Schnitzel, Kreasinya yang Bisa Dicoba: Makanan Khas Jerman (33)

Schnitzel versi pertama. Isi daging adalah speck dan meeretich.

Siapa yang tak kenal schnitzel, makanan tradisional di sini? Pasalnya jika anda berkunjung ke Jerman, schnitzel menjadi makanan murah meriah yang mudah ditemukan di restoran mahal hingga murah di seluruh Jerman. Jika anda ingin mencoba seperti apa schnitzel, beberapa kali saya sudah pernah mencicipinya di hotel dan restoran di Indonesia. Artinya adalah schnitzel adalah salah satu hidangan Jerman yang sudah mendunia.

Baca https://liwunfamily.com/2017/03/29/makanan-jerman-murah-di-jakarta-di-sini/

Saya pun pernah membuatnya sendiri di rumah. Resepnya bisa dicek di sini. Mudahnya schnitzel adalah daging yang diiris seperti steak. Kemudian daging dipukul-pukul dan diberi garam juga merica. Lalu lumuri daging dengan tepung dan celupkan lagi ke dalam telur. Setelah bermandikan telur, masukkan lagi ke dalam kubangan tepung panir atau tepung roti. Lalu goreng kedua sisi daging hingga berwarna kecokelatan. Begitu cara mengolah schnitzel.

Baca https://liwunfamily.com/2018/03/25/tiga-makanan-khas-jerman-yang-umum-dijual/

Nah, pada pos ini saya ingin membagikan kreasi schnitzel yang saya jumpai di dua restoran berbeda. Sebagai pengalaman, bisa jadi anda tertarik mencobanya atau membuat kreasi serupa di rumah.

Schnitzel versi pertama

Pertama adalah isian daging schnizel tidak lagi daging sapi atau daging babi melainkan yang lain. Meski tetap berlumur tepung roti, namun sejatinya ini adalah speck atau bacon yang dibentuk seperti kepingan daging. Lalu ada meeretich yang dibalutkan bersamaan dengan bacon.

Apa itu meeretich? Meeretich adalah semacam wasabi. Setelah saya menemukan tanamannya, ini sejenis lobak pedas yang berwarna putih. Meeretich bisa dibuat dalam bentuk pasta yang dicelupkan pada makanan semisal sosis sebelum disantap. Sedangkan meeretich dalam schnitzel yang saya temukan berbentuk parutan. Warnanya yang putih dan diparut kerap terlihat seperti keju parut, padahal itu adalah meeretich.

Pada versi pertama ini, schnitzel disajikan dengan kentang goreng yang dibumbui garam dan bawang bombay. Ada salad segar juga yang bisa disantap. Artinya salad bukan sekedar hiasan belaka. Penampakan schnitzel versi pertama bisa dilihat di atas.

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/14/meerrettich-cocolan-semacam-wasabi/

Schnitzel versi kedua

Schnitzel tanpa dibungkus tepung seperti umumnya dan diberi saus paprika.

Untuk versi kedua, jika melihat dari foto seperti saus paprika merah yang menutupi hidangan. Saya juga terkejut ketika memesan dan mendapati hidangan ini, tak terpikir bahwa saus paprika menutupi hidangan. Saat dibuka, saya mendapati nasi dan sepotong daging tanpa dibungkus tepung.

Ketika melihatnya di daftar menu, suami menjelaskan bahwa hidangan ini semacam schnitzel namun dagingnya tidak dibungkus tepung seperti umumnya. Hal menarik, dalam buku menu dikatakan bahwa ini hidangan pedas. Plus satu lagi, schnitzel disantap bersama nasi putih. Bayangkan bahwa tak pernah saya menyantap schnitzel dengan nasi. Karena penasaran, saya pun memesannya.

Saya mendapati saus paprika merah dengan rasa asin. Saus terdiri dari potongan paprika, tomat dan bawang bombay. Saya tidak terlalu suka dengan versi kedua. Porsinya juga terlalu besar sehingga saya menyisakannya di piring.

Dari penjelasan kedua variasi schnitzel yang saya ceritakan, mana yang kira-kira anda suka?

Antipasti, Aneka Sayuran Cocok bagi Vegetaris: Makanan Khas Italia (12)

Makanan yang satu ini mungkin jadi pilihan tepat jika anda adalah vegetaris atau anda sedang tidak ingin makan daging. Mengapa? Antipasti ini terdiri atas aneka sayuran, sebagian masih segar dan sebagian lagi dipanggang. Tak ada bumbu hanya keju mozarella jika anda suka. Lalu diberi topping krim balsamic. Sebagai hiasan, ada Italian breadstick yang panjang seperti lidi dan diletakkan di tengah hidangan. Ini juga bisa menjadi pemanis hidangan.

Setelah saya coba pesan, rasanya enak sekali. Ada rasa pedas dari pepperoni atau cabai hijau yang diasinkan. Di hidangan lain antipasti, cabai merah semacam paprika ikut dipanggang. Rasanya sih tidak begitu pedas dan agak manis. Sayuran lain yang dipanggang seperti terung dan timun jepang. Ada juga tambahan jamur kuping yang juga sudah matang, ada yang dipanggang sebentar. Namun ada pula jamur kuping yang sudah diasinkan dan memang sudah matang.

Hidangan antipasti yang saya kupas ini kebanyakan dihidangkan di restoran di Jerman dalam bentuk sayuran atau vegetaris. Meski pada dasarnya, antipasti berasal dari Italia namun makanan ini populer juga di Jerman. Di negeri asalnya, antipasti juga bisa dikenal antipasto. Cuma beda huruf belakang ya? 

Namun perbedaan tidak hanya soal huruf dan penyebutan saja. Isian salad pun berbeda. Hidangan antipasto tidak cocok untuk kaum vegetaris. Pasalnya salad terdiri atas salami dan daging ham yang sudah masak. Ada juga salad yang berisikan ikan tuna atau salmon pun juga sudah matang. Kondisinya tidak masak dulu, tetapi diperoleh dari makanan kemasan yang memang dingin dan dibekukan. Lalu ada salad sayuran sebagai penghias dan juga bisa dikonsumsi juga.

Menariknya antipasti atau antipasto juga diselipkan buah zaitun dan keju mozarella sebagai ciri khas. Bagi yang suka menyantapnya, silahkan saja. Namun bagi anda yang tak suka, anda bisa memesan tanpa keduanya.

Hmm, penasaran ‘kan dengan cerita saya? 

Selamat mencoba!

Risotto, Nasi ala Italia: Makanan Khas Italia (11)


Sudah lama tak makan nasi di sini, akhirnya saya dapat tawaran untuk menikmati risotto buatannya.
Ketika dia menawari saya, pikiran saya terbawa pada memori di Jakarta dimana saya pernah makan risotto sebelumnya. Ketika mendengar risotto, saya sudah berpikir pasti makanan ini terbuat dari nasi.

Usai dia membuatnya, saya tertegun sejenak bahwa ini berbeda dari risotto yang pernah saya nikmati sebelumnya di salah satu gerai restoran di Jakarta. Tampilannya sungguh berbeda, apalagi rasanya. Namun teman saya asal Slowakia yang juga mendapat menu yang sama mengatakan bahwa risotto ini benar-benar lezat dan enak.

Tanpa ragu saya pun menikmati risotto yang menjadi menu khas andalan Italia. Risotto yang saya nikmati sebagaimana gambar di atas, berasa creamy sementara risotto sebelumnya tidak begitu. Nasi risotto tampak lembut dan enak di lidah meski hanya bawang dan berbagai campuran bumbu yang saya tidak tahu namanya. Untuk menikmatinya, diberi hiasan irisan daun peterseli, saus tomat dan balsamic krim. 

Jangan tanya rasanya karena ini benar-benar nikmat ketimbang risotto yang pernah saya nikmati sebelumnya di Jakarta. Penasaran saya pun bertanya pada juru masak sehingga saya tahu membedakannya. Risotto dibuat dengan nasi yang dicampur dengan keju parmesan, mentega dan anggur untuk memasak. Rasanya kenyal dan creamy tentunya. Bahkan ada yang berpendapat risotto adalah hidangan mewah, padahal siapa pun bisa membuatnya sendiri di rumah jika mau.

Saya menduga apa yang membedakan risotto di sini dengan Jakarta adalah resep membuatnya. Bisa saja tidak ada anggur atau keju parmesan yang menguatkan rasa. Atau bisa jadi risotto di Jakarta dibuat agak mirip citarasa lokal. Karena di Jerman, banyak pendatang Italia yang mencoba peruntungan bisnis kuliner maka risotto dibuat selezat mungkin sebagaimana di Italia, negeri asalnya. 

Meski saya mendapatkan resepnya dari seorang teman Italia yang sama-sama tinggal di sini. Namun saya pikir saya belum bisa membuat risotto seenak yang dibuat teman saya ini. Benar kata teman saya asal Slowakia yang sama-sama menikmati risotto, ini benar-benar nikmat. Dan kerinduan saya makan nasi pun terobati.

Apakah anda pernah makan risotto sebelumnya?

Gebackene Ente mit Reis, Nasi Bebek Beda Versi: Makanan Khas Asia (28)

Gebackene ente mit reis, pakai kuah kari.

Gebackene ente mit reis, yang mirip seperti nasi goreng bebek.



Sudah lama saya tidak membahas makanan selera Asia karena begitu sibuknya mengeksplor rasa baru. Yups, cerita berikut adalah dua menu nasi bebek yang memiliki kemiripan dengan rasa dan penyajian berbeda. Ini saya dapatkan saat saya membeli keduanya di kedai Imbiss Asia di sini. Jeda makan siang, saya tak punya waktu banyak untuk memasak. Lantas, saya pun membeli keduanya di waktu dan tempat berbeda.

Gebackene ente mit reis adalah judul nama masakan dalam bahasa Jerman. Itu artinya adalah nasi dengan bebek goreng. Bebek goreng di restoran di sini disajikan tidak seperti bebek goreng di Indonesia pada umumnya. Bebek goreng dipilih dari daging fillet bebek yang sudah diberi bumbu. Sampai saat ini, saya masih mendapati daging bebek yang renyah, penuh daging dan tanpa tulang. Sementara di Indonesia mungkin daging bebek tidak penuh, bertulang dan digoreng renyah. 

Hal yang membedakan lainnya daging bebek yang disajikan di sini dengan di Indonesia adalah daging bebek diberi tepung roti. Daging bebek sendiri sudah renyah ditambah tepung roti yang pastinya semakin kriuk di mulut. Untuk setiap porsi, biasanya satu potong daging bebek. Lalu pastinya si pramusaji sudah mengiris-iris menjadi potongan kecil yang memudahkan kita menyantapnya. 

Jangan bayangkan makan daging bebek dengan sambal pedas seperti di Indonesia! Itu pengalaman saya selama ini. Di sini tak ada sambal pedas, jika kita ingin “sambal oelek” biasa disebut begitu, kita bisa tambahkan sendiri. Oh ya “sambal oelek” khas Indonesia juga dijual loh di gerai supermarket di sini. Biasanya kedai imbiss menyediakan sambal itu untuk memenuhi selera pelanggan yang datang.

Sekarang waktunya menjelaskan lebih detil dua menu nasi bebek di atas. Gambar pertama, paling atas adalah nasi bebek ditambah kuah kari. Ketika saya memesannya, si pramusaji tanya saus yang dikehendaki. Asal sebut saja, saya pilih kuah kari. Setelah pramusaji meletakkan nasi dan irisan daging bebek. Lalu bertanya soal saus kepada pelanggan, dia pun menambahkan di dekat daging bebek aneka sayuran rebus. Sayuran itu wajib disajikan di sini, apa pun menu yang dipesan. Setelah sayuran rebus diselipkan di dekat daging bebek, kuah kari berisi santan kelapa dan bumbu kari asal Thailand disirimkan di dekatnya. 

Berikutnya, saya jelaskan menu pada gambar kedua, paling bawah. Gebackene ente mit reis berikutnya boleh dibilang seperti nasi goreng bebek. Kalau menu pertama, menggunakan nasi putih biasa maka menu kedua menggunakan nasi yang digoreng. Nasi digoreng bersama sayuran seperti kol, mentimun dan kacang polong. Saya tidak suka nasi goreng ini karena rasanya hambar. Lebih baik saya pilih nasi goreng keliling yang biasa beredar di Jakarta karena rasanya lebih baik. Lagipula ajaib juga menurut saya bahwa nasi digoreng dengan aneka sayuran yang tidak pas. Mungkin sawi atau kol seperti nasi goreng keliling akan lebih baik rasanya.

Dari kedua menu di atas, saya lebih memilih menu pertama. Karena rasanya lebih enak dimakan ketimbang menu kedua yang rasanya “ajaib” di lidah saya. Kedua menu di atas berharga 6,5€ setara dengan Rp 97.500 dalam kurs 1€ sama dengan Rp 15.000. Begitulah, cerita kedua menu nasi bebek yang saya komparasikan.

Bagaimana cerita anda soal nasi bebek?

Spargel, Asparagus Jadi Sajian Istimewa di Musim Semi

A spring vegetables is commonly found in this season which named asparagus. It was sold out by supermarket around my home. Due to rare and unpopular in another seasons, I heard the price of asparagus is more expensive than others vegetables. Despite of that, people like to consume within spring season because it consists 90% water composition. Although it sounds easy to cook, I’d prefer to come into restaurant and to look on the chef how serving this special side dishes. Finally I did it then written my experience below.

Gegrilltes Hühnefillet mit Frischem Spargel und Kartoffeln. Salah satu menu istimewa spargel di restoran.

Berakhirnya musim dingin ditandai oleh berbagai macam aktivitas yang dilakukan warga di sini, termasuk mengkonsumsi makanan yang khas. Sewaktu mendatangi supermarket untuk berbelanja, ada tempat khusus di dekat pintu masuk untuk menjual spargel. Tempat khusus yang dimaksud semacam toko kecil sementara yang menjajakan sayuran hasil perkebunan. Begitu pun saat di supermarket, spargel juga dijual dengan harga spesial.

Apa itu spargel?

Dalam kondisi mentah dijual di pasaran.

Spargel dengan nama lain yakni asparagus. Spargel sebagai sayuran dikelompokkan dalam keluarga lily yang tumbuh di dataran Eropa dan sekitarnya. Baik dikonsumsi karena punya kandungan air yang banyak, rendah kalori dan kaya akan serat. Banyak kandungan vitamin di dalamnya. Itu sebab sangat baik dikonsumsi pada musim seperti ini, menjelang musim panas. Untuk kuliner Asia, asparagus biasa dijumpai di restoran China Kanton. 

Sementara asparagus banyak dikonsumsi masyarakat di Eropa saat menjelang musim panas, seperti yang sekarang terjadi di Jerman. Asparagus dijual di supermarket dan dijadikan menu istimewa di restoran-restoran. Jika anda berkunjung ke Eropa antara April hingga Juli maka hidangan spargel atau asparagus ini laris dipesan di restoran-restoran. Jadi asparagus menjadi hidangan musiman dan istimewa di restoran yang tidak mesti ada setiap saat.

Di Jerman sendiri sampai ada istilah spagerlzeit, yakni periode untuk memanen asparagus dan menyajikannya menjadi santapan. Cara memasak yang mudah dan enak misalnya asparagus direbus biasa. Lalu disajikan dengan butter, olive oil dan keju parmesan jika suka. Banyak orang menyukai saus sederhana ini. Asparagus bisa dihidangkan dengan kentang rebus dan daging yang sudah masak. 

Saya pun akhirnya penasaran ketika datang di suatu kafe dan menjumpai hidangan istimewa ini. Saya memesan dan mencicipi hidangan yang pada dasarnya rasanya benar-benar sederhana ini. Nikmat sekali padahal hanya direbus dan dibiarkan lelehan butter di atasnya.

Penasaran ‘kan?

Tortilla de patatas dan Escalivada: Makanan Khas Spanyol (4)

Holla!!! 

In following dishes are regarding Spain culinaries which named Tortilla de patatas and Escalivada. Tortilla d patatas nor tortilla èspanola is like omelet which contains pieces of potato and onions. Meanwhile escalivada is grilled vegetables such as eggplant and bell peppers. 

Happy Thursday!

***

Makanan berikut yang diperkenalkan adalah kuliner dari Spanyol. Suatu kali teman saya asal Spanyol ini akan pindah kota sehingga mereka mengundang saya makan perpisahan. Tentunya hidangan yang disajikan adalah kuliner dari negeri mereka. Saya dan seorang teman Jerman lain pun antusias datang ke acara ini. Untuk menghormati teman kami ini yang adalah seorang Vegetarian maka hidangan yang disajikan pun tanpa daging.

Barangkali menu berikut bisa dipraktikkan di rumah untuk anda yang tak suka makan daging. Selain itu, makanan ini pun mudah dibuat. Percaya deh, anda pasti bisa membuatnya di rumah.

Tortilla de patatas

Apakah anda tahu bahwa Spanyol punya omelet juga? Yups, omelet ala Spanyol disebut Tortilla de patatas atau Tortilla èspanola. Begitu mereka menuliskannya di secarik kertas ketika saya bertanya apa nama makanan tersebut. 

Makanan pertama ini semacam telur dadar yang dicampur bersamaan dengan kentang potongan dadu dan bawang bombay yang dicincang. Ini seperti hidangan pembuka sebelum saya mencoba yang lain. Omelet ini seperti layaknya telur dadar atau martabak telur bilamana ingin dikreasikan dengan daun bawang, cabai hijau dan sebagainya sesuai selera. Namun menurut teman saya, omelet ini hanya berupa kocokan telur dan potongan kentang berbentuk dadu ditambah sedikit garam sebagai penyedap rasa. Telur kemudian digoreng dengan minyak zaitun. 

Di Spanyol dan negara berbahasa Spanyol lainnya seperti negara Amerika Latin, omelet pada dasarnya disajikan tanpa bawang. Namun kebanyakan orang menyukai bawang sehingga dicampurkan ke dalam kocokan telur. Sepertinya mudah dan mungkin anda bisa praktik di rumah.

Escalivada

Nah, teman kami asal Spanyol ini lebih tepatnya berasal dari Catalonia. Berikutnya hidangan khas dari Catalonia bernama Escalivada. Hidangan ini berupa sayuran yang dipanggang di oven. Sayuran tersebut adalah terong hijau dan paprika merah. Pastinya anda dapa menirunya di rumah.

Setelah kedua sayuran dicuci bersih, letakkan di loyan yang diberi kertas roti sebelumnya. Siram dengan minyak zaitun. Taburi seluruh sisinya dengan garam. Kemudian panggang kurang lebih sejam dengan suhu 180 derajat celcius.  

Selesai dipanggang yakni sayuran berwarna kecoklatan dan tampak layu, kupas kulit terong dengan mudahnya pakai tangan. Lalu iris paprika dan terong memanjang. Sebelum disajikan beri taburan garam. 

Terakhir, kedua hidangan tersebut disantap dengan roti gandum yang diolesi dengan tomat di kedua sisinya. 

Tertarik mencobanya di rumah? Semoga bermanfaat!

Aneka Kue dari Timur Tengah: Makanan Khas Timur Tengah (2)

This following post is to convey the cookies from Middle East Asia around. The pastry made by some Arabic friends in here when we had ‘Kaffeetrinken‘ together few weeks ago. They baked their speciality cookies such as “Harrissa Semolina cakes”, “Kasterd puding” and “Noga Cookies”  to be served for us. As I said, food makes friends. It was greatly appreciated how they made those.

***

Di sini saya memiliki beberapa teman dari berbagai bangsa, seperti yang pernah saya tuliskan aneka kuliner dan cara pembuatannya. Kali ini saya mau berbagi kue yang dikenal di negara Arab dan sekitarnya. Teman-teman saya berasal dari Irak, Syria, Afghanistan yang memiliki bahasa ibu yang sama yakni, bahasa Arab.

Suatu kali kami bermaksud membuat kaffeetrinken bersama di kelas. Meski sekedar minum, makan kue dan ngobrol saja namun selalu ada yang menarik untuk didokumentasikan. Anda tahu maksud saya? Yups, kue-kue yang disajikan.

Berikut kue-kue buatan mereka yang berhasil saya dokumentasikan.

Harisa/Harissa/Haresa

Ada juga disebut Harissa atau Haresa, begitu kira-kira saya meminta teman saya menuliskan nama kue dalam huruf latin. Menurut teman saya, kue ini dibuat dengan mudah. Bahan yang digunakan semisal semolina, saya tidak tahu penyebutannya dalam bahasa Indonesia. Semolina itu semacam tepung terbuat dari gandum. Itu sebab, kue ini bisa dikatakan juga ‘Semolina Cake.’

Saat saya mencicipi rasanya memang tidak terlalu manis. Saya suka. Rasa manis hanya dari gula dan sedikit yoghurt. Hasil akhir adonan adalah dimasukkan dalam oven dengan panas yang cukup selama 30-45 menit hingga berwarna kecoklatan.

Kasterd

Kasterd dapat disebut juga custard. Ini semacam puding menurut saya. Rasanya lembut dan biasa disajikan sebagai dessert saat makan bersama. Makanan ini juga katanya mudah dan sederhana pembuatannya.

Saat saya mencicipinya pertama kali, saya menduga ada rasa kacang di dalam. Betul saja bahwa ada kacang almond di dalam. Lalu rasa kapulaga juga kuat tercium saat pertama kali mencicipinya.

Noga

Noga ini kue yang cukup digemari di Irak karena kue ini adalah kue khas di sana. Makan kue ini seperti makan kue kelapa atau sagon. Benar saja, kue ini terbuat dari kelapa kering. Rasanya garing dan renyah menurut saya.

Demikian hasil dokumentasi kuliner dari Timur Tengah. Semoga bermanfaat!

Apakah anda pernah mencicipi salah satu kuliner tersebut di atas?

Schweinefleisch mit Gemüse in Schacha Soße: Makanan Asia di Jerman (22)

The following culinary such below is regarding pork stir fry vegetables with scha cha sauce that usually served in Asian restaurant in Germany. I figured out this sauce was been known popular in Taiwan. 

Scha cha sauce looked dark brown that made by soya and shrimp. To be best taste, this sauce mixed in variant of fried such as my ordering food in seen picture. 

***

Makanan berikut yang dibagikan biasa dijumpai di restoran Asia di sini. Schacha soße atau ada juga yang menulis Scha cha sauce berasal dari bumbu masakan asal Taiwan. Saya penasaran sekali seperti apa saus yang melengkapi makanan ini.

Konon saus ini hampir menyerupai seperti bumbu sate jika di Indonesia karena sebagai pelengkap rasa untuk makanan bakar. Namun bisa juga digunakan untuk aneka tumisan. Rasanya gurih dan sedikit pedas memang. 

Meski demikian ketika saya memesannya, makanan ini bercampur dengan cah daging babi dan aneka sayuran lainnya sehingga rasanya gurih. 

Warna sausnya kecoklatan mungkin karena bahan dasar dari saus adalah kedelai dan udang yang dihancurkan, kemudian menjadi pasta. Tentu saus ini bisa dibeli dalam bentuk kemasan di supermarket. 

Semua makanan terlihat mirip memang, hal yang membedakan tentu daging yang digunakan dan saus sebagai rasanya. Saus schacha ini banyak dijumpai di area Vietnam juga. Berbagai masakan yang menggunakan saus ini bisa berupa sup atau tumisan seperti yang saya pesan ini.

Semoga bermanfaat!

Rindfleisch mit gemüse und curry, Cah Daging Sapi Kuah Kari: Makanan Asia di Jerman (21)

This post is regarding chinnese beef curry recipe that served commonly by Asian restaurant in Germany. We used to cook with a concentrated strong curry powder. Completely this culinary was dish out with vegetables and paprika. At least, beef curry seemed gold and colourful by curry and vegetables. This stired up my appetite. 

***

Makanan Asia berikut yang dibagikan tak asing lagi mungkin bagi anda, cah daging sapi. Apa yang membedakannya adalah saus atau kuah karinya? Saya belum pernah mendapati cah daging sapi berkuah kari. 

Rasanya menurut saya seperti makan Indomie rasa kari ayam. Rasa karinya benar-benar terasa sekali. Hanya saja ini kari daging sapi, bukan kari ayam. Tentu bubuk kari bukan seperti kari dari Thailand. Bubuk kari yang kering. 

Jika anda tertarik mencobanya, silahkan mencobanya!

Bahan yang diperlukan: 

  1. Daging sapi fillet. 
  2. Wortel.
  3. Brokoli.
  4. Daun bambu.
  5. Paprika.
  6. Bawang bombay.
  7. Daun bawang.
  8. Garam.
  9. Minyak sayur.
  10. Bubuk kari.
  11. Paprika bubuk.
  12. Santan.
  13. Air.

Cara memasak: 

  1. Cuci bersih sayuran dan potong menjadi lebih kecil.
  2. Daging sapi fillet dipotong menjadi lebih kecil dan tipis.
  3. Cincang bawang bombay dan iris daun bawang.
  4. Panaskan wajan, masukkan minyak sayur.
  5. Tumis bawang bombay, masukkan semua sayuran dan masak hingga setengah matang.
  6. Masukkan potongan daging sapi.
  7. Masukkan air dan sedikit santan, sesuaikan dan komposisi sayuran daging sapi.
  8. Beri bubuk kari, garam dan bubuk paprika. Masak selama 8 menit atau hingga matang.

Selamat mencoba!

Knuspriges Entenfleisch mit Pffeffera Koriander Sauce und Tom Yum Gung: Makanan Asia di Jerman (20)

The following culinaries in below come from Asian that found in Shopping Center in Regensburg by Asiagourmet. 

The first shown up is crispy duck that served by covered with bread flour then fried tenderly. To complete the taste, additional sauce was pepper blended with coriander sauce then added vegetables fried. 

Next food was about tom yum gung that autenthic hand-made by Thailand dish. When we heard “Tom Yum” that always related with seafood and mushrom soup. In detailed recept, should be find in my blog here

Surely both foods enjoyed with boiled rice. So yummy when we missed Asian dishes. 


Knuspriges-Entenfleisch auf gemüse mit Pffeffer-Koriander-Sauce. 

Tom yum gung.

***

Makanan selanjutnya adalah selera Asia saat kami berada di sebuah mall dan pusat perbelanjaan di kota Regensburg. Keinginan saya saat itu hanya makanan yang hangat seperti sup. 

Di pusat perbelanjaan, akhirnya ada juga kedai makanan Asia. Ini sama seperti di Munich. Bahkan saya pernah menulis ulasan dua masakan mereka di sini. Namanya Asiagourmet yang berada di Mall Donau, Regensburg.

Jam makan siang sebenarnya sudah lewat, namun masih banyak orang mengantri untuk memesan makanan. Untuk menunya, pengunjung tinggal melihat nama makanan yang dikehendaki di papan display di atas. Nama makanan tentu berbahasa Jerman. Tak perlu khawatir memberikan tips, karena ini tidak seperti layaknya restoran pada umumnya.

Pesan makanan dengan menyebut nama atau nomor makanan. Mudah jika tak terbiasa berbahasa Jerman. Semua karyawannya adalah orang Asia. Mereka dengan ramah melayani pesanan, menerima pembayaran dan membuatkan pesanan pelanggan dengan segera. Jika pesanan anda bisa ditunggu dalam waktu lima menit maka anda berdiri di sekitar situ. Namun jika butuh waktu lebih lama, pramusaji akan memberikan pesanan anda sambil menyebut nomor pesanan anda. Jadi, harap diingat baik-baik nomor pesanan anda!

Untuk peralatan makan seperti sendok dan sebagainya, silahkan ambil di depan kasir saat memesan! Begitu pun sebaliknya saat anda selesai makan, kembalikan peralatan makan anda di rak yang tersedia. Layani diri sendiri juga itu perlu. 

Daftar menu yang tersedia.

Dua makanan yang dipesan adalah bebek goreng krispi yang diberi saus lada hitam. Ini pesanan suami saya. Dalam bahasa Jerman, menu tersebut adalah Knuspriges-Entenfleisch auf gemüse mit Pffeffer-Koriander-Sauce. 

Sebagaimana layaknya masakan bebek yang pernah saya bahas sebelumnya di sini, bebek goreng bertepung krispi ini juga dilengkapi sayuran seperti biasa. Untuk sausnya, digunakan saus lada dan ketumbar. Hmm, lezat!

Sedangkan pesanan saya berupa tom yum gung, begitu tertulis dalam daftar menu. Porsinya lebih kecil dan tanpa nasi pula sehingga harganya lebih murah. 

Sebagaimana umumnya tom yum, isiannya ada jamur dan udang. Karena porsi kecil, jadi seafood hanya udang saja. Rasanya sebagaimana umumnya tom yum yang juga pernah saya buat sebelumnya. Ada rasa segar berikut tomat dan irisan daun jeruk di dalam sup. Hmm, penasaran?

Pengalaman saya memasak tom yum dapat dilihat di sini.