Makanan Khas Timur Tengah (8): Chicken Shawarma, Seperti Donner Kebab dari Mesir

Shawarma.

Semula saya dan suami mengira makanan berikut adalah donner kebab. Karena orang yang bekerja di bagian makanan orientalis tampak menyayat daging yang dipanggang seperti seseorang pedagang berjualan donner kebab. Di depannya terdapat roti pita yang sudah dibelah dua dengan bagian tengah berlubang. Ini benar-benar mirip donner.

Tertulis nama makanan tersebut adalah chicken shawarma.

Apa itu?

Karyawan hotel menjajakan shawarma.

Shawarma ini begitu mudah dijumpai di Mesir sebagai street foods. Makanan ini dijajakan dengan harga terjangkau dan populer untuk dicoba bila datang ke Mesir. Saya melihat kedai penjual shawarma penuh oleh pembeli karena makanan praktis dan harganya terjangkau. Untuk menikmatinya ada saus mirip mayonnaise.

Shawarma adalah roti pita khas timur tengah yang dipanggang dengan isian sayur dan daging panggang. Daging panggangnya bisa bervariasi seperti daging kambing, sapi, kalkun hingga daging ayam. Seperti yang berada di hadapan saya adalah chicken shawarma. Katanya chicken shawarma lebih sehat ketimbang shawarma berisi daging kambing, yang lebih berlemak.

Di dalam isian shawarma ada hummus, tahini, acar, sayuran dan irisan ayam kalkun. Rotinya bisa roti pita seperti contoh di atas atau roti naan yang kemudian nantinya digulung. Ini seperti donner di Turki yang ternyata ada keterkaitan sejarah kehadiran dua makanan ini.

Jika disandingkan dengan gyros, berbeda karena saus tzatziki pada gyros.

Tertarik mencobanya?

Advertisements

Makanan Khas Jerman (60): Bratensülze, Makanan Beku yang Bisa Langsung Dinikmati Enak

Mungkin anda akan terkejut dengan penampakan kuliner asal Jerman ini. Mengapa tidak? Ini seperti makanan yang dibekukan dengan isian tergantung selera, bisa sayuran, telur dan daging. Tentu saja makanan ini berasa dingin dan terhitung kalt essen. Saya sendiri belum mencobanya, namun suami memesannya beberapa kali.

Penasaran ‘kan bagaimana pembuatannya?

Saya sendiri belum bisa membuatnya. Suami memesannya di restoran lokal. Saya pun mencari tahu pembuatannya.

Jadi sebenarnya ada bubuk sulze atau ada juga yang menyebutnya sülzflüssigkeit yang bisa dibeli dalam bentuk kemasan di supermarket. Ini fungsinya untuk membuat makanan tetap segar. Penting untuk diingat bahwa makanan yang dibentuk seperti ini dengan bubuk sulze tidak boleh berlemak. Anda bisa membuat sayur segar atau daging fillet yang sudah matang. Atau bisa juga daging ham atau telur rebus.

Untuk membuat larutan ini bekerja pada makanan maka diperlukan tambahan cuka atau irisan jeruk lemon.

Makanan yang dikehendaki sudah siap disantap atau dimakan. Masukkan dalam mangkuk beling atau mangkuk plastik. Tata semua makanan yang dikehendaki dalam mangkuk, beri hiasan dekorasi agar warnanya indah seperti daun seledri, irisan tomat segar, acar timun atau telur rebus. Masukkan sebelumnya daging fillet panggang yang sudah masak dan berbumbu.

Setelah makanan ditata, siram lagi dengan sisa sülzflüssigkeit. Buat semua makanan tersiram baik agar benar-benar terendam sulze. Diamkan dalam kulkas untuk hasil maksimal selama 15-30 menit.

Untuk menikmatinya, anda perlu roti seperti khas makanan Jerman umumnya.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Makanan Khas Italia (25): Panini Prosciutto, Semacam Sandwich Keju dan Ham

Selanjutnya yang dibahas adalah makanan Italia yang mungkin pernah anda jumpai sebelumnya. Saya sendiri pernah membahas kuliner ini sebelumnya di link ini. Yups ini adalah panini. Namun pastinya saya tidak akan membahas hal yang sama. Panini yang saya bahas sekarang bernama panini prosciutto.

Apa bedanya?

Panini ini semacam sandwich yang bisa dimakan kapan saja sesuai selera. Ini bisa jadi sarapan pagi, makan siang bila ingin praktis dan tak banyak waktu makan atau makan malam. Semua sesuai selera anda.

Prosciutto sebenarnya adalah daging ham kering yang diiris tipis. Ada yang ready to eat, namun ada pula yang masih mentah. Lalu untuk mengisi dalam sandwich, ada irisan keju dan paprika. Lagi-lagi isian sandwich sesuai selera anda.

Untuk menikmati prosciutto, sandwich menggunakan roti panini yang lembut. Panini dilapisi bagian atas dengan biji wijen sehingga terasa gurih. Bentuk panini bisa bermacam-macam, tetapi yang saya perkenalkan sekarang panini sebagai sandwich.

Setelah terisi isian panini yang diinginkan, termasuk prosciutto, maka panggang dalam oven panas selama 15 menit. Ini membuatnya sandwich semakin enak dan crunchy. Biarkan hingga sandwich berwarna cokelat keemasan.

Bagaimana menurut anda?

Makanan Khas Afrika (5): Roz bil Laban, Pudding Nasi dari Mesir

Pudding nasi original buatan Mesir.

Anda mungkin masih ingat, saya pernah membahas tentang rice pudding atau pudding nasi beberapa waktu lalu. Ulasan tersebut bisa dicek di sini.

Ditambahkan sedikit cinamon untuk menambah rasa.

Berkaitan dengan rice pudding, saya mendapatkannya juga saat bermalam di kapal wisata di Mesir. Pudding nasi ini disajikan sebagai sarapan pagi Saya cukup terkejut juga mendapatinya dalam etalase sarapan pagi. Semula saya pikir ini adalah bubur karena tampak jelas terlihat bulir-bulir nasinya. Rupanya itu adalah pudding nasi.

Pudding nasi dengan gula putih tabur, enak juga loh.

Saya tentu saja mengambilnya dalam mangkuk. Saat duduk, saya bertanya pada pramusaji yang ramah melayani saya. Dia katakan itu adalah pudding nasi. Dia pun dengan senang menceritakan bagaimana pembuatan pudding nasi buatan isterinya di rumah.

Pudding nasi sebenarnya hanya berisi beras yang dimasak bersamaan susu. Diberi garam sedikit dan rasa vanila jika suka. Rice pudding buatan isterinya itu sangat enak. Jelas si pramusaji yang bernama Husein kepada saya.

Tak mau kalah, saya jelaskan saya juga suka pudding nasi sejak tinggal di Jerman. Saya justru baru mengetahui bahwa Mesir juga menjadikan pudding nasi sebagai sarapan pagi. Saya pun suka pudding nasi rasa vanila atau kadang ditambahkan kayu manis.Seperti bersemangat merespon cerita saya, Husein pergi ke bagian dapur.

Begitulah orang Mesir yang selalu ramah pada turis. Bergegas Husein membawakan bubuk kayu manis. Saya pun memasukkannya sedikit ke dalam mangkuk.

Anda bisa melihat dua pudding nasi asli dan pudding nasi dengan tambahan kayu manis.

Anda suka mana?

Makanan Khas Afrika (4): Egyptian Zuccini Oven Baked with Bechamel, Timun Jepang Panggang

Makanan berikut dari Afrika yang saya perkenalkan berasal dari Mesir. Maklum saja karena kami baru saja berpergian ke sana untuk menghabiskan liburan musim panas.

Tertulis courgitte dalam etalase makanan. Saya pun mengambilnya sedikit untuk mencicipinya. Saya khawatir menyisakannya di piring jika tidak suka. Semula saya pikir ini adalah semacam lasagna buatan Mesir.

Saat saya duduk, beberapa rekan sesama turis berbahasa Jerman membicarakan courgitte. Saya pun mendengarkannya. Ternyata ini bukan lasagna seperti dalam pikiran saya. Orang Jerman menyebut timun jepang sebagai zucchini. Sebenarnya ini adalah timun jepang yang dipanggang.

Kok bisa? Penasaran ‘kan?

Nama sebenarnya tertulis dalam bahasa Arab yakni Kousa bil Bechamel. Untuk membuatnya pun agak mirip dengan lasagna. Husein, si pramusaji yang ramah melayani kami pun tak segan menjelaskannya pada saya, saat saya bertanya bagaimana pembuatannya.

Pertama, tentu anda harus membuat saus daging dulu. Daging sapi cincang ditumis bersamaan dengan bawang merah dan bawang putih cincang. Masak hingga berwarna kecokelatan selama kurang lebih lima belas menit.

Selanjutnya adalah menambahkan saus tomat, bubuk pala dan merica. Beri sedikit air dan didihkan hingga membuat daging sapi cincang matang.

Kedua, membuat saus béchamel. Caranya adalah cairkan mentega dalam panci dan tambahkan bumbu. Aduk terus sambil masukkan susu sedikit hingga saus mengental. Panaskan oven untuk memanggang.

Tahap terakhir adalah melumuri loyang dengan mentega. Lapisi dengan timun jepang yang sudah dipotong kecil. Kemudian lapisan selanjutnya, tentu daging cincang yang ditumis. Lakukan seterusnya hingga loyang terisi penuh. Tutup dengan saus bechamel. Panggang dalam oven hingga matang.

Karena piring berisi courgette telah habis saya nikmati, saya jadi lupa mengabadikannya dalam foto. Saya terlalu asyik mendengarkan penjelasan Husein. Courgitte biasa disajikan dengan nasi.

Apakah ini mirip dengan Lasagna?

Roti Baguette Panggang Itu Enak, Bisa Dikreasikan Pula

Kreasi pertama, roti baguette panggang rasa bawang putih.

Roti baguette pernah saya nikmati pertama kalinya saat saya berwisata ke Ho Chi Minh City. Di Vietnam sana, saya mendapatkan sarapan pagi roti baguette dan telur omelet. Lalu saya juga melihat ada jajanan street foods yang bentuknya seperti baguette. Rupanya itu sandwich asli Vietnam, namanya Bahn Mi. Bahn mi ini seperti sandwich yang bisa dinikmati di segala kesempatan.

Kreasi kedua, roti baguette panggang bersama daging cacah halus dan irisan kol halus.

Berbicara roti baguette, ada dua variasi yang mungkin bisa anda coba juga. Roti yang berdiameter sekitar 5 sampai 6 sentimeter ini, memiliki panjang yang relatif berbeda-beda tergantung kebutuhan dan selera. Ada yang membaginya menjadi dua bagian seperti hot dog dan sandwich. Ada pula yang mengirisnya seperti cincin. Kembali lagi, ini soal selera.

Saya memesan kedua roti baguette saat menghampiri restoran yang menawarkan layanan panggang istimewa. Segalanya dibuat dengan dipanggang.

Pertama, kreasi aneka roti baguette panggang dengan rasa. Saya memesannya rasa bawang putih. Ada semacam bumbu campuran antara bawang putih yang dihaluskan dengan butter atau mentega. Dipanggang hanya pada sisi putih roti. Panggang dalam suhu yang panas beberapa menit.

Selanjutnya, roti baguette seperti sandwich yang juga dipanggang. Untuk daging cacahnya sudah matang dan berbumbu sebelum disisipkan di roti baguette. Tambahkan di sisi putih roti sambil dipanggang. Setelah matang, beri acar kol halus yang diiris tipis dan halus.

Ini benar-benar enak. Saya merasa sudah cukup puas menikmati dua kreasi roti baguette di atas.

Makanan Khas Afrika (3): Tumis Hati Sapi ala Mesir

Nasi dan tumis hati sapi.

Waktu makan malam tiba. Kami masih dalam perjalanan dari bandara udara menuju hotel. Begitu tiba di hotel, tempat kami menginap pertama kali, kami sudah mencium aroma masakan. Maklum saja, kami sedang melalukan check in di resepsionis hotel yang ternyata letaknya dekat dengan restoran. Selesai check in, petugas mengarahkan kami untuk makan malam sementara barang dan koper kami langsung di antar ke kamar.

Aksi koki memasak tumis hati sapi.

Makan yang disediakan hotel itu sistim buffet, saya memilih yang saya mau. Tiba di giliran bagian daging, matanya saya tertuju pada aksi koki yang memasaknya penuh semangat berapi-api. Bayangkan saja aksinya ini membuat aroma masakan semakin menjadi-jadi. Saya pun lapar. Tertulis nama menu adalah tumis hati sapi.

Si koki tersenyum saat saya menyodorkan piring. Koki menjelaskan dalam bahasa Inggris 2 menit lagi. Saya pun menunggu demi tumis hati yang saya inginkan.

Piring pun terisi porsi tumis hati sapi yang saya inginkan. Ini berbeda dengan tumis hati yang pernah saya pesan di restoran Yunani. Cerita saya di cek di sini.

Segera saya mengambil nasi putih yang dimasak dengan gaya khas Mesir. Warna nasi pun tak putih seperti yang sering saya makan. Ada rasa dan bumbu yang dimasukkan di dalamnya. Ini seperti nasi berbumbu dengan warna cokelat terang. Tetapi ini bukan nasi goreng.

Kembali ke tumis hati sapi, ada warna cokelat kehitaman dari saus yang diberikan. Ini berasa sedikit manis gurih dalam sausnya. Sementara potongan hati sapi dibiarkan menyatu dengan potongan sayur. Ada wortel, timun jepang, paprika, daun capri dan bawang bombay. Rasanya sudah pasti mantap dan enak!

Ini mungkin bisa jadi ide anda memasak tumis hati sapi ala Mesir seperti yang saya ceritakan di atas.

Makanan Khas Jerman (59): Saure Lunge, Sup Paru Asam dan Sammerknödel

Saure Lunge yang saya beli di Ingolstadt, Jerman.

Suatu kali saya mengunjungi salah satu kota, dekat Munich untuk berbelanja yakni Ingolstadt. Tiba di sana adalah waktu makan siang. Segera saya dan suami mencari restoran yang bisa langsung melayani kami. Dipilihlah restoran citarasa masakan lokal, Bavaria.

Apa yang anda bayangkan jika anda memakan paru?

Saya pernah menikmati paru goreng yang kadang dijadikan cemilan di Indonesia. Tepatnya saya menikmati paru goreng khas masakan Jawa Timur bila saya memesan soto daging. Paru goreng itu gurih dan crunchy saat dikunyah.

Namun bagaimana jika paru tersebut dibuat dalam olahan masakan Bavaria? Penasaran ‘kan!

Bandingkan dengan menu sama yang disebut ‘Beschel’ di Austria.

Nama masakannya adalah saure lunge. “Saure” diterjemahkan dalam bahasa Jerman yakni “Asam” dan “Lunge” diterjemahkan menjadi “paru” begitulah kira-kira. Karena saya melihat nama masakannya terkesan asam, saya pun tidak memesannya. Suami saya memesannya karena konon saure lunge menjadi makanan meriah pada jaman dahulu di Ingolstadt.

Satu porsi saure lunge terdiri atas tumisan paru yang diberi saus khas seperti kebanyakan masakan Bavaria umumnya. Menurut suami saya, umumnya saus di saure lunge begitu kental dan terlihat seperti berkuah. Tetapi kenyataannya, saure lunge yang dipesan suami sudah tidak berkuah lagi. Beruntunglah saya tidak memesannya karena saya yakin pasti rasanya lebih asam.

Oh ya, saure lunge juga punya nama lain yakni Saurem Lüngerl. Di Austria, nama masakan ini kadang disebut juga beschel. Menurut saya, sup paru asam ini lebih enak rasanya yang saya pesan di Jerman. Bumbu saure lunge terasa asam manis, sedangkan beschel di Austria lebih banyak daun dillnya.

Untuk mereka yang rindu makanan ini tetapi malas membuatnya sendiri maka makanan ini juga bisa dipesan di restoran atau dibeli di supermarket dalam bentuk kemasan siap disajikan.

Saure lunge ini dimakan bersama sammerknödel. Bisa dikatakan sammerknödel semacam pengganti kentang atau roti untuk makanan tertentu seperti saure lunge ini atau schweinebraten. Sammerknödel dijumpai pada masakan di Jerman bagian Selatan seperti Bavaria, Austria dan sedikit Ceko.

Makanan Khas Yunani (10): Daging Domba dan Buncis Dalam Kuah Kari

Ini iga daging domba dengan buncis dan irisan tomat hanya sebagai dekorasi.

Akhir pekan saya dan suami menyambangi restoran Yunani yang ada di sini. Awalnya saya ingin makanan iga bakar dimana saya pernah menikmati baguett panggang yang pernah diulas di sini. Ternyata suami belum sempat memarkirkan mobil, ternyata restoran sedang tutup. Akhirnya suami saya mengajak makan siang di restoran lain yang sama-sama mengusung kulineran grillen, letaknya tak jauh juga. Yups, masakan khas Yunani.

Setibanya di restoran khas Yunani, semua tamu memilih duduk di teras luar lebih banyak ketimbang duduk di dalam restoran. Kami pun dengan berat hati duduk di dalam restoran. Si pramsaji pun dengan sigap menawarkan menu dan pertanyaan, apa yang hendak kami minum?

Seperti biasa, minuman yang kami pesan datang bersama schnaps ouzo asal Yunani.

Souflaki yang dipesan suami.

Pesanan saya berupa iga domba bersama buncis berkuah kari. Iga domba ini dipanggang terlebih dulu, kemudian dijadikan satu dengan buncis yang berkuah kari kental. Saya suka. Iga domba yang saya nikmati benar-benar lembut dan kuah karinya meresap.

Saya tidak terlalu suka buncisnya yang sudah terlalu masak. Buncis yang saya suka adalah berasa crunchy. Ini juga tampak pada irisan tomat yang jadi pelengkap, terasa terlalu empuk dinikmati.

Salad.

Bumbu khas mediterania tampak terasa sekali dalam gigitan daging domba. Itu sebab, ada yang mengatakan makanan ini disebut kari mediterania. Namun ada pula yang menyebutnya donner, karena makanan ini berisi iga domba seperti donner.

Sedangkan suami saya, dia memesan makanan yang sudah diketahuinya dengan baik. Suami saya memesan souflaki yang pernah diulas di sini. Untuk kedua menu yang dipesan, kami mendapatkan salad khas mediterania.

Makanan Khas Asia (52): Tumis Cumi ala Kong Pao

Apakah anda bisa melihat bahwa daging cumi seperti terukir indah dalam tumisan?

Memasak cumi bukan hal yang mudah pada prakteknya. Saya sempat beberapa kali memasak cumi dan menjadikannya rasa cumi seperti ‘sandal jepit’ kenyal dan tak bisa dimakan. Saya ingin memasak cumi-cumi, namun apa daya, saya tidak tahu cara mengolahnya dengan benar. Saya salut juga jika ada yang memasak daging cumi-cumi dengan baik.

Daging cumi yang berbeda ukirannya, tampak indah dalam tumisan.

Kekaguman saya mencicipi cumi-cumi kembali pada selera masakan Asia. Baru-baru ini saya mencobanya di dua tempat yang berbeda. Cumi-cumi yang dipesan berasal dari dua restoran Vietnam yang berbeda, tetapi dua porsi pesanan saya tampak berbeda. Anda bisa melihat dengan jelas, bagaimana keduanya memiliki saus cokelat kehitaman yang sama? Ya, saus ini bernama kong pao. Itu sebab nama masakan ini adalah tumis cumi-cumi pakai saus kong pao.

Apa itu saus kong pao?

Saus kong pao berasal dari masakan yang berawal dari salah satu provinsi di Tiongkok. Saus ini berwarna cokelat kental dan pekat. Saus ini terbuat dari campuran sayur, kacang tumbuk, cabai dan sari daging ayam. Rasa saus ini gurih dan enak menurut saya. Saus ini pas dipadupadankan dengan aneka kuliner yang dikehendaki seperti tumis cumi dan aneka tumisan lain.

Seiring migrasi orang-orang Vietnam ke sini, muncul restoran yang menjajakan masakan khas Asia. Di restoran selera Asia seperti ini biasanya nama makanan dideskripsikan dengan detil dalam bahasa Jerman. Misal tumis cumi saus kong pao berarti cumi ditumis diberi saus bumbu kacang sedikit pedas bersama sayuran. Atau, makanan juga diberi visual gambar sehingga memudahkan pelanggan memahami makanan yang akan dipesannya. Untuk pemesanan, tiap menu makanan diberi nomor sehingga pelanggan bisa menyebutkan nomor pesanan kepada pramusaji, untuk memudahkannya.

Bagi saya, saus kong pao mengingatkan pada makanan sambal kacang yang kadang disajikan di pecel atau gado-gado. Hanya saja, bumbu saus kong pao berbeda sehingga berbeda pula rasanya.

Bagaimana menurut anda?