Crema de guisantes, Sup Hijau: Makanan Khas Spanyol (2)

Crema de guisantes.

Food makes friendship. This proverb urges me to know some people accros nations in the world. One of them is a friend who comes from Spain and had known each other in class.  When I introduced myself, she was enthusiastic to invite me coming home. Two years ago, she and her spouse had been in Indonesia a couple of months to explore the entire Sumatera island.

When I was at her home, she cooked the Spain dishes, Crema de guisantes as recipe written below in Bahasa Indonesia. We spoke a lot about Indonesian culture and surely I learned a bit of Spanish language. 

Okay, Have a great day!

****

Teman kelas saya adalah seorang perempuan berkebangsaan Spanyol. Dia bersama pasangannya menetap di Jerman. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang ramah, apalagi saat dia mengetahui saya berasal dari Indonesia. Rupanya, dia dengan pasangannya pernah tinggal di Indonesia selama dua bulan mengitari pulau Sumatera. 

Kami berbicara banyak tentang Indonesia. Sebaliknya, saya pun mengenal sedikit demi sedikit tentang Spanyol di mata mereka. Salah satunya adalah kuliner.

Kuliner berikut yang disajikan kala mereka mengundang saya makan bersama. Ini adalah semacam sup hijau hangat yang terbuat dari kacang polong. Namanya adalah Crema de guisantes, yang konon tepat disajikan di musim dingin seperti sekarang. Kondisi tubuh harus tetap dijaga dengan mengkonsumsi makanan sehat dan hangat seperti sup ini.

Cara membuatnya mudah dan sederhana sekali. Mungkin anda bisa praktikkan di rumah. Oh ya, sebagai tambahan sup disajikan dengan roti gandum dan keju di atasnya. Lalu ada salat sayuran sederhana. Semua menyehatkan agar musim dingin bisa tetap sehat.

Bahan yang digunakan:

  1. 400 gram Kacang polong.
  2. 1 liter susu cair.
  3. 2 siung bawang putih.
  4. Maggi kaldu.
  5. Lada.
  6. Minyak zaitun.
  7. 0.5 Liter air.
  8. Paprika bubuk.
  9. Garam.

Cara membuatnya: 

  1. Cincang bawang putih.
  2. Panaskan panci. Tambahkan minyak zaitun dan tumis bawang putih.
  3. Masukkan kacang polong. Masak beberapa saat.
  4. Hancurkan kacang polong dengan blender atau alat penghancur lainya. 
  5. Masukkan susu. 
  6. Tambahkan air kira-kira setengah liter. Masak dalam api kecil dan sembari diaduk-aduk.
  7. Beri kaldu MAGGI, lada dan sedikit garam.
  8. Masak hingga mengental dan matang. 
  9. Taburi sup dengan paprika bubuk.

Mudah bukan? Untuk salatnya, hanya irisan tomat dan kol. Lalu beri garam, gula dan sedikit cuka. Tambahkan 2 sendok air agar merendam semua sayuran. Selesai dan siap disajikan.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Masakan Yunani – Mediterania: Restaurant Agora II, Rekomendasi Tempat (14)

Souvlaki.

Leberpfanne.

Salat pembuka.

Ouzo, minuman pembuka.

Halwas, hidangan penutup.

Di hari minggu, suami ajak untuk menikmati masakan Mediterania yang letaknya ada di depan Gereja Katolik di wilayah Niederbayern. Nama restoran tersebut adalah Agora II, yang mengklaim spesial hidangan ala Yunani dan Mediterania.

Banyak orang yang datang menikmati makan siang di situ. Sepertinya mereka menyukai sajian di sana. Suasananya yang hommy dan buat siapa saja betah menikmati makanan. 

Kami disambut ramah dengan pramusaji yang membawa buku menu yang hendak dipesan. Seperti biasa kami pesan minuman, sambil melihat-lihat buku menu. 

Tak lama pramusaji membawakan spezi untuk suami dan teh bunga kamila untuk saya. Lalu kami juga mendapatkan sajian salat pembuka. Salat pembuka ini berisi aneka sayuran dengan rasa asam menyegarkan. Kemudian pramusaji mencatat pesanan kami. 

Selang beberapa menit, kami dapat minuman pembuka sebagaimana yang selalu dihidangkan di restoran Yunani pada umumnya. Ya, ouzo yakni semacam schnaps yang hangat di tenggorokan.

Suasana restoran.

Hidangan utama pun datang. Pertama adalah Suvlaki dengan saus zaziki. Zaziki juga bisa disebut Tsatsiki. Ini semacam sourcream dengan rasa bawang putih. Sementara souvlaki adalah daging panggang khas Mediterania yang berbumbu. Cara makannya tentu dicelupkan dengan sausnya. Side dishes suami adalah djuvecreis.

Kedua, pesanan berikutnya adalah leberpfanne. Ini semacam cah hati sapi dengan saus paprika yang kental. Tidak pedas dan enak juga. Side dishes untuk makanan ini adalah kentang goreng.

Semua begitu pas di lidah dan di perut. Kami masih belum ingin beranjak sementara tamu datang dan pergi meramaikan suasana makan siang saat itu. Akhirnya kami sepakat memilih dessert dengan sesuatu yang manis.

Halwas adalah nama yang tertulis di buku menu. Ini bukan es krim karena cuaca di luar yang dingin sekitar minus 2 derajat. Tetapi semacam kue khas Mediterania dengan rasa coklat dan kacang berbaur jadi satu. Lalu ada tambahan rasa siraman saus lemon yang kental. Enak sekali!

Begitulah, hasil kunjungan kami ke sini. Semoga bermanfaat!

Schweinemedaillons mit Spätzle: Makanan Khas Jerman (26)

Berikut salat yang disajikan:

Makanan berikut disajikan di salah satu restoran ternama di pusat kota Nuremberg. Makanan ini terdengar lezat saat pramusaji menjelaskan pada saya. Itu sebab saya memesannya. 

Sebelum makanan utama dihidangkan, pramusaji menghidangkan dua salat berbeda. Entah mengapa? Salat pertama hanya terdiri irisan timun dan wortel lalu diberi taburan seledri. Rasanya seperti asin, manis dan asam bercampur jadi satu. 

Salat kedua isinya sayuran seperti kol merah, kol putih, paprika yang diiris kecil dan sedikit irisan wortel. Rasanya sedikit berbeda dengan salat pertama. Paling enak disantap bersama makanan utama tentunya.

Makanan utama yakni schweinemedaillons mit spätzle. Sebelumnya saya sudah pernah mengulas spätzle dan mengolahnya. Silahkan cek di sini

Ini semacam mie telor bila di Indonesia, hanya saja komposisi dan bentuknya berbeda. Mie ini cukup dikenal di wilayah Swiss, sebagian Jerman dan Austria.

Cara membuatnya pun mudah. Masak air hingga mendidih, tambahkan garam dan sedikit mentega. Setelah mendidih, masukkan spätzle, yang bisa dibeli di supermarket. Masak hingga 15-20 menit lalu tiriskan airnya.

Selanjutnya, pilih daging babi fillet dan beri garam dan merica di kedua sisi. Agar rasanya pas, perlu diberi brendi. Setelah berwarna kecoklatan dan matang, singkirkan sementara. Untuk sausnya, tumis jamur dan bawang merah di dalam wajan. Tambahkan anggur putih dan krim hingga mendidih.  

Sajikan bersamaan dengan spätzle dan letakkan daging di atasanya. Siram dengan saus. Siap disajikan.

Semoga bermanfaat!

Bakmi Goreng und Nudeln Gebraten Huhn – Krabben: Makanan Asia di Jerman (18)

Makanan Indonesia seperti nasi goreng dan bakmi goreng ternyata cukup populer diminati oleh masyarakat di sini. Terbukti kedua menu tersebut ada dalam daftar menu di restoran atau kedai Imbiss Asia. 

Begitu pengalaman saya di sini dan teman-teman setelah kami memutuskan makan di restoran Asia. Mereka yang penasaran dengan masakan Asia pun luluh dengan rasa makanan yang tak pernah dicoba sebelumnya. 

Kedua teman saya memilih untuk menikmati mie atau yang biasa disebut nudeln dalam bahasa Jerman. Untuk bakmi goreng memang tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Cukup diberi deskripsi isi sajian makanan tersebut. Sementara mungkin masakan Asia lainnya memang diterjemahkan dalam bahasa Jerman.

Pertama, bakmi goreng

Bagaimana menurut anda berdasarkan tampilan foto? Apakah terlihat cukup enak? 

Bakmi goreng ini seperti layaknya bakmi goreng di Indonesia pada umumnya. Ada isian aneka sayuran dengan tambahan telur dan udang di dalam. Menurut saya rasa bakmi ini agak manis. Sepertinya menggunakan kecap manis sebagai penguat rasa. 

Hal menarik dalam mie ini adalah kacang polong. Apakah ini variasi rasa? Saya sendiri tidak tahu.

Kedua, nudeln gebraten hühn-krabben

Makanan selanjutnya yang memang hampir serupa adalah sejenis mie goreng juga namun berbeda bumbu dan isian.

Dalam bahasa Jerman, bakmi goreng bisa dikatakan “nudeln gebraten” bahkan mie yang digunakan sama persis dengan bakmi goreng. Isian di dalam juga seperti sayuran dan telur juga ada.

Sesuai nama menunya yakni Hühn dan Krabben, maka bakmi ini menggunakan suwiran daging ayam dan kepiting. Rasanya asin dan gurih seperti layaknya mie seafood. Ini tidak semanis bakmi goreng dari Indonesia.

So, ada pendapat?

Balkan Spezialitäten, Grillplatte für Zwei: Kroatian Grill, Rekomendasi Tempat (13)

Grillplatte mit Djuvecreis und Pommes.

Grillplatte für zwei.

Djuvecreis.

Apakah anda pernah mencicipi masakan khas dari wilayah Balkan? Disebut “Balkan” adalah mereka yang tinggal di semenanjung Balkan. Salah satu negaranya adalah Kroasia. 

Kali ini saya ajak anda menikmati makanan khas Kroasia, dengan masakan yang biasanya disebut khas dari Balkan. Saya direkomendasikan teman asal Kroasia untuk mencicipi restoran ini. Sebenarnya sudah lama saya melihat beberapa Imbiss di Jerman mengklaim masakan “Balkan” namun saya belum sempat mencicipinya.

Akhirnya suami menawarkan untuk mencicipi restoran Kroasia yang baru buka, namanya Kroatian Grill. Mengapa tidak? Sudah lama saya ingin mencicipinya cuma belum ada kesempatan. 

Kami memesan Grillplatte für zwei dengan side dishes adalah kentang goreng (Pommes) dan nasi paparika (Djuvecreis). Pesanan kami ini adalah daging yang dipanggang terdiri atas, daging steak, bacon, hati sapi dan cevapcici

Hal yang menarik dan khas kuliner Kroasia adalah cevapcici. Yakni daging sapi yang digiling dan dibentuk menyerupai sosis. Boleh dibilang ini sosis dari Kroasia menurut saya. Lalu ada sambal, yang menurut saya tidak setiap restoran di Eropa menyediakan sambal dalam kulinernya. Sambal ini tidak pedas dan memang dicolek dengan daging jika suka.

Ini sudah membuat saya dan suami kenyang bukan main. Lalu side dishes-nya ada kentang goreng biasa dan nasi pedas. Nasi ini pernah saya bahas di sini. Jika anda mampir ke restoran Yunani, nasi pedas atau Djuvecreis juga bisa dijumpai. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/30/hahnchenbrustfilet-mit-reis-und-salat-makanan-khas-yunani-2/

Harganya untuk berdua masih terjangkau. Kami tak perlu dessert atau makanan penutup lagi karena perut kami sudah tak ada tempat lagi. 

Slivovic.

Suasana restoran.

Selesai piring diangkat pramusaji, dia menyajikan dua minuman penutup khas Kroasia. Jika di restoran Yunani, kita biasa mendapatkan Ouzo atau di restoran Asia maka kami juga mendapatkan schnaps. Saya pernah ulasannya di siniAtau bila kita makan di restoran khas Hungaria, maka kita mendapatkan Pàlinka. Di Kroasia, minuman khas ini disebut Slivovic

Baca https://liwunfamily.com/2018/02/10/palinka-minuman-alkohol-tradisional-khas-hungaria/

Semoga bermanfaat!

Kuliner Perlu Dicoba Saat Berada di Nuremberg, Jerman

Nuremberg atau Nürnberg dalam bahasa Jerman cukup dikenal publik. Konon wilayah ini sebagai kedua terbesar setelah Munich di Bundesland Bavaria. Nuremberg pun termasuk destinasi wisata bagi mereka yang ingin mengenal budaya dan tradisi, yang biasa menyebut diri mereka sendiri sebagai Fränken. 

Kunjungan saya pun pastinya diselipkan dengan wisata kuliner. Jika anda ke Nuremburg, coba rekomendasi kuliner yang saya alami di bawah ini.

Rostbratwürste 

Sosis panggang dan sauerkraut.

Suasana restoran yang cukup padat dan ramai pengunjung.

“Drei im Weckla” yang juga dibawa pulang yakni roti semmeln dan tiga sosis panggang.


Menurut penjelasan tour guide, rostbratwürste yang dikemas dengan roti semmeln dan tiga sosis panggang merupakan kuliner terkenal di sini. Biasa disebut “Drei im Weckla” semacam roti dan tiga sosis. 

Berdasarkan literatur gastronomi tentang resep sosis pertama kali di Jerman ditemukan di Nuremburg pada tahun 1313. Meski sudah ada jauh sebelumnya, namun di Nuremburg resep sosis dipanggang sudah tertulis dalam dokumentasi resep.

Kami mencicipi di salah satu restoran khas Fränken dan cukup populer karena berada di Altstadt (kota tua). Restoran ini penuh dan ramai oleh pengunjung baik mereka sebagai penduduk setempat maupun turis seperti kami. 

Nama restoran tersebut adalah Bratwursthäusle. Sajian utama dan populer adalah sosis panggang yang pastinya berbeda dengan kebanyakan sosis pada umumnya di wilayah Bavaria. Sosis ini dipanggang dengan rasa yang enak sekali. Untuk menyantapnya, sosis panggang bisa disajikan dengan roti semmeln atau sauerkraut.

Fränkischer Sauerbraten 

Sauerbraten.

Restoran tempat saya menikmatinya.

Masih ingat artikel sebelumnya tentang sauerbraten di sini? Sauerbraten merupakan kuliner Bavaria yang cukup populer dan disukai bagi penduduk di sini. Meski Nuremberg masih dalam wilayah Bavaria, rupanya sauerbraten milik mereka punya rasa dan selera berbeda.

Kami mendapatinya di salah satu restoran ternama di dekat Rathaus dan menyediakan makanan khas Nuremberg. Saya pun memilih sauerbraten untuk membuktikkan perbedaan sauerbraten yang biasa saya makan pada umumnya di sini. 

Menurut saya, perbedaan pada sausnya yang terlihat kental dan lebih gelap. Saya mencicipi sausnya, namun saya pikir ada rasa anggur merah di dalamnya. 

Glühwein 

Glühwein begitu mudah ditemukan di sini meski tidak sedang di pasar Natal, Christkindlmarkt. Minuman ini memang jadi ciri khas di pasar menjelang Natal sebagaimana yang pernah ditulis di sini. Nuremberg sendiri menurut berbagai informasi memiliki Christkindlmarkt terbesar dan pertama di Jerman.

Bisa jadi alasan ini yang mendorong glühwein di sini juga populer dicicipi. Saya pun memesannya di sini yang katanya terasa enak.

Lebkuchen 

Contoh kue lebkuchen.

Sejarahnya ada di sini.

Apalagi hal yang paling tepat dinikmati di Jerman jika bukan kue jahe atau Lebkuchen. Kue ini bisa dibeli dengan mudah seantero Jerman. Begitu populernya kue ini dijual di kedai manisan setiap ada festival di sini, namun sejarah panjang mencatat Nuremberg sebagai pencetusnya.

Kue yang bisa dibentuk hati atau dibuat seperti rumah-rumahan misalnya begitu digemari tidak hanya saat Natal tiba. Anda bisa mendapati toko roti pertama dan mengklaim sebagai perintisnya ada di pusat kota Nuremberg.

Semoga bermanfaat! 

Blaukratwicker: Makanan Khas Jerman (24)

Makanan yang disukai suami tentu adalah kuliner tradisional Jerman yang tidak melulu daging. Berikut adalah salah satunya, Blaukrautwicker

Apa yang anda pikirkan setelah melihatnya di foto?

Blaukraut sebenarnya adalah kol merah. Kol ini dibentuk seperti mangkuk kecil dan diberi isian berupa nasi dan daging sapi giling. Lalu nasi dan daging sapi giling ditanak bersama kaldu sapi. Setelah 15 menit, masukkan dalam mangkuk kol merah. Padatkan sehingga isinya penuh. Masak lagi dalam panci berlubang atau dandang dalam waktu 10 menit.

Mashed potato atau kentang tumbuknya sedikit berbeda. Selain diberi taburan pemanis daun seledri, sebenarnya kentang yang dihaluskan dicampurkan bersama daging ham. 

Hmm, penasaran?

Kolbàzs, Sosis Lokal dari Hungaria

 

 Kolbàzs, Sosis asal Hungaria.

Kobàlsz yang dijual di supermarket.
Seorang teman asal Hungaria mengajak saya main ke apartemennya. Begitu tahu saya berasal dari Indonesia, dia bermaksud untuk mengenalkan saya pada kakaknya yang pernah tinggal di Indonesia selama satu setengah tahun. Jadi kami berbicara banyak soal kuliner Indonesia yang juga ternyata suka ditulisnya di blog pribadinya.

Suatu saat saya pun harus menjamu kembali dengan “soto ayam” yakni kuliner kesukaan kakak dari teman saya ini. Saat ini saya sedang belajar bagaimana membuat soto ayam yang enak karena pada dasarnya saya tidak memasaknya.

Berlanjut dari kunjungan saya ke tempatnya, saya pun mendapatkan perkenalan baru soal kuliner asal Hungaria. Saya penasaran dan juga ingin tahu sehingga mencicipinya.

Sebagaimana yang pernah saya tulis, dari berbagai kunjungan maka saya mendapati aneka bentuk sosis sebagai makanan lokal. Seperti yang ditulis di sini.

Jika melihat bentuknya, kolbàzs seperti sosis di Jerman pada umumnya. Teman saya menyatakan bahwa kolbàzs adalah sosis ala Hungaria. Sosis ini seperti di Jerman pada umumnya, melalui suatu proses untuk mengolah dan mematangkannya dengan direbus atau diasap. Kemudian digantungkan sebelum penyajian.

Kolbàzs bisa dimakan secara langsung seperti layaknya kalt essen di Jerman. Karena pada dasarnya juga sudah masak. Kali ini saya mengikuti kebiasaan teman untuk menyantapnya dan dikonsumsi langsung, tanpa diolah lagi. Ini seperti saya menyantap kalt essen.

Teman saya sudah memotong sosis menjadi irisan kecil. Lalu dia menambahkan bawang merah yang sudah diirisnya. Untuk menyantapnya, makan sosis bersama bawang merah lalu kemudian roti tawar agar rasanya sempurna. Hmm, saya pun mencobanya. Tanpa bawang menurut saya rasanya terlalu berlemak.

Apakah anda tertarik mencobanya? 

Bayerischer Schmorbraten Vom Angusrind, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Melanjutkan rekomendasi tempat sebelumnya, maka kali ini bercerita tentang pesanan suami saya. Kami berdua makan siang di restoran Schillerhof, restoran kuliner khas Bavaria.

Suami saya memesan makanan khas Bavaria, namanya Bayerischer Schmorbraten vom Angusrind. Ini seperti roulade yang pernah saya tuliskan sebelumnya. Bedanya adalah side dishes yang digunakan yakni roulade dengan nudeln atau pasta pada pos sebelumnya. Sedangkan pada pesanan suami di restoran ini adalah Reibeknödel, semacam mashed potato

Mengapa dia memesannya? Dia mendapatkan rekomendasi untuk mencobanya di restoran ini yang konon banyak dipesan dan disukai oleh banyak orang. Suami pun tertarik untuk mencicipi menu ini.

Untuk mencicipinya, ada tambahan Blaukraut yang juga enak. Begitu enaknya makanan ini hingga suami saya tidak menawari saya untuk mencicipinya seperti biasanya. 

Blaukraut ini semacam sauerkraut, bedanya adalah kol yang digunakan yakni berwarna putih. Sedangkan blaukraut, menggunakan kol merah. Mengolahnya pun sedikit berbeda. Blaukraut berasa asam manis sedangkan sauerkraut berasa gurih asam.

Suami saya awalnya memesan minuman spezi, ini juga minuman sejenis coca cola yang dicampur orange soda. Saya pikir minuman cola mix mungkin hanya ada di Jerman. Penyajiannya pun dimasukkan irisan lemon di dalam. 

Setelah menyantap makanan, dia pun tertarik mencicipi capuccino. Hmm, wangi kopi yang dihidangkan membuat kami betah berlama-lama ngobrol di situ.

Semoga bermanfaat!

Schweinerücken Vom Grill, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Schweinerücken vom Grill. 

Kembali lagi rekomendasi makanan tampil dengan kuliner khas Bavaria. Saya dan suami mampir di restoran yang katanya enak dan sudah lama disukai oleh banyak orang di sekitar. Begitu disukai sehingga restoran ini juga kerap dipenuhi pengunjung, mungkin perlu reservasi juga. Beruntung kami datang, masih ada tersedia tempat buat kami berdua. 

Suasananya benar-benar nyaman dan terlihat moderen ketimbang restoran tradisional lainnya. Pengunjung datang dengan keluarga atau berpasangan, begitu ramai di sekitar kami duduk. Nama restoran tersebut Schillerhof, Bad Fussing. 

Saya memesan menu untuk seniorenteller. Jika anda seperti saya, yang tidak suka makan dalam porsi besar pada umumnya, maka anda bisa memesan porsi untuk para senior atau orang yang sudah lanjut usia. Atau pilihan lain adalah porsi untuk anak-anak karena juga biasanya porsinya tak besar. 

Nama menu yang saya pesan adalah Schweinerücken vom Grill. Ini semacam cordonbleu menurut saya hanya saja dipanggang dan diberi saus yang lezat. Sausnya adalah lauch-schinken sauce irisan daging ham dengan saus yang kental. 

Nah, biasanya di restoran tradisional Jerman, diberikan kentang atau roti sebagai side dishes. Hal menarik di menu ini adalah kroket atau dalam bahasa Jerman krakotten. Ini adalah kentang yang dicampur dengan tepung dan diolah memanjang dan dilumuri tepung roti. Menurut saya, ini enak!

Tambahan lain dari menu saya adalah bunten salatteller. Masih satu paket dengan pesanan saya adalah salat yang terlihat berwarna-warni seperti kol putih, daun salada air, mentimun dan wortel. Rasanya manis dan asam bercampur jadi satu. 

Saya suka semuanya. Pesanan saya benar-benar enak. Awalnya saya meminta secangkir teh panas karena di luar dingin sekali. Setelah makan, saya masih ingin berlama-lama sambil menemani suami bertemu kolegannya. Akhirnya saya mencoba Schokoccino. Ini semacam latte macchiato yang ditambahkan bubuk cokelat di dalam kopi. Rasanya juga sama enak dan membuat saya semakin betah duduk. 

Untuk pesanan suami, akan dibahas pada pos selanjutnya.