Tagliatelle mit Shrimps: Makanan Khas Italia (6)

Mari memasak pasta! 

Di Indonesia, saya hanya tahu satu nama yakni pasta, padahal tiap bentuk dan jenisnya pun berbeda-beda seperti spaghettirigatoni atau tortellini. Namun pastinya, makanan ini diolah secara al dante sehingga rasanya memuaskan.

Berikutnya saya akan memperkenalkan ragam pasta lainnya yakni Tagliatelle. Tagliatelle ini bentuknya panjang seperti spaghetti hanya saja lebih tipis seperti mie lebar. Malahan ada yang mengira ini seperti fettucine, pastinya berbeda dan biasa disajikan dengan saus krim. Tagliatelle juga berasal dari salah satu wilayah di Italia dan menjadi makanan tradisional. 

Bahan yang diperlukan 

  1. 200 gram Tagliatelle.
  2. 1 siung bawang bombay.
  3. 100 gram udang kemasan, bisa beli di supermarket.
  4. 30 gram krim.
  5. Susu cair (jika suka).
  6. Merica, garam dan paprika bubuk
  7. Paprika.
  8. Seledri.
  9. Air.
  10. Minyak zaitun.
  11. Lemon.

Cara memasak: 

  1. Rebus air hingga mendidih, tambahkan garam sedikit dan minyak zaitun. Masukkan taglietelle selama 10-15 menit.
  2. Masak tagliattelle, setelah matang tiriskan airnya. Singkirkan sementara.
  3. Cincang bawang bombay dengan halus.
  4. Iris panjang paprika.
  5. Iris halus seledri sebagai hiasan di atas pasta.
  6. Panaskan wajan, masukkan minyak zaitun ke dalam. Ketika panas, masukkan bawang bombay.
  7. Masukkan paprika yang diiris halus. Tumis sebentar.
  8. Masukkan krim dan beri sedikit susu.
  9. Setelah itu, masukkan udang. Diamkan sebentar asal jangan sampai krim rusak.
  10. Beri garam, merica dan tambahkan perasan air lemon.
  11. Setelah saus krim matang, sajikan di atas tagliatelle. Taburi dengan paprika bubuk. Sebagai hiasan, tambahkan seledri cincang.

Selamat mencoba!

Advertisements

Kuliner Perlu Dicoba Saat Berada di Nuremberg, Jerman

Nuremberg atau Nürnberg dalam bahasa Jerman cukup dikenal publik. Konon wilayah ini sebagai kedua terbesar setelah Munich di Bundesland Bavaria. Nuremberg pun termasuk destinasi wisata bagi mereka yang ingin mengenal budaya dan tradisi, yang biasa menyebut diri mereka sendiri sebagai Fränken. 

Kunjungan saya pun pastinya diselipkan dengan wisata kuliner. Jika anda ke Nuremburg, coba rekomendasi kuliner yang saya alami di bawah ini.

Rostbratwürste 

Sosis panggang dan sauerkraut.

Suasana restoran yang cukup padat dan ramai pengunjung.

“Drei im Weckla” yang juga dibawa pulang yakni roti semmeln dan tiga sosis panggang.


Menurut penjelasan tour guide, rostbratwürste yang dikemas dengan roti semmeln dan tiga sosis panggang merupakan kuliner terkenal di sini. Biasa disebut “Drei im Weckla” semacam roti dan tiga sosis. 

Berdasarkan literatur gastronomi tentang resep sosis pertama kali di Jerman ditemukan di Nuremburg pada tahun 1313. Meski sudah ada jauh sebelumnya, namun di Nuremburg resep sosis dipanggang sudah tertulis dalam dokumentasi resep.

Kami mencicipi di salah satu restoran khas Fränken dan cukup populer karena berada di Altstadt (kota tua). Restoran ini penuh dan ramai oleh pengunjung baik mereka sebagai penduduk setempat maupun turis seperti kami. 

Nama restoran tersebut adalah Bratwursthäusle. Sajian utama dan populer adalah sosis panggang yang pastinya berbeda dengan kebanyakan sosis pada umumnya di wilayah Bavaria. Sosis ini dipanggang dengan rasa yang enak sekali. Untuk menyantapnya, sosis panggang bisa disajikan dengan roti semmeln atau sauerkraut.

Fränkischer Sauerbraten 

Sauerbraten.

Restoran tempat saya menikmatinya.

Masih ingat artikel sebelumnya tentang sauerbraten di sini? Sauerbraten merupakan kuliner Bavaria yang cukup populer dan disukai bagi penduduk di sini. Meski Nuremberg masih dalam wilayah Bavaria, rupanya sauerbraten milik mereka punya rasa dan selera berbeda.

Kami mendapatinya di salah satu restoran ternama di dekat Rathaus dan menyediakan makanan khas Nuremberg. Saya pun memilih sauerbraten untuk membuktikkan perbedaan sauerbraten yang biasa saya makan pada umumnya di sini. 

Menurut saya, perbedaan pada sausnya yang terlihat kental dan lebih gelap. Saya mencicipi sausnya, namun saya pikir ada rasa anggur merah di dalamnya. 

Glühwein 

Glühwein begitu mudah ditemukan di sini meski tidak sedang di pasar Natal, Christkindlmarkt. Minuman ini memang jadi ciri khas di pasar menjelang Natal sebagaimana yang pernah ditulis di sini. Nuremberg sendiri menurut berbagai informasi memiliki Christkindlmarkt terbesar dan pertama di Jerman.

Bisa jadi alasan ini yang mendorong glühwein di sini juga populer dicicipi. Saya pun memesannya di sini yang katanya terasa enak.

Lebkuchen 

Contoh kue lebkuchen.

Sejarahnya ada di sini.

Apalagi hal yang paling tepat dinikmati di Jerman jika bukan kue jahe atau Lebkuchen. Kue ini bisa dibeli dengan mudah seantero Jerman. Begitu populernya kue ini dijual di kedai manisan setiap ada festival di sini, namun sejarah panjang mencatat Nuremberg sebagai pencetusnya.

Kue yang bisa dibentuk hati atau dibuat seperti rumah-rumahan misalnya begitu digemari tidak hanya saat Natal tiba. Anda bisa mendapati toko roti pertama dan mengklaim sebagai perintisnya ada di pusat kota Nuremberg.

Semoga bermanfaat! 

Blaukratwicker: Makanan Khas Jerman (24)

Makanan yang disukai suami tentu adalah kuliner tradisional Jerman yang tidak melulu daging. Berikut adalah salah satunya, Blaukrautwicker

Apa yang anda pikirkan setelah melihatnya di foto?

Blaukraut sebenarnya adalah kol merah. Kol ini dibentuk seperti mangkuk kecil dan diberi isian berupa nasi dan daging sapi giling. Lalu nasi dan daging sapi giling ditanak bersama kaldu sapi. Setelah 15 menit, masukkan dalam mangkuk kol merah. Padatkan sehingga isinya penuh. Masak lagi dalam panci berlubang atau dandang dalam waktu 10 menit.

Mashed potato atau kentang tumbuknya sedikit berbeda. Selain diberi taburan pemanis daun seledri, sebenarnya kentang yang dihaluskan dicampurkan bersama daging ham. 

Hmm, penasaran?

Pulau Tenga: Makanan Asia di Jerman (14)

Saya sendiri sudah mencari tahu apa alasan dibalik penamaan menu ini, namun tak diketahui informasi. Makanan yang saya sebutkan ini umumnya disediakan di restoran Asia di Jerman. Masakan ini diklaim extra pedas dan ditandai bila pelanggan suka dengan selera pedas.

Konon pulau tenga diklaim berada di sekitar Malaysia. Pulau ini sendiri juga menjadi salah satu lokasi objek wisata. Pulau ini juga begitu eksotis dengan pasir dan lautnya yang menawan. Lalu mengapa masakan ini diberi nama demikian? Bisa jadi pulau tenga terkenal dengan sajian makanan lautnya. Saya mengira sajian ini terdiri dari makanan laut seperti udang, cumi dan kepiting jadi satu sajian. Itu bisa jadi alasan makanan ini dinamakan pulau tersebut. Ini hanya asumsi saya.

Karena penasaran dengan nama menu tersebut, maka saya pun memesannya. Saya tanya deskripsi makanan tersebut pada pramusaji. Pramusaji hanya menjelaskan bahwa makanan ini semacam cah atau tumis sayuran dengan seafood. Karena suka makanan laut, saya akhirnya memesannya.

Makanan itu pun segera dihidangkan sekitar dua puluh menit berlalu. Sajian ini disantap bersama nasi putih yang hangat. Ini semacam tumisan yang pedas berikut sayuran dan aneka makanan laut. Ada brokoli, wortel, jamur, mentimun, tauge dan paprika. Lalu sajian lainnya adalah udang, suwiran kepiting dan irisan cumi. Bumbunya benar-benar pedas dan ditambah bawang bombay.

Jika anda suka pedas, barangkali anda bisa mencoba memesannya. Makanan ini rasanya sederhana dan pedas. Untuk tambahan rasa, sepertinya ada saus tiram di dalam masakan.

Penasaran? Semoga bermanfaat!

Wantan Suppe und Wantan gebacken: Makanan Asia di Jerman (13)

Satu lagi makanan seperti dumpling adalah wantan suppe. Di daftar menu restoran Asia, saya mendapati wantan suppe sebagai makanan pembuka (vorspeisse).  Atau anda juga bisa memilih wantan gebacken dalam versi bukan sup. Ini seperti pangsit goreng.

Mari simak cerita saya!

Wantan Suppe

Suatu kali saya ingin sekali makan yang hangat seperti sup. Akhirnya saya mendapati menu ini untuk dipesan. Porsinya kecil dan tentu harganya pun tak mahal. Sekitar 70 ribu rupiah satu porsi dalam mangkuk kecil. 

Sup tersebut berkuah hangat karena tidak hanya berkaldu sapi saja tetapi ada irisan jahe. Satu porsi ada empat pangsit, yang berisi udang di dalamnya dan jamur. Sup juga ditambahkan sayuran seperti potongan wortel, mentimun dan daun bawang. Namun wantan suppe yang lain yang pernah saya dapati diberi daun ketumbar. 


Bagaimana rasanya?

Wantan suppe khas berasa kuliner Tiongkok. Pedas kuahnya berasal dari jahe. Saya suka sekali. Jangan lupa menyantapnya dengan sendok bebek! Ini seperti berada di Tiongkok.

Wantan gebacken

Lalu berikutnya saya datang lagi dan mencoba Wantan namun dengan berbeda versi. Pasalnya saya lihat di buku menu, tertulis wantan gebacken. Pada dasarnya ini semacam spring roll yakni lumpia tetapi bahannya tetap menggunakan wantan.

Wantan sebenarnya adalah pangsit. Isi pangsit bisa udang atau daging yang dicacah bersama tepung. Jika wantan suppe seperti pangsit berkuah maka wantan gebacken semacam pangsit goreng. 

Bagaimana rasanya?

Menurut saya, pangsit goreng ini renyah karena digoreng dalam kolam minyak. Ini berbeda dengan lumpia karena kulit lumpia dan pangsit tentu berbeda. Lalu makannya dengan menambahkan sambal asam manis. Dijamin anda pasti suka!

Kira-kira anda pilih mana?

Hühnerfleisch Ala Konpao mit Gemüse: Makanan Asia di Jerman (11)

Tumis daging ayam dan sayur dengan saus Konpao.

Makanan berikut ini adalah sejenis cah ayam dengan saus Konpao, yang konon berasal dari salah satu wilayah di Tiongkok, Szechuan. Saya memesannya di restoran China, di Jerman.

Namun jika anda ingin mencoba memasaknya di rumah, silahkan contek informasi di bawah ini!

Bahan yang diperlukan:

  • Daging ayam
  • Minyak sayur
  • Telur,  ambil putihnya saja.
  • Kecap manis.
  • Jahe diiris tipis.
  • Paprika.
  • Bawang Bombay diiris halus.
  • Wortel yang diiris halus.
  • 2 Siung bawang putih dan cincang halus.
  • Cuka beras
  • 3 daun bawang
  • 50 kacang yang sudah disangrai

Langkah memasak:

  1. Potong ayam menjadi kotak-kotak kecil.
  2. Rendam ayam dalam campuran yang terdiri atas garam, kecap, cuka beras, dan putih telur.  Aduk merata sebelum direndam. Diamkan selama 15-30 menit.
  3. Campur bahan untuk sausnya dengan baik.
  4. Panaskan wajan, tuangkan minyak ke dalam.
  5. Tumis paprika, bawang putih dan jahe sampai aroma tumbuh.
  6. Tambahkan daging ayam dan wortel ke dalam tumisan. Masukkan cuka beras sedikit.
  7. Taburi bawang bombay dan tumis sampai daging hampir matang.
  8. Tuang saus rendaman ayam. Masak hingga matang.
  9. Sebelum dihidangkan, taburi kacang. Hidangan pun siap disajikan.

Selamat mencoba!

Dal Makhani, National Dish of India by Taj Mahal Restaurant: Yellow Lentils prepared with Butter

Dal Makhani.

It is served better with rice.

How do you think about India dish? I wasn’t sure this food because I have tried previously in Malaysia. Recently, some collegues had invited me to try out Indian cuisine in restaurant. I thought this food only to prove for second times that this food is not delicious like as my prior experience. Hmm, my opinion was wrong. It was yummy and perfect delicious when I tried at second times.

Taj Mahal restaurant in here provided Dal Makhani with red kidney beans, some vegetables, butter and cream. I was been there for first fime, please find my recommendation in here.

Dal Makhani tastes yummy and tasty that meant totally different my “Dal Makhani” previously in Malaysia. A waiter asked me to have parata or roti as Indian bread as side dishes, but I’d prefer to have rice as my main foods in South East Asian usually.

Some literaturs inform this dish comes from Punjab, the region in north area of India. Dal Makhni is served with lentis or bean and vegetables. Many Indians people like to consume in the big days such as birthday, wedding or religious events.

Well, good to know. Later I’ll come to try out another menu hehehe…

***

In Bahasa Indonesia

“Dal Makhani” Makanan Khas dari India

Di Indonesia kita terbiasa membuat nasi kuning atau nasi tumpeng untuk merayakan hari jadi seperti ulangtahun atau perayaan yang meriah lainnya. Nah, di India bisa jadi bukan nasi kuning tetapi kacang kuning yang diberi mentega khusus dari India bersama sayuran. Rasanya ternyata enak juga. Saya menyantapnya dengan nasi panas khas restoran India.

Ini kali kedua saya menyantap Dal Makhani. Sebelumnya saya pernah membelinya di salah satu restoran India di Malaysia namun rasanya benar-benar hambar dan tak enak. Ketika saya mendapat undangan seorang kolega di sini untuk makan malam di restoran India, maka saya membuat eksperimen makanan yang pernah saya makan sebelumnya. Ternyata rasanya lezat sekali dan tak mengecewakan.

Makanan ini disajikan dengan rempah yang kaya dengan kacang di dalam. Setelah saya cari literaturnya bahwa kacang yang digunakan adalah kacang kuning atau sejenis kacang-kacangan bersama sayuran lainnya. Hal yang membuat enak lainnya adalah butter yang saya rasa tidak mudah ditemukan di mana pun atau memang sengaja dengan resep khusus di India. Jadi bagi anda yang merupakan vegetarian atau tidak makan daging, makanan ini saya rasa cocok karena benar-benar lezat tanpa daging sekalipun.

Dal Makhani konon berasal dari Punjab, wilayah utara India. Kata pramusaji yang menjelaskan bahwa makanan ini biasa disajikan sebagai makanan meriah saat ada acara pernikahan, ulangtahun atau upacara keagaaman.

Begitulah, saya akan mencoba menu lain hehehe…

Schweinerücken Vom Grill, Restoran Schillerhof: Rekomendasi Tempat (12)

Schweinerücken vom Grill. 

Kembali lagi rekomendasi makanan tampil dengan kuliner khas Bavaria. Saya dan suami mampir di restoran yang katanya enak dan sudah lama disukai oleh banyak orang di sekitar. Begitu disukai sehingga restoran ini juga kerap dipenuhi pengunjung, mungkin perlu reservasi juga. Beruntung kami datang, masih ada tersedia tempat buat kami berdua. 

Suasananya benar-benar nyaman dan terlihat moderen ketimbang restoran tradisional lainnya. Pengunjung datang dengan keluarga atau berpasangan, begitu ramai di sekitar kami duduk. Nama restoran tersebut Schillerhof, Bad Fussing. 

Saya memesan menu untuk seniorenteller. Jika anda seperti saya, yang tidak suka makan dalam porsi besar pada umumnya, maka anda bisa memesan porsi untuk para senior atau orang yang sudah lanjut usia. Atau pilihan lain adalah porsi untuk anak-anak karena juga biasanya porsinya tak besar. 

Nama menu yang saya pesan adalah Schweinerücken vom Grill. Ini semacam cordonbleu menurut saya hanya saja dipanggang dan diberi saus yang lezat. Sausnya adalah lauch-schinken sauce irisan daging ham dengan saus yang kental. 

Nah, biasanya di restoran tradisional Jerman, diberikan kentang atau roti sebagai side dishes. Hal menarik di menu ini adalah kroket atau dalam bahasa Jerman krakotten. Ini adalah kentang yang dicampur dengan tepung dan diolah memanjang dan dilumuri tepung roti. Menurut saya, ini enak!

Tambahan lain dari menu saya adalah bunten salatteller. Masih satu paket dengan pesanan saya adalah salat yang terlihat berwarna-warni seperti kol putih, daun salada air, mentimun dan wortel. Rasanya manis dan asam bercampur jadi satu. 

Saya suka semuanya. Pesanan saya benar-benar enak. Awalnya saya meminta secangkir teh panas karena di luar dingin sekali. Setelah makan, saya masih ingin berlama-lama sambil menemani suami bertemu kolegannya. Akhirnya saya mencoba Schokoccino. Ini semacam latte macchiato yang ditambahkan bubuk cokelat di dalam kopi. Rasanya juga sama enak dan membuat saya semakin betah duduk. 

Untuk pesanan suami, akan dibahas pada pos selanjutnya. 

Miso Suppe mit Lachs: Makanan Asia di Jerman (10)

Miso suppe mit Lachs.

Ikan salmon yang jadi isiannya.

Bila mendengar kata ‘miso’ kira-kira menurut anda darimana asa makanan tersebut berasal? Hmm, betul! Jepang adalah makanan yang mendunia dengan sup dengan kuah miso. Saya pernah mencoba sup ini dengan tahu dan rumput laut.

Suatu kali saya datang ke imbiss Asia, kemudian tertarik dengan miso suppe mit lachs yang ditawarkan. Ternyata enak dan mudah membuatnya. Saya praktikkan di rumah dan kemudian saya bagikan di sini. 

Bahan yang diperlukan:

  1. Ikan salmon fillet 200 gram 
  2. Wakame 10 gram semacam rumput laut yang juga bisa dibeli di supermarket.
  3. 60 gram pasta miso
  4. Kaldu atau dashi brühe yang dibeli di supermarket.
  5. 720 ml air.
  6. Daun bawang.

Cara memasak:

  1. Potong daun bawang dan ikan salmon menjadi potongan lebih kecil.
  2. Masak air dan tambahkan pasta miso dan kaldu dashi. Masak hingga mendidih.
  3. Masukkan rumput laut yang sudah direndam terlebih dulu. 
  4. Kemudian masukkan potongan daging salmon.
  5. Masak hingga beberapa menit. 

    Jika anda ingin tahu ke dalam sup juga merupakan ide yang menarik. Anda bisa pilih tahu putih. Sebelum dimasukkan, potong tahu menjadi potongan kecil.

    Selamat mencoba!

    Kokos Suppe mit Gemüse, Sayur Lodeh ala Thailand: Makanan Asia di Jerman (9)

    Kokos suppe mit Gemüse.

     
    Makanan berikut yang saya temukan mirip seperti sayur lodeh di restoran selera Asia di Jerman. Boleh dibilang makanan ini mirip juga seperti di Thailand yang biasa menggunakan bumbu kari dan santan. Namun pastinya makanan ini diklaim berasal dari Asia karena saya menemukannya di restoran citarasa Asia.

    Cara membuatnya juga mudah.

    Bumbu kari yang digunakan.

    Santan kelapa.

    Bahan yang diperlukan:

    1. Sayuran (wortel, sawi putih, buncis, jamur dan brokoli)
    2. Bawang bombay
    3. Santan kelapa
    4. Bumbu kari merah khas Thailand
    5. Garam, gula dan cabai halus.
    6. Minyak sayur

    Langkah memasak:

    1. Potong sayuran menjadi lebih kecil. Bawang bombay diiiris halus.
    2. Panaskan wajan dan tambahkan minyak sayur. Tumis bawang bombay.
    3. Masukkan semua sayuran. Masak hingga setengah matang.
    4. Masukkan santan, cabe halus dan bumbu kari merah. Masak hingga berbuih.
    5. Tambahkan garam dan sedikit gula.
    6. Masak beberapa menit. Selesai.
    7. Hidangkan bersama nasi putih.

    Apakah anda tertarik mencobanya?