Ternyata Tahu dan Paneer, Keju Khas India Tampak Serupa

Mengenal kuliner berbagai negara itu menarik menurut saya. Apa yang saya kenal dan makan belum tentu menjadi hal yang sama dengan bangsa lain. Seperti melihat tahu dan keju yang menurut saya adalah sama. Warnanya yang sama-sama putih dan teksturnya yang sama-sama lembut telah membuat saya tidak bisa membedakannya dengan baik.

Menurut pendapat anda bagaimana? Keju paneer dan tahu itu sama ya bentuknya?

Tahu adalah makanan yang kaya kandungan protein. Saya mengenal baik pembuatan tahu karena saya pernah datang ke pabrik pembuatan tahu saat saya bersekolah di sekolah menengah pertama. Kala itu saya dan teman sekelompok mendapatkan tugas wawancara pemilik industri rumahan tahu. Di situ saya melihat bagaimana tahu diolah mulai dari kacang kedelai hingga menjadi tahu yang dipotong-potong siap dijual.

Tahu terbuat dari sari kacang kedelai yang mengental. Di sini tahu disebut tofu bila disajikan di restoran khas Asia. Tahu menjadi makanan tradisional Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Indonesia. Tahu itu pada dasarnya berasa tawar tetapi sedikit gurih karena ada garam sedikit saat diolah. Tekstur tahu lembut halus tetapi sedikit keras sehingga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan.

Bagaimana dengan keju paneer?

Menurut anda, potongan kecil-kecil tersebut tahu atau paneer?

Saya mengenal aneka macam keju itu saat saya tinggal di Jerman. Pada dasarnya saya tidak terlalu sering makan keju saat masih di Indonesia. Itu sebab saya tidak bisa membedakan aneka macam keju yang ada di Jerman. Bahkan satu kali saya benci sekali sewaktu tinggal di asrama mahasiswa dimana tetangga mahasiswa menyimpan keju yang amat sangat bau dan memenuhi kulkas. Dia berpendapat bahwa keju yang berbau khas ini sangat enak dan dia memberi saya sedikit untuk membuktikannya. Menurut tetangga saya ini, keju yang berbau adalah keju yang enak.

Sementara saya mendapati teman mahasiswa asal India memiliki keju paneer untuk diolah menjadi masakan khas negeri Taj Mahal. Keju paneer yang semula saya duga adalah tahu, sebenarnya tidak berbau sama sekali. Saya heran juga mengapa keju paneer itu tampak serupa dengan tahu karena teksturnya yang lembut halus dan warnanya yang sama-sama putih.

Keju paneer itu terbuat dari susu sapi. Saya pun segera cari tahu bahwa keju paneer banyak digunakan dalam kuliner khas India, Nepal dan sekitarnya. Tetapi anehnya nama paneer sendiri justru berasal dari Persia.

Di India, keju paneer bisa digoreng atau dimasak dengan kacang polong, bayam lalu diberi kuah kari. Keju paneer diolah bersama makanan vegetaris itu sudah menjadi makanan yang enak di India. Keju paneer juga bisa diolah menjadi pelengkap salad yang berisi aneka sayuran. Rasa keju paneer yang tawar, sedikit asam dan terasa susu akan melengkapi nutrisi salad yang diolah bersamaan.

Meski tahu dan keju paneer tampak serupa, ternyata keduanya berbeda.

Advertisements

Filet Spiesse, Sate dengan Kentang Goreng: Makanan Khas Jerman (56)

Apa yang terbayang dalam benak anda jika makan sate dengan kentang goreng? Ya, ini adalah sate ala kuliner Jerman. Sebelumnya saya pernah membahas Schaschlik yang juga dikemas seperti sate, makanan nusantara. Namun schaschlik adalah potongan daging tanpa lemak yang diselipi paprika. Berbeda dengan schaschlik, saya membahas hal serupa tetapi berbeda penyajiannya yakni filet spiesse.

Apa itu filet spiesse?

Saya menikmati makanan ini di restoran di Austria, yang dekat perbatasan Jerman. Restoran lokal ini menawarkan menu ini seperti sate karena semua potongan daging ditusuk dalam bilah besi. Ini bukan seperti di Indonesia dimana potongan daging ditusuk pada bilah bambu. Sepertinya bilah besi lebih membuat potongan daging masak lebih baik. Potongan daging pun dipilih tanpa lemak.

Hal menarik pada fllet spiesse adalah sisipan bawang bombay yang ikut dibakar bersamaan potongan daging. Isi satu porsi hanya satu tusuk yang terdiri beberapa potong daging. Rasa daging pun tak banyak rempah seperti sate khas nusantara. Hanya ada rasa asin dan merica saja.

Perbedaan schaschlik dengan filet speisse terlihat. Schaschlik yakni potongan daging yang disisipi dengan paprika dan diberi sedikit saus merah, bisa jadi pedas sesuai selera. Sedangkan filet spiesse adalah potongan daging yang disisipi dengan bawang dan tanpa saus. Begitu ya!

Kedua yang menarik adalah menikmati sate dengan kentang goreng. Menikmati sate seperti ini tak ubahnya menyantap steak, karena potongan daging yang grilled dan kentang goreng.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Dresden (4): Enam Tempat Lainnya yang Dikunjungi

Monumen di dekat Bruhl’s terrace.

Dresden adalah ibukota dari negara bagian Saxony. Saya sudah mengulas sebagian hasil kunjungan saya sebelumnya di link ini. Di ulasan ketiga, saya masih membahas enam tempat lainnya yang belum dibahas. Kesimpulannya, Dresden layak dikunjungi karena indah dan bersejarah.

Albertinum dari sisi lain.

Empat tempat berikut letaknya masih berdekatan di sekitaran kota tua (baca: Altstadt), sedangkan hanya satu tempat yang letaknya cukup jauh dijangkau bila berjalan kaki, yakni Yenidze. Ada beberapa cara menikmati Dresden seperti yang saya tulis di sini.

Langsung saja, berikut lima tempat lainnya.

1. Albertinum

Albertinum bisa dikatakan akademi seni di kota Dresden. Albertinum adalah museum seni modern yang dibangun dengan gaya arsitektur reinaissance. Bangunan ini dinamai oleh Raja Saxony pada waktu itu, yakni Raja Albert. Di sini terdapat ruang-ruang indah yang memamerkan karya seni dunia seperti patung yang indah tempo abad 18. Gedung ini menyimpan new art gallery. Sebut saja Caspar David Friedrich, Claude Monet hingga Gerhard Richter. Di sini juga menyimpan koleksi patung seni Dresden.

Patung Ludwig Richter, juga adalah seniman yang karyanya diabadikan di Albertinum.

2. Brühl’s Terrace

Berjalan menjauh dari Albertinum, ada Brühl’s terrace yang pasti membuat anda berdecak kagum. Nama Brühl berdasar dari Heinrich von Brühl yang menginisiasi pembangunan ini pada abad 18. Dibangun secara bertahap hingga abad 19, balkon ini dihiasi patung indah, air mancur hingga tanaman khusus sehingga teras cantik ini mendapat julukan “The Balcony of Europe”.

Ini gratis dan bebas dikunjungi. Banyak orang senang duduk di bangku-bangku yang disediakan. Selain indah untuk berfoto, dari sini anda akan melihat pemandangan sungai Elbe dan neu alstadt. Bangunan teras yang indah dihiasi karya baroque yang membuat mata berdecak kagum karena begitu mempesona.

3. Dresden Fortress

Tak jauh letaknya dari Brühl’s Terrace, tampak benteng yang kokoh namun juga indah. Banyak orang datang menikmati pemandangan kota Dresden dari situ atau mereka mengambil foto di beberapa spot. Benteng ini dibangun menyerupai cincin yang menjadi struktur kota menandai gaya arsitektur renaissance. Ada jembatan, gerbang kota bahkan susunan saluran air yang menandai bahwa ratusan tahun lalu Dresden sudah memiliki peradaban yang maju dan lengkap. Anda bisa menyimaknya di bawah Bruhl’s terrace.

4. Promenade sungai Elbe

Ikut kapal wisata.
Olahraga air lainnya.

Selanjutnya turun ke bawah, ada restoran, biergarten tentu promenade sungai Elbe. Layaknya turis anda bisa menikmati bir lokal sambil menyantap kuliner lokal. Dengan indahnya musim panas, pemandangan sungai Elbe semakin cantik. Anda bisa datang dan memesan tur kapal wisata selama satu setengah jam di sini. Banyak juga orang memanfaatkan sungai Elbe dengan boat pribadi atau olahraga air lainnya.

Atau duduk menikmatinya di bangku yang disediakan.

5. Yenidze

Semula saya berpikir ini adalah masjid berdasarkan bentuk kubahnya. Rupanya arsiteknya memang meniru dari bangunan masjid. Bangunan yang dibangun awal tahun 1900-an adalah pabrik rokok. Namun kini bangunan ini lebih dimanfaatkan sebagai perkantoran.

6. Neumarkt

Terakhir adalah area bisnis seperti kafe, restoran dan shopping center. Letaknya di kota tua sehingga ini menjadi atraksi bagi turis untuk berbelanja sovenir, menikmati kuliner atau sekedar cuci mata.

Kaftedes, Bakso Sapi Asal Makedonia: Makanan Khas Yunani (7)

Makedonia tidak hanya nama negara di Eropa tetapi juga nama salah satu area regional di Yunani. Makedonia disebut memiliki populasi terbesar kedua di Yunani. Nama Makedonia memang tak asing disebut sejak jaman para dulu kala. Ibukota Makedonia adalah Thesalonika, yang juga sering disebut dalam kitab suci. Kini saya membahas menu bola-bola daging asal Makedonia. Ini seperti bakso menurut saya, hanya saja tidak ada tambahan tepung kanji. Kaftedes benar-benar bola daging sapi sebenarnya.

Sebenarnya menu khas Yunani yang disebut masuk area Balkan hampir memiliki kesamaan bentuk, tekstur dan rasa. Contohnya Kaftedes ini seperti mirip dengan Suzuki atau Soutzukakia yang pernah saya bahas sebelumnya. Silahkan anda buka link yang saya berikan!

Perbedaan kedua bola daging tersebut adalah pada saus dan teksturnya. Pada suzuki, bola daging sapi tersebut dipanggang dan disantap tanpa saus. Kita menikmatinya dengan nasi pedas paparika. Sedangkan kaftedes merupakan bola daging sapi yang bertekstur lembut dan disantap bersama saus merah. Meski begitu tidak semua kaftedes itu dinikmati dengan saus. Ada juga yang menyantapnya tanpa saus dan dibiarkan kering setelah digoreng atau dimasak dalam oven sebentar.

Saat saya menelusuri makanan kaftedes, ada juga yang menyebut makanan ini terbuat dari daging kambing. Sedangkan kaftedes yang saya pesan merupakan daging sapi cincang seperti bakso begitu yang diberi bumbu sedikit dan dibentuk seperti bola-bola. Kaftedes juga bisa dinikmati dengan saus tzatziki. Saus yoghurt dengan timun dan berasa bawang putih.

Kaftedes lainnya diberi tambahan saus tomat yang kental seperti rasa saus pasta bolognose. Ini yang saya pesan. Untuk melengkapi rasa merah pada kaftedes, saya mendapat salad wortel disamping kentang goreng. Ini adalah kaftedes moderen menurut saya.

Apakah anda tertarik mencobanya?

2 Salad Khas Bayern Jelang Musim Panas

Salad menjadi pilihan makanan yang menyehatkan. Karena salad menawarkan makanan kaya serat ketimbang kalori untuk memenuhi konsumsi makanan anda. Serat sangat baik untuk saluran pencernaan. Tak hanya itu, salad yang baik juga menawarkan banyak sayuran seperti salada, daun rucola misalnya yang kaya vitamin. Sayuran lain juga perlu dimasukkan dalam kreasi salad karena bagaimana pun sayuran sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Berkaitan dengan kreasi salad, kali ini saya menampilkan dua kreasi salad khas Bavaria. Kedua salad ini saya pesan di restoran lokal. Barangkali ini bisa menjadi pertimbangan menikmati salad.

Salad sosis

Jika anda perhatikan, sosis tampak di sisi kiri. Salad didominasi dengan aneka sayuran.

Jerman dikenal sebagai negeri sosis. Pasalnya anda menemukan aneka ribuan jenis sosis dari utara hingga selatan. Untuk mendapatkan salad sosis, tidak semua sosis bisa digunakan untuk salad. Salad sosis menjadi ciri khas kuliner Bavaria dan Austria. Sosis yang digunakan adalah lyoner, yang dikenal dalam istilah asing yakni bologna sausage.

Saya memesan kuliner ini bukan kali pertama, tetapi tiap juru masak di restoran selalu membuat kreasi yang tak pernah sama. Bologna sausage memang berasal dari salah satu kota Italia, Bologna. Sosis ini memang cocok untuk salad karena kandungannya yang tampak lemak sama sekali.

Lanjut salad kedua…

Salad schinken

Seperti yang anda lihat dua gulungan schinken ada di sisi sayuran.

Salad selanjutnya yang menjadi ciri khas sajian Bavaria adalah salad schinkenstreifen. Schinken bisa dikatakan dalam istilah yang biasa kita gunakan adalah daging ham. Agar tetap menyehatkan, porsi daging ham tidak boleh melebihi porsi sayuran.

Namun jangan salah, tidak semua ham itu berasal dari daging meski tampaknya sama. Kemajuan industri makanan ternyata mampu membuat daging ham tidak berasal dari daging. Ini untuk mensiasati kepentingan konsumen yang concern untuk makanan seperti salad.

Hmm, begitulah dua salad yang bisa diperkenalkan saat ini.

Taco Buatan Mahasiswa Meksiko: Makanan Khas Meksiko (6)

Melanjutkan kuliner dari Meksiko berikutnya, saya perkenalkan taco yang dibuat teman mahasiswa asal Meksiko. Mengapa harus disebut begitu? Biasanya saya mendapati sajian makanan khas dari negeri opera sabun ini di restoran yang tersaji eksklusif. Nyatanya, buatan mahasiswa memang tampak sederhana tetapi rasa taco ini benar-benar enak. Ini tak kalah dengan makanan meksiko yang disajikan di restoran juga.

Adalah teman mahasiswa asal Meksiko yang mengundang saya datang ke asramanya. Undangan ini sebagai balasan saat saya menyajikan makanan nusantara. Dia pun berjanji untuk membuatkan makanan khas meksiko. Karena ini adalah buatan mahasiswa yang seadanya, tentu bahan yang diolah pun sesuai anggaran. Saya pun memperhatikan bagaimana membuat taco yang mudah dan praktis ini.

Bahan yang diperlukan

1. Roti Taco/Tortilla bisa juga

2. Taco seasoning yang bisa dibeli di supermarket

3. 300-500 gram daging sapi cincang

4. Jagung manis yang sudah matang

5. Daun salada air

6. Tomat yang diiris

7. Butter/margarin

8. Sedikit air

Langkah membuatnya

  1. Panaskan wajan, masukkan butter.
  2. Masukkan daging sapi cincang dan masak hingga kecokelatan.
  3. Masukkan bumbu taco dan sedikit air agar daging tidak menggumpal.
  4. Masak selama 5 menit.
  5. Panaskan roti taco dalam oven beberapa menit.
  6. Setelah isian taco matang, sajikan diatas roti.
  7. Tambahkan irisan tomat, daun salada air dan jagung manis.

Taco yang mudah dan praktis ini bisa jadi pilihan untuk anda yang tak punya banyak waktu memasak.

Selamat mencoba!

Brotzeit, Makan Roti ala Bavaria Bisa Berdua: Makanan Khas Jerman (54)

Makan malam biasanya dinikmati dengan porsi yang sedikit. Itu sebab saya dan suami memesan brotzeit untuk berdua. Ini bisa anda dapatkan di sebagian besar restoran khas Bavaria di Jerman. Wilayah Bundesland kedua terbesar ini, memang punya ciri brotzeit yang tidak didapati di daerah lain.

Apa sih brotzeit?

Jika merunut pada terjemahannya, “brot” dalam bahasa Indonesia dikenal menjadi “roti” dan “zeit” menjadi “waktu” Namun bukan berarti brotzeit dikatakan sebagai waktunya makan roti. Istilah ini merujuk pada roti yang disajikan berikut makanan dingin untuk menikmatinya. Rotinya pun tidak hanya satu. Biasanya restoran meletakkan tiga sampai empat jenis roti dalam baki rotan.

Jerman kaya akan roti karena roti menjadi salah satu makanan pokok. Untuk brotzeit di Bavaria, tentu ada pretzel atau bretzel. Roti garam yang pernah saya ulas di link ini. Selain itu ada roti gandum yang diiris, namanya volkornbrot, kadang juga dinkelbrot. Dan roti lainnya yang tidak wajib seperti sammeln, baguette, atau jenis lainnya.

Apa saja makanan pendamping roti?

Untuk menikmati makan roti, disajikan meriah dan macam-macam jenisnya. Tiap restoran bisa menyajikan kreasinya masing-masing. Misalnya saat kami memesan brotzeit di Regensburg, ada kreasinya yang bisa anda lihat di link ini. Isiannya tetap makanan dingin.

Makanan yang sudah masak dan ready to eat.

Ada sosis dan ham yang tak mungkin ketinggalan. Daging dingin ini tentunya sudah masak, hanya saja disajikan saat dingin. Lalu sayuran pelengkapnya bisa timun yang juga dingin seperti acar rasanya. Ada paprika jika anda suka sedikit pedas. Terkadang ada daun salad. Lalu irisan bawang merah besar juga bisa dinikmati. Ini bukan sekedar dekorasi saja tetapi semuanya memang bisa dimakan.

Namun tak kalah dari itu, anda bisa melihat ada keju yang bermacam-macam disediakan. Keju ini dinikmati bersama roti. Ada keju khusus yang disebut obatzda yang berasa seperti paprika. Keju lain adalah creamy keju dengan rasa kentang. Aneka keju lain juga ada yang dipotong kecil dan dioleskan pada roti.

Mahlzeit! Selamat makan!

3 Mie dari 3 Negara, Pilih Mana?

Geschnetzeltes mit nudeln dari Jerman.

Tiga mie dari tiga negara dikumpulkan setelah saya mencoba ketiganya dengan baik. Mie menjadi pilihan ketika saya tidak ingin makan nasi. Namun mie bisa menjadi pilihan di saat saya berada di Eropa bila saya tidak ingin makan kentang atau roti. Mie memang punya selera tersendiri untuk menikmatinya. Sengaja saya kumpulkan tiga kuliner mie dari Jerman, Italia dan Indonesia.

1. Geschnetzeltes mit Nudeln

Makanan Jerman yang berbahan mie berikutnya adalah geschnetzeltes mit nudeln yang pernah saya ulas sebelumnya di sini. Dalam artikel saya jelaskan bagaimana saya mendapatkan resep tersebut dari ibu mertua. Sedangkan kali ini, kuliner yang namanya sama hanya saja kreasinya berbeda seperti yang anda lihat dalam foto. Mie ini saya santap di kantin kampus.

Bagaimana pun mie di Jerman yang disebut nudeln bisa menjadi pilihan selain kentang dan roti. Nudeln ini bisa dibeli dengan berbagai macam bentuk di supermarket. Cukup direbus setelah air mendidih, nudeln pun matang 15-20 menit. Kemudian mie ditiriskan, lalu disiapkan topping mie yang bisa dikreasikan sesuai selera. Ini terdiri atas tumis daging sapi dengan paprika. Setelah tumis selesai dimasak, bisa dicampurkan bersama nudeln.

2. Spaghetti Bolognese

Menu mie kedua yang saya bahas adalah spaghetti bolognese. Kuliner asal Italia konon memang berasal dari kota Bologna. Saus pada mie khas ini memang punya citarasa berbeda. Ahli kuliner menyebut saus bolognese terdiri atas saus tomat dan daging sapi cincang dengan bumbu khas. Itu menjadi dasar spaghetti bolognese. Karena makanan ini begitu mudah diterima di semua lidah kebanyakan orang pada umumnya, konon spaghetti bolognese lebih dikenal ketimbang kota asalnya, Bologna.

3. Mie ayam jamur

Makanan berbahan mie dari Indonesia yang saya pilih adalah mie ayam jamur. Saya sendiri pernah membahas mie ayam yang umum dijumpai di Jakarta pada link ini. Mie ayam jamur bisa menjadi pilihan nikmat para mie lovers.

Kekuatan rasa mie jamur terdapat dari tumisan jamur dengan bumbu spesial yakni teriyaki dan minyak wijen. Ini saya ketahui dari teman mahasiswa saya asal Indonesia yang sudah membuatkan untuk saya dan teman-teman. Sedangkan mie terbuat dari mie telor yang dijual di toko asia.

Anda suka mie yang mana?

El Cid Restaurant, Pilsen di Ceko, Rasa Eksklusif yang Nyata: Rekomendasi Tempat (28)

Beef steak.
Sea food soup in Phillipine colonial way.

Menyambangi kota Pilzen di Ceko, kami sudah merancang untuk makan siang yang lezat dan eksklusif. Ternyata niat kami terwujud, kami menjumpai salah satu dari sekian tempat makan di pusat kota Pilzen yang lezat. Seperti yang anda lihat, menu makanan yang kami pesan benar-benar menggoda. Ya, rekomendasi tempat selanjutnya adalah restoran yang mengusung kuliner negeri matador, Spanyol. Namanya adalah El Cid.

Kami disambut ramah dengan pramusaji yang mengetahui bahwa kami adalah turis. Berbekal bahasa Inggris, pramusaji menanyakan pesanan kami. Menu dalam buku tersedia dalam bahasa setempat dan bahasa Inggris. Saya pilih sea food soup dan suami pilih beef steak. Sepertinya anda yang suka makanan lima jenis ala hotel, bisa mencoba makan di sini. Semua tersaji secara eksklusif dan elegan, termasuk segala pesanan kami.

Kami mendapatkan menu pembuka dan minuman. Ada roti baguette untuk mengawali santapan kami. Selang tak lama, datang pesanan kami berdua. Sea food soup saya dinyatakan dibuat ala Filipina, terdiri atas kerang, cumi-cumi dan udang. Rupanya dahulu Spanyol sempat menjajah Filipina sehingga nama menu menjadi soup in Philippine colonial way. Sedangkan beef steak suami terdiri atas steak, kentang tumbuk dan salad sayur. Salad sayur ini disebut coleslaw. Semua enak dan lezat tersantap.

Selesai menyantap, pramusaji menawarkan makanan penutup tetapi kami benar-benar merasa cukup kenyang. Rasanya tepat jika kami merekomendasikan restoran ini karena kami suka rasa dan tampilannya yang elegan.

Bún Chả Hà Nội, Bihun Daging Panggang dari Hanoi: Makanan Khas Asia (49)

Bihunnya tampak tak terlihat. Bihun ada di bawah tumpukan sayur.

Jika anda berkunjung ke Vietnam wilayah utara seperti Hanoi, maka anda akan menemukan makanan tradisional berikut ini. Ini tak ubahnya Pho A yang sering saya ceritakan. Namun mie bihun berikut berbeda, baik dari bahan, penyajian hingga rasa yang saya coba. Makanan ini layak dinikmati jika anda berkunjung ke restoran vietnam atau langsung ke Vietnam, seperti yang pernah saya lakukan sepuluh tahun lalu.

Bun cha ha noi memang berasal dari Hanoi, Vietnam Utara. Sedangkan jika makanan yang serupa di Vietnam Selatan dikenal dengan nama bún thớt nướng. Isian dari makanan ini sebenarnya sama saja. Bun cha terdiri atas bihun beras ditumpuk dengan aneka sayur yang masih segar, kemudian dimakan bersama daging yang dipanggang. Nah, menariknya untuk mencampurkan semua bahan tadi diperlukan kuah rempah yang berasa asin, asam dan menyegarkan. Hmmm, enak!

Jika anda datang ke Hanoi, hampir dipastikan bun cha dijual mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima. Bun cha dihargai dari yang paling murah hingga paling mahal. Satu lagi, orang vietnam utara menikmati bun cha tak kenal waktu. Ini bisa dijadikan sebagai sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Penelusuran informasi menyebutkan makanan ini sudah diedarkan sejak tahun 1960-an.

Menurut orang Vietnam sendiri, bun cha cocok dinikmati saat musim panas. Mereka biasa membuatnya sendiri di rumah karena ini termasuk makanan yang mudah dan praktis. Bahkan teman mahasiswa asal Hanoi bercerita dia dan keluarganya duduk di luar rumah sambil memanggang daging, sementara kuah asam dan sayuran diracik sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Ini menjadi ritual yang mengasyikan, katanya pada saya.

Apakah anda tertarik mencoba bun cha?