Brotzeit, Makan Roti ala Bavaria Bisa Berdua: Makanan Khas Jerman (54)

Makan malam biasanya dinikmati dengan porsi yang sedikit. Itu sebab saya dan suami memesan brotzeit untuk berdua. Ini bisa anda dapatkan di sebagian besar restoran khas Bavaria di Jerman. Wilayah Bundesland kedua terbesar ini, memang punya ciri brotzeit yang tidak didapati di daerah lain.

Apa sih brotzeit?

Jika merunut pada terjemahannya, “brot” dalam bahasa Indonesia dikenal menjadi “roti” dan “zeit” menjadi “waktu” Namun bukan berarti brotzeit dikatakan sebagai waktunya makan roti. Istilah ini merujuk pada roti yang disajikan berikut makanan dingin untuk menikmatinya. Rotinya pun tidak hanya satu. Biasanya restoran meletakkan tiga sampai empat jenis roti dalam baki rotan.

Jerman kaya akan roti karena roti menjadi salah satu makanan pokok. Untuk brotzeit di Bavaria, tentu ada pretzel atau bretzel. Roti garam yang pernah saya ulas di link ini. Selain itu ada roti gandum yang diiris, namanya volkornbrot, kadang juga dinkelbrot. Dan roti lainnya yang tidak wajib seperti sammeln, baguette, atau jenis lainnya.

Apa saja makanan pendamping roti?

Untuk menikmati makan roti, disajikan meriah dan macam-macam jenisnya. Tiap restoran bisa menyajikan kreasinya masing-masing. Misalnya saat kami memesan brotzeit di Regensburg, ada kreasinya yang bisa anda lihat di link ini. Isiannya tetap makanan dingin.

Makanan yang sudah masak dan ready to eat.

Ada sosis dan ham yang tak mungkin ketinggalan. Daging dingin ini tentunya sudah masak, hanya saja disajikan saat dingin. Lalu sayuran pelengkapnya bisa timun yang juga dingin seperti acar rasanya. Ada paprika jika anda suka sedikit pedas. Terkadang ada daun salad. Lalu irisan bawang merah besar juga bisa dinikmati. Ini bukan sekedar dekorasi saja tetapi semuanya memang bisa dimakan.

Namun tak kalah dari itu, anda bisa melihat ada keju yang bermacam-macam disediakan. Keju ini dinikmati bersama roti. Ada keju khusus yang disebut obatzda yang berasa seperti paprika. Keju lain adalah creamy keju dengan rasa kentang. Aneka keju lain juga ada yang dipotong kecil dan dioleskan pada roti.

Mahlzeit! Selamat makan!

Advertisements

Gemischter Brotkorb, Makan Malam nan Simpel: Makanan Khas Jerman (43)

Makan malam yang simpel, cukup roti, beberapa iris daging dan salad dingin.
Jika tak ingin makan daging, sandwich keju mozarella bisa jadi pilihan.

Apa yang biasa disantap kebanyakan orang Bavaria saat makan malam? Sebagian besar mereka memilih makanan yang dingin, tak perlu banyak waktu untuk memasak, porsinya tak besar dan tentu yang praktis. Ya, kalt essen menjadi keseharian saat menikmati makan malam. Meski bisa saja kalt essen dilakukan kala sarapan atau makan siang.

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/27/kalt-essen-makanan-dingin-ala-jerman-tak-perlu-dimasak/

Gemischter brotkorb sebenarnya lebih diartikan aneka roti dalam suatu wadah. Roti sendiri dinikmati dengan aneka sajian, mulai dengan keju kemudian daging hingga salad sayuran. Semuanya itu begitu mudah dinikmati tergantung bagaimana anda memulainya. Tidak ada aturan.

Sajian ini tersedia dalam porsi besar, sedang atau kecil. Gambar di atas adalah porsi kecil. Porsi besar biasanya lebih lengkap dan lebih banyak sajian seperti telur rebus atau hidangan salad sayuran yang lebih banyak. Dalam porsi besarnya misalnya rotinya tersedia tidak hanya satu jenis. Di Jerman ini saya belajar aneka varian roti yang memang berbeda jenis, rasa dan tujuan pemanfaatannya.

Gemischter brotkorb atau sejenisnya memang tersedia di restoran tradisional Bavaria. Harga satu porsinya tidaklah mahal. Karena penyajiannya pun tidak memerlukan waktu untuk memasak atau mengolahnya.

Begitulah, lain tempat lain kebiasaan. Awalnya saya merasa aneh menikmati makanan dingin sejenis sandwich, tanpa dimasak sebelumnya. Jika tak ingin makan daging, pilihan lain misalnya roti sandwich yang di dalam diberi keju mozarella dan tomat. Setelah itu beri taburan bubuk penyedap khusus mozarella. Agar tetap menyegarkan, beri daun salada air. Itu sudah jadi makan malam.

Makanan ini praktis sebagai bekal jika tak punya waktu untuk memasaknya. Tak perlu repot memasak atau menghangatkan kembali untuk menyantapnya. Mudah ‘kan!

In Glühwein geschmorte Ochsenbacke und Halbgefrorenes von der Zwetschge: Makan Malam Kreasi Natal Ala Hotel (2)

Ilustrasi.

Music performance.

Daftar menu bertemakan Natal.

Melanjutkan pos sebelumnya tentang malam malam di hotel yang bertemakan Natal, maka saat ini saya membahas makanan utama dan hidangan penutup.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/03/winterlicher-blatstsalat-und-consumme-vom-steinpilz-makan-malam-kreasi-natal-ala-hotel-1/

Usai pramusaji menarik semua peralatan makan yang kotor, mereka menuangkan minuman air mineral lagi ke dalam gelas saya. Lalu mereka menata kembali meja makan di hadapan saya. Kemudian mereka datang membawakan peralatan makan yang baru seperti garpu dan pisau. Ini adalah makanan utama.

Sambil kami menikmati obrolan santai, kami menunggu pramusaji menghidangkan utama bertemakan Natal. Nama lengkap makanan ini adalah In Glühwein geschmorte Ochsenbacke auf Kartoffel-Meerttichstampf, geschmolzenen Zwiebeln und feinern Schmorgemüse. Panjang nama menu berikut ini, hingga membuat saya puas dan cukup kenyang malam itu. 

Bagaimana menurut anda bila mengetahui nama makanan tersebut?

Makanan utama.

Glühwein biasa disajikan kala musim dingin tiba di Jerman. Di gerai pasar menjelang Natal atau Christkindlmarkt, kita akan mudah menemukan minuman hangat di tenggorokan ini. Atau anda juga bisa membeli bebas di supermarket dan menikmatinya di rumah. Makanan utama bertemakan Natal ini, terbuat dari daging sapi dengan kentang tumbuk sebagai pelengkap. Rasanya mengenyangkan dan nikmat sekali. 

Daging sapinya lembut dan warna hitam kecoklatan berasal dari kuahnya. Ini mungkin berasal dari glühwein. Lalu ditaburi bawang goreng menambah citarasa makanan ini. Sempurna!

Makanan utama selesai disantap. Pramusaji datang lagi merapikan peralatan makan di meja. Mereka bertanya soal rasa makanan kemudian saya pun menjawab dengan wajah sumringah. “Geshmack gut?” tanya salah seorang pramusaji dalam bahasa Jerman pada saya. Respon saya pun sudah menunjukkan saya puas dengan hidangan utama malam itu.

Eits, masih ada hidangan penutup yang menjadi dessert malam itu. Meski perut saya sudah tak muat lagi menampung namun saya penasaran dengan penutup hidangan tersebut. Pramusaji pun datang membawakan serbet baru dan sendok kecil. 

Makanan penutup.



Pramusaji lain datang menghidangkan semangkuk kecil es krim dengan taburan kacang walnus. Lanjut menunya adalah Halbgefrorenes von der Zwetschge mit lauwarmen Zimtschaum und Walnusskrokant. Meski di luar dingin sekali namun ruang dalam yang hangat membuat siapa saja menyukai hidangan penutup ini. Es krim yang nikmat.

Semoga anda terkesan dengan menu yang saya ceritakan dari pos pertama dan kedua! 🌲

Winterlicher Blatsalat und Consumè vom Steinpilz: Makan Malam Kreasi Natal ala Hotel (1)

Pohon cemara berhias atribut Natal di hotel.

Pilihan menu istimewa dalam daftar di sini.

Suatu kali saya dan suami makan malam di hotel dalam edisi menjelang Natal. Pastinya ada menu berbeda yang ditawarkan ketimbang makan di rumah. Perbedaannya tentu soal rasa dan tampilan yang menggiurkan. Menarik mata dan sensasi rasa!

Dalam edisi menjelang Natal, pilihan di buku menu pun istimewa. Begitu istimewanya sehingga saya akan membuatnya berseri dua bagian. Jadi saya mendapatkan empat sajian mulai dari minuman dan roti pembuka hingga makanan penutup. 

Minuman pembuka.

Roti di awal, toppingnya adalah butter.

Untuk kali pertama yang saya muat adalah salat dengan nama lengkapnya yang keren, kleiner Winterlicher Blattsalat in Kürbiskerndressing mit gerösteten Nüssen. Ini adalah sejenis salat di musim dingin dengan dressing seperti biasa mayonnaise dan taburan kacang sebagai topping. Rasanya sudah pasti enak.

Jadi salat dan roti disajikan sebagai makanan pembuka bersama minuman alkohol sesuai pesanan. Namun saya bisa memesan minuman tanpa alkohol juga, seperti air mineral favorit saya tentunya. Tamu juga bisa memesan soft drinks sesuai keinginan jika suka. Tips pertama yang didapat, makanlah salat sebagai hal pertama bukan sebagai penutup!

Salat yang dimaksud.

Puas makan salat, pramusaji datang lagi mengambil piring salat dan menata meja makan. Layaknya hal yang perlu diperhatikan dalam table manner. Kali ini pramusaji menempatkan sendok sup di atas meja. Pikiran saya pun langsung terbayang bahwa makanan selanjutnya pasti berkuah.

Selang beberapa lama, pramusaji datang lagi membawa sajian berbeda. Semangkuk kecil roulade dengan kuahnya yang berwarna kecoklatan. Nama makanan selanjutnya adalah Consumè vom Steinpilz mit Sherry und Pistazien-Crèpe-Roulade. Lengkap! Dari asal nama maka makanan ini semacam roulade daging. Rasanya hangat di tenggorokan, apalagi di luar suhunya minus 2 derajat. 

Rouladesuppe yang dimaksud.

Di mangkuk hanya tersedia dua roulade namun cukup mengenyangkan. Kuahnya menyegarkan membuat siapa pun ingin menikmati makanan ini perlahan demi perlahan. Tips kedua, seni menikmati makanan adalah makanlah perlahan-lahan dan kunyah selama mungkin!

Pramusaji datang dan bertanya rasa makanan. Saya pun sigap menjawab dalam bahasa Jerman bahwa makanan ini enak. Mereka pun tersenyum senang sambil merapikan alat makan saya. Makanan selanjutnya akan segera dihidangkan.

Nantikan edisi kedua makanan ini!❤

Lemon Sauce Grilled Calamari dan Salmon Orange Sauce: Makan Malam Romantis

Lemon sauce grilled calamari.

Salmon orange sauce.

Jika anda ingin mencoba sesuatu yang romantis dengan pasangan anda, anda perlu mencoba makan malam di tempat yang berbeda. Meski harus mengeluarkan kocek tebal namun bukan tidak mungkin anda mendapatkan pengalaman berbeda bersama suami/isteri anda. Siapa tahu ide ini lebih dari sekedar romantis semata, namun sensasi petualangan kuliner seperti yang saya alami. 

Seorang Chef dari Perancis dalam bahasa Jerman berkata “Essen ist ein Bedürfnis, Genießen ist eine Kunst.” Dapat diterjemahkan secara bebas, makan adalah kebutuhan namun menikmatinya adalah sebuah seni. Dan itu betul, saya rasakan saat menyantap menu tersebut di hotel berbintang empat. 

Selama ini kita berpikir bahwa kita makan agar kenyang, tetapi sesungguhnya kita perlu menikmati apa yang dimakan sebagai sebuah seni. Seni meracik makanan sehingga lebih dari sekedar rasa lezat di lidah. Seni membuat makanan sehingga terlihat indah saat disajikan. Menurut saya itu adalah seni. 

Makan malam sudah menjadi biasa dilakukan, namun makan malam romantis bersama pasangan bisa jadi seni dalam perkawinan. Mengapa? Kita menikmati kebersamaan dalam suasana yang dirindukan berdua, yang mungkin selama ini terlewatkan.

So, seperti yang saya katakan sebelumnya. Ini petualangan kuliner yang saya rasakan bersama suami, menikmati makan malam romantis. Biasanya saya sibuk cari tahu bagaimana pembuatan makanan ini, namun kali ini saya membiarkan diri menikmati masakan yang tersaji indah di depan mata.

Bagaimana pengalaman anda menikmati makan malam romantis dengan pasangan? Ditunggu komentarnya!