Finnischer Lachsgrill, Ikan Salmon yang Dipanggang: Makanan Khas Jerman (22)

Finischer Lachsgrill, dengan roti baguette.

Pembeli pun bisa menyaksikan proses pemanggangan ikan dengan baik.

Siapa suka makan ikan? Berikut ini saya berbagi tentang makanan enak dari ikan khas orang Jerman. Saya mendapatkannya di pasar menjelang Natal, Christkindlmarkt di suatu kota di Bavaria. Saya tertarik untuk mencobanya dikarenakan begitu tinggi minat orang untuk datang dan menikmati santapan yang terbuat dari ikan itu. Semakin menarik lagi, saya dan pengunjung yang membeli dapat menyaksikan bagaimana pemanggangan ikan tersebut di atas bara api. Menarik ya!

Saya melihat pramusaji yang melayani begitu sibuk memenuhi permintaan pelanggan. Ikan yang dipilih adalah salmon. Tentu sebagaimana kita ketahui, ikan salmon kaya akan nutrisi. Ikan salmon yang dipanggang baik akan menghasilkan citarasa yang sempurna. 

Karyawan yang bertugas memanggang ikan tampak memperhatikan proses pemanggangan agar sempurna.

Karyawan lain tampak meracik pesanan. Dia memegang roti baguette dan menyisipkan cacahan fillet salmon yang terpanggang di tengah roti.

Lachs atau salmon yang sudah matang sebagai makanan dingin di Jerman biasa disajikan. Ini berupa fillet salmon dan aromanya sangat khas menurut saya. Setiap minggu saya memang harus menyempatkan makan ikan, termasuk lachs yang begitu mudah dijumpai di supermarket di Jerman.

Kembali ke soal dagangan di Christkindlmarkt, saya perhatikan ada dua pilihan untuk menikmatinya. Pilihan pertama dengan menggunakan kentang rebus yang kecil yang diletakkan di piring lebar. Di sisi sebelah kentang disajikan potongan lachs yang sudah matang dengan cara dicacah. Kemudian pramusaji menaburi di atas, mayonaise. Anda tahu bagaimana rasanya? Ini enak sekali!

Karena memperhatikan banyak orang di sekitar menyantapnya, saya pun ikut membeli namun dengan pilihan kedua. Kebetulan perut saya masih kenyang sehingga saya ambil porsi kecil dengan harga yang lebih murah juga tentunya. Pilihan kedua adalah, roti baguette yang dibelah di tengah kemudian disisipi cacahan daging lachs. Terakhir, pramusaji menambahkan mayonaise sebagai pelengkap rasa. Lezatnya!

Sepertinya si pemanggang paham benar mengolah ikan salmon sehingga rasanya itu pas. Ketika saya menyantapnya, ini semacam de javu bahwa saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah saya cek foto-foto traveling di Penang, Malaysia maka saya menemukan makan siang saya berupa kentang rebus dan ikan salmon cacahan yang ditaburi mayonaise. Saya memesan makanan ini di salah satu hotel di Penang, Malaysia. Rasa dan sajiannya pun sama.

Santapan yang saya pesan di hotel di Malaysia, lachs dan kentang rebus dan disiram mayonaise.


Ada yang klaim lachs berasal dari Mediterania, namun saya pun bisa menemukan makanan serupa di Asia. Lalu saat saya bertemu teman dari Kazhastan, dia juga bercerita suka makan lachs dengan kentang rebus. Hmm, bisa dikatakan lachs biasa disajikan dan disantap oleh siapa saja penyuka ikan. 

Bagaimana menurut anda?