Szechuan Art-Hühnerfleisch: Makanan Asia di Jerman (8)

Szechuan-Art Hühnerfleisch.

 

Bersama nasi putih.

 

Makanan berikut yang saya perkenalkan lebih tepatnya berasal dari negeri Tiongkok. Nama makanannya berasal dari salah satu provinsi di sana, ya Szechuan. Di wilayah ini  merupakan area gastronomi dari kuliner Tiongkok. Itu sebab kota ini mendapatkan pengakuan sebagai kota gastronomi tahun 2011. Wow! Makanan di wilayah ini terkenal dengan citarasa yang pedas memikat.

Salah satu makanan yang saya coba adalah jenis makanan olahan daging ayam dengan saus ala Szechuan. Begitu terkenalnya saus ini, bahkan jika anda berkunjung ke Tiongkok maka anda juga bisa membeli burger di gerai McDonalds dengan rasa saus Szechuan. Pastinya, makanan dengan saus ini terkenal pedas.

Saya sedang tidak berada di Szechuan, namun saya ada di salah satu restoran selera Asia di Jerman. Saya pesan makanan ini karena penasaran dengan nama menu ini.

Selang memesan menu ini, pramusaji pun menghidangkannya di hadapan saya. Makanan olahan daging ayam ini terasa indah dilihat karena ada banyak warna yang menggugah selera makan saya. Tak hanya itu, makanan ini ternyata pedas seperti yang tertulis dalam daftar menu makanan bahwa makanan ini dikenal berasa pedas. Di restoran di sini, ada beberapa menu yang diberi informasi bilamana makanan ini pedas rasanya.

Apa yang membuat rasa saus pada makanan ini berasa pedas? Rupanya tidak hanya cabai saja yang digunakan untuk membuat sausnya. Saus Szechuan menggunakan juga irisan jahe dan tambahan merica. Pantas saja rasanya demikian pedasnya. Ini benar-benar meningkatkan nafsu makan saya. Selain itu membuat tubuh terasa hangat karena di luar salju turun lebat sekali.

Daging ayam yang dipilih adalah fillet dan tanpa tulang. Lalu sayuran yang dipilih seperti layaknya di restoran Asia pada umumnya seperti wortel, brokoli, jamur, tauge, mentimun. Rasa makanan ini tak pula manis atau asin, namun pedas. Dan yang paling menarik dari makanan ini adalah saya menemukan beberapa kacang mede di dalam masakan. Hmm, menarik ya!


Makanan ini begitu nikmat disantap bersama nasi hangat. Jika tertarik mencoba, silahkan saja temukan saus Szechuan di supermarket dan praktik memasak di rumah!

 

 

 

 

Advertisements

Reis gebraten-Krabben: Makanan Asia di Jerman (6)

 

Nasi goreng kepiting. Justru udang lebih terlihat dibandingkan suwiran daging kepitingnya.

 

Nasi goreng lainnya.

Makanan berikut yang diulas bahan dan pembuatannya adalah nasi goreng kepiting. Di Jerman, tepatnya di restoran Asia nama makanan ini ditulis dalam daftar menu juga. Namanya Reis gebraten-Krabben. Krabben sendiri terjemahan bahasa Jerman yang diartikan kepiting.

Tak semua orang pandai mengolah daging kepiting, termasuk saya. Itu sebab, jika saya ingin mendapatkan dagingnya maka datang ke supermarket. Maksudnya, saya bisa membeli dagingnya saja. Selain mudah, tentu ini tidak merepotkan.

Baiklah, lanjut dengan memasaknya!

Bahan yang diperlukan:

  1. Beras putih yang panjang jenis Langkornreis.
  2. Minyak sayur.
  3. 200 gram daging kepiting.
  4. Udang setengah matang, tiriskan dari airnya.
  5. Telur.
  6. Saus tiram.
  7. 1 irisan lemon.
  8. Cabai halus.
  9. Garam dan merica.
  10. Bawang bombay diiris halus.
  11. Bawang putih tabur.
  12. Daun bawang diiris.
  13. Aneka sayuran kemasan (wortel, tauge). Tiriskan dari airnya.

Cara memasak:

  1. Masak nasi dalam panci berisi air selama 30 menit. Setelah masak, tiriskan airnya.
  2. Panaskan wajan. Beri minyak sayur.
  3. Masukkan telur dan aduk-aduk hingga masak. Kemudian masukkan bawang bombay iris, daun bawang dan sayuran yang sudah ditiriskan.
  4. Setelah agak matang, masukkan nasi. Aduk perlahan.
  5. Masukkan lagi udang yang ditiriskan airnya dan daging kepiting dan campurkan dengan semuanya.
  6. Tambahkan saus tiram, garam, merica bubuk, bawang putih sesuai selera anda. Jangan lupa masukkan perasan jeruk lemon dan cabai halus! Aduk perlahan hingga bercampur jadi satu dan masak selama beberapa menit hingga masak.
  7. Selesai dan siap disajikan.

Selamat mencoba!

Rigatoni al Forno, Makaroni Panggang yang Menggairahkan: Makanan Khas Italia (3)

Rigatoni al Forno.

 

Mengulik kuliner dari Italia memang tak pernah habis, apalagi soal pasta. Saat ini, saya bagikan makanan sejenis pasta yang disebut, Rigatoni.

Bentuk rigatoni pastinya sudah dikenal di Indonesia. Saya terbiasa menyebutnya makaroni. Sepenuhnya tidak betul salah, namun kini saya jadi tahu nama sebenarnya. Karena sesungguhnya setiap pasta dengan berbagai macam bentuk punya nama yang spesifik.

Jika anda pernah mencicipi lasagna, rigatoni al forno pun sejenis demikian. Memasaknya sama-sama dipanggang dalam oven, selama 15 menit dalam suhu panas.

Pertama kali, rigatoni dimasak terlebih dulu secara “al dente”, yakni kekenyalan dan tekstur yang pas. Setelah dimasak dalam air mendidih, tiriskan dari air.  Masukkan rigatoni ke dalam loyang oven.

Untuk isiannya dapat saya rasakan yakni keju mozarella, daging ham, keju parut, saus tomat, kacang polong, irisan jamur champignon dan bawang bombay.

Siapkan rigatoni bersama isian di loyang. Lalu siram dengan saus krim yang dikehendaki. Tambahkan keju mozarella ke atas adonan. Terakhir, panggang adonan selama 15 menit dalam suhu panas.

Hidangan pun siap disajikan. Jika anda terlalu lama memanggang dalam oven, rigatoni akan terlihat kering dan krispi. Sebaiknya itu tidak terjadi, sesungguhnya panggang dalam oven sehingga rigatoni meresap bersama adonan isian.

Semoga bermanfaat!

PS: Sebaiknya panggang rigatoni tidak terlalu lama sehingga pasta kering dan menjadi krispi. Seperti pada foto di atas, rigatoni tampak terlalu kering.

Fleischpfanzerl mit Erbsen: Makanan Khas Jerman (23)

wp-image-866817758
Fleischpfanzel mit Erbsen.

Ibu mertua datang menawari saya makanan yang baru saja dimasaknya. Saya melihatnya seperti bubur kacang hijau tetapi ada daging di dalam. Hmm, penasaran juga saya mencobanya.

Makanan selanjutnya adalah Fleischpfanzerl semacam bakso yakni bola-bola daging. Saya pernah membuatnya di Jakarta ketika suami melihat saya sering minta diantar ke warung bakso. Akhirnya kami berdua mencoba membuat bakso ala Jerman. Ini resepnya, barangkali anda tertarik membuatnya sendiri di rumah?

Baca https://liwunfamily.com/2017/01/18/fleischpflanzerl-ala-bayerische-makanan-khas-jerman-3/

Bagaimana jika fleischpfanzerl dimakan bersama kacang polong?

Memasak fleischpfanzerl dengan resep yang sudah saya bagikan di artikel sebelumnya.

 

 

Bisa juga disajikan dengan sayuran yang anda suka.

 

Setelah fleischpfazerl digoreng, pisahkan sementara. Panaskan panci dan lelehkan mentega. Tambahkan irisan bawang bombay yang sudah diiris halus. Lalu tambahkan kacang polong dan 200 ml air. Beri kaldu rasa sapi atau sesuai selera. Biarkan hingga mendidih. Masak kira-kira 5 menit.

Untuk menyajikannya, ambil fleischpfanzerl di atas piring yang bermangkuk. Masukkan kacang polong ke dalam. Tambahkan garam dan merica jika suka!

Bagaimana? Tertarik membuatnya?

Insalata Localino, Salat Tuna: Makanan Khas Italia (3)

Salat “localino” mit Vorderschinken, Tunafisch, Ei, Oliven und Mozarella.

 

Salat adalah salah satu makanan yang menyehatkan. Agar bisa disajikan sebagai makanan utama, maka salat yang baik juga dilengkapi dengan berbagai kandungan karbohidrat, protein dan vitamin. Ini menjadi alasan saya memilih untuk mencoba salat yang dikemas di restoran Italia.

Nama salat tersebut adalah Insalata Localino. Sebagaimana umumnya salat, sajian ini didominasi oleh sayuran dan tak ketinggalan yang menjadi ciri khas masakan Italia pada umumnya, yakni buah zaitun (olive). Ada enam buah zaitun yang disebar di dalam salat. Bagi anda yang suka, silahkan dikreasikan di rumah!

Selain sayuran dan buah zaitun, salat dilengkapi hidangan utama yakni irisan tuna dan beberapa lembar ham. Ditambah lagi kandungan protein yang terdapat pada irisan telur dalam salat ini. Salat menjadi nikmat disantap. Untuk topping, diberikan potongan keju mozarella yang menggoda. Jangan tanya rasanya! Pastinya sudah menyehatkan bagi tubuh.


Untuk dressing salat, rasanya sederhana saja. Hanya campuran garam, merica dan minyak zaitun. Agar semakin kaya rasa, ada irisan tomat dan bawang bombay juga.

Setelah menyimak percobaan saya, silahkan anda mengemasnya sendiri di rumah! Sesekali mengkonsumsi salat seperti yang saya lakukan di siang hari ternyata menyehatkan juga untuk tubuh.

Selamat mencoba!

Reis gebraten mit Ente und Nudeln gebraten mit Reindfleisch: Makanan Asia di Jerman (4)

Reis gebraten mit Ente.

 

 

Nudeln gebraten mit Rindfleisch.

Makanan Asia apalagi yang bisa dijumpai di Jerman boleh dikatakan banyak variasinya. Kali ini saya kedatangan seorang teman asal Indonesia yang sama-sama rindu masakan Asia. Kami pun mampir di restoran Asia di pinggiran Bavaria. Mungkin mencicipi kuliner di tanah perantauan mengobati rasa rindu masakan tanah air.

Setelah lihat daftar menu, pilihan saya jatuh pada menu mirip nasi goreng bebek. Nama makanan berikut dalam bahasa Jerman disebut reis gebraten mit Ente. Pemilik kedai dengan ramah menyambut kami seraya menjelaskan menu masakan yang ingin kami coba. Sudah lama tidak makan bebek, tentu ini bukan nasi bebek ala Madura yang terkenal dengan sambalnya yang pedas.

Reis gebraten mit Ente adalah sepiring nasi goreng yang disertai sayuran seperti wortel, brokoli dan buncis di dalam nasi yang digoreng. Lalu ada campuran telur seperti layaknya nasi goreng. Sebagai topping, diberi potongan daging bebek yang digoreng krispi. Renyah, gurih dan enak sekali! Meski tak ada rasa pedas sama sekali, namun rasanya cukup memuaskan. Pramusaji pun menghidangkan sambal tambahan di meja.

Lain nasi goreng lain pula mie goreng yang dipesan teman saya. Sebagai penyuka mie goreng, makanan berikutnya sesuai dengan kerinduannya mencicipi masakan tanah air. Nudeln gebraten mit Rindfleisch ini semacam mie goreng dengan berbagai sayuran di dalam. Ada potongan telur dadar dalam campuran mie. Sesuai namanya, potongan daging sapi dicampur bersamaan mie.

Kedua jenis makanan di atas dapat memuaskan keinginan kami mencicipi kuliner Asia. Untuk minumannya, kami berdua yang masih kedinginan akibat cuaca di luar memutuskan minum teh hangat. Sembari menikmati teh dan menyantap masakan Asia, kami pun berdua ngobrol dalam bahasa Indonesia. Dan sekitar kami pun memperhatikan dengan seksama.

Bagaimana santapan anda hari ini?

Borjùpaprikà Galuskàva, Veal Stew with Galuska: Kuliner Budapest, Hungaria (2)

 

 

Borjùpaprikàs Galuskàva.
Coca cola dan teh hijau.

Kami kelaparan begitu tiba dari Jerman. Akhirnya berjalan tak jauh dari hotel, tempat kami menginap ada sebuah restoran di sudut jalan yang terlihat unik. Namanya KIRÀLY 100 Gastro Corner, Budapest. Anda bisa mencarinya sendiri yang letaknya berdekatan dengan wilayah hotel dan penginapan.

Konsep restorannya instragamable buat anak muda sehingga tempat ini tak pernah sepi dikunjungi. Ada barnya juga di dalam jika tak ingin makan apa pun. Lalu di sudut restoran, ada banyak tempelan mata uang berbagai negara. Ternyata pernah ada orang Indonesia juga makan di situ dan menempelkan selembar seratus ribu rupiah. Karena banyak orang, saya enggan mengambil foto sudut aneka uang tersebut.

Untuk pesanan saya, anda bisa lihat di artikel ini. Sedangkan kali ini, saya mengulas jenis makanan Hungaria yang terkenal dengan paprikanya. Makanan ini dipesan suami saya, Borjùpaprikàs Galuskàva. Ini semacam pot yang berisi potongan galuskàva dengan goulasch.

Baca https://liwunfamily.com/2017/12/29/gulyasleves-piros-labas-dan-tejfolos-ubokasalata-budapest-hungaria-1/

Galuskàva ini bisa dibilang semacam spätzle jika di Jerman dan sekitarnya. Si pramusaji menjelaskan dalam bahasa Inggris, ini semacam dumpling. Menurut saya, ini seperti mie telor atau pasta bagi kebanyakan orang Italia. Di Hungaria, mereka membuat galuskàva sebagai hidangan yang disantap bersama goulasch atau sup paprika.


Sedangkan borjùpaprikàs adalah nama lain dari goulasch paprika. Ini berisi potongan daging sapi, irisan paprika dan tomat yang disertai krim berbumbu seperti goulasch dan dimasak hingga daging melunak. Saya tanya ini ke rekan kerja suami dulu yang memang berasal dari Hungaria. Membuatnya pun mudah asalkan kita sudah punya bumbu kemasan. Dalam buku menu, masakan ini dalam bahasa Inggris disebut ‘veal stew with galuska‘ yakni daging yang direbus bersama mie.

Mereka yang suka foto-foto dijamin suka dengan suasana restoran yang menarik mata.

 

 

Ada bar juga dan tempelan berbagai mata uang, termasuk selembar seratus ribu dari Indonesia.

 

Bon dan alamat restoran mungkin bisa dikunjungi. Tertulis dalam mata uang HFU, mata uang Hungaria namun saya bisa membayar dengan Euro.

Hungaria terkenal dengan citarasa makanan paprika, bahkan beberapa tempat bisa dinamakan paprika seperti hotel atau restoran. Karena kuliner Hungaria juga dikenal mendunia, Budapest menawarkan tur gastronomi untuk mencicipi kuliner mereka.

Berdasarkan informasi dari tour guide kami, makanan Hungaria memiliki citarasa yang dekat dengan Austria dan Mediterania. Sementara untuk jajanan kue-kue begitu mirip dengan Perancis. Petualangan rasa saya belum berakhir, nantikan cerita kuliner saya yang lain.

Selamat Tahun Baru 2018! Happy New Year! viel Glück🎉🎊

Hähnchenbrustfilet mit Reis und Salat: Makanan Khas Yunani (2)

Hähnchenbrustfilet mit Djuvec reis und pommes.


Makanan khas Yunani selanjutnya yang dikupas adalah Hähnchenbrustfilet, ini semacam fillet daging ayam yang diberi bumbu sederhana dan dipanggang seperti layaknya souvlaki. Untuk daging ayam yang dipilih adalah bagian dada, tanpa lemak dan tulang. Penampakannya pun mirip seperti yang kemarin saya bahas.

Cara memasaknya bila diperhatikan pun mudah. Setelah daging ayam dicuci bersih, potong daging ayam menjadi lebih kecil. Taburi daging ayam dengan oregano, daun rosemary, paprika bubuk, daun thymian, garam dan merica. Kemudian panggang dalam api kecil selama lima menit kedua sisi. Mudah ‘kan?

Untuk menyantapnya, bisa digunakan bersama kentang goreng atau pommes dalam bahasa Jerman. Atau anda bisa juga menyajikan bersama Djuvec reis, yakni nasi pedas yang biasa disebut begitu di Jerman. Nasi ini seperti nasi goreng dimana dimasak lagi setelah nasi matang. Nasi diberi bumbu paprika, saus tomat dan bawang. Djuvec reis ini semacam nasi berbumbu khas Mediterania.

Sebagai penyedap rasa, makan Hähnchenbrustfilet bersama dengan mayonaise yang diberi perasan jeruk lemon. Tambahkan oregano bila suka dalam mayonaise.

Salat.

Sedangkan salat biasa dimakan sebelumnya. Salat terdiri dari aneka sayuran yang diinginkan, bisa daun selada air, daun selada merah, irisan wortel, mentimun, tomat dan bawang merah besar. Untuk penambah rasa, bisa diberi paprika bubuk dan kecap asin. Rasanya tentu saja tidak berlebihan, enak.

Sederhana, mudah dan sehat!

Bagaimana menurut anda? Tertarik mencobanya?

Thai Basil dan Ikan Krispi, Asiagourmet: Rekomendasi Tempat (9)

Asiagourmet di Hauptbahnhof Munich.



Di Jerman, anda tak perlu khawatir bila merindukan masakan tanah air atau dari Asia. Pasalnya banyak gerai masakan Asia yang banyak dibuka, termasuk kota besar seperti Munich. Barangkali jika anda berkunjung ke Munich, anda bisa mampir mencobanya. 

Salah satu dari imbiss yang menjual makanan Asia adalah Asiagourmet. Saya dan suami mendapatinya di stasiun pusat, Hauptbahnhof  Munich saat kami sedang menjemput seorang kenalan yang hendak bertualang di Munich. Sebenarnya Asiagourmet adalah satu dari sekian imbiss makanan Asia yang ada di Hauptbahnhof

Makanan yang dipesan adalah Thai Basil dengan daging sapi. Ini bukan kali pertama saya mencicipinya. Saya sering memesannya di restoran Thailand di Jakarta atau di Thailand langsung. Barangkali berbeda dari masakan yang biasa saya coba sebelumnya. Ternyata berbeda.

Thai Basil.

Thail Basil yang saya pesan di Asiagourment sedikit berkuah kental, sementara pengalaman sebelumnya Thai Basil tidak berkuah, hanya sedikit berminyak karena proses ditumis. Thai Basil di Asiagourmet juga menggunakan daging sapi yang dipotong agak besar. Sayurannya pun lebih lengkap yakni wortel, brokoli, buncis, paprika, dan semacamnya. Rasanya juga sama pedasnya. 


Thai Basil yang pernah saya coba hanya menggunakan daun kemangi saja dan daging giling sehingga potongannya tidak besar. Lalu prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak berair. Kadang diberi topping, telur mata sapi. Itu pengalaman saya mencoba Thai Basil sebelumnya. Di Asiagourmet, tak ada telur mata sapi. Nasi diletakkan di pinggir sehingga bercampur kuah. Seandainya tak berkuah seperti yang saya bayangkan, itu pemikiran saya.

Ikan krispi dan cah sayur.

Suami saya lebih memilih ikan. Sebenarnya dia suka cap cay yakni sejenis aneka sayuran yang ditumis dengan makanan laut. Karena tidak menemukannya, pilihan jatuh pada ikan dori fillet yang diberi tepung sehingga terasa krispi. Lalu di sekitarnya, ada sayuran seperti wortel, brokoli, buncis, jamur dan sebagainya yang ditumpuk di bawah ikan. 

Fillet ikan dori diberi tepung seperti biasa. Lalu digoreng dalam minyak penuh sehingga terasa tekstur krispi. Kemudian ikan dipotong-potong sebelum disajikan. Sedangkan untuk sayuran, prosesnya hanya ditumis biasa dan tidak terlalu berbumbu. Mungkin hanya menggunakan bawang saja.

Untuk harga, pastinya masih terjangkau ketimbang anda membeli makanan di restoran. Total membayar berikut minuman sekitar 18€. Kedua menu di atas hanya perkiraan saja, nama masakan saya lupa mencatatnya. Bagaimana menurut anda?

Anda ingin mencoba memasaknya di rumah atau anda ingin mencicipi langsung di Jerman?

Kalte Bratenplatte, Haslinger Hof Bavaria: Rekomendasi Tempat (8)

Kalte Bratenplatte.

Disantap bersama roti.

Cola mix, apa itu? Silahkan baca selanjutnya!

Melanjutkan kunjungan saya berwisata kuliner ke Haslinger Hof, saya bagikan menu kedua. Tentu nama Haslinger Hof, tidak hanya sebagai tempat menginap saja. Bahkan seorang kawan di Berlin pun tahu tempat ini sebagai tujuan favorit untuk menikmati sajian kuliner otentik Jerman.

Salah satu hal yang menarik dari tradisi Bavaria adalah kalt essen, seperti yang pernah saya tulis di sini

Baca https://liwunfamily.com/2017/08/27/kalt-essen-makanan-dingin-ala-jerman-tak-perlu-dimasak/

Bagi saya yang berasal dari Indonesia, saya terbiasa makan dalam kondisi hangat. Begitu pun saat saya ngobrol dengan teman asal Rusia, yang menurutnya terbiasa makan dalam kondisi hangat. Namun di Bavaria, kalt essen adalah bagian dari kebiasaan untuk menyantap makanan. Karena porsinya yang tak besar, tentu akhirnya menyantap kalt essen dilakukan sebagai makan malam.

Pada menu kedua, kami pesan Kalte Bratenplatte, yang juga merupakan kalt essen. Nama lengkap menu ini adalah Kalte Bratenplatte: Sur und Schweinebraten, frisch gebriener Meeretich, Essiggurkerl, dazu Brot und Butter. Tentu ini hanya sekedar menjelaskan apa saja yang akan dapatkan dalam menu tersebut. 

Makanan dingin bukan berarti mentah. Ada yang memang fresh, atau dalam bahasa Jerman dikatakan frisch seperti misalnya ketimun yang disebut Essiggurkerl. Namun sesungguhnya makanan kalt essen sebagian besar sudah masak dan matang, bahkan sudah berbumbu. Jadi tak perlu dimasak kembali. 

Namun makanan tersebut semisal daging yang disebut schweinebraten, sudah diolah dan diberi bumbu. Kemudian disimpan disimpan dalam lemari pendingin sehingga dingin. Jangan bayangkan kalt essen seperti makan es krim!

Awalnya saya sulit sekali menerima makanan dingin dalam perut saya yang terbiasa makan dalam kondisi hangat. Namun ternyata itu bisa menyehatkan juga. Lagi pula makanan kalt essen pada umumnya tidak terlalu banyak bumbu. Umumnya berasa tawar atau asin.

Untuk menambah rasa, di Bavaria ada macam-macam bumbu pelengkap seperti mustard atau meeretich. Meeretich ini boleh dibilang seperti wasabi karena sama-sama berasal dari rumpun tumbuhan yang sama. Cerita tentang wasabi bisa dilihat di sini. Meeretich dan butter juga tersaji di dalam menu kedua tersebut. 

Baca https://liwunfamily.com/2017/07/14/meerrettich-cocolan-semacam-wasabi/

Nah, mungkin anda bertanya karena ada butter? Yups, makanan kalt essen juga ada karbohidratnya yang mungkin bagi kita terbiasa menyantap nasi. Di sini, brot adalah roti yang tidak terasa manis atau asin, terbuat dari gandum. Butter biasanya diolesi di atas roti.

Kalt essen versi lain.

Menarik ‘kan?

Menu kedua dipesan oleh suami. Untuk minumannya, suami pesan cola mix. Ini juga menarik karena tidak ada di Indonesia. Minuman ini adalah coca cola yang dicampur dengan limonade. Terkadang dalam minuman yang dipesan masih dimasukkan lagi irisan lemon. 

Bagaimana menurut anda?