Makanan Khas Jerman (63): Semmelknödel dan Kartoffelknödel, Ini Bedanya

Tampak kiri adalah sammelknödel dan kanan adalah kartoffelknödel.

Nasi adalah makanan pokok di Indonesia, sedangkan di benua biru ada beberapa pilihan sebagai side dishes makanan yang anda pesan. Di Jerman misalnya ada sebagian restoran yang sudah baku menetapkan pilihan side dishes tetapi ada juga yang bisa dipilih pelanggan. Pilihannya bisa roti, kentang atau nudeln, sejenis mie di sini.

Kali ini saya membatasi pilihan pada makanan lokal Bavaria yang biasanya sering dijumpai di restoran. Adalah bayerische semmerknödel yang diklaim enak menurut suami saya. Karena kami memang pernah mencicipi di tempat lain, memang ada rasa berbeda yang membuatnya berpendapat ada bumbu yang kurang. Bayerische semmerknödel itu semacam side dishes untuk menemani makanan seperti saure lunge misalnya. Tapi anda tidak akan menemukan semmelknödel dengan schnitzel karena itu terdengar dan terasa aneh. Jadi menu di sini itu memiliki “jodoh” makanannya sendiri, meski anda sebagai pembeli bisa memilih kemungkinan sesuai menu tersedia di restoran.

Semmelknödel itu bentuknya bulat seperti bola. Saya sendiri belum menemukan padanan lainnya yang berbentuk kotak atau bentuk lain. Semmelknödel itu bisa juga disebut knödelbrot karena pembuatannya yang juga memakai remah roti. Saya sendiri pernah mencoba membuatnya bersama suami waktu kami sedang tidak berada di Jerman. Hasilnya gagal, sehingga tidak perlu ada link tautan yang disertakan. Tinggal di Jerman begitu mudahnya menemukan semmelknödel di toko bahan makanan atau supermarket. Daripada repot, membelinya murah dan tak repot.

Bentuk semmelknödel yang mirip dengan kartoffelknödel, yakni sama-sama bulat seperti bola telah membuat saya tidak bisa membedakannya. Bayangkan saja, saya masih baru untuk mengenali bahwa keduanya itu berbeda. Ya, warna dan rasa jelas berbeda. Kartoffelknödel bisa menjadi makanan pendamping untuk schweinsbraten misalnya. Lagi-lagi saya juga belum menemukan kartoffelknödel dengan currywürst misalnya.

Kartoffelknödel itu bisa juga disebut kartoffelkloß. Ada yang mengatakan ini adalah dumpling-nya kuliner di sini. Bentuknya yang bulat sekitar lima sampai tujuh sentimeter diameternya membuat siapa saja puas menikmatinya bersama makanan lokal di sini. Bahkan restoran di sini menyajikannya dua untuk satu porsi makanan. Saya sendiri menikmati satu bola saja sudah terasa kenyang.

Pembuatannya mudah, menurut ibu mertua. Tetapi saya belum pernah membuatnya. Ini hanya terdiri kentang, tepung dan sedikit bahan lainnya yang saya tidak tahu apa itu. Lalu kentang yang sudah direbus matang dibuat bulat seperti bola. Saya hanya suka membuatnya seperti bola saja dengan kedua tangan saya. Lalu bola-bola tersebut direbus. Praktisnya, saya lebih sering membeli di supermarket kemudian memanaskannya di dalam panci yang berisi air panas. Mudah!

Baik semmelknödel maupun kartoffelknödel itu sudah mengenyangkan menurut saya. Sediakan saus apa saja, lalu buat keduanya matang dalam air panas dan siram dengan saus yang anda inginkan. Itu sudah mengenyangkan. Itu bisa jadi cara berhemat di musim dingin, makan sesuatu yang panas tak mahal dan tak banyak persiapan untuk memasaknya.

Anda ingin mencoba semmelknödel, kartoffelknödel atau keduanya?

Advertisements

Mesir (16): Roti yang Wajib Anda Tahu

Roti yang biasa dijajakan tampak di Kairo.

Sepertinya ini roti pita, bisa dibelah di tengah atau dinikmati langsung juga bisa.

Dimana pun anda berada, makanan pokok adalah makanan yang menjadi kebiasaan untuk disantap dalam keseharian. Di Indonesia misalnya makanan pokok adalah nasi. Ada saja orang yang mengaku belum makan jika dia belum mengunyah nasi. Padahal dia sudah menghabiskan roti dan salad kentang. Makanan pokok seolah-olah menjadi wajib hukumnya karena hal itu menjadi utama dalam kebiasaan makan sehari-hari.

Kembali ke negara Mesir yang masih saya ulas, kira-kira apa ya makanan pokok di sana?

Selain nasi, orang Mesir juga menjadikan roti sebagai makanan pokok. Itu sebab roti selalu disajikan di etalase makanan. Konon roti sudah menjadi catatan sejarah sebagai kuliner tertua di dunia. Bahkan kehidupan masyarakat Mesir sebelum masehi sudah mengetahui bagaimana membuat roti sebagai menjadi makanan pokok. Roti itu simbol kehidupan, menurut masyarakat Mesir.

Sebagai simbol kehidupan, orang Mesir menyebut kehidupan sebagai ‘Aish‘ sehingga mereka memiliki roti yang sejak lama disebut Aish Baladi. Aish ini bukan lafal kosakata bahasa Arab untuk roti. Aish baladi menjadi makanan sehari-hari yang bisa dinikmati kapan saja, siapa saja dan dengan makanan pendamping yang sesuai selera. Bahkan hanya makan aish baladi saja sudah cukup mengenyangkan karena ini terbuat dari gandum yang dipanggang. Roti jenis ini mudah ditemukan dan dijajakan di toko roti atau warung makan.

Saya menemukan beberapa varian roti tetapi sayangnya tak ada informasi nama roti-roti tersebut. Roti pita misalnya yang pernah saya ulas sebelumnya di kuliner chicken shawarma. Ini seperti donner, dengan roti pita yang dibelah di tengah kemudian isian daging disisipkan ke dalam. Roti pita ini termasuk flatbread.

Ini saya tidak tahu apa namanya.

Ini juga apa namanya ya?

Ini yang saya suka, tetapi saya tidak tahu namanya.

Flatbread seperti kebanyakan makanan Timur Tengah maka roti bisa dinikmati layaknya tortilla. Anda tinggal menggulung daging dan sayur sebelum masuk dalam mulut. Selain shawarma, roti pita juga disajikan untuk hawawashi.

Jenis roti lainnya, saya tidak tahu namanya. Hanya saja roti ini menjadi pilihan untuk dinikmati sebagai makanan pokok selain nasi.

Saya sendiri paling suka mengunyah flatbread mereka yang diberi sedikit rempah. Rasa roti ini gurih dan teksturnya renyah. Sampai saya selesai liburan, saya lupa bertanya apa nama roti tersebut.

Apakah anda suka mengkonsumsi roti juga bila tak ada roti atau kentang?