh umat kristen di dunia menyiapkan diri menjelang Hari Raya Natal. Kekhasan masa Advent tak lepas dari kebiasaan warga Jerman mengadakan acara tahunan pasar rakyat, hampir di tiap kota. Pasar jelang natal ini disebut Weihnachtsmarkt, namun ada juga yang menyebutnya Christkindlmarkt.

Nah, saya akan mengulas empat kreasi jajanan sosis yang biasanya dijumpai. Sebagaimana anda tahu bahwa sosis adalah makanan mudah dan meriah yang dijumpai di seluruh Jerman. Tentu ada banyak varian menyajikan sosis agar bisa digemari para peminatnya.

1. Sosis panggang diberi Sauerkraut dan Acar Bawang

Bratwurst panggang dalam roti, dengan isian sauerkraut dan acar bawang. Sebagai tambahan, ada bubuk kari ditaburi di atasnya.

Makanan pertama yang dibahas adalah bratwurst yang dipanggang dan diselipkan dalam sammeln. Sosis bisa dikatakan sangat lezat bagi penikmat sosis karena sosis ini berisi hanya daging saja di dalam. Bratwurst di negeri Paman Sam biasanya terbuat dari daging sapi muda, sedangkan di Jerman umumnya menggunakan daging babi. Sosis bratwurst yang terkenal di sini berasal dari Nürnberg. Cerita saya menikmati sosis ini bisa dicek di kuliner yang wajib dinikmati di Nuremberg.

Sosis kreasi pertama yang saya temukan di pasar jelang natal adalah perpaduan bratwurst dengan sauerkraut. Saat saya memesan, penjual langsung memanggang sosisnya segera. Setelah sosis matang, penjual menyelipkan sosis di roti sammeln yang panjang, semacam roti bagutte. Kemudian penjual bertanya untuk tambahan rasa kepada saya sebagai pembeli. Ada sauerkraut di atas sosis dan acar bawang merah yang enak. Lalu pembeli bisa menambahkan bubuk kari atau saus tomat sesuai selera.

2. Sosis panggang Setengah Meter yang berasal dari daging kuda

Panjang ya!

Makanan kedua selanjutnya adalah Pferdewurst. Sosis ini diklaim oleh si penjual sebagai sosis terpanjang, dengan ukuran setengah meter atau lima puluh sentimeter. Sosis ini juga dipanggang sehingga tekstur dan aromanya menggoda selera pembeli. Tak heran pengunjung pasar jelang natal banyak mengantri untuk membeli. Sosis ini diselipkan di roti baguette yang panjangnya juga tak mampu menutupi keseluruhan sosis, seperti yang anda lihat. Setelah sosis matang, pembeli bisa menambahkan dengan saus tomat atau senf. Senf adalah bahasa Jerman untuk menyebut mustard.

Pferdewurst adalah salah satu jenis sosis yang bisa anda temukan di Jerman. Sosis ini berasal dari daging kuda, yang memang khusus diternakan untuk dikonsumsi. Anda akan bisa merasakan daging kuda begitu empuk dan tak banyak lemak. Jika dirasakan lebih jauh, daging kuda terasa sedikit manis. Ada sebagian orang memilih tidak mengkonsumsi daging kuda sesuai kebudayaan dan itu sah saja.

3. Currywurst

Sosis diberi bumbu kari dan dimakan bersama pommes.

Sosis ketiga adalah tentu ini mudah ditemukan di seluruh Jerman sepanjang masa. Tak harus menunggu pasar jelang natal, anda bisa mendapatkan currywurst dengan mudahnya. Mulai currywurst yang dijajakan di supermarket hingga restoran berkelas tanpa mengenal waktu khusus. Currywurst adalah salah satu makanan wajib jika anda berkunjung ke Jerman.

Tentang currywurst, silahkan anda temukan ulasannya di artikel makanan khas Jerman (9). Currywurst pun tak luput dari perhatian di pasar jelang natal. Anda bisa mendapatkan street foods ini sesuai kocek anda.

4. Sosis direbus dengan rasa pedas (Debreziner)

Sosis yang dimakan dengan mustard dan irisan seperti wasabi.

Terakhir adalah sosis yang berasa pedas bagi pecinta makanan pedas. Sosis yang direbus ini disebut debreziner, yang terasa pedas dengan sedikit berbumbu seperti bawang putih, paprika dan rempah-rempah. Debreziner berwarna merah pekat karena berasal dari daging babi dicampur dengan paprika. Nama sosis ini sendiri diambil dari salah satu kota di Hungaria, Debrecen.

Untuk menikmati sosis ini, orang-orang di sini menyantapnya bersama senf dan meerrettich. Meerrettich atau kadang disebut juga krent adalah semacam umbi tanaman yang rasanya pedas menyengat. Bagi saya, ini seperti wasabi bila anda menyantap sushi, makanan khas Jepang. Jadi bisa dibayangkan saus pedas dengan bumbu pedas menyengat tentu akan menimbulkan sensasi berbeda di musim dingin.

Baiklah, anda suka jajanan sosis yang mana?

Makanan Khas Asia (56): Korean Food Gimbap, Lalu Adakah Bedanya dengan Sushi?

Gimbap bisa diisi sesuai selera anda.
Gimbap yang saya nikmati di pasar pagi di Seoul, Korsel. Gimbap dibalut minyak wijen pada rumput laut. Ini juga membedakannya dengan sushi.

Hallo pecinta makanan Korea, saya kembali lagi mengulas makanan yang mungkin tertarik mencoba atau anda sudah pernah mencicipinya barangkali. Jika anda pernah ke Korea Selatan (Korsel) maka anda akan tahu gimbap itu begitu mudah dijumpai. Gimbap yang saya bahas ini diperoleh dari teman mahasiswa asal Korea Selatan yang memperkenalkannya dalam acara malam budaya di kampus, tempat saya belajar di Jerman.

Pernahkah anda makan gimbap?

Jika dilihat lebih dekat, maka anda perhatikan bahwa ini seperti sushi.

Atau pernahkah anda menikmati sushi, makanan khas Jepang?

Jika anda perhatikan sekilas, gimbap itu mirip dengan sushi ‘kan? Ketika teman asal Korsel ini sedang merencanakan untuk membuatnya, dia bermaksud meminjam sushi maker yang saya punya. Dalam artikel tersebut, saya bercerita bagaimana membuat sushi dengan bantuan alat tersebut, yang saya beli Jerman. Itu berarti sushi dan gimbap, sama atau beda?

Ternyata saya tidak sendiri. Ada sejumlah teman mahasiswa lain yang juga bertanya, apakah gimbap itu sama dengan sushi? Kebetulan satu orang mahasiswa berjaga dan memberikan satu per satu makanan asal negaranya, yang menjadi tanggungjawabnya. Dari penjelasannya, saya menjadi tahu bahwa sushi dan gimbap terdapat perbedaan. Penasaran ‘kan?

Gimbap bisa juga disebut kimbap. Mungkin kimbap terasa familiar, sedangkan bagi orang Korea lebih menyebutnya gimbap, hanya karena pengejaannya saja. Baik gimbap maupun kimbap adalah sama. Tetapi gimbap itu berbeda dengan sushi, makanan khas asal Jepang. Sushi sendiri sudah tak asing lagi di Jakarta, Indonesia. Ada banyak gerai sushi yang membuka bisnisnya. Saya kerap mencicipinya dahulu saat saya masih di Jakarta.

Gimbap di atas disajikan dua pilihan, yakni vegetaris dan non vegetaris. Untuk vegetaris terdapat telur dan sayuran di dalamnya. Sedangkan gimbap isian non vegetaris terdapat ikan dan daging. Gimbap menggunakan beras sedangkan untuk sushi biasanya menggunakan beras sushi khusus. Di supermarket di sini tersedia pilihan beras sushi yang memang berbeda dari beras pada umumnya. Itu sudah menjelaskan perbedaannya dengan sushi.

Disebut gimbap karena gim berarti rumput laut yang membungkusnya. Seperti yang anda lihat, tiap gimbap dibungkus dengan rumput laut. Sedangkan bap dimaksudkan dengan beras. Dari asal kedua kata ini maka makanan ini dikenal gimbap. Sedangkan orang luar Korsel lebih mengejanya menjadi kimbap.

Perbedaan lainnya juga pada saat kita membumbui sushi dan gimbap. Sushi bisa dibumbui dengan saus yang sedikit kecut seperti cuka dan wasabi. Ini sudah jelas membedakan antara sushi dan gimbap. Gimbap biasa dinikmati dengan minyak wijen. Gimbap terasa lebih manis, sedangkan sushi tidak.

Jika anda bertanya, manakah yang lebih dulu otentik gimbap atau sushi? Saya sendiri pernah mengulas bagaimana Korsel itu merupakan perpaduan dua budaya Tiongkok dan Jepang yang pernah menguasai negara tersebut. Kedatangan bangsa Jepang di masa lalu bisa jadi mempengaruhi kuliner di Korsel. Tentang kunjungan saya ke Korsel, bisa dicek di artikel-artikel sebelumnya.

Makanan Khas Italia (30): Pizza Prosciutto yang Dipesan Bukan di Italia

Pizza prosciutto pertama.

Pizza prosciutto kedua.

Pizza adalah makanan asal Italia yang sudah mendunia. Pizza ada dimana saja saat saya traveling. Pizza begitu mudah dijumpai, meski kita tidak sedang berada di Italia. Rasa pizza begitu mudah diterima banyak orang sehingga anda seperti tak pernah lihat seperti apa wujud asli pizza sesungguhnya.

Kreasi pizza itu menyebabkan pizza menjadi makanan murah meriah, yang artinya begitu mudah ditemukan dari harga termurah hingga yang perlu berkantong tebal. Itulah pizza yang diterima orang mulai dari pizza vegan sampai aneka rasa bisa diletakkan sebagai topping.

Sebagai topping, pizza yang saya bahas kali ini adalah pizza prosciutto yang memang sudah dikenal di gerai pizzeria di Jerman. Prosciutto sudah dikenal di sini sebagai kalt essen atau pelengkap isian sandwich. Karena prosciutto adalah irisan daging ham kering yang memang diperlukan tekhnik khusus untuk mengirisnya setipis mungkin dan fresh. Makanan ini berasal dari Italia.

Menurut orang Italia, prosciutto itu paling enak dinikmati sama keju mozzarela dan tomat. Beri sedikit saus balsamico dan dimakan bersama roti panini, itu sudah nikmat. Jangan sampai juga anda salah membedakan prosciutto dengan bacon dan pancetta. Karena prosciutto itu biasanya lebih kering dan lebih tipis.

Kini kembali pada dua pizza yang saya pesan. Saya pikir pizza yang benar-benar ada prosciutto tampak pada pizza foto pertama. Banyak daging ham yang mirip seperti prosciutto padahal itu bukan sebenarnya. Ini jelas pada pizza prosciutto foto kedua.

Kreasi pizza prosciutto bisa ditempatkan daun rucola atau daun rocket segar. Ada juga yang menempatkan buah zaitun seperti pada foto pizza kedua. Namun, lagi-lagi semua kembali pada selera anda sebagai pembeli.

Apakah anda juga suka makan pizza prosciutto?

Makanan Khas India (9): Pakora dan Teh Chai Jadi Perkenalan Budaya

Chai, teh rumahan racikan sendiri.

Pakora tambah saus peanut butter pedas.

Jika anda suka minum teh, anda juga bisa merasakan pengalaman sensasi minum teh dari India. Di India, teh disebut chai, seperti yang pernah saya ulas sebelumnya di artikel teh rumahan. Chai ini memiliki rasa dan warna yang berbeda seperti teh dari Indonesia umumnya. Ini seperti teh susu berdasarkan warnanya. Rasanya akan menjadi manis jika diberi gula.

Saya dan teman mahasiswa asal India ini berbicara soal teh yang menjadi kebiasaan dua negara ini. Menurut saya, teh di Indonesia didominasi teh hitam dan teh hijau. Sedangkan teh di India ada banyak ragamnya. Ada juga teh hitam asal India juga loh. Lalu dia menjelaskan bahwa India juga merupakan penghasil teh terbaik di dunia setelah negeri Tiongkok. Saya pun termangut-mangut lalu menyeruput teh chai di hadapan kami. Enak juga teh chai ini!

Teh chai menjadi teh rumahan di kebanyakan rumah tangga India. Minum teh chai bagi masyarakat India dipercaya membantu meningkatkan imunitas tubuh. Lalu teman asal India ini menjelaskan lagi bahwa ada kandungan jahe, kayu manis dan cengkeh. Rempah-rempah ini menyebabkan teh chai kaya rasa dan kaya manfaat seperti melindungi tubuh dari sakit. Itu sebab teh chai berbeda dari kebanyakan teh umumnya.

Di supermarket di Jerman itu memang sudah tersedia teh chai kemasan yang praktis sehingga kita tak perlu meraciknya dan merasa repot. Kata teman asal India ini menambahkan sambil tangannya mempersilahkan saya mencicipi pakora. Pakora ini menjadi cemilan yang nikmat ketika suhu udara di luar sudah dibawah 10 derajat.

Pendapat saya pakora itu mirip gorengan di Jakarta, ini bisa bakwan goreng, tahu goreng atau sayuran yang diberi tepung kemudian digoreng. Saya tunjukkan beberapa gambar gorengan asal nusantara lewat gambar di internet. Teman asal India itu pun mengamini ucapan saya. Jika anda membuat gorengan itu sama seperti makan cemilan pakora asal India juga loh.

Pakora itu bisa dikreasikan macam-macam, tetapi intinya adalah sayuran diberi sedikit garam, bawang dan telur lalu diaduk dan dibalur tepung. Terakhir, ini semua digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan. Sama ‘kan seperti bakwan goreng menurut saya. Kita juga bisa menambahkan tahu atau makanan vegetaris lainnya. Karena pakora ini memang banyak dikonsumsi para vegetarian.

Untuk saus pakora pun bisa dikreasikan macam-macam, tergantung selera. Ada yang pakai yoghurt seperti saus mayonnaise begitu, namun ada pula yang dinikmati tanpa saus. Karena teman asal India ini tahu bahwa saya suka makan makanan pedas, dia mengkreasikannya dengan peannut butter ditambah saus sambal yang diberi sedikit air. Hasilnya seperti yang anda lihat.

Sambil menikmati kuliner asal India, pembicaraan dua budaya ini menjadi lengkap. Kami sepakat bahwa “Food brings friendship” lalu kami tertawa bersama-sama.