Gebackene Ente mit Reis, Nasi Bebek Beda Versi: Makanan Khas Asia (28)

Gebackene ente mit reis, pakai kuah kari.

Gebackene ente mit reis, yang mirip seperti nasi goreng bebek.



Sudah lama saya tidak membahas makanan selera Asia karena begitu sibuknya mengeksplor rasa baru. Yups, cerita berikut adalah dua menu nasi bebek yang memiliki kemiripan dengan rasa dan penyajian berbeda. Ini saya dapatkan saat saya membeli keduanya di kedai Imbiss Asia di sini. Jeda makan siang, saya tak punya waktu banyak untuk memasak. Lantas, saya pun membeli keduanya di waktu dan tempat berbeda.

Gebackene ente mit reis adalah judul nama masakan dalam bahasa Jerman. Itu artinya adalah nasi dengan bebek goreng. Bebek goreng di restoran di sini disajikan tidak seperti bebek goreng di Indonesia pada umumnya. Bebek goreng dipilih dari daging fillet bebek yang sudah diberi bumbu. Sampai saat ini, saya masih mendapati daging bebek yang renyah, penuh daging dan tanpa tulang. Sementara di Indonesia mungkin daging bebek tidak penuh, bertulang dan digoreng renyah. 

Hal yang membedakan lainnya daging bebek yang disajikan di sini dengan di Indonesia adalah daging bebek diberi tepung roti. Daging bebek sendiri sudah renyah ditambah tepung roti yang pastinya semakin kriuk di mulut. Untuk setiap porsi, biasanya satu potong daging bebek. Lalu pastinya si pramusaji sudah mengiris-iris menjadi potongan kecil yang memudahkan kita menyantapnya. 

Jangan bayangkan makan daging bebek dengan sambal pedas seperti di Indonesia! Itu pengalaman saya selama ini. Di sini tak ada sambal pedas, jika kita ingin “sambal oelek” biasa disebut begitu, kita bisa tambahkan sendiri. Oh ya “sambal oelek” khas Indonesia juga dijual loh di gerai supermarket di sini. Biasanya kedai imbiss menyediakan sambal itu untuk memenuhi selera pelanggan yang datang.

Sekarang waktunya menjelaskan lebih detil dua menu nasi bebek di atas. Gambar pertama, paling atas adalah nasi bebek ditambah kuah kari. Ketika saya memesannya, si pramusaji tanya saus yang dikehendaki. Asal sebut saja, saya pilih kuah kari. Setelah pramusaji meletakkan nasi dan irisan daging bebek. Lalu bertanya soal saus kepada pelanggan, dia pun menambahkan di dekat daging bebek aneka sayuran rebus. Sayuran itu wajib disajikan di sini, apa pun menu yang dipesan. Setelah sayuran rebus diselipkan di dekat daging bebek, kuah kari berisi santan kelapa dan bumbu kari asal Thailand disirimkan di dekatnya. 

Berikutnya, saya jelaskan menu pada gambar kedua, paling bawah. Gebackene ente mit reis berikutnya boleh dibilang seperti nasi goreng bebek. Kalau menu pertama, menggunakan nasi putih biasa maka menu kedua menggunakan nasi yang digoreng. Nasi digoreng bersama sayuran seperti kol, mentimun dan kacang polong. Saya tidak suka nasi goreng ini karena rasanya hambar. Lebih baik saya pilih nasi goreng keliling yang biasa beredar di Jakarta karena rasanya lebih baik. Lagipula ajaib juga menurut saya bahwa nasi digoreng dengan aneka sayuran yang tidak pas. Mungkin sawi atau kol seperti nasi goreng keliling akan lebih baik rasanya.

Dari kedua menu di atas, saya lebih memilih menu pertama. Karena rasanya lebih enak dimakan ketimbang menu kedua yang rasanya “ajaib” di lidah saya. Kedua menu di atas berharga 6,5€ setara dengan Rp 97.500 dalam kurs 1€ sama dengan Rp 15.000. Begitulah, cerita kedua menu nasi bebek yang saya komparasikan.

Bagaimana cerita anda soal nasi bebek?

Schweinsbraten oder Surbraten, Ini Bedanya: Makanan Khas Jerman (27)

Surbraten.

Schweinsbraten.

This post aims to explain the difference German pork roast in Bavarian style. As known, the most of traditional restaurants had served famous meals menu inside their list such “Schweinesbraten” and “Surbraten” together. Actually, they are definitely  dissimilarity since various ingredients and how its prepared. If you have no problem with pork, it should recommend to taste when you are here. 

Happy Sunday!

***

Ada acara Passauer Mai Dult tempo lalu yang pernah saya ceritakan di sini, saya pun berkesempatan mencicipi kuliner khas Bavaria di salah satu biergarten yang terkenal. Di acara yang mirip Oktoberfest ini, pengunjung yang datang tidak hanya puas minum bir tetapi juga aneka hidangan makanan khas Jerman yang memang punya rasa yang berbeda dari kebanyakan masakan Eropa lainnya.

Acara festival yang kerap diselenggarakan di sini memang perlu dipertimbangkan soal harga. Artinya jika anda datang memang perlu kocek tebal mengingat harga makanan dan minuman saja bisa jadi sedikit lebih mahal dibandingkan harga pada umumnya. Namun keriaaan lewat musik dan bercengkerama dengan kolega membuat banyak orang tetap datang. 

Ada beberapa biergarten dalam festival tersebut, suami pilih salah satu. Kami pun memesan makanan bersama. Menu yang hampir mirip tetapi berbeda adalah schweinsbraten dan surbraten. Meski sama-sama terbuat dari daging babi, tetapi pastinya ada yang membedakannya.

Apa saja?

Schweinsbraten adalah potongan daging babi yang direbus kemudian digoreng. Bagian yang diambil dalah leher, punggung dan ham. Hidangan ini merupakan makanan meriah yang mudah dijumpai di restoran tradisional di Bavaria. Sausnya yang berwarna kehitaman konon terbuat dari resep khusus yang menguatkan citarasa daging. Saus hitam berasal dari bir dan kaldu daging.

Untuk penyajiannya, baik schweinsbraten maupun surbraten bisa dengan kentang rebus, salad kentang atau dengan sauerkraut. Semua tergantung selera si pemesan.

Jika schweinsbraten hampir dijumpai di seluruh Jerman, Austria dan sekitarnya maka surbraten mungkin hanya ada di wilayah Niederbayern. Surbraten boleh dibilang kuliner khas untuk masakan Bavaria. Warna hitam pada daging dikarenakan proses pemanggangan. Dan saus hitam yang dibuat berbeda rasa dari schweinsbraten, yakni dari jinten dan aneka bumbu yang saya sendiri sulit menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Jadi rasa saus pada kedua makanan ini membedakan keduanya. 

Selamat berhari Minggu!

Sachertorte, Kue Mendunia Asal Wina

This post tells about Sachertorte, a chocolate cake and known in Vienna, Austria. Sachertorte is not only famous in Austria, I found also in Germany and some European countries. Due to special and secret recipe, you should visit the place in Vienna which claimed the original sachertorte. As seen above, it was the mock to be ilustration.

***

Apakah anda pernah tahu kue sachertorte seperti pada gambar di atas? 

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Wina tanpa mencicipi kue yang populer ini. Ini pula yang mendorong kami untuk mencari dimana keberadaan kue tersebut. Karena kue ini sudah dikenal publik, anda bisa dengan mudah mendapatkannya di kafe-kafe di mana pun di Wina. Meski ada tempat khusus juga yang mengklaim sebagai tempat produksi kue original yang layak untuk dicoba.

Begitu menariknya untuk dicoba kue ini sehingga perdebatan muncul dan mengklaim tempat asal muasalnya kue ini. Saya dengar dari suami bahwa kue ini awalnya dihidangkan sebagai makanan penutup atas permintaan Pangeran di Wina. Karena kue ini begitu mengagumkan rasanya maka si pembuat membuat rahasia resep kue ini. Adalah Franz Sacher, berkebangsaan Austria sebagai penemu dan peracik resep. Pertama kali kue ini dikenal publik abad 19. 

Saya tidak tahu bagaimana sejarahnya hingga akhirnya kue ini dijual dan disukai berbagai banyak orang. Sampai-sampai kue sachertorte ini juga bisa dijumpai di Jerman. Kafe dan toko roti di Jerman juga kerap menjual kue ini. Kue rasa cokelat yang berbeda dari kue cokelat pada umumnya ini juga memiliki rasa yang khas sehingga disukai banyak orang.

Setelah puas menikmati area pusat kota Wina tempo lalu, kami pun bergegas mencari tempat untuk rehat sejenak. Sembari kaffeetrinken, kami bisa menikmati kue sachertorte. Memang kue ini selalu tersedia di segala musim. Anda juga bisa membawa pulang sebagai buah tangan. 

Pasta with Black Olive and Bacon: Makanan Khas Italia (9)

A following post is about pasta with black olive and bacon recipe. I have got this written recipe by a friend of mine who works in Italian restaurant. She is not Italian, but she made really delicious pasta. Instead of nationality, we learn that foods are the good way to introduce culture. Afterward I knew how cook pasta in the best way.

Makanan membawa persahabatan. Itu makna yang saya tangkap dari perkenalan saya dengan berbagai teman multi bangsa. Salah satunya, teman saya asal Ukraina. Dia sudah bekerja lama di restoran Italia. Jadi dia benar-benar paham aneka masakan dan kuliner khas Italia.

Suatu kali dia undang saya makan siang ke rumahnya. Saya pikir, saya akan mendapatkan makanan citarasa dari negeri asalnya. Saya salah. Dia sudah menyiapkan makanan khas Italia seperti yang saya tulis resep di bawah ini. Di era seperti sekarang ini, makanan tidak selalu mencerminkan kebangsaan. Kita bisa belajar dari pekerjaan atau berbagai informasi yang sudah terbuka luas.

Bahan yang diperlukan: 

  1. 200 Gram Pasta Penne
  2. 10 Gram keju parmesan yang sudah diparut atau diiris memanjang
  3. 50 Gram buah zaitun hitam
  4. 2 sendok makan minyak zaitun
  5. 5-8 lembar bacon
  6. 3 siung bawang putih cincang halus
  7. Garam dan lada secukupnya
  8. Air

Cara memasak: 

  1. Masak air hingga mendidih. Beri garam dan sedikit olive oil. Setelah mendidih, masukkan pasta penne. Masak hingga 8-10 menit. Itu artinya, jangan memasak pasta hingga empuk dan lunak!
  2. Setelah masak, tiriskan airnya. Singkirkan pasta sesaat!
  3. Panaskan wajan, masukkan minyak zaitun ke dalam. Tambahkan bawang yang sudah dicincang halus.
  4. Setelah harum, masukkan buah zaitun dan masak bersamaan.
  5. Potong lembar-lembar bacon dengan tangan dan masukkan ke dalam wajan. Tumis sesaat.
  6. Masukkan pasta penne dan campurkan bersamaan. Tambahkan garam dan lada.
  7. Masak sesaat. Matikan kompor dan hidangkan dalam wadah.
  8. Tambahkan keju parmesan yang sudah diparut ke atas pasta. Untuk keju parmesan, di supermarket telah tersedia yang sudah diparut langsung.

    Selamat mencoba!

    Ini Dia Tipsnya Buat Nasi Uduk Pakai Rice Cooker

    Coconut rice made by rice cooker.

    Coconut rice is one of traditional dish which made rice blended with coconut milk, lemon grass and bay leaves. We are used to call coconut rice as “Nasi Uduk” and literally easy to find in Jakarta, capital city of Indonesia. I have never been cooked “nasi uduk” in Indonesia yet.

    A few weeks ago I have invited some Indonesian friends to cook together at my house. We made coconut rice by rice cooker. To be honest, coconut rice should be cooked by steam drum.  By cooking, we discussed the lesson learned how to make the best “Nasi Uduk” next time. At least, we acquired some points. Finally food is always make friendship.

    ***

    Pertama, saya mau sampaikan selamat menjalankan ibadah puasa bagi pengunjung blog yang merayakannya. Semoga ibadah puasa diberi kelancaran dan membawa berkah. 

    Lanjut ke postingan tentang nasi uduk yang begitu dikenal di Jakarta dan sekitarnya. Kali ini saya berbagi pengalaman membuat nasi uduk pertama kali untuk saya dan teman-teman asal Indonesia di sini. Tak ada orang yang percaya bahwa saya bisa memasak nasi uduk di sini dengan rice cooker

    Adalah beberapa teman mahasiswa asal Indonesia yang bertandang ke rumah saya pada hari Sabtu malam. Kami sepakat untuk memasak makanan citarasa Indonesia seperti nasi uduk dan ayam goreng penyet. Andai ada restoran Asia di sini yang menyediakannya, pasti sudah saya beli. 

    Sejujurnya ini kali pertama buat saya dan teman-teman memasak nasi uduk. Di Jakarta misalnya saya terbiasa makan nasi uduk untuk sarapan pagi. Atau nasi uduk dihidangkan dengan pecel lele atau pecel ayam. Ini benar-benar favorit saya. Saya lebih memilih untuk membeli nasi uduk kesukaan saya di warung. Dalam benak saya, memasak nasi uduk pastilah repot dan lama. 

    Apa yang terjadi jika saya rindu makanan favorit seperti ini saat berada jauh dari tanah air?

    Saya undang teman mahasiswa asal Indonesia untuk memasak dan makan bersama di rumah. Saya sudah membeli semua bahan yang diperlukan. Tak ada satu pun dari kami yang ahli memasak, apalagi membuat nasi uduk. Jadi orang perantauan membuat kami harus belajar memasak. Dan akhirnya kami pun berhasil membuat menu yakni nasi uduk, ayam goreng penyet, lalap dan tahu goreng.

    Berikut cara memasak nasi uduk dengan menggunakan rice cooker.

    1. Siapkan beras, santan, daun salam, garam dan sereh. 
    2. Cuci beras. Masukkan beras di dalam wadah rice cooker.
    3. Beri air sebanyak 1 ruas jari, tambahkan santan, garam, sereh dan daun salam.
    4. Masak hingga tanak sekitar 30 menit.

    Dari percobaan menggunakan rice cooker, berikut tips yang perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

    1. Saya menggunakan beras langkorn asal Thailand. Warna dan tekstur beras tidak seperti yang diharapkan. Jika ada pilihan beras yang mirip atau sama seperti di Indonesia, bisa anda coba. 
    2. Rice cooker yang saya punya juga berbeda dengan rice cooker kebanyakan di Indonesia. Saya membelinya bukan di Indonesia. Sepertinya tidak tepat jika dibuat untuk membuat nasi uduk. Alhasil, bagian bawah nasi agak berkerak.

    Pada akhirnya saya belajar bahwa segala cara bisa dilakukan jika kita mau berusaha melakukannya. Makanan adalah cara mengobati rasa rindu tanah air. Meski tidak seperti yang diharapkan, setidaknya saya dan teman-teman bisa menikmati kebersamaan dalam nasi uduk.

    Apakah anda ada cerita lain soal nasi uduk?

    Pho Vietnamese Noodles: Makanan Khas Asia di Jerman (26)

    Continuing to Pho, Vietnamese noodles which explained in previously post through this link so I found another versions in Germany. As part of Asian authentic cuisine, Pho also sold out in restaurant. In seen picture below, you can see that pho is a kind of soup consisting with rice noodles, few herbs, onions, some leaves and sliced beef. A following post tells about two Pho’s in different places which found by assorted serving and flavours. 

    Mie Pho di kedai Asia di Haupbahnhof München.

    Mie Pho di kedai Asia di Passau.

    Jika anda berkunjung ke Vietnam, makanan di atas yakni Mie Pho tak asing lagi dijumpai. Pasalnya makanan ini seperti makanan meriah, murah dan mudah di dapat di pelosok Vietnam. Jangan tanya berapa kali saya makan saat di Ho Chi Minh City! Sampai-sampai saya pun berkunjung ke Mie Pho yang dikunjungi Presiden USA, Bill Clinton. Cerita saya dapat di cek di sini.

    Lain Vietnam lain pula di Jerman mengenai penyajian mie pho tersebut. Berjalan ke kota tua di Passau, saya mendapati restoran milik orang Vietnam. Saya memesan mie tersebut sembari menikmati suasana kota tua Passau nan cantik. 

    Mie pho yang saya pesan datang tiga puluh menit kemudian. Semangkuk mie dengan bihun putih, tauge panjang, daun bawang, daun seledri dan irisan daging sapi. Kuahnya pun tampak bening. Rasanya berbeda dengan mie pho yang pernah saya makan sebelumnya di negeri asalnya. Di Vietnam, saya akan menemukan daun basil dan daun ketumbar sebagai campuran.

    Ya sudah dinikmati saja sajian mie yang sudah dipesan. Sementara suami saya memilih minum kopi saja dan menikmati camilan kue. Rasa mie tidak terlalu kuat dibandingkan harapan saya. Hambar, sepertinya ada yang kurang. Akhirnya saya pun mengambil saus sambal agar lebih nikmat. Entahlah!

    Kemudian saya makin penasaran dengan mie pho. Saat di stasiun besar Munich, saya pun berhenti sesaat di kedai Asia. Wah, lagi-lagi mata saya tertuju pada Vietnamese Noodle. Saya pesan lagi. 

    Lima belas menit berlalu, si pramusaji yang juga merangkap kasir menyebut pesanan saya. Bergegas saya ambil mie pesanan saya. Semangkuk mie pho berukuran besar dengan kuah kecoklatan seperti menggairahkan untuk dinikmati.

    Jika kedua gambar mie disandingkan, maka anda bisa melihat perbedaannya. Bahwa mie yang baru saya pesan memiliki citarasa yang kuat dan enak. Ada rasa perpaduan aneka sayuran tidak hanya daun bawang dan tauge saja. Nikmat sekali! 

    Menyimak kedua gambar mie yang saya sajikan, anda akan pilih yang mana?

    Buat Bakso Sendiri, Siapa Takut!

    Meatballs.

    Bakso in Bahasa Indonesia is usually called Meatballs nor the meatballs soup. It is a such favorit dish in Indonesia literally easier to find in everywhere. I love eating bakso because it is so tasty and inexpensive. But how I lived years without “Bakso” when I lived away. This was an idea which had urged me making experiment. The first experiment was totally failed. Then I learned further how to make the right way “Bakso” at home. Finally, I done without regret. Thus, following post is a my recipe as my second experiment. 

    Happy Tuesday!

    ***

    Siapa sangka bisa membuat bakso sendiri karena merindukannya? Begitu ucapan ibu saya saat saya mengirim foto dan video singkat pembuatan bakso yang saya lakukan di rumah. Pasalnya, bakso adalah salah satu makanan favorit saya. Di Indonesia, makanan ini begitu populer dan mudah dijumpai. Dari Indonesia bagian barat hingga timur, semua mengenal bakso karena citarasa dan harganya yang terjangkau. 

    Apa yang saya lakukan jika saya rindu makan bakso saat jauh dari tanah air?

    Pada akhirnya saya pun berhasil membuatnya setelah melakukan kegagalan saat eksperimen pertama. Kegagalan saya saat percobaan membuat bakso dikarenakan komposisi tepung dengan daging tidak sesuai. Alhasil, percobaan kedua saya jadi tahu membuat bakso setelah dibantu oleh seorang teman Indonesia juga yang sedang studi di sini.

    Meski ada juga kuliner Jerman yang mirip dengan bakso, seperti yang ditulis di sini, namun rasa bakso asal Indonesia tidak terkalahkan menurut saya. Kata teman saya, bakso di Indonesia berasa nikmat karena adanya penyedap rasa. Setelah saya praktikkan buat bakso di sini, rahasia kenikmatan makan bakso sebenarnya berasal dari kualitas daging dan kuah bakso. 

    Langsung saja, saya bagikan pengalaman membuat bakso sapi dengan mie bihun.

    Bahan yang diperlukan: 

    1. 250 gram daging sapi giling.
    2. 2-3 sendok tepung tapioka.
    3. 4 siung bawang putih.
    4. 2 pak maggi fleischsuppe.
    5. Bubuk kaldu sapi (rindfleischbrühe).
    6. 1 bungkus mie bihun.
    7. Daun seledri.
    8. Bawang goreng.
    9. Garam dan merica.
    10. Air.
    11. Cabai merah dan tomat.
    12. Bawang goreng yang sudah jadi (Röstzwiebeln).

      Cara Membuat: 

      Pertama, bakso

      1. Rebus air 600-700 ml. Tambahkan 2 kotak maggi fleischsuppe. Tambahkan dua sendok teh kaldu sapi (rindfleischbrühe).
      2. Sambil menunggu air mendidih, buat adonan bakso. Siapkan wadah. Haluskan bawang putih dan merica. Kemudian campurkan bumbu tersebut di dalam daging giling. Hancurkan dengan baik. Tambahkan tepung tapioka. Beri garam!
      3. Hancurkan adonan dengan tangan hingga bercampur rata.
      4. Saat air mendidih, remas adonan dalam genggaman tangan. Keluarkan adonan dengan sendok sehingga berbentuk bulat! Masukkan dalam air mendidih.
      5. Masak hingga bakso berasa matang. Singkirkan sementara.

      Kedua, mie bihun

      1. Siapkan bihun dalam wadah. 
      2. Rebus air hingga merendam bihun.
      3. Saat air sudah mendidih, tuang ke dalam wadah bihun hingga terendam. 
      4. Setelah bihun sudah matang, tiriskan dari airnya. 

      Ketiga, daun seledri

      1. Cuci bersih daun seledri.
      2. Iris kecil-kecil daun seledri dengan baik.

      Keempat, sambal bakso

      1. Cuci bersih cabai merah dan tomat.
      2. Rebus cabai dan tomat dalam air hingga melunak.
      3. Tiriskan cabai dan tomat dari air.
      4. Hancurkan keduanya tanpa garam.

      Kelima, penyajian

      1. Siapkan mangkuk. Masukkan garam.
      2. Tambahkan bihun dan daun seledri.
      3. Masukkan bakso dan kuahnya.
      4. Tambahkan bawang goreng dan sambal, jika suka.
      5. Siap disajikan selagi panas.

      Bagaimana? Mudah ‘kan!

      Tortellini mit Tomaten-Sahnesoße und Spinat: Makanan Khas Italia (7)

      Creamy tomato and spinach tortellini.

      Berikut saya sajikan resep masakan dari Italia yang terkenal dengan ragam pastanya. Salah satu yang dibahas sekarang adalah tortellini. Sebelumnya saya juga mendapatinya di restoran Italia, yang saya ceritakan di sini. Bentuknya yang berbeda dari kebanyakan pasta lainnya, membuat tortellini memberi sentuhan yang berbeda.

      Tortellini semacam pangsit rebus, boleh dibilang begitu. Pasalnya dalam kantungnya sendiri terdapat sajian seperti daging atau sayuran. Jadi perhatikan sebelum anda membeli. Jika anda suka daging, pilih tortellini yang rasa daging sapi atau ayam. Setelah direbus untuk mematangkan tortellini, anda bisa menambahkan kaldu sapi atau ayam sehingga bisa menjadi sup. 

      Kali ini yang saya bahas adalah tortellini rasa sayuran yakni bayam. Anda pasti menduga bahwa makanan yang disajikan berikut benar-benar nikmat tanpa mengkonsumsi daging. Biasaya pasta disajikan dengan daging. Dengan tortellini rasa bayam dan tomat, sajiannya tak perlu khawatir berlemak. 

      Bahan yang diperlukan: 

      1. 200 gram Tortellini Spinat-Ricotta.
      2. 2 sendok makan minyak zaitun.
      3. 75 gram bayam (baby spinach).
      4. 100 gram krim.
      5. 75 gram tomat cherry.
      6. Garam dan merica.
      7. Air.
      8. 1 satu sendok teh tepung.
      9. 2 sendok keju yang sudah diparut, jika suka.

      Cara Memasak:

      1. Masak air 2,5 liter hingga mendidih. Beri garam sedikit. 
      2. Masukkan tortellini saat air sudah mendidih. Masak hingga matang kurang lebih 10 menit.
      3. Jika tortellini sudah matang, tiriskan dari airnya.
      4. Panaskan wajan, beri minyak zaitun.
      5. Tumis tomat cherry hingga empuk.
      6. Masukkan krim. Tambahkan bayam.
      7. Beri garam, merica dan sedikit tepung. Biarkan hingga mengental dan masak. Tambahkan keju parut jika suka.
      8. Masukkan tortellini dan masak beberapa saat.
      9. Saat sudah bercampur baur dan saus mengental, siap dihidangkan.

        Semoga anda suka!

        Tips Buat Bubur Kacang Ijo Bagi Pemula

        Green been porridge as my breakfast today.

        A following traditional dish comes from Indonesia which called “Bubur Kacang Ijo.” It is definitely such green been porridge as picture seen above. I cooked many times for breakfast because of sweet taste. Upon my various experiments, I’d share through this post the best suggestion how delicious to make own green been soup. When you make it for yourself, you will control how much sugar do you need. 

        So have a great day!

        ***

        Makan Bubur kacang ijo di Indonesia mungkin hal biasa karena mudah ditemukan. Menjadi hal luar biasa ketika makan bubur kacang ijo di luar Indonesia. Bubur yang kaya akan vitamin dan bergizi tinggi ini sangat saya rindukan. Alhasil saya pun mencobanya di rumah. Bubur kacang ijo itu ternyata bisa untuk sarapan pagi di sini.

        Berikut adalah tips membuat bubur kacang ijo bagi orang perantauan seperti saya. 

        Pertama

        Bagaimana pun cara anda memasak dengan panci atau rice cooker, sebaiknya rendam dulu kacang ijo yang dikehendaki dalam air semalaman. Saya pernah memasak kacang ijo tanpa direndam, alhasil saya menghabiskan banyak gas/listrik untuk membuatnya empuk.

        Kedua,

        Di sini tersedia aneka santan kemasan. Hanya saja suatu kali, saya sudah terlanjur membuka kemasan santan tanpa ada kesempatan memasak. Akhirnya saya menyimpannya di kulkas dan gunakan lagi untuk memasak kacang ijo. Alhasil bubur kacang ijonya berasa basi dan tak enak. Sebaiknya gunakan santan kelapa yang memang masih baru, tidak bekas.

        Ketiga,

        Gunakan gula merah atau gula pasir. Menurut saya, itu semua tergantung selera anda. Jika anda menggunakan gula merah maka pastikan anda perlu menghancurkannya terlebih dulu sehingga mencair saat dimasukkan dalam adonan bubur. Atau, anda bisa panaskan gula merah hingga benar-benar mencair. Sebelum dicampur ke dalam bubur, sebaiknya saring terlebih dulu gula merah yang sudah dipanaskan.

        Keempat,

        Kerap muncul pertanyaan, kapan sebaiknya memasukkan santan dan gula? Menurut saya, kita masukkan gula setelah 20-30 menit memasak bubur kacang ijo. Atau biarkan kacang ijo sudah berasa empuk dan pecah. Kemudian dilanjutkan santan. Sebaiknya tidak memasukkannya secara bersamaan di awal memasak kacang ijo.

        Kelima,

        Ini yang perlu dipertimbangkan saat anda memasak kacang ijo dengan rice cooker. Mungkin anda perlu memasaknya hingga satu jam. Itu pengalaman saya agar kacang ijo benar-benar empuk.

        Jika anda suka bubur kacang ijo, sebaiknya anda membuatnya sendiri. Mengapa? Anda bisa mengatur seberapa banyak manis yang diperlukan. Anda juga bisa mengontrol pemilihan gula dan kacang ijo yang benar-benar berkualitas.

        Semoga bermanfaat!

        Lahmacun, Pizza ala Armenia: Makanan Khas Timur Tengah (1)

        Lahmacun atau Lahmajoun.

        The following is called lahmacun, a such of meat pie. When we heard pizza, it is always related with Italy as origin country. Despite of that, I found  the other Pizza as known “Pizza Armenia.” This dish is also famous in Turkey, Lebanon and Syria.



        ***

        Jika anda mendengar kata ‘Pizza’ pastinya pikiran anda melayang ke negeri Italia. Mengapa? Italia dikenal sebagai negara yang mempopulerkan pizza sebagai kuliner yang sekarang sudah mendunia. Di Indonesia, pizza dikenal tua-muda dan siapa saja. Baca juga, 7 kuliner yang patut dicoba di Italia.

        Ternyata ada juga pizza di negara lain, seperti yang pernah saya temui di Shenzen, Tiongkok. Serupa dengan di Tiongkok, lahmacun juga memiliki tekstur dan rasa yang serupa. Bahkan menurut teman saya, orang Armenia bahwa cara pengolahannya pun sepertinya sama yakni dipanggang dalam tungku api. Lahmacun atau juga bisa disebut lahmajoun, semacam pizza dari Armenia. Mungkin cara pembuatan dan bahannya mirip seperti pizza yang dipopulerkan di Italia. 

        Lahmacun disajikan seperti pizza pada umumnya atau tidak digulung. Dalam daftar menu, gambar lahmacun seperti pizza pada umumnya, tidak digulung. Hanya saja si penjual yang menjajakannya membuatnya seperti döner, kuliner dari Turki yang juga populer sebagai street foods di sini. Si penjual berharap sajiannya praktis untuk segera dinikmati sebagai jajanan atau street foods. Karena semua pelanggan yang membeli memang tidak makan di tempat. 

        Setelah memesannya, ada dua orang yang mengolahnya. Pertama, orang yang bertindak membuat adonan roti yang dipipihkan kemudian diletakkan dalam tungku api seperti layaknya pizza. 

        Orang pertama ini juga bertindak sebagai kasir. Setelah matang, orang kedua meletakan isi dari lahmacun yakni mengolesinya dengan bumbu dan menyelipkan daging di dalam. Isian selanjutnya adalah salat sayuran seperti layaknya döner pada umumnya.

        Setelah semua lengkap dengan isi sesuai permintaan pelanggan juga, maka lahmacun pun siap digulung. Agar tetap hangat, mereka menggulungnya dengan kertas alumunium foil. Soal rasa, silahkan ditebak! 

        Semoga bermanfaat!