Spaghetti Carbonara, Creamy yang Disuka: Makanan Khas Italia (21)

Setelah lama tak membahas kuliner Italia, kali ini saya bawakan menu yang sudah sering saya santap tetapi belum pernah diulas. Saya kerap memesan spaghetti carbonara justru pada saat saya sedang di luar Italia. Nama pasta cabonara juga melekat di Indonesia karena makanan ini juga mudah dijumpai di restoran bergaya western. Bisa jadi anda juga tak asing lagi dengan spaghetti carbonara.

Namun pertama-tama, apa arti nama carbonara itu sebenarnya?

Saya penasaran lalu bertanya kepada kenalan asal Italia. Maklum banyak juga orang Italia tinggal di Jerman. Menurut mereka, carbornara itu bisa diartikan “bacon and egg” ketika dia menjawab pertanyaan saya dalam bahasa Inggris.

Namun ada juga arti berbeda dari kata carbonara. Carbonara juga bisa diartikan bara arang. Lalu apakah makanan ini dimasak dengan bara arang seperti mie godok jawa yang pernah saya temui di Semarang? Nyatanya pasta carbonara tidak dimasak dengan bara arang.

Pasta carbonara biasa juga menggunakan spaghetti sehingga disebut spaghetti carbonara. Meski ada banyak pasta lainnya seperti rigatoni, fettucini dan masih banyak lainnya tetapi carbonara paling pas disajikan dengan spaghetti. Resep ini yang akhirnya dipublikasikan sebagai umumnya dikenal spaghetti carbonara pada abad 20.

Padahal spaghetti carbonara sudah dikenal sejak abad 19 awal. Nama carbonara mengacu pada potongan daging ham atau bacon dicampur dengan telur. Namun bacon yang dipilih tentu adalah bacon asap. Berangsur-angsur telur orak arik pada carbonara juga dicampur keju. Itu sebab pasta carbonara itu tampak creamy menyatu dengan spaghetti.

Sedangkan spaghetti dengan saus lain misalnya, saus dijadikan topping atau diletakkan di atas spaghetti. Tetapi spaghetti carbonara itu dibiarkan menyatu sehingga benar-benar disuka bagi pencinta makanan Italia.

Hmm, nikmat!

Advertisements

Ethiopian Vegetables Alicha, Tumisan Sayuran Pakai Roti Injera: Makanan Khas Afrika (1)

Menjelajahi dunia lewat kuliner bisa jadi pilihan saat kita belum pernah menjejakkan kaki di negara tersebut. Itu pula yang menjadi pilihan saya dan suami saat menyambangi salah satu kota besar di Jerman. Bagaimana pun di Jerman telah bermunculan aneka kuliner dari berbagai belahan dunia seperti Afrika. Saya pun berkesempatan mencicipi masakan asal Ethiopia.

Makanan ini disebut dalam menu yakni Alicha. Dideskripsikan bahwa alicha termasuk dalam golongan vegetaris dan vegan. Karena alicha adalah tumisan sayuran yang terdiri atas kentang, wortel dan paprika. Tentu tumisan yang dimaksud dibumbui dengan rempah khas Afrika yang kaya.

Untuk membuat kentang empuk perlu kentang khusus yang soft, tidak begitu keras. Lalu potongan kentang ditumis terlebih dulu dengan bawang merah. Setelah lima menit berlalu, tambahkan bawang putih, potongan wortel dan irisan paprika. Masak lagi hingga empuk dengan diberi sedikit kunyit bubuk, garam dan air. Itu sebab warna tumisan sedikit kuning seperti sayuran tumisan acar yang juga saya kenal sebagai salah satu makanan Indonesia.

Rasa tumisan ini memang tampak sederhana tetapi rasanya kaya sekali seperti gurih, pedas, asin dan sedikit manis. Hanya dari sayuran saja tetapi rasa masakan menjadi kaya.

Makanan ini disajikan di restoran Afrika dengan sedikit salad sebagai dekorasi dan roti khas. Roti ini disebut Injera Flatbread. Roti ini seperti palatschinken di Jerman, tetapi roti ini berwarna cokelat. Rasa roti ini sedikit asam dan tawar. Roti Injera ini menjadi salah satu makanan pokok di Ethiopia, Eritrea dan sekitarnya.

Apakah anda pernah mencoba kuliner ini sebelumnya?

Tom Yum Goong atau Pizza Frutti Di Mare Untuk Kuliner Laut yang Disuka?

Apakah anda suka makanan laut seperti udang, kepiting, kerang dan sejenisnya? Membayangkan kuliner laut tersebut dalam semangkuk sup atau seloyang pizza sudah membuat selera makan saya bertambah. Itu sebab minggu lalu keinginan saya menyantap dua kuliner laut dalam dua rupa terwujud. Ini bukan udang saus padang atau kepiting asam manis, tetapi dua masakan dari Vietnam dan Italia.

Kuliner laut bisa jadi pilihan santapan saat kita dihadapkan pada aneka kuliner lain selain steak atau salad. Bagaimana pun sajian seafood memang mengundang selera menurut saya bila disajikan dengan kuah pedas di Tom Yum Goong atau saus pedas pizza frutti di mare berbumbu Italia.

Langsung saja kita bahas!

1. Tom Yum Goong

Menikmati makanan tom yum memang sudah sekian kali saya memesannya. Baik saya memesannya di Thailand atau Vietnam, maupun saya memesannya di luar kedua negara tersebut. Rasa tom yum goong itu tetap sama yakni asam pedas dengan isian sea food yang memang enak untuk disantap. Restoran yang mengusung makanan khas Thailand dan Vietnam memang kerap menyajikan tom yum bagi pecinta rasa pedas.

Sebenarnya ada juga tom yum hanya isian potongan daging ikan atau hanya sayuran saja berisi aneka jamur misalnya. Tetapi saya tetap suka makan tom yum dengan pilihan ragam makanan laut. Kekuatan tom yum goong ada pada bumbunya yang bisa dibeli dalam kemasan kaldu tom yum. Bumbu tersebut seperti serai, lengkuas, daun jeruk purut dan asam khas Thailand. Dijamin anda memerlukan porsi nasi berlebihan untuk menyantapnya.

2. Pizza Frutti di Mare

Pizza yang berisikan aneka makanan laut pun sudah kesekian kali saya bahas. Kali ini saya memesannya di restoran Italia yang berbeda sehingga berbeda pula tampilan dan rasanya. Rasa pizza sea food ini ada pada kekuatan saus tomat racikan si koki dapur. Mereka juga harus membuat sea food ini tidak berbau amis dan masaknya pas sehingga tidak mentah atau berasa kenyal yang berlebihan.

Untuk membuat pizza sea food, pertama-tama anda harus menyiapkan adonan pizza terlebih dulu. Sedangkan sea food dipilih dari makanan beku yang kemudian dibiarkan mencair alami. Taburi di atas adonan pizza setelah anda memberi saus tomat dan sedikit bumbu rahasia di atas adonan pizza. Nikmati pizza ini dengan tetesan tabasco, rasanya luar biasa!

Jika anda harus memilih, maka pilih bentuk pizza atau sup?

Pho Ga, Mie Ayam Bakso ala Vietnam: Makanan Khas Asia (51)

Masih seputar kuliner yang berasal dari Vietnam, kali saya perkenalkan kepada anda bagi pecinta mie ayam. Seperti biasa saya mendapati menu ini saat berada restoran yang mengklaim spesialis menu makanan Vietnam di suatu pusat perbelanjaan. Karena saya ingin sesuatu yang hangat seperti sup, maka saya memesan Pho Ga.

Jika anda suka makan mie ayam bakso maka anda perlu menyimak ulasan saya berikut.

Seperti yang anda tahu, mie Pho itu sudah mendunia sebagai kuliner Vietnam. Saat berkunjung ke Vietnam sendiri, saya pernah datang ke restoran mie Pho legendaris yang pernah dikunjungi salah satu mantan Presiden Amerika Serikat. Cerita saya ada di sini. Sedangkan aneka mie Pho lainnya yang sudah kerap saya coba, sudah saya ulas di link ini.

Jika mie Pho yang sering saya ulas adalah mie berkuah dengan kaldu dan irisan daging sapi, maka Pho Ga memiliki citarasa berbeda. Pho ini ibarat hamburger di Amerika, Pizza di Italia dan Schnitzel di Jerman. Ini adalah makanan wajib dicicipi saat anda berada di Vietnam. Bahkan saat saya berada di Vietnam, mie Pho itu bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang hingga makan malam.

Lalu apa bedanya Pho Ga?

Pho Ga berisi kaldu ayam dan suwiran daging ayam ada dalam semangkuk Pho Ga yang saya pesan beberapa waktu lalu. Jika saya membayangkan kuliner ini dengan makanan nusantara maka saya jadi ingat Pho Ga itu ibarat mie ayam bakso. Saya suka sekali menikmati ayam bakso di kantin sekolah dulu. Bahkan mie ayam bakso menjadi makanan populer untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di jaman saya saat itu.

Pho Ga itu seperti mie Pho pada umumnya. Ada tauge, suwiran daging fillet ayam yang sudah digoreng, irisan daun ketumbar dan ditambah mie lebar khas Vietnam tentunya. Namun mata saya terbelalak mana kala saya mendapati ada bakso yakni bola-bola daging yang jarang dijual di Jerman. Saya saja sampai membuat bakso sendiri di rumah karena saya begitu menginginkannya.

Pho Ga ini berkuah banyak dalam mangkuk besar. Porsinya cukup banyak sehingga anda tak perlu khawatir kelaparan. Dalam foto menu, Pho Ga digambarkan dengan dua pentol bakso. Mungkin saya datang menjelang malam sehingga baksonya menjadi berkurang satu. Untuk menguatkan rasanya, anda bisa menambahkan saus pedas, cuka pedas dan kecap yang tersedia di tiap meja.

Makan Pho Ga ini ibarat mengobati rasa rindu makan mie ayam bakso Pak Gondrong jaman saya masih bersekolah dulu. Begitulah pengalaman saya yang mungkin bisa anda coba menikmati mie ayam bakso dari negeri tetangga Asia Tenggara.

Apakah anda tertarik mencoba Pho Ga?

Nasi Capcay Saus Tiram: Kreasi Sendiri (23)

Menikmati masakan sendiri itu adalah pengalaman membahagiakan kala saya yang tak pandai masak merindukan masakan nusantara di tanah rantau. Akhirnya saya pun meracik capcay yang semula saya tak tahu hendak membuat apa setelah menemukan aneka bahan di kulkas dapur. Rupanya ide membuat capcay muncul setelah saya pikir ini menjadi enak jika kita memasaknya dengan hati.

Apa pun masakan anda, masaklah dengan cinta maka anda merasakan nikmatnya masakan itu nanti. Anda tahu bahwa saus tiram cocok jika capcay yang dimasak dengan udang, bukan daging ayam fillet. Kembali lagi, ini soal bahan yang tersedia, bukan direncanakan untuk memasak. Hasilnya, kreasi capcay tetap enak.

Bahan yang diperlukan

  • Wortel
  • Buncis
  • Jamur
  • Sawi putih
  • Seledri
  • Bawang bombay
  • Daging ayam fillet
  • Bawang putih
  • Garam dan merica
  • Saus tiram
  • Minyak wijen
  • Mentega
  • Sedikit tepung maizena

Langkah membuat

  1. Potong dan iris sayuran seperti wortel, jamur, buncis, sawi putih dan bawang bombay.
  2. Potong dan iris pula daging ayam fillet.
  3. Haluskan bawang putih.
  4. Panaskan wajan, masukkan mentega.
  5. Tumis bawang putih dan aneka sayuran.
  6. Masukkan potongan daging ayam.
  7. Masukkan garam, merica dan minyak wijen sedikit.
  8. Tambahkan air dan saus tiram.
  9. Beri sedikit tepung maizena agar kuah mengental. Biarkan masak.

Mudah ‘kan? Selamat makan!

Bo Xao Xa Ot, Tumis Daging Sapi Sereh Super Pedas: Makanan Khas Asia (50)

Apa yang anda bayangkan jika menikmati makanan super pedas khas Vietnam? Hal ini muncul dalam benak saya saat memesan makanan di Imbiss milik orang Vietnam di sini. Di papan menu tertulis nama menu dalam bahasa Vietnam, Bo Xao Xa Ot yang membuat penasaran. Pastinya makanan dari cah sapi ini buat lidah saya bergoyang karena rasanya yang pedas.

Dalam bahasa Inggris menu ini disebut Vietnamese Lemongrass Beef. Bumbunya yang super pedas bisa disandingkan dengan mie atau nasi. Menariknya lagi, ini bisa menjadi menu favorit yang jadi keseharian masyarakat Vietnam.

Apa yang membuat mereka suka makanan ini?

Selain rasa pedas yang membangkitkan selera makan, tumis daging sapi ini mudah dan cepat dibuatnya. Anda harus memilih daging sapi fillet tanpa lemak. Lalu rendam bersama bumbu cabai merah bubuk, baking soda dan rempah khas Vietnam. Setelah direndam selama sepuluh menit, siapkan batang serai. Iris batang serai menjadi lebih tipis.

Setelah anda punya serai yang halus, siapkan gula, garam, bumbu jamur dan cabai cincang segar. Hancurkan dengan food processor. Siapkan juga bawang merah dan bawang putih yang diiris halus. Juga bahan-bahan yang anda sukai seperti wortel, jamur, brokoli dan tauge.

Silahkan ditumis semua bahan, beri kecap ikan dan saus wijen! Kata Xao sendiri diartikan sebagai tumis dan bo adalah daging sapi. Itu sebab yang menjadi alasan nama menu ini. Saya pastikan makanan ini benar-benar enak bagi penyuka makanan pedas. Tumis ini bisa disajikan dengan nasi hangat seperti yang saya pesan, atau mie panjang.

Gyros Calamari, Seafood dan Daging Menyatu: Makanan Khas Yunani (8)

Makanan Yunani selanjutnya yang dibahas adalah gyros calamari. Makanan ini begitu populer dijual, tidak hanya di restoran saja tetapi juga jajanan street food. Karena makanan ini mudah disajikan dan praktis untuk dikemas. Ini bisa jadi alasan Imbiss menjualnya dengan harga terjangkau.

Tetapi bagaimana jika gyros calamari dinikmati di restoran?

Seperti tampak pada foto, irisan gyros dan tiga potong cumi-cumi dalam piring. Ada nasi paprika yang biasa disajikan di restoran Yunani dan Mediterania. Tak hanya itu, melengkapi sajian ada saus tzatziki yang juga khas tersedia pada makanan Mediterania dan Yunani.

Pertama-tama, apa itu gyros?

Ouzo, semacam schnaps dan gratis dari restoran.

Jika Turki punya makanan kebab maka Yunani punya gyros. Begitu kira-kira menggambarkannya. Gyros adalah irisan daging yang dipotong vertikal seperti kebab yang sebelumnya diberi bumbu dan dipanggang. Konon ini merupakan migrasi kuliner yang didapat dari orang-orang Turki setelah terjadinya perang dunia kedua. Gyros pun terbuat dari campuran daging domba dan sapi, seperti kebab. Tetapi kini gyros juga ada yang dijual dengan daging ayam, daging babi dan vegan juga.

Gyros juga disajikan praktis dalam roti seperti sandwich yang menjadi street foods. Dalam roti ini terdapat irisan gyros, kentang goreng dan saus tzatziki. Ini pernah saya bahas sebelumnya di sini.

Itu berarti gyros disajikan secara terjangkau sebagai street foods atau eksklusif di restoran. Di restoran biasanya ada nasi paprika dan kadang ada pula yang masih menambahkan kentang goreng. Kini ditambah cumi-cumi yang dibalut tepung kemudian digoreng. Sesederhana itu. Untuk menguatkan rasa, anda perlu menikmatinya dengan saus tzatziki.

Di restoran Yunani, salad yang berisi sayuran segar dan racikan saus asam manis disajikan sebagai pembuka hidangan. Salad ini biasanya tidak dipungut biaya, kecuali jika anda menginginkan lebih. Plus jika anda beruntung, anda akan mendapatkan ouzo, semacam schnaps khas Yunani sebagai complimentary.

Begini Sarapan Pagi yang Jadi Kebiasaan di Jerman

Sarapan pagi saya sebagai contoh ilustrasi.

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan via email blog, bagaimana sarapan pagi yang jadi tradisi dan kebiasaan masyarakat Jerman umumnya? Saya pikir ini bisa menjadi artikel menarik untuk diulas ketimbang menjawabnya via email.

Bagaimana pun sarapan pagi itu penting dan utama sebelum beraktivitas. Saya sudah kerap membahas tentang manfaat sarapan pagi sebelumnya. Silahkan anda cari di blog ini! Pastinya, sarapan pagi tidak hanya memberi energi mengawali aktivitas rutin namun juga menjadi sumber konsentrasi dan kreativitas. Anda pasti bisa membayangkan jika kita melewati sarapan pagi. Itu menjadi alasan bahwa sarapan pagi itu perlu.

Ada yang berpendapat bahwa sarapan pagi itu menyita waktu. Padahal itu semua tergantung bagaimana anda mengelola waktu dengan baik. Saya pernah mengulas masakan bergizi untuk sarapan pagi yang punya durasi kurang dari sepuluh menit untuk menyiapkannya. Intinya anda tetap harus menikmati sarapan pagi dan menganggapnya anda adalah seorang raja atau roti. Jika anda berlaku begitu, dijamin anda akan punya produktivitas yang optimal.

Sarapan pagi yang saya lakukan terbilang praktis. Ini berbeda sewaktu saya masih tinggal di Indonesia dimana saya tidak pernah menyiapkan sarapan pagi sebelumnya. Sedangkan sarapan pagi di sini, saya terbiasa mandiri dan dibantu suami menyiapkan sarapan pagi ala Jerman.

Orang Jerman terbiasa memulai sarapan pagi sesuai kebiasaan yakni roti yang masih fresh, kalt essen, butter, mentega, keju dan selai. Kalt essen adalah makanan ready to eat seperti sosis, ham, schinken, salami dan aneka makanan daging dingin lainnya yang siap disantap. Ada juga telur mulai dari telur rebus, telur mata sapi hingga telur orak arik. Kadang disertai salad dan daun-daun segar seperti timun, tomat, paprika dan sebagainya.

Untuk minuman saat sarapan pagi kembali ke selera masing-masing. Kami berdua minum kopi. Kadang saya menyiapkan kaffesahne agar kopi saya tidak terlalu kuat. Saya juga meminum air putih hangat dan lemon. Kami juga menikmati segelas jus jeruk di akhir sarapan.

Untuk buah saat sarapan pagi, kami biasanya hanya makan pisang saja. Karena pisang adalah buah favorit kami berdua.

Bagaimana sarapan pagi anda?

Makan Ikan Tanpa Nasi? Asyiknya Makan Ikan

Ikan bakar dengan roti.

Saya tumbuh dengan keluarga yang sering makan ikan ketimbang daging. Ayah saya yang dilahirkan di wilayah perairan telah memberi saya inspirasi untuk makan ikan lebih sering. Saya pun terbiasa makan ikan sejak saya masih anak-anak. Ibu saya pun terbiasa pula menyiapkannya di rumah. Ibu saya pandai sekali mengolah ikan menjadi menu yang lezat. Tentu ikan pun disantap bersama nasi hangat sudah cukup nikmat buat saya.

Ikan bakar dengan kentang goreng.

Namun, apa jadinya jika makan ikan tanpa nasi?

Ikan fillet tepung dengan kentang rebus.

Awalnya saya sempat protes dan tak berselera melihat ikan bakar atau aneka menu ikan yang diolah di Jerman disantap tidak dengan nasi. Mungkin makan ikan dengan nasi bisa ditemukan di restoran Asia tetapi tidak dalam kuliner lokal. Rasa aneh makan ikan tanpa nasi pun saya harus lewati.

Fish fillet dengan salad kentang.

Di wilayah tempat tinggal saya sulit sekali menemukan ikan segar. Saya pun terbiasa membeli ikan yang sudah siap disantap ketimbang memasaknya di rumah. Misalnya ikan salmon diberi tepung dan digoreng. Itu pun disantap dengan kentang rebus.

Sensasi makan ikan tanpa nasi lainnya yang sering saya temukan adalah saat festival. Festival yang dimaksudkan adalah acara rutin yang digelar tiap kota seperti Oktoberfest selama beberapa hari yang mengundang antusiasme warga lokal untuk bergembira, makan, minum dan penuh hiburan. Berbagai gerai kuliner pun turut serta dijajakan di festival ini, salah satunya adalah menu ikan bakar.

Ikan bakar dijual dengan per gram sekian Euro. Satu potong ikan makarel bisa bervariasi harganya tergantung timbangan per gram. Ada harga sekitar 16€ sampai 25€ untuk satu ekor ikan. Ikan juga biasanya dipanggang dalam oven mesin dan ikan pun dibungkus dengan tepung untuk melindungi kulitnya agar bisa dikonsumsi. Menariknya, ikan di sini tanpa duri atau duri ikan begitu mudah dibuang. Jadi tiada keraguan makan ikan di Jerman dengan durinya yang mengganggu.

Makan ikan pun tetap asyik meski tanpa nasi. Bagaimana pun ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi dan menyehatkan pula.

Ayo, makan ikan!

Kofta, Kroket Isi Sayuran dengan Kuah Kari: Makanan Khas India (7)

Tampak kofta sebelum diberi kuah kari.

Minggu lalu saya membahas bakso daging sapi khas Makedonia maka kali ini saya membahas bola-bola isi sayur dan tambahan keju paneer sedikit di dalam. Jika melihat penampilannya, anda bisa membayangkan ini seperti kroket. Setelah saya mencoba menikmatinya, kofta berbeda dengan kroket apalagi menikmatinya ditambah kuah kari. Ini adalah salah satu kuliner khas India. Saya menikmati satu kofta saja tanpa kuah kari sudah cukup kenyang. Pasalnya kofta dibuat dari kentang.

Penasaran ‘kan? Lanjut ulasan kofta berikut ini!

Kofta setelah dibuat adonan, dibentuk bulat lonjong dan diberi tepung roti.

Di India kofta bisa menjadi pilihan makanan vegan karena berisi hanya sayuran saja. Namun kofta yang saya perlihatkan pada anda adalah makanan vegetaris dimana ada keju paneer di dalam. Ada pula yang membuat kofta dengan daging sapi cincang ditambah rempah-rempah India yang harum. Pastinya kofta dinikmati dengan kuah kari yang lembut dan sedikit pedas.

Rupanya kofta tidak hanya berasal dari India saja, teman saya asal Persia mengaku bahwa di Iran pun ada kofta. Isian kofta pun tergantung si pembuat, bisa sayuran atau daging juga. Ini mengingatkan saya pada kroket yang bisa diisikan apa saja seperti sayuran, telur rebus atau daging sapi. Di Jerman, jajanan kofta kerap dijajakan sebagai street foods di gerai Imbis Turki atau Timur Tengah. Hal membedakan kofta dengan kofta asal India adalah kofta asal India diberi saus kari sebelum disantap.

Tampak isian kofta tanpa kuah kari.

Saya mengikuti pembuatan kofta asal India. Pertama, bahan yang perlu disiapkan adalah kentang yang sudah direbus kemudian dihancurkan. Kedua, bahan lain seperti wortel, kacang polong, keju paneer, tepung
Ground flour sejenis tepung khas India, masala, garam, merica, azwan, bawang putih dan ketumbar. Ketiga, campur semua bahan dalam satu wadah secara bersamaan dan dibentuk bola-bola kecil.

Selanjutnya, bola-bola kecil dimasukkan dalam wadah yang berisi tepung roti sambil dibuat agak lonjong. Kemudian kofta yang sudah hampir matang ini digoreng dalam minyak panas yang merendam keseluruhan kofta. Setelah kofta berwarna kecokelatan, kofta bisa didinginkan dan disimpan di mesin pendingin untuk disajikan sebagai stok makanan. Sebelum kofta disajikan, ada kuah kari berisi saus yang creamy dan sedikit pedas.

Kebanyakan orang India menikmati kofta dengan roti khas India seperti naan atau plain parata. Namun ada pula yang menikmati kofta kari dengan nasi. Semua tergantung selera yang makan, sama seperti isian kofta pun tergantung si pembuat. Bagi saya, satu kofta saja sudah cukup mengenyangkan.

Bagaimana menurut anda?