Landshut, Bavaria (2): Apa yang Bisa Dikunjungi?

Ini seperti bis layanan city tour di Landshut.

Burg Trausnitz.


Landshut begitu indah, menurut penduduk setempat saat kami berkunjung. Mereka mengatakan dalam bahasa Jerman, kota Landshut begitu nyaman untuk dihuni. Perpaduan bangunan antara baroque, gothic hingga backsteingotik terlihat menyatu di sini. Ada area bangunan yang didirikan sejak abad pertengahan yang masih bertahan hingga sekarang dan terlihat menawan hati. Ada pula bangunan moderen yang tak kalah indahnya tumbuh di kota tua.

 

Tak percaya? Anda bisa lihat dari atas bukit, dimana di sana ada kastil dari bata merah yang indah dan masih terawat baik. Dari sana, anda bisa melihat kota Landshut yang berwarna bak mosaik. Dilalui sungai Isar, anda bisa melihatnya dari balkon kastil bahwa sungai tersebut hingga mencapai kota Munich. Keindahan bangunan yang berwarna serasa membenarkan jika dikatakan, kota ini seperti mosaik.

Namun, apa saja yang bisa anda kunjungi di sini?

(1). Kastil Trausnitz

Kastil tampak depan.

Sekitar kastil.

Figur Raja Ludwig I.

Dari papan informasi di depan loket masuk dikatakan, kastil ini dulu adalah kediaman dari dinasti Wittelsbach. Kastil dibangun pada abad pertengahan untuk para keluarga kerajaan Bavaria. Untuk masuk, anda perlu membayar sekitar 6€ per orang saat kami datang. Alangkah lebih baik jika pengunjung datang dalam suatu kelompok karena mereka juga menyediakan tour guide dimana pengunjung akan mendapatkan informasi lengkap setiap ruang dalam kastil. Begitu megah kastil ini, sehingga kita bisa menemukan berbagai kamar yang menyimpan memori di masa lalu. Misalnya, saya bisa melihat bagaimana dapur yang menjadi area domestik perempuan di masa itu dipenuhi berbagai koleksi peralatan abad pertengahan.

(2). Benteng pertahanan

Meski terbuat dari bata merah, namun sejak tahun 1204 didirikan, benteng ini masih kokoh dan terawat baik. 

Lubang untuk memantau kondisi sekitar.

Benteng didirikan oleh Raja Ludwig I pada tahun 1204. Sepertinya benteng ini digunakan sebagai pertahanan dimana dibuat dari bata merah yang kokoh hingga sekarang. Disebut sebagai benteng pertahanan, saya juga melihat ada lubang kecil di beberapa tempat yang dijadikan lokasi memantau area sekitar. Letaknya di atas bukit menjadikannya tempat strategis untuk memantau kondisi keseluruhan dari atas.

(3). Stadt Hofgarten

Papan informasi perlu diperhatikan pengunjung.

Baik juga untuk mereka yang suka jalan kaki menyusuri bukit di tempat ini. Perhatikan papan informasi di atas.

Sebelum mencapai kastil dan benteng, saya mendapati semacam hutan yang berwarna seperti mosaik. Indah menurut saya meski ini bukan musim gugur. Warna hutan seperti didominasi warna merah, senada dengan warna kastil yang tersusun dari bata merah. Untuk datang ke sini, harap gunakan alas kaki yang nyaman karena area yang menanjak dan berbatu. Belum lagi jika musim dingin seperti sekarang, perlu juga pelindung tubuh yang hangat agar nyaman selama di sini.

(4). Skulpturenmuseum

Tampak depan

Tertarik dengan koleksi perupa? Silahkan datang ke museum ini!

Museum ini merupakan koleksi dari tokoh perupa tersebut.

Boleh dikatakan skulpturenmuseum semacam galeri seni rupa dari karya perupa ternama. Adalah Fritz Koenig (1924-2017) yang ahli dalam membuat karya seni patung dan produktif semasa hidupnya. Karyanya juga dikenal di berbagai negara dan mendapatkan penghargaan. Tempat ini menjadi koleksi berbagai karya terbaiknya. Untuk masuk, pengunjung dikenakan biaya.

(5). Basilika Santo Martin

Basilika Santo Martin (kiri) dari atas.

Basilikia Santo Martin memiliki menara tertinggi di Bavaria. Bahkan menara ini begitu terlihat menonjol jika dilihat dari atas, kastil Trausnitz.

(6). Gereja Katolik St. Jodok.

Tampak Gereja Katolik St. Jodok (kanan).

Terakhir, saya melihat Gereja Katolik St. Jodok yang lokasinya berdekatan dengan Christkindlmarkt. Gereja ini juga bergaya backsteingotik, dimana tersusun dari bata merah yang indah.

Lain waktu saya akan mengamati area kota tua yang masih indah, dipenuhi bangunan abad pertengahan dan di sisi lain oleh bangunan moderen.

Landshut, Bavaria (1): Festival Pernikahan “Die Landshuter Hochzeit” yang Bersejarah

Kota Landshut diambil dari atas. Tampak menara Basilika Santo Martin.


Begitu terkenalnya Landshut dengan festival musiman 4 tahun sekali, dimana sepasang pangeran dan puteri menikah, Landshut kerap dijadikan obyek pengambilan foto pre-wedding. Tampak pasangan asal Turki sedang berpose.

Landshut dari sisi lain, tampak Gereja Katolik St. Jodok.


Landshut adalah pusat pemerintahan dari Niederbayern, Bavaria. Kota ini memiliki benteng pertahanan Trausnitz yang memiliki arsitektur menarik mata, berupa tumpukan bata merah bercirikan backsteingotik. Kastil di atas bukit berdekatan dengan benteng pertahanan pun masih terjaga dengan baik hingga sekarang.

Selain itu, menara Gereja Katolik dianggap tertinggi di Bavaria juga begitu terlihat mencolok karena bergaya backsteingotik. Baik kastil, benteng dan gereja tampak masih terawat baik. Tak hanya tempat bersejarah lainnya, banyak orang datang dari seluruh Jerman untuk menyaksikan festival pernikahan tempo dulu, abad 15 yang digelar musiman.

Dari buku seputar Jerman, saya mendapati ada satu festival yang digelar setiap empat tahun sekali. Festival akbar ini mengingatkan pada perayaan pernikahan pangeran dan putri di tahun 1475. Kota Landshut dikenal sebagai kota penyelenggaraan festival empat tahun sekali pernikahan akbar “Die Landshuter Hochzeit” yang pernah ada dan melegenda yakni seorang Pangeran dari Bavaria dengan Puteri dari Raja Polandia pada abad 15. Pernikahan ini semacam politik, yang mempertemukan Barat dan Timur. Pernikahan bersejarah tersebut terdokumentasi dengan baik melalui festival musiman tersebut.

Dokumentasi foto festival musiman yang dimaksud.

Ada yang berperan sebagai pangeran dan puteri sebagaimana layaknya yang terjadi pada abad keemasan, abad 15.


Dahulu perayaan festival ini diselenggarakan setiap tahun, namun pada tahun 1985 diputuskan untuk diadakan setiap empat tahun sekali. Setiap festival melibatkan ribuan orang Landshut mengenakan kostum orang-orang layaknya di abad pertengahan tempo dulu. Semua orang memenuhi jalan utama dan pusat kota Landshut menyaksikan parade bagaimana penyelenggaraan pernikahan pangeran dan puteri tempo dulu digelar. Meriah sekali jika saya lihat dari dokumentasinya.

Jika menyimak sejarah tersebut, mungkin itu sebab di wilayah Landshut terdapat bangunan bercirikan backsteingotik seperti pada Gereja Katolik yang saya ceritakan sebelumnya. Mengapa? Di Polandia, banyak bangunan bercirikan backsteingotik  begitu terlihat mempesona dan menjadi destinasi wisata.

Festival terakhir dilaksanakan pada musim panas tahun ini, kemudian akan dilaksanakan lagi pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Cerita Landshut akan berlanjut pada artikel selanjutnya.

Mengamati Gaya Arsitektur Gereja Katolik di Bavaria, Jerman: Ciri Backsteingotik atau Brick Gothic (3)

Gereja Katolik St. Martin, dekat Landshut.
wp-image-1323664648Kota Landshut dari atas, Gereja Katolik St. Jodok (kanan) juga bercirikan arsitektur backsteingotik.


Salah satu Gereja Katolik lain di Munich yang juga punya ciri arsitektur backsteingotik. 


Melanjutkan hasil pengamatan soal arsitektur Gereja Katolik di seputar Bavaria, saya mendapatkan satu lagi ciri arsitektur yang jarang dijumpai. Suatu kali saya berhenti di Landshut, Niederbayern. Saya menjumpai bangunan yang berbeda dan indah sekali, termasuk pada Gereja Katolik yang jadi landmark kota tersebut. Beberapa Gereja Katolik lainnya di sekitar juga bercirikan sama, Backsteingotik dalam bahasa Jerman.

Baca:

  1. https://liwunfamily.com/2017/12/21/mengamati-gaya-arsitektur-gereja-katolik-di-bavaria-jerman-gaya-baroque-1/
  2. https://liwunfamily.com/2017/12/23/mengamati-gaya-arsitektur-gereja-katolik-di-bavaria-jerman-gaya-gothic-2/

Di Landshut, ciri bangunan backsteingotik terdapat pada kastil “Burg Traunitz” yang begitu melegenda dan terlihat menawan dari bawah. Cerita kastil tersebut akan saya lanjutkan pada artikel selanjutnya.

Backsteingotik, sebenarnya diambil dari kata backstein yang merujuk pada batu bata merah. Kemudian gotik tentu merujuk pada ciri khas gothic, seperti yang saya ceritakan pada artikel sebelumnya. Pada bangunan gothic, ciri yang menonjol terlihat seperti keruncingan menara. Jadi backsteingotik bisa dikatakan perpaduan antara keduanya. Dalam terjemahan bahasa Inggris, disebut Brick Gothic.

Sebenarnya tak hanya di Jerman, bangunan dengan ciri khas backsteingotik ditemukan. Bangunan seperti ini juga tampak mencolok di Polandia, Belanda dan Inggris. Itu yang saya ketahui. Ketika saya berbicara dengan seorang pastor di sini, dikatakan Gereja Katolik bercirikan backsteingotik lebih banyak terlihat di wilayah Jerman bagian utara. Pembangunan bercirikan gaya arsitektur ini sudah dimulai sejak abad 12 hingga 16 di wilayah Eropa yang berdekatan dengan laut Baltic.

 

Menurut anda apakah bangunan bercirikan backsteingotik terlihat lebih mudah dibandingkan kedua ciri arsitektur sebelumnya?

cropped-wpid-img-20140316-wa0012.jpgGereja Katolik St. Jodok tampak depan.

Gereja Katolik St. Jodok tampak samping.

Setelah saya amati dinding Gereja Katolik yang bercirikan backsteingotik ternyata bata merah tersusun dengan rapi dan arsitektural. Artinya, ini dibangun dengan penuh ketelitian dan terkesan kokoh hingga bertahan ratusan tahun. Konon tak tersedia lagi batu bangunan sehingga dipergunakan bata merah yang terbuat dari tanah liat.

Bata merah yang tersusun tersebut menjadi begitu menawan mata saat saya melihatnya dari kejauhan. Biasanya saya menemukan Gereja Katolik bercirikan baroque atau gothic, maka saat saya menemukan bercirikan backsteingotik tentu ini merupakan hal yang menarik. Ulasan bangunan bercirikan backsteingotik akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya. Namun setidaknya, ada juga Gereja Katolik yang bercirikan backsteingotik di Jerman bagian selatan.

Saya juga pernah mengunjungi gaya arsitektur backsteingotik di Vietnam Selatan, tepatnya di Ho Chi Minh City. Katedral Notre Dame bercirikan bangunan backsteingotik juga terlihat menawan sehingga dijadikan landmark kota.

Katedral Notre Dame, Ho Chi Minh City juga bercirikan arsitektur backsteingotik. Foto diambil 2010.


Ada pendapat?

Christkindlmarkt 2017 in Landshut, Germany

Landshuter Christkindl Markt.

Christmas market in evening.

Christmas market is originated by Germany since centuries ago, but now many countries held the same markets during four weeks of Advent. This market in Bavaria always held in center city that aimed to reach out a lot of people and mostly to be opened near Catholic church. This is not only for business purpose, people can meet and greet in seasonal days festival. Also there is always choir or music performance to sing Christmas songs.

In the corner of market.

The sign board of toilet.

Bags corner.

We just visited one of Christmas markets in Landshut, a capital city of Nierderbayern recently. For car parking, we paid 2€ per day. There was no entrance ticket. It was free. For public toilet, you should give the cents in voluntary. The market was located on old city of Freyung, near Catholic church St. Jodok.

The attractive things about this market such in down:

  • Santa Claus.

Santa Claus (red costume)

I found here Santa Claus who wore costume in figured like as Saint Nicholas. He looked kind to greet every child on market. Children like to meet him, giving hands and making photo together.

  • Children entertainment.

Train railway miniature for kids.

Christmas class for children.

This market served also to entertain children through some miniatures playing ground. I found also a class for children that dedicated to help them understanding Christmas through art performs and creation crafts by experienced person.

  • Der Krippe”


The Nativity scene.

Der Krippe is known as Nativity Scene. In this market, we found specialized the nativity scene in special ways design. This leads to understand the historic of Landshut in connecting with the stars following of the holy night that to be representations of miracle.

  • Music concert.

During we were there, we heard a choir which performed perfect Christmas song by vocal group. After that, this market brought a wide of selected music groups to festive the sparkling evenings.

  • The photo booth.

Photo together Santa Claus figurines.

No wonder people came to Christmas market to capture photos in dazzling evening. This market provided the spots in making pictures for visitors. It designed specialized thema regarding Christmas to capture the exceptional moments in Christmas market. The spots of photos were served on thema Advent of Calendar and Santa Claus figurines.

This market would be held until on 23rd December. Another stories regarding food and drinks in this market, I will share to next post.