Begini Memasak Rindsroulade, Daging Sapi Gulung Ala Bayerisch

Daging sapi gulung disantap dengan mie. Agar menyegarkan, ada salat tomat dan salat timun. Lezat!

Jika gulungan daging dibuka terlihat ada beberapa isian. Silahkan mencoba resep di bawah ini!

Daging sapi berbentuk gulungan yang lezat ini umumnya menjadi hidangan yang meriah dan disukai oleh masyarakat di Jerman. Nama makanan ini Rindsrouladde, ada pula yang menyebut Rouladen atau di menu restoran juga ada yang menamakannya menjadi Rinderrouladen. Intinya pada masakan irisan daging sapi yang berbentuk bulat dengan acar sayuran dan daging asap di dalam isian.

Sebelumnya ibu mertua menelpon dan mengajak makan siang di rumah mereka. Seperti biasa undangan makan, beliau selalu bertanya nama makanan kemudian menjelaskan detil bentuk makanan kepada saya. “”Willst Du Rindsrouladde, Anna?” tanya ibu mertua di ujung telpon. Dia bertanya apakah saya mau jika dia memasak Rindsrouladde? Saya pun menjawab “Ja. Gerne Mama.” Tentu saya saya suka, suka makan maksud saya. 

Usai bertelpon, saya sudah membayangkan makanan ini seperti daging sapi gulung. Jam makan siang keesokan harinya, saya sudah meluncur pertama ke rumah mertua saya dibandingkan suami dan kakak ipar. Kami semua bertemu di ruang makan saat rehat bekerja. 

Sore hari saya masih membayangkan makanan yang saya santap siang ini karena lezatnya. Saya telpon ibu mertua dan bertanya resep dan cara memasaknya. Saya bagikan di sini, barangkali ada yang mau mencoba.

Bahan yang diperlukan:

  • Daging sapi tidak ada lemak dan tulang seperti topside beef atau silverside.
  • Daging asap.
  • Wortel.
  • Telur rebus.
  • 1 sendok Mustard tiap gulungan daging
  • Daun piterseli yang diiris halus.
  • 1/4 Liter air.
  • Fett/margarin/minyak sayur
  • Garam dan lada secukupnya.
  • Saus penyedap rasa (lihat gambar).

Saus pertama. 

Saus kedua. 

Cara memasak:

  • Pukul-pukul irisan daging secara merata dengan palu daging. Beri taburan garam dan merica. Singkirkan sementara.
  • Isian daging. Potong wortel berbentuk batang yang halus. Isian selanjutnya adalah telur rebus yang dipotong kecil. 
  • Ambil irisan daging. Sapu daging dengan mustard. Lalu taruh selembar daging asap, wortel dan telur. Taburi kembali dengan daun pitterseli, garam dan lada secukupnya.
  • Gulung daging berbentuk rol. Supaya awet dan bertahan, jepit dengan tusukan daging atau tusuk gigi juga bisa. 
  • Masak gulungan daging. Taruh fett dalam wajan panas. Masak gulungan daging dibolak-balik hingga kecoklatan. Setelah berwarna coklat, masukkan 1/4 liter air. Masak hingga daging empuk.
  • Setelah gulungan daging masak, sisakan air daging untuk sausnya.
  • Membuat saus. Gunakan air rebusan daging, masukkan saus penyedap rasa bersamaan. Aduk-aduk perlahan hingga mengental selama 1-2 menit. 

Tips:

  • Ada juga yang mengikat gulungan daging dengan benang. Silahkan disesuaikan dengan selera anda.
  • Isian daging juga bisa dibeli di supermarket di Jerman berupa acar yang berisi telur dan wortel.
  • Tes kematangan gulungan daging dengan ujung garpu agar tidak mengkoyakkan gulungan.
  • Jangan sampai lama karena saus akan tampak gosong dan tidak baik!
  • Ada pula resep lain membuat saus dengan menggunakan anggur merah.

      Penyajian makanan ini bisa dengan mie nudeln seperti dalam gambar atau kartoffelsalat. Agar lebih segar, Ibu Mertua membuatkan salat timun dan salat tomat.

      Semangat mencoba!

      Masakan Otentik Jerman di Jakarta, Die Stube

      Ini Schlachtplatte yang saya order bersama side dishes adalah mashed potato. Di depan mangkuk kecil berisi sauerkraut.

      Well, saya harus mengatakan bahwa tempat makan berikut ini adalah nyata asyik buat makan dan nongkrong bareng keluarga, rekan kerja, teman atau sembari obrolin bisnis. Weleh…weleh dimana tempatnya? Yups, Die Stube.

      Pastinya restoran yang sedang saya bicarakan ini mengusung kuliner Jerman. Rasanya pas di lidah, apa contohnya? Sauerkraut, semacam kol yang diiris halus dan sudah melalui proses fermentasi. Ya, pendapat saya semacam kimchi dimana saat saya pesan makanan di Korsel kerap disajikan. Nah, sauerkraut hampir identik dengan itu. Rasanya masam dan khas memang otentik masakan Jerman. 

      Di beberapa restoran Jerman di Asia jarang ada yang menyajikannya, mungkin tergantung juga pesanan yang anda minta. Kali ini saya saat memesan “Schlachtplatte” untuk dua porsi maka saya dapatkan sauerkraut. Meski sedang tidak di Jerman, setidaknya aneka makanan ini bisa mengobati rasa rindu masakan kampung suami. 

      Demikian saya jumpai juga banyak pula tamu-tamu yang bukan Jerman. Pun pula pegawai kantoran yang datang dan menikmati sajian khas Jerman ini. Di sudut lain ada beberapa pekerja asal Jepang yang sedang menantikan schnitzel. 

      Tentang bir, jangan khawatir restoran ini menyediakan aneka rasa bir yang patut dicoba. Apalagi restoran ini bersebelahan atau jadi satu dengan bar yang cozzy buat nongkrong. 

      So Penasaran? Silahkan langsung ke TKP di link http://www.diestube.co.id. Oh ya, konon mereka buka di beberapa tempat di Jakarta juga. 

      Makanan Jerman Murah di Jakarta? Di sini… 

      Wiennerschnitzel.
      The German’s.

      Sudah lama saya ingin berbagi pengalaman kuliner di Jerman di bilangan Jakarta, yang tergolong murah ini. Akhirnya kesempatan ini saya tuliskan tidak hanya sebagai promosi tempat ini, karena saya tidak dapat apa pun. Namun saya memperkenalkan menu masakan otentik Jerman yang dirasa pas di lidah Indonesia. Orangtua saya yang belum familiar dengan rasa masakan ini pun, akhirnya juga suka. 

      Adalah suatu tempat nongkrong di wilayah pusat Jakarta yang menawarkan otentik rasa ala western, termasuk masakan Jerman. Siapa sangka anda bisa mendapatkan Bockwurst buatan sendiri?! Lalu juga aneka side dishes disajikan sebagai pilihan seperti german fried, mashed potato, Bratkartoffeln, Pommes atau kentang goreng hingga Kartoffelsalat. 

      Keren ‘kan! Lebih keren lagi adalah harganya yang pas di kocek. Jadi ini yang membuat saya sering datang kemari bila di Jakarta. Lihat saja daftar menu untuk setiap porsi makanannya yang pas dan tidak buat kantong bolong! 

      Awalnya saya diberitahu saat masih kursus bahasa Jerman di Goethe Jakarta. Teman kursus mengatakan bahwa tempat yang mengusung konsep bistro ini layak dikunjungi karena harga yang terjangkau dan rasanya yang pas di lidah. 

      Selain harganya, tempat ini biasa dijadikan ajang makan bersama keluarga atau teman tongkrongan yang memang menyukai masakan western, terutama Jerman. Ada style English untuk breakfast misalnya, atau aneka pasta Italia dan juga menu lokal seperti nasi goreng atau mie goreng. Namun yang memang istimewa adalah masakan Jerman. 

      Tempat ini buka setiap hari, meski hari libur sekali pun. Ini yang membuat tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan saya pernah mendapati beberapa orang yang datang ditolak karena sudah full reservasi saat hari dan jam tertentu. Alangkah baik, anda bisa booking jika anda ingin makan dalam kelompok besar. 

      Selain makanan yang enak, harga yang terjangkau dan lokasinya pun strategis di wilayah Cikini, pusat Jakarta. Bagi petualang rasa, silahkan mampir ke sini ya.