Pramusaji Biasa? Tapi Tipnya Luar Biasa. Oktoberfest (2)

Foto diambil dari koran lokal (17/9).

Jika datang ke festival di wilayah Bavarian semisal Oktoberfest atau berbagai festival seperti yang saya ceritakan sebelumnya, maka anda akan bertemu para pramusaji di tenda-tenda bir. Kelihatannya pekerjaan pramusaji adalah pekerjaan biasa, membawakan makanan dan minuman bagi pelanggannya. Namun sebenarnya pendapatannya luar biasa loh!

Mereka para pramusaji ini bisa membawakan gelas bir ukuran 1 liter lebih dari 1 gelas. Katakanlah 1 gelas berisi bir 1 liter kira-kira beratnya lebih dari 2 kilo. Pengalaman saya saat suami memesan bir satu liter, saya memerlukan dua tangan untuk mengangkatnya. Mungkin saya terlalu kurus barangkali. Namun para pramusaji di festival bir bisa membawa 4 gelas bahkan lebih. Tercatat pramusaji pemegang rekor dunia, dia mampu membawa 29 gelas. Super!!!

Selain keahlian membawa gelas-gelas bir yang tentu berat, mereka juga harus mengenakan pakaian khas yakni Dirndl bagi perempuan dan celana lederhose bagi pria. Pakaian ini sebagai ciri khas dan identitas mereka sebagai orang Jerman. Lederhose aslinya berbahan kulit sehingga tidak perlu dicuci, cukup dijemur dan menggunakan pembersih khusus. Lederhose ini juga cukup berat, berbeda dengan celana biasa untuk pria. Namun kini banyak juga yang tak berbahan kulit atau kulit sintetis.

Selain keahlian membawa gelas bir, mereka sebagai pramusaji harus ramah terhadap pengunjung dan cekatan. Jika mereka tidak ramah, tentu sebagai pelanggan kita juga males memesan pada mereka. Mereka benar-benar mengandalkan komisi 10% dari pesanan kita. Tentu mereka akan bertanya apa yang kita pesan sehingga ketrampilan berkomunikasi yang baik dan pribadi yang ramah menjadi poin plus sebagai pramusaji. Mereka akan bergerak cepat membawakan pesanan kita dan kembali lagi ke pantry, membawakan pesanan untuk yang lainnya. Luar biasa ‘kan!

Tak cuma itu, ini yang menarik di Jerman. Mereka sebagai pramusaji juga bertugas menjadi kasir. Jadi jika memesan ke mereka, tentu anda harus punya uang cash di tangan. Setiap pramusaji memiliki dompet yang tebal bahkan sepertinya tas pinggang khusus untuk menerima, mengembalikan dan menyimpan uang para pelanggannya. Keren ‘kan! 

Lalu ini yang membuat saya terkagum-kagum kala beredar mitos bahwa seorang pramusaji di Oktoberfest saja bisa membeli mobil setelah berakhirnya festival. Saya pikir tip itu biasa ala kadarnya, sukarela. Ternyata gosipnya pendapatan seorang pramusaji berikut tip bisa menghasilkan 30 ribu Euro di kala Oktoberfest. Teman lain yang mengenal seorang pramusaji di Oktoberfest mengatakan bahwa seorang pramusaji yang dikenalnya bisa mendapatkan tip, hanya tip loh 4 ribu Euro setelah festival berakhir. 

Rejeki orang tidak ada yang tahu. Festival Oktoberfest digelar selama lebih dari 2 minggu. Beberapa festival di Bavarian ada yang digelar hanya beberapa hari. Dan sebagian orang juga memang ada yang melamar sebagai pramusaji seperti ini.

Saya kepengen. Sayangnya saya tidak bisa. Bawa gelas bir satu saja butuh dua tangan. Kalau pecah atau tumpah saat dibawa, pramusaji lah yang harus bayar. Belum lagi kemampuan bahasa tidak hanya Deutsch, tetapi dialek Bayerisch. Apa pula itu? Ceritanya nanti. Ternyata di sini mereka juga ada bahasa lokal yang khas. 

Semoga bermanfaatūüėĀ

Karena tidak nyaman mengambil foto, silahkan lihat beberapa pramusaji yang saya rekam dalam festival di sini.

Zwetschgenmarkt: Pasar yang Tidak Jual Plum, Lalu Apa?

Tampak pengunjung sedang memperhatikan barang dagangan.

Ini bukan apel atau plum. Akhirnya saya beli buah Nektarinen, murah loh.

Barangkali harganya murah dibandingkan pasar malam di Indonesia, dompet aneka macam.

Rencana saya dan suami pergi ke ‘Zwetschgenmarkt’ berbelanja dan mungkin ada yang bisa dibeli. Meski saya tidak tahu ‘Zwetschgenmarkt’  itu apa? Menyebut namanya saja susah, akhirnya karena penasaran saya ikut. Acaranya pada hari minggu kemarin (17/9) jam 11 siang sampai sore hari. Padahal hari minggu semua mall dan toko di Jerman tutup tetapi entah mengapa pasar ini dibuka sebagai pasar rakyat.

‘Zwetschgenmarkt’ jika diterjemahkan artinya pasar yang menjual plum. Buah plum baik untuk kesehatan. Ketika saya sampai di sana, kami tidak menemukan lagi plum. Bisa jadi pasar itu hanya julukan atau buah plum sesungguhnya sudah habis. Kami datang sekitar jam 2 siang.

Lah, bagaimana nama judul pasar tidak konsisten? Tetapi di pasar ini semacam pasar yang menjual hasil panen dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Pasar ini memang tidak bisa disebut sebagai pasar tradisional karena tidak ada tawar menawar harga di sini. Semua harga sudah sesuai dengan informasi harga yang dipasang alias harga pas.

Konon pasar ini memang sudah jadi tradisi diadakan setelah musim panas. Beberapa petani tampak menjajakan hasil panen. Namun ada pula beberapa pedagang lain asal Asia yang berdagang pakaian, tas dan lain-lain. Sementara ada yang lain menjual aneka pernak-pernik barang rumah tangga. Di sudut lain ada yang menjual makanan dan minuman yang siap disantap. Beberapa orang tampak asyik menikmati jajanan dan anak-anak sibuk bermain di arena bermain dengan membayar sejumlah uang sekali putar.

Area parkir disediakan gratis bagi yang hendak berbelanja. Ada juga sudut yang digunakan untuk berdonasi bagi masyarakat yang ingin menyumbang. Di sudut lain saya mengamati ada pos untuk berkampanye. Ingat loh 24 September ini, Jerman menyelenggarakan pemilu! Pastinya momen pasar rakyat bermanfaat prmosi massa untuk memilih. 

Tak jauh dari ‘Zwetschgenmarkt’ ada Flohmarkt. Silahkan cek tulisan saya tentang Flohmarkt di sini! Jadi tumpah ruah orang-orang berbelanja, memperhatikan setiap barang dagangan, menikmati suasana dengan keluarga dan bertemunya orang-orang bersama teman dan koleganya. Wah, seru!!!

Semoga bermanfaatūüėĀ

Apa yang Seharusnya Dilakukan Saat Diundang Keluarga Jerman Makan Malam Formal?

Contoh makanan. Sumber foto: Dokumen pribadi.

Hari yang ditunggu tiba, saya dan suami dapat undangan makan malam dengan jamuan ala keluarga Jerman. Sebenarnya saya agak ragu untuk datang karena saya tidak terbiasa dengan table manners dan etiquette  makan formal seperti di film-film. Namun jamuan makan malam ini sifatnya kekeluargaan diadakan di rumah. Lagipula peserta jamuan cuma saya dan suami ditambah keluarga pengundang yang juga sama-sama pengantin baru, jadi saya turut juga. Saya berpikir ini akan jadi pengalaman berharga untuk dituliskan.

Berikut 10 hal yang sebaiknya diketahui saat dapat undangan jamuan makan formal ala saya:

1. Berikan hadiah kepada tuan rumah

Saat saya tahu dapat undangan jamuan, saya langsung cari tahu apa yang sebaiknya dilakukan pertama kali saat tiba di rumah pengundang? Perlukah hadiah buat tuan rumah? Akhirnya saya dikasih tahu suami bahwa kita perlu bawa kado buat tuan rumah. Kami sepakat memberikan bunga hidup yang indah. Rupanya si isteri empunya rumah sangat suka dengan bunga tersebut.

Hadiah memang bukan keharusan. Pengalaman saya, saya perlu mencari tahu kesukaan tuan rumah. Jangan sampai hadiah malah membuat runyam suasana saat di awal perjumpaan!

2. Datang tepat waktu!

Dianggap tidak sopan bilamana kita datang terlambat menghadiri undangan si empunya rumah. Namun juga jangan datang terlalu awal, seperti sejam sebelumnya. Datanglah tepat waktu! Pengalaman saya dan suami sudah datang tiga puluh menit sebelum waktunya, maka kami tunggu di mobil sampai 5 menit sebelumnya.Kami khawatir mereka belum siap.

3. Bedakan urusan bisnis dan keluarga

Dalam obrolan mereka juga cukup tahu mana pembicaraan bisnis dan keluarga. Ketika mereka katakan bahwa ini sifatnya kekeluargaan, maka yang dibicarakan soal kehidupan keluarga. Orang Jerman merupakan orang yang tertib untuk tidak mencampuradukkan masalah keluarga dan bisnis. Jadi saat obrolan dimulai, lupakan percakapan pekerjaan kecuali mereka memulainya. 

Namun jika empunya rumah mengatakan undangan makan malam soal bisnis, sebaiknya tidak membicarakan politik apalagi anda bukan teman dekat.

4. Ikuti table manners yang disediakan tuan rumah

Supaya tidak grogi atau nervous, saya mengikuti apa yang dilakukan tuan rumah. Dalam tabble manners, duduknya pasti melingkar sehingga setiap orang bisa melihat satu sama lain. Ingat ya kontak mata itu perlu,terutama saat berbicara dan angkat gelas buat toast sambil berkata ‘Prost!’ untuk minum bir pertama kali. Bir selalu layak disajikan untuk berbagai pertemuan.

Ambil makanan sesuai giliran atau tunggu sampai dihidangkan. Tunggu sampai tuan rumah kasih kode bahwa anda harus mencoba makanan ini itu buatan mereka. 

5. Jangan memakan makanan langsung dari tangan!

Apa pun makanan anda atau apa pun yang biasa dimakan langsung dengan tangan, sebaiknya tidak dilakukan. Gunakan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Sesulit apa pun tetap gunakan peralatan makan anda, tidak menyentuhnya dengan tangan. Anda dapat melakukannya bila acara non formal atau barbeque di luar. 

Oh ya untuk sendok besar digunakan mengambil makanan sejenis sup. Untuk sendok kecil, digunakan makanan sejenis dessert

6. Hormati makanan! Jangan bersendawa, tertawa keras atau makan sambil berbicara

Gunakan lap mulut atau serbet agar makanan anda tidak terlihat belepotan. Letakkan serbet di paha atau di sebelah kanan tangan anda. Jangan buat serbet kelihatan lecek/kusut! Jika ingin berbicara sebaiknya habiskan makanan anda dalam mulut! Jangan pula bersendawa atau tertawa keras-keras, bersikap anggun sebagai tamu!

Sebaiknya agar tidak menggangu, silent hape anda. Jangan gunakan hape saat makan malam formal!

7. Selalu sampaikan ‘Guten Appetit’ saat mulai makan bersama

Orang Jerman selalu mengucapkan selamat makan atau ‘Guten Appetit’ kepada rekannya saat menikmati makanan bersama-sama. 

8. Jangan tinggalkan sisa makanan dalam piring!

Oh ya, sebaiknya habiskan makanan yang sudah diambil. Bila makanan ala buffet, anda bisa mengambilnya sedikit saja. Daripada anda mengambil makanan banyak namun kemudian meninggalkannya di piring, itu tidak sopan. Jika makanan itu given, sesuai porsinya maka anda dapat mengatakan bahwa porsinya terlalu besar. Hal ini perlu disampaikan agar mereka tahu bahwa anda meninggalkan makanan karena porsi makanan yang besar dan anda sudah cukup kenyang. Namun sebaiknya habiskan makanan yang tersedia di hadapan anda. 

9. Jika menolak makanan, katakan dengan sopan!

Misalnya anda ingin menolak makanan seperti makanan yang sebabkan alergi atau diabetes, anda bisa tolak secara halus dan sopan. Katakan jujur! Namun sepanjang yang saya tahu, tuan rumah biasanya cari tahu jenis makanan yang bisa dikonsumsi semua termasuk tamunya, apalagi tamunya cuma dua seperti yang saya alami.

10. Beri kesan positif soal makanan, bila perlu pujilah!

Terakhir berilah kesan positif sebagai tamu dengan memuji makanan yang sudah disediakan. Selain memuji, saya tanya-tanya soal resep mereka sehingga terasa enak. 

Khusus Perempuan: Cara Cuci BH di Mesin Cuci

Jika di Indonesia, saya masih bisa cuci pakaian dalam saya dengan tangan alias cuci tanpa mesin cuci lalu bagaimana setelah di luar negeri?

Jaring ini mudah didapat di supermarket. Di sini harganya 1-2‚ā¨.

Masukkan beberapa BH ke dalam jaringan. Kemudian masukkan jaring yang sudah terisi BH dan siap untuk dicuci di mesin cuci bersama pakaian kotor lainnya.

Kesadaran mencintai lingkungan dan alam sangat menjadi perhatian masyarakat di Jerman. Penggunaan deterjen sabun cuci misalnya, di Indonesia mereka suka dengan banyak busa tetapi di sini mereka benar-benar memperhatikan soal itu. 

Saya tahu bagaimana penggunaan mesin cuci dapat mengkoyakkan tekstur dan pola BH. Itu sebab saya selalu mencuci pakaian dalam tanpa mesin cuci di Indonesia. Sedangkan di sini, ada cara khusus agar BH tidak rusak dan bentuknya masih baik.

BH adalah kepanjangan dari B√ľsten Halter dalam bahasa Jerman. Di Jerman cukup dikenal dengan nama BH saja. Saya tidak tahu apa kepanjangan BH dalam bahasa Indonesia. Namun BH menjadi pakaian dalam untuk wanita sejak memasuki masa pubertas.

Untuk mencuci BH, anda bisa gunakan jaring atau net yang bisa dibeli di supermarket. Masukkan BH ke dalam jaring dan siap dicampur dengan cucian lain dalam mesin cuci. Cuci dalam suhu hangat 30 derajat. Setelah dipraktekkan beberapa kali, BH pun tidak berubah bentuk dan hasilnya optimal. 

Jadi, apa anda tertarik mencobanya?

Semoga bermanfaatūüėĄ

Kupon Bayar WC Bisa Jadi Voucher di Mall

Setelah dari WC, simpan kupon supaya dapat potongan harga di kafe/restoran di dalam mall.

Dulu teman saya suka protes jika sama-sama traveling dan harus bayar, misal di Malaysia perbatasan, dia harus merogoh uang 2 Ringgit setara dengan 6 ribuan rupiah. Dia komplen, menurutnya di Indonesia untuk bayar WC masih 2 ribu rupiah bahkan kadang ada yang sukarela. Di luar negeri tidak semua tempat gratis untuk menggunakan WC. Meski nominalnya kecil ya tetapi jika sering pergi ke toilet, ya lumayan juga nominalnya bila dijumlahkan.

Di beberapa tempat seperti mall di Munich, bisa menerapkan harga berbeda-beda untuk bayar urusan ‘ke belakang’ misalnya. Atau di stasiun kereta, ada yang menerapkan 0,50‚ā¨ hingga 1‚ā¨. Jika bayar kepada petugas tentu lebih enak jika kita tidak punya uang koin, sialnya lagi sudah kebelet ternyata tidak punya uang koin yang harus dimasukkan secara otomatis ke mesin. Jika begitu, anda tetap tidak bisa masuk karena harus masukkan koin dulu untuk membuka pintu misalnya.

Jadi memang ‘urusan ke belakang’ terlihat sepele namun jika sering ke WC, terbayang juga uang koin yang seharusnya bisa untuk makan atau minum. Ngapain protes jika WC umum di Indonesia masih sukarela atau 2 ribu rupiah untuk mereka yang membersihkannya. Di luar sana, anda harus mengeluarkan lebih dari 2 ribu rupiah untuk sekedar WC. Malahan saya pernah menemukan tempat-tempat wisata yang bau pesing, karena orang mungkin malas bayar atau tak punya uang koin sehingga bisa buang air kecil sembarangan, memprihatinkan ya? Mungkin daripada keluar 1‚ā¨, mending dilakukan di sembarang tempat. Bukan cara yang baik ini. Di tempat wisata populer bukan tidak mungkin biayanya 1‚ā¨ untuk numpang WC.

Sambil menunggu di mall, pesan minuman hangat 2,50‚ā¨ di kafe. Lumayan ada potongan voucher. 

Nah suatu kali, saya tunggu suami di mall. Saya mampir ke kafe di suatu kota di Jerman lalu memesan minuman hangat. Tiba-tiba saya ingin ke ‘belakang’ alias pergi ke WC. Duh, jika di kafe luar mall pastinya ada WC, lah ini tunggu di kafe mall mesti bayar lagi sementara tidak ada uang koin 0,50‚ā¨. Akhirnya suami saya datang dan kasih uang koin 0,50‚ā¨ kemudian saya terburu-buru ke toilet.

Toiletnya canggih dan bersih lagi. Tidak rugi lah jika harus bayar segitu. Setelah masukkan uang koin 0,50‚ā¨ maka akan keluar di mesin otomatis kertas voucher. Setelah itu, kita bisa masuk ke toilet. Setiap voucher toilet ini bisa jadi potongan untuk satu bon bayar minuman atau makanan di kafe atau restoran yang tersedia di mall. Bukan voucher untuk berbelanja ya, sekedar mengingatkan ūüėĄ

So menarik juga ide ini. Menurut anda bagaimana ide ini?

Selain Oktoberfest, Ini Dia Festival Rakyat yang Tetap Eksis 

Ada berbagai biergarten di sini yang diselenggarakan oleh merek-merek bir ternama. Ini hanya ilustrasi biergarten saja karena tetiba hape saya kurang batre untuk ambil foto biergarten.

Senangnya di musim panas adalah banyaknya festival yang bermunculan di tiap tempat. Mungkin iklim dan cuaca yang mendukung yang menyebabkan acara festival berlangsung secara outdoor selalu diminati siapa saja. Festival akbar yang saya ketahui adalah Oktoberfest. Oktoberfest mampu menyedot animo turis mancanegara untuk datang ke Munich.

Namun Oktoberfest belum mulai, festival akbar yang juga menarik minat masyarakat Bavaria sekitarnya adalah Karphamfest. Ternyata pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Bavaria saja, ada juga dari tetangga sekitar seperti Austria. Disebut Karpham karena diselenggarakan tiap tahun di kota kecil Karpham, di wilayah Niederbayern.

Sampai sekarang festival rakyat ini masih memberi kesempatan untuk memperlihatkan inovasi di bidang pertanian, seperti pameran traktor dan berbagai alat berat lainnya.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa Karphamfest telah ada sejak lama, malah katanya sejak awal abad 19. Karena pada masa itu, banyak digelar pesta rakyat untuk merayakan hasil panen atau perayaan atas hasil kerja di ladang. Tak heran jika acara Karphamfest juga menjadi ajang pameran berbagai peralatan yang digunakan untuk pertanian. Berbagai alat berat seperti traktor dan semacamnya dipamerkan juga di sini. Pada tahun 2017 Karphamfest dilaksanakan selama 6 hari terhitung sejak 31 Agustus sampai 5 September. Pada hari pertama yakni Kamis biasanya digunakan sebagai pembukaan resmi dan niaga. Selanjutnya Jumat sebagai hari pembukaan untuk masyarakat umum. Di hari terakhir, Selasa ditutup dengan pesta kembang api.

Apa saja bisa ditemukan?

Di Indonesia saya menyebut atraksi ini Bom Bom Car.

Ketiga atraksi di atas tentu disukai terutama mereka yang muda dan tak punya masalah dengan ketinggian. Anda berani?

Sebagian besar yang hadir mengenakan pakaian tradisional, perempuan mengenakan drindl dan pria mengenakan lederhose. Ini semacam festival untuk semua kalangan. Ada berbagai atraksi budaya digelar seperti olahraga berkuda Springreiten, band rakyat, dll. Untuk anak-anak, ada banyak atraksi hiburan yang nenyenangkan di sini. Sedangkan kalangan remaja pun tak mau kalah, karena ada arena uji nyali dalam atraksi seperti di taman hiburan. Tentu tua muda bisa menikmati aneka jajanan festival. Jajanan festival, pernah saya tulis di sini.

Salah satu jajanan khas yang dijumpai di setiap festival.

Springreiten.

Ada banyak biergarten yang disediakan pengunjung dengan merek bir-bir terkenal. Setiap tempat menampilkan ciri khas musik, aksesoris, makanan dan bir yang berbeda-beda citarasanya. Asyik ya!

Pengunjung juga bisa menikmati pameran berbagai produk hasil pertanian dan aneka macam kebutuhan rumah tangga. Dari bisnis unit masyarakat kecil hingga perusahaan yang sudah punya nama. Lengkap!

Silahkan datang dengan membawa kocek yang tebal karena harga festival untuk berbagai sajian makanan dan minuman pastinya lebih mahal! Misal harga bir 0.5 liter normal 2-4‚ā¨ di festival bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat. So, ingin merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Bavaria pada umumnya, datang di setiap tahun di acara ini. Karpfamfest biasa digelar di penghujung musim panas.

Untuk video uji nyali, silahkan tonton video singkat berikut. Anda berani?

Semoga bermanfaat ūüėĄ

Ini Bukan Bakso!

Leberknödelsuppe yang dibeli instan. Ditambah bawang goreng dan irisan cabe.

Leberkn√∂delsuppe buatan sendiri. Hasil kerja keras tetapi bentuknya tidak bulat bagus seperti dalam kemasan instan. 

Saya suka bakso. Salah satu makanan yang buat saya kangen bila berada di luar negeri adalah bakso. Terbuat dari daging sapi pilihan, ditambah sedikit bumbu lalu dimakan kala panas beserta sawi atau mie jika suka. Bakso menjadi sajian yang nikmat untuk siapa saja. Bakso dikenal karena harganya yang terjangkau. Saya pun tak bisa melupakan lezatnya makan bakso bersama keluarga dan teman-teman.

Lalu saat udara dingin, tentu yang terbayang di Indonesia salah satunya adalah menyantap bakso. Kuahnya yang panas dan harga yang terjangkau membuat siapa saja suka bakso, termasuk saya.

Suami saya tahu bahwa saya suka bakso. Begitu seringnya saya makan bakso di Indonesia, kemudian dia penasaran mengapa saya suka bakso. Kemudian suami menghubungkan bakso dengan salah satu makanan Jerman. Makanan ini menyerupai bakso, namanya Leberknödelsuppe.

Leberknödel adalah masakan yang terbuat dari hati sapi yang dihancurkan. Jika bakso terbuat dari daging sapi yang dihancurkan maka makanan ini terbuat dari hati sapi. Makanan ini adalah sajian tradisional yang dijumpai di Jerman, Austria dan Ceko. Bentuk makanan ini sama seperti bakso yang bulat.

Saya pernah mencoba membuat sendiri, namun buatan tangan saya, tidak sebulat seperti bakso. Ini resepnya, jika mau disontek. Makanan ini tentu dimakan dengan kuah yang panas, sehingga disebut Leberkn√∂delsuppe. Di wilayah Bavaria, makanan ini cukup terkenal.

Setelah berjibaku membuat Leberknödelsuppe, saya pikir lebih baik beli yang instan. Makanan ini tersedia dalam kemasan kaleng berikut kuah supnya. Kita hanya menghangatkan di panci 20-30 menit, kemudian siap disajikan.

Salah satu Leberkn√∂delsuppe yang tersedia instan di supermarket. Tak perlu repot membuatnya, cukup dihangatkan di panci dan langsung disajikan. 

Saya sungguh menikmati makanan ini serupa dengan bakso, dimakan dengan kuah yang panas di kala dingin. Di Jerman memang belum memasuki musim dingin. Tetapi bagi saya, makanan ini juga sudah mengobati rasa rindu makan bakso seperti di Indonesia.

Bagaimana? Apa anda mau mencoba membuatnya? Ini resepnya.

Haus? Ternyata Air Mineral Bersoda…

Saya dan suami pesan minum di restauran. Suami minum bir, saya dapat minuman air mineral bersoda kadar medium dengan irisan lemon dimasukkan dalam minuman. Di restoran amat jarang air minum mineral tak bersoda.

Andere L√§nder, Andere Sitten. Itu kalimat bijak dari mertua saya. Artinya setiap tempat pasti beda adat dan kebiasaannya. Ini pula yang menginspirasi saya menuliskan hal sepele, air minum. Saya ingat dulu di Penang, Malaysia, saya pesan es teh maka saya dapat es teh susu. Nah di Jerman, jika pesan air mineral maka saya dapat air mineral bersoda.

Pertama kali tiba di Jerman, saya merasa haus lalu mampir sebentar di kafe bandara untuk beli air mineral. Rupanya saya mendapatkan air mineral bersoda. Lalu saya makan di restoran, saya pesan minum air mineral dan lagi-lagi saya dapat air mineral bersoda. Karena kelamaan tak minum selama perjalanan dari bandara, di rumah akhirnya saya minum air dari kran langsung. Masuk akal memang bahwa air kran rumah bersih. 

Namun bukan berarti ada tamu, orang Jerman akan memberi air putih langsung dari kran ya, ini bukan kebiasaan mereka. Jika ada tamu, semisal ada teknisi yang akan memperbaiki internet rumah saya tempo lalu, maka saya memberikan air mineral tetapi ini air mineral bersoda. Saya menyediakan stok air mineral bersoda dan tak bersoda dalam jumlah banyak di rumah. 

Air mineral bersoda sudah menjadi minuman kebiasaan buat kebanyakan orang Jerman yang saya kenal. Nyatanya betapa sulit mendapatkan air mineral tanpa soda atau yang disebut ‘Mineralwasser ohne Kohlens√§ure’ di tempat umum seperti kafe dan restauran. Jika ingin membeli air mineral tak bersoda bisa datang ke supermarket sembako, yang tersedia dalam berbagai pilihan harga dan merek. 

Karena berasa aneh juga buat saya minum air putih langsung dari kran, ini pengalaman pertama kali datang ke Jerman ya, saya akhirnya membeli air minuman kemasan dalam jumlah banyak. Jangan ditanya, apakah ada air dalam galon dan water dispenser di Jerman? Jawabannya tidak ada kemasan air minum dalam bentuk galon di sini. Tidak ada pula dispenser air untuk panas dan dingin. 

Jika penasaran, apa minuman orang Jerman setelah makan? Saya jawab tergantung apa yang dimakan dan selera masing-masing orang. Namun memang air mineral kebanyakan dijual di tempat umum sebagai air mineral bersoda. 

Soal harga minuman kemasan tergantung merek juga. Saya biasa pilih yang ukuran besar 1,5 liter dengan harga yang termurah 0,25‚ā¨ hingga 2‚ā¨ per botol. Oh ya, saat membayar memang terdengar mahal, namun setiap botol ada 0,25‚ā¨ untuk ditukarkan botolnya sebagai proses daur ulang. Hmm, menarik ya! 

Jika anda melihat tanda seperti gambar di atas, artinya botol kosong bisa bernilai sesuai harga yang dicantumkan 0,25‚ā¨.

Namanya Geldautomat atau Pfandautomat, anda memasukkan botol kemasan air mineral yang dibeli, kemudian dihitung per botol kosong 0,25‚ā¨. Setelah dihitung secara otomatis, mesin akan mencetak jumlah botol dan nominal Euro yang didapat, misal 5 botol maka bon akan menuliskan nominal 1,25‚ā¨. Bon ini bisa ditukar uang kembali di kasir atau dijadikan potongan untuk berbelanja. Geldautomat biasa tersedia di supermarket sembako. 

Jika datang ke Jerman dan berasa haus, beli saja air mineral tak bersoda di supermarket sembako. Jangan lupa botol yang kosong dikumpulkan dan dijadikan potongan untuk berbelanja sembako! Lumayan ‘kan. Dari sekedar air minum kemasan, kita jadi paham pentingnya menjaga dan merawat alam juga. Jika memang ada air kran yang tidak bisa diminum langsung, biasanya mereka menuliskan dengan baik di papan informasi.

Semoga bermanfaat ūüėä

Kalt Essen: Makanan Dingin ala Jerman Tak Perlu Dimasak

Brotzeitplatte. Makanan Kalt Essen bersama roti. 

Detilnya makanan tersebut misalnya acar timun, paprika, tomat dan sayuran segar. Kalt Essen ada bacon, daging yang sudah dipanggang terlebih dulu, telur dan sosis. Sebagai penyedap rasa, bisa ditambahkan cocolan semacam wasabi, pasta senf (warna kuning yang berasa pedas) dan butter. 

Dulu waktu masih pacaran sama suami saya, rasanya terlihat aneh saat dia makan Kalt Essen seperti makan ala kadarnya jika waktu makan malam tiba. Aneh juga bagaimana makan masakan yang tak perlu dimasak dengan rasa yang dingin pula. Sehat dan bergizikah makanan seperti itu? Itu pemikiran saya di awal. 

Namun seiring waktu, saya belajar mencicipi kemudian jadi terbiasa menyantap Kalt Essen. Nikmat juga Kalt Essen kala musim panas terik seperti ini sehingga tubuh tidak perlu berkeringat karena menyantap makanan. 

Kalt dalam bahasa Jerman diterjemahkan dingin sedangkan Essen adalah makanan. Kalt Essen menjadi kebiasaan untuk menyantapnya di Jerman terutama Bayerisch. Sebenarnya Kalt Essen bisa dijadikan sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Namun kebanyakan mereka menyantap Kalt Essen saat makan malam. Saat makan malam, porsi makanan memang seharusnya tidak perlu penuh atau banyak. Jadi cocok makan Kalt Essen di waktu makan malam. 

Senangnya menyiapkan Kalt Essen buat saya yang tidak ahli memasak adalah kita tidak perlu repot memasak. Irit listrik untuk memasak di kompor. Selain itu, tidak perlu repot pula mencuci piring. Mengapa? Menyiapkan Kalt Essen sangat sederhana dan tidak memerlukan berbagai peralatan dapur.

So bagi kita yang terbiasa makan tiga kali dengan makanan yang hangat, tentu rasa Kalt Essen menjadi hambar dan dingin. Itu wajar, makin lama jadi terbiasa. Apakah mengenyangkan juga? Tentu saja. Ternyata prinsip menyantap Kalt Essen adalah makanan yang menyehatkan, bukan hanya mengeyangkan perut saja. 

Makanan Kalt Essen mudah ditemukan di semua supermarket bahan makanan. Kita cukup membeli kemudian menyantapnya sesuai selera. Dalam Kalt Essen pastinya roti menjadi makanan pokok. Ada aneka jenis roti ditawarkan tergantung sajiannya. Kadang bisa juga mengganti roti dengan Kartoffelsalat yang juga paling enak disantap kala dingin. 

Cakupan Kalt Essen antara lain telur, ikan, sayuran, sosis, daging yang sudah dimasak sebelumnya, salat dan bacon. Ada juga buah-buahan, keju dan produk susu lainnya. Pastinya makanan yang dijual ini aman dan diuji secara ketat dengan kandungan gizi serta masa berlakunya. Jika malas masak, Kalt Essen tepat juga loh

Selamat Hari Minggu!