Be Happy, Less is More!

Did you notice when some public figures over the world wore the same clothes? For example, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa or Stevie Jobs, etc. They wore same models, and colour, no distressing to be shown up upfront public. They were happy to be themself.

Followed the idea, I wore the same clothes within weekdays because I adored the colour and also not dirty. Two friends warned me “Hey, do you have less clothes? Why did you wear the same always?” See that!!! They thought I had less clothing, but they didn’t realize I was good mood and happy in despite of the same clothing. 

What others think of me is none my bussiness. Why should I bother myself with my belongings?

This post is just to remind me when I always think I had less in everything. To be honest, it is difficult to feel grateful every day. That is why human beings weren’t satisfied toward what have in life. 

In order to be happy every day, it doesn’t matter what we have actually. We never ever feel enough, then we feel unhappy and unsatisfied. The lack of things in life doesn’t meant you are not happy. Happiness is not man-made, it is mind-made. 

So, when you don’t have what you want at this moment, be grateful! Less is meant to be more sometimes. Being simple and minimalist in life! 

Welcome March! As mentioned above is the idea to a new month filled in positive vibes. 

***

Bersyukurlah, Jika Kurang itu Bisa Mendatangkan Kelebihan 


Bersyukurlah jika kekurangan itu adalah kelebihan! Kok bisa??? Mungkin anda bertanya, mengapa bisa demikian?

Kini sudah mulai dikembangkan konsep minimalis, segalanya tidak berlebihan. Rumah minimalis, apartemen yang kecil. Mobil minimalis sehingga mudah untuk parkir. Konsep minimalis kabarnya mendatangkan hidup yang sederhana. 

Jika mencontoh gaya minimalis misalnya gaya berpakaian para public figure yang terkesan itu-itu saja, misal Bunda Teresa, Mahatma Gandhi atau Stevie Jobs sekali pun. Mereka saja yang tampil apa adanya tidak pernah merasa repot dengan berpakaian yang sama, model dan warnanya.

Suatu kali saya coba ikuti gaya minimalis. Jadi saya pun mengenakan pakaian yang sama selama lima hari kerja. Saya pikir musim dingin seperti sekarang, lebih banyak mengenakan jaket dan pakaian tebal sehingga pakaian saya yang utama tidak kotor. Lagipula saya senang warnanya, entah mengapa saya merasa memiliki mood yang baik dan senang saja dengan pakaian itu. Berlebihan mungkin!

Dua orang teman saya yang perempuan memperhatikan saya di kelas. Lalu mereka berpendapat, mengapa saya berpakaian yang sama. Mereka menduga pakaian saya sedikit. Bagi saya tidak masalah dengan sapaan mereka, mungkin mereka selalu memperhatikan penampilan saya. Atau mereka ingin membelikan saya pakaian baru, entahlah! Pastinya saya memang meninggalkan semua pakaian saya di Indonesia, membawa yang perlu saja dan membeli semua pakaian baru di sini. 

Sebenarnya poinnya bukan soal berpakaian, namun cara pandang. Saya berpikir, hidup itu sudah susah sehingga tidak perlu disusahkan dengan pemikiran orang lain sepanjang kita nyaman jadi diri sendiri. Karena saya sering berpindah-pindah, saya jadi menyukai segalanya yang simple, tidak banyak barang dan berlebihan dalam kepemilikan barang. Setiap pindah tempat, saya hanya membawa yang penting saja dan sisanya diberikan kepada orang lain.

Ternyata saya menikmati itu dan terkesan sederhana. Ada yang bilang itu konsep hidup minimalis yang sedang kekinian, namun saya tidak mengikuti gaya hidup orang lain. Saya hanya berpikir bahwa memiliki “kekurangan” barang dalam hidup membuat saya tidak repot dengan pernak-pernik untuk membawanya saat pindah, atau mengurus dan memeliharanya dengan baik. 

Bukankah saat kita memiliki sesuatu maka kita perlu merawat, mengurus dan memeliharanya dengan baik? 

Jika ada sesuatu yang ingin saya miliki, namun saya sudah berjuang dan tidak mendapatkannya maka saya berpikir mungkin itu lebih baik buat saya. Segalanya yang kurang itu bisa membuat kelebihan juga. Kita lebih bersyukur atas apa yang kita punya. Kita tidak repot dengan segalanya dan menjadi lebih sederhana dalam hidup. 

Percaya deh, kepemilikan yang sederhana akan membuat saya ringan melangkah kemana pun saya suka. Itu sebab saya mengatakan bahwa berbahagialah jika kekurangan itu bisa mendatangkan kelebihan.

Anda sendiri bagaimana?

Selamat datang bulan Maret! 

Advertisements

Quotes 14: Das Leben ist kein Ponyhof

In English

Life is not like pony farm. Life isn’t meant to be easy to have what we want. 

Deutsch

Das Leben ist kein Ponyhof. Das bedeutet dass im Leben nicht immer alles verläuft, wie man es sich wünscht.

Bahasa Indonesia

Peribahasa Jerman: “Hidup itu bukan seperti peternakan kuda poni”. Saya berusaha mencari tahu apa maksudnya? Ternyata bahwa dalam hidup tidak selalu berisi hal yang menyenangkan, mudah dan seperti yang kita inginkan. 

New Friends, New Life


As social human, I agree that we can not live alone. We need each others. I found the paradoks that new friend is new life. Do you believe it?

How many friends do you have? What is your definition to call someone as friend?

Some people would love to have many friends in their life. They are rather to rely on friends than family. They spend a lot of times with friends in life. They belive that no life is without friendships. Some friends also might be determine the direction of life. No doubt, having friends is really necessary in their life.

How important is your friend for your life? This should be influence your character and personality. As known in psychology words, “friendfluence” is the term that meant the powerful to have authority to determine a sense of self and values of life. Perhaps, friendship is the key of happiness for some people. 

You have good friends then your life is better. But you have worse friends then your life fills in troubles. This is such a phenomena in Asian that you would be smelled good when you were in parfume store. It meant your life is the product of the friends.

Whether realize it or not, having friendship is influenced to our life. When you are able to change your friends, then you would change your life. This is a reason to say, new friends is new life.

***

In Bahasa Indonesia
Apakah anda percaya pada perkataan teman saya berikut yang mengatakan bahwa teman baru maka hidup juga baru?

Sebagian orang ada yang begitu bergantung pada kehadiran teman dalam hidup mereka. Sebagian lagi mungkin saja tidak, artinya teman mereka bertambah banyak atau tidak toh mereka tak peduli. Sedangkan sebagian lagi, ada yang memiliki kehidupan yang berbeda bahkan jadi baru hanya karena punya teman yang baru.

Begitulah hidup! Sesungguhnya kita bisa menentukan kita ingin berteman dengan siapa. Lingkup pertemanan juga terkadang menentukan karakter pribadi seseorang. Jika kita berada di toko minyak wangi, maka kita pun akan tercium wangi meski tak memakai minyak wangi.

Mereka yang demikian bergantung pada teman pun bisa saja mengubah hidup dengan mengubah teman. Meninggalkan teman lama dan mendapatkan teman baru bukan hal mudah. Bisa jadi ini dilakukan karena ingin kehidupan yang baru dan mungkin lebih baik.

Anda sendiri bagaimana? 

Be Realistic for Big Dream! 

All people grown up with fully plans and dream. Everyone reaches out their dream to be successful people in life. But they must aware the authority to approve a dream. That is reality. 

In Bahasa Indonesia

Semua orang bertumbuh dalam rencana dan impian sepenuhnya. Setiap orang menggapai impian mereka untuk menjadi orang sukses dalam hidup. Namun mereka harus sadar bahwa ada kekuasaan untuk menyetujui sebuah mimpi. Itu dinamakan kenyataan.