Kreasi Sendiri (37): Pepes Ikan Salmon Trout, Dibungkus Daun Pisang dan Bergizi Tinggi

Pepes ikan buatan sendiri.

Ikan adalah salah satu pangan bergizi tinggi, apalagi jika ikan yang saya gunakan pada makanan berikut adalah ikan salmon trout. Ikan bisa menjadi pilihan kreasi menu agar tidak melulu makan daging. Itu sebab saya mencari tahu bagaimana membuat pepes ikan karena persedian daun pisang saya masih tersedia. Anda tentu tahu bahwa daun pisang itu tak mudah ditemukan di tempat tinggal saya sekarang.

Muncul ide membuat pepes ikan karena saya sudah lama sekali tidak makan pepes ikan. Jangan berharap pepes ikan mujair atau pepes ikan mas karena itu semua tidak ada di sini. Saya hanya menemukan ikan salmon trout. Rupanya ikan jenis ini hidup juga di perairan Indonesia loh. Ikan ini tergolong rendah kalori dan kaya protein. Jadi mengapa tidak mencoba pepes ikan di Jerman.

Bahan yang diperlukan

  1. Ikan salmon trout 10 kg
  2. Daun pisang
  3. Daun basilikum (=kemangi) 2 kantong
  4. Tomat besar 3 buah
  5. Cabai 4 buah
  6. Bawang merah 2 siung
  7. Bawang putih 5 siung
  8. Sereh
  9. Daun salam
  10. Kunyit
  11. Sedikit jahe
  12. Kemiri
  13. Garam

Langkah membuatnya

  1. Bersihkan ikan dengan baik. Potong ikan menjadi lebih kecil.
  2. Haluskan bumbu yakni cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, sedikit jahe, garam dan kunyit.
  3. Siapkan kemangi dan tomat diiris lebih kecil.
  4. Taruh ikan dalam wadah. Bumbui ikan dengan bumbu yang dihaluskan, tambahkan sereh yang dipotong menjadi beberapa bagian dan daun salam.
  5. Siapkan daun pisang. Bersihkan daun pisang dengan baik.
  6. Taruh di atas daun pisang, tomat dan daun basil. Kemudian letakkan potongan ikan yang sudah dilumuri bumbu halus. Beri sereh dan daun salam.
  7. Kukuh selama 20-30 menit atau hingga matang.
  8. Anda juga memanggangnya sebentar di pemangggang teflon selama dua menit, atau air kering.
  9. Silahkan dinikmati selagi hangat dengan nasi dan lalapan.

Ternyata ikan pepes begitu mudah dibuat asal ada niat belajar mencoba memasaknya. Jika saya bisa, tentu juga anda pasti bisa membuatnya di rumah. Ssstt, ini pertama kali dalam hidup saya membuat pepes ikan.

Selamat mencoba di rumah!

Makanan Khas Jerman (65): Camembert Burger, Burger Rasa Keju Buat Cheese Lovers

Burger tampak atas.



Burger tampak samping.

Burger adalah salah satu makanan di Jerman yang sebenarnya bukan berasal dari sini. Seperti yang pernah saya sampaikan ada tiga makanan populer di sini yang begitu mudah dijual tetapi bukan makanan khas Jerman. Ada pizza, donner dan juga burger. Ketiganya menjadi makanan meriah dan murah untuk dibeli padahal ketiganya memang bukan makanan tradisional negeri sosis ini.

Saya juga bukan pecinta burger tetapi sesekali saya mencobanya setelah kenalan saya mengajak makan siang di salah satu kafe yang baru buka. Setelah saya melihat menu yang disediakan, pilihan saya jatuh pada burger camembert. Deskripsi burger dijelaskan bahwa burger berisi camembert keju yang digoreng, salad sayuran dan preiselberee. Ini membuat saya penasaran dengan rasa burger keju ini. Bagaimana dengan anda?

Pesanan datang dalam porsi yang cukup besar sebagaimana anda lihat. Ada kentang goreng dan salad sayuran untuk melengkapi menu yang saya pesan. Wah, makan kentang goreng saja sudah cukup mengenyangkan untuk saya. Ditambah lagi burger keju yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Camembert berasal dari nama salah satu wilayah di Prancis, yang banyak memproduksi susu sapi. Susu sapi ini menjadi bahan utama pembuatan keju camembert ini. Sebagaimana anda tahu, saya kenal beraneka macam keju setelah tinggal di Jerman. Camembert ini keju yang lembut dan moist, dan punya tekstur yang berbeda dari kebanyakan keju lainnya. Di supermarket di sini, saya bahkan bisa memilih keju camembert yang rendah fett juga.

Camembert menjadi keju yang populer karena keju ini yang lembut, tak berbau dan creamy bila dilelehkan. Umumnya camembert disajikan dalam makanan kalt essen sebagai pendamping salami, daging ham atau bacon. Rasanya yang gurih menurut saya menjadi enak sebagai pendamping kalt essen di Jerman.

Keju Camembert.

Bagaimana dengan camembert dijadikan burger?

Camembert menjadi kreasi burger setelah burger juga memberikan cheeseburger sebagai pilihan rasanya. Burger tentu bisa dikreasikan sesuai pilihan pemesan. Apalagi rasa creamy keju camembert membuat burger ini cocok dijadikan pilihan bagi pencinta burger.

Pertama camembert diolah seperti membuat schnitzel. Camembert dilumuri tepung roti kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan. Untuk menikmatinya, camembert di Jerman perlu saus preiselberee yang diambil dari buah sejenis strawberry dengan buahnya yang kecil, berwarna merah dan rasanya asam. Saus ini diracik khusus untuk melengkapi rasa camembert burger di sini.

Jika anda penyuka cheeseburger, maka anda perlu mencoba camembert yang sekarang populer di beberapa negara maju. Camembert burger tiap negara tersebut punya varian berbeda untuk meracik isian hingga sausnya.

Amsterdam (1): 3 Jajanan Kekinian yang Buat Penasaran Enaknya

Tebak, apa ini?
Orang mengantri untuk membeli jajanan kekinian dan mengabadikannya di media sosial.

Amsterdam sebagai ibukota Belanda, sudah sering menjadi destinasi wisata orang Indonesia. Tak heran saya kerap berjumpa dengan wisatawan asal Indonesia dalam perjalanan liburan saya yang singkat di salah satu kota terbesar di negeri kincir angin tersebut. Meski ini bukan kali pertama berkunjung ke sini, tetapi ini pertama kali saya mendokumentasikannya lewat tulisan. Seperti soal street foods yang mungkin menarik untuk dicoba saat anda datang ke sini.

Kroket kekinian (kanan) dijual pakai mesin otomatis.

1. Poffertjes

Pancake asli Belanda ini wajib dicoba.

Poffertjes mungkin tak asing lagi bila anda pernah menikmati sebelumnya. Saya sendiri pernah memesannya di salah satu kafe dimana sang pemilik berkewarganegaraan Belanda dan menetap di Indonesia. Poffertjes yang saya kenal saat itu adalah semacam pancake yang ditaburi gula icing atau gula bedak. Poffertjes itu pasti manis dan bisa dikreasikan sesuai pesanan.

Tiba di Amsterdam, poffertjes menjadi jajanan yang bisa dibeli. Meski ada juga pancake semacam crepes atau pfannkuchen yang disebut dalam bahasa Jerman. Namun poffertjes itu adalah pancake asli Belanda. Poffertjes ini saya pesan di salah satu kafe di area toko bunga dan sovenir. Teksturnya lembut, manisnya pas ditambah selipan butter sehingga aroma kue benar-benar terasa selagi hangat.

Dalam sejarahnya dikatakan poffertjes ini dibuat oleh Belanda bagian Selatan yang dulu banyak dianut masyarakat beragama Katolik. Bentuk poffertjes bulat, sedikit tawar dan sedikit berwarna putih bila diberi gula bedak maka ini mengingatkan pada bentuk komuni dalam misa kudus. Itu sebab kafe yang menjual poffertjes asli ini memajang patung Bunda Maria di sudut kafe. Kafe ini selalu ramai pengunjung dari berbagai belahan dunia. Anda bisa melihat aneka foto dan testimoni soal kuliner pancake yang mereka sajikan.

2. Frite fries (Kentang goreng)

Kentang goreng itu dijual di pusat kota Amsterdam.

Jajanan kedua yang sedang populer di ibukota negeri kincir angin adalah pommes dalam bahasa Jerman. Ya, kentang goreng yang sepertinya biasa kita nikmati di restoran. Kini kentang goreng itu dinikmati dengan aneka saus, tak hanya saus sambal saja. Ada saus mayonnaise, saus kari sampai saus sate segala. Katanya, anda wajib makan kentang goreng buatan negeri kincir angin karena kentang produksi mereka berkualitas baik.

Saya tak menyangka di pusat kota, ada sekian banyak kedai yang menjual kentang goreng. Namun ada satu tempat yang menjual kentang goreng yang perlu mengantri panjang bahkan hingga malam hari semakin panjang antriannya. Pasalnya pembeli yang kebanyakan anak muda memasang foto bersama kentang goreng ini dan memajangnya di media sosial. Ya, kentang goreng mannekinpis. Satu porsi kecil di sini sekitar 3,55 € yang sepertinya sedikit lebih mahal dibandingkan di tempat lain.

3. Kroket

Kroket yang dijual dimana saja, tidak lewat mesin.

Jajanan ketiga yang juga sedang kekinian adalah kroket. Mungkin ini adalah sudah menjadi makanan biasa seperti yang anda makan di Indonesia tetapi kroket ini tentu berbeda di negeri aslinya. Kroket berasal dari Belanda. Kroket berbahan dasar kentang ini kini bisa dibeli di mesin dan pembayarannya menggunakan kartu. Wah!

Kroket atau croquettes adalah cemilan yang digemari dari dulu hingga kini. Anda bisa melihat kroket dijual di restoran mewah, restoran cepat saji McDonalds atau jajanan street foods. Kroket ini seperti roti gulung yang didalamnya ada isian sesuai selera anda. Ada udang, daging ayam, sayur atau keju sesuai selera anda. Original kroket terbuat dari isian daging sapi muda. Rasanya yang lembut dan memecah di mulut membuat siapa saja suka makan kroket.

Nah, jajanan mana yang ingin anda praktikan sendiri di dapur anda?

Makanan Khas Jerman (64): Bretzel und Butter, Waktunya Makan Roti

Ilustrasi.

Jika anda melihat kue tiga lubang, maka anda akan tahu bahwa roti ini begitu populer di Jerman dan sekitarnya. Roti tiga lubang ini punya filosofi tersendiri yang konon katanya sebagai simbol keberuntungan. Ada yang mengenakan roti ini sebagai liontin di kalung dan ada pula yang meletakkan dekorasi berbentuk roti tiga lubang ini di atas pintu masuk. Dianggap keberuntungan karena ini seperti simbol tangan berdoa.

Roti yang kita bicarakan tadi disebut bretzel, yang dalam istilah internasional kadang disebut pretzel. Bentuknya sama hanya penyebutannya bisa jadi berbeda. Misal di negeri Paman Sam, roti ini disebut pretzel.

Bagaimana menikmati roti?

Ada banyak cara menikmatinya. Mulai menjadikan bretzel sebagai side dishes pada weißwurst atau kalt essen hingga menyantap bretzel sendirian dengan aneka kreasinya.

Kali ini saya perkenalkan cara lain menikmati roti ini. Sebagai restoran dan kafe terkadang menyediakan brotzeit, yakni bretzel dan butter. Awalnya saya merasa aneh untuk mencobanya saat ditawari pramusaji ketika saya katakan bahwa saya ingin menikmati sesuatu yang ringan tetapi cukup mengenyangkan. Pilihannya jatuh pada bretzel dan butter yang ternyata enak juga ya.

Butter sendiri disebut di Jerman, berbeda dengan pengucapan dalam bahasa Inggris. Padahal penulisan butter keduanya sama. Rupanya butter dalam istilah internasional berasal dari bahasa Jerman yang memang dari dulu sudah mengkonsumsi butter.

Butter ini sebenarnya berbeda dengan margarin yang dulunya sering saya pahami adalah sama. Butter ini lebih padat dan warnanya lebih cerah dibandingkan margarin yang warnanya lebih kuning. Saya senang dengan butter bila dicairkan wanginya itu harum semerbak ketimbang margarin. Margarin itu tidak banyak dikenal di sini, meskipun tersedia juga di supermarket.

Di sini butter lebih banyak digunakan untuk campuran kue dan olesan roti seperti yang saya lakukan pada bretzel. Padahal dulu di Jakarta, saya biasanya makan roti dengan margarin kadang-kadang. Mengapa? Karena saya benar-benar tidak bisa membedakan keduanya.

Setelah menikmati bretzel yang diolesi butter, saya kerap mencobanya di rumah. Bretzel yang masih hangat, keluar dari oven kemudian langsung diolesi butter maka wangi dan rasanya sudah menggoda. Penasaran ‘kan? Silahkan dicoba deh!

Makanan Khas Italia (32): Spaghetti Frutti Di Mare Atau Spaghetti Bolognesse, Suka Mana?

Spaghetti frutti di mare, lihat tuh sea food di dalam spaghetti! Bagaimana menurut kalian?

Spaghetti tentu tak asing lagi terdengar bagi anda yang suka sekali kuliner Italia. Pecinta makanan pasta atau makanan berbentuk mie ini pasti tahu bagaimana mengetahui tekstur spaghetti terenak dengan tambahan rasa lainnya. Spaghetti sendiri sudah lama mendunia dibandingkan aneka bentuk pasta lainnya yang berasal dari Italia. Bentuknya yang khas seperti mie pada makanan asia, jelas membuat spaghetti digemari banyak orang.

Kali ini saya membawa dua ulasan rasa spaghetti yang berbeda. Tentu anda tinggal memilih mana yang menjadi kesukaan anda. Keduanya saya nikmati justru saat saya sedang tidak berada di Italia. Itu sebab saya katakan spaghetti sudah populer dan bisa disajikan bagi mereka ahli kuliner masakan dari negeri Italia.

Pertama, kita membahas spaghetti yang berisi makanan laut atau disebut dalam bahasa Italia, spaghetti frutti di mare. Spaghetti ini sama seperti kebanyakan makanan Italia yang berisi sea food, yang pernah saya bahas sebelumnya. Ada pizza frutti di mare hingga salad frutti di mare yang juga sama-sama disajikan dengan hidangan laut. Bagaimana pun kuliner yang berada di tepi laut mediterania ini kaya juga dengan aneka macam hidangan laut.

Spaghetti frutti di mare dikemas dalam gumpalan mie yang dimasak secara al dante. Begitu juru masak orang Italia menyebutkan istilahnya. Jangan terlalu lembek dan tak pula keras! Hidangan laut ditumis terlebih dulu dengan menambahkan minyak zaitun dan bawang putih. Lalu beri tomat dan makanan laut yang hendak dihidangkan. Selain bumbu penyedap, tambahkan daun peterselli dan saus balsamico sebagai tambahan setelah dihidangkan bersama spaghetti.

Spaghetti bolognesse, saus tomatnya dan kejunya memang tiada duanya.

Kedua, spaghetti yang juga sudah lama dikenal di Indonesia. Spaghetti bolognesse, yang berasal dari kota kecil di Italia, Bologna. Jika anda pernah merasakan spaghetti bolognesse dan lassagna maka anda bisa menyimak bahwa saus yang dipergunakan adalah sama. Keduanya pun punya rasa yang sama dan dibuat mirip.

Orang-orang Bologna dulu kala pandai meracik saus bolognesse ini dalam masakan mereka. Menggunakan daging giling dan sedikit resep rahasia maka jadilah saus tomat yang aduhai enak ini. Sausnya memang diracik istimewa dengan rempah-rempah khas Italia. Itu sebab ada rasa berbeda jika spaghetti bolognesse buatan lain, dengan hanya saus tomat biasa.

Begitulah, anda akan pilih spaghetti yang mana dari antara keduanya?

Makanan Khas Asia (58): Apem Balik, Semacam Pancake Atau Martabak Manis Dari Malaysia

Apem Balik lebih dekat terlihat mirip seperti martabak manis.

Apakah Apem Balik sama dengan martabak manis yang saya kenal di Jakarta dulu?

Pemikiran tersebut melintas saat saya menjajarkan makanan saya dari Indonesia, bersebelahan dengan makanan dari Malaysia. Kebetulan kami berdua menyajikan makanan finger foods yang memang cocok disajikan sebagai dessert. Kue dari negeri tetangga Indonesia itu tampak mirip seperti makanan yang saya kenal. Kami pun berkenalan dan saling menjelaskan satu sama lain, apa yang disajikan. Ya, kue asal Malaysia ini disebutnya pancake, Malaysian Pancake.

Kemudian martabak atau pancake tersebut diiris lebih kecil lagi menjadi beberapa potong yang dibagikan kepada peserta yang datang. Kue ini pun menjadi pemikat bagi siapa saja yang datang dan penasaran dengan rasa manis dan sedikit kacang di dalam. Sepertinya kenalan dari negeri Malaysia ini berhasil membuatnya dengan baik. Sementara saya sendiri tidak pernah mencobanya langsung saat saya berada di Malaysia.

Kue apem balik ternyata juga disebut kue terang bulan, martabak manis, pancake dan masih ada sebutan lain.

Saya memang beberapa kali singgah di Malaysia, mulai dari Malaka, Kuala Lumpur dan Penang tetapi saya tidak menyimak dengan baik jajanan ini. Saya pun bertanya pada mahasiswa di sebelah saya. Dia sendiri adalah warga di sini tetapi dia pernah mengalami pertukaran pelajar dan tinggal di Kuala Lumpur selama satu tahun. Bahasa melayunya juga baik sehingga membuat saya penasaran bagaimana dia bisa membuatnya dengan baik. Sementara saya belum pernah sama sekali membuatnya.

Dia mengatakan apem balik semacam street foods yang mudah dijumpai di Malaysia. Membuatnya pun mudah sehingga ini mendorongnya untuk disajikan dalam acara festival budaya Asia. Bahan yang diperlukan sama seperti membuat martabak yang saya kenal di Jakarta. Martabak atau terang bulan juga merupakan jajanan populer di Jakarta juga.

Ada tepung terigu, ragi, gula pasir, vanila bubuk, telur ayam dan baking soda. Anda hanya perlu menguleni dan didiamkan sekitar 5 jam di lemari pendingin. Setelah itu dicetak di pemanggang dan diberi isian sesuai selera. Isian bisa berisi kacang tumbuk, cokelat, keju atau selai buah.

Kesimpulan saya, bisa jadi ini sekedar nama saja yang berbeda tetapi soal rasa tetap sama. Bila di Malaysia ini disebut paling banyak apem balik, terang bulan atau pancake sementara yang saya kenal adalah martabak manis.

Makanan Khas India (10): Papadum, Roti Panggang Nan Renyah Sampai versi Pedas

Roti ini enak, renyah dan mengeyangkan.

Sebelum menjelaskan roti dari India, saya ingatkan lagi tentang aneka roti yang saya jumpai di Mesir. Salah satu dari roti yang saya sukai ini, saya tidak mendapatkan jawaban, apa nama roti tersebut. Roti datar, panggang, renyah dan juga ada rasa pedas ini bisa dikatakan mirip dengan roti papadum asal India. Bisa jadi migrasi penduduk antar bangsa dahulu memberikan pengaruh kuliner pada dua bangsa tersebut. Meski sedikit mirip, tetapi roti papadum ini berbeda. Apa perbedaannya?

Silahkan simak ulasan saya selanjutnya!

Roti asal India ini bisa dijumpai dalam versi mentahnya di supermarket di Jerman. Pada bagian makanan asia, roti papadum mentah atau sebelum dipanggang bisa ditemukan. Saya mengetahui hal ini dari kenalan asal India yang juga studi bersama saya. Semula saya berpikir bahan pangan asal India sulit ditemukan, ternyata tidak juga. Salah satunya roti papadum yang dibuatkan untuk saya dan kenalan asal Spanyol.

Roti papadum ini semacam flatbread yang dipanggang sebelum disajikan. Pastinya ini tidak berminyak seperti gorengan dan rendah kalori pula. Buat saya makan roti ini sudah kenyang, tetapi bagi kenalan asal Bangladesh, Pakistan dan India biasa mengkonsumsinya sebagai cemilan atau topping makanan. Roti ini digemari tidak hanya soal rasanya saja yang sederhana, tetapi roti ini bisa jadi selingan santapan. Menurut saya, ini seperti krupuk yang biasa disantap bersama makanan utama pada makanan nusantara.

Roti papadum dalam bahasa Inggris, sedangkan di Jerman dikenal dengan sebutan papad saja. Roti ini terasa renyah, crispy dan memang menjadi nikmat sebagai selingan makanan seperti makan ayam kari atau dal makhani. Ini mengingatkan saya seperti makan krupuk saja. Namun ada juga yang menyajikan ini sebagai makanan pembuka sambil menunggu makanan utama yang dipesan di restoran khas india.

Kenalan asal Spanyol yang juga bersama kami menikmati roti papad, berpendapat papad itu seperti tortilla. Anda bisa menyantap apa saja agar terasa enak dimakan. Ada yang menikmatinya bersama sambal khas India atau yoghurt yang diberi bawang dan tomat. Benar juga, ini bisa seperti tortila.

Bila anda perhatikan terdapat biji-bijian. Ya, roti ini terbuat dari tepung beras dan kacang lentil. Pembuatan roti papad umumnya lebih dikenal sebagai home industry. Seiring dengan berbagai permintaan, roti papad pun dikenal dengan rasa pedasnya bagi pecinta makanan pedas. Makan apa pun bisa nikmat dengan tambahan roti papad sebagai selingan.

Tertarik mencoba roti papadum atau papad?

Makanan Khas Timur Tengah (12): Koushary, Hidangan Perpaduan Nasi, Pasta dan Kacang Lentil

Salah satu porsi koshari atau koshary yang saya ambil.

Hidangan dari Mesir ini masih berlanjut dan tak luput juga diulas. Pasalnya saya sempat melihat hidangan ini beberapa kali diletakkan di meja prasmanan. Saya pun penasaran dan mengambil sedikit porsi dalam piring saya. Saya tertarik karena koushary, nama yang tertulis di atas meja prasmanan, berisikan nasi, sedikit pasta dan kacang. Hmm, rasanya pun enak.

Koushary, ada yang menyebutnya sebagai kushari, koshary, kosheri atau koshari. Sepintas nama-nama tersebut terdengar sama jika disebut, hanya penulisannya berbeda karena diambil dari huruf lokal yang berbahasa arab.

Saya membayangkan koushary ini seperti saya biasa membeli nasi uduk saat tinggal di Jakarta atau nasi kuning saat saya tinggal di Bandung. Koushary ini bisa dijumpai hampir di seluruh warung makan di Mesir. Ini seperti street foods juga yang mengeyangkan. Bayangkan makan satu porsi koushary sudah lengkap dengan nasi, pasta dan kacang lentil yang berbumbu. Lalu diberi bawang goreng di atasnya maka semua sudah terasa nikmat buat orang-orang di Mesir. Anda tinggal memilih lauk pauk atau tumisan sayur sebagai pelengkap.

Jika India punya Dal Makhani sebagai makanan nasional, maka Mesir punya koushary.

Koshary seumpama nasi uduk Jakarta atau nasi kuning Bandung bisa dicocokkan dengan sambal khas tomat dan lain sebagainya. Satu piring penuh koushary tersedia 200 kalori bila dihitung nilai gizinya. Tak ada aturan untuk menikmati koushary sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Bahkan jika anda sudah merasa lapar, koushary bisa dibeli di pinggir jalan.

Ketika Husain menceritakan koushary, saya seperti tak habis pikir bagaimana menikmati semua secara bersamaan. Ini tampak berantakan dan tak menarik. Suami saya yang melihat saya mengambil satu porsi di piring tampak meragukan bahwa saya akan menghabiskannya. Ternyata ini enak, renyah, gurih dan berbumbu yang nikmat. Antara nasi, mie (pasta) dan kacang bersamaan.

Nyatanya koushary wajib dinikmati bila anda datang ke Mesir. Bahkan saya semakin penasaran ketika warung makan, gerobak kaki lima di Kairo hingga restoran pun menjualnya. Anda akan semakin penasaran jika anda tidak mencobanya saat sedang berada di Mesir.

Apakah anda sudah pernah menikmati koushary sebelumnya?

Makanan Khas Asia (59): Tumis Daging Sapi dengan Nanas ala Thailand

Lihat potongan nanas tidak hanya memberi rasa asam manis yang pas saja, tetapi masakan tampak cantik!

Thailand merupakan negara yang kaya akan kuliner dengan rasa asam manis sekaligus pedas. Tak hanya tom yum saja, rupanya Thailand punya banyak varian makanan tumisan, termasuk menggunakan nanas yang ditumis bersamaan sayuran lain dan daging sapi. Jangan tanya rasanya karena ini enak sekali! Makanan ini banyak digemari dan dipesan oleh orang-orang Eropa loh.

Awalnya saya tidak menyangka bahwa nanas bisa diselipkan dalam tumisan. Anda dan saya bisa jadi hanya tahu bahwa nanas hanya sebagai buah yang biasa disantap sebagai rujak saja atau salad buah. Tetapi di belahan negara lainnya, nanas bisa disajikan di atas piring sebagai makanan tumisan berbaur dengan sayuran lainnya.

Sebelumnya saya pernah mengulas juga mangga menjadi tumisan makanan bersama daging sapi. Mangga yang saya kenal sebagai buah pun ternyata bisa dinikmati sebagai masakan. Kini lanjutannya adalah nanas dalam tumisan.

Saya memesannya di restoran khas makanan asia di sini. Namanya mungkin terdengar asing, tumis daging sapi dengan nanas yang terasa asam, manis dan menyegarkan. Seperti yang anda lihat, daging sapi yang dipilih jelas yang benar-benar daging sapi lembut tanpa lemak. Dengan irisan yang halus, daging sapi akan terasa empuk dan dipadupadankan dengan sayuran seperti paprika, seledri besar, timun jepang dan bawang bombay. Tentu, ada irisan nanas yang berwarna kekuning-kuningan. Indah terlihat.

Tak ada bumbu yang rempah seperti makanan nusantara. Ini hanya bawang putih, bawang merah dan cabai agar tampak pedas. Setelah irisan daging sapi potongan ditumis matang, masukkan sayuran yang dikehendaki dan masak bersamaan. Teman asal Thailand menjelaskan dengan baik masakan ini. Terakhir masukkan garam, merica, sedikit gula dan potongan nanas. Biarkan masak sebentar di atas wajan.

Kini anda punya ide menjadikan nanas sebagai campuran tumisan. Rasa nanas yang asam dan manis menambah citarasa tersendiri untuk masakan ini. Warna nanas pun menambah indah penampakan tumisan ini.

Makanan Khas Italia (31): Salad Isi Makanan Laut dan Pizza Ikan Teri Besar

Ini salad rasa makanan laut, enak sekali!

Beralih ke makanan laut yang berasal dari Italia, saya ajak anda untuk mencoba salad dan pizza berikut ini. Keduanya memang istimewa ketika saya dan suami juga penyuka makanan laut memilih ini untuk dijadikan santapan malam. Kami pergi dinner untuk meluangkan waktu sejenak setelah seharian bekerja. Akhirnya pilihan makan di restoran Italia pun menjadi kesepakatan bersama. Restoran Italia itu bisa dipastikan ada hampir di tiap kota di Jerman.

Kami tiba di restoran Italia yang mengusung makanan istimewa yakni pizza dengan rasa terenak. Sepertinya tidak salah pilih, suami yang gemar makan pizza pun segera mencermati buku menu pada bagian pizza. Matanya tertuju pada deskripsi pizza yang ditawarkan. Lalu ia menyentakkan saya pada pilihan pesanannya. Ia mengatakan bahwa ia ingin mencoba pizza TIRRENA.

Di deskripsi menu dijelaskan pizza tirrena, saya menemukan isian pizza ada schinken atau salami atau daging ham yang biasa kita kenal. Lalu ada keju, irisan bawang bombay dan saus tomat. Plus, ada ikan sardellen dalam bahasa Jerman. Lalu saya pun segera mencari tahu nama ikan sardellen dalam bahasa Indonesia. Rupanya dalam bahasa Indonesia, ikan ini masuk dalam golongan ikan terri. Wah!

Lihat itu ikan sardellen yang menyempurnakan rasa pizza, juga sama-sama enak!

Italia juga termasuk negara yang kaya akan kuliner makanan laut. Tak salah jika kami berdua memilih restoran Italia hanya untuk menikmati makanan lautnya. Saya sendiri memilih menu salad makanan laut. Salad ini tertulis dalam insalata frutti di mare dalam bahasa Italia. Dan saya sudah menikmati salad ini untuk kesekian kalinya. Penyajian salad makanan laut ini pun berbeda-beda tergantung sang juru masak.

Hal yang membedakan untuk rasa salad adalah dressing sauce yang dipergunakan untuk menguatkan rasa makanan. Sebenarnya salad saja hanya terdiri atas tumpukan sayuran yang dikehendaki. Pada salad berisi makanan laut maka tumpukan sayur diberi topping makanan laut. Ada ikan, kerang, udang dan gurita. Ini enak sekali!

Dressing sauce pada salad yang saya pesan tak hanya ada rasa asam, manis dan asin saja tetapi ada rasa segar ketika saya menyebarkan perasan jeruk lemon yang diberikan. Ini menambah citarasa tersendiri untuk salad ini. Plus ada balsamico sauce yang bisa anda lihat pada warna kehitaman melingkari salad. Saus ini memang cocok untuk menyempurnakan rasa salad makanan laut.

Semoga anda semakin penasaran untuk mencoba dua makanan laut asal Italia ini. Bagi para sea food lover, saya pastikan anda akan menyukainya.