Rawon, Makanan Berkuah Rempah yang Menggoda: Kreasi Sendiri (23)

Rawon daging sapi dan bakwan jagung buatan sendiri.

Apa kabar anda di hari Minggu? Kali ini saya ajak anda memasak makanan di rumah. Idenya datang ketika saya rindu masakan nusantara. Kebetulan seorang teman mahasiswa asal Indonesia membawakan bumbu kemasan rawon. Bukan hal yang mudah membuat rawon tanpa bumbu kemasan karena saya memerlukan rempah yang saya yakin tidak ada dijual di Eropa. Apa itu? Kluwek.

Rawon dengan tambahan tauge panjang.

Kluwek dalam istilah asing dikenal “Pangium edule” dengan pohonnya tumbuh di Indonesia, Papua New Guinea dan sekitar Asia lainnya. Buah kluwek dikonsumsi setelah melalui proses fermentasi. Hanya di Asia, buah kluwek menjadi salah satu penyedap makanan. Seperti kuliner yang saya perkenalkan sekarang, namanya rawon. Ini sejenis sup daging dengan kuah yang kental dan kaya akan bumbu. Tanpa kluwek, rasa rawon menjadi berbeda dan tak enak tentunya.

Bahan yang diperlukan:

  1. Daging sapi 500 gram
  2. Bumbu rawon 1 kemasan
  3. Bawang putih 4 siung
  4. Bawang merah besar 1 siung
  5. Batang sereh
  6. Daun jeruk
  7. Daun bawang
  8. Bawang goreng
  9. Minyak sayur
  10. Air
  11. Garam, merica dan kaldu sapi

Bahan pelengkap lainnya

  1. Tomat
  2. Telur rebus
  3. Bakwan jagung

Cara memasak

  1. Rebus daging dalam panci berisi air. Biarkan daging sampai empuk dan matang.
  2. Masukkan daun jeruk, batang sereh dan setengah irisan daun bawang ke dalam panci berisi daging. Masak bersamaan.
  3. Setelah daging matang, potong-potong daging menjadi lebih kecil.
  4. Ambil kuah daging menjadi 4 gelas dan bumbu lainnya, masukkan dalam panci.
  5. Cincang halus bawang putih dan bawang merah. Tumis bawang putih dan bawang merah.
  6. Masukkan tumisan bawang ke dalam panci berisi 4 gelas air.
  7. Masukkan bumbu rawon bersamaan. Masak hingga air mendidih.
  8. Ketika air sudah mendidih, sajikan dalam mangkuk berisi potongan daging, tomat, tauge, potongan telur rebus dan daun bawang.
  9. Sirami dengan bawang goreng.
  10. Sajikan dengan sambal dan bakwan jagung.

Hmm, selamat mencoba!

Selamat hari Minggu!

Advertisements

Pisang Goreng ala Vietnam Bisa Jadi Pilihan Manis yang Kreatif

Salah satu kudapan yang selalu teringat saat berada jauh dari Indonesia adalah pisang goreng. Pasalnya, ibu saya kerap membuatkannya untuk saya jika saya sedang berada di rumah. Pisang goreng memang paling nikmat disantap selagi hangat. Saya pun gemar membuatkannya sesekali di sini karena suami saya juga suka makan pisang goreng ala Indonesia ini.

Namun siapa sangka, ada cara kreatif membuat pisang goreng. Ini saya temukan ketika saya bertamu ke kawan mahasiswa asal Vietnam. Dia tahu bahwa saya suka mencoba sesuatu yang baru untuk disantap. Dia membuatkan pisang goreng yang sedikit berbeda dari pisang goreng yang selama ini saya nikmati. Kala itu di sini hujan turun deras, dia menyajikan pisang goreng yang menurut saya sangat tepat. Dia buatkan pisang goreng dan teh ala Vietnam.

Seperti biasa buah pisang dibelah menjadi dua bagian. Lalu masukkan dalam tepung sebelum digoreng. Ketika minyak sudah panas di wajan, masukkan pisang yang dibalur tepung. Goreng pisang hingga warna kecokelatan. Setelah matang, beri siraman madu di atas pisang. Tak lupa, ada irisan kacang almond yang digunakan sebagai dekorasi dan pelengkap rasa.

Kreasi pisang goreng yang manis dan kreatif ini bisa jadi pilihan bagi anda. Apalagi pisang yang crunchy ditambah manisnya madu dan rasa almond akan menambah citarasa yang kaya, lebih dari sekedar pisang goreng yang selama ini saya kenal. Ini bisa menjadi pilihan untuk menemani keseharian anda yang berbeda.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Bulgogi Bibimbap, Nasi Campur Korea Selatan: Makanan Khas Asia (47)

Bibimbap yang saya pesan di Austria.

Boleh dibilang bibimbap yang jadi nasi campur ala Korea Selatan (Korsel) berikut termasuk mendunia. Beberapa kenalan asal Eropa mengenal makanan ini sebagai makanan favorit setelah mereka pernah menikmatinya di restoran selera Asia. Sementara saya sendiri pernah menikmati makanan ini saat berkunjung ke Korsel tujuh tahun lalu. Makanan ini konon terpilih sebagai salah satu makanan terlezat di dunia versi jajak pendapat CNN travel tahun 2011.

Bibimbap yang dipesan di Seoul, Korsel.

Saya berpendapat makanan ini semacam nasi campur ala Korsel karena makanan ini berisi nasi putih yang diatasnya ditaburi sayuran rebus, irisian telur dan daging sapi bumbu teriyaki. Untuk irisan telur yang saya nikmati adalah telur dadar yang matang kemudian diiris halus. Sedangkan versi lain, telur pun bisa dikreasikan telur mata sapi atau telur mentah. Wow! Kemudian di atasnya diberi taburan biji wijen.

Konon bibimbap dinikmati oleh semua kalangan sebagai cara yang praktis untuk menikmati hidup. Lagipula bibimbap disajikan dengan nasi sebagai makanan utama rakyat Korsel umumnya. Seingat saya saat berkunjung ke Seoul, bila pesan makanan maka nasi tak perlu dibayar. Jika di luar Korsel, bibimbap dikemas dalam satu mangkuk nasi beserta sayur dan lauk pauknya maka bibimbap di Seoul disajikan secara terpisah. Si pembeli mendapatkan aneka macam sayuran dan lauk pauk dalam satu meja penuh, seperti kita makan di restoran padang. Begitulah bibimbap yang saya nikmati di Seoul.

Saat saya berada di Seoul, saya mendapatkan penjelasan bahwa bibimbap punya filosofi tersendiri bagi masyarakat Korsel. Isinya beraneka ragam warna, mencerminkan kehidupan itu sendiri. Tak hanya itu, isi bibimbap juga melambangkan keseimbangan hidup. Ada nasi, karbohidrat dan protein. Lengkap!

Kehadiran bibimbap di luar Korsel menandakan bahwa kuliner mereka sudah mulai bermigrasi. Saya pun akhirnya bisa menikmati versi praktis bibimbap dalam satu mangkuk di Austria setelah tujuh tahun menikmati versi orginal di Seoul.

Pernahkah anda memesan bibimbap?

Quiche, Semacam Martabak Telur: Makanan Khas Prancis (3)

Prancis adalah salah satu negara yang dikenal dunia sebagai tempat asal muasal kuliner terenak. Tak hanya urusan mode saja, orang-orang Prancis piawai dalam meracik bahan makanan agar nikmat di lidah. Terbukti lidah saya tidak pernah protes saat mencicipi kuliner asal negeri ayam jantan ini. Kini saya ajak anda menyimak pesanan pastry yang menurut saya sedikit mirip dengan martabak telur bila disandingkan dengan kuliner nusantara.

Adalah speckige quiche, nama pesanan saya di suatu kafe di Austria. Mengapa saya memesannya? Dalam deskripsi makanan dijelaskan pesanan saya sejenis pastry yang terbuat dari susu dan telur dicampur dengan aneka sayuran. Ada dua jenis quiche yang disediakan kafe, pilihan saya atau vegetaris, tanpa speck. Speck adalah semacam daging asap. Kemudian ada tambahak dekorasi seperti salad sayuran begitu.

Coba anda perhatikan dengan seksama quiche?

Sebagai bahan dasar adalah adonan roti, yang kemudian menjadi kerak seperti pelapis. Itu sama seperti martabak telur. Ada adonan untuk membungkus kocokan telur dan daun bawang. Bedanya quiche terbuat dari susu dan telur dijadikan satu. Setelah itu, ada bayam, daun bawang dan speck yang dipotong kecil-kecil. Karena bentuknya yang bulat dan sejenis kue maka quiche di Jerman termasuk dalam jenis tarte.

Saya penasaran dengan quiche dan bertanya pada seorang teman yang bekerja di gastronomy. Dia bekerja sebagai asisten dapur di restoran. Dia menjawab pertanyaan saya bagaimana membuat olahan topping quiche. Jawabnya, sayuran topping terdiri atas irisan timun jepang, bayam dan wortel yang ditumis bersama bawang bombay. Seusai ditumis setengah matang, kemudian letakkan di atas adonan roti sebelum dipanggang.

Saat saya menikmati tiap potongan quiche, ini mengingatkan saya pada martabak telur. Sungguh saya benar-benar merindukan martabak telur kini. Namun itu terbayarkan dengan quiche yang saya pesan.

Apakah anda juga suka martabak telur?

Dim Sum Kering atau Dim Sum Basah, Suka Mana?

Dim Sum kering dengan saus kacang.
Dim sum basah yang berkuah.

Beberapa waktu lalu saya berhasil membuat somay dengan rice cooker. Ini pula yang mendasari saya untuk membuat dim sum. Meski dim sum bukan makanan lokal dari Indonesia, namun dim sum banyak dijumpai di restoran sekitar Jakarta. Di situ saya mengenal dim sum pertama kalinya kala seorang teman menawari saya mencobanya.

Praktik membuat dim sum sebelum dimasak.

Ketika saya berhasil mempraktikkan somay, saya pun berusaha untuk membuat dim sum dengan menggunakan rice cooker pastinya. Berikut saya bagikan resepnya seperti di bawah ini.

Bahan yang diperlukan

  1. Kulit lumpia
  2. Daging ayam giling
  3. Sawi putih
  4. Daun bawang
  5. Bawang merah
  6. Bawang putih
  7. Merica
  8. Telur
  9. Air

Langkah membuat

  1. Siapkan wadah. Iris tipis sawi putih dan daun bawang. Haluskan bawang putih dan bawang merah. Masukkan irisan sawi putih, daun bawang, daging ayam giling, merica, garam dan bumbu yang dihaluskan. Aduk hingga bercampur rata.
  2. Siapkan kulit lumpia. Satu lembar kulit lumpia letakkan satu sendok kecil adonan. Bentuk sesuai selera anda. Kini anda sudah mendapat dim sum.
  3. Masukkan air setengah panci rice cooker. Tunggu air hingga mendidih!
  4. Letakkan dim sum yang sudah dibuat di atas saringan, atas panci rice cooker.
  5. Masak hingga kira-kira 20 menit.

Setelah dim sum selesai dimasak, anda bisa buat dua variasi yakni dim sum basah atau kering. Untuk dim sum kering, silahkan tambahkan saus kacang dan saus sambal yang sudah dicampur jadi satu. Sedangkan untuk dim sum basah, anda bisa tambahkan kaldu ayam di air mendidih. Beri bawang goreng sebagai penyedap.

Selamat menikmati!

Bratislava, Slowakia (9): Mencicipi Keju Domba Goreng Hingga Creamy Pasta Selera Lokal

Keju Domba Goreng dengan saus yoghurt asam.

Tiba di kota tua Bratislava yang menjadi destinasi wisata turis, tentu kami ingin melengkapinya dengan mencoba kuliner lokal. Makanan khas Slovak memang patut dicoba manakala makanan ini disajikan oleh restoran lokal. Adalah Slovak Restaurant yang tepat berada di jantung kota Bratislava mendorong kami untuk mampir sejenak.

Kami tiba saat makan siang dan sempat tak ada tempat untuk kami. Karena kami sudah lapar, kami urung menunggu. Sepasang turis segera beranjak keluar karena mereka sudah selesai makan. Kami pun segera menempati tempat mereka. Dengan cekatan, pramusaji merapikan meja dan memberi kami buku menu.

Pasta creamy, lupa apa namanya.

Buku menu tertulis dalam tiga bahasa yakni bahasa lokal, bahasa Jerman dan bahasa Inggris. Tentu ini memudahkan pengunjung seperti kami yang benar-benar tak paham kuliner lokal. Tiap makanan diberi deskripsi dan foto. Kemudian kami pun sudah tak tahan ingin memesan hanya dengan membaca deskripsi makanan, meski kami tidak tahu bagaimana rasanya. Jujur, restoran ini penuh pengunjung di dua lantai yang dimilikinya. Pertanda bahwa restoran cukup enak.

Pramusaji datang menghidangkan minuman yang kami pesan berikut bertanya apakah pesanan kami selanjutnya. Saya memilih keju domba goreng seperti yang disarankan pramusaji cantik di hadapan saya. Karena saya memang tidak ingin makan dalam porsi besar. Sedangkan suami memilih makanan sejenis pasta yang cremy dengan keju.

Silahkan datang ke restoran ini!

Sebenarnya saya pernah mencicipi keju domba fresh dalam berbagai kuliner Jerman. Namun, rasa keju domba digoreng pasti berbeda. Saya mendapat dua potong keju yang sudah digoreng matang berwarna kecokelatan. Rasa keju yang sedikit asam dan teksturnya liat membuat saya takjub. Untuk mencicipingnya, potongan keju dicelupkan dengan saus yoghurt asam. Begitulah rasanya!

Sedangkan suami saya tampak bersemangat menikmati pasta yang dipesannya. Saya melihat dia kesulitan mengunyahnya karena pasta yang terlalu creamy dan mengenyangkan. Ditambah lagi pasta creamy ini ditaburi keju lagi. Anda bisa membayangkan bahwa makanan ini pasti enak bagi pecinta keju sebenarnya.

Harga kedua makanan tersebut tidak begitu mahal menurut saya, untuk kawasan pusat wisata. Soal rasa, saya kembalikan kepada tiap orang tergantung selera masing-masing saat mencicipi kuliner lokal. Namun kedua kuliner di atas layak dicoba.

Hmmm…

Soto Ayam, Buatan Mahasiswa Perantau di Jerman: Kreasi Sendiri (15)

Musim dingin tiga minggu lalu sedang berlangsung kala kami yang adalah mahasiswa harus menempuh ujian semester. Berhubung stress menghadapi ujian, sesama teman mahasiswa asal Indonesia punya ide untuk berkumpul dan memasak selera nusantara. Terwujudlah di suatu dapur, kita masak soto ayam untuk mengusir dinginnya salju di luar. Ide memasak ini juga menjadi aktivitas menyenangkan kala para mahasiswa menghadapi minggu ujian untuk semester dingin.

Isian soto ayam adalah irisan telur rebus, bihun, irisan kol, irisan tomat, suwiran daging ayam dan bawang goreng.

Bumbu soto pastinya tidak mudah diracik sendiri, betul ya? Apalagi kami yang berasal dari berbagai penjuru tanah air tidak serta merta pula sering terlibat masak di dapur di rumah masing-masing di tanah air. Namun kerinduan akan masakan nusantara mendorong kami untuk bereksperimen. Ternyata berhasil!

Kami bangga mempersembahkan rincian resep ini. Jika kami yang jauh dari Indonesia saja, bisa membuat soto maka saya yakin anda juga dapat membuatnya sendiri di rumah.

Pertama, suwiran ayam

Karena keterbatasan informasi Dan keterampilan memasak, maka potongan ayam yang dibeli hanya direbus dalam air mendidih. Kemudian tambahkan garam sedikit. Masak ayam hingga kurang lebih 20-30 menit atau hingga ayam empuk. Setelah ayam matang, goreng ayam dengan sedikit minyak hingga berwarna kecokelatan. Kemudian iris-iris ayam atau disuwir menjadi lebih kecil untuk menjadi isian soto.

Kedua, Bumbu Soto ayam

Untuk membuat soto ayam, ada cara mudah dengan memasukkan bumbu soto ayam kemasan. Berhubung di sini, kami tidak mendapatkan bumbu soto, maka silahkan ikuti cara kami. Bahan yang dihaluskan adalah garam, bawang putih, bawang merah, kunyit dan ketumbar. Setelah kita memiliki bumbu halus, maka tumis bumbu sebentar. Setelah harum, tambahkan air kaldu rebusan ayam sebanyak yang diinginkan untuk menjadi kuah soto. Tambahkan juga dalam rebusan air yakni daun jeruk, daun salam dan batang serai. Beri garam sedikit. Setelah air sudah mendidih mendidih, maka Kita sudah punya kuah soto ayam.

Ketiga bahan pelengkap isian soto

Karena keterbatasan bahan, maka pelengkap soto menggunakan tomat, kol, bihun, daun bawang dan telur rebus. Untuk tomat dan kol, silahkan diiris sehingga menjadi lebih kecil. Rupanya kol disini berbeda, sebaiknya kol direbus di air mendidih sehingga kol terasa matang. Sedangkan bihun, kita masukkan dalam air mendidih dan diamkan 10 menit. Setelah itu, tiriskan bihun dari airnya. Terakhir, telur perlu direbus kemudian dipotong menjadi lebih kecil. Atur semua bahan tersebut dalam mangkuk. Tambahkan irisan daun bawang dan bawang goreng jika suka.

Keempat, Soto ayam

Untuk sajian, bisa tambahkan nasi bersamaan soto ayam atau terpisah. Beri suwiran ayam (lihat nomor satu) dan bahan soto ayam (lihat nomor tiga) pada mangkuk anda. Siram kuah soto ayam (lihat nomor tiga). Kini anda sudah punya soto ayam, yang bisa ditambahkan jeruk nipis.

Percobaan praktik membuat soto ayam selesai. Bahagia itu saat kami bisa membuat makanan yang dirindukan di tanah perantauan.

Selamat mencoba!

Makan Siang ala Timur Tengah: Makanan Khas Timur Tengah (7)

Seiring dengan migrasi yang terjadi di Eropa dari berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara di timur tengah maka ketersediaan bahan makanan pokok hingga restoran ala timur tengah pun sudah mulai menjamur di benua biru ini. Di Jerman saat ini pun saya bisa menjumpai makan siang ala timur tengah meski saya sendiri belum menginjakkan kaki ke sana. Saya pun memesan makan siang ala timur tengah di salah satu restoran di sini. Ini bisa jadi pilihan anda manakala anda juga berkunjung ke sini.

Makan siang ala timur tengah rupanya tak hanya digemari oleh para warga negara asing yang menetap di sini, namun saya juga mendapati ada saja warga jerman yang penasaran dengan kuliner ini. Kebanyakan para petualang rasa bukan orang timur tengah adalah mereka yang merupakan golongan vegetarian, tidak makan daging. Pilihan makan siang nasi ala timur tengah jadi favorit mereka.

Pertama adalah nasi rempah. Di Indonesia ada ragam nasi seperti nasi uduk, nasi kuning dan nasi goreng. Nasi ala timur tengah menyajikan rempah-rempah dengan sentuhan paprika dan sedikit kunyit di dalamnya. Rasa nasi ini tidak pedas pun tidak hambar, cukup nikmat. Cocok jika disajikan dengan beras basmati, yang punya bulir panjang dan wangi khas.

Nasinya dalam satu piring memang sedikit, tetapi ada roti arab juga. Roti ini terbuat dari gandum yang dipanggang dalam bara api. Saat disajikan, roti masih tampak hangat. Ditambah pula ada falafel, bola goreng rempah yang cukup kesohor di timur tengah. Saya sendiri pernah membahas falafel di link ini. Dengan roti arab dan falafel, anda bisa menikmatinya dengan yoghurt berbumbu yang diletakkan di tengah piring. Nikmat!Menurut teman asal Pakistan, yoghurt berbumbu juga menjadi kuliner yang khas buat mereka.

Belum selesai, masih ada dua salad sayur yang menggoda buat pecinta salad. Kedua salad ini tentu saja berbeda rasa dan menyegarkan. Tambahan lagi semacam krupuk yang benar-benar crunchy.

Terakhir yang tak mau ketinggalan adalah hummus. Pada foto tampak warna cokelat terang yang diberi biji wijen hitam untuk pemanis. Hummus dikenal sebagai otentik makanan khas timur tengah. Hummus bisa dioleskan di roti arab atau falafel. Hummus sendiri terbuat dari kacang yang dihaluskan ditambah rempah lainnya seperti lemon, minyak zaitun, bawang putih dan garam.

Apakah anda sudah pernah mencobanya?

Lumpia Ala Vietnam: Kreasi Sendiri (12)

Lumpia ala Vietnam berikut sambal kecap siap disantap.

Saya pernah diundang acara makan perpisahan seorang mahasiswi Korea yang berhasil menyelesaikan short course enam bulan di Jerman. Si empunya rumah adalah seorang mahasiswi asal Vietnam. Undangan itu hanya berjumlah lima orang, sisanya adalah orang Jerman. Sebelum datang, si tuan rumah sudah bertanya kesediaan saya dan tamu lainnya tentang menu makanan yang disajikan saat acara perpisahan. Rupanya kami semua tidak keberatan dengan Vietnamese Spring Roll. Bahkan menikmati lumpia ini, kami bisa saling ngobrol satu sama lain.

Mengacu pada pengalaman saya mencoba lumpia asal Vietnam yang tidak digoreng tersebut, saya pun mengundang mahasiswi asal Indonesia untuk membuatnya di rumah. Ternyata membuatnya mudah, murah dan cepat. Barangkali anda pun tertarik mencoba di rumah.

Bahan yang diperlukan

Kulit lumpia yang terbuat dari beras.
  • Kulit lumpia yang terbuat dari beras (lihat foto).
  • Udang
  • Bawang putih.
  • Bihun
  • Lemon
  • Wortel
  • Kecap ikan
  • Kecap soya
  • Garam dan merica
  • Jamur
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Cabai merah
  • Minyak goreng
  • Air panas

Langkah membuatnya

Bahan-bahan yang jadi isian lumpia sebelum digulung.
Satu lumpia yang sudah berhasil digulung dan siap disantap.
  1. Ambil air panas, masukkan bihun. Diamkan selama lima belas menit dalam wadah tertutup. Setelah lima belas menit, tiriskan air dan beri taburan bawang goreng.
  2. Panaskan wajan, masukkan minyak goreng. Masukkan bawang putih cincang, cabai dan daun bawang. Tumis hingga matang. Beri saus ikan, perasan lemon dan sedikit merica. Singkirkan sementara.
  3. Wortel dan jamur diiris tipis, juga daun bawang dan cabai. Panaskan wajan, beri minyak goreng. Masukkan semua dan tumis hingga layu. Beri garam dan merica. Tambahkan kecap soya secukupnya.
  4. Setelah semua bahan isian lumpia selesai dimasak. Siapkan kulit lumpia.
  5. Siapkan air panas dalam wadah besar. Masukkan satu lembar kulit lumpia ke air panas hingga seluruh bagian lumpia terendam air panas. Letakkan kulit lumpia di atas piring, tata semua bahan yang disuka di atas kulit lumpia.
  6. Lipat kulit lumpia seperti membungkus hadiah. Dan lumpia siap disantap.
  7. Untuk kecapnya, saya hanya menambahkan irisan cabai dalam kecap soya.

Saran saya, anda bisa juga mengganti isian lumpia sesuai selera anda. Anda bisa ganti dengan suwiran ayam, tumis daging sapi atau cah sayuran. Semua tergantung selera anda atau yang kebetulan tersedia di rumah anda.

Mudah ‘kan! Bagaimana menurut anda?

Cah Ayam Sayur Bumbu Kacang: Kreasi Sendiri (10)

Libur telah usai. Semua aktivitas sudah kembali normal. Bagaimana jika kita memasak kreasi makanan?

Apakah anda suka mencoba makanan dengan bumbu kacang? Bisa jadi anda akan tergoda untuk membuatnya sendiri di rumah. Pasalnya makanan ini begitu mudah membuatnya setelah saya mengamati teman saya asal Vietnam membuatkannya untuk saya. Dia sendiri menyebut makanan ini “Satai” atau sate seperti yang kita kenal.

Mengapa demikian?

Teman saya ini menyebut masakan ini sebagai satai atau sate karena menggunakan sambal kacang. Masuk akal memang, sate yang kita kenal pun menggunakan sambal kacang. Persoalannya, sate ini tidak seperti daging yang ditusuk kemudian dibakar dalam bara api.

Begini cara membuatnya.

Bahan yang diperlukan

  • Kol putih
  • Wortel
  • Timun jepang
  • Daging ayam fillet
  • Garam, merica dan sedikit gula
  • Bawang putih
  • Bawang bombay
  • Bumbu kacang
  • Air
  • Minyak goreng

Cara memasak

  1. Cuci bersih sayuran dan iris tipis, termasuk bawang putih dan bawang bombay.
  2. Potong daging fillet ayam menjadi lebih kecil.
  3. Panaskan wajan dan masukkan minyak goreng.
  4. Masukkan bawang putih dan bawang bombay.
  5. Masukkan semua sayuran dan tumis hingga layu.
  6. Tambahkan daging ayam fillet yang sudah dipotong. Tumis bersamaan dengan sayuran.
  7. Siapkan bumbu kacang dan lumerkan dengan air panas. Masukkan dalam wajan dan masak beberapa saat.
  8. Siap dihidangkan bersama nasi hangat!

Mudah ‘kan sate yang dibuat oleh teman saya, asal Vietnam ini. Sayuran yang dikehendaki juga bisa diganti sesuai selera.